Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perancangan Interval Waktu Preventive Maintenance Dan Analisis Risiko Dengan Menerapkan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Pada Komponen Kritis Mesin Bubut Di Pt Smart Teknik Utama Intan Adzani Yunus; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Smart Teknik Utama merupakan perusahaan manufaktur milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi bagian-bagian utama untuk kebutuhan rel kereta api, seperti: rodding system point. Dalam memproduksi produk tersebut, mesin yang digunakan meliputi mesin bubut, mesin milling & drilling, mesin skraf, serta mesin NC cutting. Berdasarkan dari data mesin yang memiliki kerusakan sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir adalah mesin bubut. Dengan menggunakan risk matrix dalam pemilihan komponen terpilih yang signifikan terhadap kerusakan mesin bubut maka diperoleh yaitu komponen toolpost, headstock, dan leadscrew. Metode yang digunakan adalah Risk Based Maintenance dengan tujuan untuk mengetahui nilai risiko yang akan diterima oleh perusahaan apabila komponen prioritas termasuk dalam komponen kritis yang diakibatkan karena mengalami kegagalan fungsi. Berdasarkan dari hasil pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan dapat diperoleh risiko sebesar 1,2% dengan total biaya risiko Rp 7.317.595. Usulan yang digunakan untuk maintenance plan adalah interval waktu preventive maintenance untuk setiap tahun sebesar 78 jam, dalam skala setiap bulan sebesar 6,5 jam, dan skala setiap minggu sebesar 1,6 jam. Kata kunci: Interval Waktu Preventive Maintenance, Maintenance Plan, Risk Based Maintenance, Risk Matrix, Rodding System Point Abstract PT Smart Teknik Utama is a manufacturing company belonging to state owned enterprises (BUMN) that manufactures main parts for railway needs, such as: rodding system point. In producing the products, the machines used include lathe machine, milling & drilling machine, skraf machine, and NC cutting machine. Based on the history data machines that has a very significant damage in the last three years is lathe machine. By using the risk matrix in the selection of selected components that are significant to the damage of the lathe machine then obtained namely components toolpost, headstock, and leadscrew. The method used is Risk Based Maintenance with the aim of knowing the value of the risk to be accepted by the company if the priority component is included in critical components caused by malfunction. Based on the results of collecting and processing the data can be obtained at a risk of 1,2% with a total risk cost of Rp 7.317.595. The proposed maintenance plan is interval preventive maintenance for each year of 78 hours, on a monthly scale of 6,5 hours, and a weekly scale of 1,6 hours. Key words: Time Interval Preventive Maintenance, Maintenance Plan, Risk Based Maintenance, Risk Matrix, Rodding System Point
Penentuan Umur Mesin, Estimasi Biaya Dan Maintenance Crew Yang Optimal Pada Mesin Injeksi Plastik Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (LCC) Di CV. Gradient Putri Rahma Muliawati; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV. Gradient perusahaan yang memproduksi sparepart shockbereaker pada sepeda motor yang akan di distribusikan lagi untuk di assembly menjadi sepeda motor. Untuk memproduksi sparepart tersebut, CV.Gradient menggunakan mesin injeksi plastik. Penelitian ini menggunakan data kerusakan mesin injeksi plastik yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu mesin injeksi plastik 105 ton dengan jumlah kerusakan sebanyak 39 kali pada tahun 2016-2018. Berdasarkan hasil perhitungan life cycle cost didapatkan biaya optimum pada mesin injeksi plastik sebesar Rp899.444.034 dengan umur mesin optimal selama 5 tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak 1 orang. Kata kunci: Maintenance, Mesin Injeksi Plastik, Life Cycle Cost, Umur Mesin, Maintenance Crew. Abstract CV. Gradient is a company that manufactures shockbreaker parts on motorbikes which will be distributed again to be assembled into motorbikes. To produce these spare parts, CV. Gradient uses a plastic injection machine. This study uses data on plastic injection machine damage which has the highest frequency of 105
Usulan Penerapan Total Productive Maintenance (tpm) Untuk Meningkatkan Efektivitas Mesin Tower 4 Pada Pt Xyz Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Muhammad Bangkit Hidayanto; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pikiran Rakyat merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan koran atau surat kabar. Mesin Tower 4 merupakan salah satu mesin unit cetak untuk menghasilkan koran, maka dari itu mesi harus selalu siap pakai karena mempengaruhi target produksi dan pendapatan perusahaan. Karena tingginya frekuensi kerusakan pada mesin Tower 4 di tahun 2016-2018 sebesar 369 kali terjadi keruskan yang menyebabkan rendahnya nilai efektivitas mesin, maka dari itu diperlukannya kegiatan yang dapat meningkatkan efektivitas mesin Tower 4. Pada penelitian ini kegiatan yang akan diterapkan adalah Total Productive Maintenance (TPM) yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin Tower 4. Sebelum melakukan penerapan TPM, terlebih dahulu dilakukan analisis dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) yang berfungsi untuk menganalisis kondisi existing dari efektivitas mesin Tower 4. Berdasarkan nilai efektivitas mesin Tower 4 di tahun 2016-2018 dengan menggunakan metode OEE pada tahun 2016 sebesar 13.93% untuk tahun 2017 sebesar 13.25%, dan pada tahun 2018 sebesar 12.77%. Nilai OEE tersebut belum mencapai nilai Standart World Class yang ditetapkan yaitu sebesar 85%. Kemudian dilakukan analisis dari Six big loss yang menyebabkan rendahnya nilai OEE. Faktor dari Six big loss yang paling mempengaruhi nilai OEE pada mesin Tower 4 adalah Reduced Speed Loss dan Idling and Minor Stoppage. Faktor dari Six big loss yang paling mempengaruhi nilai OEE pada mesin Tower 4 pada tahun 2016 sebesar 57.88% dan 22.25 % untuk tahun 2017 sebesar 62.08 % dan 20.11 %, dan pada tahun 2018 sebesar 68.24 dan 17.02 % dari total keseluruhan Six big Loss. Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan diagram sebab-akibat (fish bone) untuk mengetahui penyebab terjadinya faktor Six big loss yang paling mempengaruhi nilai OEE dengan mempertimbangkan faktor manusia, lingkungan, metode, material/sparepart, dan mesin. Kata Kunci: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Efektivitas, Diagram Sebab-Akibat (Fish Bone), Downtime. Abstract PT Pikiran Rakyat is one of the companies that is engaged in printing papers or newspapers. The Tower 4 machine is one of the printing machine units which functions to produce newspapers. So, the machine must always be ready in order to fulfill the company's production target and income. Because of the high frequency damages on a Tower 4 machine (there are 369 damages in 2016 until 2018 that caused the lower quality of the machine, it is necessary to carry out activities that could improve the effectiveness of the Tower 4 machine. In this study, the activities that will be carried out is Total Productive Maintenance (TPM) which aims to increase the effectiveness of the Tower 4 machine. Before implementing the TPM implementation, the analysis is carried out using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method that analyzes the existing condition of effectiveness of the Tower 4 machine. Based on the effectiveness of Tower 4 machine in 2016-2018 using the OEE method, it is amounted to 13.93% in 2016, 13.25% for 2017, and 12.77% for 2018. The OEE value has not yet reached the World Class standard value which has been set at 85%. Then a Six Big Loss analysis is carried out which causes a low OEE value. The Six Big Loss factors that most influence the OEE value of Tower 4 machine are Reduced Speed Loss and Idling and Minor Stoppage, which each of them are amounted to 57.88% and 22.25% in 2016, for 2017 at 62.08% and 62.08%, and in 2018 at 68.24% and 17.02% of the total Six Big Loss. After that, an analysis is carried out using a causal diagram (fish bone) to determine the causes of the Six Big Loss factors that most influence the OEE value by considering human factors, environment, methods, materials/spare parts, and machinery. Keywords: Total Productive Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Efectiveness, Causal Diagram (Fish Bone), Downtime.
Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dalam Bottleneck Auto-part Machining Line Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Rachmatul Baety; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mesin Yasda merupakan mesin CNC milling yang digunakan secara terus menerus untuk memenuhi target produksi, sehingga mesin Yasda memiliki frekuensi kerusakan tertinggi sebanyak 33 kali dari tahun 2016-2018. Untuk meningkatkan efektivitas mesin yaitu dengan cara penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Terlebih dahulu menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness(OEE) untuk menganalisis kondisi existing dari efektivitas mesin Yasda. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode OEE dari tahun 2016-2018, berturut-turut diperoleh nilai OEE sebesar 77%, 96%, 88%. Nilai OEE pada tahun 2016 belum mencapai nilai Standart World Class yang ditetapkan yaitu 85%. Kemudian penelitian ini berfokus untuk meningkatkan nilai OEE mencapai nilai standart world class. Selanjutnya dilakukan analisis faktor Six Big Losses yang mempengaruhi nilai OEE. Nilai faktor Idling and Minor Stoppage dari Six Big Losses pada mesin Yasda adalah yaitu sebesar 31%. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui akar penyebab masalah yang terjadi dari six big losses dengan mempertimbangkan faktor manusia, mesin, lingkungan, material. Kata Kunci: Total Production Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, diagram fishbone. Abstract Yasda machine is a CNC Millinh machine that is used continuously to fulfill the production target, so that the Yasda machine has the highest frequency of damage 33 times from 2016-2018. To improve the effectiveness of the machine by applying Total Productive Maintenance (TPM). It was using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method to analyze existing conditions of the effectiveness of the Yasda machine. Based on calculations using the OEE method from 2016-2018, OEE values were 77%, 96%, 88% respectively. The OEE value in 2016 has not yet reached the Standard World Class value that is set at 85%. Then this research focuses on increasing the OEE value to achieve world class standard values. Furthermore, a factor analysis of Six Big Losses is carried out which affects the OEE value. The value of the Idling and Minor Stoppage factor of Six Big Losses on the Yasda machine is 31%.s Furthermore, an analysis is carried out using fishbone diagrams to find out the root causes of problems that occur from the six big losses by considering human, machine, environmental, and material factors. Keywords: Total Production Maintenance (TPM), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses, diagram fishbone.
Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Fillomatic Rotary Liquid Filler & Capper Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Dengan Pendekatan Integer Programming Di Pt Combiphar Prima Hutama Putra Abdi; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Combiphar merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar yang ada di Indonesia. Demi mendukung proses produksi perusahaan tersebut membagi lini produksinya ke dalam empat plant. Plant Padalarang menghasilkan produk OBH, Peditok, Scout, Panadol. Plant Cikarang menghasilkan produk Eporon dan Insto. Plant Cimanggis menghasilkan produk Insto dan Aimo. Plant Gersik menghasilkan produk Avta. Salah satunya plant padalarang terdapat dua mesin yang digunakan untuk memproduksi OBH, yaitu Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB dan Mesin Nastec, namun Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB merupakan salah mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusakan pada komponen mesin tersebut, selain itu juga mesin tersebut sering tidak memenuhi target availability yang ditetapkan oleh perusahaan. Tidak terpenuhinya target availability mesin itu bisa disebabkan maintenance interval, dan task selection yang kurang tepat atau tidak sesuai. Oleh karena itu untuk berdasarkan data historis dan tingkat urgensi yang tinggi Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB digunakan sebagai objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RCM (Reliability Centered Maintenance) digunakan untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RPN digunakan untuk menentukan sistem kritis serta subsistem kritis dan didapatkan sistem kritis yaitu mechanic serta subsistem kritis yaitu conveyor, center plate, capper dan star wheel sehingga penelitian akan berfokus pada keempat subsistem tersebut. Dari hasil perhitungan RCM, didapatkan 10 Scheduled On Condition Task dan 3 Scheduled Restoration Task dengan total biaya maintenance usulan sebesar Rp 13.758.098.719,25,. Untuk mendapatkan biaya maintenance yang optimal dilakukan pendekatan integer programming maka didapat total biaya maintenance usulan sebesar Rp 10.931.720.460,16. Kata Kunci : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance Abstract PT Combiphar is one of the largest pharmaceutical companies in Indonesia. In order to support the production process of the company split the production line into four of the plant. Plant Padalarang produce products OBH, Peditok, Scout, Panadol. Cikarang Plant produce products Eporon and Insto. Plant Cimanggis produce products Insto and Aimo. Plant Gersik produce products Avta. One plant padalarang there are two machines used for producing OBH, namely Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB and Machine Nastec, but the Engine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is the machine that most often experience downtime. The Downtime that occurs due to the lifespan of the machine which are old and often cause a lot of damage to the engine components, in addition to these machines often do not meet the target availability set out by the company. It did not meet the target availability of the machine it could be due to maintenance intervals, and task selection that are less appropriate or not appropriate. Therefore for based on historical data and the level of urgency high Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is used as the object of research. The purpose of this study is to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. RCM (Reliability Centered Maintenance) is used to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. The RPN is used to determine the critical systems and subsystems critical and achieved a critical system namely the mechanic as well as the critical subsystem that is the conveyor, center plate, capper and star wheel so that the research will focus on the four subsystems. From the results of the calculation of the RCM, obtained 10 Scheduled On Condition Task and 3 Scheduled Restoration Task with the total cost of maintenance of the proposed Rp 13.758.098.719,25,. To get the cost of an optimal maintenance approach of integer programming is then obtained the total cost of maintenance of the proposed Rp 10.931.720.460,16. Keywords : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance
Usulan Perancangan Pemeliharaan Kendaraan Load Lugger 03 Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (Rrcm) Pada Pt Krakatau Jasa Logistik Zul Arffan; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Jasa Logistik merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa logisitik dan salah satunya internal handling untuk customer. Kendaraan load lugger 03 merupakan internal handling pada perusahaan yang digunakan selama 24 jam. Oleh karena itu, kendaraan dituntut untuk memenuhi kebutuhan konsumen berupa membawa raw material di perusahaan konsumen. Pada perusahaan PT Krakatau Jasa Logistik sudah menerapkan preventive maintenance dan corrective maintenance tetapi kegiatan pemeliharaan tersebut belum optimal dan menyebabkan pengeluaran biaya yang tinggi. Maka dari itu, penelitian ini menerapkan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan dalam pemeliharaan ini untuk mengetahui usulan perancangan maintenance, waktu interval pemeliharaan, dan total biaya pemeliharaan. Dalam menentukan komponen kritis pada kendaraan, penelitian ini menggunakan metode Risk Priority Number dan didapatkan empat komponen kritis yaitu hose, ban, controller valve, dan jack hydraulic. Dengan menggunakan metode RRCM didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaan. Berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan ketentuan 5 proposed maintenance task dengan 2 (dua) scheduled on condition task dan 3 (tiga) scheduled discard task. Untuk scheduled on condition task pada komponen controller valve dilakukan pengecekan berskala selama 56 pekan sekali dan pengecekan berskala pada komponen hose selama 3 pekan sekali. Untuk scheduled discard task pada komponen pergantian ban dilakukan sebanyak 2 pekan sekali, pergantian komponen hose sebanyak 10 pekan sekali, dan komponen jack hydraulic sebanyak 25 pekan sekali. Total biaya pemeliharaan usulan didapatkan sebesar Rp206,024,342 memiliki selisih senilai Rp60,857,470 dari nilai biaya maintenance eksisting perusahaan. Perbandingan dari total biaya pemeliharaan eksisting dan usulan didapatkan bahwa perusahaan dapat menghemat biaya pemeliharaan sebesar 23%. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.9, No.3 Juni 2022 | Page 1739 Kata kunci : Maintenance, Reliability and Risk Centered Maintenance, Proposed Maintenance Task, Maintenance Cost
Usulan Interval Waktu Perawatan, Analisis Business Consequence Dan Penentuan Umur Ekonomis Mesin Rotary Dryer Menggunakan Metode Risk Based Maintenance Dan Analisis Replacement Di Pt Xyz Silmi Nur Inayah; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Rotary Dryer merupakan mesin yang terdapat pada PT XYZ, yang berperan dalam proses drying bahan baku semen. Karena fungsi tersebut, jika terjadi downtime pada mesin, akan mengakibatkan berhentinya proses produksi. Berdasarkan data frekuensi kerusakan, jumlah kerusakan terjadi sebayak 32 kali dalam periode 2016-2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai risiko, interval perawatan optimal pada komponen kritis dan umur ekonomis dari mesin Rotary Dryer. Maka dari itu digunakan metode Risk Based Maintenance untuk mengetahui nilai risiko akibat kegagalan yang terjadi dan interval perawatan optimal pada komponen kritis mesin Rotary Dryer. Selain itu, dilakukan juga penentuan business consequence menggunakan risk matrix business consequence dan untuk penentuan umur ekonomis mesin digunakan metode Analis Replacement. Berdasarkan pengolahan data menggunakan metode Risk Based Maintenance risiko yang harus diterima perusahaan jika terjadi kegagalan sebesar Rp65,066,006, nilai tersebut melebihi batas kriteria penerimaan dan berdasarkan risk matrix business consequence mesin Rotary Dryer berada pada area merah, sehingga perlu adanya perbaikan untuk mengurangi konsekuensi yang lebih tinggi. Pada interval perawatan usulan setiap 1816 jam, risiko yang ditimbulkan lebih kecil dibandingkan dengan risiko eksisting, dan persentasi risiko memenuhi kriteria penerimaan yang ditetapkan perusahan. Umur ekonomis mesin Rotary Dryer didapatkan pada tahun ke-19 (tahun 2039) berdasarkan perhitungan menggunakan metode Analisis Replacement.  Kata kunci: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis Replacement     Abstract  Rotary Dryer is a machine found in PT XYZ, which plays a role in the drying process of cement raw materials. Because of this function, if there is downtime on the machine, it will result in the cessation of the production process. Based on damage frequency data, the amount of damage occurred 32 times in the 2016-2019 period. The purpose of this study is to determine the risk value, optimal maintenance intervals on critical components and the economic life of the Rotary Dryer machine. Therefore the Risk Based Maintenance method is used to determine the risk value due to failures that occur and optimal maintenance intervals on critical components of the Rotary Dryer machine. In addition, the business consequence determination is also done using a risk matrix business consequence and for determining the economic life of the machine used the Analyst Replacement method. Based on data processing using the Risk Based Maintenance method the risk that must be accepted by the company in the event of a failure of Rp65,066,006, the value exceeds the acceptance criteria limit and based on the risk matrix business consequences Rotary Rotary machine is in the red area, so there needs to be improvements to reduce the higher consequences. At the proposed maintenance interval every 1816 hours, the risk incurred is smaller than the existing risk, and the percentage of risk meets the acceptance criteria set by the company. The economic life of a Rotary Dryer machine is obtained in the 19th year (year 2039) based on calculations using the Replacement Analysis method. Keywords: Realibility, Risk Based maintenance, Risk Matrix Business Consequence, Analisis
Perencanaan Pengelolaan Suku Cadang Menggunakan Metode Reliability Centered Spares Dan Analisis Safety Stock Pada Mesin Pres Di Pt Xyz Muhammad Kamal Fikri; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 8, No 2 (2021): April 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri otomotif yang memproduksi suku cadang sepeda motor. Salah satu komponen yang dibuat PT XYZ yaitu Guide Comp Level K1AA. Dalam kegiatan memproduksi suatu komponen terdapat permasalahan yang harus diperhatikan salah satunya mesin Pres yang memiliki frekuensi kerusakan mesin yang tinggi yang menyebabkan permintaan ketersediaan suku cadang harus selalu tersedia agar proses perbaikan maupun penggantian subsistem atau komponen mesin tidak terhambat, sehingga masalah kerusakan mesin dapat terselesaikan tanpa hambatan ketersediaan suku cadang. Mesin Pres terdiri dari sistem elektrikan dan mekanikal yang masing-masing sistem terdiri dari subsistem secara berurutan sebanyak enam subsistem dan sepuluh subsistem. Dengan menggunakan matriks risiko, didapatkan subsistem kritis yang paling sering mengalami kerusakan yaitu Brake dan Pelatuk. Kemudian dilakukan uji distribusi data kerusakan dengan output subsistem Brake dan Pelatuk berdistribusi weibull, selanjutnya melakukan perhitungan kebutuhan persediaan suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun mendatang dengan output tujuh unit suku cadang pada masing-masing subsistem untuk satu tahun, dengan masing-masing batas minimal persediaan yaitu satu unit subsistem tersedia di persediaan, dan masing-masing subsistem dipesan kembali ketika persediaan yang tersedia berjumlah dua unit dengan jumlah persekali pesan empat unit untuk subsistem Brake dan tiga unit untuk subsistem Pelatuk. Dari usulan kebijakan ini didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk persediaan suku cadang Brake dalam satu tahun yaitu sebesar Rp2.607.500,00 dan untuk suku cadang Pelatuk sebesar Rp2.203.333,00. Kata Kunci: Reliability Centered Spares and Safety Stock Analyisis, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts Management, Maintenance Task. Abstract PT XYZ is a company engaged in the automotive industry that produces motorcycle parts. One of the components made by PT XYZ is the Guide Comp Level K1AA. In the activity of producing a component, there are problems that must be considered, one of which is a press machine which has a high frequency of engine failure which causes the demand for spare parts to be available so that the repair process or replacement of subsystems or machine components is not hampered, so that the problem of machine damage can be resolved without a hitch. availability of spare parts. Press machine consists of electrical and mechanical systems, each of which consists of six subsystems and ten subsystems respectively. By using a risk matrix, it is found that the critical subsystems that are most frequently damaged are brakes and woodpeckers. Then the damage data distribution test is carried out with the output of the brake and woodpecker subsystem with a weibull distribution, then calculates the need for spare parts inventory in each subsystem for the next year with an output of seven spare parts units in each subsystem for one year, with each The minimum limit of inventory is one subsystem unit available in inventory, and each subsystem is ordered back when the available supply is two units with an occasional order of four units for the Brake subsystem and three units for the Woodpecker subsystem. From this policy proposal, it is found that the costs incurred for brake spare parts inventory in one year are Rp. 2,607,500.00 and for woodpecker spare parts Rp. 2,203,333.00. Keyword i: Reliability Centered Spares, EOQ Model, Re-Order Point, Spare Parts, Management, Maintenance Task, Safety Stock
Usulan Interval Waktu Inspeksi Dengan Aspek Safety Pada Stripper U-da-101 Dengan Metode Rbi (Risk Based Inspection) Pada Pt Xyz_dio Taqiy Asyrof_1201160357 Dio Taqiy Asyrof; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan perusahaan produksi yang bergerak dalam pertanian dengan salah satu produksi yaitu pupuk urea. Dalam rangakaian proses produksi pupuk urea tersebut melibatkan mesin Stripper U-DA 101. Dalam proses produksinya mesin cenderung rentan mengalami korosi. Berdasarkan masalah tersebut dengan metode risk based inspection. Yaitu metode analisa inspeksi berdasarkan risiko korosi pada mesin. Dalam menentukan inspeksi perlu di lakukan nya beberapa perhitungan yaitu memperhitungkan consequence of failure, probability of failure dimana akan membantu menentukan risk matrix, remaining life, dan output terakhir adalah penentuan interval waktu inspeksi. Kata kunci : Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea. Abstract PT XYZ is a production company engaged in agriculture with one of the production, namely urea fertilizer. In a series of urea fertilizer production processes involving the U-DA 101 Stripper machine. In the production process the machine tends to be susceptible to corrosion. Based on these problems with the risk based inspection method. Namely the inspection analysis method based on the risk of corrosion to the engine. In determining the inspection, it is necessary to do a number of calculations, namely taking into account the consequences of failure, the probability of failure which will help determine the risk matrix, remaining life, and the final output is the determination of the inspection time interval. Keywords: Stripper U-DA 101, risk matrix, remaining life, interval waktu inspeksi, urea.
Usulan Perancangan Pemeliharaan Pada Pompa Pendingin Sekunder Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Di Pusat Reaktor Serba Guna Ga. Siwabessy - Batan Harwinvania Fauzia; Endang Budiasih; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendingin sekunder memiliki peranan untuk menghisap panas peluruhan yang dibawa dari sistem primer melalui heat exchanger (HE) dan panas peluruhan kemudian dibuang ke lingkungan menggunakan cooling tower. Sistem pendingin sekunder memiliki 3 buah pompa dimana normalnya 2 pompa utama beroperasi secara bersamaan (2x50%) dan 1 pompa sebagai cadangan. Pompa tersebut bekerja secara terus menerus selama 24 jam. Seiring berjalannya waktu, keandalan mesin ini akan berkurang dan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin. Agar mesin ini dapat beroperasi dengan baik maka perlu dilakukannya kegiatan pemeliharaan (maintenance). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan usulan pemeliharaan mesin pompa pendingin sekunder dan total biaya pemeliharaan yang optimal dengan menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Untuk menentukan komponen kritis dari pompa pendingin sekunder menggunakan risk matrix dan komponen yang terpilih yaitu seal mekanik dan motor. Berdasarkan hasil penelitian, dengan menggunakan metode RRCM didapatkan 3 proposed maintenance task diantaranya 2 scheduled on-condition task dan 1 scheduled discard task. Berdasarkan proposed maintenance task dan interval waktunya, didapatkan biaya pemeliharaan usulan sebesar Rp3.319.627 sedangkan biaya pemeliharaan eksisting yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp5.019.583. Maka biaya maintenance usulan lebih rendah Rp1.699.955 dibandingkan dengan biaya maintenance eksisting perusahaan sehingga perusahaan dapat mengehemat biaya maintenance sebesar 33.9%. Kata Kunci : Maintenance, Risk Matrix, Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM), Uncertainty Assessment.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti SRI RAHAYU Sri Rahayu Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan