p-Index From 2021 - 2026
6.413
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora MediaTor: Jurnal Komunikasi Edutech: Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Kajian Komunikasi Panggung J-IKA : Jurnal Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas BSI Bandung PRofesi Humas Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jurnal Belantara MetaCommunication; Journal Of Communication Studies PRoMEDIA Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Bricolage : Jurnal Magister Ilmu Komunikasi Jurnal Pendidikan dan Konseling Altasia : Jurnal Pariwisata Indonesia Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Journal La Sociale Journal of Science and Education (JSE) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PROFICIO: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Innovation Research and Knowledge Edu Research : Jurnal Penelitian Pendidikan Jurnal Komunikasi Global Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Indonesian Research Journal on Education Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial SABAJAYA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Communio: Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Comdent: Communication Student Journal Journal of Social Science Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) Jurnal Kawistara Panggung Journal of Selvicoltura Asean Research of Scientia Naturalis Journal of Humanities Research Sustainability Journal of Social Science Utilizing Technology
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Potensi Atraksi Wisata Gastronomi Berkelanjutan Berbasis Masyarakat Lokal di Kampung Lembur Sawah, Kota Bogor Widyawan, Indria; Bakti, Iriana; Enjat Munajat, Mas Dadang; Novianti, Evi
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3555

Abstract

Kampung Lembur Sawah berlokasi di tengah Kota Bogor dan kaya akan potensi wisata gastronomi. Pengembangan berkelanjutan berbasis masyarakat lokal diperlukan untuk melengkapi atraksi wisata dan meningkatkan pengalaman wisatawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi wisata gastronomi dan pengembangannya berdasarkan sudut pandang masyarakat lokal yang tergabung dalam Kompepar Mulyaharja sebagai pengelola. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Data primer diperoleh melalui observasi langsung serta wawancara dengan informan yang mewakili para pemangku kepentingan terkait pengelolaan wisata di Kampung Lembur Sawah. Data sekunder diperoleh melalui dokumen desa, artikel jurnal, dan laporan kerja terkait pengembangan wisata di Kampung Lembur Sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung Lembur Sawah memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi atraksi wisata gastronomi. Inventori gastronomi harus dilakukan pendaftaran HAKI sebagai upaya pelestarian. Kata kunci: wisata gastronomi, pariwisata berbasis masyarakat, Kampung Lembur Sawah
KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENANGANAN PENYEBARAN KONTEN HOAX KESEHATAN DI MASA NEW NORMAL DESA CIMENYAN: KOMUNIKASI EFEKTIF DALAM PENANGANAN PENYEBARAN KONTEN HOAX KESEHATAN DI MASA NEW NORMAL DESA CIMENYAN Sjoraida, Diah Fatma; Bakti, Iriana; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i2.9

Abstract

Pandemi covid 19 merupakan wabah yang melanda seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia sampai ke semua wilayah, yang salah satunya adalah Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung. Beberapa warganya ada yang terpapar virus covid, sehingga diperlukan penanganan pandemi ini terutama yang berkaitan dengan berita hoax tentang covid 19 yang meresahkan masyarakat. Untuk itu diperlukan “Pelatihan Komunikasi Efektif dalam Pengelolaan Informasi Kesehatan pada Masa New Normal”. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menggambarkan komunikasi efektif, dan kohesivitas yang anggota kelompok yang tergabung dalam forum RT/RW Desa Cimenyan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini d alah deskriptif. Hasil yang dicapai dalam pelatihan ini adalah, komunikasi yang efektif adalah komunikasi partisipatif yang didasarkan pada keberagaman, interaksi dan dialog, keterbukaan dan kejelasan, serta prosesnya yang informal. Kohesivitas yang terbangun di antara anggota kelompok didasarkan pada kesamaan perasaan, pandangan, dan kepentingan. Keanggotaan, kualitas interaksi, kerjasama, kemampuan dalam mencapai keberhasilan, dan kemampuan dalam menghadapi tantangan.
PELATIHAN KOMUNIKASI TANGGAP DARURAT BAGI APARAT DESA PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN KOMUNIKASI TANGGAP DARURAT BAGI APARAT DESA PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Bakti, Iriana; Zubair, Feliza; Budianan, Heru Rianto
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.64

Abstract

Parigi, Kabupaten Pangandaran, Propinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang memiliki intensitas bencana alam cukup tinggi. Jenis bencana yang sering melanda Parigi adalah tsunami, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, dan gempa,. Penyebab terjadinya bencana di Kabupaten Pangandaran, khususnya Parigi adalah akibat kondisi medan yang memang rawan bencana di masing-masing wilayah. Upaya meminimalisir resiko bencana, pemerintah melalui instansi terkaitnya (BPBD) melakukan mitigasi dan adaptasi bencana kepada berbagai elemen masyarakat dengan tujuan untuk membangun pengetahuan, sikap dan partisipasi masyarakat untuk menjadi tangguh dalam menghadapi bencana. Untuk itu tim PPM Fikom Unpad melaksanakan kegiatan PPM yang berjudul “Pelatihan Komunikasi untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Bagi Aparat Desa Parigi di Kabupaten Pangandaran”. Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang komunikasi tanggap bencana kepada para opinion leader, khususnya aparat desa yang menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana di kabupaten Pangandaran. Dengan komunikasi yang efektif dapat dibangun jejaring komunikasi, sikap dan partisipasi, masyarakat terutama dalam meningkatkan kapasitas masyarakat tangguh bencana. Metode yang digunakan dalam PPM tahap kedua ini adalah metode ceramah, simulasi dan diskusi. Pemberian materi disampaikan melalui media online dan tatap muka dalam bentuk webminar hybrid. Selain itu dilakukan pula pendampingan kepada peserta pada saat mereka menemukan kendala dalam pelaksanaan komunikasi tanggap bencana, serta dalam upaya membangun sikap dan partisipasi masyarakat tangguh bencana di Parigi. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan tentang komunikasi untuk kesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam menghadapi bencana. Hal ini ditunjukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test peserta saat pelatihan berlangsung.
Komunikasi Persuasif Pada Pelaksanaan Advokasi Public Relations Rahmi, Fathiya Nur; Hafiar, Hanny; Bakti, Iriana
Jurnal Komunikasi Global Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkg.v8i2.15001

Abstract

The awareness of job providers to employ people with disabilities is directly proportional to the participation of persons with disabilities in the formal work sector which is relatively low. Another problem faced by persons with disabilities is a negative stigma attached to them. This research was conducted to find out persuasive communication conducted on the Advocacy of LSM Saujanas Public Relations, related to elements of communicators, messages, and audiences involved in persuasive communication. The research method used in this research is a case study with qualitative analysis techniques. Data collection techniques used in this study are interviews, observation, and documentation. Researchers conducted data analysis based on Flow Analysis Models. Based on the results, there were stages of persuasive communication undertaken including the preparation of communicators, delivery of messages, the use of online and offline media in delivering messages, the behavioral changes and evaluation. The LSM Saujana used the central route in persuasive communication that was appropriate to support advocacy. The findings suggest the institution focus on messages delivered to the target audience, starting with raising awareness and focusing on behavioral change.
Civil society’s communicative agency in strengthening community participation for environmental care in Cisayong Bakti, Iriana; Sjuchro, Dian Wardiana; Faustine, Peace
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 13, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v13i2.67362

Abstract

Background: The value of environmental awareness in rural communities has increased in recent years, particularly in areas where traditional customs intersect with contemporary ecological concerns. It is evident in the Indonesian village of Cisayong, located in southern West Java. Purpose: This article employed Giddens’ framework to show how civil society promoted environmental awareness in the village. Methods: This research was conducted through observation, FGDs, and in-depth interviews with local leaders in Cisayong Village. Results: The research indicated that civil society emerges from community, religious, and youth leaders who collectively embrace the environment. Moreover, each of these civil societies has effectively communicated messages about environmental awareness and garnered recognition from the village government for their efforts. Conclusion: The village community exhibits distinctive socio-cultural and economic characteristics that limit its ability to address environmental challenges effectively. However, through the initiative of local leaders, these limitations have become opportunities for developing community-based environmental awareness rooted in religion and culture. Implication: This finding suggested the empowerment of local actors as agents of change to build environmentally conscious social structures. Strengthening these initiatives can improve long-term environmental resilience in similar rural contexts.
AN ETHNOFORESTRY STUDY OF THE BADUY COMMUNITY'S INDIGENOUS KNOWLEDGE IN FOREST CONSERVATION AND WATER RESOURCE MANAGEMENT Iriana Bakti; Reza Karimi; Ramin Rahimi
Journal of Selvicoltura Asean Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jsa.v2i4.2482

Abstract

The escalating global environmental crisis highlights the need for effective conservation models, a gap addressed by analyzing indigenous knowledge systems. This study’s objective was to investigate and analyze the ethnoforestry principles and practices of the Baduy community in Banten, Indonesia, focusing on their contribution to the sustainable conservation of forests and water resources. Employing a qualitative ethnographic approach, data were gathered in Kanekes village through in-depth interviews with customary leaders (Pu'un), participant observation, and documentation of customary laws (pikukuh). The findings reveal a sophisticated ethnoforestry system rooted in the pikukuh customary law, which strictly delineates forest zones into protected (leuweung kolot) and agricultural (huma) areas. This classification governs resource extraction and ensures the preservation of core ecosystem functions. Crucially, water management is intrinsically linked to forest protection, preserving the Ciujung watershed’s quality. The novelty lies in empirically documenting this successful indigenous system. The implication is that the Baduy’s integration of spiritual beliefs with ecological principles offers a proven, replicable model for sustainable development, underscoring the vital importance of incorporating local wisdom into contemporary environmental governance and policy-making.
ECOLOGICAL RESTORATION TECHNIQUES FOR COASTAL ECOSYSTEMS AFFECTED BY HUMAN ACTIVITIES Donny Juliandri Prihadi; Yovita Yovita; Aiman Fariq; Iriana Bakti
Research of Scientia Naturalis Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/scientia.v2i1.2004

Abstract

Coastal ecosystems are increasingly threatened by human activities, including urbanization, pollution, and climate change. These disturbances have led to significant biodiversity loss and degradation of ecosystem services. Understanding effective restoration techniques is essential for reversing these negative impacts and promoting ecological resilience. This study aims to evaluate various ecological restoration techniques applicable to coastal ecosystems affected by human activities. By assessing the effectiveness of these techniques, the research seeks to identify best practices for restoring ecological integrity and enhancing biodiversity. A comprehensive literature review was conducted, focusing on case studies of restoration projects in coastal areas. Techniques evaluated included habitat restoration, species reintroduction, and the implementation of sustainable management practices. Data on ecological outcomes, species diversity, and community structure were analyzed. Findings indicate that a combination of techniques, such as habitat restoration and community engagement, significantly enhances the recovery of coastal ecosystems. Successful case studies demonstrated improvements in biodiversity and ecosystem function, highlighting the importance of adaptive management strategies tailored to specific environmental contexts. This research underscores the critical need for effective ecological restoration techniques in coastal ecosystems impacted by human activities.
Environmental Theatre As A Platform For Education And Social Mobilization: A Case Study Of Urban Waste Issue Performances Iriana Bakti; Soe Thu Zaw Zaw; Ikhwanul Ihsan Armalid
Journal of Humanities Research Sustainability Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/jhrs.v2i4.2543

Abstract

challenges in effectively engaging the public and catalysing behavioural change, particularly regarding pervasive issues like urban waste. Environmental theatre, an arts-based approach that uses performance to communicate ecological themes, offers an alternative pedagogical tool that can foster deeper cognitive and emotional connections to environmental problems. Purpose. This study aims to investigate the effectiveness of environmental theatre as a dual-purpose platform for enhancing public ecological awareness and mobilizing community action on urban waste management. Method. A qualitative case study methodology was employed, focusing on a series of public theatre performances addressing plastic waste in Bandung, Indonesia. Data were gathered through participant observation, post-performance semi-structured interviews with audience members (n=45), and a focus group discussion with the theatre troupe. A thematic analysis was used to identify key outcomes and audience responses. Results. The findings indicate that the immersive and narrative-based format of the theatre performances significantly increased audience members' emotional engagement with and intellectual understanding of the urban waste crisis. A substantial majority of interviewees (over 85%) reported a heightened sense of personal responsibility and expressed a stronger intention to adopt pro-environmental behaviours, such as waste segregation and reducing consumption. Environmental theatre serves as a highly effective and potent medium for both environmental education and social mobilization. Conclusion. By moving beyond simple information dissemination to create an embodied, affective experience, it successfully fosters the critical consciousness and motivational impetus required to translate awareness into tangible individual and collective action.
Cultural Tourism Branding in Kuta Traditional Village, Ciamis - West Java Aat Ruchiat Nugraha; Diah Fatma Sjoraida; Iriana Bakti; Dian Wardiana Sjuchro
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v10i2.1233

Abstract

The Kuta Ciamis Traditional Village is one of the Sundanese indigenous communities that still preserves its ancestral heritage. The existence of the Kuta Traditional Village to this day is inseparable from the combination of natural beauty, traditional cultural heritage, and mystical aura maintained by the local residents from generation to generation. Located on the border of West Java and Central Java, the uniqueness and local wisdom found in Kuta Village are the main elements in forming a strong and attractive branding for tourists. This study aims to determine and explain how the branding process of Kuta Traditional Village as one of the cultural tourism destinations based on local wisdom in West Java was formed. The research method was carried out qualitatively by collecting data through observations about the lives of indigenous residents and the existence of traditional institutions, interviews with traditional leaders and literature studies from documents, books, journals and other relevant references about indigenous communities. The results of the study indicate that the branding of the "Sacred Cultural Village" in Kuta Traditional Village is reflected in the local cultural identity and traditional symbols communicated to the public interpersonally and through the media. The conclusion of the study shows that the formation of cultural tourism branding is a marketing communication strategy for tourism destinations based on local wisdom in West Java which can strengthen community participation in preserving local cultural identity values ​​and increasing visibility, interest, and tourist visits.
Strategi Pengembangan Desa Wisata Pasar Melayu Berbasis Potensi Budaya dan Sejarah Lokal Hafid Hafinudin; Reiza D. Dienaputra; Mega Fatimah Rosana; Iriana Bakti; Herlina Agustin
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal ALTASIA (Agustus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v8i2.12362

Abstract

Pergeseran orientasi pariwisata global ke arah pariwisata sejarah dan budaya menempatkan desa wisata sebagai agenda strategis pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya, termasuk di Desa Pasar Melayu yang menyimpan warisan budaya dan sejarah Melayu Sambas yang khas. Kajian-kajian sebelumnya umumnya memperlakukan budaya dan sejarah lokal sebagai salah satu dari sekian variabel potensi desa wisata, bukan sebagai dua pilar strategis yang saling terintegrasi, dan penelitian pada konteks Melayu Sambas masih jarang dilakukan. Permasalahan yang diangkat adalah belum teridentifikasinya secara sistematis potensi budaya dan sejarah Desa Pasar Melayu serta belum tersusunnya strategi pengembangannya sebagai desa wisata. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi budaya dan sejarah lokal serta merumuskan strategi pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini melalui wawacara terhadap lima informan kunci, observasi, focus group discussion, dan studi dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui model Miles, Huberman, dan Saldaña yang dipadukan dengan matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi budaya benda dan tak benda yang kaya serta didukung modal sosial dan infrastruktur dasar, namun masih terkendala kapasitas kelembagaan, dokumentasi warisan, dan pendanaan, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang memadukan budaya dan sejarah sebagai pilar utama secara holistik. Penelitian ini terbatas pada satu lokasi dengan informan dan rentang waktu yang terbatas serta belum melakukan pembobotan strategi secara terukur, sehingga penelitian mendatang disarankan melakukan kajian komparatif multilokasi, pelibatan informan yang lebih beragam, serta pendekatan kuantitatif seperti QSPM atau AHP untuk memperkuat penentuan prioritas strategi.
Co-Authors Aang Koswara Aang Koswara Aat Ruchiat Aat Ruchiat Nugraha Abdul Hakim Siswanto Aghus Jamaludin Kharis agus rahmat Agus Rahmat Aiman Fariq Al-Ikhlas Anang Susilo Andi Zulfikar Darussalam Ari Agung Prastowo Auliani Anwar Baiq Vira Safitri Bambang Ismaya Budianan, Heru Rianto Budiman, Ratu Marshyarina Ridzkan Centurion Chandratama Priyatna Dadang Sugiana Dandi Supriadi Dede Abdul Hasyir Diah Fatma Sjoraida Diah Fatma Sjoraida Dian Wardiana Sjuchro Dilshod Tursunov Dindin Abidin Dodi Setiawan Riatmaja Donny Juliandri Prihadi Evi Novianti Evi Novianti Evie Ariadne Shinta Dewi Evie Ariadne Shinta Dewi, Evie Ariadne Shinta Fathiya Nur Rahmi Faustine, Peace Fauzan Ahdi Widyaputra Feliza Zubair Feliza Zubair Firdaus Hafid Hafinudin Hafizhah Zuhri Hanny Hafiar Herlina Agustin Herlina Lusiana Heru Riyanto Budiana Heru Ryanto Budiana Ikhwanul Ihsan Armalid Indria Widyawan Kartika, Ghinaa Azalia Khairunnisa, Silka Kokom Komariah Lilis Puspitasari Luis Santos M. Fatah Wiyatna Mas Dadang Enjat Munajat Mega Fatimah Rosana Meifira Khairunnisa Mertayasa, I Gede Agus Ming Pong Momena Sultana Ni Luh Putu Suarmi Sri Patni Niti Lestari Nofirman, Nofirman Nugraha, Aat Nur Azizah Nurfauziah, Isni Nurkhalila Fajrini Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Pandu Dwita Purnama Pito Fernando Pong, Ming Priyo Subekti Priyo Subekti Priyo Subekti Putra, Putu Steven Eka Rahim, Fachrulsyah Alif Mahendra Ramin Rahimi Reiza D. Dienaputra Renata Anisa Retasari Dewi Reza Karimi Rian Novita Ridlo, M. Ainur Rifky Lana Rahardian Rinintha Mazaya Rizka Putra Rosnandar Romli Rukhmana, Trisna Santos, Luis Sawlani, Dhiraj Kelly Septian Yudho Rinald Setiawan, Asep S Shafira Yasmin Nandini Soe Thu Zaw Zaw Sukmana, IWK Teja Sultana, Momena Suparni, Sri Susie Perbawasari Suwandi Sumartias Syahedah Soeci Elfera Teddy Kurnia Wirakusumah Tiara Putri Effendy Trie Damayanti Tursunov, Dilshod Winarni Winarni Windy Permata Suyono Yanti Setianti Yovita Yovita Yuniawati, Femilia Yustikasari