Claim Missing Document
Check
Articles

PELATIHAN BERSAMA MELESTARIKAN LINGKUNGAN “MENDUKUNG SEJUTA POHON” BAGI MAHASISWA BIOLOGI FMIPA UNM DI KEBUN RAYA MASSENREMPULU KABUPATEN ENREKANG Arsal, Andi Faridah; Syamsiah, Syamsiah; Karim, Hilda; Junda, Muhammad; Arsal, Andi Siti Fatmah
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i1.47214

Abstract

Abstrak Alasan utama pelatihan ini dilakukan kepada mahasiswa adalah; Mahasiswa sebagai penerus bangsa sekaligus generasi muda yang sangat berdaya dalam memelihara kelangsungan Kelestarian Lingkungan Hidup. Berdasarkan faktor usia, mahasiswa memiliki peluang panjang dan kesempatan luas menyebarkan ilmu, meneruskan informasi, serta mengajak masyarakat maupun khalayak pada pelestarian lingkungan. Berdasarkan intelektualitas, mahasiswa merupakan komunitas yang berpendidikan dan menguasai IT, sehingga mudah dalam memberikan contoh atau sebagai suri tauladan secara luas ataupun di lingkungan tempat mereka berada. Tujuan pertama diadakannya pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai manfaat pohon bagi kesehatan dan kehidupan. Tujuan kedua adalah menumbuhkan sikap perilaku peduli lingkungan mendukung “sejuta pohon” dalam memelihara dan menjaga kelestarian lingkungan hidup. Target luaran yang dihasilkan dari pelatihan ini adalah menumbuhkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan pada peserta pelatihan. Metode Pelatihan melalui pemberian materi berupa pengetahuan manfaat pohon bagi kehidupan secara out door learning. Outdoor learning sebagai metode pemberian pengalaman langsung di lokasi seluas 300 hektar yang dipenuhi tanaman dan pohon sebanyak kurang lebih 17.963 tanaman. Hasil yang dicapai adalah tumbuhnya sikap peduli lingkungan pada seluruh peserta pelatihan. Kata Kunci: Melastarikan lingkungan, sejuta pohon, outdoor learning AbstractThe main reasons for this training for students college are; They are the successors of the nation as well as the young generation who are very empowered in maintaining the continuity of Environmental Conservation. Based on the age factor, students college have a long and wide opportunity to spread knowledge, pass on information, and invite the community and audience to environmental preservation. Based on their intellect, students are an educated and IT-savvy community, so it is easy to set an example or serve as a role model widely or in the environment where they live. The first objective of holding this training is to provide knowledge about the benefits of trees for health and life. The second goal is to foster an attitude of caring behavior towards the environment to support "a million trees" in maintaining and preserving the environment. The output target resulting from this training is to foster environmental awareness and behavior in the trainees. The training method is through the provision of material in the form of knowledge of the benefits of trees for life through out door learning. Outdoor learning as a method of providing hands-on experience in a location of 300 hectares which is filled with plants and trees totaling approximately 17,963 plants. The result achieved is the growth of an attitude of caring for the environment in all training participants. Keywords: Conserving the environment, a million trees and outdoor learnimg       
PELATIHAN BERSAMA MELESTARIKAN LINGKUNGAN “PENGENALAN BUAH LERAK (Sapindus rarak) SEBAGAI BAHAN ALAMI PEMBUATAN SABUN PADA MASYARAKAT DI KOTA MAKASSAR” Arsal, Andi Faridah; Adnan, Adnan; Karim, Hilda; Syamsiah, Syamsiah; Suryani, Andi Irma
Jurnal Abdi Negeriku Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v3i1.62516

Abstract

Abstrak  Pelatihan Bersama melestarikan lingkungan dalam hal “Pengenalan Buah Lerak Sapindus rarak sebagai Bahan Alami Pembuatan Sabun” untuk meningkatkan pengetahuan, mempopulerkan, dan menggugah masyarakat di Kota Makassar dalam memanfaatkan kembali lerak sebagai bahan alami sabun. Pelatihan kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat memanfaatkan kembali bahan  alami dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Metode yang telah dilakukan dalam kegiatan ini secara bertahap yaitu pemaparan materi dengan pengenalan bahan-bahan dan cara kerja pengelolaan, demostrasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengetahui pemanfaatan lerak sebagai bahan sabun serta manfaat lainnya. Selain pemanfaatan lerak sebagai bahan sabun, secara mandiri masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dan penerapannya. Seluruh peserta telah memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga peluang untuk pemanfaatan lerak semakin terbuka lebar hingga pada usaha budidaya tumbuhan lerak. Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta menunjukkan antusiasme sangat tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini.                                                                                                                                        Kata Kunci: Buah Lerak, Bahan Alami, Sabun  Abstract Training to preserve the environment Together in terms of "Introduction of Sapindus rarak Lerak Fruit as a Natural Ingredient for Making Soap" to increase knowledge, popularize and inspire people in Makassar City to reuse lerak as a natural soap ingredient. This training for the community is to increase knowledge and be able to reuse natural materials in their application in everyday life. The method that has been carried out in this activity is in stages, namely presentation of the material with an introduction to the materials and how management works, demonstration and discussion. The results of the activity show that the community already knows about the use of lerak as a soap ingredient and other benefits. Apart from using lerak as a soap ingredient, people can independently use it according to their needs and application. All participants have the skills and knowledge so that opportunities for the use of lerak are increasingly wide open in the business of cultivating lerak plants. During the activity, all participants showed very high enthusiasm for this training activity. Keywords: Lerak Fruit, Natural Ingredients, Soap
PELATIHAN BERSAMA MELESTARIKAN LINGKUNGAN “PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI” BAGI KELOMPOK PKK PA’RAPPUNGANTA KABUPATEN TAKALAR Arsal, Andi Faridah; Pagarra, Halifah; Syamsu, Andi Mu'nisa; Syamsiah, Syamsiah; Karim, Hilda
Jurnal Abdi Negeriku Vol 2, No 2 (2023): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v2i2.56916

Abstract

Abstrak Pelatihan Bersama melestarikan lingkungan dalam hal pengelolaan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi untuk meningkatkan pendapatan Kelompok Ibu PKK Desa Pa’rappunganta Kecamatan Polombangkeng Utara Kabupaten Takalar. Pelatihan kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Kelompok Ibu PKK di Desa Pa’rappunganta dalam pengelolaan sampah plastik menjadi produk-produk bernilai ekonomi. Metode yang telah dilakukan dalam kegiatan ini secara bertahap yaitu pemaparan materi dengan pengenalan bahan-bahan dan cara kerja pengelolaan, demostrasi, dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelompok Ibu PKK Desa pa’rappunganta sudah mengetahui berbagai ide dan cara mengelola sampah plastik dan mampu membuat berbagai karya dari sampah plastik secara mandiri. Seluruh peserta telah memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga peluang untuk membuka usaha semakin terbuka lebar untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Selama kegiatan berlangsung seluruh peserta menunjukkan antusiasme sangat tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini.Kata Kunci: Sampah Plastik, Kelompok Ibu PKK, Desa Pa’rappungantaAbstractThe training to Together Preserving the environment in terms of managing plastic waste into economically valuable products to increase the income of the PKK Women's Group, Pa'rappunganta Village, North Polombangkeng District, Takalar Regency. This training for the community is to increase the knowledge and skills of the PKK Women's Group in Pa'rappunganta Village in managing plastic waste into economically valuable products. The method that has been carried out in this activity is in stages, namely presentation of the material with an introduction to the materials and how management works, demonstration and discussion. The results of the activity showed that the Pa'rappunganta Village PKK Women's Group already knew various ideas and ways to manage plastic waste and were able to create various works from plastic waste independently. All participants have the skills and knowledge so that the opportunity to open a business is increasingly wide open to increase family income. During the activity, all participants showed very high enthusiasm for this training activity.Keywords: Plastic Waste, PKK Women's Group, Pa'rappunganta Village   
PKM Pengenalan Tempah Sampah Optimal (TSO) Sebagai Komposter Skala Rumah Tangga di Kota Makassar Syamsiah, Syamsiah; Arsal, Andi Faridah; B, Nurhayati; Hiola, St. Fatmah; Adnan, Adnan
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 1: July 2025
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/

Abstract

Pengelolaan sampah yang benar sangat mempengaruhi kualitas lingkungan. Lingkungan yang bersih dan asri sangat ditentukan dari kemampuan pengelolaan sampah oleh masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat berperan penting dalam konsep pengelolaan sampah yang benar.Pelatihan Pengenalan Tempat Sampah Optimal sebagai komposter Skala Rumah Tangga di Kota Makassar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, mengispirasi, mempopulerkan, dan menggugah masyarakat di Kota Makassardalam memanfaatkan dan mengembangkan TSO sebagai komposter skala rumah tangga dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Metode yang telah dilakukan dalam kegiatan ini secara bertahap meliputi ceramah untukpemaparan materi dengan pengenalan mengenai bahan, alat, perakitan danprinsip kerja,demostrasi serta praktik langsung, dan diskusi. Hasil pelatihan menunjukkan respons positif dari peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengetahuipemanfaatan TSO sebagai komposterserta manfaat lainnya. Selain pemanfaatan TSO sebagai komposter, secara mandiri masyarakat dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dan penerapannya. Seluruh peserta telah memiliki keterampilan dan pengetahuan sehingga peluang untuk pemanfaatan TSOsebagai kompostersemakin terbuka lebar. Selama kegiatanberlangsung seluruh peserta menunjukkan antusiasme sangat tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini.
Analisis Pengetahuan Technological Pedagogical Knowledge Guru Biologi pada Sekolah Penggerak di Makassar Jaelani, Nurkhafifah; Arsal, Andi Faridah; Bahri, Arsad
Biosel Biology Science and Education Vol. 13 No. 1 (2024): BIOSEL (Biology Science and Education: Jurnal Penelitian Sains dan Pendidikan)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI AMBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/bs.v13i1.6934

Abstract

The learning paradigm of the 21st century demands that educators have the ability to use technology, information, and communication. Teachers' understanding of digital technology in classrooms is becoming increasingly important in education. The quality of education is influenced by the competence of the teacher. Teachers who adapt to technological developments provide more relevant and effective learning. Technological Pedagogical Knowledge (TPK) is a set of understandings about how to implement change in learning using technology as its support. It happens through the interaction of pedagogical and technological approaches. This research is descriptive quantitative aimed at providing an overview of knowledge Technological Pedagogical Knowledge Teacher of Biology at the Sekolah Penggerak in Makassar. The sample used was 13 biology teachers at the Sekolah Penggerak in Makassar. Data is collected through self-assessment of the respondents. The results of the study showed that the average percentage of Technological Knowledge (TK) aspects of 88.5% in the category was very good. The average percentage of Pedagogical Knowledge (PK) aspects of 87.5% in the category was very good. The average percentage of Technological Pedagogical Knowledge (TPK) aspects of 83.3% in the category was very good. In general, the Knowledge of Technological Pedagogical Knowledge Teacher of Biology at the Sekolah Penggerak in Makassar is in the very good category with a percentage of 86.9%. One of the key factors of the high value of Technological Pedagogical Knowledge (TPK) Teacher of Biology at the Sekolah Penggerak in Makassar is the reinforcement effort carried out at all levels of leadership, including the Head of School, School Supervisor, Owner, and Teacher which is seen from the presence of intensive training program and one-to-one support with expert trainers provided by the Ministry of Education and Culture. Keywords: Knowledge, Pedagogy, Technology
Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Desa Bontomarannu Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros Syamsiah, Syamsiah; Arsal, Andi Faridah
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Etnobotani merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat secara turun temurun dan dalam kurun waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan obat, cara pemanfaatan serta penyakit yang diobati di Desa Bontomarannu Kec. Moncongloe Kab. Maros. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan metode survei dengan teknik wawancara untuk memberikan gambaran detail mengenai pemanfaatan tumbuhan obat oleh masyarakat. Proses wawancara dilakukan secara open-ended dengan berpedoman pada Tabel wawancara. Hasil menunjukkan sebanyak 32 spesies tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Bontomarannu. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan adalah rimpang, batang, daun, getah, bunga, dan buah. Penyiapan tumbuhan obat dilakukan dengan 4 cara yaitu direbus, diblender, ditumbuk, dan diparut. Sedangkan cara penggunaan tumbuhan obat dilakukan dengan 6 cara, yaitu diminum, dibasuh, dioles, dikompres, dtempel, dan dipake mandi. Penyakit yang dapat diatasi yaitu kolestrol, demam, hipertensi, rematik, maag, asam urat, badan pegal-pegal, radang tenggorokan, diabetes, keputihan, campak, kencing manis, sakit gigi, flu, batuk kering, ginjal, dan bisul. Kata Kunci: Desa bontomarannu, etnobotani, tumbuhan obat