Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Kebijakan Optimasi Sistem Perawatan Pada Mesin Dibn (double Indian Ballbreaker Net Sorter) Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Di Pt.perkebunan Nusantara Viii Perkebunan Ciater Donni Arisugewo; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Perkebunan Nusantara VIII merupakan perusahaan yang memproduksi teh hitam orthodox di Indonesia. Dikarenakan permintaan akan ekspor teh orthodox yang tinggi, membuat tingginya demand untuk produk teh ini. Dengan tingginya demand akan teh menuntut mesin untuk selalu beroperasi dengan baik. Mesin DIBN (Double Indian Ballbreaker Net Sorter) sering mengalami kerusakan dan memiliki downtime yang tinggi di Departemen Produksi Ruang Layuan & Giling. Hal ini menyebabkan rendahnya tingkat availabilitas mesin pada Departemen Produksi. Diperlukan metode Life Cycle Cost untuk mengetahui jumlah maintenance crew dan retirement age yang optimal dari sebuah mesin. Metode lain yang dapat digunakan adalah Overall Equipment Effectiveness. Overall Equipment Effectiveness digunakan untuk mengukur kinerja dan tingkat efektifitas mesin. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai Overall Equipment Effectiveness rendah. Berdasarkan metode Life Cycle Cost diperoleh nilai Life Cycle Cost terendah sebesar Rp.66,632,538.17 dengan umur optimal mesin 3 tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak 3 orang. Berdasarkan metode Overall Equipment Effectiveness, diperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness mesin DIBN sebesar 34.49%. Hasil tersebut masih jauh dari standar yang telah ditetapkan oleh Japanese Institute of Plant Maintenance sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin DIBN adalah faktor idling and minor stoppages (22.87%) dan rework losses (10.52%). Kata Kunci – Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses. Abstract PT. Perkebunan Nusantara is a company that produces balck orthodox tea in Indonesia. Because of the high demand for exports, makes the demand of this tea product become high. With the high demand for tea requires the machine to always operate properly. DIBN (Double Indian Ballbreaker Net Sorter) machines are often damaged and have high level of downtime in the Production Department on “Layuan & Giling” workstation. It cause to a low level of machine’s availability in the Production Department. Life Cycle Cost method is needed to know the number of maintenance crew and optimal retirement age of the machine. Another method that can be used is Overall Equipment Effectiveness. Overall Equipment Effectiveness method is used to measure the performance and level of machine effectiveness. Hereafter, the analysis of the six big losses to determine what factors cause the value of Overall Equipment Effectiveness is low. Based on Life Cycle Cost method, the minimum life cycle cost is Rp.66,632,538.17 with the retirement age os DIBN machine is three-year, and consisting of 3 maintenance crew. Based on the Overall Equipment Effectiveness method, the value of Overall Equipment Effectiveness of DIBN machine is 34.49%. The results are still far from the standard set by the Japanese Institute of Plant Maintenance of 85%. From six big losses, it is known that the most influential factor to decrease the effectiveness of DIBN machine is idling and minor stoppages factor (22.87%) and rework losses (10.52%). Keywords – Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses.
Perancangan Usulan Pengelolaan Sparepart Dan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Ila-0005 Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Reliability Centered Maintenance (rcm) Di Pt.xyz Adi Riyanto; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin ILA-0005 merupakan mesin yang sering mengalami kerusakan pada proses TR Crank shaft Line dan memiliki permintaan maintenance terbesar di PT.XYZ. Besarnya permintaan maintenance pada mesin ILA0005 menyebabkan downtime yang cukup besar. Dalam menentukan subsistem kritis pada mesin ILA-0005 menggunakan risk matrix dan terpilih yaitu Detector, Mechanic, Spindle, Jig, dan Fixture. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Reliability Centered Spares (RCS) dan Reliability Centered Maintenance (RCM). Reliability Centered Spares (RCS) dapat menentukan kebijakan pengelolaan dari subsistem mesin ILA-0005. Kebijakan pengelolaan sparepart sangat penting karena dapat menyebabkan kegiatan maintenance kurang optimal. Dari hasil penelitian menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) didapatkan kebutuhan spare part yaitu untuk detector sebanyak 27 buah, Mechanic sebanyak 10 buah, Spindle sebanyak 24 buah, Jig sebanyak 14 buah dan Fixture sebanyak 22 buah. Hasil pengukuran dengan menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) didapatkan Total biaya perawatan eksisting dalam empat tahun untuk mesin ILA-0005 didapatkan sebesar Rp 56,378,983,200 dan total biaya perawatan usulan berdasarkan interval waktu optimal sebesar Rp 26,997,478,665. Dimana biaya usulan lebih kecil dibanding dengan biaya exsisting. Kata kunci : Maintenance, Downtime, Risk Matrix, Reliability Centered Spares, Reliability Centered Maintenance, Spare Part
Usulan Kebijakan Pengelolaan Spare Part Pada Mesin Autoloader Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Probabilistik Muhammad Rifki Fadil; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu industri besar dalam pembuatan mie instan adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. Ada 3 jenis mie yang diproduksi pada perusahaan ini yakni Normal Noodles, Cup Noodles dan Dry Noodles. Dalam proses produksi mie instan sering kali terjadi hal yang tidak diinginkan pada perusahaan yang dapat mengganggu jalannya proses produksi, salah satunya adalah tidak tersedianya spare part ketika terjadi kerusakan sehingga menimbulkan downtime. Untuk mencegah hal tersebut maka perusahaan melakukan kegiatan maintenance, dalam pelaksanaan kegiatan maintenance juga tidak jarang terdapat komponen yang apabila terjadi kegagalan atau kerusakan tidak dapat diperbaiki, melainkan harus diganti (replace). Oleh karena itu dibutuhkan komponen pengganti atau cadangan (spare part), sehingga komponen tersebut dapat diganti dan sistem dapat terus berjalan sebagaimana mestinya. Metode Reliability Centered Spares (RCS) adalah salah satu metode analisis spare part management dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kebutuhan maintenance apa yang dibutuhkan oleh mesin, akibat yang terjadi jika spare part tidak tersedia, antisipasi kebutuhan spare part, jumlah stock holding spare part yang dibutuhkan, Lalu Inventory Probabilisik yang digunakan untuk menentukan kebijakan persediaan seperti penentuan re-order point dan re-order quantity. Kata Kunci: Inventory Probabilistik, Reliability Centered Spares, Spare Part Abstract One of the big industries in making instant noodle is PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk. There are 3 types of noodles produced in this company that is Normal Noodles, Cup Noodles and Dry Noodles. In the process of instant noodle production often happens undesirable things to companies that can disrupt the production process, one of which is the unavailability of spare parts when damage occurs causing downtime. To prevent this, the company does maintenance activities, in the implementation of maintenance activities are also not uncommon there are components that in case of failure or damage can not be repaired, but must be replaced (replace). Therefore it takes a replacement or spare part, so that the component can be replaced and the system can continue to run properly. Reliability Centered Spares (RCS) method is one of spare part management analysis method by considering some aspect such as maintenance requirement what is needed by machine, consequence if spare part is not available, anticipate spare part requirement, stock stock spare part needed, Then Inventory Probabilisik used to determine the inventory policy such as the determination of re-order point and re-order quantity. Keywords: Inventory Probabilistic, Reliability Centered Spares, Spare Part
Analisis Produktivitas Mesin Berdasarkan Total Productive Maintenance (tpm) Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus Pada Mesin Ila-0005 Pada Pt. Xyz) Bina Wiraty Hasibuan; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan data kerusakan dari perusahaan PT. XYZ, mesin ILA-0005 merupakan mesin yang paling banyak mengalami kerusakan sehingga diperlukan adanya kegiatan maintenance. Total Productive Maintenance (TPM) merupakan suatu pendekatan dalam Preventive Maintenance yang dapat digunakan perusahaan untuk mengevaluasi efektivitas fasilitas perusahaan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan mengeliminasi kerugian utama yang dikenal dengan Six Big Losses. Pengolahan data yang dilakukan berdasarkan data dari tahun 2016-2017, dan dari hasil perhitungan didapatkan nilai OEE pada tahun 2016 sebesar 88.734% dan pada tahun 2017 sebesar 83.859%. Pada perhitungan Six Big Losses mesin menunjukan bahwa persentase kerugian mesin pada tahun 2016 yang paling dominan terjadi Idling and Minor Stoppage Loss sebesar 43,33% dan pada tahun 2017 terjadi Reduced Speed Loss sebesar 55,47%. Hasil penelitian ini kemudian dapat digunakan untuk menunjukan bahwa efektivitas mesin ILA-0005 masih harus dilakukan perbaikan dengan cara berfokus mengeliminasi kerugian yang paling dominan. Selanjutnya dengan menerapkan konsep 8 pilar Total Productive Maintenance (TPM) yang berfokus pada pilar Autonomus Maintenance. Kata Kunci: Maintenance, Preventive Maintenance, TPM, OEE, Six Big Losses, Autonomus Maintenance Abstract Based PT. XYZ’s machine breakdown data, the ILA-0005 machine is the most frequently breakdowned machine so it needs maintenance procurement. Total Production Maintenance (TPM) is an approach in Preventive Maintenace that can be used by a company to evaluate the effectiveness of their facilities. The evaulation is undertaken to improve the facility Overall Equipment Effectiveness (OEE) score and to eliminate the major losses known as Six Big Losses. The data processing conducted based on the historical data from 2016-2017, and based on the calculation, results obtained that the OEE score in 2016 is 88.734% and in 2017 is 83.859%. On the calculation of Six Big Losses, the machine shows that the percentage of machine losses in 2016 is the most dominant with the Idling and minor stoppage loss is 43.33% and the Reduced Speed Loss is 55.47% in 2017. The result of this research can then be used to show that the effectiveness of ILA-0005 machine remains to be improved by focusing on eliminating the most dominant losses. Furthermore, by applying the concept of 8 pillars of Total Productive Maintenance (TPM) which focuses on the pillars of Autonomus Maintenance. Keywords: Maintenance, Preventive Maintenance, TPM, OEE, Six Big Losses, Autonomus Maintenance
Usulan Perancangan Kebijakan Perawatan Mesin Jet Dyeing Dengan Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Pt. Xyz Dena Aprima Diputra; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ bergerak dalam bidang usaha pertenunan (weaving) sampai akhirnya perusahaan ini berkembang terus menjadi perusahaan tekstil. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, kebutuhan konsumen semakin meningkat sehingga menuntut permintaan produksi sesuai dengan target yang ditentukan. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost Of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah Reliability, Availability & Maintainability. Data-data berupa Mean Time To Failure, Mean Time To Repair berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Dari hasil pengolahan data Reliability, Availability & Maintainability Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 168 jam, sistem memiliki nilai Reliability (16%). Rata-rata nilai Maintainability sistem pada t = 31 jam adalah 91,47%. Nilai Inherent Availability sebesar 99,38% dan nilai Operational Availability sebesar 98,94%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem adalah Rp.2.315.005.900 berdasarkan waktu perbaikan dan Rp.3.998.580.070 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Availability, Cost Of Unrelliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Optimasi Kebijakan Maintenance Dan Pengelolaan Spare Part Pada Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) (studi Kasus : Pt Dns) Terrin Eliska; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DNS merupakan salah satu industri manufaktur yang menghasilkan spark plug. Banyaknya mesin dibagian produksi PT DNS diperlukan kegiatan pemeliharaan agar mesin yang ada dapat bekerja tanpa menghambat proses produksi, oleh karena itu diperlukan kegiatan preventive maintenance yang tepat. Mesin caulking yang ada pada line 6 mengalami seringnya terjadi kerusakan. Mesin Caulking merupakan salah satu mesin yang harus selalu siap pakai dan mampu beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) serta kebutuhan komponen pengganti cadangan (spare part) optimal yang harus tersedia di perusahaan dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS). Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode RCM diperoleh kebijakan maintenance untuk subsistem kritis pada mesin Caulking adalah scheduled on-condition task sebanyak 6, Scheduled Discard Tasks sebanyak 3 dan Scheduled Restoration Tasks sebanyak 2. Interval waktu perawatan diperoleh berbeda-beda berdasarkan task masing-masing dan biaya perawatan usulan diperoleh Rp 2.321.757.069,00 dimana biaya tersebut lebih kecil dari biaya perawatan existing. Dan hasil dari metode RCS diperoleh kebutuhan spare part buat empat tahun kedepan yaitu untuk subsistem kritis Solenoid Valve Up-Down sebanyak 84 buah, subsistem kritis Piston Pump sebanyak 12 buah dan subsistem kritis Hydraulic Cylinder sebanyak 104 buah. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Dan Kebijakan Pengelolaan Sparepart Mesin Fin Cnc Bl1412 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) Di Pt Duta Hita Jaya Muhammad Hamdan; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Hita Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri fabrikasi besi dan baja. Menjadi salah satu pendukung utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang saat ini terus berkembang ditandai dengan pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya. Tower merupakan salah satu produk yang sering dipesan oleh pelanggan baik itu tower telekomunikasi atau tower listrik. Untuk menghindari kerusakan yang akan menghambat proses produksi yang telah ditargetkan sehingga berdampak pada kerugian maka dilakukanlah penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat dan metode Reliability Centered Spares (RCS) untuk memperhitungkan tingkat persediaan sparepart yang harus disediakan agar tidak terjadi stock out. Pemilihan maintenance task berdasarkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan RCM Worksheet dihasilkan sepuluh kegiatan Scheduled On-Condition kemudian dilanjutkan melakukan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval waktu perawatan dengan biaya perawatan usulan sebesar Rp 88.390.300,00. Hasil perhitungan RCS dengan metode poisson process yaitu komponen repairable seperti selang hidrolik membutuhkan 4 buah, selang pneumatic pada marking 4 buah dan selang pneumatic pada punching 9 buah. Komponen non-repairable seperti solenoid valve 10 buah, tubing 14 buah, baut L8 22 buah, limit switch 30 buah, dan oring koper 55 buah. Kata kunci: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares. Abstract - PT. Duta Hita Jaya is one of the companies in the iron and steel fabrication industry. Being one of the main support in infrastructure development in Indonesia, which is currently growing, is marked by the construction of roads, airports, ports, railroads and several other facilities. The tower is one of product that is often ordered by customers, whether it's a telecommunications tower or an electric tower. To avoid failure of the production that has an impact on production target with the result that make disadvantage to company, so this research is using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method to get the proper maintenance time interval and the Reliability Centered Spares (RCS) method to calculate the level of spare parts inventory that must be provided so there is no stock out. Maintenance task election based on Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and RCM Worksheet. The result was ten Scheduled On-Condition activities and then continued to do quantitative calculations to get a maintenance time interval with a proposed maintenance cost of Rp 88.390.300,00. The results of RCS calculation with the Poisson process method are repairable components such as hydraulic hose requiring 4 pieces, pneumatic hose on marking 4 pieces and pneumatic hose on punching 9 pieces. Non-repairable components such as 10 pieces of the solenoid valve, 14 pieces of tubing, 22 pieces of L8 bolts, 30 pieces of limit switches, and 55 pieces of oring koper . Keywords: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares.
Penerapan Metode Reliability-centered Maintenance Dan Risk-based Maintenance Untuk Usulan Kebijakan Maintenance Komponen Kritis Sistem Reformer (studi Kasus: Pt Pupuk Kalimantan Timur) Grahesa Adri Putra; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil amonia dan urea terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 2,76 juta ton amonia dan 3,43 juta ton urea. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan masing-masing 5 unit pabrik untuk memproduksi amonia dan urea, serta terdapat 4 unit pabrik utilitas yang berfungsi menyediakan listrik, steam, dan air. Tiap pabrik terbagi menjadi 5 zona (K-1A, K-2, K-3, K-4, K-5) sesuai dengan lokasinya masing-masing. Dalam dua tahun terakhir, pabrik amonia di zona K-4 memiliki rata-rata jumlah produksi amonia yang paling rendah dikarenakan tingginya tingkat corrective maintenance pada pabrik tersebut. Sistem yang paling krusial dalam proses produksi amonia adalah sistem reformer, sistem ini bertugas untuk mereaksikan gas alam terdesulfurisasi dengan steam dan udara yang kemudian menghasilkan gas hidrogen sebagai komposisi pembuatan amonia. Maka dari itu diperlukan kebijakan maintenance yang sesuai untuk sistem reformer. Dengan menggunakan risk matrix diperoleh AT-2002, PDT-2014, dan PV-2001 sebagai komponen kritis terpilih. Kemudian ditentukan kebijakan maintenance, total biaya maintenance, dan risikonya menggunakan metode reliability-centered maintenance dan risk-based maintenance. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, diperoleh 6 scheduled on-condition tasks, dan 4 scheduled restoration tasks dengan interval waktu maintenance sesuai kategori task-nya, total biaya maintenance usulan sebesar Rp 159.702.111, dengan risiko sebesar Rp 82.754.935. Kata kunci: maintenance, reliability-centered maintenance, risk-based maintenance. Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest ammonia and urea producer in Indonesia, with a production capacity of 2,76 million tons of ammonia and 3,43 million tons of urea. PT Pupuk Kalimantan Timur operates 5 units of plants for the production of ammonia and urea, and there are 4 units of utility plants that provide electricity, steam and water. Each plant is divided into 5 zones (K-1A, K-2, K-3, K-4, K-5) according to their respective location. In the last two years, the ammonia plant in the K-4 zone has the lowest average ammonia production rate due to the high corrective maintenance level at the plant. The most crucial system in the process of ammonia production is the reformer system, the system which is responsible in reacting the sulfurized natural gas with steam and air which then produces hydrogen gas as an ammonia making composition. Therefore, an appropriate maintenance policy is required in the reformer system. By using the risk matrix, AT-2002, PDT-2014, and PV-2001 are obtained as the selected critical components. Then the maintenance policy, total maintenance costs, and risks are determined using the method of reliability-centered maintenance and risk-based maintenance. Based on the results of collecting and processing the data, there are 6 scheduled on-condition tasks, and 4 scheduled restoration tasks with maintenance time interval in accordance to their task category, a total maintenance cost of Rp 159.702.111 with the risk as much as Rp 82.754.935. Keywords: maintenance, reliability-centered maintenance, risk-based maintenance.
Penentuan Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Sistem Reforming Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Analysis Di Pt Pupuk Kalimantan Timur Luqman Arrezha Faiz Dirgantara; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil pupuk urea dan amonia terbesar di Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan tujuh unit pabrik, yaitu Pabrik 1-A, Pabrik 2, Pabrik 3, Pabrik 4, Pabrik 5, Pabrik 6 (Boiler Batubara), dan Pabrik 7 (NPK). Pabrik 4 memiliki jumlah produksi urea dan amonia paling rendah dibandingkan keempat pabrik lainnya. Hal ini dikarenakan oleh tingkat kegagalan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan kegiatan produksi di Pabrik 4 terhenti sampai kegiatan maintenance selesai dilakukan. Dalam kasusnya, tidak jarang pula kegiatan maintenance terhambat karena suku cadang yang dibutuhkan tidak tersedia di gudang sehingga kegiatan maintenance harus menunggu sampai suku cadang yang dibutuhkan tiba setelah dipesan. Pabrik 4 terdiri dari enam sistem dan sistem yang paling vital adalah sistem Reforming. Dari sistem tersebut kemudian dilakukan spare part management untuk mengantisipasi ketidaktersediaan suku cadang sehingga dapat menunjang kegiatan maintenance perusahaan. Dari hasil Risk Matrix, subsistem yang terpilih dari sistem Reforming adalah subsistem Primary Reformer (1-H-201). Berdasarkan RCS Worksheet, komponen kritis dari subsistem tersebut ada enam, yaitu XV2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, dan FV-2016. Komponen-komponen kritis tersebut kemudian dihitung jumlah kebutuhannya dalam satu periode menggunakan metode poisson process dan dari hasil tersebut, ditentukan kebijakan inventory-nya. Total biaya inventory komponen-komponen kritis tersebut adalah Rp Rp 324.490.250,00. Kata kunci: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest producer of urea and ammonia fertilizer in Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur operates seven factories, namely Plant 1-A, Factory 2, Factory 3, Factory 4, Factory 5, Factory 6 (Coal Boilers) and Factory 7 (NPK). Factory 4 has the lowest production of urea and ammonia compared to the other four plants. This is due to the higher failure rate causing the production activities at Factory 4 to stop until maintenance activities are done. In the case, maintenance activities are inhibited because the required parts are not available in the warehouse so that maintenance activities have to wait until the required spare parts arrive after the ordering. Factory 4 consists of six systems and the most vital system is the Reforming system. Spare part management then applied to anticipate the unavailability of spare parts so it can support the company's maintenance activities. From the Risk Matrix result, the selected subsystem of the Reforming system is the Primary Reformer (1H-201) subsystem. Based on the RCS Worksheet, there are six critical components of the subsystem, namely XV-2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, and FV-2016. The critical components are calculated the number of needs in one period using the poisson process method and from these results, determined its inventory policy. The total cost of inventory of these critical components is Rp Rp 324.490.250,00. Keywords: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares
Perancangan Usulan Preventive Maintenance Pada Mesin Jet-dyeing Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Xyz Donny Verryrianto Sidabutar; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Salah satu mesin yang ada pada PT XYZ adalah mesin Jet-Dyeing. Mesin Jet-Dyeing ini merupakan mesin pencelupan dan digunakan untuk memberi warna pada kain. Dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan beberapa metode seperti RCM (Reliability Centered Maintenance) yang digunakan dalam penentuan task yang sesuai dengan karakteristik failure-nya. Dan penelitian ini berfokuskan pada sistem dan subsistem kritis mesin Jet-Dyeing berdasarkan banyaknya kerusakan yang terjadi serta dengan menggunakan analisis RPN (Risk Priority Number) untuk mendapatkan sub sistem yang kritis berdasarkan resiko yang dimiliki. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp. 132,667,184.22. Hasil pengolahan data menggunakan RCM, didapatkan Total biaya untuk mengimplementasikan perawatan usulan adalah Rp 343,132,082. Dengan Dengan mengimplementasikan kegiatan perawatan usulan, perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar Rp 116,044,673.15 Kata Kunci – Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Risk Based Maintenance.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Gelar Aditya Madya Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian Rusly Hidayah S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti SRI RAHAYU Sri Rahayu Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan