Articles
Penguasaan Materi Ajar Guru Kimia di Sulawesi Tengah Pasca Pendampingan oleh LPMP
Erisda Eka Putra;
Liliasari Liliasari;
Wahyu Sopandi
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (123.137 KB)
|
DOI: 10.21831/jpms.v15i2.12187
Telah dilakukan penelitian untuk melihat efektivitas program pendampingan yang dilakukan oleh LPMP dalam rangka meningkatkan kompetensi penguasaan materi ajar guru kimia SMA di Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan di Kota Palu dan melibatkan 16 orang guru kimia SMA Negeri yang mengajar kelas X. Materi ajar dibatasi pada Struktur Atom, Sistem Periodik dan Ikatan Kimia. Sebelum pendampingan guru diobservasi di kelas dan diberikan tes awal. Setelah kegiatan pendampingan selesai kepada guru diberikan tes akhir. Nilai gain ternormalisasi rata-rata dari hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kualitas penguasaan materi guru sebesar 0,55 (SD=0,29). Penyerapan tertinggi terjadi pada materi ajar Struktur Atom sebesar 0,65 (SD=0,25) dan penyerapan terendah 0,52 (SD=0,29) pada materi Sistem Periodik.Kata kunci: penguasaan materi ajar, guru kimia, pendampingan
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Gelombang Bagi Calon Guru Fisik
Sarwi Mahmud;
Liliasari Liliasari
Berkala Fisika Indonesia : Jurnal Ilmiah Fisika, Pembelajaran dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/bfi-jifpa.v1i1.258
Pembelajaran fisika di sekolah dan di perguruan tinggi sering tidak melibatkan proses berpikir bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Fakta di lapangan menunjukkan pembelajar lebih banyak menerima materi ajar pada domain pengetahuan dan pemahaman, sedangkan analisis, inferensi dan evaluasi kurang mendapat perhatian. Penelitian analisis kebutuhan (need assessment) ini merupakan bagian dari penelitian tentang pengembangan program pembelajaran gelombang yang mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Hasil pengolahan data awal berupa hasil ujian, menyatakan bahwa persoalan gelombang yang memuat kemampuan berpikir tingkat dasar telah dikuasai mahasiswa dengan baik (skor rerata 69,8), sedangkan yang memuat kemampuan berpikir tingkat tinggi belum dikuasai dengan baik (skor rerata 46,9). Proses pembelajaran perlupendekatan yang mengaktifkan mahasiswa, menggunakan strategi dan metode yang bervariasi, agar dapat membangkitkan motivasi dan meningkatkan keterlibatan aktivitas berpikirnya dalam belajar. Teknik evaluasi secara esai saja belum dapat menampilkan kompetensi dalam materi gelombang.
Pembekalan Kemampuan Generik Bagi Calon Guru Melalui Perkuliahan Kimia Anorganik Berbasis Multimedia
Retno Dwi Suyanti;
Mulyati Arifin;
- Liliasari;
Muhamad A. Martoprawiro
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.215 KB)
|
DOI: 10.21831/jpms.v11i2.12430
Studi pembekalan kemampuan generik bagi calon guru melalui perkuliahan Kimia Anorganik berbasis multimedia bertujuan mengembangkan sebuah model perkuliahan Kimia Anorganik untuk membekali calon guru guna menumbuhkan kemampuan generik kimia. Permasalah utama penelitian ini adalah bagaimana membekali mahasiswa calon guru dengan kemampuan generik Kimia Anorganik. Model perkuliahan tersebut diimplementasikan pada mata kuliah Kimia Anorganik II di suatu universitas negeri di Bandung dengan metode Research and Development (RD). Dari data yang dianalisis dengan SPSS for window 11.5, ternyata model perkuliahan berbasis multimedia lebih baik dari model perkuliahan reguler dalam mengembangkan kemampuan generik perkuliahan khususnya aspek pemodelan, abstraksi, dan konsistensi logis. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model pembelajaran mampu meningkatkan penguasaan konsep kimia koordinasi mahasiswa khususnya konsep ligan, stereokimia dan sifat logam transisi. Uji statistik GLM (General Linear Multivariate) menunjukkan bahwa capaian ternormalisasi kemampuan generik perkuliahan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang sangat signifikan pada berbagai kategori IP Kumulatif. Model pembelajaran berbasis multimedia komputer ini mendapat respon positif mahasiswa karena dapat memanipulasi lingkungan pembelajaran mahasiswa, sehingga menyenangkan dan membangkitkan motivasi belajarnya. Sumber belajar berbasis Moodle (Modular Oriented Object Dynamic Learning Environtment) ini merupakan program aplikasi efektif yang mampu membantu mahasiswa menjelaskan materi yang dipelajari di kelas, melakukan iterasi dan membangun kemandirian belajar melalui aspek visualisasi dinamis. Dengan dikembangkannya pembelajaran Kimia Anorganik pada situs pendidikan kimia berbasis web melalui http://kimia.upi.edu/moodle/ mahasiswa lebih dapat mengembangkan materi yang sudah diterima di perkuliahan kelas secara on-line dengan lebih nyaman dan kreatif.Kata kunci: pembekalan, kemampuan generik kimia, perkuliahan kimia anorganik, multimedia
Designing Geoscience Learning for Sustainable Development: A Professional Competency Assessment for Postgraduate Students in Science Education Program
Eko Hariyono;
Abadi Abadi;
Liliasari Liliasari;
Agus Fani Candra Wijaya;
Hiroki Fujii
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/jpfa.v8n2.p61-70
This research involved 19 postgraduate students majoring on Science Education at one university in Surabaya who were programming Earth and Space Sciences course. The objective of this research is to measure students ability in designing a lesson plan for sustainable education on environmental issues around volcanoes by integrating education for sustainable development (ESD) competence. Descriptive quantitative analysis was employed to assess the lesson plans developed by the students. In general, the results showed that the lesson plans were less contextual to support the improvement of decision-making abilities on the environmental issues, the emergence of environmental awareness among students, encouragement to the students to have sense of belonging to the environment, and fostering critical analysis of various environmental phenomena. The results suggest further efforts to improve professional competence of the postgraduate students in developing geoscience learning instruments, particularly related to integrate the ESD competence into lesson plans.
Keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru biologi pada konsep biota laut menuju pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek
Jumrodah Jumrodah;
Liliasari Liliasari;
Yusuf Hilmi Adisendjaja;
Yayan Sanjaya
Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9 NOMOR 1 JUNI 2021
Publisher : IAIN Palangka Raya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23971/eds.v9i1.2993
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan berpikir kreatif pada materi biota laut menuju pembangunan berkelanjutan melalui pembelajaran berbasis proyek pada mahasiswa calon guru biologi. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan one group pretest postest design. Subyek terdiri dari 31 mahasiswa yang memprogramkan mata kuliah ekologi laut pada semester 5 di salah satu universitas Kalimantan Tengah. Instrument tes yang digunakan berupa soal test pilihan ganda (PG) beralasan dan soal test uraian. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan empat tahap yaitu (1) mahasiswa diminta untuk mendesain proyek yang dilakukan, (2) mempresentasikan teori dan rancangan terkait proyek yang akan dilakukan, (3) melakukan implementasi proyek yang sudah dirancang dan pengamatannya, (4) melaporkan hasil implementasi proyek sekaligus mengevaluasi untuk kegaiatan proyek selanjtnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap indikator keterampilan berpikir kreatif yang diamati yaitu flexibility, originality dan elaboration menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretes dan postest. Hasil ini dapat dikatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek pada konsep biota laut menuju pembangunan berkelanjutan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif.
Development of Functional Food Project Learning Tools for Food Chemistry Course
Nova Kurnia;
Liliasari Liliasari;
Dede Robiatul Adawiyah;
Florentina Maria Titin Supriyanti
Jurnal Tadris Kimiya Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemistry Education, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15575/jtk.v6i1.10030
This study aims to develop functional food project learning tools for the food chemistry course. This project learning tools consist of an implementation guide accompanied by a project appraisal rubric. The development of learning tools was based on the Dick and Carey model with three stages: needs analysis, development, and validation. The needs analysis shows an increase in non-communicable diseases in Indonesia and the world. Functional food has not been taught in food chemistry courses and the abundance of local food in Lombok Island with its various functional potency. The development stage involves designing project instructions accompanied by an assessment rubric. Two experts in food chemistry carried out the validation stage of the project learning tools. The instrument used was a questionnaire related to the suitability of the project objectives with the learning outcomes of food chemistry, the clarity of project-based learning syntax, the relevance of project topics to Lombok food, aspects of the language used, and an assessment rubric. The results show that all validated aspects are accepted with a few notes which have been further improved. Thus, the project learning tools can be used for functional food projects in food chemistry courses.
Adaptasi dan Mitigasi Bencana Alam untuk Mahasiswa Calon Guru Fisika Melalui Pengembangan LKM
Rosmiati Rosmiati;
Liliasari Liliasari;
B Tjasyono;
T R Ramalis;
M Satriawan
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 11, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26877/jp2f.v11i1.5272
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) yang membekalkan kemampuan prediksi dengan metode ARIMA dan kemampuan berargumentasi pada topik Bencana Alam. LKM diterapkan pada calon guru fisika agar dapat memahami dan meringankan bencana alam sehingga memungkinkan untuk mengatasi kesulitan dan bencana bagi siswa SMP dan SMA. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE dengan keterlibatan 5 validator ahli dan diujicobakan pada 33 mahasiswa fisika yang telah mengampu matakuliah Fisika Kebumian dan IPBA. Data diperoleh dengan menggunakan lembar validasi ahli, Jawaban LKM dan lembar respons Mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis data berdasarkan 5 validator ahli LKM yang dikembangkan sangat layak digunakan dan nilai rata-rata hasil pengerjaan LKM yang dilakukan oleh siswa di atas 75 yang berarti LKM layak digunakan. Selain itu, 80% mahasiswa sangat menyukai LKM yang digunakan.Kata kunci: Adaptasi dan mitigasi bencana, Kemampuan prediksi, Argumentasi
Desain dan Uji Coba Penggunaan OpticalGamification (OG) Model Serial untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa
Saprudin Saprudin;
Liliasari Liliasari;
Ary Setijadi Prihatmanto;
Andhy Setiawan;
Fatma Hamid
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v3i3.29120
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji coba aplikasi gamifikasi model serial pada perkuliahan gelombang dan optik khususnya pada topik interferensi dan difraksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan desain time series. Subyek penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa fisika (L = 6, P = 14, rerata umur 19,5 tahun) yang mengikuti perkuliahan gelombang dan optik pada salah satu universitas di kota Bandung. Data keterampilan berpikir kritis mahasiswa dikumpulkan melalui teknik tes dengan instrumen berupa 32 soal pilihan ganda dan 4 soal pilihan ganda beralasan. Produk penelitian ini dinamai aplikasi OpticalGamification (OG) model serial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis mahasiswa mengalami peningkatan pada setiap serinya.
A Contextual Semi-Assisted Project-Based Learning on Ocean Wave Energy: Pre-service Physics Teachers’ Perceptions
Muhammad Satriawan;
Liliasari Liliasari;
Wawan Setiawan;
Ade Gafar Abdullah;
Rosmiati Rosmiati
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 9, No 1 (2021): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26618/jpf.v9i1.4386
The lack of technological innovation in the utilization of ocean wave energy as a renewable energy source is caused by a lack of public knowledge about this matter. Therefore, it needs to be introduced early, especially to pre-service teachers through innovative and fun learning. The aim of this study was to identify the responses of pre-service physics teachers about the learning program to introduce the concept of utilizing ocean wave energy. The research subjects were 31 sixth semester students who are taking environmental physics lectures in the physics education study program at one of the teachers' university in West Nusa Tenggara Province for the 2019/2020 academic year. The sample was taken by using purposive sampling technique. Data collection was carried out by means of observation, interview, and questionnaire techniques. All data collected were then analyzed simultaneously descriptively. The findings of this study showed that almost 90% pre-service physics teacher students agreed that the learning program had a positive impact on increasing interest, motivation, critical thinking skills, and creative thinking skills, and made them easier to solve problems and grow solid cooperation. Therefore, it can be concluded that pre-service physics teacher students agree to the use of semi-assisted project-based learning programs with contextual problems.
Analysis of Pre-Service Teachers' Reflective Thinking Ability Profile on Earth Physics Lectures
Rosmiati Rosmiati;
Liliasari Liliasari;
Bayong Tjasyono;
Taufik Ramlan Ramalis;
Muhammad Satriawan
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2020): PENDIDIKAN FISIKA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (372.762 KB)
|
DOI: 10.26618/jpf.v8i1.3111
The purpose of this research is describe the reflective thinking profile of pre-service physics teacher students in Earth physics lectures about Ocean climate. This research was conducted in the physics education study program in one of the Higher Education Institutions in NTB Province, with a total of 25 respondents who had taken the Earth Physics course. The technique used in data collection is the analysis of the physics course syllabus and two essay tests about climate material that integrated with indicators of reflective thinking ability from Dewey's framework. Based on the analysis of the syllabus, it was found that the syllabus applied to the subject of earth physics had not been oriented to the provision of certain skills including reflective thinking skills. In addition, based on data analysis that the average value for question 1 is 18.75 and question number 2 is 16.75 where the maximum average score is on the understanding aspect of 31 for question number 1 while the minimum average score on critical reflection aspect is 7. It means that pre-service physics teacher students have very low reflective thinking abilities in Earth Physics lectures on ocean climate.Keywords: Reflective thinking skills, Earth Physics Syllabus, Earth Physics Lecture