Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Pengolahan Pepaya Sebagai Potensi Lokal Menjadi Permen Pepaya di Tebat Karai, Bengkulu Zuhri, Ahmad Azkal Azkiya; Fitranita, Vika; Sylvia, Teny; Achmad, Feerzet
Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Dedikasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53276/dedikasi.v3i2.167

Abstract

Pepaya atau Carica Papaya L merupakan suatu buah yang dihasilkan dari suatu biji yang ditanam dengan tanah yang subur sehingga menghasilkan buah yang segar. Pepaya biasanya tumbuh di daerah tropis ataupun subtropis. Kelurahan Tebat Karai merupakan salah satu Kelurahan di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu yang mayoritas mata pencaharian masyarakatnya adalah berkebun. Salah satu potensinya adalah buah pepaya, sehingga masyarakat Kelurahan Tebat Karai perlu mendapatkan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan potensi lokal ini dengan baik. Dengan melalui pelatihan, diharapkan masyarakat mampu mengolah buah pepaya sebagai potensi lokal menjadi permen pepaya yang dapat memberikan pertumbuhan dalam segi ekonomi. Pelatihan ini dinyatakan berhasil dapat dilihat dari pemahaman masyarakat dalam pembuatan buah pepaya menjadi permen pepaya.
Pengaruh kombinasi antara fotodegradasi dan H2O2 terhadap karakteristik mikroplastik dari limbah disposable face mask Achmad, Feerzet; Amelia, Devita; Sembiring, Arie Sabdi; Ananda, Novia Putri; Mahardika, Melbi
Jurnal Rekayasa Proses Vol 16 No 2 (2022): Volume 16, Number 2, 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.76141

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh lama iradiasi sinar UV dan penambahan H2O2 terhadap karakteristik mikroplastik limbah disposable face mask (DFM). DFM atau masker sekali pakai terbuat dari bahan polipropilen memiliki sifat hidrofobik yang tinggi sehingga proses degradasi tidak dapat berlangsung secara maksimal. Fotodegradasi UV dan penambahan H2O2 merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memodifikasi struktur kimia dari mikroplasatik dengan membentuk gugus fungsi aktif seperti gugus karbonil dan gugus hidroksil. Fotodegradasi sinar UV dilakukan dengan memvariasikan lama waktu iradiasi sinar UV yaitu 24; 36; 48; 60; 72 jam untuk sampel tanpa dan dengan penambahan H2O2 1% v/v. Hasil proses fotodegradasi dikarakterisasi berdasarkan kandungan dari sampel, yaitu perubahan struktur kimia yang dianalisa menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), perubahan morfologi permukaan mikroplastik dianalisa menggunakan mikroskop binokuler dan persentase penurunan berat mikroplastik dianalisa menggunakan metode gravimetri. Penelitian ini didapatkan hasil terbaik fotodegradasi tanpa H2O2 terjadi pada waktu 36 jam dan hasil terbaik fotodegradasi dengan kombinasi penambahan H2O2 terjadi pada waktu 60 jam berdasarkan penurunan persen transmitansi terbesar gugus karbonil (C=O) yang dianalisis menggunakan FTIR sehingga terjadi penurunan hidrofobisitas pada DFM walaupun tidak siginifikan. Penambahan H2O2 1% v/v tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan karakteristik sampel yang difotodegradasi yang dibuktikan dengan hasil analisis FTIR, perubahan struktur permukaan sampel DFM dan berat yang hilang dari sampel DFM setelah proses fotodegradasi. Berat yang hilang dari sampel setelah proses fotodegradasi sebesar 0,43% tanpa penambahan H2O2 dan 0,29% dengan penambahan H2O2 dengan waktu iradiasi selama 72 jam(α < 1%).
Efek laju alir dan arah aliran terhadap analisis performa alat penukar panas tipe shell and tube heat exchanger menggunakan SCADA Achmad, Feerzet; Tampubolon, Yosi Anugrah S.M; Fajri, Muhammad; Nury, Dennis Farina; Prahmana, Rico Aditia; Suhartono, Suhartono; Suharto, Suharto
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 2 (2023): Volume 17, Number 2, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.77376

Abstract

Panas atau kalor merupakan energi yang dapat berpindah dikarenakan perbedaan temperatur. Dalam melakukan perpindahan panas, dibutuhkan sebuah alat agar mendukung terjadinya perpindahan panas. Alat perpindahan panas yang digunakan pada penelitian ini adalah Shell and Tube Heat Exchanger (STHE). Penelitian ini menggunakan program SCADA yang dapat melakukan proses akusisi data dan kontrol terhadap variabel dependen yaitu laju alir fluida panas sehingga diharapkan data yang ditampilkan pada program SCADA dapat merepresentasikan pengaruh laju alir dan arah aliran terhadap analisis performa alat penukar panas tipe STHE. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan laju alir fluida panas pada rentang 0.8 L/min – 1.8 L/min, dimana pada alat ini memiliki maksimum laju alir 2,1 L/min. Dari penelitian ini didapatkan bahwa efektivitas tertinggi sebesar 0,44 pada laju alir fluida panas 1.8 L/min dengan aliran fluida berlawanan arah. Dari hal ini, dapat disimpulkan bahwa laju alir fluida dan arah aliran fluida mempengaruhi efektivitas alat penukar panas, namun bukan hanya mempengaruhi efektivitas alat penukar panas, laju alir dan arah aliran fluida juga mempengaruhi analisis yang lainnya seperti bilangan Reynold, perubahan temperatur rata-rata logaritmik, Number of Transfer Unit (NTU), dan juga efektivitas NTU. Laju alir pada alat penukar panas berpengaruh terhadap besarnya panas yang akan diserap maupun dikeluarkan sehingga, ketika laju alir mengalami peningkatan maka efektivitas alat penukar panas juga akan mengalami peningkatan dikarenakan hal ini dipengaruhi oleh besarnya panas yang dikeluarkan maupun yang diterima.
Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari Sampah Rumah Tangga pada Pekon Way Kerkai Achmad, Feerzet; Setianingrum, Nur; Jarwinda, Jarwinda; Satria, Arysca Wisnu; Firmansyah, Agus; Susanto, Herri
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.5

Abstract

Pekon/Desa Way Kerkai, Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung yang memiliki potensi komoditi kopi dan cabai. Adanya lahan pertanian yang cukup luas tetapi limbah pertanian yang dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan secara maksimal, dapat mencemari lingkungan dan mempengaruhi hasil pertanian di Pekon Way Kerkai. Demikian halnya dengan pengelolaan sampah organik rumah tangga masyarakat yang dibuang begitu saja tanpa ada proses lebih lanjut dan berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan Kegiatan KKN PPM ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan petani tentang bagaimana cara mengelola limbah dan sampah organik menjadi pupuk cair atau Mikroorganisme Lokal (MOL). Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan MOL. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat dan petani memahami tentang proses pembuatan dan manfaat pupuk organik cair berbahan MOL untuk tanaman. Pemahaman petani meningkat dari rata-rata 30% sebelum pelatihan dan mencapai 90% setelah pelatihan ini berdasarkan kuisioner yang dibagikan sebelum dan sesudah pelatihan. Selain itu pelatihan ini dapat menjadi usaha atau bisnis serta sebagai bentuk memanfaatkan limbah yang tidak termanfaatkan dengan baik.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi Sebagai Pupuk Organik di Desa Nanti Agung, Kabupaten kepahinang, Bengkulu Achmad, Feerzet; Mahendra, Lufy Eka; Sylvia, Teny; Hatta, Madani; Marlina, Titi
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 1 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v1i1.7

Abstract

Melimpahnya tanaman kopi di Desa Nanti Agung, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu menyebabkan penumpukan limbah kulit kopi akibat proses pengolahan biji kopi. Untuk itu, dilakukan pelatihan berupa pemanfaatan limbah kulit kopi untuk dijadikan sebagai pupuk organik. Pembuatan pupuk organik ini dengan mencampurkan limbah kulit kopi dengan kotoran ayam dan EM4 sebagai sumber bakteri pengurai yang diproses selama 14 hari. Hasil dari pelatihan pembuatan pupuk organik yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat setempat tentang pembuatan dan manfaat pupuk organik dari limbah kulit kopi. Dalam aplikasinya pada tanaman kopi, pupuk organik ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman dengan cara meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologis pada tanah melalui unsur hara yang terkandung didalamnya serta mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan pupuk kimia.
KAJIAN PROSES KOAGULASI LATEKS KARET ALAM SECARA TERMAL MEMBENTUK PRODUK PADAT CACAHAN Achmad, Feerzet; Simbolon, Yusril Mahendra; Sinaga, Kristomi Yahya; Yuniarti, Reni; Bindar, Yazid
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i1.945

Abstract

Karet alam adalah salah satu komoditi perkebunan yang memiliki peranan penting dalam hal perekonomian negara. Karet merupakan salah satu sumber daya alam hayati yang sangat potensial dan berlimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh termal koagulan terhadap proses koagulasi, waktu koagulasi, laju kalor yang digunakan untuk termal koagulan, dan analisis termal koagulan. Terdapat 2 termal koagulan yang digunakan yaitu termal koagulan secara tradisional (TKT) dengan menggunakan kayu bakar dan termal koagulan secara modern (TKM) dengan menggunakan oven laboratorium. Termal koagulan dilakukan dengan variasi berat lateks 0,5 kg, 0,75 kg, 1 kg, 1,25 kg, dan 1,5 kg pada temperatur TKT api sedang 600C – 1000C, temperatur api besar 1100C–1500C dan temperatur TKM 1450C. Hasil penelitian diperoleh termal koagulan dapat menggumpalkan lateks. Termal koagulan diperoleh waktu termal TKT lebih cepat dibandingkan dengan TKM. Kalor yang dihasilkan untuk TKM lebih besar dari kalor yang dihasilkan oleh TKT, dan semakin besar variasi berat lateks, semakin banyak kalor yang dihasilkan untuk koagulan termal. Laju kalor TKM lebih tinggi dibandingkan dengan laju kalor TKT, dan semakin besar nilai variasi berat lateks maka semakin rendah pemanasan yang dihasilkan. Koagulasi termal ini dapat membantu masyarakat petani karet untuk menggumpalkan lateks secara lebih ekonomis dan efisien, dan bahwa termal koagulan ini mengarah pada produksi karet sebagai bahan baku yang disimpan dalam bentuk padat untuk proses depolimerisasi dengan pirolisis menjadi bentuk hidrokarbon terbarukan.
PENGARUH JENIS ASAM SEBAGAI KOAGULAN ALAMI TERHADAP KARAKTERISTIK KARET KLON GT 1 Achmad, Feerzet; Deviany, Deviany; Simbolon, Nur Indah; Mahendra, Lufi Eka; Marlina, Titi; Qorimah, Akhlatul; Suhartono, Suhartono; Suharto, Suharto
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 43, Nomor 1, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i1.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh koagulan alami (lemon, jeruk bali, dan asam jawa) serta koagulan kimia (asam formiat) terhadap karakteristik karet Klon GT 1. Koagulan alami diekstrak dan disaring untuk meminimalkan kandungan bulir dan kotoran sebelum diaplikasikan ke dalam lateks dengan rasio berat 1:2, sedangkan konsentrasi asam formiat yang digunakan adalah 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu koagulasi menggunakan koagulan alami lebih cepat dibandingkan koagulan kimia, dengan lemon menghasilkan dry rubber content (DRC) tertinggi. Analisis plastisitas karet menunjukkan adanya variasi antara jenis koagulan, di mana jeruk bali memiliki nilai plastisitas awal (Po) tertinggi. Meskipun kadar abu pada karet yang dihasilkan oleh koagulan alami lebih tinggi, kadar kotorannya lebih rendah dibandingkan dengan koagulan kimia, khususnya asam formiat. Walaupun biaya produksi menggunakan koagulan alami lebih tinggi akibat faktor musiman dan proses pra-perlakuan, karet yang dihasilkan, terutama dari jeruk bali, memiliki karakteristik yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan karet yang dihasilkan menggunakan koagulan kimia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koagulan alami berpotensi menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kualitas lateks Klon GT 1, serta memberikan wawasan bagi industri karet dalam memilih metode koagulasi yang lebih berkelanjutan dan berkualitas tinggi.
Sosialisasi Pemanfaatan Kelapa Menjadi Produk Virgin Coconut Oil (VCO) di Pekon Way Nipah Achmad, Feerzet; Ezra Sitorus, Fajar; Stevence Manalu, Laurentsius; Sinurat, Riristiani; Alya Deenanti, Dara; Dufan Saragih, Juro; Alfernando, Oki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpm.v6i1.44782

Abstract

Pekon (Desa) Way Nipah, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus, Lampung dengan potensi kelapa yang melimpah, memiliki peluang besar untuk meningkatkan produktivitas melalui pengolahan kelapa. Namun, masyarakat masih belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk menghasilkan produk kelapa yang berkualitas. Penghasilan dari penjualan buah kelapa belum maksimal untuk membantu perekonomian para petani perkebunan kelapa di Pekon Way Nipah. Diperlukan diversifikasi produk, yaitu pengolahan kelapa menjadi berbagai produk turunan dengan nilai jual yang lebih tinggi. Mengolah kelapa menjadi produk turunan seperti Virgin Coconut Oil (VCO) petani dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan meningkatkan ketahanan ekonomi mereka. Program kerja ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Pekon Way Nipah tentang manfaat dan proses pembuatan VCO, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah VCO. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani.
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET JAGUNG SEBAGAI PENGGANTI AYAM DI PEKON PESANGUAN TANGGAMUS Achmad, Feerzet
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v9i2.584

Abstract

Nugget jagung merupakan alternatif makanan inovatif yang dapat menggantikan nugget ayam, terutama bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi daging atau mencari pilihan makanan yang lebih ekonomis dan sehat. Pelatihan pembuatan nugget jagung di Pekon Pesanguan, Tanggamus bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai tambah. Metode pelatihan meliputi penyuluhan manfaat jagung, demonstrasi pembuatan nugget, serta praktik langsung oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang berhasil memahami dan mempraktikkan teknik pembuatan nugget jagung dengan baik. Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan ini juga membuka peluang bisnis bagi masyarakat setempat.
Production of Fragrance Tag (Paper-Based Air Fresheners) from Agarwood Powder Waste (Aquilaria malaccensis) Yuniarti, Reni; Wardani Putri, Elfira; Sida Mubin, Abror; Achmad, Feerzet
Eksergi Vol 22 No 3 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i3.15114

Abstract

Agarwood is a non-timber forest product known for its distinctive fragrance. Its processing generates powder waste that is often undervalued and underutilized, despite containing aromatic compounds with potential for value-added products such as fragrance tags. This study aimed to determine the optimal composition of agarwood powder and waste paper, assess the effects of NaOH treatment on product characteristics, and evaluate economic feasibility. The process involved preparing agarwood and HVS paper waste, treating with or without NaOH, producing pulp at ratios of 75:25, 50:50, and 25:75 (% w/w), and adding essential oil. Results showed that NaOH treatment significantly improved physical and sensory properties such as color brightness, grammage, and tensile strength but reduced thickness, absorbency, and aroma retention. Material ratio also influenced performance: 25:75 (% w/w) with NaOH yielded the best color and tensile strength, while 75:25 without NaOH showed the highest thickness, absorbency, and aroma stability up to day 5. Economic analysis indicated feasibility, with a break-even point of 181 units, a return cost ratio (RCR) of 1.44, and a payback period of 2.27 months.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aditya, Fajri Agnesia Putri Rini Agus Firmansyah Aldillah Herlambang Alfernando, Oki Alya Deenanti, Dara Amelia, Devita Ananda, Novia Putri Andri Sanjaya Anggi Oktasari Antika, Rindi Ardian, Muhammad Ikhwan Arie Sabdi Sembiring Armanda, Selvy Asmara, Farsya Bani Auriyani, Wika Atro Ay Ahmad Ayu Pratiwi, Ayu Az-zahra, Syifa Azizah, Rifka Noor Azzahra, Syifa Baehaqi Damayanti Damayanti Damayanti Damayanti Daulay, Yuliana Dennis Farina Nury Desi Riana Saputri Deviany Deviany Deviany, Deviany Devita Amelia Didik Supriyadi, Didik Donny Lesmana Dufan Saragih, Juro Edwin Rizki Safitra Enjel Saputri Ezra Sitorus, Fajar Fahmi, Yunita Fahni, Yunita Fajri Aditya Fandi, Oki Okta Febrina, Yane Fita Fergusta, Wilibrordus Bima Digdya Fikrah, Faizatul Fitranita, Vika Galeh Widharma Handayani, Kiki Yulia Harmiansyah, * Harni Saragih, Tresya Siti Hatta, Madani Hendra Hendra Herri Susanto Herti Utami Hukama, Ikhwan Imalia, Calaelma Logys Irene Seventina Lubis Jabosar Ronggur Hamonangan Panjaitan Jarwinda, Jarwinda Jayawarsa, A.A. Ketut Jerry Jerry Junita, Nilam Khaerunissa Anbar Istiadi Kurniawan, Jatmiko Lince Muis Lisa Angraini Lismeri, Lia Lisnurani, Lisnurani Mahardika, Melbi Mahendra, Lufi Eka Mahendra, Lufy Eka Manullang, Roida Manurung, Pandapotan Maruli Tua Mardiansyah, Rio Marlina, Titi Melani Putri Melbi Mahardika Muhammad Abdul Mubdi Bindar Muhammad Abdul Muhdi Bindar Muhammad Alfarizi Tazkia Muhammad Fajri Muhammad Ikhwan Ardian Muhammad Iqbal Muhammad Reahan Ramadhan Muhammad Triyogo Adiwibowo Muhammad Zulfikar Luthfi Musa Musa Musa Musa Mustafa Mustafa Mutiara Fajar Naldi, Roy Natalia, Yolanda Noorsaly, Siti Rizkyna Novia Putri Ananda Nuranisa, Ayunda Nurfitri, Viola Nurul Fadhilah Nury, Dennis Oktasari, Anggi Pandiangan, Kamisah Delilawati Prahmana, Rico Aditia Pramahadi Febriyanto Prasetyo, Rizky Dimas Pribadi, Shelty Aty Purba, Sry Oktavianty Purwanti, Millennia Rischa Qarimah, Akhlatul Qorimah, Akhlatul Rahmadini, Gustia Ratih Ainun Mardiyah Reni Yuniarti Ridho Ramadhan Ridwan Pratama Yudha Rifqi Sufra Rizky Dimas Prasetyo Rosafira, Adela Saputri, Desi Riana Sarah Fiebrina Heraningsih Satria, Arysca Wisnu Sembiring, Arie Sabdi Setianingrum, Nur setiawan, Darma Sida Mubin, Abror Simbolon, Firman Simbolon, Nur Indah Simbolon, Yusril Mahendra Simparmin br Ginting Sinaga, Kristomi Yahya Sinurat, Riristiani Stevence Manalu, Laurentsius SUHARTO Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suharto Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Suhartono Sulaiman, Ali Khotib Suryanto, Ido Syarifah Aini Sylvia, Teny Tambunan, Yonathan Marasi Tampubolon, Yosi Anugrah S.M Uzlifah Janah, Dikri Variyana, Yeni Wahyu Saputri, Laila Wardani Putri, Elfira Wiandini, Wandha Widiyanti Aprilia Wika Atro Auriyani Yazid Bindar Yudhanti, Tri Febri Yuli Darni Yuniar Luthfia Listyadevi Yunita Fahni Yusuf, Reggina Aulia Yusupandi, Fauzi Zaezarini, Nabhila Zahra, Nurul Afifah Zhofiroh, Nawrah Meisyah Muthi'ah Zuhri, Ahmad Azkal Azkiya