Claim Missing Document
Check
Articles

THE EFFECT OF NATURAL PRESERVATIVE EXTRACTS ON THE PHYSICOCHEMICAL AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF COCONUT SAP Desi Riana Saputri; Yuniar Luthfia Listyadevi; Galeh Widharma; Ratih Ainun Mardiyah; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Wika Atro Auriyani; Yunita Fahni; Damayanti Damayanti; Andri Sanjaya; Feerzet Achmad; Deviany Deviany; Aldillah Herlambang; Edwin Rizki Safitra
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.25689

Abstract

Coconut sap produced from coconut trees has a short shelf life due to contamination and undergoes natural fermentation. One way to extend the shelf life of coconut sap is by adding preservatives. This research aims to determine the effect of adding natural preservative extracts on the antioxidant value, pH, sugar, and alcohol content of coconut sap by adding natural preservatives. There are five samples: pure sap (NM); sap with sugar lime (NK); sap with sugar lime and cinnamon extract (NKM); sap with sugar lime and mango leaf extract (NDM); sap with sugar lime and noni leaf extract (NKD). The study was conducted by extracting natural preservatives, namely cinnamon extract, mango leaves extract, and noni leaves extract, using the maceration method. These natural preservative extracts were mixed with Ca(OH)2 in a 1:1 ratio and dissolved in distilled water. The mixture was then mixed with the sap. The results of the antioxidant test showed that the IC50 values of the NM, NK, NKM, NDM, and NKD samples were 52.911, 144.409, 26.043, 49.275, and 24.21 ppm, respectively. The highest pH value was found in the NK sample at 13.8, and the lowest in the NM sample at 3.8. The lowest sugar content was in the NM and NDK samples, with 10.6 and 14.6%. The highest alcohol content was found in the NK and NKD samples, with alcohol contents of 14.80% and 14.20%. This study shows that adding natural preservatives such as cinnamon, mango leaves, and noni leaves can increase the antioxidant activity of coconut sap, raise its pH, and maintain its sugar content to prevent it from being reduced to alcohol.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK BERBAHAN BATANG PISANG SEBAGAI PENGGANTI PUPUK KIMIA DI DESA TALANG KARET KABUPATEN KEPAHIANG Achmad, Feerzet; Sulaiman, Ali Khotib; Fitranita, Vika; Sylvia, Teny; Firmansyah, Agus; Suhartono, Suhartono
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i3.510

Abstract

Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk cair hasil fermentasi dengan bahan limbah organik hasil pertanian dan limbah organik rumah tangga dan dibantu dengan EM4, pupuk ini merupakan salah satu inovasi bagi masyarakat yang ketergantungan terhadap pupuk kimia yang memiliki harga yang cukup mahal. Kandungan pupuk organik cair ini pada dasarnya hampir sama dengan pupuk kimia dimana unsur yang terdapat didalam nya berupa unsur C, N, dan H yang dapat berguna bagi kesuburan tanah. Batang pisang menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair ini, dikarenakan populasinya yang cukup melimpah di Desa Talang Karet, Kabupaten Kepahiang, yang mayoritas penduduk nya bermata pencaharian sebagai petani baik kebun maupun hortikultura. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait dengan pentingnya beralih dari pupuk kimia pada pupuk organik, sehingga dana yang dialokasikan masyarakat tidak terlalu berlebihan pada pupuk, namun dapat di alokasikan pada kepentingan kebun lainnya. Tingkat keberhasilan dari pelatihan ini dinilai dari pupuk yang dihasilkan, mencakup kekentalan, dan pH.
PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DENGAN KONSEP REDUCE, REUSE, DAN RECYCLE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SISWA TERHADAP LINGKUNGAN DI SMAN 2 KOTA AGUNG Darni, Yuli; Utami, Herti; Lismeri, Lia; Lesmana, Donny; Ginting, Simparmin Br; Pandiangan, Kamisah Delilawati; Achmad, Feerzet
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i3.538

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan Siswa dan Siswi SMAN 2 Kota Agung untuk mengelola sampah plastik menjadi suatu produk yang lebih bermanfaat. Selain untuk meningkatkan nilai tambah sampah plastik, upaya ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam zero waste program. Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi pengelolaan sampah dengan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), dan peningkatan nilai ekonomis sampah plastik yang masih dapat dijual. Melalui kegiatan pengabdian ini mitra yang merupakan siswa dan siswi SMAN 2 Kota Agung mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat dan memiliki kemampuan untuk memilah sampah, khususnya sampah plastik. Dengan demikian semakin banyak sampah yang dapat didaur ulang dan dimanfaatkan kembali menjadi produk lainnya. Kegiatan ini perlu dilakukan karena daur ulang sampah untuk mengurangi atau mengatasi terjadinya pencemaran lingkungan sangat membantu program pemerintah. Kata kunci: sampah plastik; metode 3R; siswa SMAN 2 Kota Agung; lingkungan
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BAWANG MERAH DAN MENGKUDU DI DESA TITIWANGI MENJADI BIOPESTISIDA YANG RAMAH LINGKUNGAN Achmad, Feerzet; Suryanto, Ido; Armanda, Selvy; Iqbal, Muhammad; Suhartono, Suhartono; Suharto, Suharto; Firmansyah, Agus
Jurnal Graha Pengabdian Vol 6, No 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um078v6i12024p%p

Abstract

Desa Titiwangi, Lampung Selatan merupakan kawasan dengan mayoritas mata pencaharian sebagai petani dan pedagang sayur. Adanya hama perusak tanaman menjadi salah satu faktor penghambat serta dapat menggagalkan keberhasilan panen sehingga hasil yang diperoleh menjadi kurang maksimal. Diperlukan adanya terobosan terkait pengelolaan limbah kulit bawang merah dan buah mengkudu bersama masyarakat luas, sehingga limbah kulit bawang merah dan buah mengkudu dapat digunakan sebagai produk bernilai ekonomis yang bermanfaat. Salah satu keunggulan kulit bawang merah adalah kandungan unsur haranya seperti K, Mg, P, Fe yang dapat menyuburkan tanaman. Sedangkan buah mengkudu memiliki keunggulan kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polivenol, dan tanin yang dapat menyebabkan kematian pada hama. Oleh karena itu pentingnya proyek pengabdian masyarakat yang berupaya mengedukasi guna mengatasi masalah tingginya jumlah limbah kulit bawang dan buah mengkudu dengan cara meningkatkan nilai tambah bagi kulit bawang merah dan buah mengkudu selain itu, masyarakat mendapatkan pelatihan cara mengolah limbah kulit bawang merah dan buah mengkudu menjadi biopestisida. Agar target dapat tercapai kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama diskusi bersama aparatur desa, tahap kedua persiapan bahan, tahap ketiga percobaan, tahap keempat sosialisasi, tahap kelima pembuatan dan implementasi, dan tahap terakhir evaluasi.
Pengaruh Ekstrak Koagulan Alami Mengkudu dan Koagulan Kimia Asam Formiat terhadap Koagulasi Karet Klon Pb 260 Achmad, Feerzet; Marlina, Titi; Qorimah, Akhlatul; Azzahra, Syifa; Fikrah, Faizatul; Darni, Yuli
Jurnal Teknologi dan Inovasi Industri (JTII) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtii.v5i1.89

Abstract

Salah satu negara yang memiliki sektor pertanian yang menghasilkan keuntungan yang cukup besar seperti ekspor komoditas pertanian karet adalah Indonesia. Tanaman karet (Hevea brasiliensis) yang menjadi salah satu produsen karet alam nomor satu di dunia, namun harga karet yang rendah menjadi permasalahan bagi petani karet. Upaya yang dapat dilakukan petani yaitu mencari alternatif koagulan alami yang dapat mempercepat penggumpalan pada lateks, salah satu jenis koagulan alami yaitu mengkudu (Morinda citrifolia L) tanaman tropis yang mengandung asam askorbat, asam asetat, asam benzoate, benzil alcohol 1-butanol, asam kaprilat, asam sekanoat, etil dekanoat, etil-ektanoat, etil benzena. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh dari mengkudu sebagai koagulan alami penggumpal lateks. Klon karet yang digunakan adalah klon PB 260 dengan volume koagulan 75 ml dan lateks sebanyak 150 ml, serta koagulan kimia asam formiat 2%. Pengujian yang telah dilakukan didapatkan hasil pH mengkudu lebih 3,85, waktu koagulasi 6,12 menit dan volume serum 30 mL. Mengkudu sebagai koagulan alami didapatkan hasil yang kurang bagus dibandingkan dengan koagulan kimia asam formiat
Producing chitosan from shellfish waste and its application as a natural coagulant in water purifiers Achmad, Feerzet; Azizah, Rifka Noor; Daulay, Yuliana; Yuniarti, Reni; Suharto, Suharto; Suhartono, Suhartono; Noorsaly, Siti Rizkyna
Konversi Vol 13, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v13i2.19882

Abstract

Waste from simping shellfish (Amusium pleuronectes) shells can pose environmental hazards if waste levels exceed the threshold. This research aims to produce chitosan from shellfish, specifically simping shells, for the purification of raw water. The optimal dosage for both chitosan and alum coagulants in water samples with bay river turbidity (49.5 NTU) is 1 ppm, resulting in a turbidity removal percentage of 99%. The optimum pH for chitosan coagulant (1 ppm) is 6.32, and for alum coagulant (1 ppm) is 8. For bay river water with an initial turbidity of 49.5 NTU, the optimal dose of chitosan coagulant is 1 ppm, achieving a turbidity removal percentage of 99%. Producing chitosan from shellfish waste as a natural coagulant for water purification offers an eco-friendly, cost-effective solution that enhances water quality, reduces seafood industry waste, and provides a safe alternative to chemical coagulants, with potential applications in various fields.
UTILIZATION OF PINEAPPLE PROCESSING LIQUID WASTE IN BIODEGRADATION OF DISPOSABLE FACE MASK BY BACTERIA FROM LAMPUNG BAY Deviany, Deviany; Zhofiroh, Nawrah Meisyah Muthi'ah; Febrina, Yane Fita; Yusuf, Reggina Aulia; Achmad, Feerzet; Yuniarti, Reni; Istiadi, Khaerunissa Anbar
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.8192

Abstract

The designation of COVID-19 as a global pandemic led to an increased use of single-use face masks, which result in waste that is difficult to degrade and has the potential to release microplastic fibers into the environment. This study aims to examine the im-pact of adding pineapple peel liquid waste (LCN) as a growth medium for the biodeg-radation of single-use face masks by bacterial isolates obtained from the waters of the Lampung Bay. The study investigates how LCN affects the efficiency of mask degra-dation by microorganisms, as well as how the ratio of LCN mixed with other growth media, such as Nutrient Broth (NB), influences the degradation process. The biodeg-radation process was carried out using a biostimulation technique, where bacterial iso-lates were incubated in media containing LCN at a 1:1 ratio. The degradation process lasted for 15 days, with the results being analyzed using gravimetry and Fourier-Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Gravimetric results showed a greater weight reduction in treated masks compared to the control masks. FTIR analysis also indicat-ed changes in the intensity of functional groups in the degraded layers of the masks, as well as the emergence of C≡C functional groups in the second and third layers. This study demonstrates that the addition of LCN can accelerate the biodegradation of sin-gle-use face masks, offering a new approach for managing mask waste.
Perbedaan struktur molekul karet alam dengan proses termal koagulan berdasarkan analisis FTIR Achmad, Feerzet; Simbolon, Yusril Mahendra; Sinaga, Kristomi Yahya; Az-Zahra, Syifa; Yuniarti, Reni; Bindar, Yazid
Jurnal Rekayasa Proses Vol 19 No 1 (2025): Volume 19, Number 1, 2025
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.11875

Abstract

Rubber is one of the most potential and abundant biological natural resources in Indonesia. This research was conducted to determine the content of compounds contained in rubber after coagulation by means of thermal coagulants. There are 2 (two) thermal coagulants used, traditional using firewood and modern using a laboratory oven. Variations in the weight of the latex used were 0.5 kg, 0.75 kg, 1 kg, 1.25 kg and 1.5 kg. Then the results of the thermal coagulant were subjected to the Fourier Transform Infrared (FTIR) test to see the compound content contained in the rubber. The results of the FTIR test on traditional thermal coagulants at high and medium heat and modern thermal coagulants in the oven showed the typical functional groups of rubber, namely the presence of C-H, C=C and C-C carbon bonds.
Pengaruh Variasi Volume Aspal Terhadap Pencairan Sampah Plastik High Density Polyethylene Menjadi Bahan Bakar Cair Menggunakan Katalis Dolomit pada Reaktor Batch: The Effect of Varying Asphalt Volume on the Melting of High Density Polyethylene Plastic Waste into Liquid Fuel Using a Dolomite Catalyst in a Batch Reactor Manurung, Pandapotan Maruli Tua; Alfernando, Oki; Muis, Lince; Heraningsih, Sarah Fiebrina; Achmad, Feerzet; Herlambang, Aldillah
Jurnal Engineering Vol. 6 No. 2 (2024): Volume 6, Nomor 2, 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v6i2.35393

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan rendemen minyak yang diperoleh dari pengolahan sampah plastik HDPE dengan membandingkan secara kuantitatif dan kualitatif dari bahan bakar minyak yang dihasilkan. Adapun proses pengolahan sampah plastik menjadi minyak yaitu dengan proses pirolisis yang dilakukan pada variasi volume aspal (20%; 40%; 60%; 80%; 100%) selama 2 jam. Dalam satu kali percobaan, 500 gram sampah plastik HDPE, 250 gram katalis dolomit, dan berlangsung pada suhu 450C. Laboratorium Jurusan Teknik SKL Universitas Jambi merupakan tempat berlangsungnya penelitian ini. Penelitian dilakukan dengan parameter yang diuji meliputi analisis volume, massa, %-yield, densitas, dan GC-MS penelitian menunjukkan bahwa secara kuantitatif volume, massa, dan %-rendemen terendah terdapat pada variasi volume aspal 20%, dan tertinggi pada variasi volume aspal 100%. Pada variasi volume aspal 60%, densitas yang dihasilkan adalah 0,0240 gram/ml, dan hasil analisis GC-MS menghasilkan rantai karbon C5-C12 92,4800% (bensin), C13 > 7,5200% (minyak tanah), dan senyawa aromatik yang terkandung di dalamnya berjumlah sebesar 7,5200%. 
Penyuluhan dan Pembuatan Sabun Cair Berbasis Minyak Goreng Bekas di Desa Trisnomaju, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan Nury, Dennis Farina; Auriyani, Wika Atro; Achmad, Feerzet; Luthfi, Muhammad Zulfikar
Journal of Industrial Community Empowerment Vol 1, No 1 (2022): Published in April 2022
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.693 KB) | DOI: 10.52759/jice.v1i1.93

Abstract

Due to the many uses of cooking oil for household needs, it generates a huge residue called waste cooking oil or jelantah. Waste cooking oil can cause health and environmental problems. The conversion of waste cooking oil will help to reduce environmental damage. One of the conversion is making the waste cooking oil into valuable product as liquid soap. Liquid soap is made from Potassium hydroxide (KOH) reaction that produces salt (soap), water and glycerin. The saponification process was produced liquid soap using hydrolysis of waste cooking oil into fatty acids and glycerol in the KOH to hydrolyze. The waste cooking oil (jelantah) can ben converted into liquid soap by using the mixture of waste cooking oil, KOH solution, water and scent oil. This study aimed to educate the housewives about the problems of using waste cooking oil repeatly and to make liquid soap with a short training in Desa Trisnomaju, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan. This activity consists of discussions, demonstrations and hands-on practice liquid soap. The results showed the the housewives were verry happy and enthusiastic during training. It can be concluded that the housewives are good and focus in making liquid soap, were increased in survey score from pretest to post test, 59,72% to 81,67%, respectively.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aditya, Fajri Agnesia Putri Rini Agus Firmansyah Aldillah Herlambang Alfernando, Oki Alya Deenanti, Dara Amelia, Devita Ananda, Novia Putri Andri Sanjaya Anggi Oktasari Antika, Rindi Ardian, Muhammad Ikhwan Arie Sabdi Sembiring Armanda, Selvy Auriyani, Wika Atro Ay Ahmad Ayu Pratiwi, Ayu Az-zahra, Syifa Azizah, Rifka Noor Azzahra, Syifa Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti Daulay, Yuliana Dennis Farina Nury Desi Riana Saputri Deviany Deviany Deviany, Deviany Devita Amelia Didik Supriyadi, Didik Donny Lesmana Dufan Saragih, Juro Edwin Rizki Safitra Enjel Saputri Ezra Sitorus, Fajar Fahmi, Yunita Fahni, Yunita Fajri Aditya Fandi, Oki Okta Febrina, Yane Fita Fergusta, Wilibrordus Bima Digdya Fikrah, Faizatul Fitranita, Vika Galeh Widharma Hatta, Madani Herri Susanto Herti Utami Hukama, Ikhwan Irene Seventina Lubis Jarwinda, Jarwinda Jayawarsa, A.A. Ketut Jerry Jerry Khaerunissa Anbar Istiadi Kurniawan, Jatmiko Lince Muis Lisa Angraini Lismeri, Lia Lisnurani, Lisnurani Mahardika, Melbi Mahendra, Lufi Eka Mahendra, Lufy Eka Manullang, Roida Manurung, Pandapotan Maruli Tua Mardiansyah, Rio Marlina, Titi Melani Putri Melbi Mahardika Muhammad Abdul Mubdi Bindar Muhammad Abdul Muhdi Bindar Muhammad Alfarizi Tazkia Muhammad Fajri Muhammad Ikhwan Ardian Muhammad Iqbal Muhammad Reahan Ramadhan Muhammad Triyogo Adiwibowo Muhammad Zulfikar Luthfi Musa Musa Musa Musa Mustafa Mustafa Mutiara Fajar Naldi, Roy Noorsaly, Siti Rizkyna Novia Putri Ananda Nuranisa, Ayunda Nurul Fadhilah Oktasari, Anggi Pandiangan, Kamisah Delilawati Prahmana, Rico Aditia Pramahadi Febriyanto Prasetyo, Rizky Dimas Purwanti, Millennia Rischa Qarimah, Akhlatul Qorimah, Akhlatul Rahmadini, Gustia Ratih Ainun Mardiyah Reni Yuniarti Ridho Ramadhan Ridwan Pratama Yudha Rifqi Sufra Rizky Dimas Prasetyo Rosafira, Adela Saputri, Desi Riana Sarah Fiebrina Heraningsih Satria, Arysca Wisnu Sembiring, Arie Sabdi Setianingrum, Nur setiawan, Darma Sida Mubin, Abror Simbolon, Nur Indah Simbolon, Yusril Mahendra Simparmin br Ginting Sinaga, Kristomi Yahya Sinurat, Riristiani Stevence Manalu, Laurentsius SUHARTO Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Sulaiman, Ali Khotib Suryanto, Ido Syarifah Aini Sylvia, Teny Tambunan, Yonathan Marasi Tampubolon, Yosi Anugrah S.M Uzlifah Janah, Dikri Variyana, Yeni Wahyu Saputri, Laila Wardani Putri, Elfira Wiandini, Wandha Widiyanti Aprilia Wika Atro Auriyani Yazid Bindar Yudhanti, Tri Febri Yuli Darni Yuniar Luthfia Listyadevi Yunita Fahni Yusuf, Reggina Aulia Yusupandi, Fauzi Zaezarini, Nabhila Zhofiroh, Nawrah Meisyah Muthi'ah Zuhri, Ahmad Azkal Azkiya