p-Index From 2021 - 2026
8.243
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Anestesiologi Indonesia JOURNAL OF COASTAL DEVELOPMENT Media Kesehatan Masyarakat Indonesia JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Jurnal Kedokteran Brawijaya Jurnal Kesehatan Masyarakat Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia VISIKES Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas (Andalas Journal of Public Health) Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia MEDISAINS Jurnal Kebidanan Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Ilmiah Mahasiswa Public Health of Indonesia HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Profesi Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Media Ilmu Kesehatan Media Medika Muda Amerta Nutrition Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Jurnal Kesehatan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Medica Arteriana (Med-Art) Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan JOURNAL OF RESEARCH IN PUBLIC HEALTH SCIENCES Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Journal of Social Research Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Media Farmasi Indonesia Berita Kedokteran Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat International Journal of Healthcare Research Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah JHeS (Journal of Health Studies) Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Jurnal Keperawatan Jurnal Bidan Cerdas International Journal of Health and Medicine Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Info Kesehatan Jurnal Kesehatan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Film Pendek melalui Peer Educator terhadap Perilaku Remaja SMA terkait Kesehatan Reproduksi di Kota Semarang Wahyu Ratri Sukmaningsih; Sri Achadi Nugraheni; Apoina Kartini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.1.2018.50-59

Abstract

Permasalahan seksualitas pada remaja terjadi karena rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi dan umur berpacaran pertama kali pada umur 15-17 tahun, sehingga dikhawatirkan mereka berisiko melakukan perilaku seks pranikah yang berdampak pada kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual, dan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh film pendek melalui peer educator terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, pendekatan kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Populasi yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Negeri di Kota Semarang berdasarkan kriteria. 100 sampel kelompok perlakuan dan 100 sampel kelompok tanpa perlakuan diambil secara Purposive Sampling. Variabel bebas adalah pemberian film pendek melalui peer educator dan variabel terikat adalah tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik. Uji Mann Whitney digunakan sebagai analisis data. Diperoleh hasil ada perbedaan tingkat pengetahuan (p= 0,001), sikap (p= 0,023), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi setelah diberikan media antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Ada perbedaan perubahan tingkat pengetahuan (p= 0,004), sikap (p= 0,019), dan praktik (p= 0,001) remaja SMA terkait kesehatan reproduksi antara kelompok perlakuan dan kelompok tanpa perlakuan. Nilai rata-rata pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian film pendek melalui peer educator dan leaflet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik remaja SMA terkait kesehatan reproduksi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Perubahan praktik responden dapat dilihat dalam waktu minimal dua bulan. Metode dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah.
Determinant Factors of Formula Milk Feeding to Infant of 0-6 months (A Study to the Mothers of the Infants of 7-12 months in the Area of Public Health Centers in Demak Regency) Ida Nurmawati; Sri Achadi Nugraheni; Apoina Kartini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 3, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.104 KB) | DOI: 10.14710/jmki.3.1.2015.%p

Abstract

Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Demak sebesar 41,3% masih di bawah Standar Pelayanan Minimal Provinsi Jawa Tengah. Rendahnya cakupan ASI Eksklusif dikarenakan masih banyak ibu yang memberikan susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor determinan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Jenis penelitian ini merupakan Explanatory Survey dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Subyek 77 ibu bayi usia 7-12 bulan yang dipilih dengan Clustered Random Sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan sebesar 72,7%. Karakteristik ibu : 55,8% berpendidikan dasar, 64,9% tidak bekerja, 50,6% berpendapatan keluarga tinggi. Sebagian besar ibu berpengetahuan kurang (92,2%), bersikap negatif (50,6%), melaksanakan IMD (80,5%), tidak memiliki fasilitas untuk pemberian ASI (51,9%), akses yang jauh (64,9%), petugas kesehatan tidak mendukung (50,6%), keluarga mendukung (50,6%), dan teman tidak mendukung (57,1%). Ada hubungan pengetahuan (p=0,005), status bekerja (p=0,038), pendapatan keluarga (p=0,034), sikap (p=0,002), dukungan petugas kesehatan (p=0,013), dan dukungan keluarga (p=0,0001) dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Tidak ada hubungan pendidikan (p=0,690), pelaksanaan IMD (p=0,215), ketersediaan fasilitas (p=0,185), akses susu formula (p=0,942), dan dukungan teman (p=0,438) dengan pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan. Variabel yang berpengaruh  secara bersama-sama terhadap pemberian susu formula adalah dukungan keluarga  (ExpB=41,863) dan sikap ibu (ExpB=6,996) terhadap pemberian susu formula. Dinas Kesehatan Kabupaten Demak perlu meningkatkan pengetahuan ibu dan keluarga ibu dengan memberikan informasi tentang ASI Eksklusif dan dampak negatif susu formula. Coverage of Exclusive Breastfeeding in District of Demak was 41.3% below the Minimum Service Standards in Province of Central Java. It was due to most of the mothers preferred to provide formula milk for their babies aged 0-6 months. This research aimed to analyze determinant factors of providing formula milk for babies aged 0-6 months. This was Explanatory Survey with cross-sectional approach. Data were collected by interview using a structured questionnaire which had been tested validity and reliability. Number of respondents were 77 mothers of babies aged 7-12 months selected using Clustered Random Sampling. Furthermore, data were analysed using bivariate analyses consisted of Chi Square test and multivariate analyses (Logistic Regression test). The result of this research showed that most of the respondents had provided formula milk to their babies aged 0-6 months (72.7%). Most of them had basic education (55.8%), did not work (64.9%), had high family income (50.6%), had low knowledge (92.2%), had negative attitude (50.6%), did early initiation of breastfeeding (EIB) (80.5%), and did not have facilities for providing breastfeeding (51.9%). In addition, most of them had far access (64.9%), did not have health worker support (50.6%), had family support (50.6%), and did not have friend support (57.1%). Factors of knowledge (p=0.005), work status (p=0.038), family income (p=0.034), attitude (p=0.002), health worker support (p=0.013), and family support (p=0.0001) had significant relationship with providing formula milk aged 0-6 months. Otherwise, factors of education (p=0.690), implementing EIB (p=0.215), availability of facilities (p=0.185), access to formula milk (p=0.942), and friend support (p=0.438) were not significant. Furthermore, factors of family support (ExpB=41.863) and attitude (ExpB=6.996) jointly influenced providing formula milk. As suggestions, Demak District Health Office needs to improve knowledge of mothers and their families regarding information of exclusive breastfeeding and adverse effects of formula milk.
Analisis Faktor Perilaku Perawatan Kehamilan tidak Diinginkan (Unwanted Pregnancy) pada Remaja di Kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan Anik Iriyanti; Chriswardani Suryawati; Sri A Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.159-164

Abstract

Perawatan kehamilan tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan biasanya terlambat untuk melakukan perawatan kehamilan. Ketidakpatuhan dalam perawatan kehamilan dapat berdampak pada janin dan remaja itu sendiri. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor perilaku perawatan kehamilan tidak diinginkan pada remaja di kecamatan Karangrayung Kabupaten Grobogan dilihat dari penyebab terjadinya kehamilan tidak diinginkan, penyesuaian diri remaja, penyesuaian sosial remaja dengan kehamilan tidak diinginkan, praktek perawatan kehamilan dan faktor – faktor yang mempengaruhi praktek perawatan kehamilan. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam. Subyek penelitian adalah remaja dengan kehamilan tidak diinginkan dan memenuhi kriteria inklusi sebanyak 6 orang yang dipilih secara purposive sampling. Informan triangulasi penelitian adalah orang tua remaja hamil, teman dekat, tetangga, bidan Puskesmas, Kepala sekolah dan guru BP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kehamilan tidak diinginkan pada remaja yaitu gaya berpacaran dan pergaulan yang kurang sehat serta kurangnya perhatian dari orang tua. Penyesuaian diri, remaja sudah menerima dan memutuskan melanjutkan kehamilan karena adanya dukungan orang tua dan teman dekat. Dalam penyesuaian sosial, remaja berupaya tetap berbaur dan bersikap ramah dengan tetangga, walaupun remaja dan keluarga menjadi bahan pembicaraan para tetangga. Praktek perawatan kehamilan masih kurang sehingga belum terpenuhinya dengan baik kebutuhan nutrisi dan personal hygiene. Faktor yang sangat berpengaruh pada remaja hamil dalam perawatan kehamilan yaitu adanya dukungan dari keluarga serta dukungan petugas kesehatan. Saran untuk petugas kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan tentang perawatan kehamilan melalui program – program promotif dan preventif seperti pendampingan pada remaja hamil. Untuk remaja, dapat bertanggungjawab atas keputusan yang sudah diambil, membiasakan diri untuk berbaur dengan masyarakat dan memilih teman yang baik. Untuk orang tua dapat membentengi anak, memberi dukungan, bimbingan dan arahan pada anak meski sudah terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Untuk masyarakat dapat membantu dan merangkul remaja dengan kehamilan tidak diinginkan. Bagi sekolah, memberikan bimbingan konseling dan pengarahan kepada siswa tentang kesehatan kenakalan remaja khususnya mengenai kehamilan tidak diinginkan pada remaja.
Faktor Risiko Internal dan Eksternal Preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah Kasriatun Kasriatun; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 7, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.07 KB) | DOI: 10.14710/jmki.7.1.2019.30-38

Abstract

 AbstrakPenyebab  utama  kematian  ibu di Kabupaten Pati dalam tiga tahun terakhir  adalah preeklampsia. Pada tahun 2016, 35% kasus kematian ibu disebabkan oleh preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko kejadian preeklampsia di Wilayah Kabupaten Pati. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol. Subjek sejumlah 40 kasus preeklampsia dan 120 kasus non preeklampsia  dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Data asupan makanan diperoleh dari  FFQ (Food Frequency Questionnaire). Analisis data dilakukan dengan chi-square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan faktor risiko terjadinya preeklampsia adalah faktor risiko internal : riwayat keluarga preeklampsia (OR=6,74; 95%CI:2,54-17,89, obesitas (OR=2,68; 95%CI:1,29-5,60), riwayat hipertensi (OR=7,4; 95%CI:2,91-18,82), stress  (OR=2,64; 95%CI:1,26-5,51), dan faktor risiko eksternal: asupan anti oksidan yang  rendah (OR=3,71; 95%CI:1,23-11,19), asupan natrium berlebih (OR=2,54; 95%CI:1,14-5.67), paparan asap rokok (OR=2,43; 95%CI:1,14-5,17).  Analisis multivariat menunjukkan riwayat  keluarga preeklampsia  (OR=5,32; 95%CI:1,63-17,40), obesitas (OR=4,01; 95%CI:1,60-10,09, riwayat hipertensi (OR=7,38; 95%CI:2,32-23,45), stress atau kecemasan (OR=3,30; 95%CI:1,31-8,33), asupan anti oksidan yang rendah (OR=4,22; 95%CI:1,13-15,74) secara bersama-sama merupakan faktor risiko kejadian preeklampsia. Variabel yang bukan merupakan faktor risiko preeklampsia adalah usia ibu, paritas, dan penambahan berat badan berlebihan selama kehamilan. Disimpulkan bahwa faktor risiko yang paling kuat adalah riwayat hipertensi ibu sebelum kehamilan. Disarankan agar memasukkan riwayat hipertensi, riwayat keluarga preeklampsia, obesitas, dan stres dalam anamnese  pelayanan antenatal untuk mendeteksi dini preeklampsia.
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Pertolongan Persalinan Non Tenaga Kesehatan oleh Ibu Bersalin di Kabupaten Kolaka Timur (Studi Kasus di Puskesmas Ueesi) Muh. Ridha Setiawan Salam; Sutopo Patria Jati; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 5, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.942 KB) | DOI: 10.14710/jmki.5.1.2017.62-72

Abstract

Traditional services or service by dukun is a phenomenon of community tradition that needs to be evaluated, especially related to birth assisstance. The scope of delivery by health workers was still low of 68% in 2016.This was qualitative research with phenomenological approach. The subjects of this study were maternal mothers who gave birth within the last 1 (one) year selected from the highland region and lowland region in the Uesesi Puskesmas area. Data were collected by in-depth interview techniques. Processing and data analysis using content analysis. Results showed that there were predisposition factors, enabling factors and reinforcing factors which influenced the behavior. The predisposition factors were 1) the informant is able to explain about healthy labor but unable to explain the safe delivery 2) The informant is still more inclined to the service of dukun maternity 3) The high trust of informant to the dukun maternity. The enabling factors were 1) access to utilize the service of dukun maternity is easy because dukun apply method "pick up ball" 2) Cost of labor can be reached by informant. The reinforcing factors were family and some toma support while some other toma leads to no longer utilize the services of dukun maternity.It is advisable to develop strategies to minimize the number of shamans who perform delivery services, provide education and understanding to the community about delivery by health personnel, and to update and conduct regular meetings on issues related to midwifery science so as to create a quality profession.
Pengaruh Persiapan Gentle Birth terhadap Derajat Kecemasan Ibu Hamil Pertama dalam Menghadapi Persalinan Novita Wulandari; Sri Achadi Nugraheni; Martini Martini
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.8.1.2020.30-36

Abstract

Pregnancy and childbirth services are needed to provide comfort to reduce the level of anxiety in facing labour among pregnant women. Gentle birth is a method of childbirth that is calm, gentle, polite, and utilizes all natural elements in the human body. This study aimed to determine the effect of Gentle Birth preparation on the level of anxiety in facing labor among primigravidae pregnant women.This study was a quasi experimental with Pre-test – Post-test Control Group Design conducted to 90 pregnant women. The samples were selected using the Purposive Sampling technique, 45 were assigned to the intervention group and 45 were assigned to the control group. Data collected with structured questionnaire. Data analysed with paired t test to determine differences in scores between before and after intervention and independent t test to determine differences in the level of anxiety between groups.The results showed that there was no difference in the level of anxiety before the administration of Gentle birth preparation between the intervention group and the control group (p>0.05), there was a difference in the level of anxiety after the administration of Gentle birth preparation between the intervention group and the control group (p<0.05). The difference can be seen from the decrease in the difference between anxiety scores after the administration of Gentle birth preparation in the intervention group which decreased by -11.4, while in the control group it decreased by -2.13. It can be concluded that there was an effect of Gentle Birth the preparation on the level of anxiety in facing labor among primigravidae pregnant women 
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bidan dalam Asuhan Perawatan Metode Kanguru pada Ibu BBLR Naluri Widyaningsih Syamsiedi; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.3.2018.165-170

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah merupakan salah satu penyebab tingginya AKB di Indonesia. Salah satu upaya untuk menyelamatkan bayi BBLR dari kematian adalah PerawatanMetodeKanguru (PMK). Pelaksanaan PMK di Kabupaten Banyumas belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungandengankinerjabidandalammemberikanasuhan kepada ibu bayi BBLR tentangPMK.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan responden 80 bidan yang dipilih secara clustered random sampling.Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data dengan menggunakan korelasi rank spearman dan regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja bidan dalam asuhan PMK masih kurang pada 41,2% responden, pengetahuan kurang 36,2%, persepsi kurang 45,0%, motivasi kurang 50,0%, sikap kurang 45,0%, supervisi kurang 47,5% dan kepemimpinan kurang 46,3%. Terdapat hubungan positif antara pengetahuan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK (r=0,37; p=0,001). Bidan dengan pengetahuan baik mempunyai kinerja asuhan PMK 5 kali lebihbaikdaripadabidandenganpengetahuankurang (Exp (B)=5,021). Persepsi, motivasi, sikap, supervisi dan kepemimpinan tidak memiliki hubungan dengan kinerja bidan dalam asuhan PMK.Direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan  untuk meningkatkan pengetahuan dan kinerja bidan serta penggunaanreward dan punishment terkait kinerja bidan.
Analysis on Internal and External Factor Related to the Performance of Midwives in Neonatal Visits in Pati District Ferry Rachmawatie Suryaningtyas; Sri Achadi Nugraheni; Atik Mawarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.925 KB) | DOI: 10.14710/jmki.2.2.2014.%p

Abstract

AbstrakDi Kabupaten Pati Kunjungan Neonatal selama 3 tahun terakhir cenderung mengalami fluktuasi, 93,75% pada tahun 2009, 90,79% pada tahun 2010, dan 97,02% pada tahun 2011. Keadaan ini menunjukkan belum semua bidan desa melaksanakan Kunjungan Neonatal. Tujuan penelitian menganalisis faktor internal dan faktor eksternal yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam kunjungan neonatal di Kabupaten Pati.Jenis penelitian studi kuantitatif pendekatan cross-sectional. Subjek sejumlah 82 bidan desa yangdipilih secara Cluster Puskesmas. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan  Chi Square, sedangkan multivariat dengan regresi logistik.Median dan simpang baku umur bidan desa 30 + 5,6 tahun, 91,5% berstatus kawin, median dan simpangan baku masa kerja 5,7 + 4,2 tahun, 70,7% memiliki pengetahuan baik dan sebagian besar 62,2% memiliki motivasi baik. Sebagian besar bidan desa 75,6% menyatakan supervisi baik, 51,2% memiliki persepsi kepemimpinan baik, 56,1% belum pernah mengikuti pelatihan kegawatdaruratan neonatal dan sebagian besar 65,9% menyatakan kompensasi yang diterima baik. Faktor yang berhubungan kinerja adalah umur, masa kerja, pengetahuan, motivasi, supervisi, kepemimpinan, pelatihan, dan kompensasi. Ada pengaruh bersama-sama pengetahuan, supervisi, kompensasi dan motivasi terhadap kinerja bidan desa dalam kunjungan neonatal. Pengetahuan memiliki pengaruh paling kuat terhadap kinerja bidan desa.Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati melaksanakan supervisi sesuai prosedur, menaikkan kompensasi untuk meningkatkan motivasi kerja bidan desa AbstractCoverage of neonatal visit in Pati district in the last 3 years showed fluctuation; 93.75% in 2009, 90.79% in 2010, and 97.02% in 2011. This condition indicated that not all village midwives conducted neonatal visit properly. Objective of this study was to analyze internal and external factors related to the work performance of village midwives in conducting neonatal visits in Pati district. This was an observational-analytical study with cross sectional approach. Study subjects were 82 village midwives selected using clustered random sampling method at primary healthcare center (puskesmas) level. Data were collected through questionnaire. Chi square test and logistic regression were applied in the data analysis. Results of the study showed that median and standard deviation of the age of village midwives were 30 ± 5.6 years old, 91.5% of respondents were married, median and standard deviation of the work period were 5.7 ± 4.2 years, 70.7% of respondents had adequate knowledge, and 62.2% of respondents had good motivation. Majority of village midwives (75.6%) stated that supervision was good, 51.2 % of respondents had good perception on leadership, 56.1% of respondents did not have training experience in the management of neonatal emergency, and 65.9% of respondents stated that they received insufficient compensation. Factors related to the work performance were age, period of work, knowledge, motivation, supervision, leadership, training, and compensation. Factors, in common, affecting the work performance of village midwives in conducting neonatal visit were knowledge, supervision, compensation, and motivation. Knowledge was the strongest factor affecting the work performance of village midwives. Suggestions for Pati district health office are to increase training opportunity for village midwives, to improve supervision, to improve rewards system in order to increase work motivation.
Pemberian Biskuit Sandwich Meningkatkan Berat Badan Ibu Hamil Berisiko Kurang Energi Kronis Rika Andriani; Martha Irene Kartasurya; Sri Achadi Nugraheni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 6, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.6.2.2018.132-137

Abstract

Pertambahan berat badan yang kurang selama kehamilan dapat menyebabkan ibu melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Di Kabupaten Tegal, pada tahun 2016 jumlah ibu hamil kurang energi kronis (KEK) yaitu 18,7 % meningkat dari 6,5 % pada tahun 2015. Pemberian makanan tambahan berupa biskuit sandwich merupakan  salah satu upaya pemerintah untuk perbaikan gizi ibu hamil. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh program pemberian  makanan tambahan terhadap status gizi ibu hamil KEK  kuasi eksperimen. Populasi penelitian semua ibu hamil KEK di Kabupaten Tegal. Subjek penelitian 51 bumil KEK (gakin) kelompok perlakuan yang mendapatkan makananan tambahan dan 51 bumil KEK (non gakin) kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur, dan penimbangan berat badan. Peningkatan berat badan diukur sebelum diberikan makanan tambahan pada awal trimester III dan sesaat sebelum melahirkan. Data dianalisis dengan menggunakan independent-test dan GLM (General Linier Model). Sebagian besar responden pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol berumur 20-35 tahun Pendidikan terakhir responden pada kelompok perlakuan dan kontrol sebagian besar lulusan SMP yaitu 22 (43,1 %) responden. Peningkatan berat badan ibu hamil  KEK pada kelompok perlakuan (5,5±1,10 kg) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (4,9±0,93 kg) dengan p=0,001. Disimpulkan bahwa pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan berat badan ibu hamil KEK. Disarankan selama pemberian makanan tambahan dilakukan  pengawasan dan meningkatkan motivasi konsumsi biskuit.
Analisis Hubungan Faktor Internal Dan Eksternal Dengan Kinerja Bidan Desa Dalam Deteksi Dini Dan Penanganan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Kabupaten Grobogan Tahun 2015 Rosmala Kurnia Dewi; Sri Achadi Nugraheni; Ayun Sriatmi
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 4, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.053 KB) | DOI: 10.14710/jmki.4.3.2016.206-213

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) is one of the causes of maternal and infant mortality indirectly. Maternal Mortality Rate (MMR) in Grobogan District increased gradually during the period of 2011 – 2012 from 26 cases (114.03/100,000 live births) to 34 cases (151.15/100,000 live births), and decreased sharply to be 22 cases (102.03/100,000 live births) in 2013. Meanwhile, Infant Mortality Rate (IMR) was 194 cases in 2011, rose dramatically in 2012 to be 240 cases, and declined sharply in 2013 to be 166 cases. Low Birthweight Babies (LBWB) was one of the causes of infant mortality because pregnant women suffered from CED during their pregnancies. The aim of this study was to analyse internal and external factors with performance of village midwives in conducting early detection and handling pregnant women with CED. This was an observational-analytic study using cross-sectional approach. Data were collected using structured questionnaires. Population was 243 village midwives at health centres in Grobogan District. As many as 71 village midwives were selected randomly using a technique of stratified random sampling. Data were analysed using analyses of bivariate (chi square test) and multivariate (logistic regression test). The results of this research showed that most of the respondents aged ranging from 20-35 years old (76.1%), had working period less than or equal to 6 years (53.5%), ever handled CED (81.7%). Variables of health facilities (p=0.001), fellow worker support (p=0.016), community support (p=0.001), leader support (p=0.0001) had significant relationship with the performance of village midwives in conducting early detection of pregnant women with CED. Factors jointly influencing the performance were health facilities (p=0.000; Exp(B)=25.395), and leader support (p=0.001; Exp(B)=10.278). As suggestions, health centres and District Health Office need to provide complete health facilities to improve performance of health workers in providing services.
Co-Authors Afni, Erina Nur Afni, Erina Nur Afra Dhiya Fadillah Agus Sabdono Ahmad Syauqy Ahmad, Nurul Fauziah Alawiyah, Winda Astuti Ambari, Reni Pawestuti Ani Margawati Ani Margawati Anik Iriyanti Anneke Suparwati Annisa Fadillah Antono Suryoputro Apoina Kartini Aqilatul Munawaroh Arenda Reka Narima Septyasih Aris Puji Widodo Aris Puji Widodo Arum, Rzky Atik Mawarni Awaliya, Henu Bey Putri Ayu Silvia Ayun Sriatmi Bagoes Widjanarko Bekti Putri Harwijayanti Bhernia Indri Setyowati Bhernia Indri Setyowati Cahya Tri Purnami Cahyani, Anggoro Dwi Chairunnisa, Syifa Al Janna Choirunissa, Risza Daramusseng, Andi Darmanto Darmanto Darussalam, Miftafu Daud Rumangun Dea Amarilisa Adespin Dewi Laila Mahligai Putri Dharminto Dharminto Dhea Salisa, Merisha Dian Indriani Hidayat Diki Retno Yuliani, Diki Retno Dilla Fitriana Salekha Dina Apriana Dina Rahayuning Pangestuti, Dina Djati, Isti Sulistyana Djoko Nugroho Dustar, Ghinanissa Azzahra Dwi Pudjonarko Dwi Pudjonarko Eko Sediyono Elsa Nur Aini Elvia Raissa Vania Elviera Gamelia Erna Kusuma Wati Erni Gustina Eti Rimawati Eti Rimawati Etika Ratna Noer Fani Rizky Nugraheni Faqihatin Afifa Farid Agushybana Farid Farid Agushybana Faridah Faridah Fariza Aqmar Adelia Ferry Rachmawatie Suryaningtyas Fifiantyas Amalia Fristiwi, Pingkan Haida Meytania Utami Handung Nuryadi Handung Nuryadi Harahap, Ana Pujianti Haris Basuni Hartuti Purnaweni Heni Irawati Heri Purwanto Heri Purwanto HERI PUSPITO Herinawati, Herinawati Herlina Tri Damailia, Herlina Tri Herlinda Christi Hidayat, Dian Indriani Ida Nurmawati Ifa Nurchumaida Ika Paryanti Ike Johan Prihatini Imaniar Sevtiyani Imaroh, Istiana Islahul Indah Budiastutik Irmawati Irmawati Isti Sulistyana Djati Istiqomah, Dedeh Jerry Ferdinand Haposan Saragih Jerry Ferdinand Haposan Saragih Johan, I Joni Periade Karbito Karbito Karbito Karbito, Karbito Kartasurya, M I Kasriatun Kasriatun Kertasurya, Martha Irene Khoirunisa Triavi Sefaya Kunarsih Fitriana Kusyogo Cahyo Laksmi Widajanti Laksmi Widajanti Laksmi Widajanti Legawati Legawati, Legawati Lia Anjar Nur Zhamaroh Lia Kurniasari Lia Kusmita Lia Kusmita Liena Sofiana Lucia Ratna Kartika Lucya Lede Lusiana, Dikta Ayu May M. Zen Rahfiluddin Maharani Widya Purnama sari Maharani, Virgi Mayang Mamik Aryani Martha Irene Kartasursya Martha Irene Kartasurya Martini Martini Martunus Martunus Mateus Sakundarno Adi Mateus Sakundarno Adi, Mateus Sakundarno Melinda Renssca Inas Merisha Dhea Salisa Miftahuddin M Khoeri Miftahuddin Majid Khoeri Mohammad Zen Rahfiludin Muh. Ridha Setiawan Salam Mukhamad Musta&#039;in Muniroh, Muflihatul Nafisah - - Naintina Lisnawati Naluri Widyaningsih Syamsiedi Nova Adiani Priastari novia nursetiya utomo Novita Wulandari Nugraheni, Anastasia Natalia Sonia Nur Endah Wahyuningsih Nur Indah Rahmawati Nur Siyam Nur Sri Atik Nurchumaida, Nurchumaida Nurul Khatimah Ismatullah Ocky Karna Radjasa Onny Setiani Panjaitan, Arip Ambulan Panjaitan, Arip Ambulan Perdanawati, Mia Prastika Yulianasari Pratiwi Juhanida Lestari Pratiwi, Aulia Dewi Puja Anggun Febiani PUJI LESTARI Putri Lili Heldawati Putri, Rachel Novelia Putri, Rezkia Nadia Rafika Farianita Rahayu Widaryanti Rahfiludin , Mohammad Zen Ratna Indriati Riani, Risky Ika Rieny, Elzha Geniz Rifha Asti Hardinawanti Rika Andriani Rimawati, Eti Risky Ika Riani Roisah, Roisah Romilian, Agung Ronny Aruben Rosmala Kurnia Dewi Rukman, Pingkan Fristiwi S. Sulistiyani Sandyaga Ghaffar Purwanto Sarman Seno, Vena Pebriyanti Sheila Mahardini Silfia Addina Siti Aisyah Kurniasih Siti Fatimah Pradigdo Sjenny Olga Tuju Sri Andriani Sri Desi Juliana Silaban Sri Madinah Sri Suwitri Sri Winarni Suci Musvita Ayu Suhartono, Suhartono Suharyo Hadisaputro Sulistiawati, E SULISTIYANI SULISTIYANI Sulistyana Djati, Isti Sulistyaningsih, Sulistyaningsih - Sumarah Sumarah, Sumarah Sutopo Patria Jati Sutriyawan, Agung Suyatno Suyatno Syamsulhuda BM Syamsulhuda Budi Musthofa Triwahyuningsih, Ria Yulianti Triwahyuningsih, S.ST.,M.Kes, Ria Yulianti Untung Sujianto Vepti Triana Mutmainah, Vepti Triana Virgi Mayang Maharani Virgi Mayang Maharani Wahyu Indri Susanti Wahyu Ratri Sukmaningsih Wahyuningtyas, Miranda Gita Waskito, Agung Winda Astuti Alawiyah Yoga Adhi Dana, Yoga Adhi Yuliana, Aniestia Yulinar Tri Pamungkas Yustin Widyastuti Zahroh Shaluhiyah Zakiyah Islamiaty Oktaviani