Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Paving Rh1s15 Pada Proses Produksi Paving Block Di Cv. Samson Jaya Utama Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Naufal Muhammad Iqbal; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Samson Jaya Utama merupakan pabrik yang bergerak di bidang produksi paving block. Pada periode tahun 2018 – 2019, CV. Samson Jaya Utama memiliki penurunan jumlah produksi dan pada tahun 2019 jumlah produksi tidak mencapai target produksi perusahaan. Hal ini dikarenakan tingginya frekuensi kerusakan mesin paving di CV. Samson Jaya Utama. Frekuensi kerusakan yang tinggi disebabkan karena kegiatan pemeliharaan di perusahaan belum mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Untuk menunjang mesin paving agar bekerja sesuai dengan fungsinya, maka perusahaan harus melakukan kegiatan pemeliharaan yang mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usulan kebijakan pemeliharaan yang optimal dan biaya pemeliharaannya. Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan Risk Priority Number dan terpilih tiga komponen yaitu plat besi st 37, pillow block, dan trusco rubber. Dengan menggunakan metode RRCM, maka didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaannya. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh 4 proposed maintenance task dengan tiga schedule on condition task dan satu schedule discard task. Dapat diketahui bahwa nilai usulan interval waktu pemeliharaan untuk setiap komponen kritis lebih rendah dari nilai MTTF-nya. Total biaya pemeliharaan usulan yang didapat sebesar Rp25,011,299,- per tahun dimana biaya tersebut lebih kecil Rp Rp13,385,377,- dari total biaya pemeliharaan eksisting per tahun. Kata kunci : Pemeliharaan, Reliability and Risk Centered Maintenance, Interval waktu pemeliharaan
Usulan Kebijakan Perawatan Pada Mesin Press Di Pt Xyz Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) Dan Analisis Fmeca Harits Dzulyaddain; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif khususnya sepeda motor yang memproduksi komponen sparepart pada sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ adalah Guide Comp Level K1AA. Permasalahan yang terdapat di perusahaan adalah salah satu mesin untuk memproduksi komponen Guide Comp Level K1AA yaitu mesin Press memiliki frekuensi kerusakan yang tinggi. Mesin Press sendiri terdiri dari sistem elektrikal dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak 6 subsistem dan 10 subsistem. Dengan menggunakan risk matrix, didapatkan dua subsistem kritis yaitu brake dan pelatuk. Kemudian dilakukan analisis Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) dengan output berupa Risk Priority Number (RPN) yang menunjukkan bahwa subsistem kritis yang terpilih adalah brake untuk dicari interval waktu perawatan yang optimal. Lalu didapatkan kebijakan maintenance untuk subsistem kritis brake yaitu 2 scheduled on condition task dan 2 scheduled restoration task. Dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM II) didapatkan biaya usulan kebijakan perawatan sebesar Rp12.512.731,00, sedangkan biaya perawatan eksisting perusahaan sebesar Rp16.683.641,00. Oleh karena itu, perusahaan dapat menghemat biaya perawatan sebesar Rp4.170.910,00. Kata kunci : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost. Abstract PT XYZ is one of the companies engaged in the automotive industry, especially in the motorcycle industry, that produce spare parts on motorcycles. One component made by PT XYZ is Guide Comp Level K1AA. The problem in the company is one of the machines to produce the Guide Comp Level K1AA component, which is a Press machine has a high frequency of failure. The Press machine itself consists of electrical and mechanical systems that each system consists of sequentially subsystem as many as 6 subsystems and 10 subsystems. By using risk matrix, obtained two critical subsystem namely brake and trigger. Then the analysis of Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA) was carried out with output in the form of Risk Priority Number (RPN) which indicates that the selected critical subsystem is brake to be sought for optimal maintenance time interval. Then, obtained the maintenance policy for the brake critical subsystem are 2 scheduled on condition task and 2 scheduled restoration task. After using the Reliability Centered Maintenance (RCM II) method, a proposed maintenance policy costs IDR 12,512,731, while the company existing maintenance policy costs IDR 16,683,641. Therefore, the company can save the maintenance costs up to IDR 4,170,910. Keywords : Reliability Centered Maintenance (RCM II), Failure Mode, Effects and Criticality Analysis (FMECA), Maintenance Task, Maintenance Cost
Analisis Penilaian Performansi Mesin Toshiba Pada Pt Xyz Berdasarkan Analisis Trend Dan Korelasi Serial Dengan Menggunakan Metode Reliability, Availability, And Maintainability (ram) Ariqa Radhwa; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin Toshiba merupakan salah satu mesin CNC yang memiliki frekuensi kerusakan tertinggi dibanding mesin CNC lainnya pada PT XYZ. Kerusakan mesin yang dapat terjadi secara terus-menerus berdampak pada operational perusahaan yang dapat membuat aktivitas utama tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis Reliability, Availability dan Maintainability (RAM) untuk mengetahui performansi mesin dan untuk mengurangi frekuensi kerusakan pada subsistem kritis mesin tersebut. Mesin Toshiba memiliki enam subsistem, dengan menggunakan risk matrix terdapat tiga subsistem kritis yaitu subsistem hydraulic, coolant, dan spindle. Asumsi dalam melakukan RAM analysis yaitu data TBF dan TTR subsistem kritis harus Independent and Identically Distributed (IID) dengan melihat pada analisis trend dan korelasi serial. Setiap subsistem kritis merupakan IID karena data TBF dan TTR tidak memiliki trend dan korelasi serial. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan metode RAM analysis dengan menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram (RBD), pada t = 680 jam nilai reliability hydraulic (69.14%), coolant (71.35%), spindle (74.53%) dan keseluruhan sistem kritis yaitu 36.77%. Untuk mencapai nilai maintainability 100% membutuhkan waktu berkisar antara 1 - 17 jam dengan nilai inherent availability 99.49% dan operational availability 98.89%. Berdasarkan hasil evaluasi standar IVARA World Class Maintenance Target for Key Performance Indicator, nilai leading indicator dan lagging indicator telah mencapai target. Kata Kunci : Mesin Toshiba, Reliability, Availability, Maintainability, RAM analysis, Independent and Identically Distributed (IID), Reliability Block Diagram (RBD). Abstract Toshiba machine is one of the CNC machines that has the highest frequency of damage compared to other CNC machines at PT XYZ. Machine damage that can occur continuously has an impact on the company operations that can make the main activities can not be done. Therefore, it is necessary to have a Reliability, Availability, and Maintainability (RAM) analysis to determine the performance of machine and to reduce the frequency of damage to the critical subsystem of the machine. Toshiba machines have six subsystems, using the risk matrix there are three critical subsystems namely hydraulic, coolant, and spindle subsystems. Assumptions in performing RAM analysis are TBF data and TTR critical subsystems must be Independent and Identically Distributed (IID) by looking at trend analysis and serial correlation. Each critical subsystem is an IID because TBF and TTR data do not have trends and serial correlations. Based on the results of data processing using the RAM analysis method using Reliability Block Diagram (RBD) modeling, at t = 680 hours the value of hydraulic reliability (69.14%), coolant (71.35%), spindles (74.53%) and the overall critical system is 36.77%. To achieve 100% maintainability, it takes between 1-17 hours with an inherent availability of 99.49% and operational availability of 98.89%. Based on the evaluation results of IVARA World Class Maintenance Standards Target for Key Performance Indicators, the value of leading indicators and lagging indicators have reached the target. Keywords : Toshiba Machine, Reliability, Availability, Maintainability, RAM analysis, Independent and Identically Distributed (IID), Reliability Block Diagram (RBD).
Usulan Estimasi Remaining Life Dan Optimasi Jadwal Inspeksi Pada Pipa Penyalur Gas Menggunakan Metode Risk Based Inspection (rbi) Semi Kuantitatif Di Pt Xyz Dian Hayyu Rana Muna; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pipa penyalur (pipeline) sebagai alat transportasi utama di industri minyak dan gas bumi (migas) memiliki risiko kegagalan tinggi dalam pengoperasiannya untuk menyalurkan fluida dari sumur penghasil (well) menuju tempat pengolahan (gas plant) kemudian didistribusikan ke konsumen. PT XYZ adalah perusahaan yang menyelenggarakan usaha di bidang pengolahan migas. Dari empat pipa penyalur milik PT XYZ yang aktif beroperasi di Tanggulangin gas plant, pipa TGA#5 memiliki frekuensi kebocoran tertinggi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penilaian risiko (risk assessment) dan standar penilaian umur layanan jaringan pipa menggunakan metode Risk Based Inspection (RBI) semi kuantitatif. RBI merupakan metode untuk merencanakan inspeksi berdasarkan risiko kegagalannya. Penelitian ini mengacu standar API 581 Risk Based Inspection Technology dengan mekanisme kerusakan thinning. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui level risiko kegagalan, langkah mitigasi risiko, estimasi remaining life, metode inspeksi, dan perencanaan program inspeksi yang efisien dari segi waktu dan biaya. Dari hasil penilaian risk matrix RBI pipa TGA#5, diperoleh tiga segmen high risk dan satu segmen medium risk. Kemudian dibuat program inspeksi untuk menurunkan tingkat risiko serta menjaga integritas pipa berdasarkan level risiko dan estimasi remaining life. Metode inspeksi utama yang digunakan termasuk NDE (Non-Destructive Examination) yaitu UT scans, profile radiography, dan visual examination. Perbedaan percepatan laju korosi secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian risiko. Nilai laju korosi ditentukan berdasar pengukuran ketebalan dinding aktual. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait hasil pengukuran ketebalan dengan menggunakan metode repeatability dan analisis penyebab percepatan laju korosi pada tiga segmen high risk. Berbagai aspek implementasi dapat dilakukan termasuk tindakan perawatan untuk kerusakan korosi. Kata kunci: Gas Pipeline, Risk Based Inspection, API 581, Risk Matrix, Program inspeksi. Abstract Pipeline as the main transportation equipment in the gas and petroleum industry has a high risk of failure in its operation to distribute oil and gas from oil-producing wells to gas plant to be further distributed to consumers. PT XYZ is a gas and petroleum processing company. Of the four active operating PT XYZ’s pipelines in Tanggulangin gas plant, the TGA#5 gas pipeline has the highest leakage frequency. Therefore, a risk assessment and service life assessment standards are required in pipeline using the Semi-Quantitative Risk Based Inspecion (RBI) method. RBI is a method for determining inspection plans based on the risk of failure. This research is referring to the standard API 581 Risk Based Inspection Technology and thinning damage mechanisms. The purpose of this study is to determine the level of failure risk, propose risk mitigation measures, estimate remaining life, propose pipeline inspection methods, and planning of an efficient inspection program in terms of time and cost. Based on the analysis of risk level using the RBI risk matrix, the study found three high risk segments and one medium risk segment, and further proposed an inspection to reduce the level of risk and to maintain the durability of the pipeline based on risk level categories and estimated remaining life. The main inspection methods used are those that include NDE (Non-Destructive Examination), namely UT scans, profile radiography, and visual examination. The difference in corrosion rate acceleration significantly affects the results of risk assessment. The value of corrosion rate is determined based on actual wall thickness ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6447 measurements. More research is needed regarding thickness measurement by using the repeatability method and analysis the cause of corrosion rate acceleration on three high risk segments. Various aspects of implementation can be carried out including maintenance measures for corrosion damage. Keywords: Gas Pipeline, Risk Based Inspection, API 581, Risk Matrix, Inspection Program.
Usulan Penerapan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Berdasarkan European Standards Application Guide Rcm (csn En 60300-3-11) Pada Mesin Bubut Konvensional Di Pt. Dwitama Mulya Persada Syavira Ramadianti; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT PT. Dwitama Mulya Persada is a national private company that focuses its business activities by offering various solutions and solving problems faced by many industries. Conventional lathes are one of the machines used by the company and are the most frequently experienced engine downtime. Downtime is due to the old engine life so often cause much damage to the component, other than that the production capacity of the machine does not reach the target in the years 2017, 2018, 2019. Unfulfilled targets can be caused by treatment habits and less precise or inappropriate treatment intervals. The purpose of this study is to determine the optimal maintenance time intervals for selected critical components and their total maintenance costs. In determining the critical components of the conventional lathes, it uses a risk matrix and three critical components are selected namely transmission activation lever, gearbox, and bar for lathe activation. Using the RRCM method based on the European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11), the maintenance policy and total maintenance costs were obtained. Based on the results of data collection and data processing, it was found that there were five proposed maintenance tasks with one scheduled on-conditional, four scheduled restoration tasks with an average interval of maintenance time of 1.5 months. The total proposed maintenance costs obtained amounted to Rp 40,182,296 per year's where the costs were Rp 5,357,639 lower than the existing's company maintenance costs. Keyword : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.7, No.2 Agustus 2020 | Page 6552 ABSTRAK PT. Dwitama Mulya Persada merupakan perusahaan swasta nasional yang memfokuskan kegiatan bisnisnya dengan menawarkan berbagai solusi dan penyelesaian masalah yang dihadapi oleh banyak bidang industri. Mesin bubut konvensional merupakan salah satu mesin yang digunakan oleh perusahaan dan merupakan mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusukan pada komponen tersebut, selain itu kapasitas produksi mesin tidak mencapai target pada tahun 2017, 2018, 2019. Tidak terpenuhinya target bisa disebabkan oleh kebijikan perawatan dan interval perawatan yang kurang tepat atau tidak sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interval waktu perawatan yang optimal untuk komponen kritis yang terpilih serta total biaya perawatannya. Dalam penentuan komponen kritis dari mesin bubut konvensional ini menggunakan risk matrix dan terpilih tiga komponen kritis yaitu transmission activation lever, gearbox, dan bar for lathe activatin. Menggunakan metode RRCM berdasarkan European standards application guide RCM (CSN EN 60300-3-11) didapatkan kebijakan perawatan dan total biaya perawatannya. Berdasarkan hasil dari pengumpulan data dan pengolahan data, maka didapatkan hasil bahwa terdapat lima proposed maintenance task dengan satu scheduled on-conditional, empat scheduled restoration task dengan rata-rata interval waktu perawatannya selama 1,5 bulan. Total biaya perawatan usulan yang diperoleh sebesar Rp 40.182.296 per tahun dimana biaya tersebut lebih rendah Rp 5.357.639 dibandingkan dengan biaya perawatan eksisting perusahaan. Kata kunci: Perawatan, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance, RCM CSN EN 60300-3-11, RCM Information Worksheet, Uncertainty Assessment
PENGUATAN KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DENGAN SISTEM ONLINE MANAJEMEN SAMPAH DI DESA SUKAPURA, KECAMATAN DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Aji Pamoso; Putra Fajar Alam
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.535 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17497

Abstract

Pencemaran lingkungan dan bahaya banjir akibat sampah yang menumpuk akan membahayakan bagi seluruh warga desa Sukapura. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke sungai akan terbawa arus dan salah satunya akan juga melewati dan mengotori aliran sungai di kawasan kampus Telkom University. Potensi dari Karang Taruna desa, dan sudah tersedianya bangunan yang direncanakan untuk penanganan sampah ini, akan sangat mendukung program pengelolaan sampah terpadu. Penguatan Karang Taruna dalam pengelolaan sampah terpadu dengan sistem online manajemen sampah melalui pelatihan dan pengenalan sistem pengelolaan sampah terpadu bisa dilakukan menggunakan bantuan teknologi yang terintegrasi dengan berbagai macam sumber daya pendukungnya yaitu salah satu sistem manajemen penanganan sampah terpadu dan terpusat berbasis sistem online manajemen sampah (smash). Setelah kegiatan pelatihan ini dilaksanakan, diharapkan akan meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat desa Sukapura, khususnya Karang Taruna terhadap permasalahan sampah yang selama ini belum dapat teratasi dan memanfaatkan teknologi untuk pengelolaan sampah terpadu
PERANCANGAN PROTOTIPE “SMART DROP BOX” UNTUK PENANGANAN SAMPAH ANORGANIK BAGI MASYARAKAT DESA SUKAPURA, KEC. DAYEUHKOLOT, KABUPATEN BANDUNG Putra Fajar Alam; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih; Aji Pamoso
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.892 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17496

Abstract

Pencemaran lingkungan dan bahaya banjir akibat sampah yang menumpuk tentunya akan membahayakan bagi seluruh warga desa Sukapura. Sampah-sampah yang dibuang sembarangan ke sungai akan terbawa arus dan salah satunya akan juga melewati dan mengotori aliran sungai di kawasan kampus Telkom University. Sampah plastik menyumbang 17 % dari total jenis sampah secara nasional, sehingga diperlukan usaha untuk mengurangi dan sampah-sampah tersebut. Salah satu cara pengurangan sampah ini adalah dengan dimulai proses pemisahan terlebih dahulu. Dengan perancangan pembuatan smart drop box untuk sampah jenis plastik, khususnya botol-botol, tentunya akan mengurangi tercampurnya sampah organik adan anorganik. Sistem smart drop box ini akan berkolaborasi dengan sistem manajemen penangananan sampah terpadu dan terpusat berbasis sistem online manajemen sampah (smash). Dengan perancangan pembuatan smart drop box ini, maka diharapkan akan meningkatkan tingkat kepedulian masyarakat desa Sukapura terhadap permasalahan sampah yang selama ini belum dapat teratasi dan memmanfaatkan teknologi untuk pengelolaan sampah terpadu
Pengaruh model pembelajaran learning cycle 5e dan learning cycle 5e berbantuan media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem koloid siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gondanglegi Siti Khusnaini Puji Astuti; Endang Budiasih; Muhammad Su’aidy
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.719 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i6p426–434

Abstract

Media pembelajaran sangat penting digunakan oleh guru pada saat proses pembelajaran. Penggunaan media seperti ini sangat penting dilakukan untuk memvisuali­sasikan konsep-konsep yang bersifat abstrak, salah satunya pada materi sistem koloid. Banyak konsep-konsep abstrak pada materi koloid, seperti pada pokok bahasan efek Tyndall, gerak brown, adsorbsi, koloid liofil, dan koloid lio­fob yang sukar dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media video pembelajaran dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada materi sistem koloid. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu (quasy experiment). Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Kelas eksperimen dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan media video pembelajaran, sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle 5E. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa kelas eksperimen berbeda dengan hasil belajar siswa kelas kontrol, dengan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 79,84 dan kelas kontrol sebesar 74,27. Hasil belajar afektif dan psikomotorik siswa kelas eksperimen lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa kelas kontrol, dengan rata-rata nilai afektif kelas eksperimen dan kontrol masing-masing sebesar 72,92 dan 72,15, sedangkan rata-rata nilai psikomotorik kelas eksperimen dan kontrol masing-masing sebesar 85,25 dan 84,93.
Pengembangan bahan ajar berbasis react (relating, experiencing, applying, cooperating, transferring) berbantuan advance organizer pada materi larutan penyangga untuk peserta didik SMA/MA kelas XI Ilma Ade Restantri; Endang Budiasih; Dedek Sukarianingsih
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1426.996 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i6p451–463

Abstract

Pemahaman konsep peserta didik terhadap materi larutan penyangga cukup rendah dan banyak kesulitan yang dialami oleh peserta didik terhadap beberapa konsep. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan ajar yang bersifat deskriptif. Bahan ajar kimia masih berupa buku teks yang menuntut peserta didik untuk menghafal bukan memperoleh pengetahuannya sendiri, sehingga berakibat pada hasil belajar peserta didik. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah mengembangkan bahan ajar dengan model pembelajaran berbasis kontekstual yaitu REACT karena sesuai dengan karakteristik materi larutan penyangga dengan melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran yang nyata. Adanya advance organizer dalam bahan ajar digunakan sebagai penguat struktur kognitif peserta didik yaitu memberikan gambaran mengenai keterkaitan antar konsep pada materi larutan penyangga. Penerapan model REACT berbantuan advance organizer diharapkan dapat membantu peserta didik mempelajari materi secara keseluruhan dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan Four-D oleh Thiagarajan, et all (1974) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu define, design, develop, dan disseminate. Penelitian ini hanya sampai pada tahap ketiga yaitu develop. Produk yang dikembangkan berupa bahan ajar yang divalidasi oleh tiga validator yaitu satu orang dosen dan dua orang guru. Data yang dihasilkan berupa data kualitatif dan kuantitatif yang dianalisis dengan teknik analisis persentase dan deskripsi kualitatif. Hasil validasi terhadap buku guru dan buku peserta didik diperoleh rata-rata persentase kelayakan isi sebesar 85,60 persen, kelayakan penyajian dan bahasa sebesar 89,20 persen, serta kelayakan perangkat pembelajaran sebesar 86,70 persen. Hasil uji keterbacaan diperoleh rata-rata persentase aspek tampilan sebesar 92 persen, aspek penyajian materi sebesar 85,60 persen, dan aspek manfaat sebesar 94,80 persen. Berdasarkan kriteria kelayakan bahan ajar menurut Riduwan (2013), bahan ajar yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar.
Desain Monitoring Sistem pada Tungku Pembakaran dengan Pendekatan Multi-level Digital Twin Taryana, Galih Purnama; Prasetio, Murman Dwi; Astuti, Murni Dwi; Ayudita Oktafiani; Budiasih, Endang; Wiyono
Jurnal Sistem Cerdas Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : APIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37396/jsc.v6i1.284

Abstract

Abstract-Industry 4.0 discusses concepts related to intelligent systems. There are many concepts related to intelligent systems, one of which is the digital twin concept. The digital twin concept as a data acquisition tool is used to build digital information for a physical system. The company is a producer of murando glazed tiles. in the roof tile production process at the company, there are defective rooftiles produced by the company, namely white stone defects and cracked roof tiles. Cracked roof tiles are caused by inappropriate temperatures during the firing process. With a temperature monitoring system in the roof tiles furnace, combustion temperatures can be monitored in real-time. Monitoring system design using a multi-level approach can describe in detail the architecture of the monitoring system based on the digital twin concept. The website is designed using the Human Centered Design method so can produce a website user interface that is in line with the goals and needs of the user. The monitoring system can provide real-time information on the temperature of the roof tiled anywhere with a design that suits the user's needs.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti SRI RAHAYU Sri Rahayu Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan