Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENGHADAPI SITUASI DARURAT DAN MENCEGAH KENAKALAN DI KALANGAN MAHASISWA Nurhemah, Neng; Rosmiati, Yatti; Janvierna Lusie Putri, Mas Fierna
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v6i1.4206

Abstract

University students are a vulnerable group when facing emergencies and engaging in delinquent behaviors, often due to a lack of skills in managing environmental pressures. This issue is the main focus of a Community Service Program (PkM) implemented at Pamulang University. The objective of this program is to enhance students' preparedness for emergency situations and prevent their involvement in delinquent behaviors. The target of this program was 50 students from Pamulang University. The program activities included interactive lectures, case studies, practical training for handling emergencies (such as fires, accidents, and criminal acts), and educational sessions on the causes, impacts, and prevention of juvenile delinquency. The results indicated an 80% improvement in students’ knowledge of emergency handling strategies, a 75% increase in practical skills, and a 65% reduction in the potential involvement in delinquency, based on pre- and post-test evaluations. In conclusion, this PkM program effectively enhances students’ preparedness for emergency situations and provides a better understanding of juvenile delinquency prevention efforts. The program is expected to serve as a model for character development in higher education, fostering students who are prepared, responsive, and socially responsible.
English for automotive industry: Mempersiapkan generasi muda untuk karir global di industri otomotif Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Handayani, Sri Rahayu; Amirin, Amirin; Marvianto, Rachmat Anggi; Arafat, Yunus Bakhtiar; Haq, Syauqie Dhiyaul; Maulana, Fahmi
Penamas: Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2025): Penamas: Journal of Community Service
Publisher : Nur Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53088/penamas.v5i2.1866

Abstract

The global automotive industry demands a workforce that possesses not only technical skills but also the ability to communicate professionally in English. Unfortunately, many high school graduates still struggle to understand technical terms, express ideas professionally, and write work-related reports in English. This community service program aimed to improve the job readiness of students at SMA Chandra Buana through English language training based on the context of the automotive industry. The activity was carried out on January 31, 2025, involving 16 students from grades X and XI IPS. The training covered technical vocabulary introduction, vehicle manual reading, workplace communication simulations, technical report writing, and oral presentations. Evaluation using pre-tests and post-tests showed an improvement in technical English comprehension. In addition, students’ confidence in using English also increased significantly. This program makes a tangible contribution to preparing students for the global job market and emphasizes the importance of English learning based on industrial context at the secondary education level.
Membangun Keberanian Melapor Sebagai Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Kurniati, Pat; Jamilah, Jamilah; Pudjiastuti, Sri Rahayu; Rumiati, Sri; Irma, Dasih; Maemunah, Sari; Septipane, Dwi; Susi, Susi; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Saryono, Saryono
Jurnal Abdimas Prakasa Dakara Vol. 5 No. 1 (2025): Inovasi Edukatif dan Teknologi Partisipatif untuk Pemberdayaan Komunitas dalam
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/japd.v5i1.2338

Abstract

Kekerasan seksual masih menjadi persoalan serius di lingkungan pendidikan, namun pelaporan oleh korban atau saksi sering terkendala oleh rasa takut, stigma sosial, dan minimnya pemahaman tentang hak dan mekanisme pelaporan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun keberanian pelajar dalam melaporkan kekerasan seksual sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan kekerasan. Program dilaksanakan melalui seminar edukatif dan diskusi interaktif di SMK YAPPA Depok pada 15 Februari 2025, dengan metode penyuluhan, studi kasus, dan evaluasi kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 97,4% peserta merasa lebih memahami hak-hak individu serta lebih siap menjadi pelapor dan agen perubahan dalam isu kekerasan seksual. Peserta juga menilai bahwa pendekatan yang digunakan efektif dalam meningkatkan keberanian dan kesadaran akan pentingnya pelaporan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil membangun kesadaran kritis siswa dan perlu direplikasi dengan dukungan kelembagaan yang lebih sistematis agar dampaknya berkelanjutan.
Upaya Melestarikan Tradisi Huda-Huda Toping-Toping Dalam Kehidupan Masyarakat Suku Batak Simalungun Lamsari, Tarida; Lusie Putri, Mas Fierna Janvierna
Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa, Vol.5 No.2 Maret 2025
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Upaya melestarikan tradisi Huda-huda Toping-toping ini dilatarbelakangi dengan melihat perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi Huda-huda Toping-toping ini mulai tergeser dan terancam punah, tidak sedikit dari masyarakat suku batak Simalungun yang tidak tahu akan tradisi ini, khususnya mereka yang lahir diluar wilayah Simalungun. Jenis penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.Hasil dari penelitian ini adalah Budaya Huda-huda Toping-toping dalam kehidupan suku batak Simalungun merupakan warisan tradisi leluhur Kerajaan Simalungun yang memiliki makna historis dan kultural yang mendalam, seiring berjalannya waktu mengalami transformasi menjadi bagian penting dalam upacara adat kematian (terutama dalam konteks Sayur matua). Kendala dalam Upaya melestarikan Huda-huda Toping-toping tradisi ini, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat, minimnya informasi yang tersedia, pengaruh globalisasi yang menyebabkan pergeseran minat terhadap budaya asing, serta kurangnya dukungan konkret dari pemerintah. Sehingga dalam Upaya melestarikan Huda-huda Toping-toping diperlukan upaya yang bersifat kolaboratif dan berkesinambungan. Dengan sinergi antara masyarakat, pemuka adat dan pemerintah, diharapkan tradisi Huda-huda Toping-toping dapat terus lestari dan menjadi identitas budaya yang membanggakan bagi masyarakat Simalungun di tengah arus modernisasi.
Improving Students’ Religious Tolerance Through Civic Education: A Strategic Approach Nurbayti, Fidah; Purnama, Dona; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6567

Abstract

Indonesia, as a country rich in religious diversity, faces a major challenge due to rising religious intolerance in the education sector. This study explores the issue of religious intolerance in the educational environment and assesses the important role of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) in building character, with reference to scientific journals and relevant reports. The research findings indicate that religious intolerance in schools is caused by a lack of understanding of Pancasila values, excessive influence of social media, limited interfaith dialogue, and teachers' limited ability to manage diversity. PPKn plays a crucial role in fostering tolerant attitudes through cognitive, affective, and psychomotor aspects. However, traditional teaching methods, which emphasise effective learning models, need to integrate cognitive, affective, and psychomotor elements. Implementation requires the development of an inclusive curriculum, enhancing teachers' capabilities, creating a supportive school environment, and collaborating with various relevant parties
Peran Pendidikan Karakter dalam Mencegah Krisis Moral di Kalangan Generasi Muda Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Sulistiawati, Denti; Mumung, Kornelia Efriana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6417

Abstract

The rapid development of the era of globalization has a significant impact on various aspects of life, including the morality of the younger generation. The phenomenon of moral crisis marked by increasing deviant behavior, such as misuse of technology, promiscuity, and decreasing respect for social norms and cultural values, is a serious problem that must be addressed immediately. Amid the increasing deviant behavior and moral crisis that hit the younger generation, instilling positive characters such as honesty, responsibility, empathy, and discipline is becoming increasingly relevant. This study aims to provide information on the importance of character education in preventing moral crises among the younger generation. Character education is one of the strategic solutions and forms the personality of the younger generation to have strong moral values. The results of the study show that character education is one of the main keys in preventing moral crises and forming a generation with integrity.
Principal Leadership in Growing a Culture of Discipline Nurhemah, Neng; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6502

Abstract

This study aims to examine the leadership role of school principals in fostering a culture of discipline in the school environment. Using a qualitative approach and literature study method, this research examines various relevant literature, journals, and regulations to illustrate effective leadership strategies. The results indicate that principals have a central role in shaping a culture of discipline through exemplary leadership, clear policy planning, involvement of all school members, and continuous evaluation. Transformational and democratic leadership styles are considered the most effective in building discipline awareness that grows from within the school community. Strategies such as teacher empowerment, student involvement, and cooperation with parents also strengthen the implementation of disciplinary values. And the study results describe the planning, implementation, and evaluation strategies of school principals in fostering a culture of discipline. The findings confirm that strong and consistent principal leadership is key in creating an orderly, positive, and characterful educational environment.
MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN GENERASI GOOD CITIZENSHIP DI SMK TERPADU, BOGOR Utaminingsih, Sri; Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Siswandi, R. Dede
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20291

Abstract

Pendidikan dewasa ini harus bisa berfungsi ikut membangun kapasitas bangsa sebagai manusia pembelajar, sehingga bisa andal dan percaya diri dalam percaturan global sekarang, serta rancangan ke masa depan. Proses pendidikan dianggap berkualitas jika proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan bermakna. Kegiatan pengabdian kali ini berlangsung dengan siswa/i SMK Taruna Mandiri 1 sebagai sasarannya, tujuan dari dilakukannya pengabdian kali ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai karakter pancasila dalam pembentukan generasi Good Citizenship dapat membantu peserta didik menumbuhkan kesadaran terhadap niai-niai pancasila dalam kehidupan sehari hari di sekolah maupun dilingkungan masyarakat kemudian juga meningkatkan kepedulian sosial dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terhadap peserta didik dan masyarakat khusunya di SMK Taruna Terpadu 1, Bogor. Manfaat dari pengabdian kali ini yakni untuk menambah wawasan generasi penerus bangsa terhadap nilai-nilai karakter pancasila dalam pembentukan generasi Good Citizenship dapat membantu peserta didik menumbuhkan kesadaran terhadap niai-niai pancasila dalam kehidupan sehari hari di sekolah maupun dilingkungan masyarakat. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Hasil dari pengabdian ini yakni dari penyampaian materi-materi menegenai nilai-nilai karakter Pancasila untuk membentuk masyarakat good citizenship tersebut dilakukan secara reguler dengan berbagai model, media dan metode pembelajaran yang beragam. Adapun kedepannya setelah sosialisasi dari pengabdian ini siswa akan dibiasakan untuk melakukan civic literacy berisi tiga tahapan penting yaitu tahapan sebelum membaca, ketika membaca dan setelah membaca.Kata kunci : Pendidikan, Karakter, good citizenship
MEMBANGUN KEMANDIRIAN SISWA DALAM BELAJAR MENUJU MASYARAKAT GOOD CITIZENSHIP Lusie Putri, Mas Fierna Janvierna; Utaminingsih, Sri; Siswandi, R Dede
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 10 No. 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v10i1.y2023.p35-43

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan, seseorang akan belajar untuk mandiri. kemandirian adalah kemampuan remaja dalam berpikir, merasakan dan membuat keputusan secara pribadi berdasarkan diri sendiri dibandingkan mengikuti apa yang orang lain percayai. Membangun kemandirian siswa dalam belajar tugas dan kewajiban bagi seorang pendidik. Kemandirian tujuan guru agar siswa belajar mandiri, sesuai dengan tujuan kompetensi inti sikap dalam ranah afektif. Pembelajaran kemandirian sebagai transmisi kewarganegaraan berkaitan erat dengan penanaman tingkah laku siswa dalam belajar dan hidup bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun banyak kendala dalam belajar namun siswa-siswi tetap membangun kemandirian menjadi individu yang mandiri, disiplin, tanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah, mengambil keputusan sendiri, inisiatif dan kreatif dalam belajar. Kemandirian juga di dukung oleh faktor ekternal yaitu  guru dan orangtua. Guru selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk mandiri dalam belajar, begitupun orangtua selalu memberikan bimbingan, nasehat, serta pantauan kepada anak-anakanya dirumah. Warga negara yang baik, yaitu masyarakat yang  memiliki kecerdasan intelektual, emosional yang baik, kehidupan sosial yang baik, spiritual, rasa bangga terhadap tanah airnya, berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, tumbuh rasa kebangsaan dan cinta tanah air, kepribadian dan akhlak yang baik, bersikap demokratis, mampu bersaing dan berprestasi dalam bidangnya dan kemajuan teknologi dan  komunikasi, terutama bertanggung jawab sebagai generasi muda
Ancaman dan Tantangan terhadap Ideologi Pancasila Peni Sekarsari; Hamidah Ulfa Fauziah; Mas Fierna Janvierna Lusie Putri
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jurnalpkn.v11i1.41975

Abstract

Penerapan nilai-nilai Pancasila dihadapkan pada degradasi moral generasi muda yang terpengaruh oleh kemajuan peradaban yang sangat pesat sehingga menghilangkan sekat antar bangsa di dunia. Penulisan kajian ini bertujuan untuk menganalisis globalisasi dan krisis moralitas, Pancasila dalam sudut pandang masa kini, tantangan pengamalan nilai-nilai Pancasila, serta pemulihan dan penerapan nilai Pancasila dalam upaya pembentukan moral bangsa. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, karena teknik pengumpulan data dalam kajian ini dilakukan dengan menelaah buku dan artikel yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang dibahas. Pancasila merupakan pandangan hidup atau ideologi yang bersumber dari nilai-nilai moral bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan, pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam negara masih kurang bahkan jauh dari kata baik. Adanya globalisasi dan modernisasi membuat masyarakat lupa dengan tujuan awal dari reformasi itu sendiri. Globalisasi menyebabkan nilai-nilai Pancasila semakin tenggelam dan dilupakan, sementara di sisi lain hanya dengan pengimplementasian nilai Pancasila maka krisis moralitas bangsa yang disebabkan oleh globalisasi dapat diatasi. Adanya globalisasi membuat integrasi dalam sistem budaya nasional ke dalam sistem budaya global. Generasi penerus bangsa harus meningkatkan Pancasila dengan cara membangkitkan rasa nasionalisme, melestarikan dan mensosialisasikan secara berkelanjutan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dikehidupan bermasyarakat.
Co-Authors Agustin, Sonia Akhirudin, Akhirudin Aldiyansyah Alinurdin, Alinurdin Amirin, Amirin Andrian, Atik Anggraini, Sofia Annisa Mulqi Latifah Ari Muhamad Rahman Arip Rahman Arip Rahman Aris Destriadi Astuti, Dini Yuli Azizah, Zahrani Salwa Bayu Bagus Mulyana Denda Ginanjar Denti Sulistiawati Dona Purnama Dwi Septipane Elma Rahmawati Faniya Putriani Febriyanti, Nadila Fidah Nurbayti Hamidah Ulfa Fauziah Handayani, Sri Handayani, Sri Rahayu Hani Nuraeni Haq, Syauqie Dhiyaul Hardi, Ruli Helna Santika Herdi Wisman Jaya Ilham, Muhammad IndahFuji Ningsih Irma, Dasih Jamilah Jamilah Jannah , Upy Raudotul Januar Robiansyah Kamelia Kencana, Narwastu Gita Koimah, Siti Mariyatul Kornelia Efriana Mumung Krisnaufal Nadhif Mudhoffar Kurniati, Pat Lamsari, Tarida Lathifah Sandra Devi Latifah Sandra Devi Lestari, Tria Maemunah, Sari Maryani, Fitra Marzuki Marzuki Mohamad Sutisna Mumung, Kornelia Efriana Natia Grashella Ananda Putri Ningsih, IndahFuji Nur Amalia Zahra Nurbayti, Fidah Nurdiyana Nurhemah, Neng Nurhidayatullah, Ilham Peni Sekarsari Pudjiastuti, Sri Rahayu Purnama, Dona Putri, Nur Awlia R. Dede Siswandi Rachmat Anggi Marvianto Rahayu, Yayuk Muji Rahmat, Mutiara RAHMAWATI, ELMA Raistin Nur Abidin Rannisa Genki Mubarok Riska Putri Roni Rustandi Rosmiati, Yatti Rumiati, Sri Saepudin Karta Sasmita Samsuri Samsuri Saryono Saryono Sasmita, Saepudin Karta Selviani, Fitri Septipane, Dwi Setiawan, Nindya Oktaviani Sigara, Cori Marnika Siswandi, R Dede Siswandi, R. Dede Siti Mariyatul Koimah Sri Utaminingsih Sri Utaminingsih Suanto, Suanto SULASTRI Sulistiawati, Denti susi susi Suwandi Tajudin Tajudin Tajudin Tajudin, Tajudin Utami, Ichwani Siti Wahyu Hidayat Wahyu Hidayat Wiwit Kurniawan, Wiwit Yatti Rosmiati Yatti Rosmiati Yayuk Muji Rahayu Yeti Yetnasari Yulita Pujilestari Yunus Bakhtiar Arafat Zahira, Inayah Junika Zahra, Nur Amalia Zulfikar, Gilang