This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora MediaTor: Jurnal Komunikasi Edutech Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Kajian Komunikasi Panggung J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Belantara MetaCommunication; Journal Of Communication Studies PRoMEDIA Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan dan Konseling Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Journal La Sociale Journal of Science and Education (JSE) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Innovation Research and Knowledge Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Komunikasi Global Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Indonesian Research Journal on Education Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Journal of Social Science Utilizing Technology GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Comdent: Communication Student Journal Journal of Social Science Journal of Social Science Utilizing Technology Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Jurnal Kawistara Panggung Journal of Selvicoltura Asean Research of Scientia Naturalis Journal of Humanities Research Sustainability
Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA LOGO BARU INDONESIA TOURISM DEVELOPMENT CORPORATION (ITDC) SEBAGAI CORPORATE REBRANDING (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce mengenai Makna Logo Baru Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai Corporate Rebranding) Rinintha Mazaya; Iriana Bakti; Heru Ryanto Budiana
PRoMEDIA Vol 5, No 1 (2019): PROMEDIA
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.389 KB) | DOI: 10.52447/promedia.v5i1.1621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui simbol-simbol yang terdapat pada logo baru Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), mengetahui makna dari simbol-simbol yang terdapat pada logo baru ITDC, dan mengetahui kaitan makna logo baru ITDC dengan corporate Rebranding. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Hasil penelitian menunjukkan logo baru ITDC terdiri dari tiga simbol, yaitu simbol logogram burung garuda, simbol logotype ITDC, dan simbol logotype tagline. Simbol logogram burung garuda memiliki makna sifat nasionalisme negara Indonesia, simbol logotype ITDC memiliki makna perubahan ITDC yang lebih modern, dan simbol logotype tagline memiliki makna misi ITDC sebagai pencipta destinasi-destinasi wisata baru di Indonesia. Makna dari masing-masing simbol memiliki kaitan dengan tahapan proses Rebranding yang meliputi faktor Rebranding, proses Rebranding, dan hasil Rebranding. Saran dalam penelitian ini sebaiknya menggunakan nama perusahaan yang lengkap pada simbol logotype ITDC, menggunakan gambar burung garuda yang lebih jelas dan nyata (real) pada simbol logogram burung garuda, dan melakukan pengkajian terhadap makna dari simbol-simbol yang terdapat pada logo baru ITDC dan mengaitkannya dengan tahapan proses Rebranding.Kata kunci: Semiotika, Charles Sanders Peirce, Logo, ITDC  ABSTRACT The purposes of this study are to determine the symbols contained in ITDC new logo, the meaning contained within the symbols, and the relations between the meaning of ITDC new logo with corporate Rebranding. This study uses qualitative methods with semiotics analysis from Charles Sanders Peirce. The results of this study showed ITDC new logo consists of three symbols, which are symbol of eagle logogram, symbol of ITDC logotype, and symbol of tagline logotype. The meaning of eagle logogram is the nature of Indonesian nationalism, the meaning of ITDC logotype is more modern change of ITDC, and the meaning of tagline logotype is ITDC mission as the creator of new tourist destinations in Indonesia. The meaning of each symbol related to the stages of Rebranding process which includes the Rebranding factors, Rebranding process, and Rebranding results. Researcher suggested that ITDC should use the complete company name in the symbol of ITDC logotype, use a more vivid and more real eagle image to be used in the symbol of eagle logogram, and to conduct an assessment of the meaning contained within the symbols of ITDC new logo and relate it to the stages of Rebranding process.Keywords: Semiotics, Charles Sanders Peirce, Logo, ITDC
BETWEEN MYTHS AND ETHOS: FRAMING MESSAGES FOR ENVIRONMENTAL COMMUNICATION OF KAMPUNG NAGA TASIKMALAYA WEST JAVA Suwandi Sumartias; Priyo Subekti; Susie Perbawasari; Iriana Bakti
Sosiohumaniora Vol 24, No 2 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, JULY 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i2.38825

Abstract

Kampung Naga, also called Naga Village, is a customary community that still preserves the traditions of their ancestors, which in this case is the Sundanese culture. They live adjacent to nature, believe that it is a gift from God, and based on this concept, they consider natural disasters as causes of bad human behavior. This belief exists because the village does not only live in nature but with it as well, and as a customary community, they have their ways of managing it. Therefore, this research aims to determine the myths and ethos associated with environmental communication activities. It also tries to identify the role of traditional leaders in transmitting cultural values to the younger generation through these activities. The results showed that the Naga Village community uses myths and ethos for environmental communication through the Pamali concept and by living with nature. They are also good role models in inheriting values, which become tools to awaken the community and the young generation, and these are often conveyed at traditional events as manifestations of their beliefs in nature. The inheritance of values by the younger generation is performed through the enculturation process to develop customs that will later become social controls in the community.
Pemberdayaan Perangkat Desa Terampil Bermedia dalam Membangun Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan di Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Feliza Zubair; Iriana Bakti; Yustikasari Yustikasari
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 1 No 2 (2019): December
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v1i2.955

Abstract

The Empowerment of Skilled-Media Village Officials in Building Public Awareness and Concern for the Environment in Cikeruh Village, Jatinangor District, Sumedang Regency The village government staff is the spearhead of the village government duty whose job is to deliver and process various information relating to government programs, both central and regional government. In this digital era, almost all information flow is carried out through social media. For this reason, a skilled and capable village government staff is needed, especially in using and utilizing social media devices. Through social media, the village government able to socialize the government's relay program and other information to residents. The village service of Cikeruh village through media social has not run optimally. Therefore, training in managing social media, especially in the socialization of environmental hygiene issues, must be held. Universitas Padjadjaran is one of the higher education institutions holding the mandate of community service through education and research activities. This community service integrated with student work college was held in Cikeruh village, Jatinangor District, Sumedang Regency. The training method was lecture and discussion methods, as well as hands-on practice. Participants gained various knowledge related to message management and the use of social media, especially Facebook and Instagram. The results of the activity were the increasing of the knowing, attitudes, and behavior of participants in using Instagram and Facebook to increase effort in improving and restructuring the environment in Cikeruh Village.
HUBUNGAN ANTARA KREDIBILITAS PEMBICARA KEGIATAN SOSIALISASI KEPEMILUAN OLEH KPU KOTA BANDUNG DENGAN SIKAP PEMILIH DISABILITAS TERHADAP PILKADA SERENTAK 2018 Pandu Dwita Purnama; Iriana Bakti; Yustikasari Yustikasari
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.557 KB) | DOI: 10.35760/mkm.2019.v3i2.2335

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hubungan antara kredibilitas pembicara kegiatan sosialisasi kepemiluan dengan sikap pemilih disabilitas terhadap pilkada serentak 2018. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teori yang digunakan adalah Source Credibility Theory yang dikemukakan oleh Hovland. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Sementara itu, untuk mengumpulkan data, penulis melakukan penyebaran angket, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti antara kredibilitas pembicara kegiatan sosialisasi kepemiluan dengan sikap pemilih disabilitas terhadap pilkada serentak 2018.
Advokasi Public Relations dalam Program Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Fathiya Nur Rahmi; Hanny Hafiar; Iriana Bakti
Jurnal Riset Komunikasi Vol 5 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v5i2.610

Abstract

This study aims to determine the implementation of public relations advocacy through empowerment programs for persons with disabilities. The method used in this research is qualitative with a case study approach. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation and researchers used flow analysis models for data analysis techniques. The result of this research is that there are principles used in the empowerment program, namely using a twin-track approach or a two-way approach, people with disabilities, and job providers. The empowerment program starts from planning by conducting a situation analysis. The form of implementation of the empowerment program consists of job readiness training, strengthening alumni careers, digital training, and panel discussions. Suggestions in this research in the future Saujana NGO can carry out public categorization specifically so that public needs and interests can be met. As well as optimizing collaboration with communities and NGOs that can help implement the value of inclusion for persons with disabilities, especially in terms of accessibility of job opportunities.
Pengelolaan Media Kampanye Duta Lingkungan dalam Mengurangi Sampah Plastik pada Program #GenZheTikYuk! Abdul Hakim Siswanto; Iriana Bakti; Teddy Kurnia Wirakusumah
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7806

Abstract

Tingkat kesadaran warga Kota Pekanbaru terkait pembuangan sampah, terutama dalam penggunaan sampah plastik, dianggap masih rendah. Puluhan tumpukan sampah ilegal di Kota Pekanbaru memperlihat sampah plastik, terutama kantong bekas belanja, bertebaran, tidak adanya aturan yang mengikat soal pembatasan kantong plastik juga dianggap sebagai sebuah ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola sampah di perkotaan. Kampanye #GenZheTikYuk! Berangkat dari permasalahan yang melihat dewasa ini, pengelolaan sampah belum sepenuhnya menerapkan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang) sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan, padahal idealnya, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara integratif dan komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan media kampanye duta lingkungan dalam mengurangi sampah plastik pada program #GenZhetikYuk! Di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan wawancara dengan lima informan dari aparatur Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Duta Lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Riau, Generasi Z Kota Pekanbaru.
KINERJA HUBUNGAN MASYARAKAT PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA BARAT Agus Rahmat; Iriana Bakti
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.067 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i2.8612

Abstract

Kebutuhan pemerintah Indonesia atas Humas pemerintah tidak lagi dalam tataran wacana atau sekedar konsep secara keIlmuan, keberadaan Humas pemerintah didorong atas kebutuhan pemerintah untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh pemerintah kepada ,asyarakat guna memperoleh dukungan dan untuk menerangkan apa dan bagaimana yang dilakukan pemerintah sehingga lingkungan masyarakat dalam dan masyarakat luar percaya. sudah sejak lama pemerintah di Indonesia termasuk pemerintah daerah memiliki Humas pemerintah, bahkan khusus di lingkungan pemerintah, profesi ini tergabung dalam wadah BakoHumas. Fakta yang ada dan berkembang mengisyaratkan sekaligus mempertanyakan mengenai kinerja Humas Pemerintah selama ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsi kinerja Humas pemerintah khususnya Humas Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket. Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa: pertama, kinerja Humas pemerintah lebih banyak menerimaan teguran dibanding pujian/penghargaan atas hasil kerja; kedua, pegawai di bagian Humas pemerintah sangat sedikit yang berlatar belakang pendidikan formal komunikasi, terlebih lulusan keHumasan selain itu pegawai juga jarang mendapat pendidikan non formal bidang keHumasan; ketiga, aktivitas Humas pemerintah lebih tertumpu pada kegiatan rutin berupa penyediaan informasi bagi media. Konsekuens dari temuan penelitian ini adalah perlunya pengembangan kompetensi pegawai Humas pemerintah melalui linieritas bidang kerja dan pendidikan bagi pegawai baru dan pelatihan bidang keHumasan bagi petugas yang sudah ada.DOI: 10.24198/jkk.vol4n2.2
ANALISIS FAKTOR PERSONAL PADA SUMBER KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN TANAMAN OBAT KELUARGA DI JAWA BARAT Iriana Bakti; Evie Ariadne Shinta Dewi; Rosnandar Romli; Heru Ryanto Budiana
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.906 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i2.7403

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada upaya pemerintah melakukan penyebarluasan informasi tentang tanaman obat melalui saluran interpersonal dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan tanaman obat. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor: biologis, sosiopsikologis, dan sosiogenis yang melekat pada diri narasumber (komunikator). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang menggambarkan masalah berdasarkan sifat data kualitatif sehingga dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata narasumber (komunikator) memiliki posisi penting sebagai salah satu komponen komunikasi yang dapat membangun efektivitas komunikasi interpersonal dengan anggota masyarakat. Pentingnya keberadaan narasumber ini dapat dilihat dari faktor biologis yang meliputi alasan mengelola toga karena sesuai dengan latar belakang pendidikan, dan tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang digelutinya. Adapun dilihat dari faktor sosiopsikologis, narasumber menyatakan toga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertolongan pertama terhadap masalah kesehatan, bisa menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat, menjadikan pekarangan rumah indah, mengurangi biaya pengeluaran keluarga untuk obat, dan bisa dibuat makanan olahan, misalnya kripik bayem. Sedangkan faktor sosiogenis menanam toga bukan pengalaman baru, masyarakat merespon positif, sesuai dengan bidang ilmu, dan menjadi jaminan dalam bertugas. DOI: 10.24198/jkk.vol3n2.4
Jaringan komunikasi dan implementasinya dalam mengembangkan desa berbudaya lingkungan Evi Novianti; Iriana Bakti; Susie Perbawasari
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.553 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v8i1.24004

Abstract

Pengembangan desa berbudaya lingkungan menjadi kegiatan berbasis masyarakat melalui keterlibatan dan partisipasi pemangku kepentingan dalam melestarikan lingkungan hidup. Sungai Citarum sebagai sungai terpanjang di Jawa Barat memiliki kondisi memperihatinkan akibat pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah perkantoran, dan limbah industri. Limbah tersebut berdampak pada buruknya kualitas air dan tidak layak untuk digunakan dalam kegiatan sehari – hari, kondisi tersebut harus segera mungkin ditanggulangi guna mengembalikan fungsi Sungai Citarum sebagai sungai yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi lingkungan yang dilakukan oleh kelompok penggerak pariwisata dalam mengembangkan desa berbudaya lingkungan di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum. Penelitian ini menggunakan metode eksplanatif dan kualitatif deskriptif. Penelitian menggambarkan dampak negatif di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum yang disebabkan oleh limbah industri, perkantoran, dan rumah tangga, serta mengidentifikasi keterlibatan kelompok penggerak pariwisata dalam kegiatan desa berbudaya lingkungan di wilayah tersebut. Pengumpulan data primer didapatkan melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder melalui studi kepustakaan. Populasi mencakup seluruh kelompok penggerak pariwisata yang terlibat dalam pengembangan desa berbudaya lingkungan, sementara sampel yang diambil adalah fasilitator dan partisipan. Teknik analisis data statistik deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 12 kelompok penggerak pariwisata yang tersebar di 17 wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum, kelompok tersebut secara umum selalu melaksanakan aktivitas desa berbudaya lingkungan dengan tingkat kepuasan yang cenderung tinggi. Di sisi lain, kegiatan desa berbudaya lingkungan menjadi ajang dalam jejaring sosial antara kelompok penggerak pariwisata di wilayah Daerah Aliran Sungai Citarum dengan pihak eksternal. 
Komunikasi Persuasif Pada Pelaksanaan Advokasi Public Relations Fathiya Nur Rahmi; Hanny Hafiar; Iriana Bakti
Jurnal Komunikasi Global Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.255 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v8i2.15001

Abstract

The awareness of job providers to employ people with disabilities is directly proportional to the participation of persons with disabilities in the formal work sector which is relatively low. Another problem faced by persons with disabilities is a negative stigma attached to them. This research was conducted to find out persuasive communication conducted on the Advocacy of LSM Saujana’s Public Relations, related to elements of communicators, messages, and audiences involved in persuasive communication. The research method used in this research is a case study with qualitative analysis techniques. Data collection techniques used in this study are interviews, observation, and documentation. Researchers conducted data analysis based on Flow Analysis Models. Based on the results, there were stages of persuasive communication undertaken including the preparation of communicators, delivery of messages, the use of online and offline media in delivering messages, the behavioral changes and evaluation. The LSM Saujana used the central route in persuasive communication that was appropriate to support advocacy. The findings suggest the institution focus on messages delivered to the target audience, starting with raising awareness and focusing on behavioral change.
Co-Authors Aang Koswara Aang Koswara Aat Ruchiat Aat Ruchiat Nugraha Abdul Hakim Siswanto Aghus Jamaludin Kharis Agus Rahmat agus rahmat Al-Ikhlas Anang Susilo Andi Zulfikar Darussalam Ari Agung Prastowo Auliani Anwar Baiq Vira Safitri Bambang Ismaya Budianan, Heru Rianto Budiman, Ratu Marshyarina Ridzkan Centurion Chandratama Priyatna Dadang Sugiana Dandi Supriadi Dede Abdul Hasyir Diah Fatma Sjoraida Diah Fatma Sjoraida Dian Wardiana Sjuchro Dindin Abidin Dodi Setiawan Riatmaja Donny Juliandri Prihadi Elfera, Syahedah Soeci Evi Novianti Evi Novianti Evie Ariadne Shinta Dewi Evie Ariadne Shinta Dewi, Evie Ariadne Shinta Fariq, Aiman Fathiya Nur Rahmi Fauzan Ahdi Widyaputra Feliza Zubair Feliza Zubair Firdaus Hafizhah Zuhri Hanny Hafiar Hanny Hafiar Herlina Agustin Heru Riyanto Budiana Heru Ryanto Budiana Ikhwanul Ihsan Armalid Indria Widyawan Karimi, Reza Kartika, Ghinaa Azalia Khairunnisa, Silka Kokom Komariah Lilis Puspitasari Lusiana, Herlina M. Fatah Wiyatna Mas Dadang Enjat Munajat Meifira Khairunnisa Mertayasa, I Gede Agus Muhamad Fatah Wiyatna Muhammad Fatah Wiyatna Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Niti Lestari Nofirman, Nofirman Nugraha, Aat Nur Azizah Nurfauziah, Isni Nurkhalila Fajrini Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Pandu Dwita Purnama Pito Fernando Pong, Ming Priyo Subekti Priyo Subekti Priyo Subekti Putra, Putu Steven Eka Rahim, Fachrulsyah Alif Mahendra Rahimi, Ramin Renata Anisa Retasari Dewi Rian Novita Ridlo, M. Ainur Rifky Lana Rahardian Rinintha Mazaya Rizka Putra Rosnandar Romli Santos, Luis Sawlani, Dhiraj Kelly Septian Yudho Rinald Setiawan, Asep S Shafira Yasmin Nandini Sukmana, IWK Teja Sultana, Momena Suparni, Sri Susie Perbawasari Suwandi Sumartias Teddy Kurnia Wirakusumah Tiara Putri Effendy Trie Damayanti Trisna Rukhmana Tursunov, Dilshod Winarni Winarni Windy Permata Suyono Yanti Setianti Yovita Yovita Yuniawati, Femilia Yustikasari Zaw, Soe Thu Zaw