Claim Missing Document
Check
Articles

Mengungkapkan Makna Simbolis Upacara Pernikahan Midodareni di Daerah Ngawi Az Zahra Wahyu Afifah; Rizka Nurlaili; Oktafia Nur Halima; Dina Feronica; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.57

Abstract

Prosesi midodareni di Ngawi menggambarkan calon pengantin sebagai bidadari yang harus menjaga kesucian diri sebelum menikah.Malam midodareni melambangkan dukungan keluarga dan keberkahan dalam kehidupan berumah tangga. Calon pengantin diharapkan bersabar dan menghormati tradisi dengan tidak bertemu calon suami sampai ritual selesai. Meskipun ada sentuhan modernisasi dalam prosesi adat ini seperti dekorasi dan teknologi,esensi spiritual dan persiapan mental tetap dijunjung tinggi.Meskipun beberapa orang memodifikasi prosesi midodareni untuk menyita waktu yang lebih sedikit, upacara ini harus tetap dilestarikan dan dipahami oleh generasi muda. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat berupa audit penulisan. Audit penulisan dapat berupa strategi yang berpusat pada pengumpulan, pengecekan,dan analisis informasi dari berbagai sumber yang disusun yang penting bagi subjek yang diperiksa. Midodareni telah mengalami adaptasi sebagai bentuk penyesuaian pada gaya hidup masa kini,sering kali sebagian orang mempersingkat atau menyesuaikan tradisi Midodareni agar dapat melakukan kegiatan lainnya. Penting bagi pelaku budaya dan masyarakat adat untuk menyebarkan pengetahuan tentang midodareni melalui berbagai kegiatan budaya,seminar, dan dokumentasi yang mudah diakses, serta tetap mempertahankan nilai-nilai luhur upacara tersebut dalam menghadapi perkembangan zaman agar makna simbolisnya relevan bagi masyarakat modern.
Tradisi dan Nilai Budaya Larung Sesaji di Tengah Modernisasi: Kajian Pelestarian Tradisi Lokal di Daerah Blitar Jawa Timur Ahmad Dhani; Salsabilla Wida Pratama; Gabriela Kusumo Pratiwi; Muhammad Wahyudin; Sugiantoro Sugiantoro; Katon Galih Setyawan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna, pelaksanaan, dan upaya pelestarian tradisi Larung Sesaji di Blitar di tengah era modernisasi. Larung Sesaji merupakan ritual adat yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Blitar, serta berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mempererat hubungan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan empat informan yang mewakili berbagai perspektif masyarakat Blitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Larung Sesaji tetap dipertahankan meskipun terpengaruh oleh modernisasi, dengan dukungan aktif dari pemerintah dan keterlibatan masyarakat. Meskipun demikian, tantangan utama dalam pelestarian tradisi ini adalah bagaimana menjaga keterlibatan generasi muda dan relevansi tradisi ini di era digital. Oleh karena itu, inovasi dalam penyajian acara dan edukasi budaya menjadi kunci untuk memastikan kelangsungan tradisi ini. Dengan upaya yang terus-menerus, Larung Sesaji diharapkan dapat bertahan dan berkembang sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Pengaruh Model Inquiry terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Pratiwi, Rachmawatika; Supendi, Dita Pertiwi; Shena, Aristo; Siregar, Berlian; Sugiantoro, Sugiantoro; Pratiwi, Rina Hidayati
Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran: JPPP Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jppp.v6i3.28295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar peserta didik kelas X pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest control group . Sampel penelitian terdiri atas 72 peserta didik yang tergabung dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri , sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar kognitif dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,82. Analisis data dilakukan menggunakan uji independen sample t-test . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelas eksperimen (rata-rata = 82,45) dan kelas kontrol (rata-rata = 74,23) dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH KEBERBAKATAN MELALUI SINERGI FESTIVAL RUMPUN DAN MIKRO-INFLUENCER UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS 2045 Icha Dwi Listari; Suhartono; Sugiantoro
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pendidikan karakter di sekolah keberbakatan melalui sinergi festival rumpun dan peran mikro-influencer dalam membentuk generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Muhammadiyah 10 Surabaya. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival rumpun berperan sebagai wahana pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang efektif dalam menanamkan nilai integritas, tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas. Sementara itu, mikro-influencer berkontribusi dalam memperluas internalisasi nilai karakter melalui media sosial sekolah, membentuk budaya literasi digital yang positif. Sinergi keduanya menciptakan ekosistem pendidikan yang kolaboratif, adaptif, dan kontekstual terhadap era digital. Model ini menjadi strategi inovatif dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah keberbakatan dan mendukung visi merdeka belajar serta pembangunan generasi emas Indonesia 2045. Kata kunci: pendidikan karakter; sekolah keberbakatan; festival rumpun; mikro-influencer.
MUSCULOSKELETAL DISORDER COMPLAINTS AMONG WELDERS AND GRINDING WORKERS AT PT. X: MUSCULOSKELETAL DISORDER Sugiantoro, Sugiantoro; Ratriwardhani, Ratna Ayu; Sahri, Moch.; Sunaryo, Merry
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/327

Abstract

Background: Welders and grinding work at PT. X is carried out manually with non-ergonomic working postures, such as bending or prolonged standing. This study aims to describe work-related musculoskeletal disorder (MSDs) complaints based on individual characteristics (age, gender) and job-related factors (length of employment, daily working hours, and type of work). Methods: The method used is a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving 47 respondents using a total population sampling technique. Data were collected using a musculoskeletal complaint survey instrument based on the Indonesian National Standard (SNI) 9011:2021. Results: The results showed that the majority of respondents were male (93%), aged 25-34 years (42%), and had 1-5 years of work experience (70%). The most reported MSDs complaints were in the lower back (36%), upper back (55%), and neck (23%). Conclusion: Based on the descriptive analysis, both individual and occupational factors contributed to MSDs complaints, particularly in body parts affected by non-ergonomic working postures. Recommended interventions include proper posture training, provision of ergonomic aids to reduce physical load, and regular health check-ups to decrease the prevalence of MSDs among workers.
Kepemimpinan dalam Serat Tripama, Astabrata, dan Kepemimpinan dalam Islam: Studi Komparatif Moh. Shofi Mubarok; Yuni Suprapto; Ferani Mulianingsih; Sugiantoro Sugiantoro; Raudya Setya Wismoko Putri; Dany Miftah M. Nur
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2007

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kepemimpinan dari berbagai perspektif, termasuk Serat Tripama, Astabrata, dan Islam, dengan tujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam konteks budaya dan agama yang berbeda. Kepemimpinan, yang selalu relevan dan berkembang seiring waktu, memiliki berbagai definisi dari para ahli, seperti Maxwell, Bennis, dan Drucker, yang menggarisbawahi pentingnya pengaruh, visi, dan motivasi. penelitian ini menggunakan metode penelitian literer untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk karya sastra dan ajaran agama. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan dalam nilai-nilai kepemimpinan, seperti keadilan, kebijaksanaan, dan keteladanan, yang ditemukan dalam ketiga sumber. Namun, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan kepemimpinan: Serat Tripama fokus pada aspek praktis, Astabrata menekankan pengembangan karakter, dan Islam memprioritaskan aspek spiritual dan moral. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai praktik kepemimpinan yang ideal dan aplikasinya dalam berbagai konteks.
Penguatan Literasi Budaya Lokal bagi Diaspora Indonesia di Taiwan: Pengabdian Niswatin; Asnimawati; Ali Imron; Silvi Nur Afifah; Sugiantoro; Kusnul Khotimah; Katon Galih Setyawan; Moch. Zakki Mubarok
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5221

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi budaya lokal pada mahasiswa Indonesia diaspora melalui kolaborasi antara dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya (FISH UNESA) dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Taiwan. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari tantangan globalisasi dan kehidupan multikultural yang berpotensi melemahkan kesadaran identitas budaya mahasiswa Indonesia di luar negeri. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan seminar interaktif dan diskusi reflektif, serta evaluasi dan tindak lanjut. Subjek kegiatan adalah mahasiswa Indonesia anggota PPI Taiwan dengan latar belakang budaya dan disiplin ilmu yang beragam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi partisipasi, diskusi reflektif, dan refleksi tertulis, yang dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai literasi budaya lokal, penguatan kesadaran identitas budaya, serta tumbuhnya sikap reflektif dan komitmen peserta untuk berperan sebagai agen pelestari budaya Indonesia di lingkungan global. Kegiatan ini juga menghasilkan model pengabdian internasional berbasis literasi budaya lokal dan diaspora yang relevan untuk mendukung internasionalisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya berdampak praktis bagi komunitas sasaran, tetapi juga berkontribusi secara konseptual dalam pengembangan pengabdian masyarakat berbasis pendidikan dan budaya.
REKONSEPTUALISASI DIKLAT GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN: ANALISIS LITERATUR Pardiyawan, Pardiyawan; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali, Mukti; Afdal, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Victorynie, Irnie
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9689

Abstract

Continuing professional development for teachers is currently experiencing a paradigm shift from traditional models to more personalized and collaborative learning. This study aims to systematically synthesize international literature on the reconceptualization of teacher education and training (CPD) over the past ten years. Using a systematic literature review (SLR) method strictly guided by the PRISMA framework, researchers analyzed 20 high-quality articles from the Scopus database for the period 2015-2025. The analysis results show a fluctuating but increasing trend in publication growth, dominated by the social sciences (56.3%) and primarily focused on the digital transformation of post-pandemic education. Quantitative data revealed that technology integration was the most influential theme, with the most cited articles reaching 47 times. Methodologically, quantitative approaches dominated up to 60% of all reviewed studies. The findings identified that practice-based models, professional learning communities (PLCs), and mentoring have proven effective in improving pedagogical competence. However, the sustainability of CPD is strongly influenced by the interaction of individual intrinsic motivation, school leadership support, and the availability of adequate supporting infrastructure. The main conclusion emphasizes the need to reconceptualize training design from an episodic-technocratic approach to an adaptive, contextual, and long-term professional learning ecosystem. This systemic strategy is crucial for bridging national policy reforms with real-world classroom practice, ensuring that teacher professional development significantly impacts the quality of student learning.ABSTRAK Pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru saat ini mengalami pergeseran paradigma dari model tradisional ke arah pembelajaran yang lebih personal dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur internasional mengenai rekonseptualisasi pendidikan dan pelatihan guru (CPD) dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan menerapkan metode systematic literature review (SLR) yang dipandu secara ketat oleh kerangka kerja PRISMA, peneliti menganalisis 20 artikel berkualitas tinggi dari basis data Scopus periode 2015-2025. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang fluktuatif namun cenderung meningkat, didominasi oleh bidang ilmu sosial (56,3%) dan fokus utama pada transformasi digital pendidikan pascapandemi. Data kuantitatif mengungkapkan bahwa tema integrasi teknologi merupakan yang paling berpengaruh, dengan artikel tersitasi tertinggi mencapai 47 kali. Secara metodologis, pendekatan kuantitatif mendominasi hingga 60% dari keseluruhan studi yang diulas. Temuan mengidentifikasi bahwa model berbasis praktik, komunitas belajar profesional (PLC), serta mentoring terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Namun, keberlanjutan CPD sangat dipengaruhi oleh interaksi motivasi intrinsik individu, dukungan kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Simpulan utama menegaskan perlunya rekonseptualisasi desain diklat dari yang bersifat episodik-teknokratis menuju ekosistem pembelajaran profesional yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Strategi sistemik ini sangat krusial untuk menjembatani reformasi kebijakan nasional dengan praktik nyata di dalam kelas guna memastikan pengembangan profesional guru berdampak signifikan pada kualitas belajar peserta didik.
Artificial Intelligence in Educational Governance: A Risk-Based Ethical Framework for Strengthening Religious Moderation in Indonesia Khairi, Ahmad Imam; Sugiantoro; Wahyudi, Kacung; Tianah, Itaanis; Al Farisi, Salman
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) SPECIAL ISSUE OF 1-ST INCOME (INTERNATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT AND EDUCATION)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.vi.24246

Abstract

The digital transformation of education in Indonesia has evolved from basic service digitization toward data-driven governance increasingly reliant on artificial intelligence. While the integration of artificial intelligence in educational governance promises administrative efficiency and optimized decision-making, it simultaneously raises ethical concerns related to algorithmic bias, accountability, transparency, and the potential erosion of humanistic educational values. This study aims to critically analyze the ethical implications of artificial intelligence deployment in Indonesian educational governance and examine its relevance to strengthening religious moderation as a strategic national education agenda. The research employs a qualitative approach using a critical literature review design combined with policy analysis. Data were drawn from reputable scholarly publications, international policy frameworks, and national regulations concerning digital transformation and religious moderation. The analysis proceeded through thematic identification, normative evaluation grounded in principles of algorithmic justice and human-centered governance, and contextual synthesis within Indonesia’s plural socio-religious landscape. The findings indicate that without a robust ethical framework, artificial intelligence-driven governance risks reproducing structural inequalities and narrowing pluralistic dialogue. This study proposes a conceptual ethical governance model aligned with religious moderation, emphasizing risk mapping, ethical design protocols, meaningful human oversight, public accountability mechanisms, and continuous evaluation. The model offers a normative and operational reference for policymakers and educational institutions to ensure that digital transformation remains aligned with justice, inclusivity, and social cohesion.
NILAI-NILAI SEJARAH DAN BUDAYA DALAM LANSKAP KAWASAN PADUSAN SEBAGAI WARISAN LOKAL Amalia, Indah; Fandriya, Adinda Putri; Salsabila, Suci Aini; Anggraini, Mayla Indah Prihar; Auliya, Warodil Aqwalil; Januari, Aisyah Firly Wulan; Sugiantoro, Sugiantoro
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10749

Abstract

Padusan in Pacet District, Mojokerto Regency represents a cultural landscape formed through long-term historical interactions between humans and the environment. This landscape not only reflects its physical characteristics but also embodies symbolic meanings, historical values, and cultural practices preserved within the community’s collective memory. These values are reflected in Grenjengan Waterfall as a cultural space perceived as a sacred water source, the Mbah Melati shrine as a center of spiritual activities, and the Padusan hot spring which demonstrates the continuity of natural resource utilization. These elements illustrate the interconnection of ecological, social, and cultural dimensions that shape local identity. This study employs a qualitative approach. The findings indicate a transformation of the landscape’s function from a sacred and utilitarian space into a tourism destination oriented toward recreational and economic interests, leading to a reduction in its historical and cultural meanings. Nevertheless, the multidimensional historical values remain preserved and hold potential to be developed as a foundation for educational-based tourism that strengthens local identity and cultural sustainability. ABSTRAK Padusan di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto merupakan lanskap budaya yang terbentuk melalui interaksi historis antara manusia dan lingkungan. Lanskap ini tidak hanya mencerminkan aspek fisik, tetapi juga memuat nilai simbolik, historis, serta praktik budaya dalam memori kolektif masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada Air Terjun Grenjengan sebagai ruang kultural yang dimaknai sebagai sumber air sakral, Punden Mbah Melati sebagai pusat aktivitas spiritual, serta pemandian air panas Padusan yang menunjukkan kesinambungan pemanfaatan sumber daya alam. Ketiga elemen tersebut merepresentasikan keterkaitan dimensi ekologis, sosial, dan kultural yang membentuk identitas lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya transformasi fungsi lanskap dari ruang sakral dan utilitarian menjadi destinasi wisata yang berorientasi rekreatif-ekonomi, yang berdampak pada reduksi makna historis dan kultural. Meskipun demikian, nilai sejarah yang bersifat multidimensional masih bertahan dan berpotensi dikembangkan sebagai dasar pariwisata berbasis edukasi yang memperkuat identitas lokal dan keberlanjutan budaya.  
Co-Authors Abshar Albani Adelya Dewi Afifah Wardah Ariesty Afifah, Silvi Nur Agustinus Sugeng Priyanto Agustinus Sugeng Priyanto Ahmad Dhani Ahmad Imam Khairi Aisyah Lailya Nafitri Akhila, Akhna Khoiro Ali Imron Ali Imron Ali, Mukti Alya Nainawatsaqifah Ananda Dwi Setya Dewi Andini Herlina Putri Andiva Nailus Mustofa Anggin Puspa Anggraeni Anggraini, Mayla Indah Prihar Anis, Madhan Arina Eliana Fitria Asnimawati, Asnimawati Assegaf, Abd. Rachman Aulia Bayu Aulia Rahman Auliya, Warodil Aqwalil Aura Bebyna Zahrotul Ayu, Friska Az Zahra Wahyu Afifah Azki Faisal Hamdani Bening Nur Laili Buamona, Agung Pratama Dannis Indra Kuncoro Dany Miftah M. Nur Diana Hernawati Dina Feronica Dina Maulina Dwi Faqihatus Syarifah Has Eka Nurmala Sari Agustina, Eka Nurmala Sari Fadli Wahyudianto Fandriya, Adinda Putri Fauziah, Laila Ferani Mulianingsih Fisabilillah, Aqillah Gabriela Kusumo Pratiwi Hartono Hartono Hensliani Malo Heri Cahyo Bagus Setiawan Hutagalung, Malthus Icha Dwi Listari Imam Khairi, Ahmad Indah Amalia, Indah Indra Gumay Febryano Iphan Fitrian Radam Ivanda Melia Putri Januari, Aisyah Firly Wulan Jihan Bilqis Joko Widodo Joko Widodo KACUNG WAHYUDI, KACUNG Katon Galih Setyawan Katon Galih Setyawan Katon, Katon Khaeruddin Khaeruddin Kusnul Khotimah Lina Dwi Lestari Lina Favourita Sutiaputri Lutfiyatul Laili Malo, Hensliani Masrukhi Masrukhi Maudelyne Nasywa Maulida Mimien Henie Irawati Mita Selvia Anggreini Moch. Sahri Moch. Zakki Mubarok Moh. Shofi Mubarok Mohamad Amin Mufidah, Salma Muhammad Afdal Muhammad Alkaff Muhammad Galang Muhammad Habib Nasrudin Muhammad Naharuddin Arsyad Muhammad Wahyudin Muhammad Wildan Jauharuddin Nabiilah Putri Syahrani Nabila Dini Cantika Nihayatus Sa'adah Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Niswatin Nuansa Bayu Segara Nur Elsa Maulidini Nur Farikhatun Nisa’ Nurani , Ilmi Tri Nurani, Ilmi Tri Nurani, llmi Tri Okhaifi Prasetyo Oktafia Nur Halima Pardiyawan, Pardiyawan Parlindungan Purba, Parlindungan Pratiwi, Rachmawatika Puspasari, Eny Rahma Ayu Clorika Rahma, Nabila Zalia Ratriwardhani, Ratna Ayu Raudya Setya Wismoko Putri Razita Atsilah Reynaldi , Ivan Alvian Reynaldi, Ivan Alvian Rina Hidayati Pratiwi Rini Nurindarwati Riyani, Mufti Rizka Nurlaili Rosa Yanuar Widiyanto Rosyid MA, Ikhsan Rudi Antonius Antonius Salman Al Farisi, Salman Salsabila, Suci Aini Salsabilla Wida Pratama Samsul Arifin Arifin Samsul Bakri Saragih, Dikki Saputra Sayyida Nafisah Septia Wardani Septianingrum, Eka Lutviana Setyawan, Katon Galih Shafa Yuniar Putri Rosyadah Shefira Ninda Kurnia Shena, Aristo Siregar, Berlian Siti Dwi Makhzumah Suhartono Suhartono Suhartono Sunaryan, Rosita Putri Sunaryani , Rosita Putri Sunaryani, Rosita Putri Sunaryo, Merry Supendi, Dita Pertiwi Syafi’i, Imam Telaumbanua, Jelita Purnamasari Tianah, Itaanis Tri Naryawant, Eric Rayfaido o Tsabita Ayuni Susanti Victorynie, Irnie Viona Aurellia Hadi Widjajanto Putri Vivi Novianti Wahyu Widodo Wahyudianto, Fadli Yuliani, Fitria Yuni Suprapto, Yuni Zaiturrahmi, Fauziah Zulkifli Abdurrahman Usman