p-Index From 2021 - 2026
11.52
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Insignia: Journal of International Relations Jurnal Natapraja : Kajian Ilmu Administrasi Negara Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Global Strategis Jurnal Hubungan Internasional Indonesian Perspective Cosmogov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Sociae Polites: Majalah Ilmiah Sosial-Politik Dauliyah Journal of Islamic and International Affairs Journal of Governance JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat JWP (Jurnal Wacana Politik) Jurnal SOLMA Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Berumpun: international journal of social, politics and humanities International Journal of Social Science and Business JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies Sospol : Jurnal Sosial Politik Polinter Jurnal Public Policy Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Global Political Studies Journal KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Journal of Political Issues DINAMIKA GLOBAL : JURNAL ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL International Journal of Demos Padjadjaran Journal of International Relations Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Jurnal Inovasi Penelitian Ilomata International Journal of Social Science GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Social Science Research INTERNATIONAL JOURNAL OF CULTURAL AND SOCIAL SCIENCE Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Journal of Education Research International Journal of Science and Society (IJSOC) Papua Journal Of Diplomacy And International Relations Jurnal Bisnis, Ekonomi, dan Sains Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) Intermestic: Journal of International Studies Indonesian Perspective Global: Jurnal Politik Internasional Literacy : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Media Bina Ilmiah International Journal of Science and Environment International Journal of Islamic Thought and Humanities Journal of Paradiplomacy and City Networks Mutiara: Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Brawijaya Journal of Social Science Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Sosial : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS Society Dynamics of Politics and Democracy Public Knowledge Cognitionis Civitatis et Politicae
Claim Missing Document
Check
Articles

Deconstructing Peace Through the Human Needs Theory on The Protracted Mozambique Conflict Humaira, Salsabila; Habibillah, Dhafin Mufid; Dermawan, Windy; Akim
Papua Journal of Diplomacy and International Relations Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/pjdir.v6i1.5142

Abstract

Despite being hailed as a post-conflict success story following the 1992 Rome General Peace Accords, Mozambique has relapsed into recurring cycles of violence, including the recent insurgency in Cabo Delgado. This study investigated the fragility of this peace construction by analyzing the structural causes of conflict through the lens of John Burton’s Need-Based Conflict Theory (1991). Adopting a Systematic Literature Analysis (SLA) based on PRISMA guidelines, the research synthesizes findings from ten key academic articles published between 2020–2025. The analysis reveals that post-war stability was merely a negative peace characterized by elite settlements that failed to address non-negotiable human needs. Specifically, the findings highlight critical deficits in four dimensions, distributive justice due to elite resource capture; identity suppressed by hegemonic national narratives; security biased toward strategic assets over human safety; and recognition denied to victims and marginalized groups. The study concludes that sustainable peace in Mozambique requires a paradigm shift from managerial conflict settlement to structural conflict resolution that satisfies these fundamental ontological needs, particularly regarding economic fairness and cultural inclusion. KEYWORDSConflict Resolution; Distributive Justice; Human Needs Theory (HNT); Mozambique
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MELALUI PROGRAM KOMPAK DI DESA DUKUH KABUPATEN INDRAMAYU Windy Dermawan; Nafisah Jilan Qaylaniswah; Ayesha Humayra Fayyaza; Raffi Muhammad Rizqi; Fabi Panggar Bessy; Wibowo Dwi Prasetyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6747

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk implementasi program KOMPAK (Kompos Masyarakat Pintar dan Kreatif) sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik di Desa Dukuh, Kabupaten Indramayu, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah organik meskipun potensi sumber daya yang tersedia cukup besar. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui sosialisasi dan workshop pembuatan kompos, dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta kuesioner kepuasan peserta. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, dari 64,6% sebelum kegiatan menjadi 95,3% setelah kegiatan. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap program tergolong sangat tinggi, dengan mayoritas peserta menyatakan tertarik untuk menerapkan praktik pengomposan secara mandiri. Program ini juga berhasil mendorong partisipasi aktif masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Selain itu, Program KOMPAK berkontribusi terhadap penguatan tata kelola lingkungan lokal serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan memiliki potensi strategis dalam mendorong perubahan perilaku dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.
“CULTURAL WAVES” SEBAGAI MODEL PENGUATAN PARADIPLOMASI DESA BERBASIS BUDAYA KREATIF DI BATUKARAS, KABUPATEN PANGANDARAN Windy Dermawan; Gading Aqsal Octawijaya; Nabila Syifa Amelia; Nabila Adriana; Muhammad Rivelle Haidar; Narendra Achmad Yudhistira
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.6855

Abstract

Penguatan desa wisata berbasis budaya kreatif semakin relevan dalam konteks globalisasi, dimana desa tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga aktor dalam dinamika global melalui praktik paradiplomasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pengabdian masyarakat “Cultural Waves” di Desa Batukaras sebagai model penguatan paradiplomasi desa berbasis komunitas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain partisipatif berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA), melalui teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program “Cultural Waves” berhasil mengaktivasi potensi budaya lokal melalui peningkatan partisipasi masyarakat, perluasan visibilitas budaya, serta pembukaan peluang ekonomi kreatif berbasis komunitas. Kegiatan ini juga menciptakan ruang interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan, yang secara konseptual merepresentasikan praktik diplomasi kultural nonformal pada level desa. Namun, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan pada aspek kapasitas sumber daya manusia, literasi digital, dan kelembagaan lokal. Secara konseptual, kegiatan ini menegaskan bahwa budaya kreatif dapat berfungsi sebagai instrumen paradiplomasi desa yang efektif apabila didukung oleh modal sosial dan pendekatan partisipatif. Artikel ini berkontribusi dalam mengembangkan model pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan budaya, pariwisata, dan konektivitas global dalam kerangka pembangunan desa berkelanjutan.
Model Stag Hunt Dalam Studi Kasus Konflik Agraria Rempang Di Kepulauan Riau Ranti, Selvia; Akim; Dermawan, Windy
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 5 No. 2 (2026): Brawijaya Journal of Social Science (BJSS)
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2026.005.02.1

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis resolusi konflik dengan menggunakan model stag hunt dalam studi kasus konflik agraria Rempang di Kepulauan Riau. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui analisis mendalam terhadap studi pustaka yang relevan serta dengan menggunakan Game Theory (Non-Zero Sum Game dan win-win solution, yang menekankan pentingnya kerja sama dan koordinasi untuk mencapai hasil optimal bagi semua pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya aktor domestik, tetapi konflik agraria di Rempang juga terdapat keterlibatan aktor-aktor lintas batas negara seperti perusahaan multinasional (MNC) dan investor asing, sehingga bukan hanya mengenai kajian domestik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh pemberian Hak Guna Usaha (HGU) tanpa prinsip keadilan sosial, yang memicu kerusuhan sosial dan resistensi masyarakat. Namun, dengan penerapan strategi kerja sama yang menekankan komunikasi terbuka, pengakuan hak adat, dan penciptaan nilai bersama melalui skema partisipasi masyarakat dalam proyek, kedua pihak dapat mencapai payoff optimal (4,4) yang menguntungkan semua pihak.
BEYOND PROMOTION: CULTURAL PARADIPLOMACY AS A STRATEGY FOR BETAWI CULTURAL RESILIENCE IN JAKARTA Ageu Lagena; Gilang Nur Alam; Windy Dermawan
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i2.1337

Abstract

Betawi culture in Jakarta faces accelerating marginalization due to globalization, urbanization, and digital homogenization, threatening its continuity. This study employs a descriptive qualitative approach using document analysis of policy papers, foreign cooperation reports, and digital archives, with content analysis and source triangulation to examine how the Provincial Government of DKI Jakarta employs cultural paradiplomacy to strengthen the resilience of Betawi culture. The findings identify three mutually reinforcing mechanisms: representational that build international visibility and symbolic legitimacy; collaborative that mobilize multi-actor partnerships for community-based preservation; and transformational engagement that embeds cultural protection into urban governance through policy learning and institutional reform. Together, these mechanisms show that cultural paradiplomacy operates not only as city branding but as a multi-layered strategy for protecting vulnerable local heritage, offering lessons for other regions within Indonesia’s centralized foreign policy system.
Dynamics and Analysis of the China-Japan Conflict: A Study on Nuclear Waste Disposal in the Fukushima Sea Windy Dermawan; Rosania Laoli; Fajar Nur Roudhotul Jannah
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v1i3.1337

Abstract

The conflict between China and Japan over the dumping of nuclear waste in the Fukushima Sea has become an issue discussed recently. This is because nuclear waste can trigger damage and problems to marine ecosystems and human life, so China condemned Japan's actions. This research is aimed at analyzing the causes of the conflict between China and Japan. This research was also conducted to provide an explanation of what resolutions were carried out by both parties in resolving the conflict. This research was also conducted using descriptive qualitative methods using literature study instruments. The theory used is conflict resolution theory. This theory is used because it is able to explain how to resolve the conflict that occurred between China and Japan. The results of this research analysis found that the conflict between the two countries was caused by China's disagreement with Japan's actions to dispose of nuclear waste in the Fukushima Sea. The resolution carried out was through mediation between Japan and China to reach a mutual agreement with the assistance of the WTO as a mediator. The results of resolving problems using the mediation method in this conflict lead to the Dispute Settlement Body (DSB) policy which must be obeyed by all parties.
Strengthening the Gyeongsangbuk–West Java Sister Province Relationship through Cultural Exchange at the 8th Global Youth Camp Muthi Najwa Hanifa; Windy Dermawan
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 5 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : CV. Inara in Colaboration with www.stie-sampit.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v5i4.282

Abstract

This study analyzes the subnational cooperation between West Java Province, Indonesia, and Gyeongsangbuk-do Province, Republic of Korea, through the 8th Global Youth Camp 2025. Held on August 17–23, 2025, in collaboration with Sangji Catholic University, the event gathered youth delegates from six Asian countries to promote intercultural understanding and regional collaboration. Using a descriptive–qualitative approach, the research explores how this program reflects West Java’s paradiplomacy efforts within Indonesia’s foreign policy framework. The findings show that West Java’s participation strengthens its international presence, enhances youth capacity, and expands global partnerships while aligning with Indonesia’s public diplomacy goals. The cooperation also demonstrates how subnational diplomacy can balance national interests with regional development needs. Overall, the West Java–Gyeongsangbuk-do partnership serves as a model for effective paradiplomacy that fosters mutual growth, people-to-people connections, and sustainable international engagement
Co-Authors Abdullah Randika Anwar Affabile Rifawan Affandi, RMT Affandi, RMT Nurhasan Affandy, RMT Nurhasan Ageu Lagena Agriana, Nur Sabriani Agus Subagyo Ajeng Sekar Arum Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim Akim, Akim Alamsyah, Muhamad Audie Alia, Nadya Fitri Amal, Ichsanul Aminah, Dea Siti Ayu Andi Sahputra Anggia Utami Dewi Annamira, Raisa Annisa Rohmaniah Anshori, Muhamad Fikry Anwar, Abdullah Randika Ardiyanti, Widiya Arfin Sudirman Arrahman, Taufik Aulia, Kirana Putri Aurellia Shinta Purnamasari Ayesha Humayra Fayyaza Azmi, Fuad Besi, Adhe Panggar Chalila Putri Komara Chandra Purnama Chandra Purnama Chandra Purnama chandra purnama Chandra Purnama, Chandra Clarissa, Sarah Daniel Walman Hutasoit Deasy Silvya Sari Devi, Meta Lestiana Dina Yulianti, Dina Edta Muhammad Fadilah Emil Mahyudin Fabi Panggar Bessy Fadel, Mohamad Fajar Nur Roudhotul Jannah Fazri Ramadhan Finska Dita Auralia Firda Rosyana RA Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Fuad Azmi Gading Aqsal Octawijaya Gilang Nur Alam Habibillah, Dhafin Mufid Haryanto, Teguh Dwi Henike Primawanti Hidayat, Nashwa Safa Humaira, Salsabila Ignatius Hubert Ignatius Hubert Ilham Shidqi Nurrahmadi Irawan, Elizabeth Darien Isnawan, Rudy Istahar, Hasbiyani Kamilah Ivan Darmawan Jasuma, Nanda Blestri Jernihati, Amanda Junita Budi Rachman Khair, Aulia Ul Khairunnisa, Najwa Dzakkiyah Kiagus Zaenal Mubarok Kriswandwitanaya, Muhammad Farhan Lanti, Irman Gumilang Lanti, Irman Gurmilang Laoli, Rosania Leony Gustaviani Marinus Mesak Marjan, Lulu Wal Mayra Zahabiya Zahra Meichella, Aziizah Ika Melkis, Juan Carlos Mikka Wildha Nurrochsyam, Mikka Wildha Mohammad Fazrulzaman Azmi Mohammad Raihan Anwari Mubarok, Kiagus Zaenal Muhammad Ramadhanta Sayeed Hermanda Muhammad Rivelle Haidar Muldani, Rizki Mustabsyirotul Ummah Muthi Najwa Hanifa Muthi Najwa Hanifa Nabila Adriana Nabila Syifa Amelia Nafisah Jilan Qaylaniswah Napitupulu, Heri Narendra Achmad Yudhistira Nasution, Muhammad Haekal Neneng Konety Nugrah Nurrohman Nugraha, Arif Nur Alam, Gilang Nur Salsabila, Fairuz Nadhira Nurhayati, Heni Obsatar Sinaga Penti, Nurul Permana, Niksi Riyani Pradito, Muhammad Primawanti, Henike Putra, Reynaldi Mandala Putradiansyah, Nandy Rizki R, Satrio Gumilar R. M. T Nurhasan Affandi Raffi Muhammad Rizqi Rahminita, Siti Hediati Ramadhan, Fazri Ranti, Selvia Reynaldi Mandala Putra Rezasyah, Teuku Rifiza, Muhammad Irfa Rizal Budi Santoso Rizka Maharani Rizki Ananda Ramadhan RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandi RMT Nurhasan Affandy Rohmaniah, Annisa Rosania Laoli Sadjuri, Choirul Anam Santoso, Rizal Budi Sekar Wulan Febrianti Shanaz Shakira Azhalia Silalahi, Ryani Abigail Siti Aminah, Dea Ayu Soni Akhmad Nulhaqim Sudiana, Dimas Ramdhan Sudiana Suharmono, Munip Syafa Ratnadewati Taufik Hidayat Taufiq, Fariz Tsabit Teuku Rezasyah Veruschka, Moza Wibowo Dwi Prasetyo Wiyototsani, Muhammad Fadillah Yanyan Mochamad Yani Yudistira, Muhammad Alfiandra Yusa Djuyandi