Articles
Wanita Karir Sebagai Dasar Penggunaan Alat Kontrasepsi Spiral (Analisis Maqasid al-Syariah dan Gender)
Ilnawati;
Misbahuddin;
Mukhtar Lutfi
Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam Vol 3 No 1 (2021): Al-Ahkam Volume 3 Nomor 1 Maret Tahun 2021
Publisher : Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.035 KB)
|
DOI: 10.47435/al-ahkam.v3i1.525
Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan apakah karir dapat menjadi alasan yang dibenarkan dalam Islam untuk menunda kehamilan yang ditinjau dari Maqasid al-Syari’ah dan kesetaraan gender. Diperlukan untuk membahas bagaimana pandangan Islam mengenai wanita karir, pandangan Islam mengenai penggunaan alat kontrasepsi terkhusus kontrasespi spiral, dan bagaimana analisis Maqasid al-Syari’ah dan Gender memandang hal ini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, jenis penelitian adalah library research dan menggunakan metode pendekatan historis dan normatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa; Wanita karier yang berkecimpung di ranah publik ada yang mampu menyeimbangkan perannya di ranah domestik(rumah) pula tetapi ada yang tidak mampu menyeimbangkan kedua. Bagi pasangan suami istri yang dikhawatirkan tidak mampu mampu menyeimbangkan perannya di salah satu ranah maka pilihan untuk menunda kehamilan sebagai salah satu alternatif untuk meringankan beban peran yang dijalankan wanita. Perlu diingat kembali bahwa alasan penundaan kehamilan haruslah sesuai dengan alasan yang dibenarkan agama dengan mempertimbangkan kemaslahatan bersama dan salah satu pihak terutama wanita yang akan menjalani peristiwa kehamilan/melahirkan. Alasan maslahat menjadi salah satu argumen kebolehan untuk melakukan kontrasepsi karena pada dasarnya kontrasepsi adalah pilihan terakhir jika seorang wanita mengalami suatu keadaaan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan dalam menghasilkan keturunan.Adapun pemakaian kontrasepsi berbentuk spiral atau dikenal dengan istilah (UID). Kontrasepsi ini bersifat temporal dan dapat dihentikan penggunaannya. Karena bersifat temporal maka penggunaan ini dibolehkan dalam Islam selagi tidak mencegah kehamilan secara permanen.
PELAKSANAAN TRANSAKSI RAHN TANAH PERTANIAN PETANI TANAH MEA SULAWESI TENGAH
Latifah Lanonci;
Mukhtar Lutfi;
Muhammad Wahyuddin Abdullah
At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Vol 6, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/tijaroh.v6i1.2320
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan transaksi rahn tanah pertanian dengan adanya persyaratan pengelolaan yang disyaratkan oleh murtahin serta dampak pelaksanaan persyaratan tersebut kepada para petani. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transaksi rahn tanah pertanian dilakukan dalam dua bentuk yaitu tertulis dan tidak tertulis dengan kebanyakan hak pengelolaan akan dilakukan oleh murtahin dan hasil panen yang akan diambil seluruhnya atau dibagi antara rahin dan murtahin
Penerapan Instrumen Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) Berdasarkan Prinsip Maslahah Pada BSI
Mukhtar Luthfi;
Abdul Wahab;
Husni Nasir
Al-Azhar Journal of Islamic Economics VOLUME 4 NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37146/ajie.v4i1.118
Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) is a sukuk investment instrument published by the state called retail SBSN. CWLS is published as one of the efforts by the Government to develop a productive waqf in Indonesia. The innovation in this project by BI, Finance Ministry, Ministry of State-Owned Enterprises, and BWI. The objective of the sukuk based waqf development is to increase its oprational value by getting various parties involved. Cash Waqf is a sharia financial sector that needs to developed for social welfare in Indonesia. The method used in this article is a descriptive field research.
Family and Government Support for Health Community in To Balo and To Kribo
Muhtar Lutfi;
Nur Hidayah;
Ummu Alfatimah;
A Adriana Amal;
Syamsiah Rauf
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.295
The purpose of this study was to find out family and government support to the community to Balo and to Kribo on health based on social factors and family attachments (kindship and social factors) in the Leininger sunrise enabler. This study uses a qualitative method with an ethnographic approach and representative based sampling as a sampling technique. The subject of this research was the community of To Balo and To Kribo. How to collect data by observation, in-depth interviews, and documentation. The techniques of data analysis and processing employedontent analysis with stages: making data transcripts, determining meaning units, summarizing and organizing data, doing data abstractions, identifying variables and relationships between variables qualitatively, and drawing conclusions. Validating data used source triangulation. The results show that obtained after conducting research on the community of to Balo and to Kribo stated that sickness and health were influenced by family and community support (local government). Both provide a large role in accessing health services.
Kewirausahaan Perempuan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar : Orientasi Kewirausahaan Dan Kinerja Dimasa Pandemi Covid 19
Rusdi Raprayogha;
Mukhtar Lutfi
YUME : Journal of Management Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37531/yum.v4i3.1029
Corona virus Disease tahun 2019 (COVID -19) berdampak diberbagai sector salah satunya berdampak pada melemahnya perekonomian dan perubahan lingkungan yang begitu cepat, selain itu terjadi fenomena yang saat ini dimana banyak korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Pengangguran, dan meningkatnya kasus Perceraian khususnya di Indonesia dimana mencapai 306.688 kasus dan dimakassar sendiri telah mencapai 3.543 Kasus naik 25 % salah satu alasannya dipengaruhi oleh Himpitan ekonomi. Sehingga mengharuskan setiap orang untuk dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan Keluarganya, salah satu pengamatan yang terjadi yaitu banyaknya UMKM yang bermunculan yang dipolopori seorang perempuan. Penelitian ini dilakukan di Kota Makassar dengan jumlah Responden 100 orang pelaku UMKM yang dijalankan oleh kaum perempuan muslim di tengah Pandemi Covid 19. Analisis data yang digunakan adalah menganalisis hubungan orientasi terhadap Kinerja UMKM. Hasil temuan menunjukan Keinovasi, Keberanian dalam Pengambilan Risiko (Risk Taking) dan Keproaktivan berhubungan positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Kata Kunci: Inovasi, Risk Taking, proaktif, Kinerja UMKM
Sistem Ekonomi Islam
Saleh Al Hadad;
Muhtar Lutfi;
Abd. Wahab
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA - AGUSTUS
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37541/ekonomika.v6i2.790
Mengacu pada kebutuhan primer dalam ekonomi Islam dikenal sebagai kebutuhan daruriyat, seperti sandang, pangan dan papan. Salah satu kebutuhan sandang adalah pakaian. Perkembangan ekonomi berjalan seiring dengan perkembangan pertumbuhan manusia itu sendiri dan pengetahuan teknologi yang dimiliki. Pembagian kerja sebagai sebuah aktivitas ekonomi telah ditemui sejak generasi pertama. Salah satu sumbangan terbesar ummat Islam kepada umat manusia adalah prinsip keadilan dan pelaksanaanya dalam setiap aspek kehidupan manusia, dimana setiap anggota masyarakat didorong untuk memperbaiki kehidupan material masyarakat. Namun dilihat dari perbedaan keperluan hidup manusia yang harus dipenuhi dengan kegiatan ekonomi dan batasanbatasan yang ada, karena falsafah atau pandangan hidup atau agama, maka terdapat perbedaan dalam pelaksanaan tujuan dan terutama dalam pelaksanaan prinsip ekonomi, persoalan bidang ekonomi adalah membahhas seputar tentang sistim ekononomi Islam. Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut yaitu bagamiana Sistem ekonomi Islam. Adapun tujuan dari penulisan Studi ini merupakan suatu kajian dan perenungan terhadap sistem ekonomi terkait dengan masalah riba dan dampaknya dalam masyarakat. Berdasarkan garis-garis besar yang terdapat dalam Al-Qur’an umat Islam wajib menjadikan kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber utama untuk membahas segala hal yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani kehidupan termasuk salah satunya adalah perekonomian. Sistem ekonomi Islam yang telah digariskan oleh ketentuan syari’at tersebutlah yang menjadi pegangan utama bagi manusia, jika ketentuan tersebut ditaati dengan penuh keimanan dan konsistensi maka akan tercapai kesejahteraan dan kebahagian hidup ummat manusia di dunia maupun di akherat. Jika tidak ditaati maka akan selalu terjadi berbagai masalah kedholiman dan ketidakadilan dalam bidang ekonomi. Bahwa sistem ekonomi Islam memiliki peluang besar untuk maju dan berkembang bahkan memimpin ekonomi dunia jika dijalankan dengan teknik dan metode yang profesional, canggih dan terus dikembangkan sesuai jamannya. Tidak hanya bersifat filosofis, idiologis dan normatif, yang lebih penting adalah berjalannya sistem ekonomi Islam secara riil di tengah masyarakat dan memberi solusi berbagai kedholiman dan ketidakadilan yang tidak bisa disolusi oleh sistem ekonomi non-Islam.
Sistem Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Ummat
Ahsun Inayati;
Muhtar Lutfi;
Abd. Wahab
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA - AGUSTUS
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37541/ekonomika.v6i2.791
Salah satu aspek penting yang terkait dengan hubungan antara manusia adalah ekonomi. Ekonomi Islam memiliki prinsip yang bersumber dari Al-quran dan Al-hadits. Prinsip tersebut bersifat abadi seperti prinsip tauhid, adil, maslahat, kebebasan dan tangung jawab, persaudaraan, dan sebagainya. Prinsip ini menjadi landasan kegiatan ekonomi islam yang secara teknis operasional selalu berkembang dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban yang dihadapi manusia. Contoh variabel yang dapat berkembang antara lain aplikasi prinsip mudhamalah (interaksi). Dalam ekonomi Islam, kebahagiaan hidup justru diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. kepada siapa saja (laki-laki dan perempuan) yang mau melakukan amal kebaikan disertai dengan keimanan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam Surat An-nahl ayat 97, sedangkan tiga indicator untuk mengukur kesejahteraan dan kebahagiaan adalah pembentukan mental (tauhid), konsumsi, dan hilangnya rasa takut dan segala bentuk kegelisahan, sebagaimana yang disebutkan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Sistem Ekonomi Islam
Saleh Al Hadad;
Muhtar Lutfi;
Abd. Wahab
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA - AGUSTUS
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37541/ekonomika.v6i2.790
Mengacu pada kebutuhan primer dalam ekonomi Islam dikenal sebagai kebutuhan daruriyat, seperti sandang, pangan dan papan. Salah satu kebutuhan sandang adalah pakaian. Perkembangan ekonomi berjalan seiring dengan perkembangan pertumbuhan manusia itu sendiri dan pengetahuan teknologi yang dimiliki. Pembagian kerja sebagai sebuah aktivitas ekonomi telah ditemui sejak generasi pertama. Salah satu sumbangan terbesar ummat Islam kepada umat manusia adalah prinsip keadilan dan pelaksanaanya dalam setiap aspek kehidupan manusia, dimana setiap anggota masyarakat didorong untuk memperbaiki kehidupan material masyarakat. Namun dilihat dari perbedaan keperluan hidup manusia yang harus dipenuhi dengan kegiatan ekonomi dan batasanbatasan yang ada, karena falsafah atau pandangan hidup atau agama, maka terdapat perbedaan dalam pelaksanaan tujuan dan terutama dalam pelaksanaan prinsip ekonomi, persoalan bidang ekonomi adalah membahhas seputar tentang sistim ekononomi Islam. Berdasarkan latar belakang di atas penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut yaitu bagamiana Sistem ekonomi Islam. Adapun tujuan dari penulisan Studi ini merupakan suatu kajian dan perenungan terhadap sistem ekonomi terkait dengan masalah riba dan dampaknya dalam masyarakat. Berdasarkan garis-garis besar yang terdapat dalam Al-Qur’an umat Islam wajib menjadikan kitab suci Al-Qur’an sebagai sumber utama untuk membahas segala hal yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani kehidupan termasuk salah satunya adalah perekonomian. Sistem ekonomi Islam yang telah digariskan oleh ketentuan syari’at tersebutlah yang menjadi pegangan utama bagi manusia, jika ketentuan tersebut ditaati dengan penuh keimanan dan konsistensi maka akan tercapai kesejahteraan dan kebahagian hidup ummat manusia di dunia maupun di akherat. Jika tidak ditaati maka akan selalu terjadi berbagai masalah kedholiman dan ketidakadilan dalam bidang ekonomi. Bahwa sistem ekonomi Islam memiliki peluang besar untuk maju dan berkembang bahkan memimpin ekonomi dunia jika dijalankan dengan teknik dan metode yang profesional, canggih dan terus dikembangkan sesuai jamannya. Tidak hanya bersifat filosofis, idiologis dan normatif, yang lebih penting adalah berjalannya sistem ekonomi Islam secara riil di tengah masyarakat dan memberi solusi berbagai kedholiman dan ketidakadilan yang tidak bisa disolusi oleh sistem ekonomi non-Islam.
Sistem Ekonomi Islam dan Kesejahteraan Ummat
Ahsun Inayati;
Muhtar Lutfi;
Abd. Wahab
Jurnal Ekonomika Vol 6 No 2 (2022): JURNAL EKONOMIKA - AGUSTUS
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX - Sulawesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37541/ekonomika.v6i2.791
Salah satu aspek penting yang terkait dengan hubungan antara manusia adalah ekonomi. Ekonomi Islam memiliki prinsip yang bersumber dari Al-quran dan Al-hadits. Prinsip tersebut bersifat abadi seperti prinsip tauhid, adil, maslahat, kebebasan dan tangung jawab, persaudaraan, dan sebagainya. Prinsip ini menjadi landasan kegiatan ekonomi islam yang secara teknis operasional selalu berkembang dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban yang dihadapi manusia. Contoh variabel yang dapat berkembang antara lain aplikasi prinsip mudhamalah (interaksi). Dalam ekonomi Islam, kebahagiaan hidup justru diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. kepada siapa saja (laki-laki dan perempuan) yang mau melakukan amal kebaikan disertai dengan keimanan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam Surat An-nahl ayat 97, sedangkan tiga indicator untuk mengukur kesejahteraan dan kebahagiaan adalah pembentukan mental (tauhid), konsumsi, dan hilangnya rasa takut dan segala bentuk kegelisahan, sebagaimana yang disebutkan Allah Subhanahu wa ta’ala.
Al-Falah Dalam Wakaf Tunai
Askar Fatahuddin;
Muslimin Kara;
Mukhtar Lutfi;
Wahyuddin Abdullah
Jurnal Iqtisaduna Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/iqtisaduna.v4i2.6954
Knowing the mechanisms in management of waqf management is very important to know both individuals and waqf institutions. The Indonesian Charity Foundation continues to make efforts to achieve maximum prosperity. However, what is the management if reviewed by fiqh, compilation of Islamic law and Law no. 4 of 2004 concerning representatives. This study uses a type of qualitative research with descriptive analysis and socio-historical approach to determine the observed organizational behavior. Exploration of the foundation's programs, events, and activities was analyzed by a normative theological approach (fiqh, KHI) and the law to find out the implementation of cash waqf activities in a review of compilation of Islamic law and legislation on representation. Until finally it was discovered the management of cash waqf management, and knew the mechanism for the distribution of cash waqf management benefits based on the principles of "Giving", "Inspiring" and "Ikhlas" in establishing mauquf alaihi.