Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kondisi Perkerasan Jalan Ruas Maros – Makassar Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan International Roughness Index (IRI) Pahlawan, Adriyan; Said, Lambang Basri; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2025): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/6w6j6924

Abstract

Pentingnya infrastruktur jalan yang bauj adalah untuk mendukung mobilitas, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi. Jalan Maros – Makassar adalah jalur vital, dan tingginya angka kecelakaan di segmen kilometer 26+470 hingga 26+470 menunjukkan adanya masalah signifikan dalam kondisi perkerasan jalan. Oleh karena itu, analisis menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan International Roughness Index (IRI) diperlukan. Hasil analisis menunjukkan kerataan permukaan jalan yang cukup baik. Regresi linier menghasilkan persamaan y = 87.476 – 5.757x, menunjukkan bahwa konstanta dan koefisien regresi signifikan, dengan thitung dan Fhitung melebihi ttabel dan Ftabel. Koefisien korelasi 0.8246 menunjukkan hubungan kuat antara PCI dan IRI, dengan 67.99% variasi PCI dipengaruhi oleh IRI. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk evaluasi dan pemeliharaan infrastruktur transportasi di Sulawesi Selatan.
Studi Indeks Kehalusan Abu Ampas Sagu Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Campuran Aspal Beton Wearing Course (AC-WC) Syahrul, Nufahril; Malinda, Iin; Massara, Asma; Maricar, Muhammad Husni; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 7 No. 2 (2025): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/5nyaxg22

Abstract

Lapisan perkerasan beraspal yang saat ini banyak digunakan di Indonesia adalah lapis perkerasan beton aspal atau laston. Laston merupakan campuran yang bahan pembentuknya terdiri dari aspal, agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi. Salah satu alterrnatif yang dapat digunakan sebagai subtitusi ialah abu ampas sagu. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik dan kuat tarik tidak langsung campuran aspal beton (AC-WC) dengan menggunakan variasi indeks kehalusan abu ampas sagu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimen laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian Marshall Test memiliki nilai stabilitas tertinggi pada variasi indeks kehalusan 1,075 pada subtitusi 6% yakni 1095,47 kg. Nilai flow mengalami peningkatan pada indeks kehalusan 1,334 dengan flow tertinggi yaitu 3,70 mm pada subtitusi bahan tambah 4%. Nilai density mengalami peningkatan pada indeks kehalusan 1,075 dengan nilai density tertinggi 2,29 kg pada penambahan abu ampas sagu 6%. Hasil uji kuat tarik tidak langsung menunjukkan nilai indeks kehalusan abu ampas sagu 1,160 pada subtitusi filler 6% mencapai kuat tarik maksimum sebesar 202932,02 Kpa.
Pengaruh Lama Perendaman Air Hujan dan Air Laut Terhadap Nilai Durabilitas pada Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Ashari, Syafha Saqhila; Ashar, Indrian Salsabila; Badaron, St Fauziah; Alifuddin, Andi; Bulgis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 7 No. 3 (2025): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Juli 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/48d1pq83

Abstract

Faktor yang paling dominan mempengaruhi kerusakan lapisan aspal adalah genangan dari air, baik air laut, maupun air yang disebabkan oleh sistem drainase. Kerusakan pada jalan akibat air yang membasahi ruas jalan dapat mempengaruhi aspal, khususnya daya lekat aspal menjadi berkurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh perendaman air dan air laut terhadap sifat campuran dan nilai kekuatan atau ketahanan campuran AC WC. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan pada benda uji pada campuran AC WC dilakukan uji marshall serta Durabilitas. Hasil yang didapat pada perendaman air memiliki nilai kekuatan rata-rata mencapai 862,81 kg, sedangkan untuk perendaman air laut memiliki nilai rata-rata 834,81 kg. Pada pengujian Durabilitas nilai IKS yang didapatkan rata rata 74,76% untuk air laut dan untuk air hujan sebesar 79,49%, pada variasi perendaman air laut di 24-48 jam nilai IKS masih diatas 75% sedangkan untuk perendaman air hujan di 24-60 jam masih di atas 75%. Campuran yang direndam dalam air hujan berkinerja lebih baik dan lebih tahan daripada campuran yang terendam air laut. Variasi dalam durasi perendaman dengan pengujian pada campuran AC-WC memengaruhi pada nilai catatan kekuatan yang tersisa. Nilai indeks kekuatan residual dengan perendaman air hujan lebih besar daripada nilai catatan kekuatan tersisa dengan perendaman air hujan.
Pengaruh Penggunaan Sulfur Sebagai Bahan Tambah Aspal Beton Terhadap Kuat Tarik Tidak Langsung dan Deformasi Uco, Isra; Firdaus, Ahmad; Arifin, Winarno; Alifuddin, Andi; Gecong, Alimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/f89dw683

Abstract

Sulfur merupakan elemen yang jumlahnya cukup banyak ditemukan dialam dan masih kurang dalam pemanfaatannya. Sulfur dapat digunakan sebagai pengganti proporsi penggunaan aspal. Sulfur dalam bentuk butiran halus dapat digunakan sebagai bahan tambah dalam campuran aspal beton. Dengan penambahan sulfur diharapkan mampu meningkatkan tegangan tarik dan mengurangi deformasi pada perkerasan jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan yang dilakukan di Laboratorium Jalan Raya dan Transportasi Universitas Muslim Indonesia. Tujuan percobaan ini untuk menganalisis pengaruh sulfur pada campuran aspal beton terhadap nilai kuat Tarik tidak langsung dan menganalisis pengaruh sulfur pada campuran aspal beton terhadap nilai deformasi. Benda uji dibuat ada 3 (tiga) buah briket untuk masing-masing kadar aspal (15 briket untuk keseluruhan kadar aspal. Setelah didapatkan KAO maka ditentukan perencanaan campuran untuk bahan tambah pembuatan benda uji Indirect Tensile Strength dan wheel tracking, kadar sulfur ditambahkan dengan melakukan pendekatan studi literatur, adapun variasi bahan tambah yang digunakan ialah 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Berdasarkan pengujian Indirect Tensile Strength nilai kuat Tarik tidak langsung 2,5% dengan nilai 7852,46 Kpa dan pengujian Wheel Tracking nilai deformasi tertinggi yaitu pada kadar sulfur 10% dengan nilai 1,61 mm, maka layak digunakan untuk mengurangi deformasi pada perkerasan lentur.
Pengaruh Panjang Serat Ijuk dan Temperatur Pada Campuran Beton Aspal Terhadap Deformasi Permanen Hairuddin, Akhmad; Felayati, Ismail Akbar; Badaron, St. Fauziah; Syarkawi, Mukhtar Thahir; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/xppyyx27

Abstract

Rancangan pada campuran beton aspal dengan melakukan penggabungan bahan-bahan tertentu yang memiliki sifat dan karakteristik yang diharapkan yang dapat meningkatkan kinerja terhadap kelemahan dari bahan lainnya. Serat Ijuk memiliki dua fungsi yaitu sebagai bahan yang merupakan suatu kesatuan yang tercampur secara acak pada campuran dan sisi lain sebagai penguat yang dapat memberikan kekuatan rutting dengan penggabungan beberapa bahan sebagai penyusun campuran beton aspal yang meningkatkan kekuatan deformasi selama proses pembebanan. Serat ijuk merupakan serat alam dimana tersedia begitu banyak, akan tetapi pemanfaatannya belum optimal. Serat ijuk dapat digunakan sebagai penguat alternatif untuk bahan komposit. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku rutting terhadap panjang serat ijuk pada campuran aspal beton dan menganalisis ketahanan pengaruh variasi panjang serat ijuk dan temperatur terhadap konstruksi jalan lapis beton aspal terhadap deformasi permanen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang serat ijuk 8mm memiliki nilai D0 terendah 4,29 mm, DS yang terbesar 750 lintasan/mm, dan nilai RD yang terkecil yaitu 0,056 mm/menit. Pengujian wheel tracking menghasilkan data bahwa temperatur dengan penggunaan serat ijuk sangat berpengaruh pada ketahan campuran terhadap rutting.
Studi Penggunaan Abu Ampas Tebu dan Abu Jute Terhadap Nilai Indirect Tensile Strength dan Modulus Resilien pada Campuran Beton Aspal Hidayat, Muhammad; Kadir, Melda Abd; Arifin, Winarno; Alifuddin, Andi; Gecong, Alimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gsdfcj11

Abstract

Pada permukaan jalan yang cepat rusak dan retak, perlu dilakukan modifikasi campuran dengan menggunakan bahan pengisi, satu di antaranya ialah abu ampas tebu dan abu jute. Abu ampas tebu dan abu jute dalam campuran berperan mengisi rongga dalam campuran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kekuatan campuran beton aspal terhadap kuat tarik dan menganalisis tingkat modulus resilien menggunakan limbah abu ampas tebu dan abu jute. Kadar aspal rencana yang digunakan yaitu 4,5%, 5,0%, 5,5%, 6,0%, dan 6,5%. Pengujian awal dengan alat Marshall Test untuk mendapatkan kadar aspal optimum (KAO). Pengujian selanjutnya dengan menggunakan alat Indirect Tensile Strength. KAO yang digunakan yaitu 5,95% dan kadar abu ampas tebu dan abu jute yaitu 0,0%, 0,5%, 1,0%, 2,0%, dan 2,5%. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tarik berurutan untuk abu ampas tebu sebesar 10060,97 KPa, 11262,49 KPa, 11801,43 KPa, 10960,36 KPa, dan 9808,26 Kpa. Untuk abu jute nilai kuat tarik berurutan sebesar 10060,97 KPa, 10992,22 KPa, 11120,57 KPa, 10303,81 KPa, dan 9397,06 KPa. Nilai modulus resilien untuk abu ampas tebu berurutan sebesar 11889,777 MPa, 16341,641 MPa, 19106,309 MPa, 14450,387 MPa, dan11815,840 MPa. Sedangkan untuk abu jute nilai modulus resilien berurutan sebesar 11889,777 MPa, 14612,331 MPa, 17104,923 MPa, 12889,394 MPa, 10336,012 MPa.
Analisis Kuat Tarik Tidak Langsung terhadap Campuran Aspal Beton dengan Menggunakan Abu Batu Kapur pada Filler Muhammad, Fadel; Masyita; Badaron, St. Fauziah; Arifin, Winarno; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 1 No. 4 (2019): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/zxppvm69

Abstract

Jalan menjadi prasarana transportasi yang memiliki peran vital untuk kelancaran aktivitas sosial, ekonomi, pertahanan keamanan, dan budaya. Untuk kenyamanan dan keamanan, jalan harus didukung oleh perkerasan yang baik. Pembebanan lalu lintas pada jalan berupa beban tarik dan tekan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pengaruh penggunaan abu batu kapur terhadap karakteristik campuran beraspal dan besaran kuat tarik tidak langsung. Penelitian eksperimental dilaksanakan di laboratorium melalui beberapa tahapan pengujian dimulai dengan penentuan kadar aspal optimum (KAO) yang dilanjutkan dengan pengujian kuat tarik tidak langsung pada campuran aspal dengan komposisi filler yang mengandung abu batu kapur. Nilai kadar aspal optimum diperoleh pada kadar 5,95%. Kadar aspal ini selanjutnya digunakan dalam pembuatan briket dengan menggunakan abu batu kapur sebagai filler dengan kadar sebesar 0,0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%. Metode yang di gunakan dalam mengelola data yaitu metode analisis regresi. Dari hasil pengujian kuat tarik tidak langsung, pada suhu 30°C mampu menahan beban sebesar 60156,93 kPa sedangkan pada suhu 60°C beban yang dapat ditahan sebesar 23514,58 kPa. Hasil tersebut dapat diinterpretasikan bahwa nilai kuat tarik dengan menggunakan filler batu kapur bersuhu 30°C lebih kuat menahan beban dibandingkan campuran bersuhu 60°C.
Analisis Subtitusi Asbuton Lawele pada Laston AC-WC terhadap Kuat Tarik Tidak Langsung : Studi Kasus Kota Makassar Zulfadli; Putra, Gali Sefrian Adi; Said, Lambang Basri; Massara, Asma; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2021): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) Januari 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/2y0bcb95

Abstract

Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang berbanding lurus dengan beban kendaraan yang diterima oleh lapisan permukaan jalan, banyak ditemukan lapisan permukaan jalan yang mengalami deformasi ataupun keretakan. Salah satu cara untuk meminimalisir deformasi dari suatu perkerasan jalan adalah dengan menguji sampel perkerasan dengan kuat tarik tidak langsung. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kuat tarik dari suatu lapisan perkerasan jalan sehingga dapat diketahui kemampuan perkerasan jalan sampai menemui nilai keretakan. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang menyebabkan cepatnya rusak dan retak pada permukaan jalan, maka perlu dilakukan modifikasi campuran dengan material alternatif seperti penggunaan Asbuton (Aspal Buton) sebagai bahan pengisi dalam campuran. Divariasikan sampel dengan kadar aspal optimum 5,99 % dan kadar Asbuton 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, 5%, dan 2%. Penambahan Asbuton Lawele memberi pengaruh pada campuran AC – WC yaitu mampu meningkatkan nilai kuat tarik tidak langsung pada kadar penambahan asbuton lawele 2% sebesar 95655.97 KPa dan terjadi penurunan nilai kuat tarik tidak langsung di 3% sampai dengan 5%. Begitu pula dengan penggunaan asbuton lawele kadar 1% - 2% yang meningkatkan fleksibilitas campuran yang kemudian menurun di kadar 3% sampai dengan 5%. Artinya, penambahan Asbuton Lawele yang berlebihan dapat membuat campuran kaku dan mudah retak.
Analisis Modulus Resilien di Subtitusi Asbuton Lawele pada Campuran Aspal Beton dengan Kepadatan Mutlak Bausad, Alief Abdi Putra; Musa, Nurfilia; Said, Lambang Basri; Massara, Asma; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/cxgkxh31

Abstract

Jalan raya sebagai prasarana transportasi yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang berbanding lurus dengan beban kendaraan yang diterima oleh lapisan permukaan jalan sehingga banyak ditemukan lapisan permukaan jalan mengalami yang namanya deformasi ataupun keretakan. Salah satu cara untuk meminimalisir deformasi dari suatu perkerasan jalan adalah dengan pengujian kepadatan mutlak. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui nilai kepadatan tertinggi dari suatu lapisan perkerasan jalan sehingga nilai deformasi bisa diketahui. Setelah nilai kepadatan tertinggi diketahui dilakukan pengujian inderect tensile strenght agar dapat diketahui kemampuan perkerasan jalan sampai menemui nilai keretakan. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan yang menyebabkan cepatnya rusak dan retak pada permukaan jalan, maka perlu dilakukan modifikasi campuran dengan menggunakan bahan tambah Asbuton sebagai filler dalam pencampuran aspal.Pengujian selanjutnya dengan menggunakan alat Indirect Tensile Strenght. KAO yang digunakan yaitu 5,99 % dan Asbuton yaitu 0%, 0,5%, 1,0%, 1,5%, 2,0%, 2,5%, 3,0% dan 3,5%. Dari hasil pengujian kuat tarik tidak langsung, kepadatan mutlak dengan menggunakan Asbuton mampu menahan beban sebesar 82663,43 Kpa. Nilai Modulus Resilien tertinggi berada pada kadar filler 3,5 %.
Pengaruh Penambahan Plastik LDPE (Low Density Poly Ethilen) Terhadap Nilai Kuat Tarik Tidak Langsung dan Deformasi Permanen Pada Lapisan AC-BC Setiawan, Prayudhi Trisda; Yunus , Arhamudin Hi.; Arifin, Winarno; Haris, Muhammad; Alifuddin, Andi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2020): JILMATEKS (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil) April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gra30592

Abstract

Jumlah kendaraan yang berlebihan menyebabkan jalan yang dilalui cepat rusak dan tidak sesuai dengan umur rencana atau biasa disebut kerusakan dini. Salah satu cara untuk dapat meningkatkan kualitas perkerasan lapisan aspal beton adalah dengan menambahkan bahan aditif ke dalam campuran aspal dalam hal ini peneliti menggunakan plastik tipe LDPE (Low Density Poly Ethylene). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik LDPE terhadap nilai kuat tarik tidak langsung dan deformasi permanen. Dari analisis kuat tarik tidak langsung (Indirect Tensile Strength), campuran beton aspal dengan bahan tambah LDPE 0%,2%,4%,6% menunjukan pengaruh peningkatan kinerja campuran beton aspal yang lebih tinggi di bandingkan dengan tanpa menggunakan bahan tambah LDPE, dimana nilai regangan yang lebih tinggi dan nilai modulus elastis yang rendah menunjukan sifat campuran beton aspal lebih fleksibel atau lentur pada kadar bahan tambah 4% dengan suhu pengujian 30°C. Dari hasil analisis Deformasi campuran beton aspal dengan kadar bahan tambah LDPE 0%,2%,4%,6%, 8% menunjukkan bahwa dengan penambahan bahan tambah LDPE mampu untuk meningkatkan nilai stabilitas dinamis, dan menurunkan nilai total deformasi dan laju deformasi. Dengan demikian penambahan LDPE lebih baik dibandingkan tanpa menggunakan LDPE.
Co-Authors A, Reza Syavira Aurannisa Putri. ADI FITRA Afandi Muhammad Afdhal, Fuad Ahmad Firdaus, Ahmad Alamsyah Alamsyah Alawiah, Armadianti Ananda Alifuddin, Andi Nurfadillah Alwi, Almayana Amri, Andi Andi Amri Andi Baso Gunawan Andi Mitra Andiman Andiman, Andi Mitra Angela, Kiki Anies, Muh Kasim Aries Yunus Arifin, Winarno Armadianti Ananda Alawiah Arsandi, Irsan Ashar, Indrian Salsabila Ashari, Syafha Saqhila Asma Massara Asmidar B, Muh Syarif Badaron, St Fauziah Badaron, St. Fauziah Basri, Lambang Bausad, Alief Abdi Putra Bea, Liliyan Bontong, Fitrahalia Bulgis Chatima, Husnul Dandy Lagaligo Dewi, Nirwana Djoeddawi, Andi Arufia Dwi Suci Ramadhani Fadel Muhammad, Fadel Felayati, Ismail Akbar Fitrahalia Bontong Gatot Hariyanto Gecong, Alimin Hadi, Abd Karim Hafram, St Maryam Hairuddin, Akhmad Hamdi, Al Hilal Hanafi Ashad Hariyanto, Gatot Hasan, Muh Tsabit Hasan, Nur Halifa Hasrianti Ibrahim, Zulfadli Ikhsan , Achmad Ijlal Ilham Yunus Imam Ahmad Ghozaly Iskandar, Rima Melati Kadir, Melda Abd Karim, Arifuddin Kholifah , Nurul Kurniawan Masri La Harudu La Ode Amaluddin, La Ode Lambang B. Said Lambang Basri Said Lambang Basri Said Lambang Basri Said Magfirah, Putri Wirautami Mahmud, Andi Idham Malinda, Iin Mardin, Nurul Ihsani Maricar, Muh Husni Maricar, Muh. Husni Maricar, Muhammad Husni Maruddin, Mukti Maryam H Masri, Kurniawan Massara , Asma Massara, Asma Masyita Miftahulkhair, Muh. Muh Ismail Syafar Muh Kasim Anies Muh. Tsabit Hasan Muha, Muhamad Zainuddin Muhammad Fahrul Ramadhan MUHAMMAD HARIS Muhammad Hidayat Muhammad Ridha Kasim Muhammad Syakir Muhammad Taufiq Muhammad, Vadhel Muhlis, Muhammad Ridwan Muliana , Andi Mulka, Riska Mulyana, Andi Rizki Musa, Nurfilia Natsir, Khofifah Nunung Nur, Siska Utami Nurfadhilah, Jihan Nurhalizah, Siti Pahlawan, Adriyan Paneo, Sri Oktaviani Priliana, Wa Ode Putri Putra, Gali Sefrian Adi Raharja, Farid Rahman, Samarkandy Rahmansyah, Ahmad Raihan Ramadhani, Dwi Suci Rani Bastari Alkam Rani Bastari Alkam, Rani Bastari Ridha Dharmawan Nurdin Riska Sakti, Agung Surya Salim Salim Setiawan, Prayudhi Trisda Shabrina, Salma Dastia Sri Mulyani Muchtar St Maryam Hafran St. Maryam Hafram Sudarman Supardi Supardi, Sudarman Supriadi S Syaharuddin Syahruddin Syahrul, Nufahril Syarkawi, Mukhtar Tahir Syarkawi, Mukhtar Thahir Uco, Isra Utina, Toni Warid, Rizwan Adhar Winarno Arifin Winarno Arifin Wulandari , Anastasia Yunus , Arhamudin Hi. Yunus, Ilham Yusuf, Andi Ainul Muftiyah Zaifuddin Zulfadli Zulfikar Ahmad