This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora MediaTor: Jurnal Komunikasi Edutech Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Kajian Komunikasi Panggung J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Belantara MetaCommunication; Journal Of Communication Studies PRoMEDIA Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan dan Konseling Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Journal La Sociale Journal of Science and Education (JSE) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Innovation Research and Knowledge Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Komunikasi Global Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Indonesian Research Journal on Education Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Journal of Social Science Utilizing Technology GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Comdent: Communication Student Journal Journal of Social Science Journal of Social Science Utilizing Technology Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Jurnal Kawistara Panggung Journal of Selvicoltura Asean Research of Scientia Naturalis Journal of Humanities Research Sustainability
Claim Missing Document
Check
Articles

KOMUNIKASI AGAMA DALAM IKLAN RAMADHAN 2017 VERSI PT. DJARUM Aat Ruchiat Nugraha; Priyo Subekti; Iriana Bakti
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 2 (2017): (Accredited Sinta 3)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i2.2745

Abstract

Isu kebangsaan yang melanda Indonesia pada akhir-akhir ini telah memberikan peluang ke berbagai sendi kehidupan berbangsa, termasuk pada sajian iklan di televisi. Keberadaan iklan telah dimanfaatkan sebagai media persuasi dalam mempersatukan bangsa dan masyarakat Indonesia khususnya. Sajian sebuah iklan akan menjadi menarik perhatian apabila mengandung “ketidakbiasaan” dalam penyampaian tema atau ide cerita kepada penontonnya. Salah satu daya tarik ide cerita iklan yang dapat dimanfaatkan adalah situasi bulan puasa. Sebab bulan puasa dapat dianggap sebagai momentum untuk dapat meningkatkan kesholehan sosial melalui terpaan pesan-pesan yang mengandung nilai-nilai sentuhan emosional. Adapun sentuhan emosional tersebut berupa pesan-pesan keagamaan yang dikemas dalam bentuk jalan cerita perjalanan menyambut bulan puasa yang dilakukan dengan cara menginterasikan kegiatan kearifan lokal dari setiap daerah dengan nilai keagamaan. Adanya iklan yang bertemakan keanekaragaman tetapi satu tujuan yang ditampilkan dalam iklan spesial Ramadhan 2017 oleh PT. Djarum ini menandakan kepedulian perusahaan akan isu yang berkembang di masyarakat pada saat ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Hasil dan temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa sajian iklan spesial Ramadhan 2017 yang dilakukan oleh PT. Djarum telah mencerminkan aktifitas nilai-nilai budaya lokal yang mengandung ritual keagamaan serta dikemas dalam bentuk komunikasi agama berupa iklan yang kreatif dalam upaya mereduksi isu kebangsaan yang kian pudar.
Penggunaan Instagram oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk mengoptimalkan destination branding Pangandaran Priyo Subekti; Hanny Hafiar; Iriana Bakti
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.681 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23545

Abstract

Perkembangan media sosial yang semakin pesat dan bertambahnya pengguna yang semakin banyak menjadikan media sosial menjadi salah satu sumber rujukan informasi oleh sebagian banyak masyarakat. Media sosial telah menciptakan sebuah pola baru dalam berkomunikasi dan berpartisipasi sosial, hal ini dapat dilihat dari banyaknya keterlibatan para pengguna dalam sebuah forum komunikasi atau platform media sosial. Saat ini banyak lembaga pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat yang memanfaatkan media sosial menjadi salah satu media informasi untuk menjangkau masyarakat. BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Pangandaran memanfaatkan media sosial melalui akun instagram @pudalopspangandaran untuk memberitakan informasi mengenai kebencanaan, dan kegiatan yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Pangandaran untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebencanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Analisis yang digunakan dalam meneliti penggunaan Instagram oleh BPBD Kab. Pangandaran adalah konsep The Circular Model of Some dari Regina Luttrell yang terdiri dari membagikan (Share), mengoptimalkan (Optimize), mengelola (Manage), dan melibatkan (Engage). Tingginya potensi bencana di Pangandaran menjadi salah satu latar belakang perlunya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebencanaan. BPBD Kabupaten Pangandaran memanfaatkan instagram melalui akun @pusdalopspangandaran sebagai media informasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat luas. Pengelolaan media sosial yang dilakukan oleh BPBD sudah cukup efektif menjangkau masyarakat khususnya masyarakat pangandaran, namun terkendala dengan kurangnya sumber daya manusia yang dapat mengelola media sosial agar tetap update.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI DENGAN KOHESIVITAS KELOMPOK TANI TANAMAN OBAT Iriana Bakti; Evi Novianti; Centurion Chandratama Priyatna; Heru Ryanto Budiana
PRofesi Humas Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.875 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.10294

Abstract

Petani merupakan salah satu elemen penting dalam proses pengelolaan tanaman obat di Jawa Barat. Mereka berusaha berinteraksi, baik dengan sesama anggota kelompoknya, maupun dengan kelompok lain, serta dengan para petugas yang membinanya, sehingga dari interaksi tersebut terbangun kohesivitas kelompok di antara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara jenis kelamin petani dan kohesivitas kelompok tani, 2) hubungan lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) hubungan antara luas lahan yang dimiliki dan kohesivitas kelompok tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini survei eksplanatif. Teknik analisis menggunakan korelasional, dan rumus statistik untuk menguji hipotesis adalah rank order Spearmans. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, pedoman wawancara, dan studi kepustakaan. Populasi penelitian ini adalah kelompok tani tanaman obat di Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah multy stage cluster sampling. Sampel penelitian berasal dari Kabupaten Bogor (K. T Lindung harapan dan K. L Tani Mekar), Kabupaten Sukabumi (Gapoktan Kamuningjaya), dan Kabupaten Majalengka (KT Melati, KT Dahlia, dan Cempaka Mukti). Seluruhnya ada 114 anggota. Hasil penelitian ini antara lain: 1) terdapat hubungan antara jenis kelamin petani dengan kohesivitas kelompok tani tanaman obat, 2) terdapat hubungan antara lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) terdapat hubungan antara luas lahan yang dimiliki dengan kohesivitas kelompok tani. Secara umum karakteristik individu petani memiliki hubungan yang positif dengan kohesivitas kelompok tani. Petani mayoritas wanita pada umumnya memiliki kesamaan pandangan, senang pada kegiatan kelompok, menjadikan pertemuan kelompok sebagai wadah belajar untuk meningkatkan wawasan, pembagian tugas, dan kerja sama. Demikian pula dengan luas lahan yang dimiliki, relatif terbatas, menjadikan anggota kelompok tani tersebut merasa senasib dan tidak terdapat gap kepemilikan tanah, sehingga mereka bisa bekerja sama untuk mengelola tanaman obat disesuaikan dengan lahan yang ada. Lamanya bertani tidak ada hubungannya dengan kohesivitas, karena komoditas yang ditanam bukan komoditas unggulan.
City Branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Melalui Event Sawahlunto International Songket Carnival (Sisca) 2016 Nurkhalila Fajrini; Iriana Bakti; Evi Novianti
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.683 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12861

Abstract

Songket Silungkang merupakan produk andalan hasil kerajinan masyarakat kota Sawahlunto. Sejarah songket dan sejarah tambang memperkuat city branding Sawahlunto dalam mewujudkan visi “Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2001 pada event SISCa. Pada SISCa 2016, transformasi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya direalisasikan melalui konsep dan desain penampilan peserta karnaval. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan latar belakang penyelenggara menjadikan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2016 dalam city branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya, pemahaman penyelenggara terkait SISCa 2016 dan tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara SISCa 2016 dalam rangka city branding Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penyelenggara menjadikan SISCa 2016 dalam city branding Sawahlunto adalah adanya keterkaitan dampak yang ditimbulkan dari SISCa 2016 tersebut yakni, dampak ekonomi dan dampak pariwisata. Pemahaman penyelenggara SISCa 2016 terkait city branding kota Sawahlunto tertuang dalam Misi SISCa 2016 sebagai bentuk transformasi visi kota dengan mengangkat konsep wisata tambang. Tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara melalui tiga tahapan komunikasi, yakni (1) komunikasi tahap awal SISCa antara pemerintah dengan pihak internal dan eksternal, (2) komunikasi saat berlangsungnya SISCa 2016 secara verbal dan non verbal, dan (3) komunikasi pasca SISCa 2016 dilakukan untuk menjalin hubungan baik dalam persiapan SISCa selanjutnya. Dengan demikian, penyelenggaraan SISCa 2016 dianggap sebagai salah satu bentuk promosi daerah sebagai perwujudan visi kota Sawahlunto.
Fungsi peran dan teknik komunikasi humas dalam program Sabilulungan Bersih Kabupaten Bandung Iriana Bakti; Feliza Zubair; Yustikasari Yustikasari
PRofesi Humas Vol 6, No 1 (2021): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.676 KB) | DOI: 10.24198/prh.v6i1.33159

Abstract

Praktik humas pemerintah memegang peranan penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah dibidang lingkungan hidup sebagai salah satu koridor pembangunan di Kabupaten Bandung. Praktik ini memperjelas fungsi, peran, dan teknik komunikasinya pada saat menjalankan tugasnya ketika berinteraksi dengan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan Sabilulungan Bersih (saber). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi, peran humas pemerintahan, serta teknik komunikasi yang dilaksanakan dalam melaksanakan kegiatan Sabilulungan Bersih di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan sifat datanya kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data melalui reduksi data, display data, mencari simpulan, dan verifikasi. Teknik penentuan sumber data didasarkan pada kriteria kemandirian masyarakatnya dalam memahami, mencari solusi atas permasalahan, dan kemampuannya dalam mengelola lingkungan hidup, di mana dari 10 desa yang dilibatkan dalam program Sabilulungan Bersih, ditentukan secara purposif 1 kelurahan, dan 2 desa. Informan dalam penelitian ini adalah aparat pemerintahan kecamatan, kelurahan, dan desa, serta para kader sebanyak 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi humas pemerintah dalam pelaksanaan program Saber adalah menjadi kepada kepentingan umum, dan memelihara komunikasi yang baik. Peran Humas pemerintahan sebagai fasilitator komunikasi, dan teknisi komunikasi. Komunikasi partisipatif yang terbangun berlangsung secara dialogis yang dilandasi oleh keterbukaan para pesertanya.
Citra Kampung Adat Cireundeu pada Ritual Suraan Fauzan Ahdi Widyaputra; Evi Novianti; Iriana Bakti
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.371 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.14953

Abstract

Cireundeu merupakan salah satu kampung adat di Jawa Barat  yang sampai saat ini masih memelihara tradisi kearifan lokal berupa ritual Suraan yang diselenggarakan setiap tahun. Melalui tradisi ini,   Cireundeu berusaha  mempertahankan citra sebagai Kampung Adat yang masih mempertahankan tradisi peninggalan jaman dahulu ditengah modernisasi ritual ini pada dasarnya merupakan kegiatan komunikasi yang sarat dengan simbol yang mengandung makna. Studi ini bertujuan untukmenjelaskan tentang aktivitas komunikasi yang dilakukan masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan sifat datanya kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan  observasi parsitipasif, wawancara dengan informan yang menjadi pelaku ritual, dan studi kepustakaan yangrelevan dengan masalah yang diteliti.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual upacara Satu Sura ini merupakan manifestasi dari rasa syukur masyarakat adat Cireundeu atas keberkahan yang diberikan Sang Pencipta, dan menjadi alat kontrol dalam tindakan atau pergaulan antar sesama manusia.Perilaku komunikasi yang terlihat  pada aktivitas ritual Suraan initermasuk pada perilaku terbuka, karena semua orang diperkenankan untuk terlibat di alamnya untuk mengekspresikan perasaannya, sehingga  masyarakat Kampung Adat Cireundeu merespon stimulus dalam hal ini rangkaian ritual dengan bentuk tindakan dan praktek (practice), sehingga masyarakat akan melakukan komunikasi sesuai dengan kebutuhannya. Citra yang terbangun pada Kampung Adat Cireundeu adalah kampung yang masih memelihara kearifan lokal di tengah modernisasi.
Profesi humas rumah sakit: antara profesionalisme dan humanisme Baiq Vira Safitri; Iriana Bakti; Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.456 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i1.16502

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga yang memberikan layanan kesehatan mudah rentan terhadap paparan pemberitaan negatif serta isu-isu kesehatan, jadi sebagai profesi yang tergolong baru, petugas Humas rumah sakit dituntut untuk mengeksplorasi potensi kehumasannya. Dalam rangka mewujudkan peranan Humas yang profesional, petugas Humas rumah sakit menjalankan tugasnya melalui pemahaman dan penyesuaian dalam bingkai humanisme. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengungkap makna profesi humas di rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta. Penelitian ini mengguakan pendekatan kualitatif, dengan jenis studi fenomenologi, melalui paradigma konstruktivis. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, studi pustaka, dan analisis terhadap sejumlah arsip serta dokumen dari subjek penelitian yang terpilih melalui teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan peran petugas Humas rumah sakit belum optimal disebabkan sejumlah faktor: Faktor internal disebabkan  masih terbatasnya kesadaran, tanggung jawab dan pengalaman petugas humas di rumah sakit. Faktor eksternal berkaitan dengan kepemimpinan budaya organisasi yang masih menganggap peran humas sebagai wujud formalitas. Simpulan penelitian menunjukan bahwa Profesi humas di rumah sakit dipandang dari sudut definisi, karakteristik pekerjaan, pencapaian target, serta dampak profesinya humas rumah sakit. Kesimpulannya, pemerintah idealnya membuatkan lembaga atau wadah yang berorientasi kepada kehumasan rumah sakit, atau dengan kata lain membangun perkumpulan khusus untuk petugas Humas rumah sakit di seluruh Indonesia.
MANAJEMEN SPECIAL EVENT HALLYU COME ON SPECIAL MANAGEMENT OF HALLYU COME ON Auliani Anwar; Iriana Bakti; Heru Ryanto Budiana
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.937 KB) | DOI: 10.20527/mc.v3i1.4707

Abstract

ABSTRACT  The tittle of this research is “Special Management of Hallyu Come On”. This study aims to determine the management event process of Hallyu Come On, namely research, planning, design, coordination, and evaluation. The method of this research is qualitative descriptive study with the paradigm of positivism. Engineering research data collection was carried out through interviews, observation, documentation and literature study. The results showed that Hansamo implement special event management process in Hallyu Come On 2016 which is a research, planning, design, coordination, and evaluation. The research phase by FGD and internet fact finding, design phase by designing event mascot, event venue decoration and publication. Planning phase with goal setting, time, place and ticketing, event concepts, event content, rundown, event tempo, performers, sponsorship, parter media, licensing and publication. Coordination phase conducted by forming committees divided into three parts namely, the core committee or the committee of the upper line, the mid-line committee and the lower line committee and then coordinate with internal parties which is internal members of Hansamo and coordinate with external parties like media partners, sponsors, Korean Association, police, PMI, residents around the location pickles, stage vendors and lighting, guest star. The conclusion of this research is Hansamo as the organizer of Hallyu Come On is good enough to carry out special event management at each phase even though there are still shortcomings, but the event runs in accordance with the planning and success of media coverage that reported Hansamo as Korean community.Keywords:  Managemenet Special Event, Hallyu Come On, Public Relations Process, Hansamo.  ABSTRAK Judul penelitian ini adalah, “Manajemen Special Event Hallyu Come On”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses manajemen special event Hallyu Come On yang diselenggarakan oleh Hansamo Bandung – Korean Community, yakni riset, desain, perencanaan, koordinasi dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dekriptif, dengan paradigma positifisme. Teknik pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hansamo menerapkan manajemen special event dalam pelaksanaan Hallyu Come On 2016 yakni, riset, desain, perencanaan, koordinasi dan evaluasi. Tahap riset yakni dengan FGD dan fact finding melalui internet, tahap desain dengan mendesain maskot, dekorasi venue acara, lighting dan publikasi, tahap perencanaan dengan penetapan tujuan, waktu, tempat dan ticketing, konsep acara, konten acara, rundown, tempo acara, pengisi acara, sponsorship, media parter, perizinan dan publikasi. Tahap koordinasi dilakukan dengan membentuk kepanitiaan yang dibagi menjadi tiga bagian yakni, panitia inti atau panitia lini atas, panitia lini tengah dan panitia lini bawah lalu berkoordinasi dengan pihak dan internal anggota Hansamo dan eksternal Media partner, sponsor, Korean Association, kepolisian, PMI, warga sekitar lokasi acar, vendor stage dan lighting, guest star. Tahap evaluasi dilakukan dua kali yaitu evaluasi acara dan evaluasi pasca acara. Simpulan dari penelitian ini adalah Hansamo sebagai penyelenggara Hallyu Come On sudah cukup baik melaksanakan manajemen special event meskipun pada setiap tahapnya terdapat kekurangan, namun acara berjalan sesuai dengan perencanaan dan berhasil mendapatkan liputan media yang memberitakan Hansamo sebagai komunitas penyuka Korea.Kata Kunci: Manajemen Special Event, Hallyu Come On, Proses Public Relations, Hansamo
KEGIATAN BANDUNG MENJAWAB OLEH PEMERINTAH KOTA BANDUNG Septian Yudho Rinald; Agus Rahmat; iriana bakti
Metacommunication Journal of Communication Studies
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.366 KB) | DOI: 10.20527/mc.v4i1.6354

Abstract

ABSTRACT                 This study aims to determine the planning, implementation, and evaluation phases of the Bandung Menjawab Activity as an effort of the Bandung City Government in establishing good relations with the mass media. This research is using descriptive method used. Data collection techniques are carried out through in-depth interviews, observations, and literature studies. The results showed that at the planning stage starting from the formulation of the problem, the mass media had difficulty in accessing the informants, the Bandung City SKPDs, so that the news or information was not confirmed in the mass media, followed by theme and speaker stipulation, the mass media mapping, and the distribution of tasks to the HR. In the implementation phase, the Bandung Menjawab activity was carried out with several activities by the Bandung Menjawab team and assisted by Report Sub-division when the Bandung Menjawab activity took place. Through a good process of communication and coordination, implementation of actions, message delivery techniques, supervision, as well as obstacles and ways to overcome them in implementing what has been planned to make every need in Bandung Menjawab activities ran smoothly. The evaluation phase carried out by evaluating activities and conducting media monitoring. The conclusions of this study are that at the planning stage, Bandung Menjawab activity was created because there are still many of Bandung City Government programs that are not socialized to the public because they are less exposed by the mass media. In the implementation phase, communication and coordination during the Bandung Menjawab activities are two-way and one-way. At the evaluation stage, the Bandung Menjawab team evaluating the implementation of activities and evaluating the results of activities.Keywords:  Bandung city government, Bandung Menjawab, media relations, media relations process, PR activities.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi Kegiatan Bandung Menjawab sebagai upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menjalin hubungan baik dengan media massa. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian dalam tahap perencanaan dimulai dari perumusan masalah, yakni media massa kesulitan untuk mengakses informan, yaitu SKPD Kota Bandung sehingga tidak terkonfirmasinya berita atau informasi di media massa, dilanjutkan penentuan tema, penentuan pemateri, pemetaan media massa, dan pembagian tugas kepada SDM. Pada tahap implementasi, kegiatan Bandung Menjawab dilakukan dengan beberapa kegiatan yang dilakukan oleh tim Bandung Menjawab dan dibantu subbag peliputan ketika kegiatan Bandung Menjawab berlangsung. Melalui proses komunikasi dan koordinasi yang baik, pelaksanaan aksi, teknik penyampaian pesan, pengawasan, serta kendala dan cara mengatasinya dalam mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan membuat setiap kebutuhan dalam kegiatan Bandung Menjawab dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengevaluasi kegiatan dan melakukan media monitoring. Simpulan dari penelitian ini adalah pada tahap perencanaan, kegiatan Bandung Menjawab tercipta karena masih banyaknya program-program Pemkot Bandung yang tidak tersosialisasikan kepada masyarakat karena kurang terekspos oleh media massa. Pada tahap implementasi, komunikasi dan koordinasi selama kegiatan Bandung Menjawab bersifat dua arah dan satu jalur. Pada tahap evaluasi, tim Bandung Menjawab melakukan evaluasi implementasi kegiatan dan evaluasi hasil kegiatan.Kata Kunci: Bandung Menjawab, hubungan media, kegiatan PR, Pemerintah Kota Bandung, proses media relations.
KREDIBILITAS KOMUNIKATOR DALAM MENUMBUHKAN SIKAP KELOMPOK TANI HUTAN DI KABUPATEN SUMEDANG Iriana Bakti; Trie Damayanti; Aang Koswara
Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Vol 2, No 01 (2016): BRICOLAGE: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.338 KB) | DOI: 10.30813/bricolage.v2i01.827

Abstract

The communicators in environment communication has a very important role in establishing effectivecommunication in the environment with their audience. A communicator tried to resuscitatecommunity to always care to the surrounding environment . The presence of a credible environmentalcommunicator can reduce the gaps in knowledge about environmental issues, and may even build apositive attitude towards the development of forestry. Studies on the credibility of communicator inenvironment communication is intended to determine the skills and increasing confidence ofcommunicators KTH members attitude towards forestry development. The research method isdescriptive survey using a questionnaire as a primary research instrument. The results showed that (1)the environmental communicators are people who have considerable expertise in explaining themessage, and answer questions about the message, so as to foster a positive attitude towards thedevelopment of forestry KTH members. (2) Communicators environment is a trustworthy person,being able to practice the material presented and able to encourage members of KTH to be able topractice it conveys, so as to foster a positive attitude towards the development of forestry KTHmembers. (3) Based on its expertise in explaining the message, and answer questions about about themessage, as well as its belief in practice the messages conveyed in, and encourage members of KTH tobe able to practice it conveys, the communicator environment has a high degree of credibility, so as tofoster a positive attitude member KTH on development of forestry. To optimize the implementation offorestry development, forestry should recruit young people so to become members of KTH, andforestry has to more concerned about environmental issues.Keywords: communicator, credibility, expertise, trustworthiness, attitude
Co-Authors Aang Koswara Aang Koswara Aat Ruchiat Aat Ruchiat Nugraha Abdul Hakim Siswanto Aghus Jamaludin Kharis Agus Rahmat agus rahmat Al-Ikhlas Anang Susilo Andi Zulfikar Darussalam Ari Agung Prastowo Auliani Anwar Baiq Vira Safitri Bambang Ismaya Budianan, Heru Rianto Budiman, Ratu Marshyarina Ridzkan Centurion Chandratama Priyatna Dadang Sugiana Dandi Supriadi Dede Abdul Hasyir Diah Fatma Sjoraida Diah Fatma Sjoraida Dian Wardiana Sjuchro Dindin Abidin Dodi Setiawan Riatmaja Donny Juliandri Prihadi Elfera, Syahedah Soeci Evi Novianti Evi Novianti Evie Ariadne Shinta Dewi Evie Ariadne Shinta Dewi, Evie Ariadne Shinta Fariq, Aiman Fathiya Nur Rahmi Fauzan Ahdi Widyaputra Feliza Zubair Feliza Zubair Firdaus Hafizhah Zuhri Hanny Hafiar Hanny Hafiar Herlina Agustin Heru Riyanto Budiana Heru Ryanto Budiana Ikhwanul Ihsan Armalid Indria Widyawan Karimi, Reza Kartika, Ghinaa Azalia Khairunnisa, Silka Kokom Komariah Lilis Puspitasari Lusiana, Herlina M. Fatah Wiyatna Mas Dadang Enjat Munajat Meifira Khairunnisa Mertayasa, I Gede Agus Muhamad Fatah Wiyatna Muhammad Fatah Wiyatna Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Niti Lestari Nofirman, Nofirman Nugraha, Aat Nur Azizah Nurfauziah, Isni Nurkhalila Fajrini Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Pandu Dwita Purnama Pito Fernando Pong, Ming Priyo Subekti Priyo Subekti Priyo Subekti Putra, Putu Steven Eka Rahim, Fachrulsyah Alif Mahendra Rahimi, Ramin Renata Anisa Retasari Dewi Rian Novita Ridlo, M. Ainur Rifky Lana Rahardian Rinintha Mazaya Rizka Putra Rosnandar Romli Santos, Luis Sawlani, Dhiraj Kelly Septian Yudho Rinald Setiawan, Asep S Shafira Yasmin Nandini Sukmana, IWK Teja Sultana, Momena Suparni, Sri Susie Perbawasari Suwandi Sumartias Teddy Kurnia Wirakusumah Tiara Putri Effendy Trie Damayanti Trisna Rukhmana Tursunov, Dilshod Winarni Winarni Windy Permata Suyono Yanti Setianti Yovita Yovita Yuniawati, Femilia Yustikasari Zaw, Soe Thu Zaw