Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pengetahuan Ibu dan Pendapatan Keluarga terhadap Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Dian ISti Anggraini; Efriyan Imantika; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i2.2493

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah gizi mikro terbesar dan tersulit diatasi di seluruh dunia.Anemia bukan hanya berdampak pada ibu, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita defisiensi zat besi atau anemia kemungkinan besar mempunyai cadangan zat besi yang sedikit atau tidak mempunyai persediaan sama sekali di dalam tubuhnya walaupun tidak menderita anemia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengetahuan ibu hamil dan pendapatan keluarga terhadap kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan kabupaten Pesawaran.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gedongtataan kabupaten Pesawaran pada bulan Mei sampai November 2019. Sampel adalah 70 orang ibu hamil yang bersedia untuk berpartisipasi dalam proses penelitian dan tidak menderita penyakit keganasan, diabetes melitus dan TBC, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data anemia ibu hamildiukur dengan pemeriksaan kadar haemoglobin darah ibu,data pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32,9% responden menderita anemia dalam kehamilan, 57,1% pengetahuan kurang, dan 67,1% memiliki pendapatan keluarga yang lebih dari upah minimum propinsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil dan pendapatan keluarga berpengaruh terhadap kejadian anemia ketika ibu hamil (p=0,04; p=0,048).Kata Kunci: ibu hamil, pengetahuan, pendapatan, anemia
Hubungan Sindrom Koroner Akut dengan Riwayat Diabetes Melitus di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Rekha Nova Iyos; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1718

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai oleh hiperglikemia akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Menurut data Riskesdas Indonesia tahun 2013 yang telah diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), sejumlah 2.650.340 orang pernah didiagnosis menderita kencing manis oleh dokter. Sementara untuk propinsi Lampung, sejumlah 38.923 orang pernah didiagnosis menderita kencing manis oleh dokter dan 5.560 orang belum pernah didiagnosis kencing manis oleh dokter tetapi dalam 1 bulan terakhir mengalami gejalanya. Pasien dengan Diabetes Melitus memiliki peningkatan insiden arterioskelrotik kardiovaskular, penyakit arteri perifer, dan serebrovaskular. Hipertensi dan kelainan metabolisme lipoprotein juga sering ditemukan pada orang dengan Diabetes Melitus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sindrom koroner akut dengan riwayat penyakit Diabetes Melitus Melitus di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan penelitian case-control study yaitu penelitian dimulai dengan mengidentifikasi pasien dengan efek yang disebut kasus dan kelompok tanpa efek disebut sebagai kontrol. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. AbdoelMoeloek pada bulan Juli-Oktober 2016. Populasi penelitian ini adalah semua kasus sindrom koroner akut dengan riwayat DM. Sampel penelitian ini adalah semua semua kasus sindrom koroner akut denga riwayat DM yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil Penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara CHF, ACS dengan DM pada pasien yang dirawat di RS Abdoel Moeloek. Saran penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar terutama pada pasien yang menderita DM dan menggunakan metode penelitian lain.Kata Kunci : riwayat diabetes melitus, sindrom koroner akut
Permodelan Probabilitas Kejadian Stunting Sutarto Sutarto; Dyah Wulan Sumekar; Sofyan Musyabiq Wijaya; Reni Indriyani
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2198

Abstract

Stunting atau perawakan pendek (shortness) adalah suatu keadaan tinggi badan (TB) seseorang yang tidak sesuai dengan umurnya. Berbagai hal penting untuk perlu dipahami di Indonesia mempunyai masalah gizi, ditandai banyak kasus gizi kurang anak balita, sehinga dapat berakibat stunting. Sangat banyak dan beragam faktor risiko yang berpengaruh terhadap stunting, sehingga rumusan masalahnya adalah belum ada permodelan kejadian stunting di Lampung Selatan. Untuk mengetahui permodelan determinan kejadian stunting di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Menggunakan desain Case Control Study, dilakukan di Kabupaten Lampung Selatan dengan populasi balita/orang tuanya di desa Kemukus dan Bangun Rejo, Kecamatan Ketapang dan sampel terpilih sebanyak kasus 52 orang dan kontrol 52 orang. Hasil akhir uji permodelan stunting yang paling baik dalam penelitian ini, berupa persamaan model kejadian stunting (Y) = -2,713 + 1,768 (Jenis ANC) + 1,543 (Tindakan Persalinan) + 1,135 (Kelengkapan ANC). Persamaan ini merupakan perwujudan dari persamaan P=(1/1+e-y). Persamaan model stunting ini dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan (probabilitas) kejadian stunting di wilayah ini. Misalkan ke-3 variabel di atas tidak ada maka probabilitas stunting sebesar 93,7% dan jika sebaliknya, probabilitas stunting sebesar oleh 15,2%. Status permodelan stunting cukup baik, menurut test Hosmes dan Lemeshow (77,9%) dan nilai kualitas 682 (68,2%). Determinan kejadian di wilayah kecamatan Ketapang adalah pada kualitas pelayanan antenatal care dan jenis tindakan persalinan, yaitu jenis petugas pelayanan antenatal care (ANC), jenis tindakan persalinan dan kelengkapan sewaktu ANC. Upaya menekan kejadian stunting di wilayah Ketapang, harus dilakukan tindakan peningkatan kualitas pelayanan ANC dan tindakan persalinan disarankan dilakukan di unit fasilitas pelayanan kesehatan.Kata kunci: permodelan, determinan, stunting
Hubungan antara Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) dengan Asupan Makanan dan Aktivitas Fisik Anak Autis di SLB Insan Madani dan Pusat Layanan Autis Kota Metro Tahun 2016 Muhammad Aditya; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1719

Abstract

Prevalensi autis di dunia saat ini mencapai 15-20 kasus per 10.000 anak atau 0,15-0,20%. Jika angka kelahiran di Indonesia enam juta per tahun maka jumlah penyandang autis di Indonesia bertambah 0,15% atau 6.900 per tahun dengan prevalensi anak laki-laki tiga sampai empat kali lebih besar daripada anak perempuan. Penanganan anak autis yang belumbanyak terpikirkan oleh para orang tua yang anaknya baru terdiagnosis autis adalah pengaturan diet (konsumsi). Hasil pemeriksaan terhadap 200 anak autis di Indonesia didapatkan bahwa seluruhnya menderita alergi makanan (multiple food alergy) dan sekitar 95% alergi terhadap susu sapi dan jenis gandum. Penelitian ini adalah penelitian observasional denganrancangan studi potong lintang (cross sectional). Penelitian ini dilakukan di Pusat Layanan Autis Metro dan SLB Insan Madani Metro. Besar subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling (38 Anak). Data diolah menggunakan program NutriSurvey, dan analisis menggunakan metode chi-square. Hasil menunjukan bahwa tidakada perbedaan aktifitas fisik dan asupan makanan antara siswa yang diet ketat GFCF, diet tidak ketat, dan tidak diet GFCF. Dari hasil tersebut dapat diperoleh bahwa anak autis dengan diet GFCF tidak mempengaruhi asupan makanan dan aktifitas fisiknya.Kata Kunci : aktfitas fisik , asupan makanan , diet gfcf
Analisis Asupan Makan Sebagai Faktor Risiko Kurang Energi Kronis pada Ibu Hamil di Kota Bandar Lampung Dian Isti Angraini; Ratna Dewi Puspita Sari; Sofyan Musyabiq Wijaya; Rachmi Lestari Rukmono
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 3, No 1 (2019): JK Unila
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v3i1.2208

Abstract

Prevalensi kurang energi kronis pada ibu hamil usia 15-49 tahun mencapai 24,2%. Kurang energi kronis merupakan gambaran status gizi ibu di masa lalu, sehingga bisa berisiko mengakibatkan komplikasi kehamilan dan kelahiran serta melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis asupan makan sebagai faktor risiko kurang energi kronis pada ibu hamil di kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di kota Bandar Lampung pada bulan April sampai Oktober 2018. Sampel adalah 138 orang ibu hamil berusia 18 sampai 45 tahun, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data kurang energi kronis dinilai melalui pengukuran lingkar lengan atas dan asupan makan dengan menggunakan kuesioner semiquantitative food frequency (SQFFQ). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,5% responden menderita kurang energi kronis, 39,1% asupan energi lebih, 50% asupan karbohidrat lebih, 81,9% asupan protein lebih, 42,8% asupan lemak kurang dan 53,6% asupan zat besi lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi, protein dan lemak merupakan faktor risiko terjadinya kurang energi kronis pada ibu hamil (p=0,0; p=0,00; p=0,038), asupan karbohidrat dan zat besi bukan merupakan faktor risiko kurang energi kronis pada ibu hamil (p=0,13; p=0,052). Kata Kunci: asupan makan , ibu hamil, kurang energi kronis
Makanan Tradisional dari Ulat Sagu sebagai Upaya Mengatasi Malnutrisi pada Anak Nirvana Sabila Nuban; Sofyan Musyabiq Wijaya; Aprin Nabila Rahmat; Wulan Yuniarti
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: Oktober 2020
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.266 KB)

Abstract

Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Angka gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia bagian timur jauh di atas rataan nasional. Ulat sagu merupakan salah satu pangan lokal dengan nilai gizi tinggi di beberapa daerah di Indonesia Timur. Tujuan dari artikel ini adalah sebagai upaya mencegah malnutrisi pada anak. Penelusuran literatur dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dilakukan melalui database NCBI, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci Malnutrisi, Gizi buruk, Gizi kurang, Sistem imun, Ulat sagu, dll. Sehingga didapatkan 29 artikel terpilih yang dianalisa menggunakan metode literature review. Ulat sagu yang tinggi protein dapat diolah menjadi sosis dengan pewarnaan bayam merah dan juga makanan tradisional seperti: nasi gurih, skotel, dadar gulung, roti bakar, tahu isi, bola-bola ubi, kroket, panada, bolu pisang dan lemper. Pemberian makanan tradisional ini pada anak termasuk anak yang mengalami gizi kurang, gizi buruk dan stunting selama 45 hari terbukti meningkatkan kadar protein dalam tubuh. Ulat sagu adalah pangan lokal alternatif yang dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional bernilai gizi tinggi untuk anak di daerah pengkonsumsi sagu dalam upaya mencegah malnutrisi pada anak.
PERBEDAAN KADAR ASAM URAT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) SETELAH PEMBERIAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Nabila Nuranjumi; agustyas tjiptaningrum; sofyan musyabiq; hanna mutiara
Medula Vol 12 No 2 (2022): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v12i2.412

Abstract

The excessive uric acid levels in the body can increase the risk of hyperuricemia. The formation of uric acid starts from the synthesis of purines which produce inosine, adenine and guanine monophospate that will be degraded into uric acid. Peanuts contain purines so if it is consumed in excess, it can increase blood uric acid levels. To know the difference in the average blood uric acid levels of rats given peanuts at a dose of 1gr/200grBB, 2gr/200grBB, 4gr/200grBB and not given peanuts. This research used experimental research with post test control group design approach. The sample in this research used 28 rats that divided into 4 groups; K1 were only given standard feed, P1 were given 1gr / 200grBB peanuts, P2 were given 2gr/200grBB peanuts and P3 were given 4gr/200grBB peanuts in everyday for 28 days. Then measuring the blood uric acid levels of rats. The average blood uric acid level of rats before intervention (K1) is 3,28mg/dl, and after intervention is 3,87mg/dl (P1), 4,20mg/dl (P2) and 5,03mg/dl (P3). There is a significant difference between P2 and K1 (p=0,005 ), P3 and K1 (p=0,000 ). There is no a significant difference between P1 and K1 (p=0,130 ). There is a significant difference in the average blood uric acid level of rats given peanuts at a dose of 2gr/200grBB, 4gr/200grBB and not given peanuts. There is no significant difference in the average blood uric acid level of rats given peanuts at a dose of 1gr/200grBB and not given peanuts.
Pelatihan Pendidikan Keluarga Ramah Anak dalam mewujudkan Kelurahan Layak Anak Sowiyah sowiyah; Riswanti Rini; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 1 No. 01 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan - Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.102 KB)

Abstract

The specific objectives to be achieved in this activity are to train participants to understand the convention on the rights of the child through a sift-friendly family (KRA) in creating Child Friendly Villages and increase understanding of the four principles of the convention on children's rights; non-discrimination, the best interests of the child, growth and development, and child participation. The strategy used to achieve this goal is in accordance with the mission contained in the vision of Metro City regarding the prevention of violence against women and violence against children. This activity was carried out in order to provide reinforcement and provision for PKK members and children's forums in the Ganjar Agung family, West Metro District, Metro City. Ganjar Agung Urban Village, which has launched a Women-Friendly and Caring for Children Village (KRPPA) which was launched on November 28, 2021 by the Minister of Women's Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia. Based on these data, it is very necessary to hold training for the community and children's forums in the Ganjar Agung Village. The methods used in this activity are outreach, training, assignments, practice, group discussions, and mentoring. This activity will be held at the Ganjar Agung Village Office, West Metro District.
Makanan Tradisional dari Ulat Sagu sebagai Upaya Mengatasi Malnutrisi pada Anak Nirvana Sabila Nuban; Sofyan Musyabiq Wijaya; Aprin Nabila Rahmat; Wulan Yuniarti
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 1 No 1 (2020): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: Oktober 2020
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v1i1.224

Abstract

Malnutrisi pada anak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Angka gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia bagian timur jauh di atas rataan nasional. Ulat sagu merupakan salah satu pangan lokal dengan nilai gizi tinggi di beberapa daerah di Indonesia Timur. Tujuan dari artikel ini adalah sebagai upaya mencegah malnutrisi pada anak. Penelusuran literatur dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dilakukan melalui database NCBI, PubMed, dan Google Scholar dengan kata kunci Malnutrisi, Gizi buruk, Gizi kurang, Sistem imun, Ulat sagu, dll. Sehingga didapatkan 29 artikel terpilih yang dianalisa menggunakan metode literature review. Ulat sagu yang tinggi protein dapat diolah menjadi sosis dengan pewarnaan bayam merah dan juga makanan tradisional seperti: nasi gurih, skotel, dadar gulung, roti bakar, tahu isi, bola-bola ubi, kroket, panada, bolu pisang dan lemper. Pemberian makanan tradisional ini pada anak termasuk anak yang mengalami gizi kurang, gizi buruk dan stunting selama 45 hari terbukti meningkatkan kadar protein dalam tubuh. Ulat sagu adalah pangan lokal alternatif yang dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional bernilai gizi tinggi untuk anak di daerah pengkonsumsi sagu dalam upaya mencegah malnutrisi pada anak.
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN NILA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN POTENSI DESA TUGU MULYA, LAMPUNG BARAT Suryadi Islami; Ervina Damayanti; Sofyan Musyabiq Wijaya; Selvi Marcellia; Linda Septiani
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v4i1.9452

Abstract

Desa Tugu Mulya merupakan salah satu desa di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Desa ini memiliki potensi yang perlu diperhatikan yaitu masyarakatnya memiliki budidaya ikan nila yang biasanya hanya dijual segar dan diolah sederhana. Di samping itu, konsumsi protein hewani di Provinsi Lampung masih rendah padahal hal ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melatih masyarakat membuat nugget ikan nila sebagai upaya peningkatan potensi desa. Pelatihan dilaksanakan dengan pematerian terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan secara langsung oleh peserta. Hasil yang diperoleh yaitu peserta mengetahui dan memahami manfaat ikan nila sebagai sumber protein hewani, pentingnya konsumsi ikan nila dan pengolahan ikan nila menjadi nugget yang memiliki masa simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi. Selain itu, pelatihan ini dapat memberikan kemampuan peserta dalam membuat nugget ikan nila secara mandiri.
Co-Authors Ade Yonata, Ade Adelia Meutia Putri Afriyani, Afriyani Agung Kusuma Wijaya Agung Satria Utama H agustyas tjiptaningrum Akbar, Muhammad Zakky Putra Andrifianie, Femmy Anisa Nuraisa Jausal Aprin Nabila Rahmat ari wahyuni Ari Wahyuni Asep Sukohar Athallah, Dimas Rifqi Azzarine Nabila Suryadana betta kurniawan Claudia Clara Damayanti, Ervina Dharmesti, Rizky Aleyda Dian Isti Anggraini Dian Isti Anggraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dyah Wualn Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar RW Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Ervina Damayanti Ety Apriliana Fahmi Fajriani, Indah Febriyani, Wiwi Fitria Saftarina Hamdi Nasution hanna mutiara Happy, Terza Aflika Irawati, Nur Ayu Virginia Jhons Fatriyadi Suwandi Liman Liman Linda Septiani M. Haikal Marcelia, Selvi Mayasari, Diana Minerva Nadia Putri A.T Muhammad Aditya Muhammad Aditya, Muhammad Muhartono Muhartono Nabila Nuranjumi Nasution, Helmi Suryani Nazia, Marsa Zahra Nindya Augesti Nirvana Sabila Nuban Novi Nurhayati, Novi Novita Carolia Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Prasetiowati , Lies Elina Purnomowati , Ratnasari Dyah Putri, Lulu Rafika Putu Ristyaningsih Ayu Rachmi Lestari Rukmono Rafi Gustra Alam Rahmadi, Antun Ramadhana Komala Rani Tiara Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Rekha Nova Iyos Reni Indriyani Reni Zuraida Rika Lisiswanti Risti Graharti Riswanti Rini Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Selvi Marcellia Septiani, Linda Shinta Nareswari, Shinta Sinaga, Elizabeth Mega Soraya Rahmanisa Sowiyah Sowiyah Suharmanto Surarto Sutarto Suryadi Islami Susianti Susianti Sutarto . Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Suwarjo Suwarjo Syafitri Syahrul Hamidi N Syahrul Hamidi Nasution Syahrul Hamidi Nasution Syarif, Syahrizal TA Larasati Tasya Hani Fatwa Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wulan Yuniarti Yunianto, Andi Eka