p-Index From 2021 - 2026
6.318
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah PALASTREN Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Jurnal Prima Edukasia MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika Jurnal Bidang Pendidikan Dasar Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran JURNAL PENDIDIKAN GLASSER ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Educatio SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Dinamika Sosial Budaya Premiere Educandum: Jurnal Pendidikan Dasar dan Pembelajaran Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Cakrawala Jurnal Penelitian Sosial Jurnal Pendidikan Edutama Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Jurnal Pendidikan dan Konseling ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan PROGRES PENDIDIKAN Journal of Classroom Action Research Al-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA AR-RIAYAH : Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Renjana Pendidikan Dasar Journal La Edusci JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Pijar MIPA MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Jurnal Riset Teknologi dan Inovasi Pedidikan (JARTIKA) Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

SIKAP BURUH TANI DI KECAMATAN PGL BDG MENGHADAPI ANJURAN STAY AT HOME Deni Sutisna; Arif Widodo; Muhammad Sobri; Mohammad Archi Maulyda; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9154.2021

Abstract

This study aims to examine the problems of various community behaviors in facing the threat of COVID-19, especially of farmworkers on the PGL sub-district, Bdg district. The basic reason for this research is that in the midst of the government's great efforts to suppress the spread of this virus by limiting community activities, both social distancing and suggestions to stay at home in various areas, the people of PGL sub-district, especially farmers and farm laborers, are still carrying out their activities. like before the COVID-19 pandemic. The descriptive method is used in this research. Observations were made with interview techniques and documentation because they were very appropriate for studying descriptive social problems such as this research. The reasons for farmers and farm laborers to continue their activities are: First, farm workers in PGL think that the COVID-19 pandemic will not hit their area, they believe they will remain healthy because of their work patterns that are outdoors and exposed to direct sunlight. The two economic factors and difficulties in fulfilling the necessities of life, the third is the lack of public awareness farmworkers about the dangers of COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji permasalahan tentang berbagai perilaku masyarakat dalam menghadapi ancaman COVID-19 terutama masyarakat kalangan buruh tani yang berada di kawasan kecamatan PGL kabupaten Bdg. Alasan mendasar dari penelitian ini adalah di tengah usaha pemerintah yang begitu besar dalam upaya menekan penyebaran virus ini dengan membatasi aktivitas masyarakat baik social distancing ataupun anjuran untuk stay at home di berbagai wilayah, tetapi masyarakat kecamatan PGL khususnya pada kalangan petani dan buruh tani masih menjalankan aktivitasnya seperti sebelum terjadi pandemi COVID-19. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Pengamatan dilakukan dengan teknik wawancara, dan dokumentasi karena sangat tepat untuk mengkaji permasalahan sosial yang bersifat deskripsi seperti penelitian ini. Alasan para buruh tani tetap beraktivitas adalah: Pertama, buruh tani di PGL beranggapan pandemik COVID-19 tidak akan melanda wilayahnya, mereka berkeyakinan tetap sehat karena pola kerja mereka yang berada di luar ruangan dan terkena sinar matahari langsung. Kedua, faktor ekonomi dan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup; ketiga, kurangnya kesadaran masyarakat kalangan buruh tani akan bahaya dari COVID-19.
Urgensi Penguatan Pembelajaran IPS di Sekolah dalam Menghadapi Tantangan Globalisasi Dan Keanekaragaman Budaya Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.599 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4685

Abstract

Tantangan kehidupan dalam era globalisasi menuntut semua orang agar mampu menyesuaikan diri. Globalisasi yang diikuti dengan penyebaran budaya lintas Negara merupakan fenomena nyata yang tidak dapat ditolak dan harus dihadapi. Keanekaragaman budaya pribumi ditambah lagi dengan berbagai budaya baru yang masuk tentunya semakin menambah keanekaragaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Pada satu sisi keanekaragaman budaya tersebut dapat menambah khasanah budaya bangsa, namun pada sisi lain dapat berdampak buruk terhadap lunturnya karkter bangsa. Hal ini dapat terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang memiliki sikap individualis, intoleran, suka menyebarkan berita hoax dan pemanfaatan teknologi informasi yang kurang bijak. Maraknya penyebaran berita hoax dan tingginya sentimen terhadap perbedaan budaya baik dalam lingkup local maupun global jika tidak segera diselesaikan dapat mengancam stabilitas kehidupan berbangsa. Munculnya berbagai sikap tersebut bertolak belakang dengan karakter asli bangsa Indonesia yang dikenal sangat ramah, cinta damai dan suka bergotong royong. Berbagai perilaku masyarakat tersebut tidak mencerminkan sebagai perilaku warga Negara dan warga dunia yang baik. Berdasarkan fenomena tersebut perlu dilakukan tindakan preventif melalui jalur pendidikan, salah satunya dengan penguatan pembelajaran IPS di sekolah. Upaya ini perlu diperkuat kembali mengingat masih adanya kalangan yang cenderung memandang sebelah mata pendidikan IPS di sekolah. Pendidikan IPS masih dianggap sebagai pelajaran yang kurang penting sehingga cenderung diabaikan. Pendidikan IPS jika dioptimalkan dapat berkontribusi positif untuk mempersiapkan siswa ketika hidup bermasyarakat diera globalisasi dan keanekaragaman budaya. Pendidikan IPS di sekolah berkontribusi dalam menanamkan konsep ilmu sosial dalam rangka mengembalikan fitrah manusia untuk menjadi warga negara yang baik.
Identification of Mobile Phone Usage's Shifting Among Students Deni Sutisna; Arif Widodo; Ashar Pajarungi Anar; Dyah Indraswati; Nursaptini Nursaptini
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v9i2.3519

Abstract

This study aims to identify the use of mobile phones in SMAN 1 Pangalengan. The survey was conducted on 100 students. Data collection using a questionnaire. Data analysis uses quantitative descriptive methods. The results showed students tend to utilize social media such as Facebook, Instagram, and WhatsApp. Other uses for browsing, gaming, and entrepreneurship. Survey results show that 92% of students use WhatsApp to communicate and 82% of students use mobile phones to access social media. This shows the pattern of mobile phone use has shifted among students although basically, it does not change the main function.
Pendidikan IPS Menjawab Tantangan Abad 21: Sebuah Kritik Atas Praktik Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Arif Widodo; Dyah Indraswati; Deni Sutisna; Nursaptini Nursaptini; Ashar Pajarungi Anar
ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i2.3868

Abstract

Abad 21 sarat dengan perkembangan teknologi informasi. Perkembangan berjalan semakin semakin pesat. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk menyelidiki tentang 1) Apakah pembelajaran IPS di SD masih relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21, 2) Keterampilan apa saja yang didapatkan dari mempelajari IPS di SD, 3) Bagaimana seharusnya mempelajari IPS agar keterampilan abad 21 dapat dikuasai. Kajian ini menganalisis artikel yang berkaitan dengan pembelajaran IPS maupun keterampilan abad 21. Artikel yang dianalisis berupa artikel hasil penelitian empiris maupun hasil kajian konseptual. Analisis konsep dilakukan dengan melakukan sintesis dari beberapa artikel tersebut untuk menemukan relevansi pendidikan dengan keterampilan abad 21. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS masih relevan dengan pengembangan keterampilan abad 21. Keterampilan yang didapatkan melalui pembelajaran IPS diantaranya kemampuan bersosialisasi, kemampuan berkolaborasi, kemampuan networking, dan kemampuan berkomunikasi. Tuntutan keterampilan abad 21 yang mengharuskan setiap orang untuk memiliki keterampilan sosial dapat dipelajari melalui pembelajaran IPS. Agar keterampilan abad 21 dapat termuat dalam pembelajaran IPS secara untuk maka perlu dilakukan inovasi model pembelajaran.
Pembentukan karakter disiplin siswa melalui kultur sekolah Muhammad Sobri; Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo; Deni Sutisna
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol 6, No 1 (2019): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v6i1.26912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses pembentukan karakter disiplin siswa melalui beberapa identifikasi kultur sekolah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif, karena penelitian ini hanya menggambarkan dan melukiskan mengenai proses pembentukan karakter disiplin siswa melalui beberapa identifikasi kultur sekolah. Penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik pengumpulan dilakukan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Subjek penelitian dalam penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu pemilihan subjek penelitian secara sengaja oleh peneliti berdasarkan tujuan dan kriteria tertentu. Penentuan subjek penelitian didasarkan pada ciri-ciri atau karakteristik tertentu berdasarkan penilaian subjektivitas peneliti. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis induktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa karakter disiplin siswa terbentuk melalui beberapa identifikasi kultur sekolah yakni artifak sekolah, tata tertib, ritus atau upacara-upacara, dan nilai-nilai atau keyakinan yang dianut warga sekolah. Dengan demikian disiplin sangat penting untuk perkembangan siswa agar berhasil mencapai hidup yang bahagia, bisa beradaptasi dengan baik dalam lingkungan sosial termasuk di lingkungan sekolah. Upaya pembentukan karakter disiplin siswa di sekolah mencakup segala hal yang mempengaruhi siswa untuk membantu mereka agar dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan.AbstractThis study aims to explain the process of shaping the character of student discipline through several identifications of school culture. This research is included in the descriptive study because this research only describes and illustrates the process of forming the character of student discipline through some identification of school culture. This research is qualitative. The collection technique is done through interviews, documentation, and observation. The research subjects in this study were determined purposively, namely the deliberate selection of research subjects by researchers based on specific objectives and criteria. The determination of the research subject is based on certain characteristics or characteristics based on the assessment of the subjectivity of the researcher. The data analysis technique used is the inductive analysis technique. The results of the study concluded that the character of student discipline was formed through some identification of school culture namely school artifacts, discipline, rites or ceremonies, and the values or beliefs held by school residents. Thus the discipline is very important for student development to achieve a happy life, can adapt well in the social environment, including in the school environment. Efforts to shape the character of student discipline at school include everything that affects students to help them understand and adjust to the demands of the environment.
Analisis Konten HOTS dalam Buku Siswa Kelas V Tema 6 “Panas dan Perpindahannya” Kurikulum 2013 Arif Widodo; Dyah Indraswati; Radiusman Radiusman; Umar Umar; Nursaptini Nursaptini
Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol 12, No 1 (2019): Madrasah: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mad.v12i1.7744

Abstract

The purpose of this study is to analyze the content or problems presented in a student's book in accordance with the criteria as teaching materials with high-level skills in elementary school. The study uses content analysis methods with stages of data reduction, data presentation and conclusion drawing. Data collection is done by rubrics then presented in graphical form. The data source in this study is the 2013 thematic integrated curriculum book for elementary / MI class V theme 6 "Heat and Displacement". Based on the results of this study it can be seen that in the student book there is a LOTS load of 36%, HOTS content gets a percentage of 64%. The percentage of each cognitive level (C-4) is 35%, Evaluation (C-5) is 33% and Creation (C-6) is 32%. The results of the analysis of these data indicate that in the book students have presented content that contains HOTS and is feasible to be implemented in learning.
KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM DAKWAH BIL HIKMAH: UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK TUNA LARAS DI MADRASAH INKLUSI Nursaptini Nursaptini; Arif Widodo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.582 KB) | DOI: 10.31942/mgs.v11i2.3939

Abstract

Abstrak Anak tuna laras identik dengan perilaku yang buruk. Stigma anak tuna laras sebagi anak nakal telah melekat. Anak tuna laras memiliki masalah yang serius dengan karakter. Permasalahan semacam ini juga terjadi di salah satu madrasah inklusi di Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembentukan karakter terhadap anak tuna laras di madrasah inklusi. Penelitian in ididesain dalam bentuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari lima anak tuna laras. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penggunaan metode dakwah bil hikmah terhadap perubahan karakter anak tuna laras? Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembentukan karakter anak tuna laras di madrasah inklusi dengan menggunakan pendekatan komunikasi persuasif dari metode dakwah bil hikmah telah berhasil. Guru memperlakukan anak tuna laras dengan kasih sayang, mau mendengar keluh kesah dan melakukan komunikasi persuasif. Penggunaan pendekatan ini dapat merubah perilaku anak tuna laras, emosi menjadi lebih stabil, hubungan sosial membaik dan partisipasi belajar meningkat. Kata Kunci: komunikasi persuasif, dakwah bil hikmah, tuna laras, pembentukan karakter Abstract Children with emotionally handicapped identic with bad behavior. The stigma as a naughty children has lingered. Children with emotionally handicapped have serious character problems. This kind of problem also occurs in one of inclusion madrasas in West Lombok. This study aims to determine the effect of character building methods on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah. This research was designed in qualitative research with a case study approach. The subjects in this study consist of five children with emotionally handicapped. The main problem in this research is how is the effect of using da'wah bil hikmah method on changes in children with emotionally handicapped character. Based on results of the study, it can be concluded that character building on children with emotionally handicapped in inclusion madrasah using persuasive communication approach da'wah bil hikmah method has been successful. The teachers treat the children with emotionally handicapped with love, willing to listen their complaints and makes persuasive communication. The use of this approach can change children with emotionally handicapped behaviour, their emotions become more stable, improve in social relations and increase in learning participation. Keywords: persuasive communication, da'wah bil hikmah, children with emotionally handicapped, character building
PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA ANAK DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA Syafruddin Syafruddin; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini Nursaptini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11218

Abstract

ABSTRAKArus globalisasi membuat pertukaran budaya antar bangsa sangat cepat, oleh karena itu generasi muda sangat perlu karakter berbasis kearifan lokal yang dapat dijadikan alat filter  dalam menerima budaya asing. Penanaman karakter terutama melalui sekolah merupakan salah satu alternatif yang efektif dilakukan. Namun yang terjadi di lapangan masih banyak terdapat siswa belum memahami tentang kearifan lokal yang dimiliki dan siswa perlu mendapatkan pemahaman penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat akan memperkenalkan berbagai kearifan lokal budaya asli suku sasak pada peserta didik, sehingga peserta didik dapat mengetahui nilai-nilai kearifan lokal sebagai karakter yang harus dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Teknik yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan diantaranya: persiapan dilakukan dengan koordinasi dan sosialisasi kepada mitra pengabdian pada masyarakat. Selanjutnya penyuluhan, kemudian diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan adalah siswa memahami tentang nilai-nilai kearifan lokal dan siswa mendapatkan pemahaman terkait pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: pendidikan karakter; kearifan lokal; kawasan ekonomi khusus ABSTRACTThe flow of globalization makes cultural exchanges between nations very fast. Therefore, the younger generation needs characters based on local wisdom that can be used as a filter tool in accepting foreign cultures. Character building, primarily through schools, is an effective alternative. However, what happens in the field is that there are still many students who do not understand local wisdom and students need to gain an understanding of strengthening character education based on local knowledge. The purpose of community service activities is to introduce various local pearls of wisdom of the indigenous Sasak culture to students so that students can know the values of local knowledge as characters that must be understood and applied in everyday life. The technique used in this activity includes several stages including preparation is carried out with coordination and socialization with community service partners. Next is counseling, then discussion and question and answer. Next is counseling, then discussion and question and answer. The results of the service activities that have been carried out are that students understand the values of local wisdom and students get an understanding of character education based on local wisdom. Keywords: character building; local culture; special economic zones
Division of Labour in Coastal Community: The Equity of Role-Play Between Bugis Women and Men in Kupang Syahrul Syahrul; Fawziah Zahrawati; Nursaptini Nursaptini
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 15, No 2 (2022): PALASTREN
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v15i2.11837

Abstract

The study aims to know the division of labor between women and men in the Bugis Families at Kupang coastal community. Collecting the data through Focus Group Discussion (FGD) with 20 familial members such as wives and husbands, and gathering in-deep information by conducting interviews and observations. The result of this study shows that: (1) In Bugis families, wife and husband work representing social solidarity because there is no role play that the only wife should cook, clean, and wash, while several husbands stay at home for cooking, washing, and nursing. (2) Gender division of labor approach to highlight the role, benefits, and risks of women and men in the coastal area. Women and men supply seaweed farming as a family business, and both of them work with a division of labor. The wife used the extra money for daily expenses, whereas the husband used their extra money for bigger investments. (3) Both women and men work not only equal but also equity because fishing is dangerous for women, but men can do it, while fishery multi-products are difficult for Bugis men, but it easy for women. 
Penerapan Metode Demonstration Berbantuan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang Fachreza; Ni Made Novi Suryanti; Nursaptini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1102

Abstract

Proses pembelajaran sosiologi sangat erat kaitannya dengan fenomena sosial sebagai bahan kajian, masyarakat dapat secara langsung mengajak siswa untuk belajar dan mengalami interaksi di lingkungannya. Artinya dalam pembelajaran sosiologi diperlukan keterampilan tertentu untuk mengembangkan dan mengevaluasi argumentasi untuk memecahkan suatu masalah tertentu, untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu, keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang melalui penggunaan metode demonstrasi berbantuan media gambar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari 3 langkah yaitu reduksi data, pemaparan data dan kesimpulan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, peningkatan dari Siklus I ke Siklus II dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1) Pada siklus pertama proses berpikir kritis siswa sebesar 64%, kemudian meningkat menjadi 80% pada siklus kedua. 2) Data nilai tes berpikir kritis siswa pada Siklus pertama menunjukkan ketuntasan 68%, kemudian ketuntasan Siklus kedua meningkat menjadi 84%. 3) Pelaksanaan metode demonstrasi yang didukung media gambar pada siklus pertama sebesar 87,5%, setelah itu meningkat menjadi 100% pada siklus kedua. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Demonstration berbantuan Media Gambar dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas XI IPS 1 SMAN 2 Taliwang. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode dan media pembelajaran tersebut untuk meningkatkan pemikiran kritis siswa terhadap materi dan topik penelitian.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aisa Nikmah Rahmatih Aisa Nikmah Rahmatih Anar, Ashar Pajarungi Arif Widodo Arif Widodo Arif Widodo Aryati Risma Ade Aryati, Risma Ade Ashar Pajarungi Anar Ashar Pajarungi Anar Astini, Baik Nilawati Astria, Fitri Puji Azizi, Hibatul Bafadal, Rifqi Deni Sutisna Deni Sutisna Dewi, Baiq Yulia Rahma Dewi, Oktaviani Dyah Indraswati Fachreza Fachreza Fachreza Fawziah Zahrawati B Febrianti, Laura Feni Haryati, Linda Fidhea Aisara Firda Devianti Komalasari Fitri Puji Astria Fitriana, Indah Nur Hamdani Hamdani Hamidsyukrie ZM Hamidsyukrie, Hamidsyukrie Handayani, Liza Haryati, Linda Feni Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati Hasnawati, Nadia Hery Widijanto Hulaemi Umar Husadi, Izhar I Ketut Widiade Imam Malik Indah Suryanda Indraswati, Dyah Indraswati, Dyah Irma Suryani Irmasuci, Dayu Jannah, Fadina Raodatul Jihatul Hadi Juliana Juliana juliani juliani Ketut Sri Kusuma Wardani Lalu Hamdian Affandi Lestari, Ines Maharani Linda Feni Haryati Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Masyhuri Mohammad Archi Maulyda Mubayyinah, Istiharatul Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Erfan Muhammad Ilyas Muhammad Rizki Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Sobri Muhammad Syazali Muhammad Syazali Muhammad Tahir Muhammad Tahir Nazuwa, Laela Ni Made Novi Suryanti Nopiza, Liza Noviandita, Devy Novitasari, Setiani Novitasari, Setiani Nurlaili Handayani Nursanti, Farida Nurul Kemala Dewi Nurul Yuliatul Mi'rojah Nurwahidah Nurwahidah Nzobonimpa, Claver Parameswari, Kinanti Idha Prihma Sinta Utami Putri Adinda, Rosa Gita Putu Septiastuti Raden Mohamad Herdian Bhakti Radiusman Radiusman Rahmiah Rizian Asri Safitri, Vivi Safruddin Safruddin Sasnika, Epa Sembiring, Rinawati Setiani Novitasari Setiani Novitasari Su'ud, Su'ud Sudarmini, Luh Ayu Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Sumitro Sumitro Supraini, Deny Sutisna, Deni Sutisna, Deni Sutisna, Deni Suud Suud Suyanto Suyanto Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syahrul Syahrul Syazali, Muhammad Umar Umar Umar Umar Wadi, Hairil Wahidah, Ananda Wardatun, Lisa Warok, Niswatun Warthini, Ni Luh Putu Nina Sri Widiade, I Ketut Widodo, Arif Yundari, Yundari ZM, Hamidsyukrie