Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN LITERASI NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI No 15 SEGEDONG MELALUI KEGIATAN KAMPUS MENGAJAR 2 Neva Satyahadewi; Riza Linda; Amriani Amir; Asri Mulya Ashari; Rita Kurnia Apindiati
KABILAH : Journal of Social Community Vol. 7 No. 2 (2022): Desember
Publisher : LP2M IAI Nazhatut Thullab Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/kbl.v7i2.6244

Abstract

Abstrak: Kemampuan literasi dan numerasi merupakan kompetensi dasar manusia dalam menghadapi dan memahami rutinitas kehidupan sehari-hari melalui aktivitas membaca, melihat, berhitung sederhana ,bercakap dan menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas 5 di SDN No 15 Segedong Pontianak melalui kegiatan Kampus Mengajar 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data primer berdasarkan observasi langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data faktual berdasarkan wawancara dengan pihak sekolah disertai dokumentasi, dan ditunjang dengan data sekunder dari penelusuran referensi ilmiah yang relevan dengan topik yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada awal kegiatan terdapat beberapa peserta didik yang mengalami stagnansi dalam pembelajaran literasi numerasi, kemungkinan disebabkan oleh pembelajaran daring di rumah selama pandemic Covid 19, tetapi pada akhir kegiatan menunjukkan seluruh peserta didik yang berjumlah 19 peserta didik telah tuntas memiliki kemampuan literasi numerasi diindikasikan dengan kemampuan mengerjakan soal-soal tematik melalui kemampuan membaca, berhitung, menulis, menyimak dan dan menyelesaikan asessmen kompetensi minimum untuk persiapan mengikuti asesmen nasional berbasis komputer di kelas 6 nanti. Kata Kunci: Literasi; Numerasi; Kampus Mengajar; SDN No 15 Segedong; Asesmen
Penguatan Literasi Numerasi dan Adaptasi Teknologi Melalui Program Kampus Mengajar Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Asri Mulya Ashari; Rita Kurnia Apindiati; Lucky Hartanti
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.962

Abstract

Program Kampus Mengajar (KM) adalah salah satu solusi dalam permasalahan yang dialami dunia pendidikan selama pandemic covid 19, diprogramkan untuk semua sekolah khususnya sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia dalam usaha mengefektifkan proses pembelajaran. Sekolah Dasar Negeri (SDN) No 15 Segedong Kabupaten Bengkayang adalah salah satu sekolah dengan status belum terakreditasi, mendapatkan jatah penempatan peserta Kampus Mengajar 2 (KM2) sebanyak 4 orang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu terselenggaranya layanan pendidikan dalam usaha meningkatkan kemampuan literasi, numerasi dan teknologi dari siswa di sekolah tersebut. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu proses pembelajaran, adaptasi teknologi dan penertiban administrasi sekolah. Kegiatan dilaksanakan selama 20 minggu efektif, dimulai dari awal Agustus-20 Desember 2022. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas sekolah, dari yang belum akreditasi menjadi terakreditasi C, selain itu semangat dan motivasi siswa dalam belajar juga semakin tinggi. Increasing Numeral Literacy and Technology Adaptation Through the Teaching Campus Program  The Teaching Campus Program (KM) is one solution to the problems experienced by the world of education during the COVID-19 pandemic, programmed for all schools, especially elementary and secondary schools throughout Indonesia in an effort to streamline the learning process. State Elementary School (SDN) No. 15 Segedong, Bengkayang Regency is one of the schools with an unaccredited status, receiving 4 participants from Teaching Campus 2 (KM2). The purpose of this activity is to assist the implementation of educational services in an effort to improve the literacy, numeracy and technology skills of students at the school. The implementation of this activity is divided into several stages, namely the learning process, adapting technology and controlling school administration. The activity was carried out for 20 effective weeks, starting from the beginning of August-20 December 2022. The results of the activity showed an increase in the quality of schools, from those that have not been accredited to become accredited C, besides that the enthusiasm and motivation of students in learning is also getting higher.
Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Berbasis Tematik pada Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Negeri No 16 Pontianak Utara Warsidah Warsidah; Asri Mulya Ashari; Amriani Amir; Neva Satyahadewi; Gusti Eva Tavita
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.977

Abstract

Pembelajaran literasi numerasi saat ini menjadi perhatian utama pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Kegiatan Kampus Mengajar (KM) sebagai bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adalah salah satu upaya pemerintah untuk membantu percepatan peningkatan kemampuan literasi numerasi dan adaptasi teknologi di tingkat sekolah dasar dan menengah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar literasi numerasi siswa di kelas 2 Sekolah Dasar Negeri No 16 Pontianak Utara. Kegiatan dilakukan selama 4 bulan dengan beberapa tahapan yaitu persiapan model dan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum tematik (Kurikulum 2013), berperan langsung membantu guru kelas dalam proses pembelajaran di kelas 2, dan mengevaluasi kegiatan berdasarkan capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Dari serangkaian kegiatan proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh tim pelaksana PKM yaitu mahasiswa kampus mengajar 3 dan dosen pembimbing lapangan (DPL) menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi dari peserta didik kelas 2 di SDN No 16 Pontianak Utara meningkat, yang diindikasikan dari kelancaran membaca dan berhitung serta menyimak pesan yang tertuang di dalam cerita yang dibaca. Thematic-Based Literacy and Numeracy Skills in Grade 2 Students of Public Elementary School No 16 Pontianak Utara Learning numeracy literacy is currently the government's main concern in efforts to improve the quality of education in Indonesia. Teaching Campus (KM) activities as part of the Independent Learning Campus Merdeka (MBKM) program, are one of the government's efforts to help accelerate the improvement of numeracy literacy skills and technology adaptation at the elementary and secondary school levels. This community service activity aims to improve the basic numeracy literacy skills of students in grade 2 of Public Elementary School No. 16 Pontianak Utara. The activity was carried out for 4 months with several stages, namely the preparation of learning models and materials based on the thematic curriculum (2013 Curriculum), playing a direct role in assisting class teachers in the learning process in grade 2, and evaluating activities based on learning outcomes at the end of the activity. From a series of learning process activities carried out by the PKM implementing team, namely teaching campus students 3 and field supervisors (DPL) it shows that the numeracy literacy skills of grade 2 students at SDN No. 16 Pontianak Utara have increased, which is indicated by fluency in reading and counting and listening message contained in the story read.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka pada Peserta Didik Kelas 4 Sekolah Dasar Negeri No 16 Pontianak Utara Warsidah Warsidah; Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Riza Linda; Asri Mulya Ashari
AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v6i2.5519

Abstract

Driving school was born from an education system that was worried about the occurrence of loss learning during the Covid 19 pandemic. The purpose of this study was to examine qualitatively descriptively about the implementation of literacy and numeracy learning in the students of SD Negeri 16 Siantan, North Pontianak, as one of the selected driving schools in the province of West Kalimantan. This research method is qualitative, by collecting primary data generated from field observations (schools), interviews with several related parties such as school principals, classroom teachers, students, and campus ambassadors teaching 3 (KM 3) and supported by data secondary data obtained from references or literature relevant to the research topic. Based on the research activities carried out, it can be concluded that the implementation of driving curriculum-based learning related to literacy and numeracy skills has been carried out well even though it requires adjustments to room conditions and the limited supporting facilities available. The number of students in the study group and the learning support model tools determine the effectiveness of learning with an independent curriculum.
Pelatihan Budidaya Ikan Lele (Clarias sp.) dengan Sistem Bioflok pada Masyarakat Desa Mekar Baru Kubu Raya Mega Sari Juane Sofiana; Agus Yuliono; Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Apriansyah Apriansyah; Ikha Safitri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2022): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v7i4.959

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak secara langsung terhadap penurunan daya beli masyarakat, serta krisis pemenuhan kebutuhan pangan khususnya sumber protein. Perlu adanya usaha nyata untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, salah satunya dengan budidaya Ikan Lele sistem bioflok. Ikan Lele merupakan komoditas budidaya air tawar bernilai ekonomis tinggi, mengandung gizi lengkap, harga murah, serta banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi sistem budidaya yang praktis, ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan pelatihan diharapkan dapat memberikan keterampilan bagi masyarakat dalam berwirausaha. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19 September 2021. Mitra kegiatan yaitu warga Kompleks Perumahan Afifah Hilya Regency, Desa Mekar Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan praktek. Sebelum kegiatan, sebanyak 10% masyarakat telah mengetahui tentang budidaya sistem bioflok. Selain itu, semua peserta (100%) juga belum mengetahui tentang probiotik, komposisi, dan cara pembuatannya. Pada evaluasi yang dilakukan di akhir kegiatan menunjukkan bahwa 100% peserta telah memahami metode budidaya dengan sistem bioflok, serta pemanfaatan probiotik untuk meningkatkan imunitas tubuh ikan terhadap kemungkinan serangan penyakit. Training on the Cultivation of Catfish (Clarias sp.) with the Biofloc System for the Community of Mekar Baru Kubu Raya The global pandemic Covid-19 has a direct impact on the decline in public purchasing power, as well as the crisis in fulfillment of food needs, especially protein sources. There needs to be a real effort to improve community skills, one of which is by cultivating catfish with a biofloc system. Catfish is a freshwater aquaculture commodity with high economic value, complete nutrition, low price, and much consumed by the community. This activity aimed to disseminate practical, eco-friendly, efficient and sustainable cultivation systems. In addition, training activities were expected to provide skills for the community in entrepreneurship. This community service activity was carried out on 19th September 2021. The partners are residents of the Perumahan Afifah Hilya Regency, Mekar Baru Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. Activities were carried out using lecture, discussion, and practice methods. Prior to the activity, only as much as 10% of the community had known biofloc cultivation system. In addition, all participants (100%) did not comprehend as well about probiotics, their composition, and how to make them. The evaluation was carried out at the end of the activity, showed that 100% of the participants had understood the cultivation method with the biofloc system, as well as the use of probiotics to increase the fish immunity against possible disease attacks.
Pendampingan Masyarakat untuk Mendukung Program Posyandu dalam Usaha Penanganan Kasus Stunting di Desa Arang Limbung Neva Satyahadewi; Amriani Amir; Desriani Lestari; Wirda Andani; Ari Hepi Yanti; Herina Marlisa; Esta Br Tarigan
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i1.1085

Abstract

Stunting adalah terganggunya pertumbuhan anak yang menyebabkan tinggi badan anak lebih pendek daripada usia sebayanya. Stunting dapat menyebabkan tingginya resiko penyakit degeneratif pada anak, dapat mempengaruhi perkembangan psikomotorik dan kemampuan kognitif anak, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang tidak unggul. Rendahnya jumlah kunjungan warga masyarakat  ke posyandu adalah salah satu faktor penyebab terjadinya stunting. Untuk dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dalam program Bina  desa oleh tim Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura di Desa Arang Limbung. Kegiatan ini  bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi masyarakat Arang Limbung untuk aktif dan berperan serta dalam usaha penanganan stunting melalui optimalisasi kunjungan ke posyandu. Kegiatan ini dilakukan pada bulan September-Desember 2022, dilaksanakan di wilayah kerja Posyandu Arang Jaya, dengan melibatkan keluarga pengunjung tetap posyandu tersebut, yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia bawah lima tahun (balita) serta golongan usia lanjut.  Dari hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan kesadaran dan kepedulian warga masyarakat untuk menangani stunting melalui kunjungan yang rutin dan mengikuti program yang dilaksanakan di posyandu Arang Jaya meliputi penimbangan berat badan ibu hamil dan balita, imunisasi dasar lengkap pada balita, pemberian makanan tambahan (PTM) bagi ibu hamil dan balita, pengukuran tensi dan pemberian tambah darah bagi wanita hamil, serta pemeriksaan kesehatan secara umum. Community Assistance to Support the Posyandu Program in Efforts to Handle Stunting Cases in Arang Limbung Village Stunting is a child's growth disturbance which causes the child's height to be shorter than his or her age.. Stunting can cause a high risk of degenerative diseases in children, can affect the psychomotor development and cognitive abilities of children, resulting in the production of human resources that are not superior. The low number of community visits to posyandu is one of the factors causing stunting. To carry out community service (PKM) activities in the village development program by the Tanjungpura University Faculty of Mathematics and Natural Sciences team in Arang Limbung Village. This activity aims to educate and assist the Arang Limbung community to be active and participate in stunting management efforts by optimizing visits to posyandu. This activity was carried out in September-December 2022, carried out in the working area of ??the Arang Jaya Posyandu, involving families of regular visitors to the posyandu, consisting of pregnant women, nursing mothers and children under five years old (toddlers) and the elderly. The results of the activity show an increase in awareness and concern for community members to deal with stunting through regular visits and following programs implemented at the Arang Jaya Posyandu including weighing pregnant women and toddlers, complete basic immunization for toddlers, providing supplementary food (PTM) for mothers pregnant and toddlers, measuring blood pressure and giving blood supplements for pregnant women, as well as general health checks.
Pengenalan Konsep Perpustakaan dalam Lirik Lagu "Perpustakaan Jalanan" Karya Senartogok Selviana Selvi; Atiqa Nur Latifa Hanum; Amriani Amir
Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi Vol. 4 No. 2 (2023): Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi
Publisher : Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ib.v4i2.393

Abstract

In the lyrics to the song "Library of the Streets", Senartogok uses a standard choice of words, which may sound foreign to ordinary people. Like the words sigil, the mask-cutter, the exclamation mark of anxiety, the face of knowledge, the spirit of the tv, and the heart component wire. Words like that will certainly be difficult to understand for ordinary people who rarely hear these words. The purpose of this study was to find out the concept and meaning of the library contained in the lyrics of the song "Library of the Streets" by Senartogok. The research method uses a qualitative approach, as well as data collection through observation and overall observation of the research object, namely the lyrics of the song "Library of the Streets". Descriptive data analysis with Roland Barthes's semiotic theory analysis. The results of the study show that the lyrics of the song Senartogok provides a form of attitude and criticism regarding how the culture of reading nowadays has begun to be pushed aside by instant information media, such as TV and social media, where the street library points directly at reading sources in open spaces. Media, where books can be presented without any restrictions, is a true remedy for human alienation due to technological developments. The street library that was established has provided a unique warmth, such as the combination of urban flow with the excitement of the desire to open space.
Edukasi Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Desa Rodaya Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Amriani Amir
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2023): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v8i3.1407

Abstract

Kasus stunting adalah masalah nasional yang penanganannya membutuhkan kerjasama semua pihak terkait terutama dari institusi kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan dan pertanian serta perikanan. Kalimantan Barat, menempati 5 besar propinsi dengan kasus stunting terbanyak sejak tahun 2022, sehingga pemerintah daerah dalam hal ini dinas kesehatan berusaha untuk menekan laju penderita stunting melalui usaha edukasi dan sosialisasi penanganan stunting ke seluruh pelosok daerah. Hal ini mendorong tim pelaksana dari Universitas Tanjungpura melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat  secara mandiri di desa Rodaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Rodaya dalam pencegahan stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif pada bayi di 6 bulan pertama, pemberian makanan tambahan kaya nutrisi selepas 6 bulan, serta memastikan akses pada lingkungan yang sehat dan sanitasi yang baik. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari dusun Segiro, Sedane dan Baya, terdiri dari ibu-ibu muda dan remaja putri serta kader kesehatan desa. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dari tim pelaksana yang dilanjutkan dengan diskusi terkait materi-materi yang telah disampaikan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan di akhir acara secara lisan untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta dari kemampuannya memberikansetiap jawaban dengan benar. Selanjutnya  peserta yang menjawab dengan benar akan diberikan penghargaan dengan hadiah-hadiah barang perlengkapan dapur. Stunting Prevention Education for the People of Rodaya Village, Ledo District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Stunting cases are a national problem whose handling requires the cooperation of all related parties, especially from health, environmental, educational and agricultural and fisheries institutions. West Kalimantan is in the top 5 provinces with the most stunting cases since 2022, so the regional government, in this case the health service, is trying to reduce the rate of stunting sufferers through educational efforts and socialization of stunting management to all corners of the region. This encouraged the implementing team from Tanjungpura University to carry out community service activities independently in Rodaya village. The aim of this activity is to increase the understanding of the Rodaya community in preventing stunting by fulfilling nutritional needs during pregnancy, giving exclusive breast milk to babies in the first 6 months, providing additional food rich in nutrients after 6 months, and ensuring access to a healthy environment and good sanitation. Good. The activity was attended by 25 participants from the hamlets of Segiro, Sedane and Baya, consisting of young mothers and young women as well as village health cadres. The activity was carried out using a lecture method from the implementing team followed by a discussion related to the material that had been presented. Activity evaluation is carried out through questions presented orally at the end of the event to measure the increase in participants' knowledge of their ability to give each answer correctly. Furthermore, participants who answer correctly will be awarded with prizes of kitchen utensils.  
Bagaimana Tingkat Kecemasan Mahasiswa Baru Dalam Penyesuaian Perkuliahan? Hotma Simanjuntak; Amriani Amir
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 4 No 3 (2024): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v4i3.1547

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi tentunya bebeda dengan pembelajaran di sekolah menengah atas. Adaptasi menjadi mahasiswa terkadang menjadi kendala dalam mengarungi dunia akademik. Pengalaman dengan perkuliahan yang lebih luas menjadikan tantangan tersendiri. Tujuan penelitian ini berusaha untuk menguak tingkat kecemasan mahasiswa baru, dipandang dari sisi gejala fisik, yang terdiri dari jantung berdebar, gangguan pencernaan, dan ekpresi wajah. Sampel penelitian berjumlah 93 mahasiswa baru FKIP UNTAN yang secara sukarela mengisi angket yang diberikan. Data dianalisis dengan statistic deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik terjadi level kecemasan yang diperlihatkan oleh denyut jantung masih tinggi, sedangkan pada gangguan pencernaan rendah, tetapi pada ekspersi wajah masih sangat tinggi. Sehingga sinkron antara jantung berdebar dengan ekspresi wajah. Ternyata adaptasi menjadi mahasiswa baru masih merupakan hal yang tidak mudah bagi mahasiswa baru. Berdasarakan pada hasil penelitian ini dapat dimaknai bahwa menjadi mahasiswa baru terjadi kecemasan yang berarti pada mahasiswa.
Modernisasi Hukum Indonesia melalui Revisi KUHPerdata Abunawas Abunawas; Amriani Amir; El Hendrianto
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 6, No 2 (2023): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v6i2.1952

Abstract

The article on the modernization of Indonesian law through revision of the Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) aims to analyze the relevance of the Civil Code to current conditions and identify articles in the Civil Code that are no longer relevant to current developments. The research was carried out using a qualitative descriptive method, focusing on a problem based on facts obtained through observations, interviews and studying documents or references that are relevant to the topic being written. This research was carried out by collecting data from various sources such as literature, legal documents and previous research results that are relevant to the data needed. Furthermore, the data obtained was then analyzed qualitatively by identifying patterns and themes that emerged from the data. This research also uses a textual and contextual approach in analyzing the Civil Code. The conclusion of this research is that the revision of the Civil Code is a necessity in adapting to the challenges of the times. In terms of legal and grammatical substance, those who still adopt the old grammar are no longer appropriate to the current Indonesian language context. Likewise, articles that are no longer relevant need to be updated to ensure that the law continues to function effectively in modern society. The revision of the Civil Code is not just an adjustment, but is also an important step in modernizing the Indonesian legal system as a whole
Co-Authors . Apriansyah . Efpriyani a. totok priyadi A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abunawas Abunawas Abunawas, Abunawas Agus Syahrani Agus Syahrani Agus Wartiningsih Agustina, Shella Ahadi Sulissusiawan Anita Wulandari, Anita Ari Hepi Yanti arpian frihady Ashari, Asri Mulya Ashari, Hartina Prapti Asista, Vera Asrifah, Ade Angga Atiqa Nur Latifa Hanum Atiqa Nur Latifa Hanum Ayu Novia Annisa, Ayu Novia Basirun, . Daria, Evalisca Dede Melda Desriani Lestari Dewi Susanti Dita Alfianata El Hendrianto Esta Br Tarigan F11109016, Anisawati Fidyanti, Dita Firman Susilo Gusti Eva Tavita Hadi, Tri Utomo Hafizurrahman, Hafizurrahman Handayani, Pratiwi Hanum, Atiqa Nur Latifa Hanum, Atiqa Nur Latifah Hendrianto, El Herina Marlisa Herningsih, Okta Hotma Simanjuntak Ikasari, Ninsi Ikha Safitri Imam Ghozali Indrapraja, Diecky K Ismunandar . Iyon, Firminus Kurniawan Kurniawan Kurniawan Laila Sari Laurensius Salem Lembayu, Puji Likhani, Mifthakhul Lucky Hartanti Ma'ruf, Zilzia Rahmi Madete, Sisilya Saman Madeten, Sisily Saman Madeten, Sisilya Madeten, Sisilya Saman Majinur Darlisanto Mariyadi Mariyadi mariyadi Mega Sari Juane Sofiana Mellisa Jupitasari Mifta Rahman Muhardiasih, Yunita Mulyani, Rida Muzammil, Ahmad Rabi ul Muzammil, Ahmad Rabi’ul Nanang Heryana Neva Satyahadewi Nini Risanti Nonik, Nonik Nopiawan, Tan Supriadi Noraga, Birawa NORMALA, NORMALA Novialdi, Hafiz Novitasari, Heni Pamurani, Ary Paternus Hanye Patriantoro . Prayogo, Ricky Muhammad Pribadi, Fajar Ary Pujilestari, Helena PURWANTI PURWANTI Putri Kurniasih Putri, Dwi Nurul Febriana Putri, Mutiara Kharisma Hasan Rafi'i, Muhammad Rahmad, Leo Rahmadhanti, Jumiatin Asri Rahman, Mifta Rahman, Miftah Ramadani, . Ria, Fitria Riska Riska Rita Kurnia Apindiati Rivaldi, Viski Riza Linda Robiansyah, . Sabarina, Sabarina Sabhan Rasyid Sahidi Sahidi Sahidi Sahidi Sahidi, Sahidi Saputra, Riko Saputra, Yohanes Welli Saputri, Eis Satri, Aprina Eni Scolastika, Fitriana Selviana Selvi Sesilia Seli Sesilya Saman Sinta, Sinta Sisilia Saman Sisilya Saman Sisilya Saman Slamet Riki Haryadi Suwito, Jery Arifin Syamsul Arifin Trisnawati, Deri Uray Eldi Firmansyah Vatria, Yuliana Wahyu Pitri Abriyani Wahyudi, Firli Warsidah Warsidah Wary, Fransiska Febrivaras Wirda Andani Witri, . Yasha Alfhini Yeni Saragih Yesi, Lidia Yuliono, Agus Yustira, Wani Zulfickhan, Rutin