Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Bahaya Meal Skipping pada Remaja Putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan Wijaya, Sofyan Musyabiq; Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3225

Abstract

Meal skipping merupakan sebuah tindakan untuk melewatkan waktu makan, baik sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Jika kegiatan ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama akan berakibat pada status gizi seperti permasalahan Kurang Energi Kronis (KEK). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya meal skipping pada remaja putri di Desa Karang Anyar, Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan Remaja Putri di Karang Anyar Lampung Selatan. Kegiatan dilakukan di Balai Desa KarangAnyar, Lampung Selatan dengan sasaran adalah remaja putri. Evaluasi mnggunakan metode pre dan posttest selama kegiatan untuk melihat peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mengenai meal skipping pada remaja putri (n = 25 orang, nilai p = 0,000) setelah dilakukan penyuluhan. Oleh karena itu, penting untuk memberikaninformasi dan penyuluhan mengenai hal-hal terkait meal skipping pada remaja putri untuk menghindarkan diri dari berbagai resiko dan bahaya yang mungkin timbul akibat kebiasaan makan tersebut khususnya untuk remaja putri.Kata Kunci: Edukasi, Meal Skipping, Remaja Putri
Kunjungan dan Konsultasi pada Penderita TBC di Desa Cipadang Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; ., Sutarto; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3240

Abstract

Perlu ditegaskan bahwa langkah-langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 harus diperkuat, mengingat bahwa TBC masih menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat Indonesia. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Desa Cipadang mencakup kekurangan pengetahuan mengenai Tuberkulosis, termasuk pemahaman tentang gejala, cara penularan, dan langkah-langkah pencegahan. Dampak dari kurangnya pengetahuan ini menyebabkan sebagian besar masyarakat meremehkan seriusnya masalah TBC, sering kali mengabaikan gejala awal penyakit. Kelompok usia di atas 40 tahun mendominasi, dengan 32 peserta (64,0%) dari total 50 individu peserta. Fakta ini menunjukkan bahwa kelompok usia ini memiliki risiko tinggi terkena TBC. Hasil kunungan dan konsultasi penderita TBC mencatat adanya peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat serta perilaku konsumsi minum obat TBC sesuai dengan petunjuk dokter melalui kerabat keluarga sebagai pengawas minum obat.  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kujungan, konsulgtasi TBC, penderita
Komitmen Bersama dan Pelatihan Kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi Desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC) Wahyuni, Ari; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Lisiswanti, Rika; Komala, Ramadhana; Marcelia, Selvi; Septiani, Linda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i2.3241

Abstract

WHO melaporkan bahwa estimasi jumlah orang terdiagnosis TBC tahun 2021 secara global sebanyak 10,6 juta kasus atau naik sekitar 600.000 kasus dari tahun 2020 yang diperkirakan 10 juta kasus TBC. Percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Indonesia pada tahun 2030 didasarkan pada fakta bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Berdasarkan data angka penemuan kasus TBC (case detection rate = CDR) diketahui cakupan CDR Kabupaetn Pesawaran sebesar 35,3%, angka ini belum mencapai target sasaran 70%, rendahnya cakupan CDR ini memberi maksa masih banyak kasus TBC di massyarakat yang belum terdeteksi (ditemukan). Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dan faslitas pemeriksaan TBC yang masih terbatas.Demikian juga permasalahan secara di Kabupaten Pesawaran dan khususnya di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, termasuk desa Cipadang yang masuk wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan terkait dengan penemuan dan hasil pengibatan TBC Paru. Mitra berkomitmen untuk bersama-sama dalam mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan membuat  komitmen bersama dan pelatihan kader TBC untuk Desa Cipadang menjadi desa sehat bebas TBC (SAHABAT).  Komiten dicanangkan dihadiri oleh semua pamong desa dan tokoh masyarakat serta kader kesehatan. Peserta pelatihan kader berdasarkan hasil nilai kuesioner post-test dan pre-test bahwa terjadi peningkatan ketrampilan dan pengetahuan kader TBC. Peningkatan ketrampilan / pengetahuan kader mengenai TBC dan penggalangan komitmen bersama diharapkan dapat mengurangi penderita TBC dan stigma negatif terhadap pasien TBC dan mempecepat eleminasi TBC di Desa Cipadang sehingga mewujudkan desa Cipadang menjadi desa SAHABAT (Desa Sehat Bebas TBC).  Kata Kunci: eliminasi, tuberkolusis, kampaye, kader, komitmen
Penyegaran Pemahaman Tuberkulosis Paru Bagi Kader Kesehatan di Kelurahan Tanjung Raya Kecamatan Kedamaian Kota Bandar Lampung Tahun 2024 Syahrul Hamidi Nasution; Fajriani, Indah; Nasution, Helmi Suryani; Musyabiq, Sofyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3365

Abstract

Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by bacteria (Mycobacterium tuberculosis) and usually attacks the lungs. Tuberculosis (TB) is one of the top 10 causes of death globally. Indonesia is still ranked third in the world and is one of the biggest challenges facing Indonesia and requires attention from all parties, because it causes a high burden of morbidity and mortality. One effort that can be made is strengthening the understanding of TB among health cadres who are part of health services in the community. The service activities carried out include measuring prior knowledge (pre test and post test), counseling for posyandu cadres with the aim of information obtained by health cadres being disseminated to sufferers and their families in the community. The activity was attended by 10 health cadres, after the outreach there was a 30% increase in knowledge about tuberculosis.Keywords: health cadres, counseling, tuberculosis.
Kafein pada Kopi: Penurun Risiko dari Demensia Rani Tiara; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia merupakan suatu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Diperkirakan terdapat 5,3 juta orang dengan demensia di Indonesia pada tahun 2030. Demensia merupakan penyebab kematian ke-4 pada lansia setelah penyakitjantung, kanker dan stroke. Jumlah lansia yang mengalami demensia di dunia sebesar 30 juta jiwa dan di Indonesia sebesar 15 % dari jumlah lansianya  mengalami demensia. Demensia Alzheimer dan demensia vaskuler adalah dua jenis demensia tersering yang ditemukan. Mutasi amyloid precursor ptotein (APP) menyebabkan akumulasi substansi yang nantinya dapat memicu kaskade hilangnya sejumlah sinaps di otak sehingga menimbulkan demensia tipe Alzheimer. Demensiamenyebabkan gejala seperti penurunan kognisi, perilaku dan aktivitas fungsional keseharian dengan konsekuensiyang akan memperberat pada aspek fisik, mental, psikososial baik pada pasien maupun keluarga dan masyarakat. Kasus demensiayang terdiagnosissering tidak mendapat penatalaksanaan yang memadai sehingga pasien tidak mencapai kualitas hidup optimal. Kafein sebagai salah satu zat yang dapat ditemukan dalam berbagai minuman konsumsi sehari-hari seperti kopidan teh. Mekanisme kerja kafein dapat memberikan efek protektif pada proses penurunan kognitif dan demensia.Kata kunci: demensia, kafein, penurunan kognisi.
Risiko Low Back Pain (LBP) pada Pekerja dengan Paparan Whole Body Vibration (WBV) M. Haikal; Sofyan Musyabiq Wijaya
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low back pain (LBP) adalah gejala rasa sakit pada punggung bagian bawah yang dapat menjalar hingga kedua kaki penderitanya. Faktor risiko LBP meliputi faktor risiko individu dan pekerjaan. Faktor risiko individu termasuk berkurangnyadaya tahan otot pada os vertebralis bagian lumbal dan perubahan biokimia pada jaringan tulang menyebabkan kekakuan. Faktor risiko pekerjaan yaitu berupa postur punggung yang membungkuk atau berputar yang sering dan berkelanjutan,postur statis, pengangkatan barang, gerakan punggung yang berputar cepat yang berlebihan, dan paparan getaran seluruh tubuh atau whole body vibration (WBV) yang dapat menyebabkan penggunaan otot yang berlebihan (overuse) dan akhirnyaakan mengaktivasi nosiseptor lewat rangsang mekanik. Whole body vibration merupakan getaran yang terjadi di seluruh tubuh akibat alat kerja yang dihantarkan oleh sistem pendukung seperti tempat duduk. Mekanisme WBV dapat menyebabkan LBP berkaitan dengan peningkatkan creep effect kolumna vertebralis lumbal, kelelahan dan kerusakan di vertebral end plates sehingga mengurangi aliran nutrisi ke daerah tersebut dan menyebabkan degenerasi tulang belakang, serta adanya peningkatan vasoactive intestinal peptide (VIP) yang mengakibatkan rasa nyeri. Pencegahan utama LBP akibat WBV adalah upaya menghindari sumber penyebab dari LBP. Upaya tersebut antara lain yaitu hindari paparan WBV terlalu lama dengan memilih mesin yang anti getar, penggunaan peredam, atau sepatu anti getaran; atur waktu kerja istirahat kurang lebih 10 menit istirahat setiap 1 jam kerja; melakukan pemanasan sebelum bekerja; terapi cepat sesuai gejala; dan menjaga badan agar tetap hangat.Kata Kunci: low back pain, penyakit akibat kerja, whole body vibration The Risk of Low Back Pain (LBP) in
Literature Review: The Role of Hand Washing Habits in Preventing Worm Infections in Elementary School Children Azzarine Nabila Suryadana; Jhons Fatriyadi Suwandi; Sofyan Musyabiq Wijaya; Betta Kurniawan
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jka.v11i2.pp17-23

Abstract

Kebiasaan mencuci tangan sangat penting dalam pencegahan berbagai infeksi terutama infeksi cacing di kalangan anak-anak. Mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir adalah langkah yang cukup penting untuk menjaga kesehatan serta menurunkan risiko dari penyebaran berbagai penyakit. Artikel ini bertujuan untuk membahas pentingnya kebiasaan mencuci tangan untuk mencegah infeksi kecacingan. Anak-anak yang tidak mencuci tangan dengan benar lebih berisiko untuk terinfeksi akibat dari kurangnya pemahaman serta perhatian dari orang tua. Metode yang digunakan dalam penulisan ini berupa mencari beberapa artikel dengan sumber data yang berasal dari Pubmed, NCBI dan Google Scholar. Literature review ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik mencuci tangan di antara anak-anak. Faktor lainnya seperti sosial, budaya, dan lingkungan juga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasan mencuci tangan. Untuk memperbaiki kebiasaan ini, diperlukan adanya kerjasama antara sekolah dengan orang tua dalam menyediakan fasilitas serta melaksanakan program edukasi kesehatan. Dengan ini, diharapkan angka infeksi cacing pada anak dapat terjadi penurunan serta meningkatkan kesehatan anak secara menyeluruh.
PENINGKATAN KESADARAN REMAJA UNTUK MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK MELALUI KEGIATAN GERAKAN EDUKASI REMAJA AKTIF, BERPRESTASI, SEHAT, MANDIRI, DAN TANGGUH Komala, Ramadhana; Febriani, Wiwi; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Yunianto, Andi Eka; Alam, Rafi Gustra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20043

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode penting untuk membentuk gaya hidup dan perilaku menjadi aktif secara fisik. Peningkatan aktivitas fisik bagi remaja sangat penting dilakukan untuk membentuk kebiasaan olahraga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa terkait pentingnya melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari serta meningkatkan frekuensi melakukan aktivitas fisik bagi siswa melalui kegiatan “GENERASI SMART” yaitu Gerakan Edukasi Remaja Aktif, Berprestasi, Sehat, Mandiri, dan Tangguh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 12 Bandar Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Kegiatan pengabdian mencakup melakukan kegiatan aktivitas fisik, penyuluhan, dan permainan aktivitas fisik (Exercise Motion Spinner Game/ EM-SG). Evaluasi kegiatan diberikan melalui pre-test dan post-test. Metode analisis yang digunakan dalam adalah analisis deskriptif dan analisis bivariat berupa paired sample t-test. Hasil pengabdian menunjukkan sebanyak 84% anak mengalami peningkatan pengetahuan terkait pentingnya aktivitas fisik. Hasil rata-rata skor pengetahuan siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik sebelum dilakukan penyuluhan tergolong rendah yaitu 52.6 ± 8.1 poin. Pengetahuan siswa setelah penyuluhan mengalami peningkatan dengan skor rata-rata sebesar 67.9 ± 10.4 poin. Peningkatan pengetahuan siswa juga dapat terlihat dengan jelas pada rata-rata perubahan skor pengetahuan yang tinggi yakni 15.0 ± 10.4. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan skor pengetahuan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,05). Hal ini berarti kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik cukup berhasil.Abstract: Adolescence is an important period for physical activity, lifestyle, and behavior. Increasing physical activity is very important for teenagers. This community service activity aims to increase students' knowledge regarding the importance of performing physical activity for at least 30 minutes per day, as well as increasing the frequency of physical activity for students through the "SMART GENERATION" activity, namely, the Active, Achievement, Healthy, Independent, and Resilient Youth Education Movement. Service activities included physical activity, nutrition education, and physical activity games (Exercise Motion Spinner Game/EM-SG). Activities were evaluated through a pre-test and post-test. The analytical methods used were descriptive analysis and bivariate analysis in the form of a paired sample t-test. The results showed that 84% of children experienced increased knowledge regarding the importance of physical activity. The average score of students' knowledge regarding the importance of physical activity before counseling was low, namely 52.6 ± 8.1 points. Students' knowledge after counseling increased, with an average score of 67.9 ± 10.4 points. The increase in students' knowledge can also be clearly seen in the high average change in knowledge scores, namely 15.0 ± 10.4. The statistical test results showed that there was a significant difference in the knowledge scores before and after counseling (p<0.05). This means that community service activities regarding the importance of physical activity were successful.
Bioavailability of Iron in Chicken Nuggets with the Addition of Chicken Liver and Moringa Leaves Wijaya, Sofyan Musyabiq; Marliyati, Sri Anna; Briawan, Dodik; Palupi, Eny
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i1.971

Abstract

Anemia is a global health problem caused by iron deficiency, especially among vulnerable groups such as adolescents. One of the strategies to prevent anemia is through the consumption of foods rich in iron and other supporting nutrients. Chicken nuggets are a popular processed meat product with the potential to develop into a functional food. This can be achieved by fortifying them with iron-rich ingredients, such as chicken liver and moringa leaves. This research aims to determine the bioavailability of iron in chicken nugget products containing chicken liver and moringa leaves. The production of chicken nuggets with the addition of chicken liver and moringa leaves was divided into two treatments: Control (100% chicken meat) and P (75% chicken meat: 20% chicken liver: 5% moringa leaves). The P formula was selected based on previously conducted sensory tests. Nutritional content test using the proximate test. Iron bioavailability analysis using pepsin and pancreatin enzymes with 4 repetitions.  Results were analyzed using an Independent-Samples T-Test. There were significant differences for energy content (p = 0.014), carbohydrate percentage (p = 0.031), and protein percentage (p = 0.001), and no significant differences for fat percentage (p = 0.207). There was no significant difference for iron content (p = 0.184), but there was a significant difference for iron absorbed (p = 0.013) and percentage of iron bioavailability (p = 0.034). The addition of chicken liver and moringa leaves was found to significantly increase the bioavailability of iron in the product
Co-Authors Ade Yonata, Ade Adelia Meutia Putri Afriyani, Afriyani Agung Kusuma Wijaya Agung Satria Utama H agustyas tjiptaningrum Akbar, Muhammad Zakky Putra Alam, Rafi Gustra Andrifianie, Femmy Anisa Nuraisa Jausal Aprin Nabila Rahmat Ari Wahyuni ari wahyuni Asep Sukohar Athallah, Dimas Rifqi Azzarine Nabila Suryadana betta kurniawan Claudia Clara Damayanti, Ervina Dharmesti, Rizky Aleyda Dian Isti Anggraini Dian Isti Anggraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dian Isti Angraini Dodik Briawan Dyah Wualn Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar RW Efriyan Imantika Eka Putri Rahmadhani Eny Palupi Ervina Damayanti Ety Apriliana Fahmi Fajriani, Indah Febriyani, Wiwi Fitria Saftarina Hamdi Nasution hanna mutiara Happy, Terza Aflika Irawati, Nur Ayu Virginia Jhons Fatriyadi Suwandi Liman Liman Linda Septiani M. Haikal Marcelia, Selvi Mayasari, Diana Minerva Nadia Putri A.T Muhammad Aditya Muhammad Aditya, Muhammad Muhartono Muhartono Nabila Nuranjumi Nasution, Helmi Suryani Nazia, Marsa Zahra Nindya Augesti Nirvana Sabila Nuban Novi Nurhayati, Novi Novita Carolia Oktadoni Saputra, Oktadoni Oktafany Prasetiowati , Lies Elina Purnomowati , Ratnasari Dyah Putri, Lulu Rafika Putu Ristyaningsih Ayu Rachmi Lestari Rukmono Rahmadi, Antun Ramadhana Komala Rani Tiara Rasmi Zakiah Oktarlina Ratna Dewi Puspita Sari Rekha Nova Iyos Reni Indriyani Reni Zuraida Rika Lisiswanti Risti Graharti Riswanti Rini Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rudiyanto, Waluyo Selvi Marcellia Septiani, Linda Shinta Nareswari, Shinta Sinaga, Elizabeth Mega Soraya Rahmanisa Sowiyah Sowiyah Sri Anna Marliyati Suharmanto Surarto Sutarto Suryadi Islami Susianti Susianti Sutarto . Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Suwarjo Suwarjo Syafitri Syahrul Hamidi N Syahrul Hamidi Nasution Syahrul Hamidi Nasution Syarif, Syahrizal TA Larasati Tasya Hani Fatwa Winda Trijayanthi Utama, Winda Trijayanthi Wiwi Febriani Wulan Yuniarti Yunianto, Andi Eka