p-Index From 2021 - 2026
9.454
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Religiositas Terhadap Perkembangan Moral Siswa SMA X di Jakarta Tri, M. William; Tumanggor, Raja Oloan
Action Research Literate Vol. 9 No. 1 (2025): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v9i1.2577

Abstract

Akibat fase remaja yang penuh dengan perubahan biologis, psikologis, dan sosial-budaya, perkembangan moral sering menjadi tantangan bagi siswa SMA. Faktor religiositas diyakini dapat memengaruhi moralitas, karena berperan dalam membentuk pandangan hidup dan perilaku etis individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiositas terhadap perkembangan moral pada siswa SMA di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik snowball sampling. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 382 siswa SMA dengan rentang usia 16-19 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Religiosity Commitment Inventory-10 (RCI-10) yang terdiri dari dua dimensi: intrapersonal commitment dan interpersonal commitment, serta skala perkembangan moral berbasis teori Lawrence Kohlberg yang meliputi tiga tahap: prakonvensional, konvensional, dan pascakonvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiositas memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan moral dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.380 dan kontribusi pengaruh sebesar 14.4% (R² = 0.144). Dimensi intrapersonal commitment memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan interpersonal commitment. Tahap perkembangan moral pascakonvensional menjadi yang paling dominan pada responden. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk intervensi pendidikan berbasis nilai-nilai religius guna mendukung perkembangan moral siswa SMA.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL REMAJA YANG MENGALAMI KEMATIAN AYAH Siagian, Bisuk; Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.27482.2025

Abstract

Banyak orang mencari kepuasan hidup melalui kesejahteraan. Kesejahteraan diharapkan dapat memberikan keharmonisan bagi manusia dari segi fisik, intelektual, sosial, mental, dan spiritual. Demikian pula spiritualitas merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi manusia untuk terus hidup. Setelah kematian ayah, kesejahteraan spiritual remaja merupakan indikator penting dari kualitas hidup remaja. Remaja yang kehilangan ayah karena kematian akan kesulitan untuk bertumbuh sesuai fase dan proses usia yang sesuai. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kesejahteraan spiritual remaja pasca kematian ayahnya di gereja X Jakarta Barat. Pada umumnya, kesejahteraan hanya menilai kesehatan fisik, intelektual, sosial, dan mental, tanpa memperhatikan aspek penting dari kondisi spiritual seseorang. Penelusuran dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah empat orang remaja yatim piatu yang tergabung dalam Gereja X di Jakarta Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara. Menurut temuan penelitian, kesejahteraan spiritual remaja setelah kematian ayahnya di gereja X memiliki kualitas kesejahteraan spiritualitas yang tinggi dan memiliki hasil positif dari setiap dimensi yaitu dari relasi dengan diri sendiri, sesama, lingkungan, dan transenden.
Budaya Twitter yang Relatif dan Emosional Sebuah Refleksi atas Budaya Sekuler Mahasiswa Indonesia Tumanggor, Ludgerius Maruli Nugroho; Tumanggor, Raja Oloan
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2024): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v2i5.1329

Abstract

Penelitian ini memaparkan situasi mahasiswa Indonesia yang cenderung menganut budaya sekuler dengan karakteristik relativisme dan emosionalisme. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis pada studi literatur diperoleh hasil bahwa budaya sekuler yang dianut oleh para mahasiswa tampak menonjol dalam platform Twitter yang kerap digunakan dalam mengungkapkan gagasannya. Hasilnya adalah mereka kerap mengemukakan gagasan yang lebih mengandalkan pada perasaan dan opini belaka tanpa didasari oleh pemikiran kritis dan logis. Untuk itu para mahasiswa perlu lebih melatih logika dan berpikir kritis sebelum mengemukakan pendapat dan pengambilan keputusan, sehingga mereka tidak jatuh dalam kesalahan dan kesesatan.
Hubungan Timbal Balik dalam Menegakkan Hak dan Memenuhi Kewajiban Haryanto, Elisabet Winda Putri; Tumanggor, Raja Oloan; Nolanda, Carissa Ratu; Imannuela, Audrey; Adisya, Syaila Rania; Ambarwati, Puspitasari
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.4502

Abstract

Hubungan timbal balik antara hak dan kewajiban merupakan salah satu prinsip dasar dalam kehidupan bernegara. Ketidakseimbangan antara hak yang dituntut dan kewajiban yang dijalankan sering kali menciptakan masalah dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika antara hak dan kewajiban. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berfokus pada berbagai sumber ilmiah terkait hak dan kewajiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan antara hak dan kewajiban sangat penting untuk menjaga keadilan sosial dan mencegah ketimpangan. Penegakan hukum yang adil dan kesadaran warga negara akan pentingnya kewajiban adalah kunci dalam mencapai keseimbangan ini.
Implementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari pada Anak Jenjang Sekolah Dasar di Panti Asuhan Bersinar Jakarta Widiyawati, Valentina Tyas; Tumanggor, Raja Oloan; Angeline, Vania; Annissatya, Kyantina Alifah; Putri, Yohana Desia; Depari, Mey Emeninta Sembiring
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.4516

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memegang peranan penting dalam membentuk karakter bangsa, khususnya pada generasi muda. Namun, menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan bahwa hanya 28,6% siswa di Indonesia yang memahami Pancasila di ruang kelas, sedangkan sisanya mengakses informasi melalui media sosial (Kemenko PMK, 2022). Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Hamidah (2021) yang mengungkapkan bahwa pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak perlu ditingkatkan melalui metode pendidikan yang inovatif. Oleh karena itu, penulis melaksanakan proyek kemanusiaan di Panti Asuhan Bersinar Jakarta Timur dengan tujuan untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai Pancasila dan penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini difokuskan pada anak-anak sekolah dasar dengan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melalui pendekatan interaktif, termasuk diskusi, permainan edukatif, dan kegiatan seni. Hasil dari kegiatan proyek kemanusiaan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran anak-anak Panti Asuhan Bersinar Jakarta Timur jenjang sekolah dasar terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti keTuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Skill Development: Government Officials’ Efforts to Face Bureaucratic Reform in the Digital Economy Era Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera; Tumanggor, Raja Oloan; Nurbani, Anna
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.95784

Abstract

To improve performance, the government has made various efforts for a bureaucratic reform. As a result, the state civil apparatus (ASN) or civil servants experience various changes in duties. In changing tasks, there are positive/negative perceptions regarding the new way of completing tasks. This research aimed to find out how ASNs anticipate various changes in these tasks. Changes in tasks can cause job insecurity, which is accompanied by a decrease in job satisfaction. Job insecurity is related to worries about losing valuable aspects work. Meanwhile, job satisfaction is an employee's assessment of various aspects of work. The impact of task changes on job insecurity and job satisfaction is facilitated by skills development. Skills development by ASN includes anticipation by increasing knowledge and abilities. Participants in this research were 258 government agency employees in Jakarta. Based on the test results, it was found that task changes can either increase or decrease job satisfaction. When task changes increase the individual's efforts to develop skills; job satisfaction will ultimately increase. On the other hand, if task changes trigger qualitative job insecurity, then job satisfaction will decrease; especially for individuals with prevention focus.
Tinjauan Psikologi Politik Generasi Muda Indonesia mengenai Pancasila dan Demokrasi Arbi, Larasati Marutika; Tumanggor, Raja Oloan; Mustopo, Michelle Patricia; Suci, Anjani Rahmah; Aprillia Wiranto, Nadya Serafin; Kusuma, Shelly
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 4 (2025): Oktober, Social Issues and Problems in Society
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i4.50121

Abstract

Generasi muda menempati posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan demokrasi Indonesia, sekaligus menjadi kelompok yang paling dekat dengan perubahan sosial, budaya, dan politik di era globalisasi. Pancasila sebagai dasar negara menyediakan landasan normatif bagi praktik demokrasi, namun dalam penerapannya menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi politik, pengaruh media digital, serta kecenderungan apatisme di kalangan generasi muda. Kajian ini bertujuan untuk meninjau keterkaitan antara Pancasila, demokrasi Indonesia, dan psikologi politik generasi muda melalui kajian literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan model hybrid sistematik-naratif, yang memadukan prosedur pencarian artikel secara sistematis dengan analisis tematik. Artikel diperoleh dari basis data akademik seperti Google Scholar dan ResearchGate, dengan kriteria inklusi publikasi ilmiah terbit tahun 20222025. Hasil kajian menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk memperkuat praktik demokrasi berbasis Pancasila melalui partisipasi politik, penguatan etika berdemokrasi, dan peran aktif dalam ruang digital. Namun, hambatan seperti disinformasi, dominasi politik identitas, dan lemahnya internalisasi nilai Pancasila masih membatasi kontribusi tersebut. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan demokrasi Indonesia bergantung pada sejauh mana nilai-nilai Pancasila dapat diinternalisasi dalam psikologi politik generasi muda, sehingga mereka mampu berperan sebagai agen perubahan yang kritis, partisipatif, dan berorientasi pada keadilan sosial.
Sila Kelima Pancasila Sebagai Landasan Penegakan Hukum: Upaya Membangun Sistem Perdagangan Yang Adil dan Berkelanjutan Ramadhani, Kalya Sukma; Shafwah, Salsabila; Lovita; Artha, Widya; Hartanto, Adrian; Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal SUTASOMA (Science Teknologi Sosial Humaniora) Vol 3 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58878/sutasoma.v3i1.335

Abstract

The increasing popularity of affordable products has led to high demand among many people, including branded goods, electronic devices and others that are easily purchased through illegal market distributors. Various types of products sold at lower prices, but with “big” brands are common on the black market, but consumers are often unaware of the dangerous consequences of purchasing illegal products. Therefore, it is important to have equal implementation of the law in accordance with the fifth principle of Pancasila. The purpose of this study was to determine the understanding and appreciation of the community, especially from the perspective of Generation Z and the general public, towards justice in the application of laws related to the black market in Indonesia. The research approach used was qualitative descriptive through interviews with 11 participants. The research findings show that the application of justice in law enforcement in Indonesia is still lacking. Most participants gave negative opinions regarding the law enforcement system related to the black market, arguing that law enforcement has not been implemented optimally and is often unfair, especially in relation to major violators who often avoid punishment. This analysis confirms that the application of the law in handling the black market does not fully represent the principle of social justice required by Pancasila.
Psikoedukasi Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Siswa SMP Strada Slamet Riyadi Tangerang Lase, Ekklesia Eunike; Tumanggor, Raja Oloan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1088

Abstract

Salah satu masalah yang rentan terjadi di lingkungan sekolah adalah perkelahian antar teman. Perkelahian tersebut tentunya terjadi akibat kurangnya kemampuan siswa dalam meregulasi emosi. Psikoedukasi ini diikuti oleh 29 siswa kelas VII SMP Strada Slamet Riyadi Kota Tangerang, Banten. Psikoedukasi bertujuan agar peserta didik dapat lebih mengenal, memahami, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, sehingga dapat tercipta lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan nyaman. Melalui kegiatan psikoedukasi diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama, hampir semua siswa menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan regulasi emosi yang rendah. Hal ini ditandai dengan kesulitan siswa untuk menenangkan diri, berpikir matang, dan berbicara dengan baik saat emosi negatifnya muncul. Kedua, siswa menyadari pentingnya regulasi emosi dalam kehidupan sehari- hari dan memberikan manfaat untuk mempererat kerukunan antar teman dan memberikan kesan yang baik kepada orang lain.
Kontrol Diri Dalam Lingkungan Pertemanan Siswa SMA Budi Mulia Jakarta Christabella, Christabella; Nadine, Feodora; Tumanggor, Raja Oloan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i3.1097

Abstract

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk sosial dan memerlukan orang lain di dalam hidupnya. Bisa keluarga ataupun teman di tempat lingkungan mereka berada. Dalam suatu lingkungan dimana seseorang itu berada, tentunya akan bertemu dengan teman yang memiliki umur yang sama atau teman sebaya dan memiliki suatu tujuan yang sama. Sehingga, perkumpulan dari teman sebaya akan menciptakan suatu lingkungan pertemanan. Lingkungan pertemanan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap sikap dan karakter pada seseorang, terutama para siswa SMA. Pengaruh yang dibawakan bisa dalam berbagai dampak, bisa dampak yang positif dan bisa saja dampak yang negatif. Dampak positif yang dihasilkan bisa saja membangun karakter seseorang menjadi yang lebih baik, mendapatkan dukungan dan motivasi dan menjadi pribadi yang membawa hal-hal yang positif bagi orang lain. Sedangkan, dampak negatif dapat membawa seseorang ke dalam arus pertemanan yang kurang sehat dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Siswa yang di SMA Budi Mulia merupakan salah satu siswa yang memiliki umur-umur dimana seseorang mudah terbawa arus negatif dari lingkungan pertemanan. PKM berupa psikoedukasi bagi 31 siswa yang berada di SMA Budi Mulia mengenai kontrol diri dalam lingkungan pertemanan. Tujuannya adalah untuk mendorong para siswa untuk memahami dan meresapi pengertian dari kontrol diri sehingga para siswa SMA tidak mudah terpengaruh oleh sekitarnya. Kata Kunci: kontrol diri, lingkungan pertemanan, siswa SMA
Co-Authors Adisya, Syaila Rania Adrian Hartanto, Adrian Agoes Dariyo Agoes Dariyo Agoes Dariyo Aisha Pramadita Kartohadiprodjo Alexander Abraham Daeng Kuma Alfyoni, Ghisanie Azahra Almira, Deniella Kesya Amalia Putri Maharani Ambarwati, Puspitasari Andrianputra, Ezra Andriyani, Adinda Angel, Grace Angeline, Vania Annissatya, Kyantina Alifah Aprillia Wiranto, Nadya Serafin Arbi, Larasati Marutika Artha, Widya Aurora Nurul Khamila Aurora Nurul Khamila Azizah, Moulida Azzura, Chiatha Destalova BEATITUDO, EWALDUS SENARAI Bella, Catharine Bellamirno, Edward Binarta, Adeline Byanca, Zayra Alana Chairul, Nabila Chandra, Natasya Deasy Chiatha Destalova Azzura Chintia Stevani Christ Jhon Christabella, Christabella Christianto, Gabriel Enrico Darmawan, Anastasya Magdalena Putri David, Christopher Depari, Mey Emeninta Sembiring Effendie, Marsella Eka Febrianti, Eka Eldiyano, Albertado Totto Ellen Cheryl Hastono Ellen Cheryl Hastono Erfaryndra, Flariska Farah Nabila Nasution Farah Nabila Nasution Felycia Klaviera Mulyana Fidrian, Natasha Febriani Fransisca I.R. Dewi Fransisca Iriani Roesmala Dewi Ghaisani, Kayla Rossita Ghinarahima, Challista Najwa Ghisanie Azahra Alfyoni Gozal, Angel Vallerie Grace, Viona Graciella Faren Gracio O.E.H. Sidabutar Gumay, Fhilia Anasty Gunawan, Jessica Harto, Ivania Rachel Haryanto, Elisabet Winda Putri Hasiva, Khaizza Rahma Hayfatunisa, Gea Helga, Patricia Heni Mularsih Hotnida Nethania Agatha Imannuela, Audrey Ismoro Reza Prima Putra Isnaeny, Anggela Jasmine, Phenina Jolivina, Josephine Jose Conary Kamila, Nadia Nashwa Kasdim, Riska Kristy, Ellena Kurniawati, Putri Devi kusuma, shelly Kusumawati, Nina Angraeni Lase, Ekklesia Eunike Laurens, Stevanie Leonardo Sriwongo Lianna, Amanda Lim, Viviani Lovela, Adelia Lovita Lovita, Lovita Ludgerius Maruli Nugroho Tumanggor Mahadiva, Tsaniya Maharani, Amalia Putri Maharani, Bintang Mareta, Keysha Ananda Marfine, Marfine MARPAUNG, DERIAN GIOVANNO Massimiliano Di Matteo Mathilda V. Bolang, Caroline Michael Levi Mulyawan Halim Muhamad Dwiki Armani Mulya, Raynata Danielle Mustopo, Michelle Patricia Nadine, Feodora Natahsya, Ananda Niziliani, Shyakia Nolanda, Carissa Ratu Novianti, Allya Deby Nurbani, Anna P. Tommy Y. S. Suyasa Pangestu, Yoga Pasya, Nadya Isfahany Prasetyo, Victoria Alexandra Aureli Priscilia, Lidwina Putra, Fernaldo Prima Putri Hanifah, Nasywa Putri, Raisya Anaya Putri, Yohana Desia Raden Ajeng Astari Adina Warasto Raden Ajeng Astari Adina Warasto Rahmadina, Dhea Fadhila Ramadhani, Kalya Sukma Ramadita, Afsari Rayda Rachma Fatin Rayda Rachma Fatin Raynata Danielle Mulya Regent Wijaya Riana Sahrani Riana Sahrani Riska Umami Lia Sari Rosalia, Naurah Eka Salma, Meysun Sanceska, Putu Basya Ratu Sanusi Uwes Saputri, Danisa Ara Sarahsanty, Davina Satria, I Gede Indra Jagat Senjani, Dita Permata Shafwah, Salsabila Sharkesyan, Sherleen Siagian, Bisuk Silvana, Silvana Silviana Silviana Simanjuntak, Jesica Febiani Suci, Anjani Rahmah Surjana, Cindy Aurielle Surjo, Fernando Romero Suyasa, P Tommy Y. Sumatera Suyasa, P. Tommy Y. Sumatera Tania, Sherline Tanurezal, Nathania Theresa Theresa Tiara, Farillah Tina Sugiharti Tri, M. William Tumanggor, Felicitas Adelita Permatasari Tumanggor, Ludgerius Maruli Nugroho Unian, Thaniya Valencia, Mudita Vandhika, Samuel Venesia, Veronica Viani, Theresia Patria Victorio, William Wahyuni Wahyuni wahyuni wahyuni Widiasih, Triani Widiasih Widiyawati, Valentina Tyas Wijaya, Kimberly Willy Tasdin Yen Ni Yonatan Hizkia Ramli Yunita Christiana Zikrina, Aliyya