Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN MODUL AJAR IPA BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PESERTA DIDIK KELAS V MADRASAH IBTIDAIYAH Kartika, Kartika; Winarti, Atiek; Arifin, Yudi Firmanul; Suyidno, Suyidno
Journal of Banua Science Education Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v5i1.331

Abstract

Salah satu tahapan penting seseorang dalam mengikuti pendidikan adalah pada saat di sekolah dasar (SD). Pada tahapan tersebut peserta didik dapat berpikir secara logis mengenai peristiwa yang konkrit dan mengklasifikasikan benda-benda ke dalam bentuk-bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk anak usia sekolah dasar adalah pendekatan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul IPA yang layak untuk melatih kemampuan berpikir kreatif peserta didik ditinjau berdasarkan keefektifan. Jenis penelitian merupakan educational design reasecrh menggunakan model Tessmer. Setelah melewati tahapan evaluasi diri, uji pakar, uji perorangan, penelitian dilanjutkan pada uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Subjek penelitian yang digunakan terdiri atas 7 peserta didik untuk uji kelompok kecil, dan 17 peserta didik untuk uji lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul IPA hasil pengembangan dinyatakan efektif karena hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik mendapat nilai rata n-gain sebesar 0,4 dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil tersebut, modul IPA hasil pengembangan dinyatakan layak digunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
PENGARUH MODEL PjBL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA KONSEP ZAT DAN PERUBAHANNYA DI KELAS X SMK ISFI BANJARMASIN Fitriani, Nur; Winarti, Atiek; Putra, Aminuddin Prahatama
Journal of Banua Science Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbse.v6i1.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model PjBL berbasis kearifan lokal pada konsep zat dan perubahan terhadap kemampuan berpikir kreatif, melalui analisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yang menggunakan model PjBL dan model konvensional. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-postest control grup. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas X SMK ISFI Banjarmasin yang terdiri atas 31 peserta didik. Hasil olah data kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen, indikator originality dengan nilai rata-rata 60 merupakan indikator yang paling tinggi, sedangkan pada kelas kontrol indikator yang paling tinggi adalah indikator fleksibility dengan nilai 46. Berdasarkan rata-rata antara kelas eksperimen mendapatkan nilai rata-rata 43 kategori cukup kreatif, sedangkan kelas kontrol 38 yang termasuk dalam kategori kurang kreatif. Analisa data menggunakan uji T non-parametrik yaitu menggunakan uji Kruskal Wallis tes terlihat bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) adalah 0,210, yang berarti nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (0,210 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada cukup bukti untuk menolak hipotesis nol (Ho). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada materi zat dan perubahan. Dengan demikian model PjBL berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
Implementation of a STEM and Wasaka Character-Integrated Module to Internalize Wasaka Character Annisa, Muhsinah; Budimansyah, Dasim; Hidayat, Mupid; Winarti, Atiek; Prasetio, Teguh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.8941

Abstract

STEM Education (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) plays a crucial role in elementary schools because it provides a strong foundation for students' skill development and understanding in science and technology. STEM education can help students develop critical thinking, problem-solving skills, and creativity from an early age This research aims to implement a STEM-integrated module infused with Wasaka character values to internalize the Wasaka character in students. The Wasaka character, comprising religiousness, resilience, responsibility, and independence, is vital for fostering holistic development. The study utilizes a one-group pre-test-post-test design with pre-test and post-test evaluations to measure the effectiveness of the module in enhancing character development. Data were collected through observations and questionnaires. The results indicate a significant improvement in the internalization of Wasaka character traits following the implementation of the module. The findings suggest that integrating STEM education with local cultural values can effectively contribute to character building. This study highlights the importance of culturally relevant education in shaping students' character.
Implementation of STEM-Integrated Modules and Wasaka Character Values to Improve Learning Outcomes Annisa, Muhsinah; Budimansyah, Dasim; Hidayat, Mupid; Winarti, Atiek; Prasetio, Teguh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 10 (2024): October
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i10.9063

Abstract

STEM education, which includes Science, Technology, Engineering and Mathematics, is essential to prepare students with the skills and knowledge required in the modern world. This study aims to evaluate the effectiveness of the implementation of a STEM-integrated module combined with Wasaka character values to enhance student learning outcomes. The Wasaka values, rooted in local culture, include religiousness, resilience, responsibility, and independence, and are integrated into the STEM curriculum to create a holistic educational approach. The research employs a quasi-experimental design with pre-test and post-test assessments 35 students in a field trial phase. Statistical analyses, including paired t-tests and Wilcoxon signed-rank tests, were used to determine the significance of differences in student performance before and after the intervention. The results show a significant improvement in student learning outcomes, with all students demonstrating higher scores in post-tests compared to pre-tests. The integration of STEM and Wasaka character values enhanced academic achievement. This research concludes that the STEM-integrated module with Wasaka values is effective in improving both cognitive and character aspects of students, providing a model for more comprehensive and culturally responsive educational practices.
Development of E-Worksheet Based on Technological Pedagogical Content Integrated Discovery Learning to Improve Students' Critical Thinking Skills in Colloidal Materials Iriani, Rilia; Sari, Devi Novita; Winarti, Atiek; Saadi, Parham; Abrori, Fadlan Muchlas
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v13i4.48941

Abstract

The main problem in this study is the low level of students critical thinking skills (CTS) in chemistry learning caused by ineffective learning models that do not support CTS development. The importance of CTS has not been reflected in classroom practices. Therefore, this study aims to determine the validity, practicality, and effectiveness of a TPACK-integrated discovery learning-based E-worksheet in improving students CTS on colloidal materials. This research uses the research and development (RD) method with the ADDIE model, which includes five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subject CTS consisted of five validators and 33 students of class XII Science 1 at SMAN 1 Alalak. Data were collected using test and non-test instruments, and analyzed descriptively to determine the levels of validity, practicality, and effectiveness of the developed e-worksheet. The results show that: (1) the e-worksheet is highly valid based on content, presentation, language, and media aspect CTS; (2) it is very practical based on readability tests, student and teacher responses, and teacher ability and learning implementation observations; and (3) it is effective, as evidenced by the significant improvement of students CTS categorized as high. In conclusion, the TPACK-integrated discovery learning-based e-worksheet is valid, practical, and effective as a teaching material in chemistry learning on colloidal materials to enhance students CTS
PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN KIMIA ASAM-BASA BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERKONTEKS LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS Muhammad Nanang Saputra; Muhammad Kusasi; Atiek Winarti
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 7 No. 2 (2023): JCAE DESEMBER 2023
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v7i2.2272

Abstract

Abstrak. Pengembangan e-modul kimia asam basa berbasis model Problem based learning (PBL) berkonteks lahan basah ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan literasi sains siswa di SMA PGRI 6 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari e-modul yang dikembangkan. Desain pengembangan pada penelitian ini menggunakan desain R&D dengan model 4D (Defind, Design, Develop, Desseminate). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin sebanyak 22 orang siswa pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba keseluruhan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik persentase yang mana hasil analisis validitas menunjukkan e-modul yang dikembangkan sangat valid dengan skor 97,91%. Hasil analisis kepraktisan pada uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba terbatas menujukkan e-modul yang dikembangkan sangat praktis dengan skor 3,75. Pada analisis keefektifan uji coba terbatas menunjukkan e-modul yang dikembangkan efektif dengan N-gain dikategori tinggi dengan skor rata-rata 0,73. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran kimia asam basa bebasis model Problem Based Lerarning (PBL) layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran. Kata kunci : E-modul, Problem Based Learning, literasi sains, lahan basah, asam basa.
IMPLEMENTASI MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (SCT) MELALUI PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN SELF REGULATION PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM Gunawan Sabillilah; Iriani Bakti; Atiek Winarti
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 6 No. 3 (2023): JCAE EDISI APRIL 2023
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v6i3.2543

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang implementasi model SCT melalui pembelajaran daring terhadap keterampilan berpikir kritis dan self regulation peserta didik SMAN 4 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik, (2) perbedaan self-regulation peserta didik setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model SCT dengan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran daring pada materi hidrolisis garam. Metode dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian non equivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol di SMAN 4 Banjarmasin. Variabel bebas adalah model pembelajaran, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan berpikir kritis dan self-regulation. Pengumpulan data menggunakan teknik test dan non-test. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis peserta didik antara kelas eksperimen dan kontrol (2) terdapat perbedaan self-regulation peserta didik antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen dengan penerapan model pembelajaran SCT lebih baik dibanding kelas kontrol dengan penerapan model pembelajaran kovensional untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan self-regulation peserta didik pada materi hidrolisis garam.
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL FLIPPED CLASSROOM DENGAN METODE MIND MAPPING PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Nasrina Wadhhah; Parham Saadi; Atiek Winarti
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 7 No. 1 (2023): JCAE AGUSTUS 2023
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v7i1.2546

Abstract

Telah dilakukan penelitian menggunakan model flipped classroom dengan metode mind mapping pada materi larutan penyangga. Tujuan penelitian meningkatkan kemandirian belajar peserta didik kelas XI MIPA 4 MAN 2 Banjarmasin sebanyak 35 peserta didik Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Variabel yang diteliti yaitu (1) kemandirian belajar, (2) aktivitas guru, (3) aktivitas peserta didik, (4) hasil belajar pengetahuan dan (5) respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemandirian belajar peserta didik mengalami peningkatan dari 66,45 kategori cukup mandiri pada siklus I menjadi 73,62 dengan kategori mandiri pada siklus II, (2) aktivitas guru mengalami peningkatan dari 45 kategori aktif menjadi 52 dengan kategori sangat aktif, (3) aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari 27,82 kategori cukup aktif menjadi 37,08 dengan kategori sangat aktif, (4) hasil belajar pengetahuan peserta didik mengalami peningkatan dari 76,96 kategori cukup menjadi 82,83 dengan kategori baik, (5) respon peserta didik menunjukkan kategori baik. Penggunaan model flipped classroom dengan metode mind mapping pada materi larutan penyangga dapat meningkatkan kemandirian belajar dan hasil belajar pengetahuan peserta didik.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ARTICULATE STORYLINE PADA MATERI KIMIA KOLOID UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK Atiek Winarti; Tasya Karenina; Syahmani Syahmani
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 7 No. 3 (2024): JCAE APRIL 2024
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v7i3.2619

Abstract

Pada era digital, penggunaan multimedia berbasis website menjadi satu kebutuhan penting dalam mendukung pembelajaran. Media berbasis web tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi pelajaran tapi juga untuk meningkatkan motivasi belajar di tengah banyaknya disrupsi media yang lain. Penelitian ini bermaksud mengembangkan multimedia interaktif berbasis website pada pelajaran Kimia Koloid menggunakan articulate storyline yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development (R&D) dengan model pengembangan four-D (4D): define, design, develop, dan disseminate. Media pembelajaran yang dikembangkan diujicobakan pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri Sungai Tabuk, Kalimantan Selatan. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia pembelajaran interaktif berbasis website menggunakan Articulate Storyline yang dikembangkan memenuhi persyaratan kelayakan berikut. (1) Media valid dan layak digunakan ditinjau dari aspek konten dan aspek kontekstual; (2) Melalui uji coba pada tahap uji perorangan dan kelompok kecil, multimedia interaktif yang dikembangkan terbukti praktis dalam penerapannya. (3) Media yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan motivasi dengan N-gain sedang; dan efektif meningkatkan pemahaman peserta didik pada materi Kimia Koloid dengan N-gain tinggi. Dengan demikian, media interaktif berbasis Articulate Storyline yang dikembangkan ini dapat menjadi alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi sekaligus pemahaman peserta didik dalam belajar kimia.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING PADA MATERI KOLOID TERINTEGRASI LAHAN BASAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KOLABORASI PESERTA DIDIK Ahmad Baihaqi; Atiek Winarti; Muhammad Kusasi
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol. 9 No. 1 (2025): JCAE AGUSTUS 2025
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v9i1.3117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, keterampilan kolaborasi, dan respon peserta didik pada materi koloid terintegrasi lahan basah di SMAN 4 Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan quasy experiment dengan desain “nonequivalent control group”. Sampel penelitian terdiri atas kelas eksperimen (36 orang) dan kelas kontrol (36 orang). Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes (keterampilan berpikir kreatif) serta instrumen non tes berupa observasi keterampilan kolaborasi dan angket respon peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian keterampilan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen sebesar 81,42%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 67,15%. N-gain keterampilan berpikir kreatif kelas eksperimen sebesar 0,77 (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol sebesar 0,59 (kategori sedang). Rata-rata keterampilan kolaborasi siswa kelas eksperimen sebesar 76,29%, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 61,57%. Respon peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan model PjBL sangat positif, dengan rata-rata nilai 84%. Dapat disimpulkan, penerapan model PjBL lebih efektif dibandingkan model discovery learning (konvensional) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan kolaborasi peserta didik pada materi koloid terintegrasi lahan basah.
Co-Authors Abdul Hamid Abdul Hamid Abdul Hamid Abrori, Fadlan Muchlas Aditya Saputra, Muhammad Ahmad Baihaki Ahmad Baihaqi Ahmad Fauji Almubarak Almubarak Almubarak Almubarak Almubarak, Almubarak Aminuddin Prahatama Putra Andi Ichsan Mahardika Ani Rahmini Arif Sholahuddin Aulia Kasih Badruzsaufari Badruzsaufari Bakti, Iriani Bambang Suharto Bambang Suharto Bambang Sumardjoko Baseran Nor Bety Anitasari Butakor, Paul Kwame Danang Biyatmoko Danang Biyatmoko, Danang Dasim Budimansyah Devi Novita Sari Dewi Alfianti Dewi Dewantara, Dewi Eka Sari, Syarifah Meutiah Ella Zuliana Safitri Emma Rosana Febriyanti Fahlevi, Muhammad Mirza Fikriatun Nisa Fitri, Muhammad Awaluddin Gunawan Sabilillah Gunawan Sabillilah Hairullah Aminudin Hasbie, Muhammad Hening Pertiwi Hery Widijanto Ikhwan Khairu Sadiqin Irwandi Irwandi Kartika Kartika Kaspul Kaspul Khair, Muhammad Sa'duddien Khairunnisa, Yasmine Laila Safitri Leny Leny Leny Leny, Leny Leny Yuanita Linda Ellisa Mahdian Mahdian Mahdian Maya Istyadji Meiliawati, Ruli Mirah Surya Dewi, Ni Pt. Pande Mochamad Arief Soendjoto Mochamad Arief Soendjoto Moh. Yamin Mohamad Nor Aufa Mubarak, Al Muhamad Nur Muhammad Kusasi Muhammad Nanang Saputra Muhammad Nur Muhammad Nur Muhammad Zaini Muhsinah Annisa Mupid Hidayat Mustika Wati Mustika Wati, Mustika Nanda Naila Nasdianur Irawan Nasrina Wadhhah Noor Fajriah, Noor Norlaila Norlaila Norma Mulia S. Novi Sardadevi NUR FITRIANI Nurul Ulpah Nzuza, Zakhele Pamuji, Rizky Parham Saadi Parham Saadi, Parham Rahimah Rahimah Ratna Yulinda Rilia Iriani Rima Yanti Risna Risna Riza Zulfahnur Rizki Nur Analita Rusmansyah Rusmansyah Rusmansyah Rusmansyah, Rusmansyah Santana Purba, Harja Saputra, Novan Alkaf Bahraini Sarbaini Sarbaini Shinta Uky Septiyani Siti Khadijah Sri Amintarti Sri Winda Sugeng Santoso Suyidno Suyidno Syahmani Syahmani syarpin, syarpin Tasya Karenina Teguh Prasetio Titi Sundari Tong, Tan Lik Tsabita Raysiffa Wulandari Ulfa Veronika Wahyunah Wahyunah Wiranda, Nurruddin Yasmine Khairunnisa Yogo Dwi Prasetyo Yudi Firmanul Arifin