Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Asam Amino pada Tempe untuk Memperbaiki Profil Lipid dan Diabetes Mellitus Utari, Diah M.; Rimbawan, Rimbawan; Riyadi, Hadi; Muhilal, Muhilal; Purwantyastuti, Purwantyastuti
Kesmas Vol. 5, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit degeneratif dari tahun ke tahun meningkat akibat perubahan gaya hidup, khususnya perubahan pola makan. Walaupun tempe sebagai makanan tradisional Indonesia yang banyak dikonsumsi masyarakat karena mudah diperoleh dan harga terjangkau, tidak banyak yang mengetahui manfaat tempe bagi kesehatan. Tempe lama dikenal sebagai sumber protein yang dikonsumsi oleh kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Kajian lebih mendalam mengenai kandungan gizi dan manfaat tempe dan bagi kesehatan, khusus sebagai pencegah penyakit degeneratif perlu dilakukan. Proses fermentasi kedelai menjadi tempe mengakibatkan perubahan zat gizi dan non gizi yang mengakibatkan manfaat tempe jauh lebih baik dibandingkan kedelai. Protein tempe lebih mudah di cerna tubuh, sedangkan asam amino arginin yang meningkat hampir dua kali lipat pada tempe, sangat tinggi manfaatnya bagi kesehatan terutama dalam memperbaiki profil lipid dan diabetes mellitus. Mempertimbangkan hal tersebut tempe dapat dipertimbangkan sebagai pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan. Degenerative diseases prevalence had been arining over years. One of the causes is the life style changes including eating pattern. Tempeh, an Indonesian soybean traditionally fermented food, was known and consumed by almost all Indonesian people. However, only a few know the health benefit of tempeh. Tempeh was also well known and cheap protein source food affordable for the poor. Hence, there is a need to explore the nutritious content of tempeh and health benefit of it deeper such as in preventing degenerative diseases. Fermentation process of soybean to become tempeh had improved nutrient and non-nutrient contents that make tempeh better than soybean. Tempeh protein is more digestible than soybean and the arginine content increases twice, that could improve lipid profile and diabetes mellitus. Tempeh could be considered as functional food having health benefit.
Peranan Ultraviolet B Sinar Matahari terhadap Status Vitamin D dan Tekanan Darah pada Wanita Usia Subur Yosephin, Betty; Khomsan, Ali; Briawan, Dodik; Rimbawan, Rimbawan
Kesmas Vol. 8, No. 6
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinar ultraviolet B adalah sumber utama vitamin D, tetapi wanita usia subur yang bekerja di dalam ruangan mempunyai vitamin D yang rendah meskipun Indonesia negara tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi peranan paparan sinar matahari pada wanita usia subur terhadap status vitamin D dan tekanan darah. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen tanpa kelompok kontrol pada 21 wanita sehat. Penelitian ini membandingkan status vitamin D dan tekanan darah sebelum dan setelah mendapat paparan sinar matahari pada wajah dan lengan tiga kali seminggu selama 12 minggu. Analisis data menggunakan uji t-berpasangan. Paparan sinar matahari dapat meningkatkan vitamin D. Serum 25(OH)D meningkat 15,9% dari 15.7 ng/dL menjadi 18,2 ng/dL. Paparan sinar matahari menurunkan tekanan darah sistolik (nilai p = 0,004) dan diastolik (nilai p = 0,011). Ultraviolet B dari sinar matahari 30 menit tiga kali seminggu selama 12 minggu dapat memperbaiki status vitamin D dan tekanan darah. Ultraviolet B sunlight exposure is a primary source of vitamin D, but women of childbearing age who worked in room every day had low serum vitamin D despite Indonesia is a tropical country. The objective of this study was to evaluate the role of sun exposure in women of childbearing age on vitamin D status, and blood pressure. An intervention before-after study without group control was conducted on 21 healthy women. This study compared vitamin D status, and blood pressure before and after receiving ultraviolet B (UVB) from sun exposure on the face and both arms three times a week for 12 weeks. Anthropometric parameter and blood pressure were measured, were determined at baseline and after 12 weeks of sun exposure. The effect of sun exposure can improve vitamin D. Serum 25 (OH)D increase 15.9% from 15.7 ng/dL to 18.2 ng/dL. Sun exposure significantly reduced systolic blood pressure (p value = 0.004), and diastolic blood pressure (p value = 0.011). Ultraviolet B from sun exposure for 30 minutes, 3 times a week for 12 weeks improves the vitamin D status, and blood pressure.
STATUS GIZI DAN DEFISIENSI KALSIUM PADA ANAK BALITA DI INDONESIA: SAMPEL RISKESDAS 2018 Arifin, Aya Yuriestia; Rimbawan, Rimbawan; Riyadi, Hadi; Retiaty, Fifi; Nurjanah, Nunung; Julianti, Elisa Diana; Nurhidayati, Nuzuliyati
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 47 No. 1 (2024): PGM VOL 47 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/pgm.v47i1.781

Abstract

Calcium is believed to play a role in growth, especially in children under five, and contributes to malnutrition issues in Indonesia. However, national-scale data are very limited to delve deeper into this matter. The study aims to examine the calcium status of children in Indonesia and their nutritional status, including stunting and underweight. A cross-sectional study design using secondary data from the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) and Study of Nutrition Status of Children Under Five and School-Aged Children 2021, including serum calcium concentration data and anthropometric measurements of body length and body weight. The study subjects were children aged 0-59 months, totaling 550 samples. The study results show the mean value of calcium concentration was 10.00±1.10 mg/dL. As many as 8.2 percent of children experienced deficiency with calcium concentration <9.0 mg/dL. The proportion of stunted and underweight children was 23.27 percent and 9.82 percent, respectively. The average calcium concentration in stunted and underweight children was not significantly different from the normal scores of HAZ and BAZ in children. Calcium status, along with factors such as age and sex, did not show a relationship with nutritional status indicators like height-for-age (HAZ) and weight-for-age (WAZ). Although the prevalence of calcium deficiency among toddlers in Indonesia is relatively low, there are still children with calcium concentrations significantly below the normal range. Further studies are needed to figure out the contribution of calcium to children's growth.
RESPONS SEL EPITEL USUS (CMT-93) TERHADAP NUTRASETIKAL GALOHGOR Roosita, Katrin; R, Rimbawan; Djuwita, Ita; Damanik, M. Rizal; Kusharto, Clara M.
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2825

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh nutrasetikal galohgor dalam bentuk serbuk (GS) dan ekstrak (GE) terhadap proliferasi, morfologi, dan ekspresi gen Aldh1a2 pada sel epitel usus (CMT-93). Galohgor serbuk (GS) dibuat dengan menghancurkan semua bahan dandikeringkan menggunakan drum-dryer sedangkan GE dibuat dengan mengeringkan semua bahan dengan oven, digiling, dan dimaserasi dengan etanol selama 3x24 jam. Perlakuan didasarkan pada konsentrasi akhir -karoten yang berasal dari GS dan GE masing-masing sebesar 0,5; 1,5; dan 5,0 M dalam larutan medium Dulbecco's Modified Eagle's medium (DMEM) yang dilengkapi serum (10%). Analisis proliferasimenggunakan asai 3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT), dan ekspresi gen dianalisis dengan reverse transcriptasepolymerase chain reaction (RT-PCR). Hasil penelitian meunjukkan bahwa GE pada konsentrasi tinggi (5,0 M) secara signifikan (P0,05) dapatmenekan proliferasi dan memengaruhi morfologi sel CMT-93. Beta-karoten dalam GE dan GS memengaruhi ekspresi gen Aldh1a2 pada sel epitel usus CMT-93
EFEK BUBUK TEMPE INSTAN TERHADAP KADAR MALONALDEHID (MDA) SERUM TIKUS HIPERGLIKEMIK Desminarti, Susi; r, Rimbawan; Anwar, Faisal; Winarto, Adi
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 6, No 2 (2012): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v6i2.294

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh bubuk tempe instan terhadap kadar malonaldehid (MDA) pada serum tikus hiperglikemik. Sebanyak 25 tikus jantan Spraque Dawley umur dua bulan digunakan dalam penelitian ini. Tikus dibagi atas lima kelompok perlakuan yaitu A (normal + diet standar), B (hiperglikemik + diet standar), C (hiperglikemik + 20% bubuk tempe segar), D (hiperglikemik + 20% bubuk tempe instan), dan E (hiperglikemik + 35% bubuk tempe instan). Tikus dikondisikan menjadi hiperglikemik dengan induksi streptozotocin dosis tunggal 45 mg/kg bb intraperitoneum. Diet tempe diberikan selama 8 minggu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata kadar MDA kelompok A; B; C; D; dan E masing-masing adalah 2,16; 3,67; 3,13; 3,08; dan 2,98. Substitusi 35% bubuk tempe instan pada diet standar dapat menurunkan kadar MDA serum tikus hiperglikemik yang paling tinggi.
Analisis Kandungan Fitokimia Kombinasi Teh Putih dan Jahe Bubuk dengan Metode HPLC Kresandra, Anastasha; Setiawan, Budi; Rimbawan, Rimbawan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i2.7336

Abstract

Teh putih merupakan salah satu jenis teh yang merupakan jenis teh yang memiliki kadar polifenol tertinggi dibanding teh hijau, teh hitam, dan teh oolong. Polifenol pada teh paling banyak terdapat dalam bentuk katekin. Sekitar 60% dari katekin terdapat dalam bentuk epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perlakuan terbaik dalam pengembangan produk teh putih dan jahe bubuk. Penelitian ini menggunakan metode HPLC dalam pengukuran kadar fitokimia yang terdapat pada kombinasi teh putih dan jahe bubuk. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan dua kali pengulangan. Senyawa yang difokuskan pada penelitian ini antara lain penetapan kadar katekin, EGCG, asam galat, dan kafein. Teh putih yang digunakan pada penelitian ini berasal dari Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung dan jahe bubuk yang berasal dari Balat Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO). Terdapat tiga perlakuan perbandingan rasio teh putih dan jahe, yakni rasio teh putih:jahe pada perlakuan P1 (30:70), P2 (50:50), P3 (70:30). Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata kadar katekin, EGCG, dan kafein memiliki perbedaan yang signifikan antara ketiga kombinasi teh putih dan jahe dan tidak berbeda signifikan pada rata-rata kadar asam galat. Rata-rata kadar katekin, EGCG, asam galat, dan kafein tertinggi ditemukan pada perlakuan P3 dengan kadar masing-masing senyawa tersebut secara berurutan sebesar 0,645±0,060%, 2,140±0,195%, 0,164±0,049%, 1,861±0,122%. Perlakuan P3 merupakan perlakuan terpilih dalam pengembangan produk teh putih dan jahe dikarenakan memiliki kadar katekin, EGCG, asam galat, dan kafein tertinggi.
PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PELATIHAN DIGITALISASI UMKM BAGI MASYARAKAT DESA TURUS KECAMATAN PATIA Muslim, M.; Susilawati, Esih; Mauludiya, Putri Nur; Umam, Hafizul; Rimbawan, Rimbawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36464

Abstract

Kemampuan digital menjadi semakin penting bagi UMKM dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. Namun, banyak UMKM di Desa Turus, Banten masih memiliki keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan bisnisnya. Oleh karena itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mathla'ul Anwar bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan digitalisasi UMKM bagi masyarakat Desa Turus. Program ini dilaksanakan selama satu bulan dan melibatkan 23 mahasiswa KKN yang berkolaborasi dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan pelaku UMKM di Desa Turus. Kegiatan utama meliputi pemetaan potensi UMKM, pelatihan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran dan administrasi, pendampingan pembuatan konten digital, serta monitoring dan evaluasi. Selain itu, program ini juga mencakup sosialisasi pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usahanya. Sebanyak 75% peserta pelatihan mampu membuat konten digital yang menarik dan efektif untuk meningkatkan penjualan. Selain itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital dalam mendukung pembangunan desa. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan UMKM berbasis digital di desa-desa lain
Hubungan antara Kunjungan Posyandu dengan Pengetahuan Gizi Ibu dan Status Gizi Balita di Masa Pandemi Covid-19: The Correlation between Posyandu Visits with Mother’s Nutrition Knowledge and Nutritional Status of Children Under Five During the COVID-19 Pandemic Warisanti, Dira; Rimbawan, Rimbawan; Nurdiani, Reisi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.309 KB) | DOI: 10.25182/jigd.2022.1.2.135-141

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kunjungan posyandu, pengetahuan ibu, dan tingkat kecukupan asupan pangan dimasa pandemi COVID-19 dengan status gizi balita. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan sampel berjumlah 88 balita. Pengumpulan data karakteristik ibu, balita, tingkat kunjungan, dan tingkat pengetahuan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Data status gizi balita didapat dengan pengukuran antropometri. Data asupan diperoleh dari food recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingat kehadiran posyandu dengan tingkat pengetahuan gizi ibu. Tidak ada hubungan tingkat kehadiran ibu ke posyandu dengan status gizi balita baik BB/U, TB/U, dan BB/TB. Tidak ada hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu dengan tingkat kecukupan energi dan status gizi balita BB/U dan TB/U. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan status gizi BB/TB (p=0,044 r=0,215).
Hubungan Perilaku Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Mahasiswa IPB Masa Pembelajaran Jarak Jauh: The Relationship Between Eating Behavior and Physical Activity With Nutritional Status of IPB University Students During Distance Learning Period Tresnanda, Muhammad Nawaf; Rimbawan, Rimbawan
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.031 KB) | DOI: 10.25182/jigd.2022.1.1.1-7

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perubahan pada hal yang bersifat besar untuk masyarakat seperti kesehatan masyarakat, ketenagakerjaan dan ekonomi, hingga yang kecil dan individual seperti gaya hidup. Mahasiswa program sarjana biasanya masuk ke dalam kelompok usia dewasa mudah yang mudah dipengaruhi oleh perubahan mental dan emosional. Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi dapat meningkatkan perubahan secara tidak langsung kepada tingkatan aktivitas fisik, perilaku makan, dan kebutuhan gizi. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah subjek 63 subjek mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Gizi dan Aktuaria IPB. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara perilaku makan dan aktivitas mahasiswa Prodi Ilmu Gizi dan Aktuaria IPB dengan status gizi pada masa PJJ. Perilaku makan diukur menggunakan kuesioner Adult Eating Behavior Questionnaire, aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ berdasarkan satuan MET menit/minggu. Uji Pearson dan Spearman menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku makan dengan status gizi (p<0,05) hanya pada dua subskala sifat nafsu makan (subskala rasa lapar (hunger) dan respons terhadap rasa lapar (satiety responsiveness) pada subjek Prodi Aktuaria, sedangkan pada subjek Prodi Ilmu Gizi tidak terdapat hubungan yang signifikan. Uji Spearman menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan status gizi pada subjek di kedua prodi.
PENGARUH INTERVENSI PENAMBAHAN FITOSTEROL PADA MINYAK GORENG SAWIT TERHADAP PROFIL LIPID SUBJEK DENGAN SINDROMA METABOLIK Nurdin, Naufal Muharam; Rimbawan, Rimbawan; Martianto, Drajat; Dewi, Mira
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 9 No. 2 (2014)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.618 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2014.9.2.%p

Abstract

The objective of this study was to evaluate the effect of addition of phytosterol on palm oil among metabolic syndrome (MetS) subject. This study was a clinical trial with randomized double blind controlled design. Thirty adult subject (age 40—60) with MetS are divided into 2 groups. Intervention group were given palm oil enriched with 6.5% phytosterol and used as cooking oil for habitual use for 8 week. The control group were given palm oil without phytosterol. Nutrition intake was assesed by recalls every 2 weeks. Blood lipid profile, blood glucose and anthropometry were analyzed at pre and post intevention. After 8 week intervention, estimated total palm cooking oil and phytosterol consumption on intervention group were 46±23 g/day and 2±1 g/day. There were no significant change of the LDL-choleseterol level (p>0.05) but there were a significant reductiton of serum total cholesterol and triglyceride level compared the control group (respectively p=0.007 and p=0.027). In conclusion with high level palm cooking oil intake, estimated phytosterol intake had reached the target and there are slight improvement of the lipid profile on MetS subject.
Co-Authors Adi Teruna Efendi Adi Teruna Effendi Adi Teruna Effendi Adi Winarto Agustino Agustino Ahmad Sulaeman Ainia Herminiati Ainia Herminiati Ainia Herminiati Akifa Laila Rusyda Ali Khomsan Angga Rizqiawan Anna Vipta Resti Mauludyani Aprinia Dian Nurhayati Ascobat, Purwantyastuti Asep Rusyana Aslis Wirda Hayati Astuti Lamid Aya Yuriestia Arifin, Aya Yuriestia Azizi, Elsa Carla Bambang P. Priosoeryanto Bambang Pontjo Priosoeryanto Betty Yosephin Simanjuntak Bibi Ahmad Chahyanto Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cassandra Permata Nusa Cesilia M Dwiriani Clara M. Kusharto Clara Meliyanti Kusharto Dadan Rohdiana Dadang Sukandar Damayanti, Rinda Daus, Firdaus Firdaus Deddy Muchtadi Deddy Muchtadi Deni Elnovriza DEWI APRI ASTUTI Dewi Kusumawati Dewi Kusumawati Diah M. Utari Diah M. Utari Diffah Hanim Dodik Briawan Drajat Martianto Egayanti, Yusra Ekowati Handharyani Elisa Diana Julianti Emma S Wirakusumah Ennita Fahriza Eva Susanti Evi Damayanthi Evy Damayanthi Fadly, Khaerul Faisal Anwar Fajriaty, Deannisa Febrina Sulistiawati Fifi Retiaty Firdaus Firdaus Firdaus Firdaus Fitrah Ernawati Fitrah Ernawati Fivi Melva Diana, Fivi Melva Gifari, Nazhif Hadi Riyadi Hardiansyah, Angga Hardinsyah Harianti, Rini Harianti, Rini Hidayat Syarief Hidayat Syarief I Gusti Bagus Wiksuana I.Wayan T.Wibawan, I.Wayan Ika Heri Kustanti Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikue Ekayanti Ilmi Dewi Astuti Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indhira Shagti Iswahyudi Iswahyudi ITA DJUWITA Katrin Roosita Khairina, Dini Nur Kharisma Tamimi Kresandra, Anastasha Laeli Nur Hasanah Latifah Darusman Latifah K Darusman Latifah K. Darusman Leily Amalia Leily Amalia Furqon Lidwina Lidwina Lilik Kustiyah Linar Zalinar Udin Lubis, Anwar M. Muslim MADE ASTAWAN MARIA BINTANG Mauludiya, Putri Nur Mira Dewi Mohamad Rafi Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Aries Muhilal ., Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Muhilal Mukhlidah Hanun Siregar Mulya Agustina Mury Kuswari Mury Kuswari Muti'ah Mustaqimatusy Syahadah Nasir, Syifa Qolbiyah Nasution, Zuraidah Naufal Muharam Nurdin Nazhif Gifari Ni Ketut Sutiari Ni&#039;ma Hilyatin Noviana, Astrid Novitasari, Putri Nunung Nurjanah Nur Indrawaty Lipoeto Nurhidayati, Nuzuliyati Nuri Andarwulan Pertiwi, Fenti Dewi Picauly, Intje Pipih Suptijah Purwantyastuti Ascobat Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Purwantyastuti Puspo Edi Giriwono Putri Puncak Anjani Rahman, Dewi Rahmayani Rakhmawati FKR Ratu Diah Koerniawati Reisi Nurdiani, Reisi Resita Nurbayani Restu Pertiwi Riana, Nidya Ulfah Rizal M Damanik, Rizal M Rosyanne Kushargina Safitri, Debby Endayani Sari, Eny Kurnia Siti Madanijah Sri Anna Marliyati Sri Hartati R. Suradijono Sri Nur Amalia Sri Purwaningsih Sri Sumarmi Sri Wahyu Angga Dewi Subangkit, Mawar Sudjana Sibarani Suryana, Suryana Susi Desminarti Susi Nurohmi Susilawati, Esih Sutrisna, Aang SYAHRIAL SYAHRIAL Syartiwidya, Syartiwidya TATI NURHAYATI Tresnanda, Muhammad Nawaf Trini Suryowati, Trini Tunggul Waloya Umam, Hafizul V Prihananto Vetnizah Juniantito Warisanti, Dira Wiwin Winarsih Yunianto, Andi Eka Zakiudin Munasir Zakiudin Munasir