Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Gratitude dan Wisdom terhadap Hedonisme pada Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Sofi Azizah; Sigit Hariyadi
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 11 No 2 (2026): Volume 11 Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v11i2.2440

Abstract

A hedonistic lifestyle is increasingly found among college students. This condition not only changes shopping patterns and outlook on life, but also impacts psychological conditions and character formation. This study aims to determine the effect of gratitude and wisdom on a hedonistic lifestyle in college students. The research design used is quantitative with a correlational approach. This study involved 544 active college students through a cluster sampling technique. Data were collected using a Likert scale consisting of a gratitude scale (α = 0.858), a wisdom scale (α = 0.812), and a hedonism scale (α = 0.867). Data analysis used multiple linear regression after the classical assumption test was met to examine the simultaneous and partial effects of both independent variables on a hedonistic lifestyle. The results of the hypothesis test showed that gratitude and wisdom were negatively related to hedonism in college students where gratitude (β = -0.191), wisdom (β = -0.149), while both variables simultaneously influenced hedonism with a significant value of (R2 = 0.128). These findings confirm that developing gratitude and wisdom can be a preventive strategy for a hedonistic lifestyle, contributing to character education and positive psychology in higher education.
KONSELING DIGITAL DAN DUKUNGAN AI DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: TINJAUAN SISTEMATIS Sigit Hariyadi; Widya Novi Angga Dewi; Binti Isrofin; Ernest Ceti Septyanti; Awalya; Joko Sutarto
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2026): Vol 9, No 3 Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i3.30604

Abstract

The Indonesian employee mental health crisis issue can be mitigated through the innovation of digital counseling and the support of artificial intelligence (AI). This research adopts the approach of a systematic literature review (SLR) with the aid of the PRISMA technique covering twelve (12) articles published between 2021 and 2025 from the databases of Science Direct, PubMed, SAGE Open, and Taylor and Francis. The research aimed to determine the efficacy of digital counseling and AI on employees' psychological well-being, productivity, and retention, and to identify the facilitators and barriers to implementation. Additionally, it sought to ascertain the ethical issues arising from the recommendations of governance theories. The research showed that digital counseling can improve accessibility and reduce stigma; however, it is ineffective in addressing issues related to data privacy and unresolved emotions associated with AI. The positive impact on adoption is determined by corporate social responsibility, emotional support from leaders, and organizational supportive features. To summarize, the meaningful integration of humans and digital counseling, coupled with thorough ethical governance structures and genuine leadership, is crucial to the success of digital counseling and organizational performance.
Penguatan Diri dan Kesehatan Emosional Melalui Kegiatan ART Therapy pada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II A Semarang Niswatul Baroroh; Ayu Priyantri Rahmatika; Gabriell Phallanges Ratu May Tasir; Sigit Hariyadi; Ashari Mahfud; Awalya Awalya
Journal of Contemporary Gender and Child Studies Vol 5 No 2 (2026): August: Women and Children Welfare in Indonesian Context
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/jcgcs.v5i2.726

Abstract

Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan rentan mengalami tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan emosional, regulasi emosi, dan efikasi diri. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang mampu membantu peserta mengenali dan mengekspresikan emosi secara sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan emosional warga binaan melalui pendekatan art therapy di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang. Metode kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif, diskusi, refleksi diri, dan praktik art therapy yang terdiri dari kotak emosi, menggambar bersama, serta membentuk kembali potongan kertas menjadi karya baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara positif, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri dan harapan terhadap masa depan. Sekitar 88% peserta merasa lebih lega setelah mengikuti kegiatan dan 82% peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa art therapy dapat menjadi media yang efektif dalam mendukung regulasi emosi, penguatan diri, dan kesehatan emosional warga binaan perempuan.
Penguatan Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Penerimaan Diri dan Optimisme Masa Depan pada Warga Binaan Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang Nur Lailatul Hikmah; Desi Milasari; Okta Maria Magdalena; Sigit Hariyadi; Ashari Mahfud; Awalya Awalya
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4871

Abstract

Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan menjadi salah satu kelompok yang rentan mengalami gangguan mental. Kebebasan yang terbatas, stigma negatif masyarakat tentang narapidana, rasa penyesalan mendalam akan tindakan yang salah di masa lalu menjadi tekanan tersendiri bagi warga binaan, ditambah akses fasilitas layanan kesehatan mental yang masih minim di Lembaga Pemasyarakatan. Masalah tersebut menjadi urgensi kegiatan pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan kelas IIA Semarang. Tujuan dilakukannya pengabdian ini untuk menguatkan kesehatan mental, menumbuhkan penerimaan diri, dan optimisme masa depan warga binaan. Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan penguatan kesehatan mental ini yaitu meningkatkan pemahaman warga binaan akan kesejahteraan psikologis, mampu memaafkan dan menerima diri kembali, mampu mengelola emosi secara sehat, dan mampu merencanakan masa depan yang baru mulai dari masa sekarang. Metode yang digunakan yaitu pendekatan edukatif-partisipatif yang mengintegrasikan penyuluhan, pelatihan, refleksi diri, dan pendampingan kelompok. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga binaan tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, mampu menerima diri kembali, dan optimis terhadap masa depan. Hal ini terlihat dari kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh warga binaan selama terlibat dalam kegiatan yakni memperoleh dukungan emosional antar sesama, menyadari potensi diri, dan kesadaran baru bahwa mereka masih memiliki masa depan baru yang bisa disusun mulai dari masa sekarang.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DALAM PERENCANAAN KARIER MAHASISWA SASTRA INGGRIS UNNES Vikrotun Nisa; Felly Veronica Lumempouw; Shahia Wardati; Kartina Maming; Ading Lingga Yunita Lestari; Ashari Mahfud; Sigit Hariyadi; Awalya Awalya
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.248

Abstract

Layanan bimbingan kelompok dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa semester VI Program Studi Sastra Inggris. Layanan telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2026 dan bertempat di ruang kelas Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) yang terdiri dari 3 tahap pelaksanaan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap awal dilakukan persiapan yang terdiri dari wawancara, observasi, dan perencanaan. Selanjutnya tahap pelaksanaan dilaksanakan layanan bimbingan kelompok dengan menerapkan metode Problem Based Learning (PBL) pada setiap pertemuan. Kemudian tahap evaluasi proses untuk melihat keterlibatan peserta dalam dinamika kelompok dan evaluasi hasil untuk mengukur ketercapaian serta keberhasilan dari layanan yang diberikan. Hasil evaluasi dikategorikan baik dengan terlihatnya peningkatan dalam kehadiran, keaktifan diskusi, kemampuan bekerja sama, serta peningkatan pada 4 aspek yang menjadi indikator keberhasilan layanan bimbingan kelompok, sehingga tujuan pelaksanaan layanan dinyatakan tercapai. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) menunjukan kontribusi baik dalam peningkatan kemampuan perencanaan karier pada mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UNNES.
IMPLEMENTASI TOOLKIT KONSELING KOMUNITAS BERBASIS AKTIVITAS PARTISIPATIF UNTUK MEMPERKUAT REGULASI EMOSI DAN ORIENTASI MASA DEPAN ANAK DAMPINGAN YAYASAN SETARA Ashari Mahfud; Muslikah Muslikah; Edwindha Prafitra Nugraheni; Sigit Hariyadi; Fathin Farah Fadhilah; Salma Aulia Khosibah; Yuli Sulistiyanto
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.252

Abstract

Kesehatan mental anak yang hidup dalam kondisi kerentanan sosial menjadi salah satu isu penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 3 tentang Good Health and Well-being. Anak dampingan Yayasan Setara Kota Semarang masih menghadapi tantangan dalam mengelola emosi dan membangun orientasi masa depan, sementara komunitas pendamping belum memiliki perangkat intervensi psikososial yang terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif untuk memperkuat kesehatan mental anak dampingan melalui peningkatan regulasi emosi dan orientasi masa depan sekaligus meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan pendampingan psikososial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan fasilitator (Training of Facilitator), implementasi sesi konseling komunitas berbasis aktivitas partisipatif, serta pendampingan dan evaluasi. Toolkit yang dikembangkan terdiri atas kartu emosi, papan strategi coping, modul aktivitas reflektif, vision board kit, lembar perencanaan masa depan, panduan fasilitator, dan instrumen evaluasi. Implementasi program menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam mengenali dan mengelola emosi, menyusun tujuan serta rencana masa depan yang lebih realistis, dan meningkatkan kompetensi relawan dalam memfasilitasi layanan konseling komunitas secara sistematis. Selain menghasilkan perangkat intervensi yang dapat direplikasi, program ini memperkuat kapasitas komunitas dalam menyediakan layanan pendampingan psikososial yang berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Toolkit Konseling Komunitas Berbasis Aktivitas Partisipatif merupakan strategi pemberdayaan komunitas yang potensial dalam mendukung pencapaian SDG 3 melalui penguatan kesehatan mental anak dampingan Yayasan Setara.
Psikoedukasi Mengelola Emosi untuk Ibu dan Keluarga di Kelurahan Karang Tempel Kota Semarang Ainun Khusnita Salsabilla Zain; Fhirlynesia Martha; Mohammad Fadilah Noor Agustian; Ashari Mahfud; Awalya Awalya; Sigit Hariyadi
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1007

Abstract

Peran ibu dalam suatu keluarga sangatlah penting karna dalam keluarga peran seorang ibu ini dituntut memiliki kemampuan untuk mengelola berbagai tekanan berupa tanggung jawab pengasuhan, pekerjaan rumah, dan tuntutan sosial lainnya. Sehingga saat ini kesejahteraan psikologis ibu merupakan faktor penting untuk menciptakan keharmonisan keluarga, maka diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatankan kesejahteranhan psikologisnya. Kegiatan pengabdiannmasyarakat melalui seminar ini bertujuan untuk membagikan  pengetahuan atau pemahaman baru kepada ibu – ibu mengenai detoks emosi sehari – hari sebagai langkah sederhana untuk menjaga kestabilan kesehatan mental dalam menjalani perannya serta mampu membangun lingkungan keluarga yang positif. Kegiatan seminar ini dilakukan di Kelurahan Karangtempel, Kota Semarang dengan sasaran utamanya adalah ibu – ibu. Metode dalam pelaksanaan seminar ini berupa penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta refleksi pengalaman dalam mengelola emosi sehari – hari. Kegiatan seminar ini memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara adaptif, selain itu selama kegiatan berlangsung peserta menunjukan antusiasme yang tergolong tinggi dalam memproleh strategi yang praktiks untuk mereduksi stress dan meningkatkan kualitas hubungan di keluarga. Kegiatan seminar edukasi detoks emosi ini tergolong ke dalam bentuk intervesi promotif dan prefentif dalam meningkatkan kesehatan mental ibu untuk menciptakan keluarga yang harmonis.
Efektivitas Konseling Kelompok dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Siswa di Sekolah Indonesia: Tinjauan Sistematis Sigit Hariyadi; Mungin Eddy Wibowo; Muslikah; Sinta Saraswati
JKP (Jurnal Konseling Pendidikan) Vol 9 No 2 (2025): JKP (Jurnal Konseling Pendidikan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jkp.v9i2.31082

Abstract

Abstrak: Artikel ini merupakan systematic literature review yang bertujuan mengevaluasikan efektivitas konseling kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa di lingkungan sekolah Indonesia. Metode PRISMA digunakan untuk mengidentifikasi, memilih, dan menganalisis 13 artikel yang telah dipilih secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok tampaknya konsisten menghasilkan hasil yang positif dari berbagai perspektif, termasuk efikasi diri, kecemasan, resiliensi, dan motivasi berprestasi. Konseling kelompok juga membentuk ruang sosial yang aman dan suportif, di mana siswa dapat mengembangkan keterampilan sosial dan coping serta membangun identitas diri yang positif. Sementara itu, berbagai teknik konseling kelompok, dari reality therapy ke self-talk atau thought-stopping, MBCT, dan SFBT, berlaku diterapkan dalam konteks masalah siswa. Hasil temuan ini secara empiris menjelaskan konseling kelompok selain efektif secara klinis dan statistik, juga relevan sosial budaya untuk membantu siswa mengatasi masalah kesejahteraan psikologis masa kini. Oleh sebab itu langkah selanjutnya, studi ini merekomendasikan agar konseling kelompok sebagai strategi promotif dan preventif yang lebih diimplementasikan di sekolah Indonesia. Abstract: This article is a systematic literature review that aims to evaluate the effectiveness of group counseling in improving students' psychological well-being in Indonesian school environments. The PRISMA method was used to identify, select, and analyze 13 articles that have been selected thematically. The results showed that group counseling appears to consistently produce positive outcomes from various perspectives, including self-efficacy, anxiety, resilience, and achievement motivation. Group counseling also forms a safe and supportive social space, where students can develop social and coping skills and build a positive self-identity. Meanwhile, various group counseling techniques, from reality therapy to self-talk or thought-stopping, MBCT, and SFBT, are applicable in the context of student problems. These findings empirically explain that group counseling is not only clinically and statistically effective, but also socio-culturally relevant to help students overcome today's psychological well-being problems. Therefore, the next step, this study recommends that group counseling as a promotive and preventive strategy be implemented more in Indonesian schools.
EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SINEMA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN ACADEMIC HARDINESS SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA Dita Alinda Restiani; Sigit Hariyadi
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 3 (2026): Vol 9, No 3 Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i3.31109

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group counseling services using educational cinema techniques in improving the academic hardiness of students in Special Sports Classes. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The research subjects consisted of 24 students selected through purposive sampling and divided into experimental and control groups. Data collection used an academic hardiness scale based on Kobasa's theory (1982) with a Cronbach's Alpha reliability of 0.826. Data analysis used the Wilcoxon and N-Gain tests. The results showed a significant increase in the experimental group (Sig. 0.002 < 0.05) with a Moderate N-Gain score. The results indicate that group counseling services using educational cinema techniques are effective in improving students' academic hardiness.
EFEKTIVITAS ACCEPTANCE AND COMMITMENT THERAPY TERHADAP REGULASI EMOSI PADA ANAK DENGAN POLA ASUH GRANDPARENTING Olvi Anggraeni, Wilhelmina; Hariyadi, Sigit
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62029

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to experiencing difficulties in emotional regulation, because these abilities are still developing. This condition is indicated by difficulties controlling emotions, school truancy, and a tendency to withdraw from social interactions. These circumstances may become more complex in adolescents raised by grandparenting, given the different caregiving dynamics compared to adolescents raised by their parents. Therefore, intervention that can help improve emotional regulation abilities in a more adaptive way are needed. One approach that can be used is acceptance and commitment therapy (ACT). This study aimed to determine the effectiveness of ACT in improving emotional regulation in adolescents raised by grandparenting. This study used a quantitative method with quasi-experimental one group pretest posttest design, with subjects selected through purposive sampling. The instruments used was the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), which consisted of eight items rated on a 7-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive analysis and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results showed a descriptive increase in emotion-regulation scores. However, the Wilcoxon test yielded Z= -1.095 with significance p=0.273 (p>0.05), indicating no significant difference in scores before and after the intervention.
Co-Authors 'Ilmi, Achmad Miftachul Abi F Prabawa Abi Fa&#039;izzarahman Prabawa Ading Lingga Yunita Lestari Afriwilda, M T Ainun Khusnita Salsabilla Zain Amelia Febriana Andre Setiawan, Andre Antika, Eni Rindi Ari Eko Wibowo Ari Eko Wibowo Ari Gusmawan Arinata, Firdian Setiya Arini, Intan Awalya Awalya Awalya Awalya, Awalya Ayu Priyantri Rahmatika Ayu Setiyawati, Dewi Azhar, Nailah Rizqia Belva, Edgina Benu, Kristin Melliyati Binti Isrofin, Binti Chairunnisa, Dini Desi Milasari Dita Alinda Restiani Dwi Ahmad Darul Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Dwi Yuwono Puji Dwy, Susantika Ernest Ceti Septyanti Fadila Fajri Savawi Fathin Farah Fadhilah Felly Veronica Lumempouw Fhirlynesia Martha Fristya Qusnul Saputri Gabriell Phallanges Ratu May Tasir Hartati, M.Th Sri Hartati, Maria Theresia Sri Hermana, Indra Setiadi Hidayat Iis Aisyah Ilmi, Achmad Miftachul Joko Sutarto Kartina Maming Kunwijaya, Indrajati Kurniawati, Silvia Kusnarto Kurniawan Lathifah, Alvia Ainil Latihifah, Alvia Ainil Lisa Nur Saidah M.Th Sri Hartati Mawadah, Zulfa Mohammad Fadilah Noor Agustian Mulawarman Mulawarman Mulawarman, M Mulyani, Petra Kristi Mulyawati, Vira Mungin Eddy Wibowo Muslikah Muslikah NADHITA, GALUH Niswah, Nilna Aula Niswatul Baroroh Nugraheni, Edwindha Prafitra Nur Lailatul Hikmah Nurshafilla Rizka Saputri Okta Maria Magdalena Olvi Anggraeni, Wilhelmina Pautina, Amalia Rizki Pramodha Wardhani Puri Wijayanti Reza Hafidhudin A. Herdiyanto Rizqia Azhar, Nailah Sa'diyah, Halimatus Salma Aulia Khosibah Setiyawati, Dewi Ayu Seto, Mustofa Danu Shahia Wardati Shania Dea Menany Soputan Sinta Saraswati Sofi Azizah Soputan, S D M Soputan, Shania Dea Menany Suhur, M. Khautalfata Sunawan Sunawan Sunawan Sunawan Tanzila Shafa Nurifda Taryono, Taryono Thrisia Febrianti Tsani, Yasmin Meilana Utomo, Dian Purbo Vikrotun Nisa Vira Mulyawati Vita Yuliana, Vita Vriemadieska Ayuanissa Waluyan Widya Novi Angga Dewi Yuli Sulistiyanto Yuliati Holifah zakki nurul amin, zakki nurul