p-Index From 2021 - 2026
6.889
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Edukasi: Kajian Ilmu Pendidikan Jurnal Belantara Jurnal Karinov ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Indonesian Journal of Social Work AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Journal of Public Helath Science Research (JPHSR) Indonesian Journal of Health Sciences Research and Development (IJHSRD) Seminar Nasional Peningkatan Mutu Pendidikan LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Metalanguage JURNAL PENDIDIKAN IPS Jurnal Metalanguage: Ilmu Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) Jurnal PADI (Pengabdian mAsyarakat Dosen Indonesia) SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM) Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Journal of Innovative and Creativity Jurnal Mutiara Hukum Jurnal Dialektika Pendidikan IPS Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Model Inquiry terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Pratiwi, Rachmawatika; Supendi, Dita Pertiwi; Shena, Aristo; Siregar, Berlian; Sugiantoro, Sugiantoro; Pratiwi, Rina Hidayati
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v6i3.28295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas X pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group . Sampel penelitian terdiri atas 72 peserta didik yang tergabung dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri , sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,82. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen sample t-test . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen (rata-rata = 82,45) dan kelas kontrol (rata-rata = 74,23) dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH KEBERBAKATAN MELALUI SINERGI FESTIVAL RUMPUN DAN MIKRO-INFLUENCER UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045 Icha Dwi Listari; Suhartono; Sugiantoro
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan karakter di sekolah keberbakatan melalui sinergi festival rumpun dan peran mikro-influencer dalam membentuk generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival rumpun berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas. Sementara itu, mikro-influencer berkontribusi dalam memperluas internalisasi nilai karakter melalui media sosial sekolah, membentuk budaya literasi digital yang positif. Sinergi keduanya menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan kontekstual terhadap era digital. Model ini menjadi strategi inovatif dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah keberbakatan dan mendukung visi merdeka belajar serta pembangunan generasi emas Indonesia 2045. Kata kunci: pendidikan karakter; sekolah keberbakatan; festival rumpun; mikro-influencer.
MUSCULOSKELETAL DISORDER COMPLAINTS AMONG WELDERS AND GRINDING WORKERS AT PT. X: MUSCULOSKELETAL DISORDER Sugiantoro, Sugiantoro; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sahri, Moch.; Sunaryo, Merry
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/327

Abstract

Background: Welders and grinding work at PT. X is carried out manually with non-ergonomic working postures, such as bending or prolonged standing. This study aims to describe work-related musculoskeletal disorder (MSDs) complaints based on individual characteristics (age, gender) and job-related factors (length of employment, daily working hours, and type of work). Methods: The method used is a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving 47 respondents using a total population sampling technique. Data were collected using a musculoskeletal complaint survey instrument based on the Indonesian National Standard (SNI) 9011:2021. Results: The results showed that the majority of respondents were male (93%), aged 25-34 years (42%), and had 1-5 years of work experience (70%). The most reported MSDs complaints were in the lower back (36%), upper back (55%), and neck (23%). Conclusion: Based on the descriptive analysis, both individual and occupational factors contributed to MSDs complaints, particularly in body parts affected by non-ergonomic working postures. Recommended interventions include proper posture training, provision of ergonomic aids to reduce physical load, and regular health check-ups to decrease the prevalence of MSDs among workers.
Kepemimpinan dalam Serat Tripama, Astabrata, dan Kepemimpinan dalam Islam: Studi Komparatif Moh. Shofi Mubarok; Yuni Suprapto; Ferani Mulianingsih; Sugiantoro Sugiantoro; Raudya Setya Wismoko Putri; Dany Miftah M. Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2007

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kepemimpinan dari berbagai perspektif, termasuk Serat Tripama, Astabrata, dan Islam, dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam konteks budaya dan agama yang berbeda. Kepemimpinan, yang selalu relevan dan berkembang seiring waktu, memiliki berbagai definisi dari para ahli, seperti Maxwell, Bennis, dan Drucker, yang menggarisbawahi pentingnya pengaruh, visi, dan motivasi. penelitian ini menggunakan metode penelitian literer untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk karya sastra dan ajaran agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan dalam nilai-nilai kepemimpinan, seperti keadilan, kebijaksanaan, dan keteladanan, yang ditemukan dalam ketiga sumber. Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan kepemimpinan: Serat Tripama fokus pada aspek praktis, Astabrata menekankan pengembangan karakter, dan Islam memprioritaskan aspek spiritual dan moral. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai praktik kepemimpinan yang ideal dan aplikasinya dalam berbagai konteks.
REKONSEPTUALISASI DIKLAT GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN: ANALISIS LITERATUR Pardiyawan, Pardiyawan; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali, Mukti; Afdal, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Victorynie, Irnie
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9689

Abstract

Continuing professional development for teachers is currently experiencing a paradigm shift from traditional models to more personalized and collaborative learning. This study aims to systematically synthesize international literature on the reconceptualization of teacher education and training (CPD) over the past ten years. Using a systematic literature review (SLR) method strictly guided by the PRISMA framework, researchers analyzed 20 high-quality articles from the Scopus database for the period 2015-2025. The analysis results show a fluctuating but increasing trend in publication growth, dominated by the social sciences (56.3%) and primarily focused on the digital transformation of post-pandemic education. Quantitative data revealed that technology integration was the most influential theme, with the most cited articles reaching 47 times. Methodologically, quantitative approaches dominated up to 60% of all reviewed studies. The findings identified that practice-based models, professional learning communities (PLCs), and mentoring have proven effective in improving pedagogical competence. However, the sustainability of CPD is strongly influenced by the interaction of individual intrinsic motivation, school leadership support, and the availability of adequate supporting infrastructure. The main conclusion emphasizes the need to reconceptualize training design from an episodic-technocratic approach to an adaptive, contextual, and long-term professional learning ecosystem. This systemic strategy is crucial for bridging national policy reforms with real-world classroom practice, ensuring that teacher professional development significantly impacts the quality of student learning.ABSTRAK Pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru saat ini mengalami pergeseran paradigma dari model tradisional ke arah pembelajaran yang lebih personal dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur internasional mengenai rekonseptualisasi pendidikan dan pelatihan guru (CPD) dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan menerapkan metode systematic literature review (SLR) yang dipandu secara ketat oleh kerangka kerja PRISMA, peneliti menganalisis 20 artikel berkualitas tinggi dari basis data Scopus periode 2015-2025. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang fluktuatif namun cenderung meningkat, didominasi oleh bidang ilmu sosial (56,3%) dan fokus utama pada transformasi digital pendidikan pascapandemi. Data kuantitatif mengungkapkan bahwa tema integrasi teknologi merupakan yang paling berpengaruh, dengan artikel tersitasi tertinggi mencapai 47 kali. Secara metodologis, pendekatan kuantitatif mendominasi hingga 60% dari keseluruhan studi yang diulas. Temuan mengidentifikasi bahwa model berbasis praktik, komunitas belajar profesional (PLC), serta mentoring terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Namun, keberlanjutan CPD sangat dipengaruhi oleh interaksi motivasi intrinsik individu, dukungan kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Simpulan utama menegaskan perlunya rekonseptualisasi desain diklat dari yang bersifat episodik-teknokratis menuju ekosistem pembelajaran profesional yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Strategi sistemik ini sangat krusial untuk menjembatani reformasi kebijakan nasional dengan praktik nyata di dalam kelas guna memastikan pengembangan profesional guru berdampak signifikan pada kualitas belajar peserta didik.
Artificial Intelligence in Educational Governance: A Risk-Based Ethical Framework for Strengthening Religious Moderation in Indonesia Khairi, Ahmad Imam; Sugiantoro; Wahyudi, Kacung; Tianah, Itaanis; Al Farisi, Salman
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) SPECIAL ISSUE OF 1-ST INCOME (INTERNATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT AND EDUCATION)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.vi.24246

Abstract

The digital transformation of education in Indonesia has evolved from basic service digitization toward data-driven governance increasingly reliant on artificial intelligence. While the integration of artificial intelligence in educational governance promises administrative efficiency and optimized decision-making, it simultaneously raises ethical concerns related to algorithmic bias, accountability, transparency, and the potential erosion of humanistic educational values. This study aims to critically analyze the ethical implications of artificial intelligence deployment in Indonesian educational governance and examine its relevance to strengthening religious moderation as a strategic national education agenda. The research employs a qualitative approach using a critical literature review design combined with policy analysis. Data were drawn from reputable scholarly publications, international policy frameworks, and national regulations concerning digital transformation and religious moderation. The analysis proceeded through thematic identification, normative evaluation grounded in principles of algorithmic justice and human-centered governance, and contextual synthesis within Indonesia’s plural socio-religious landscape. The findings indicate that without a robust ethical framework, artificial intelligence-driven governance risks reproducing structural inequalities and narrowing pluralistic dialogue. This study proposes a conceptual ethical governance model aligned with religious moderation, emphasizing risk mapping, ethical design protocols, meaningful human oversight, public accountability mechanisms, and continuous evaluation. The model offers a normative and operational reference for policymakers and educational institutions to ensure that digital transformation remains aligned with justice, inclusivity, and social cohesion.
Pilot Testing the Internal Structure of the Multicultural Competency Scale for Prospective Teachers Wahyu Widodo; Sugiantoro Sugiantoro
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/jipp.v4n2.p228-239

Abstract

Assessing pre-service teachers’ multicultural competence is fundamental to actualizing inclusive education, yet doing so requires robust psychometric tools. This study evaluates the construct validity of a Multicultural Competence Scale using Confirmatory Factor Analysis (CFA). Following rigorous preliminary diagnostics to ensure data suitability, the structural model was evaluated for overall fit, validity, and reliability. While the overarching measurement model demonstrated a robust structural foundation, localized vulnerabilities emerged within the awareness dimension. Specifically, items A1 and A6 failed to reach the necessary factorial thresholds (loadings < 0.30), signaling contextual and linguistic misalignments that require targeted revision. Ultimately, these findings underscore a critical methodological tension: the need to balance comprehensive construct representation with item efficiency. This research establishes an empirical baseline for optimizing the instrument’s cultural sensitivity and structural integrity prior to large-scale application.
Pemanfaatan Tradisi Ngirim Banyu Di Desa Claket Sebagai Sumber Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Berlian Aprilia; Trio Utami Trio Utami; Elsa Wahyu Nabawi; Sugiantoro Sugiantoro
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SEUNEUBOK LADA (In Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v13i1.14431

Abstract

Social Studies (IPS) learning requires a contextual approach so that students are able to understand social phenomena in real life. However, in practice, IPS learning still tends to be theoretical and does not optimally relate the material to everyday life. This study aims to analyze the use of the Ngirim Banyu tradition in Claket Village as a source for IPS learning, specifically for the social mobility material for grade VIII. This study uses a qualitative approach with descriptive methods through literature review and analysis of local wisdom values. The results show that this tradition contains social values ​​in the form of mutual cooperation, solidarity, concern for the environment, and religious values ​​that are relevant to the concept of social mobility and social diversity. In addition, this tradition reflects the relationship between social, cultural, and economic aspects of society that can be used as a concrete example in IPS learning. Its use as a learning resource has the potential to improve students' contextual understanding, strengthen character values, and encourage active participation in learning. Thus, the integration of local wisdom in IPS learning is an effective strategy to realize meaningful learning that is relevant to students' social environment.
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL Indah Amalia; Adinda Putri Fandriya; Suci Aini Salsabila; Mayla Indah Prihar Anggraini; Warodil Aqwalil Auliya; Aisyah Firly Wulan Januari; Sugiantoro Sugiantoro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10749

Abstract

Padusan in Pacet District, Mojokerto Regency represents a cultural landscape formed through long-term historical interactions between humans and the environment. This landscape not only reflects its physical characteristics but also embodies symbolic meanings, historical values, and cultural practices preserved within the community’s collective memory. These values are reflected in Grenjengan Waterfall as a cultural space perceived as a sacred water source, the Mbah Melati shrine as a center of spiritual activities, and the Padusan hot spring which demonstrates the continuity of natural resource utilization. These elements illustrate the interconnection of ecological, social, and cultural dimensions that shape local identity. This study employs a qualitative approach. The findings indicate a transformation of the landscape’s function from a sacred and utilitarian space into a tourism destination oriented toward recreational and economic interests, leading to a reduction in its historical and cultural meanings. Nevertheless, the multidimensional historical values remain preserved and hold potential to be developed as a foundation for educational-based tourism that strengthens local identity and cultural sustainability. ABSTRAK Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merupakan lanskap budaya yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Lanskap ini tidak hanya mencerminkan aspek fisik, tetapi juga memuat nilai simbolik, historis, serta praktik budaya dalam memori kolektif masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada Air Terjun Grenjengan sebagai ruang kultural yang dimaknai sebagai sumber air sakral, Punden Mbah Melati sebagai pusat aktivitas spiritual, serta pemandian air panas Padusan yang menunjukkan kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam. Ketiga elemen tersebut merepresentasikan keterkaitan dimensi ekologis, sosial, dan kultural yang membentuk identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya transformasi fungsi lanskap dari ruang sakral dan utilitarian menjadi destinasi wisata yang berorientasi rekreatif-ekonomi, yang berdampak pada reduksi makna historis dan kultural. Meskipun demikian, nilai sejarah yang bersifat multidimensional masih bertahan dan berpotensi dikembangkan sebagai dasar pariwisata berbasis edukasi yang memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan budaya.  
Integrating Artificial Intelligence and Ethnopedagogy in ESD: A Conceptual Model for Social Studies Learning and National Resilience Ahmad Imam Khairi; Sugiantoro Sugiantoro; Itaanis Tianah; A. Fatikhul Amin Abdullah; Muhammad Hadiatur Rahman; Salman Al Farisi
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24443

Abstract

Education for Sustainable Development (ESD) has become increasingly important in addressing complex global challenges affecting national resilience, including environmental crises, technological disruption, and social transformation. However, its implementation in social studies learning remains limited, particularly in integrating advanced technology with local wisdom values. This study aims to conceptually examine the strengthening of ESD through the integration of artificial intelligence within an ethnopedagogical approach in social studies education. The research employs a literature review method with an analytical-critical approach, drawing on relevant and reputable scientific sources published over the past decade. The findings indicate that artificial intelligence enhances learning through improved accessibility, personalization, and data-driven instruction, while ethnopedagogy reinforces contextual relevance by embedding local cultural values. The integration of these dimensions within the ESD framework offers a comprehensive learning model that is adaptive, contextual, and oriented toward developing students’ critical awareness of sustainability issues. This study highlights the importance of constructing an integrative conceptual framework that combines technology and local wisdom as a strategic approach to strengthening sustainable national resilience.
Co-Authors A. Fatikhul Amin Abdullah Abdul Ghofur Abshar Albani Adelya Dewi Adinda Putri Fandriya Afifah Wardah Ariesty Agustinus Sugeng Priyanto Agustinus Sugeng Priyanto Ahmad Dhani Ahmad Imam Khairi Aisyah Firly Wulan Januari Aisyah Lailya Nafitri Akhila, Akhna Khoiro Ali Imron Ali Imron Ali, Mukti Almahdy Ardinsah Alya Nainawatsaqifah Ananda Dwi Setya Dewi Andini Herlina Putri Andiva Nailus Mustofa Anggin Puspa Anggraeni Anis, Madhan Arina Eliana Fitria Assegaf, Abd. Rachman Aulia Bayu Aulia Rahman Aura Bebyna Aura Bebyna Zahrotul Ayu, Friska Az Zahra Wahyu Afifah Azki Faisal Hamdani Bening Nur Laili Berlian Aprilia Buamona, Agung Pratama Dannis Indra Kuncoro Dany Miftah M. Nur Diana Hernawati Dina Feronica Dina Maulina Dwi Faqihatus Syarifah Has Eka Nurmala Sari Agustina, Eka Nurmala Sari Elsa Wahyu Nabawi Fadli Wahyudianto Fauziah, Laila Ferani Mulianingsih Fisabilillah, Aqillah Gabriela Kusumo Pratiwi Hartono Hartono Hensliani Malo Heri Cahyo Bagus Setiawan Hutagalung, Malthus Icha Dwi Listari Indah Amalia Indra Gumay Febryano Iphan Fitrian Radam Ivanda Melia Putri Jihan Bilqis Joko Widodo Joko Widodo KACUNG WAHYUDI, KACUNG Karina Mujiono Katon Katon Khaeruddin Khaeruddin Lina Dwi Lestari Lina Favourita Sutiaputri Lutfiyatul Laili Malo, Hensliani Masrukhi Masrukhi Maudelyne Nasywa Maulida Mayla Indah Prihar Anggraini Mimien Henie Irawati Mita Selvia Anggreini Moch. Sahri Moh. Shofi Mubarok Mohamad Amin Mufidah, Salma Muhammad Afdal Muhammad Alkaff Muhammad Altru Diyas Muhammad Galang Muhammad Habib Nasrudin Muhammad Hadiatur Rahman Muhammad Naharuddin Arsyad Muhammad Wahyudin Muhammad Wildan Jauharuddin Nabiilah Putri Syahrani Nabila Dini Cantika Nihayatus Sa'adah Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Nuansa Bayu Segara Nur Elsa Maulidini Nur Farikhatun Nisa’ Nurani , Ilmi Tri Nurani, Ilmi Tri Nurani, llmi Tri Nurul Hasanah Nurul Hasanah Okhaifi Prasetyo Oktafia Nur Halima Pardiyawan, Pardiyawan Parlindungan Purba, Parlindungan Pipit Trisnia Mayangsari Popi Monika Pratiwi, Rachmawatika Puspasari, Eny Putri Rachmadyanti Raditya Arva Pradipa Rahma Ayu Clorika Rahma, Nabila Zalia Ratriwardhani, Ratna Ayu Raudya Setya Wismoko Putri Razita Atsilah Reynaldi , Ivan Alvian Reynaldi, Ivan Alvian Rina Hidayati Pratiwi Rini Nurindarwati Riyani, Mufti Rizka Nurlaili Rosa Yanuar Widiyanto Rosyid MA, Ikhsan Rudi Antonius Antonius Salman Al Farisi Salman Al Farisi, Salman Salsabilla Wida Pratama Samsul Arifin Arifin Samsul Bakri Saragih, Dikki Saputra Sayyida Nafisah Septia Wardani Septianingrum, Eka Lutviana Setyawan, Katon Galih Shafa Yuniar Putri Rosyadah Shefira Ninda Kurnia Shena, Aristo Silvi Nur Afifah Siregar, Berlian Siti Dwi Makhzumah Siti Hana Titasari Suci Aini Salsabila Suhartono Suhartono Suhartono Sunaryan, Rosita Putri Sunaryani , Rosita Putri Sunaryani, Rosita Putri Sunaryo, Merry Supendi, Dita Pertiwi Syafi’i, Imam Tegar Prasetyo Nugroho Telaumbanua, Jelita Purnamasari Tianah, Itaanis Tri Naryawant, Eric Rayfaido o Trio Utami Trio Utami Tsabita Ayuni Susanti Victorynie, Irnie Viona Aurellia Hadi Widjajanto Putri Vivi Novianti Wahyu Widodo Wahyudianto, Fadli Warodil Aqwalil Auliya Yuliani, Fitria Yuni Suprapto Yuni Suprapto, Yuni Zaiturrahmi, Fauziah Zulkifli Abdurrahman Usman