Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI KURIKULUM DI ERA DIGITAL SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN ZAMAN MODERN Subhan Widiansyah; Silvia Rizqy Maulidia; Rani Masni; Muhammad Tio Dzikri; Muhammad Ghufron Al-Fatah; Reva Ade Jaya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 9 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i9.8653

Abstract

Era digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam transformasi kurikulum berbasis teknologi. Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Internet of Things (IoT) memengaruhi desain, implementasi, dan evaluasi kurikulum di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknologi terhadap kurikulum, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif untuk mengkaji literatur terkait transformasi kurikulum berbasis teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar melalui personalisasi, fleksibilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah ketimpangan digital antara daerah perkotaan dan pedesaan serta keterbatasan kompetensi digital guru. Penelitian ini menyarankan agar pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta bekerja sama untuk memastikan pemerataan akses teknologi dan meningkatkan pelatihan bagi pendidik. Kurikulum yang berbasis kompetensi abad ke-21 dan integrasi teknologi seperti Learning Analytics serta pendekatan STEAM diharapkan dapat memaksimalkan hasil pembelajaran. Transformasi kurikulum ini harus disertai dengan kebijakan inovatif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi hambatan dan memastikan kesuksesan implementasi teknologi dalam pendidikan.
ANALISIS EFEKTIVITAS P5 DALAM MENDORONG PARTISIPASI AKTIF SISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH ATAS Subhan Widiansyah; Shelvi Marlina; Diva Hamnia Putri; Zahrah Salsabila; Mochamad Teguh Prayudhi
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 10 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i10.8665

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan model Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran Sosiologi di SMA wilayah Banten, Indonesia. Dengan menggunakan metode survei dan wawancara, penelitian ini melibatkan kuesioner kepada 150 siswa dari 5 sekolah serta wawancara dengan 50 guru Sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model P5 secara efektif meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Sekitar 72% siswa melaporkan peningkatan minat dan keterlibatan melalui proyek berbasis masalah, seperti menganalisis perubahan sosial dan merancang solusi untuk masalah komunitas. Proyek-proyek ini juga mendorong keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemampuan praktis yang relevan dengan kehidupan nyata. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas di sekolah-sekolah terpencil, kurangnya kesiapan guru, dan kesulitan dalam mengintegrasikan model P5 dengan kurikulum. Sebanyak 65% guru mengaku kesulitan dalam merancang proyek yang relevan, sementara 58% lainnya menyebutkan kurangnya pelatihan sebagai hambatan utama. Sekolah yang memiliki dukungan institusi dan orang tua, seperti SMA Negeri 1 Serang, menunjukkan hasil lebih baik dengan menggabungkan proyek P5 dengan kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menegaskan potensi besar model P5 dalam mentransformasi pembelajaran Sosiologi menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan berbasis keterampilan. Namun, diperlukan perhatian lebih pada penyediaan fasilitas, pelatihan guru, serta fleksibilitas kurikulum untuk mengoptimalkan dampak model
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DALAM KURIKULUM MERDEKA Subhan Widiansyah; Siti Rahmah Indriyani; Safhira Azzahra; Rafi Putra Hartono; Lailatu Ro’ihah; Intan Nuraini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 9 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v9i12.8789

Abstract

Pendidikan di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan sejak kemerdekaan, dengan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengatasi ketidaksetaraan akses. Setelah era kolonial, pemerintah Indonesia fokus pada pemerataan pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat, meskipun masih terdapat kesenjangan, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Di era modern, pendidikan di Indonesia mengalami transformasi melalui kebijakan seperti Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas dan relevansi pembelajaran dengan kebutuhan global serta keberagaman budaya. Teknologi digital berperan penting dalam memperluas akses pendidikan, namun tantangan berupa kurangnya infrastruktur dan literasi digital di daerah terpencil masih harus diatasi. Pendidikan berbasis digital membuka peluang bagi guru dan siswa untuk mengakses berbagai sumber belajar, namun membutuhkan kesiapan dari guru dalam mengadaptasi metode pembelajaran baru. Kurikulum Merdeka, yang mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan nilai Pancasila, harus didukung dengan penguasaan teknologi oleh guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengungkap persepsi guru terhadap implementasi teknologi dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di era digital, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia yang kreatif dan berbasis karakter. Dalam konteks ini, pemanfaatan media pembelajaran digital seperti video dan animasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran sosiologi. Namun, keberhasilan implementasi ini sangat bergantung pada kesiapan dan kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI UNTUK OPTIMALISASI KURIKULUM DIGITAL Subhan Widiansyah; Vhia Aulia Salsabilla; Maysha Octavia; Dalfah Aulia Nisa; Fauriza Akbar Fadillah
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i5.9133

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan merupakan kebutuhan mendesak seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran berbasis kurikulum digital. Meskipun Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 menekankan pentingnya penggunaan TIK dalam pendidikan, hanya sekitar 10%-15% dari 2,7 juta guru di Indonesia yang secara aktif mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian ini mengkaji berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan, akses terbatas terhadap sumber daya digital, serta kurangnya pemahaman tentang metode pembelajaran inovatif. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan survei terhadap guru di berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan kompetensi guru harus mencakup pelatihan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan, pengembangan komunitas belajar untuk berbagi praktik terbaik, serta penyediaan sumber daya digital yang memadai. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan penyedia teknologi sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Dengan menerapkan strategi ini, guru diharapkan dapat lebih efektif mengimplementasikan kurikulum digital, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat interaksi siswa dengan materi pelajaran. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program yang mendukung transformasi pendidikan menuju era digital yang lebih inklusif dan berdaya saing.
TANTANGAN GURU DALAM MENYESUAIKAN PEMBELAJARAN MODERN DI ERA KURIKULUM MERDEKA Widiansyah, Subhan; Dzakiyyah, Jihan; Munthe, Monica; Fildzah, Maulidya; Afsari, Husniya
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i6.9153

Abstract

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan langkah penting dalam pengimplementasian nilai-nilai pembentuk karakter bangsa, yang mencakup pembenahan sistem pendidikan dan metode pembelajaran. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan dan memudahkan pendidik menerapkan pembelajaran yang lebih mendalam, sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan fokus pada penguatan karakter. Namun, implementasi kurikulum ini menghadapi berbagai tantangan bagi para guru, termasuk peningkatan keterampilan dan pemahaman mendalam tentang kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menyesuaikan pembelajaran modern di era Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber literatur seperti jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka belajar mencakup kesulitan dalam menganalisis Kompetensi Dasar (CP), merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP), serta menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan modul ajar. Selain itu, terdapat tantangan dalam penggunaan teknologi yaitu, kurangnya kemampuan dalam menerapkan metode dan media pembelajaran yang inovatif, serta alokasi waktu yang tidak memadai untuk pembelajaran berbasis proyek. Penentuan bentuk asesmen yang tepat dalam konteks pembelajaran berbasis proyek juga menjadi kendala. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan program pelatihan yang berkelanjutan, pengembangan kompetensi dalam teknologi, serta dukungan dari berbagai pihak. Saran yang diberikan adalah perlunya kolaborasi antar sekolah, pendidik, dan peserta didik untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara efektif.
TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN PELUANG BAGI PENDIDIKAN SOSIOLOGI Widiansyah, Subhan; Aliefa Ramadhanty, Zahra; Diah, Diah; Nur Adilah, Khansa; Nur Alia, Siti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 6 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i6.9155

Abstract

Transformasi kurikulum pendidikan di era digital menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi perubahan zaman yang dipengaruhi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang, tantangan, dan strategi implementasi kurikulum berbasis digital, khususnya dalam pendidikan sosiologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber relevan terkait paradigma pendidikan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mendukung pembelajaran interaktif dan personalisasi pendidikan melalui berbagai platform digital. Namun, implementasi kurikulum berbasis teknologi menghadapi tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, biaya tinggi, kurangnya pelatihan guru, dan ketimpangan kebijakan. Strategi utama meliputi pemerataan akses teknologi, pelatihan digital bagi guru, serta pengembangan konten adaptif. Dalam konteks pendidikan sosiologi, teknologi dapat digunakan untuk simulasi fenomena sosial dan analisis data, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, transformasi kurikulum di era digital diharapkan mampu menciptakan generasi yang adaptif dan berdaya saing global.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI SEBAGAI TANTANGAN DAN STRATEGI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Subhan Widiansyah; Selviana Putri Rahayu; Siti Fera Utami; Dini Septiani; Fitria Juliana
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 8 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i8.9294

Abstract

Pengembangan teknologi 5.0 sejak era digital merupakan sebuah kemajuan bagi dunia pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah unit proses bagi indikator dalam pencapaian kurikulum-sekarang. Kemajuan teknologi merupakan awal dari dasar kemajuan IPTEK ( ilmu pengetahuan teknologi ). Pengetahuan yang bersumber informasikan dalam teknologi berbasis digital banyak mengalami perubahan, yang berdampak bagi pendidikan dan pengaturan pendidikan. Tujuan penelitian dari kelompok kami bersumber pada permasalahan, bagaimana cara dunia pendidikan bereksplorasi untuk menciptakan gaya baru di dalam pembelajaran, termasuk kurikulum. Kurikulum memaknai bahwa perubahan berlaku dari kurikulum lama hingga terbarukan seperti saat ini yaitu kurikulum merdeka, banyak kemajuan teknologi mempengaruhi kurikulum merdeka. Metode penelitian digunakan untuk mengukur bagaimana kemampuan pelatihan guru, memperhatikan perkembangan teknologi, cara metode pengajaran, permasalahan, mengikuti era digitalisasi demi peningkatan kualitas pendidikan lebih menjamin bagi setiap murid sekolah. Keberlangsungan penerapan kurikulum ini juga menyarankan untuk memberikan kontribusi aktif bagi setiap permasalahan dan juga tantangan dunia teknologi, harapan terbuat nya penelitian ini bermaksud untuk memberikan manfaat serta solusi pemecahan yang belum di akreditasikan, apakah dunia teknologi bisa menjamin keefektifan dalam metode pembelajaran di kurikulum merdeka.
Tradisi Kawin Cilik Di Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kaler Dalam Perspektif Tindakan Sosial (Studi Kritis Di Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kaler) Askandar, Maulana; Hayat, Nurul; Widiansyah, Subhan
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 7 No 2 (2024): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v7i2.2147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam mengenai Tradisi Kawin Cilik Di Desa Cipaeh Kecamatan Gunung Kaler, Dalam Perspektif Tindakan Sosial. Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan paradigma studi kritis. Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Kawin Cilik merupakan tradisi yang berasal dari etnis atau suku betawi yang kemudian dijadikan tradisi oleh masyarakat Desa Cipaeh, juga tradisi Kawin Cilik ini masih dipertahankan eksistensinya oleh masyarakat Desa Cipaeh walaupun keberadaannya dipercaya sebagai tradisi yang terancam punah, namun masyarakat masih ada beberapa yang melestarikan tradisi tersebut karena terdapatnya suatu nilai yang juga diakui sebagai tradisi yang sudah turun-temurun dan menjadi (kaprah) masyarakat Desa Cipaeh itu sendiri. Hal tersebut tidak lepas dari adanya beberapa faktor seperti faktor pendukung dan penghambat, contohnya: faktor sosial budaya, faktor ekonomi, faktor pendidikan, dan faktor internal masyarakat. Kata Kunci: Tradisi Masyarakat, Kawin Cilik, Tindakan Sosial
UPAYA PENINGKATAN MINAT SISWA DAN SISWI SMAN 4 CILEGON (SURALAYA) DALAM MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI Widiansyah, Subhan; Farhan, Muhammad; Mahardika, Chandra; Defita, Defita; Insam, Verosita; Maelawati, Intan Khoeroni; Meliana, Dina; Auli, Cikal Tazkia
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i1.12977

Abstract

Everyhigh schoolstudentinfact willbefaced with choicesinhis life, oneof whichiswhen they are presentedinthe futurebeforetheygraduatefromschool.Thechoicestheywillfindinclude,whethertheywillsetthemselvesuptocontinue theirstudiesinto theworldof lecturesor highereducation,take jobcourses,look for workor beunemployed.Likewise, thereare problemsinSuralaya Village,PulomerakDistrict,CilegonCity.AccordingtoMr. EmanSulaeman,especially inhighschoolfewhavethedesiretocontinue theireducationtotheworldoflecturesandonlyhavedirectorientation aftergraduatingfromcollege.ThisisourfoundationineducatingtheworkprogramoftheSocialization ofEntrance SelectionforUNTIRTAStateUniversities. Afterimplementing theUNTIRTAStateUniversityEntranceSelection SocializationprogramtheresultsobtainedintheinterestofstudentsandstudentsofSMAN4Cilegonincontinuingtheir studiestostateuniversitieswereintheNotTooHigh(Enough)category.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SMA PADA KURIKULUM MERDEKA Subhan Widiansyah; Anajatu Anam; Adelia Raya Ainurizka Salsabilla; Nur Khulaiyah Putri Efendi; Akmal Ataya Nakhlah; Rahma Azzahra
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1367

Abstract

Pendidikan memiliki kontribusi yang besar dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kualitas ting di tengah tantangan globalisasi saat ini. Kurikulum Merdeka, sebagai upaya terbaru pemerintah Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan, dirancang untuk memberi fleksibilitas terhadap guru dan siswa melalui pembelajaran intrakurikuler yang lebih optimal. Kurikulum ini juga menekankan penguatan profil pelajar Pancasila melalui proyek tematik, yang bertujuan mengembangkan karakter siswa di luar capaian akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif Problem Based Learning (PBL), juga dikenal sebagai pembelajaran berbasis masalah, dalam meningkatkan pemahaman siswa sekolah menengah atas tentang cara menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah penelitian literatur, yang melibatkan analisis literatur dari berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL membantu siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan memecahkan masalah. Kurikulum merdeka, di sisi lain, meningkatkan minat belajar dan pengembangan karakter siswa. Penerapan PBL meningkatkan nilai rata-rata posttest siswa secara signifikan dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, pembelajaran ini mendorong kolaborasi, komunikasi, dan keterlibatan aktif siswa dalam menyelesaikan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka dan PBL, seperti adaptasi guru terhadap metode baru dan pemahaman masyarakat, memerlukan perhatian khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi Kurikulum Merdeka dan PBL memberikan solusi inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era globalisasi.
Co-Authors Aas Astria, Riri Adelia Raya Ainurizka Salsabilla Afiyah, Afiyah Afrizal, Stevany Afsari, Husniya Agung Hidayat Agung Hidayat, Agung agustin, windi Ahmad Ahmad Ahmad Fauzi Ahmad Sopian, Ahmad Akmal Ataya Nakhlah Aliefa Ramadhanty, Zahra Alwan, Musfiq Amalia, Syifa Amaral, Rendra Anajatu Anam Annisa Fauziah, Dede Annisa Fitriyani, Annisa Anten Fhabella Apriani, Reni Aqiilah, Daffa Ardian Baldan Kurniawan Arif Permana Putra, Arif Permana Askandar, Maulana Auli, Cikal Tazkia Bazliah, Sharfina Dadan Darmawan Dadan Darmawan, Dadan Daffa Al-Farid Syaepi Putra Dalfah Aulia Nisa Defita, Defita Delvina Raissa Dema Tesniyadi Denny Soetrisnaadisendjaja Desma Yuliadi Saputra diah, diah Dini Septiani Dita Ramadanti Diva Hamnia Putri Dzakiyyah, Jihan Elvanisa Maemun Farandi Anggada Putra Atmojo Farid Ibnu Wahid Fathan, Mochamad Fathan Fatimah, Empat Siti Fauriza Akbar Fadillah Feby Miftah Azmi Khairo Fildzah, Maulidya Firnanda, Ayu Fitria Juliana Fitria Wulandari Gigih Adhi Pambudi Halimatusadiyah Hamsah Hamsah Haryono Haryono Hasan, Fanita Hayat, Nurul Herlina Siregar, Herlina Ida Dwi Lestari Br Purba Ilyas, Chandra Indah Sastia Putri Insam, Verosita Insani, Vivi Intan Nuraini Jelita Yulia Rensa Wardana Kamelia Kamelia Keysha Nabih Qurrotun’ain Khoiri, Nisaul Khoiri Khoirunita Zahwa Septiassani Khumayroh, Ana Kristina Oktavia Injilika KUNTARI, SEPTI Lailatu Ro’ihah Larasati Larasati Lidya Anastasya Pasaribu Lilis Khairunisa Lindawati, Yustika Irfani Madini, Deandra Khoiro Maelawati, Intan Khoeroni Mahardika, Chandra Mahmudah Mahmudah Martendi, Dito Anugrah Maysha Octavia Melati, Meysi Meliana, Dina MIFTAHUL JANNAH Mitha Aura Rengganis Mochamad Fathan Fathan Mochamad Naim Mochamad Naim Mochamad Teguh Prayudhi Muhammad Agus Hardiansyah Muhammad Agus Hardianysah Muhammad Farhan Muhammad Ghufron Al-Fatah Muhammad Tio Dzikri Munawaroh, Iis Munthe, Monica Musyarofah, Nida Nabila Anggita Sari Nada Nafisah Naim, Mohammad Nariyah Nur Anggraeni, Regita Nawang Sari Novita Sari Nur Adilah, Khansa Nur Alia, Siti Nur Anisa Nur Khulaiyah Putri Efendi Nurul Hayat Nurul Hayat Pambudi, Gigih Adhi Pita, Anupita larasayu Polelah Pratama, Arel Rizky Putra, Teguh Pratama Putri Fadhilah, Zahra Putri, Karla Ryanda Qorin Mailani Rahayu Rafi Putra Hartono Rahma Azzahra Rani Masni Ratiah, Ratiah Reva Ade Jaya Reva Juliana Rikza Fauzan, Rikza Rojak, Abd S, Denny Sabrina Kusuma Dwi Safhira Azzahra Sajdan Salman Fasha Saparudin, Endin Sari, Nawang Sauqi Ichsan Kamil Selviana Putri Rahayu Serly Putri Hidayat Setiawan, Rizki Shelvi Marlina Silvia Rizqy Maulidia Siti Fera Utami Siti Habibah Siti Rahmah Indriyani Siti Rohmah Soetrisna, Denny Soetrisnaadisendjaja, Denny Sri Oktaviani, Dea Sunita Hamzah Suryadi Agusti Syahputra, Nanda Wisnu Syarifah Alya Teguh Pratama Putra Tesniyadi, Dema Tia Astuti Tri Ambarwati Tri Ambarwati Tri Susanti, Yeni Trisnawati, Opy Ulina Siregar, Bintang Usy Rahmawati Vhia Aulia Salsabilla Vini, Dwi Yuniar Yullianty Indah Permata Sari Yustika Irfani Lindawati Yustika Irfani Lindawati Zahra, Syafira Dwi Zahrah Salsabila