Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat & Sop Inspeksi Produk Akhir Menggunakan Metode QFD Di CV Kayu Aji Giofaldi, Derri Azhar; Budiasih, Endang; Yustiana, Marina
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Kayu Aji menghadapi permasalahan terkait tidak adanya proses inspeksi produk akhir, sehingga memungkinkan produk cacat seperti kayu dengan dimensi tidak sesuai tetap dikirim ke pelanggan. Hal ini berdampak pada tingginya keluhan pelanggan mengenai variasi ukuran kayu dan berpotensi menurunkan kepuasan serta kepercayaan pelanggan. Permasalahan ini diperkuat dengan data keluhan pelanggan dan observasi lapangan yang menunjukkan lemahnya kontrol kualitas pada aspek dimensi produk akhir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Quality Function Deployment(QFD) untuk merancang alat bantu inspeksi serta penyusunan Standard Operating Procedure (SOP). Data Voice of customer diolah menjadi need statement, kemudian dikonversi menjadi technical response melalui House of Quality (HoQ) untuk merancang spesifikasi teknis alat bantu inspeksi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah rancangan alat bantu inspeksi produk kayu yang mampu mengukur dimensi dan mendeteksi kelengkungan dengan lebih akurat dan efisien. Alat ini dilengkapi dengan struktur penyangga, sistem pengukuran fleksibel, dan indikator pembacaan yang mudah dipahami. Selain itu, disusun pula rancangan SOP inspeksi produk akhir sebagai panduan sistematis dalam pelaksanaan proses inspeksi di CV Kayu Aji. Kata kunci— Alat Bantu, Inspeksi, SOP
Perancangan Informasi Terdokumentasi Pada Proses Pengadaan Bahan Baku Sesuai Dengan Persyaratan ISO 9001:2015 Menggunakan Metode Business Process Management Di Konveksi Pratiwi Siddiq, Abdullah Hasbi; Wiyono; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan bahan baku merupakan salah satu proses yang substansial dalam mendukung proses produksi di Konveksi Pratiwi. Dalam upaya memastikan keberhasilan proses pengadaan bahan baku, diperlukan sistem manajemen mutu dari suatu standar untuk mendukung pendokumentasian informasi, salah satunya adalah ISO 9001:2015. Kesalahan yang terjadi di Konveksi Pratiwi adalah tidak memberi perhatian terhadap pencatatan informasi yang sesuai standar ISO 9001:2015 yang mengakibatkan terjadinya permasalahan pada proses pengadaan bahan baku, yakni kain bolong, warna luntur, ukuran tidak sesuai, dan motif berbeda. Sebagai solusi dari permasalahan tersebut, Konveksi Pratiwi dapat menerapkan salah satu poin yang ada pada ISO 9001:2015 tentang informasi terdokumentasi guna mendukung proses pencatatan informasi yang timbul dari proses pengadaan bahan baku dan perlu didokumentasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi terdokumentasi untuk upaya pemantauan proses pengadaan bahan baku berpedoman pada ISO 9001:2015. Perancangan menggunakan metode Business Process Management hingga tahap process redesign. Sistem informasi terdokumentasi pada penelitian ini dalam bentuk dashboard dan dokumen digital dari aktivitas yang memerlukan pendokumentasian informasi. Usulan perancangan sistem informasi terdokumentasi ini sebagai upaya untuk pencatatan informasi yang perlu didokumentasikan sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemantauan dan perbaikan berkelanjutan serta mengurangi ketidaksesuaian bahan baku dari vendor terpilih. Kata kunci— Pengadaan bahan baku, UMKM, ISO 9001:2015, Informasi terdokumentasi
Perancangan Meja Pemotongan Pada Proses Penjahitan Produk Jersey Di CV Wave Sport Indonesia Menggunakan Metode Reverse Engineering Madya, Gelar Aditya; Lubis, Marina Yustiana; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV Wave Sport Apparel merupakan perusahaan yang memproduksi pakaian olahraga atau biasa disebut jersey. Berdasarkan data produksi produk jersey, hampir setiap periode menghasilkan defect diatas batas toleransi yang telah ditetapkan oleh perusahaan yaitu sebesar 10%. Salah satu aktivtas yang bermasalah yaitu pemotongan kain pada proses penjahitan dikarenakan tidak memenuhi standar persyaratan proses sehingga output yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi perusahaan. Setelah dianalisis akar permasalahan yang mengakibatkan persyaratan proses tidak terpenuhi, diketahui bahwa faktor yang berpengaruh yaitu terjadinya pergeseran kain pada saat dilakukan pemotongan. Untuk memperbaiki proses pemotongan kain yang bermasalah agar dapat meminimalisir frekuensi kemunculan defect, maka dilakukan perancangan meja pemotongan dengan menggunakan metode perancagan Reverse Engineering. Reverse Engineering adalah metode pengembangan produk yang dilakukan dengan meniru produk yang sudah ada sebagai dasar untuk merancang produk baru yang sejenis dengan cara kerja yang baru untuk memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan menggunakan metode Reverse Engineering, maka akan mengurangi kelemahan dan menambah kelebihan. Kata kunci— Jersey, Pemotongan Pola Baju, Reverse Engineering, Meja Pemotongan
Perancangan Perbaikan Proses Bisnis Pencapaian Poin Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) untuk Mahasiswa Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Universitas Telkom dengan Pendekatan Business Process Management Irsyad, Farrel Asyrofil; Wiyono; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian poin Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) merupakan indikator penting dalam mendukung kompetensi mahasiswa di Fakultas Rekayasa Industri (FRI). Namun, proses monitoring poin TAK masih belum optimal, terutama dalam pemantauan dan keterbatasan data pada dashboard. Penelitian ini bertujuan mengusulkan dashboard monitoring TAK yang lebih terintegrasi, sesuai spesifikasi FRI. Metode yang digunakan adalah Business Process Management (BPM), mencakup pengumpulan kebutuhan pengguna, perancangan dan validasi dashboard melalui wawancara, serta analisis kelebihan dan kekurangannya. Hasil rancangan menunjukkan keunggulan seperti kesesuaian dengan kebutuhan FRI, visualisasi progress poin yang informatif, rekomendasi aktivitas dan soft skill, serta integrasi dengan dosen wali melalui email. Dashboard ini juga mempermudah input dokumen TAK. Rancangan diharapkan meningkatkan pemantauan capaian TAK dan membantu mahasiswa mencapai target 60 poin secara terstruktur. Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi hasil dan menambah fitur pendukung lainnya. Kata kunci—Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan, Dashboard Monitoring, Fakultas Rekayasa Industri, Pengembangan Soft Skill.
Analisis Pemahaman Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Masyarakat Kota Malang Wahyudi, Benny Satria; Irawati , Mimien Henie; Sueb, S; Susilowati, S; Budiasih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.137 KB)

Abstract

Masalah ketahanan pangan merupakan masalah global selama dua dekade terakhir termasuk di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan yaitu melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia seperti memanfaatkan lahan pekarangan yang dikenal dengan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat Kota Malang mengenai program KRPL. Metode penelitian yang digunakan yaitumetode wawancara. Sampel lokasi penelitian dilakukan kelurahan Lowokwaru, kelurahan Bareng dan kelurahan Bandungrejosarikota Malang pada bulan Juni-Agustus 2015 dan bulan Februari-Maret 2016 dengan jumlah responden sebanyak 43 responden. Berdasarkan hasil wawancara terhadap masyarakat diperoleh hasil, yaitumasyarakat yang memiliki luas pekarangan di sekitar rumah <100m2 sebanyak 88,375%, pekarangan rumah sudah dimanfaatkan untuk menamam kebutuhan sayur sehari-hari 46,51%, mengetahui program KRPL 93%, pernah mengikuti sosialisasi penyuluhan program KRPL74,41%, pernah menerima materi penyuluhan budidaya lele dalam terpal23,26%, pernah menerima materi penyuluhan cara pembuatan biogas 27,91%,pernah menerima materi penyuluhan pembuatan vertikultur 34,88%, pernah menerima materi penyuluhan pembuatan pupuk cair 18,60%, pernah menerima materi penyuluhan pembuatan pupuk kompos 37,21%, pernah mengikuti pelatihan KRPL disajiakan dalam bentuk video, booklet, dan modul 0%, dan berminat mengikuti sosialisasilanjutan penyuluhan tentang program KRPLmenggunakan video 100%.
Pengembangan Modul sebagai Solusi Mengoptimalkan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari, Meningkatkan Sikap Peduli Lingkungan, dan Keterampilan Memecahkan Masalah Siswa Mahfudhillah, Hamim Thohari; Irawati , Mimien Henie; Sueb, S; Susilowati, S; Budiasih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.624 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil pertanian yang melimpah. Pada tahun 2014 produksi gabah kering di Indonesia sebanyak 70,83 juta ton, jagung 19,03 juta ton, kedelai 953,96 ribu ton, cabai 1,03 juta ton dan masih banyak hasil pertanian yang lainnya. Namun, hasil pertanian tersebut tidak seimbang dengan kebutuhan pangan akibat jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga kelaparan serta kurang gizi akibat kurang mengonsumsi sayur dan buah terjadi hampir di semua kabupaten di Indonesia. Masyarakat yang kurang mengonsumsi sayur dan buah dapat menjadi masyarakat yang memiliki tingkat kesehatan yang rendah dan memiliki gizi buruk. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah kurangnya gizi akibat rendahnya pemenuhan konsumsi sayur dan buah yaitu dengan membentuk program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pelaksanaan program tersebut di berbagai wilayah banyak mengalami kendala sehingga tidak berjalan optimal dan bahkan terhenti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab tidak berjalannya program KRPL dan mengembangkan modul KRPL sebagai bahan ajar agar program KRPL dapat berjalan optimal dan dapat digunakan untuk meningkatkan sikap peduli lingkungan serta keterampilan memecahkan masalah siswa. Penelitian ini dilakukan dengan mengadaptasi model penelitian pengembangan ADDIE. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa salah satu penyebab tidak berjalannya program KRPL yaitu kurangnya kader lingkungan yang berperan sebagai promotor program KRPL. Penelitian ini juga telah menghasilkan prototipe modul Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) untuk siswa. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan pengujian modul baik melalui penelitian tindakan kelas (PTK) maupun penelitian eksperimen semu untuk mengetahui efektivitas modul yang telah dikembangkan dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan dan keterampilan memecahkan masalah siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Modul Program Kawasan Rumah Pangan Lestari untuk Siswa Kelas IV SD Timutiasari, Bonny; Iriawati, Mimien Henie; Suhadi, S; Susilowati, S; Budiasih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2016: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.243 KB)

Abstract

Ketersediaan dan kebutuhan bahan pangan merupakan dua hal penting yang sangat berhubungan. Banyaknya jumlah bahan pangan yang dibutuhkan tidak seimbang dengan jumlah bahan pangan yang tersedia. Hal ini disebabkan oleh hasil produksi pangan saat pengolahan maupun panen yang berbeda pada setiap daerah. Produksi bahan pangan secara domestik diharapkan dapat menjadi salah satu jawaban dari kurang meratanya ketersediaan bahan pangan. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah Indonesia mencanangkan program kawasan rumah pangan lestari (program KRPL) yang bertujuan untuk membantu pemerataan produksi bahan pangan di berbagai wilayah di Indonesia. Program KRPL dalam skala rumah tangga secara sederhana dapat dilakukan dengan memanfaatkan halaman di rumah ataupun sekolah sebagai lahan tanam sayur-sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA). Pelaksanaan program KRPL di sekolah diharapkan dapat membantu siswa untuk semakin peduli dengan lingkungannya sejak dini. Untuk mempermudah siswa dalam mengimplementasikan program KRPL di sekolah, diperlukan suatu media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang sesuai untuk digunakan siswa adalah modul. Sasaran subyek siswa dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Islam Moh. Hatta Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari modul program KRPL yang dikembangkan untuk siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data yang diambil dari penelitian ini adalah (1) hasil validasi ahli media yang diperoleh dari lembar validasi ahli media, (2) hasil validasi ahli materi, diperoleh dari lembar validasi ahli materi, (3) hasil validasi praktisi pendidikan yang diperoleh dari lembar validasi praktisi pendidikan dan (4) hasil respon uji coba kelompok kecil yang diperoleh dari angket respon siswa. Hasil validasi yang dilakukan memperoleh persentase berturut-turut yaitu: (1)87,50%, (2)87,80%, (3)83,70%, (4)82,95%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa modul program KRPL yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.siswa SD Islam Moh. Hatta Malang.
Analisis Estimasi Kebutuhan Suku Cadang Mesin Wolf 2 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares, Min-Max Stock, dan Analisis ABC Pada Section Packaging di PT Universal Robina Corporation (URC) Plant 2 Nopia, Popy; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— PT Universal Robina Corporation (URC) dalam menjalankan proses produksi, perusahaan ini mengalami kendala yaitu target produksi harian terkadang tidak tercapai pada tahun 2021. Berdasarkan hasil dari pengolahan data dan penilaian Risk Matrix, terdapat 1 komponen mesin yang memiliki tingkat kerusakan tinggi yaitu cutting knife. Saat ini PT URC Indonesia memiliki permasalahan pada persediaan suku cadang yaitu perusahaan hanya menentukan kebutuhan suku cadang berdasarkan asumsi dengan jumlah stock komponen kritis berdasarkan jumlah kerusakan tahun sebelumnya, untuk stock komponen cutting knife berjumlah 12 unit. oleh karena itu diperlukan analisis Reliability Centered Spare (RCS) dan Min-Max Stock. Tujuan menggunakan metode tersebut yaitu untuk perusahaan mendapatkan kebutuhan suku cadang yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan keandalan sebuah mesin dan untuk menentukan titik minimum, maksimum dan reorder point dari persediaan suku cadang komponen kritis sehingga dapat meminimasi terjadinya kekurangan atau kelebihan suku cadang dan biaya yang dikerluarkan akan lebih optimal. Hasil dari penilitian ini dengan menggunakan metode RCS didapatkan kebutuhan suku cadang komponen kritis yang optimal dalam 1 tahun yaitu cutting knife membutuhkan 1 unit. Dan hasil dari penelitian menggunakan metode Min-Max Stock didapatkan hasil kebutuhan suku cadang minimum stock dalam 1 tahun yaitu 6 unit, maksimum stock: 8 unit, dan Reorder Point: 6 unit. Kata kunci— reliability centered spares, min-max stock, dan management maintenance
Perancangan Sistem Pemeliharaan Peralatan Penggiling Ikan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost loss (OECL) di CV. X Fitrachman, Naufal Aqiel; Budiasih, Endang; Pamoso, Aji
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—Sebagai perusahaan yang tergolong skala menengah, CV. X masih memiliki keterbatasan modal sehingga pada unit produksinya masih dijumpai penggunaan mesin dan peralatan produksi yang sudah berumur tanpa perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan proses produksi sering terganggu karena tingginya tingkat downtime. Untuk itu, perlu dilakukan kajian untuk merancang sistem perawatan yang efektif namun mudah diterapkan pada usaha skala kecil dan menengah. Obyek penelitian adalah mesin penggiling ikan yang terdiri atas mesin cutter, chopper I, dan chopper II. Penelitian ini menggunakan merode pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Overall Equipment Cost Loss (OECL), penentuan faktor six big losses, dan perancangan sistem pemeliharaan. Data yang digunakan adalah jam kerja mesin, downtime, theoretical cycle time, volume produksi, waktu produksi, dan jumlah produk defect selama Januari-Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE mesin penggiling ikan masih di bawah nilai standar world class. Nilai OEE mesin cutter sebesar 35,90%; chopper I sebesar 71,98%; dan chopper II sebesar 74,56%, sedangkan nilai standar world class adalah 85%. Sementara itu, nilai OECL ke tiga mesin tersebut adalah Rp 1.088.721.342,- berasal dari nilai OECL mesin cutter sebesar Rp. 462.758.314,- nilai OECL chopper I Rp. 410.400.337,- dan nilai OECL chopper II Rp. 215.562.691,-. Faktor six big losses yang berpengaruh terhadap penurunan efektivitas mesin adalah reduce speed losses, setup losses, breakdown losses, dan idling and mirror stoppage losses. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pemakaian mesin penggiling ikan pada CV. X belum efektif sehingga menimbulkan dapat kerugian biaya dan potensi pendapatan perusahaan sebesar Rp Rp 1.088.721.342,- Kondisi itu tidak akan terjadi apabila perusahaan menerapkan sistem pemeliharaan yang baik, salah satunya adalah dengan menerapkan salah satu pilar dari Total Productive Maintenance (TPM) yaitu autonomous maintenanceKata kunci — OEE, OECL, six big losses, mesin penggiling ikan
Analisis Keandalan dan Performansi pada Mesin Bingham Lean Benfield (J1107) dengan Metode Reliability, Availability, Maintainability, dan Safety Analysis (RAMS) di PT Pupuk Kujang Dzakir, Daffa Mukhtar; Alhilman, Judi; Budiasih, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Pupuk Kujang merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang petrokimia, dan didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 di lingkungan departemen Perindustrian, di desa Dawuan Cikampek. Berdasarkan hasil wawancara dan data kerusakan yang ada, mesin yang sering mengalami kerusakan dan downtime adalah mesin bingham lean benfield J1107-C yang terdapat pada plant Ammonia 1A. Fungsi dari mesin bingham lean benfield J1107-C untuk mengalirkan larutan Benfield dari striper ke absorber dimana larutan benfield itu berfungsi untuk menyerap co2 yang berperan dalam proses pembuatan amoniak, jika mengalami kerusakan maka pabrik akan mengalami shutdown dan membuat perusahaan mengeluarkan biaya perbaikan dan kerugian biaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keandalan, ketersediaan, kemampurawatan, dan tingkat keamanan dari masing-masing subsistem kritis mesin bingham lean benfield J1107-C. Metode yang digunakan ialah reliability, availability, maintainability, dan safety analysis. Dari hasil risk matrix, terpilih subsistem kritis mesin yaitu pump impeller + shaft, dan coupling, sehingga penelitian fokus pada subsistem kritis tersebut. Nilai keandalan eksisting pada masing-masing subsistem kritis pada t = 480 jam adalah 76,42% untuk pump impeller + shaft, 74,04% untuk coupling, dan pada reliability system adalah 56,58%. Nilai inherent Availability subsistem kritis dari mesin bingham lean benfield J1107-C memiliki nilai 99,84%. Menurut standar IVARA, untuk nilai minimum inherent availability sebesar 95%, maka nilai inherent availability dari mesin bingham lean benfield J1107-C adalah baik, karena diatas 95%, dan penggunaan sistem pada Reliability Block Diagram Operational Availability yang bernilai 99.819%. Untuk mencapai nilai maintainability 100% membutuhkan 25 jam untuk Pump Impeller + Shaft dan 10 jam untuk Coupling. Untuk nilai safety integrity level berada pada level SIL 2 untuk t = 24 jam dan SIL 1 untuk t = 144 jam.Kata kunci-Reliability, availability, maintainability, safety integrity level, reliability block diagram.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti Sri Rahayu SRI RAHAYU Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan