p-Index From 2021 - 2026
9.454
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

KEADILAN SOSIAL DALAM KONTEKS PANCASILA UNTUK MEMBANGUN KEHIDUPAN YANG ADIL DAN HARMONIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Theresa Theresa; Regent Wijaya; Jose Conary; Chintia Stevani; Massimiliano Di Matteo; Raja Oloan Tumanggor
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai fundamental untuk membangun masyarakat yang adil dan harmonis. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bertema “Keadilan Sosial dalam Konteks Pancasila untuk Membangun Kehidupan yang Adil dan Harmonis” ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak yatim di Panti Griya Asih, Cempaka Putih, tentang hakikat keadilan sosial sebagaimana yang terkandung dalam sila kelima Pancasila. Melalui metode partisipatif seperti diskusi, simulasi, dan refleksi, program ini meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta untuk menerapkan nilai-nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan melibatkan pendekatan pembelajaran teoritis dan praktis, memberdayakan peserta untuk menyadari pentingnya kesetaraan, menghormati hak orang lain, dan bekerja sama. Program ini berhasil mendorong perubahan positif, dengan peserta terlibat aktif dalam sesi dan menunjukkan peningkatan kesadaran dan penerapan prinsip-prinsip keadilan sosial. Inisiatif ini menyoroti pentingnya upaya berkelanjutan dan dapat direplikasi untuk mempromosikan pendidikan keadilan sosial, yang pada akhirnya berkontribusi pada masyarakat yang lebih adil dan harmonis.
Implementasi Pendidikan Pancasila di Panti Asuhan X melalui Program PKM-PM Ellen Cheryl Hastono; Rayda Rachma Fatin; Aurora Nurul Khamila; Raden Ajeng Astari Adina Warasto; Farah Nabila Nasution; Raja Oloan Tumanggor
Afeksi: Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 4 (2024): Afeksi: Jurnal Psikologi
Publisher : Afeksi: Jurnal Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan memiliki fungsi sebagai landasan pengembangan kognitif, budaya serta pendidikan moral untuk masyarakat Indonesia terutama pada masa anak-anak. Selain berfokus pada pengembangan intelektual, pendidikan memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan karakter khususnya pada anak usia dini. Melalui hal tersebut, penerapan pendidikan Pancasila dapat menjadi fasilitas utama dalam menanamkan nilai-nilai moral. Namun, terlepas dari hal tersebut, keterbatasan akses terhadap pendidikan dan pengembangan karakter menjadi tantangan sistemik di Indonesia saat ini khususnya pada anak-anak yang berada di Panti Asuhan, seperti kendala keuangan, kurangnya ketersediaan tenaga pendidikan dan sumber daya yang tidak tercukupi. Menghadapi fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan program pendidikan yang interaktif untuk menanamkan nilai Pancasila dan pendidikan moral pada anak-anak di Panti Asuhan. Penelitian ini menggunakan metode PKM-PM (Pengabdian Masyarakat) di Panti Asuhan ‘X’, metode tersebut dipilih agar Peneliti dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan. Adapun beberapa metode kegiatan mengajar yang diterapkan, yaitu: 1) presentasi materi perilaku Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, 2) melakukan permainan yang dapat mengasah daya imajinasi dan pola pikir, 3) meninjau kembali materi yang telah disampaikan di awal kegiatan. Hasil dari penerapan metode pembelajaran ini menunjukkan bahwa kegiatan interaktif yang dilakukan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pemahaman anak terhadap nilai-nilai Pancasila.
Konformitas Teman Sebaya Pada Siswa Sekolah Menengah Ditinjau Dari Gender Siswa Lim, Viviani; Tumanggor, Raja Oloan
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara lebih mendalam dan menganalisis perbedaan tingkat konformitas antara siswa laki-laki dan perempuan di lingkungan pendidikan di SMA X Kota Pontianak. Jenis penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif. Penelitian ini menerapkan metode purposive sampling. Sebanyak 150 siswa SMA X di Kota Pontianak meliputi 89 siswa laki-laki dan 61 siswa Perempuan. Dalam penelitian ini, pendekatan untuk mengumpulkan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Untuk mengukur konformitas teman sebaya, peneliti menggunakan skala The Conformity Scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam tingkat konformitas antara siswa laki-laki dan perempuan. Siswa laki-laki cenderung memiliki tingkat konformitas yang lebih tinggi dibandingkan siswa perempuan. Konformitas siswa laki-laki dalam aspek acceptance berada pada kategori tinggi, sementara aspek compliance berada pada kategori sedang. Di sisi lain, konformitas siswa perempuan baik dalam acceptance maupun compliance, berada pada kategori sedang. Hasil uji perbedaan konformitas antara kedua kelompok jenis kelamin menunjukkan adanya perbedaan tingkat konformitas siswa laki-laki dan perempuan yang signifikan.
PERAN GENERASI Z DALAM MODERASI BERAGAMA DI SMK ISLAM PERTI JAKARTA Azizah, Moulida; Hayfatunisa, Gea; Andriyani, Adinda; Niziliani, Shyakia; Natahsya, Ananda; Tumanggor, Raja Oloan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 8 No. 7 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v8i7.7299

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia yang tumbuh di era digital dengan karakteristik unik, seperti keterbukaan terhadap informasi, kecepatan adaptasi teknologi, dan keberagaman pandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran Generasi Z dalam moderasi beragama di SMK Islam Perti Jakarta, sebuah lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai Islam inklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di SMK Islam Perti Jakarta berperan signifikan dalam mendorong moderasi beragama melalui tiga aspek utama: (1) penguatan nilai-nilai toleransi antarumat beragama, (2) pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan damai, dan (3) partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa Generasi Z memiliki potensi besar sebagai agen moderasi beragama, terutama dalam konteks pendidikan berbasis Islam yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman.Kata Kunci: Generasi Z, moderasi beragama, toleransi, media sosial, pendidikan Islam
Studi Literatur tentang Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Kesadaran Bela Negara di Kalangan Generasi Z Gozal, Angel Vallerie; Byanca, Zayra Alana; Beatitudo, Ewaldus Senarai; Surjo, Fernando Romero; Kasdim, Riska; Tumanggor, Raja Oloan
TSAQOFAH Vol 5 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i1.4235

Abstract

Social media is a relevant thing for Generation Z, who has interacted with technology since birth. Generation Z has an important role in maintaining and strengthening Indonesia’s democracy, one of which is through state defense actions carried on social media. Generation Z’s active participant, such as voicing opinions, following the democratic process and fighting threats that could damage democracy, is a real form of defending the country in a digital context. Even though social media has a big influence in spreading the message of defending the country, the challenge faced is how to benefit from the social media carefully and wisely to filter the correct information. This research aims to determine the role of social media in increasing awareness of defending the country among generation Z. This research uses a literature study approach. The results of this research shows that social media has significant potential in increasing the awareness of defending the country among the younger generation, especially generation Z.
Implementasi Prinsip Demokrasi Pancasila dalam Membangun Karakter Anak di Panti Asuhan Helga, Patricia; Kristy, Ellena; Grace, Viona; Silvana, Silvana; Lovela, Adelia; Tumanggor, Raja Oloan
AHKAM Vol 3 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v3i4.4221

Abstract

Pancasila democracy is a moral guideline that reflects the noble values of the nation that must be applied by every citizen to carry out aspects of life properly. Pancasila Democracy has an important effect on the welfare of national life. The implementation of Pancasila Democracy principles, especially the fourth principle emphasizes the importance of democratic decision-making through deliberation and consensus, which teaches children to respect opinions, be responsible, and work together to achieve common interests. Family is the first place for a child to build character. However, not all children get full support from their families. For some children who grow up in an orphanage environment, they view the orphanage as a facilitator in providing education and good role models. Therefore, foster parents have an important role in children's character education in orphanages. This study uses a qualitative approach with a literature study method by collecting literature sources related to the topic from journals, articles, and other information. The results of the study show that the principles of Pancasila democracy can be implemented by orphanage children by doing play activities, learning in groups, and learning to cooperate.
Psikoedukasi Mengenai Musyawarah Mufakat sebagai Perwujudan Demokrasi Pancasila pada Siswa di SMP Mardi Waluya Kristy, Ellena; Grace, Viona; Helga, Patricia; Lovela, Adelia; Silviana, Silviana; Tumanggor, Raja Oloan
AHKAM Vol 3 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/ahkam.v3i4.4229

Abstract

The Community Service (PKM) activity held at SMP Mardi Waluya Cibinong on November 22, 2024 aims to provide education on consensus as a manifestation of Pancasila Democracy in the school environment. This activity was attended by 206 grade VIII students divided into five groups. The method used in this activity is psychoeducation, which involves presentation techniques, group discussions, and interactive games. The activity began with a presentation of material on the importance of the value of consensus in everyday life, followed by a group discussion session to hone communication and tolerance skills. In closing, the interactive game session tested students' understanding of the concept of consensus. The results of this activity show that psychoeducation succeeded in introducing the concept of consensus in a practical and interesting way, as well as providing students with a better understanding of the application of Pancasila values ​​in everyday life, especially in the school environment. Through this activity, it is expected that students can internalize the value of consensus and make it a part of their attitudes and behavior in their social life.
AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA GENERASI Z Almira, Deniella Kesya; Sarahsanty, Davina; Salma, Meysun; Gunawan, Jessica; Tiara, Farillah; Tumanggor, Raja Oloan
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 2 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i2.7116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penerapan nilai-nilai Pancasila pada generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2007, dengan rentang usia 17 hingga 27 tahun. Generasi Z merupakan kelompok usia yang lahir dan tumbuh di era digital, di mana perkembangan teknologi dan informasi mempengaruhi banyak aspek kehidupan, termasuk pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan seperti Pancasila. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 106 partisipan yang termasuk dalam generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan pengambilan data secara daring. Penelitian ini menggunakan kuesioner mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila. Hasil pengujian deskriptif menunjukkan bahwa generasi Z menerapkan nilai-nilai Pancasila yang tinggi. This study aims to identify and evaluate the application of Pancasila values in Generation Z, born between 1997 and 2007, with an age range of 17 to 27 years. Generation Z is an age group born and raised in the digital era, where the development of technology and information affects many aspects of life, including the understanding and practice of national values such as Pancasila. The sample in this study consisted of 106 participants who belonged to Generation Z. This research uses a non-experimental quantitative approach with online data collection. This study used a questionnaire regarding the application of Pancasila values. The results of descriptive testing show that Generation Z has a high application of Pancasila values.
PERANAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA Febrianti, Eka; Viani, Theresia Patria; Priscilia, Lidwina; Senjani, Dita Permata; Ghaisani, Kayla Rossita; Tumanggor, Raja Oloan
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i3.7166

Abstract

Pancasila has an important role in forming the basis of social and state life in Indonesia and is the main foundation for all citizens in life in Indonesia. As a way of life, Pancasila also has an important role in shaping the character and personality of the Indonesian people. Every Indonesian citizen is obliged to understand and apply all the values contained in Pancasila. Through Pancasila Education, it is hoped that educational institutions can become a forum for applying the values contained in Pancasila. Both in the educational environment and social life, educational institutions must play an active role in instilling and practicing these values. In addition, as a citizen, it is important to have the character of state defense, namely the attitudes and actions of citizens based on a sense of love for the country, awareness of nation and state, belief in Pancasila as the state ideology. State defense has the aim of improving welfare, educating the life of the nation and state, carrying out order based on peace and social justice which are the functions and goals of the nation. Of course, in this case Pancasila plays an important role in shaping a new generation with a national outlook and character by applying the attitude of state defense and incorporating moral values into everyday life so that by applying Pancasila education is very important and there is no doubt because it teaches individuals the value of applying Pancasila principles in social interactions and equips individuals with virtues to face global challenges as good citizens. Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk dasar kehidupan bermasyarakat serta bernegara di Indonesia dan menjadi landasan utama bagi seluruh warga negara dalam kehidupan di Indonesia. Sebagai pedoman hidup, Pancasila juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta kepribadian bangsa Indonesia. Setiap warga negara Indonesia berkewajiban untuk memahami serta menerapkan seluruh nilai yang terkandung dalam Pancasila. Melalui Pendidikan Pancasila, diharapkan lembaga pendidikan dapat menjadi wadah dalam menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Baik dalam lingkungan pendidikan maupun kehidupan sosial, lembaga pendidikan harus berperan aktif dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai tersebut. Selain itu sebagai warga negara, penting memiliki karakter bela negara yaitu sikap dan tindakan warga negara yang didasari oleh rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan pada Pancasila sebagai ideologi negara. Bela negara memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, menjalankan ketertiban berdasarkan pada perdamaian serta keadilan sosial yang merupakan fungsi dan tujuan bangsa. Tentunya dalam hal ini Pancasila memainkan peran penting dalam membentuk generasi baru yang berwawasan kebangsaan dan berkarakter dengan menerapkan sikap bela negara serta memasukkan nilai-nilai moral ke dalam kehidupan sehari-hari sehingga dengan menerapkan pendidikan Pancasila sangat penting dan tidak perlu diragukan lagi karena mengajarkan individu pada nilai penerapan prinsip-prinsip Pancasila dalam interaksi sosial dan membekali individu dengan kebajikan untuk menghadapi tantangan global sebagai warga negara yang baik.
PENERAPAN NILAI SILA KETIGA DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN Febrianti, Eka; Viani, Theresia Patria; Priscilia, Lidwina; Senjani, Dita Permata; Ghaisani, Kayla Rossita; Tumanggor, Raja Oloan
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 7 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v7i3.7232

Abstract

Penerapan nilai sila ketiga yaitu kesatuan dalam lingkungan pendidikan merupakan hal yang harus dilaksanakan oleh siswa maupun guru di lingkup pendidikan. Hal ini berhubungan dengan Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke menyimpan keberagaman dalam bentuk budaya, etnis, dan agama. Persatuan Indonesia bukan hanya soal mengatasi perbedaan yang ada, tetapi juga tentang merayakan keragaman itu sebagai kekuatan. Komunikasi terbuka dan sikap toleransi perlu dikembangkan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun. Untuk itu, sila ketiga dalam Pancasila hadir untuk mengikat keragaman tersebut. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam materi pembelajaran menjadikan langkah yang baik oleh pemerintah untuk mendukung masyarakat Indonesia. Pancasila secara tegas menempatkan persatuan sebagai salah satu prinsip nilai yang fundamental dalam ideologi dasar bagi Bangsa Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia. Melalui sila persatuan, Bangsa Indonesia memiliki pedoman mengenai persatuan dan kesatuan merupakan suatu hal yang tidak boleh dilewatkan untuk tetap menjaga keharmonisan antara sesama manusia dan Bangsa Indonesia dapat menjadi negara maju dan bermartabat. Seluruh masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga kesatuan wilayah Bangsa Indonesia, apabila persatuan serta keutuhan telah tercapai maka hal ini dapat dijadikan sebagai kekuatan bagi Bangsa Indonesia. The application of the third principle of unity in the educational environment is something that must be implemented by students and teachers in the scope of education. This is related to Indonesia as an archipelago spread from Sabang to Merauke that holds diversity in the form of culture, ethnicity and religion. Indonesian unity is not only about overcoming differences, but also about celebrating diversity as a strength. Open communication and tolerance need to be developed to create a harmonious society. For this reason, the third principle of Pancasila is present to bind the diversity. Integrating the values of Pancasila into learning materials is a good step by the government to support Indonesian society. Pancasila firmly places unity as one of the fundamental value principles in the basic ideology for the Indonesian people, as stated in the third principle, namely Indonesian Unity. Through the precepts of unity, the Indonesian people have guidelines regarding unity and integrity is something that should not be missed to maintain harmony between fellow human beings and the Indonesian nation can become a developed and dignified country. The whole community has an obligation to maintain the territorial unity of the Indonesian nation, if unity and integrity have been achieved then this can be used as a strength for the Indonesian nation.
Co-Authors Adisya, Syaila Rania Adrian Hartanto, Adrian Agoes Dariyo Agoes Dariyo Agoes Dariyo Aisha Pramadita Kartohadiprodjo Alexander Abraham Daeng Kuma Alfyoni, Ghisanie Azahra Almira, Deniella Kesya Amalia Putri Maharani Ambarwati, Puspitasari Andrianputra, Ezra Andriyani, Adinda Angel, Grace Angeline, Vania Annissatya, Kyantina Alifah Aprillia Wiranto, Nadya Serafin Arbi, Larasati Marutika Artha, Widya Aurora Nurul Khamila Aurora Nurul Khamila Azizah, Moulida Azzura, Chiatha Destalova BEATITUDO, EWALDUS SENARAI Bella, Catharine Bellamirno, Edward Binarta, Adeline Byanca, Zayra Alana Chairul, Nabila Chandra, Natasya Deasy Chiatha Destalova Azzura Chintia Stevani Christ Jhon Christabella, Christabella Christianto, Gabriel Enrico Darmawan, Anastasya Magdalena Putri David, Christopher Depari, Mey Emeninta Sembiring Effendie, Marsella Eka Febrianti, Eka Eldiyano, Albertado Totto Ellen Cheryl Hastono Ellen Cheryl Hastono Erfaryndra, Flariska Farah Nabila Nasution Farah Nabila Nasution Felycia Klaviera Mulyana Fidrian, Natasha Febriani Fransisca I.R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Ghaisani, Kayla Rossita Ghinarahima, Challista Najwa Ghisanie Azahra Alfyoni Gozal, Angel Vallerie Grace, Viona Graciella Faren Gracio O.E.H. Sidabutar Gumay, Fhilia Anasty Gunawan, Jessica Harto, Ivania Rachel Haryanto, Elisabet Winda Putri Hasiva, Khaizza Rahma Hayfatunisa, Gea Helga, Patricia Heni Mularsih Hotnida Nethania Agatha Imannuela, Audrey Ismoro Reza Prima Putra Isnaeny, Anggela Jasmine, Phenina Jolivina, Josephine Jose Conary Kamila, Nadia Nashwa Kasdim, Riska Kristy, Ellena Kurniawati, Putri Devi kusuma, shelly Kusumawati, Nina Angraeni Lase, Ekklesia Eunike Laurens, Stevanie Leonardo Sriwongo Lianna, Amanda Lim, Viviani Lovela, Adelia Lovita Lovita, Lovita Ludgerius Maruli Nugroho Tumanggor Mahadiva, Tsaniya Maharani, Amalia Putri Maharani, Bintang Mareta, Keysha Ananda Marfine, Marfine MARPAUNG, DERIAN GIOVANNO Massimiliano Di Matteo Mathilda V. Bolang, Caroline Michael Levi Mulyawan Halim Muhamad Dwiki Armani Mulya, Raynata Danielle Mustopo, Michelle Patricia Nadine, Feodora Natahsya, Ananda Niziliani, Shyakia Nolanda, Carissa Ratu Novianti, Allya Deby Nurbani, Anna P. Tommy Y. S. Suyasa Pangestu, Yoga Pasya, Nadya Isfahany Prasetyo, Victoria Alexandra Aureli Priscilia, Lidwina Putra, Fernaldo Prima Putri Hanifah, Nasywa Putri, Raisya Anaya Putri, Yohana Desia Raden Ajeng Astari Adina Warasto Raden Ajeng Astari Adina Warasto Rahmadina, Dhea Fadhila Ramadhani, Kalya Sukma Ramadita, Afsari Rayda Rachma Fatin Rayda Rachma Fatin Raynata Danielle Mulya Regent Wijaya Riana Sahrani Riana Sahrani Riska Umami Lia Sari Rosalia, Naurah Eka Salma, Meysun Sanceska, Putu Basya Ratu Sanusi Uwes Saputri, Danisa Ara Sarahsanty, Davina Satria, I Gede Indra Jagat Senjani, Dita Permata Shafwah, Salsabila Sharkesyan, Sherleen Siagian, Bisuk Silvana, Silvana Silviana Silviana Simanjuntak, Jesica Febiani Suci, Anjani Rahmah Surjana, Cindy Aurielle Surjo, Fernando Romero Suyasa, P Tommy Y. Sumatera Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera Tania, Sherline Tanurezal, Nathania Theresa Theresa Tiara, Farillah Tina Sugiharti Tri, M. William Tumanggor, Felicitas Adelita Permatasari Tumanggor, Ludgerius Maruli Nugroho Unian, Thaniya Valencia, Mudita Vandhika, Samuel Venesia, Veronica Viani, Theresia Patria Victorio, William Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Widiasih, Triani Widiasih Widiyawati, Valentina Tyas Wijaya, Kimberly Willy Tasdin Yen Ni Yonatan Hizkia Ramli Yunita Christiana Zikrina, Aliyya