Claim Missing Document
Check
Articles

Usulan Perancangan Kebijakan Perawatan Mesin Jet Dyeing Dengan Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Dan Cost Of Unreliability (cour) Di Pt. Xyz Dena Aprima Diputra; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.XYZ bergerak dalam bidang usaha pertenunan (weaving) sampai akhirnya perusahaan ini berkembang terus menjadi perusahaan tekstil. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, kebutuhan konsumen semakin meningkat sehingga menuntut permintaan produksi sesuai dengan target yang ditentukan. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost Of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah Reliability, Availability & Maintainability. Data-data berupa Mean Time To Failure, Mean Time To Repair berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Dari hasil pengolahan data Reliability, Availability & Maintainability Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram berdasarkan pada analytical approach, pada waktu 168 jam, sistem memiliki nilai Reliability (16%). Rata-rata nilai Maintainability sistem pada t = 31 jam adalah 91,47%. Nilai Inherent Availability sebesar 99,38% dan nilai Operational Availability sebesar 98,94%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem adalah Rp.2.315.005.900 berdasarkan waktu perbaikan dan Rp.3.998.580.070 berdasarkan pada downtime. Kata Kunci : Availability, Cost Of Unrelliability, Key Performance Indicator, Maintainability, Reliability, Reliability Block Diagram
Optimasi Kebijakan Maintenance Dan Pengelolaan Spare Part Pada Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) (studi Kasus : Pt Dns) Terrin Eliska; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT DNS merupakan salah satu industri manufaktur yang menghasilkan spark plug. Banyaknya mesin dibagian produksi PT DNS diperlukan kegiatan pemeliharaan agar mesin yang ada dapat bekerja tanpa menghambat proses produksi, oleh karena itu diperlukan kegiatan preventive maintenance yang tepat. Mesin caulking yang ada pada line 6 mengalami seringnya terjadi kerusakan. Mesin Caulking merupakan salah satu mesin yang harus selalu siap pakai dan mampu beroperasi secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance (RCM) serta kebutuhan komponen pengganti cadangan (spare part) optimal yang harus tersedia di perusahaan dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS). Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode RCM diperoleh kebijakan maintenance untuk subsistem kritis pada mesin Caulking adalah scheduled on-condition task sebanyak 6, Scheduled Discard Tasks sebanyak 3 dan Scheduled Restoration Tasks sebanyak 2. Interval waktu perawatan diperoleh berbeda-beda berdasarkan task masing-masing dan biaya perawatan usulan diperoleh Rp 2.321.757.069,00 dimana biaya tersebut lebih kecil dari biaya perawatan existing. Dan hasil dari metode RCS diperoleh kebutuhan spare part buat empat tahun kedepan yaitu untuk subsistem kritis Solenoid Valve Up-Down sebanyak 84 buah, subsistem kritis Piston Pump sebanyak 12 buah dan subsistem kritis Hydraulic Cylinder sebanyak 104 buah. Kata kunci : Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Dan Kebijakan Pengelolaan Sparepart Mesin Fin Cnc Bl1412 Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Reliability Centered Spares (rcs) Di Pt Duta Hita Jaya Muhammad Hamdan; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - PT. Hita Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri fabrikasi besi dan baja. Menjadi salah satu pendukung utama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia yang saat ini terus berkembang ditandai dengan pembangunan jalan, bandara, pelabuhan, rel kereta api, dan beberapa fasilitas lainnya. Tower merupakan salah satu produk yang sering dipesan oleh pelanggan baik itu tower telekomunikasi atau tower listrik. Untuk menghindari kerusakan yang akan menghambat proses produksi yang telah ditargetkan sehingga berdampak pada kerugian maka dilakukanlah penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk mendapatkan interval waktu perawatan yang tepat dan metode Reliability Centered Spares (RCS) untuk memperhitungkan tingkat persediaan sparepart yang harus disediakan agar tidak terjadi stock out. Pemilihan maintenance task berdasarkan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan RCM Worksheet dihasilkan sepuluh kegiatan Scheduled On-Condition kemudian dilanjutkan melakukan perhitungan kuantitatif untuk mendapatkan interval waktu perawatan dengan biaya perawatan usulan sebesar Rp 88.390.300,00. Hasil perhitungan RCS dengan metode poisson process yaitu komponen repairable seperti selang hidrolik membutuhkan 4 buah, selang pneumatic pada marking 4 buah dan selang pneumatic pada punching 9 buah. Komponen non-repairable seperti solenoid valve 10 buah, tubing 14 buah, baut L8 22 buah, limit switch 30 buah, dan oring koper 55 buah. Kata kunci: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares. Abstract - PT. Duta Hita Jaya is one of the companies in the iron and steel fabrication industry. Being one of the main support in infrastructure development in Indonesia, which is currently growing, is marked by the construction of roads, airports, ports, railroads and several other facilities. The tower is one of product that is often ordered by customers, whether it's a telecommunications tower or an electric tower. To avoid failure of the production that has an impact on production target with the result that make disadvantage to company, so this research is using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method to get the proper maintenance time interval and the Reliability Centered Spares (RCS) method to calculate the level of spare parts inventory that must be provided so there is no stock out. Maintenance task election based on Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) and RCM Worksheet. The result was ten Scheduled On-Condition activities and then continued to do quantitative calculations to get a maintenance time interval with a proposed maintenance cost of Rp 88.390.300,00. The results of RCS calculation with the Poisson process method are repairable components such as hydraulic hose requiring 4 pieces, pneumatic hose on marking 4 pieces and pneumatic hose on punching 9 pieces. Non-repairable components such as 10 pieces of the solenoid valve, 14 pieces of tubing, 22 pieces of L8 bolts, 30 pieces of limit switches, and 55 pieces of oring koper . Keywords: RCM Worksheet, Failure Mode and Effect Analysis, Poisson Process, Reliability Centered Maintenance, Reliability Centered Spares.
Penerapan Metode Reliability-centered Maintenance Dan Risk-based Maintenance Untuk Usulan Kebijakan Maintenance Komponen Kritis Sistem Reformer (studi Kasus: Pt Pupuk Kalimantan Timur) Grahesa Adri Putra; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil amonia dan urea terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 2,76 juta ton amonia dan 3,43 juta ton urea. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan masing-masing 5 unit pabrik untuk memproduksi amonia dan urea, serta terdapat 4 unit pabrik utilitas yang berfungsi menyediakan listrik, steam, dan air. Tiap pabrik terbagi menjadi 5 zona (K-1A, K-2, K-3, K-4, K-5) sesuai dengan lokasinya masing-masing. Dalam dua tahun terakhir, pabrik amonia di zona K-4 memiliki rata-rata jumlah produksi amonia yang paling rendah dikarenakan tingginya tingkat corrective maintenance pada pabrik tersebut. Sistem yang paling krusial dalam proses produksi amonia adalah sistem reformer, sistem ini bertugas untuk mereaksikan gas alam terdesulfurisasi dengan steam dan udara yang kemudian menghasilkan gas hidrogen sebagai komposisi pembuatan amonia. Maka dari itu diperlukan kebijakan maintenance yang sesuai untuk sistem reformer. Dengan menggunakan risk matrix diperoleh AT-2002, PDT-2014, dan PV-2001 sebagai komponen kritis terpilih. Kemudian ditentukan kebijakan maintenance, total biaya maintenance, dan risikonya menggunakan metode reliability-centered maintenance dan risk-based maintenance. Berdasarkan hasil pengumpulan dan pengolahan data, diperoleh 6 scheduled on-condition tasks, dan 4 scheduled restoration tasks dengan interval waktu maintenance sesuai kategori task-nya, total biaya maintenance usulan sebesar Rp 159.702.111, dengan risiko sebesar Rp 82.754.935. Kata kunci: maintenance, reliability-centered maintenance, risk-based maintenance. Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest ammonia and urea producer in Indonesia, with a production capacity of 2,76 million tons of ammonia and 3,43 million tons of urea. PT Pupuk Kalimantan Timur operates 5 units of plants for the production of ammonia and urea, and there are 4 units of utility plants that provide electricity, steam and water. Each plant is divided into 5 zones (K-1A, K-2, K-3, K-4, K-5) according to their respective location. In the last two years, the ammonia plant in the K-4 zone has the lowest average ammonia production rate due to the high corrective maintenance level at the plant. The most crucial system in the process of ammonia production is the reformer system, the system which is responsible in reacting the sulfurized natural gas with steam and air which then produces hydrogen gas as an ammonia making composition. Therefore, an appropriate maintenance policy is required in the reformer system. By using the risk matrix, AT-2002, PDT-2014, and PV-2001 are obtained as the selected critical components. Then the maintenance policy, total maintenance costs, and risks are determined using the method of reliability-centered maintenance and risk-based maintenance. Based on the results of collecting and processing the data, there are 6 scheduled on-condition tasks, and 4 scheduled restoration tasks with maintenance time interval in accordance to their task category, a total maintenance cost of Rp 159.702.111 with the risk as much as Rp 82.754.935. Keywords: maintenance, reliability-centered maintenance, risk-based maintenance.
Penentuan Kebijakan Pengelolaan Suku Cadang Pada Sistem Reforming Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Inventory Analysis Di Pt Pupuk Kalimantan Timur Luqman Arrezha Faiz Dirgantara; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Pupuk Kalimantan Timur merupakan perusahaan penghasil pupuk urea dan amonia terbesar di Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur mengoperasikan tujuh unit pabrik, yaitu Pabrik 1-A, Pabrik 2, Pabrik 3, Pabrik 4, Pabrik 5, Pabrik 6 (Boiler Batubara), dan Pabrik 7 (NPK). Pabrik 4 memiliki jumlah produksi urea dan amonia paling rendah dibandingkan keempat pabrik lainnya. Hal ini dikarenakan oleh tingkat kegagalan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan kegiatan produksi di Pabrik 4 terhenti sampai kegiatan maintenance selesai dilakukan. Dalam kasusnya, tidak jarang pula kegiatan maintenance terhambat karena suku cadang yang dibutuhkan tidak tersedia di gudang sehingga kegiatan maintenance harus menunggu sampai suku cadang yang dibutuhkan tiba setelah dipesan. Pabrik 4 terdiri dari enam sistem dan sistem yang paling vital adalah sistem Reforming. Dari sistem tersebut kemudian dilakukan spare part management untuk mengantisipasi ketidaktersediaan suku cadang sehingga dapat menunjang kegiatan maintenance perusahaan. Dari hasil Risk Matrix, subsistem yang terpilih dari sistem Reforming adalah subsistem Primary Reformer (1-H-201). Berdasarkan RCS Worksheet, komponen kritis dari subsistem tersebut ada enam, yaitu XV2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, dan FV-2016. Komponen-komponen kritis tersebut kemudian dihitung jumlah kebutuhannya dalam satu periode menggunakan metode poisson process dan dari hasil tersebut, ditentukan kebijakan inventory-nya. Total biaya inventory komponen-komponen kritis tersebut adalah Rp Rp 324.490.250,00. Kata kunci: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares Abstract PT Pupuk Kalimantan Timur is the largest producer of urea and ammonia fertilizer in Indonesia. PT Pupuk Kalimantan Timur operates seven factories, namely Plant 1-A, Factory 2, Factory 3, Factory 4, Factory 5, Factory 6 (Coal Boilers) and Factory 7 (NPK). Factory 4 has the lowest production of urea and ammonia compared to the other four plants. This is due to the higher failure rate causing the production activities at Factory 4 to stop until maintenance activities are done. In the case, maintenance activities are inhibited because the required parts are not available in the warehouse so that maintenance activities have to wait until the required spare parts arrive after the ordering. Factory 4 consists of six systems and the most vital system is the Reforming system. Spare part management then applied to anticipate the unavailability of spare parts so it can support the company's maintenance activities. From the Risk Matrix result, the selected subsystem of the Reforming system is the Primary Reformer (1H-201) subsystem. Based on the RCS Worksheet, there are six critical components of the subsystem, namely XV-2009, XV-2003, XV-2004, FV-2013, PV-3008A, and FV-2016. The critical components are calculated the number of needs in one period using the poisson process method and from these results, determined its inventory policy. The total cost of inventory of these critical components is Rp Rp 324.490.250,00. Keywords: inventory analysis, maintenance, reliability centered spares
Perancangan Usulan Preventive Maintenance Pada Mesin Jet-dyeing Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Xyz Donny Verryrianto Sidabutar; Fransiskus Tatas Dwi Atmaji; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Salah satu mesin yang ada pada PT XYZ adalah mesin Jet-Dyeing. Mesin Jet-Dyeing ini merupakan mesin pencelupan dan digunakan untuk memberi warna pada kain. Dalam penelitian ini dilakukan berdasarkan beberapa metode seperti RCM (Reliability Centered Maintenance) yang digunakan dalam penentuan task yang sesuai dengan karakteristik failure-nya. Dan penelitian ini berfokuskan pada sistem dan subsistem kritis mesin Jet-Dyeing berdasarkan banyaknya kerusakan yang terjadi serta dengan menggunakan analisis RPN (Risk Priority Number) untuk mendapatkan sub sistem yang kritis berdasarkan resiko yang dimiliki. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Setelah dilakukan perhitungan diperoleh nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp. 132,667,184.22. Hasil pengolahan data menggunakan RCM, didapatkan Total biaya untuk mengimplementasikan perawatan usulan adalah Rp 343,132,082. Dengan Dengan mengimplementasikan kegiatan perawatan usulan, perusahaan dapat melakukan penghematan sebesar Rp 116,044,673.15 Kata Kunci – Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance, Risk Based Maintenance.
Analisis Kebijakan Maintenance Pada Mesin Murata 310a Dengan Menggunakan Metode Reliability Centred Spares Dan Maintenance Value Stream Map Albertus Thio Kurnianto; Endang Budiasih; Nopendri Nopendri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ULS merupakan perusahan tekstil yang memproduksi gulungan benang dengan menggunakan mesin Murata 310A. Mesin Murata 310A adalah mesin twist for one yang digunakan untuk memintir benang menjadi satu bagian. Kerusakan komponen pada mesin akan berpengaruh pada hasil produksi karena pada saat mesin rusak, mesin dihentikan untuk dilakukan perbaikan. Penentuan komponen kritis dilakukan dengan risk priority number (RPN). Setelah komponen kritis didapatkan, selanjutnya menentukan criticality part dari komponen kritis dengan menggunakan reliability centred spares (RCS). Jumlah kebutuhan cadang juga dapat diketahui dengan menggunakan Poisson Process. Kemudian dari hasil Poisson Process diketahui jumlah kebutuhan suku cadang untuk periode 12 bulan. Selanjutnya dengan metode Maintenance Value Stream Map (MVSM) dilakukan pemetaan aktivitas perbaikan dari komponen gear end box dan dianalisis aktivitas value added dan non value added. Dari pemetaan, aktivitas perbaikan dikategorikan menjadi Mean Time To Organize (MTTO), Mean Time To Repair (MTTR), dan Mean Time To Yield (MTTY). Penelitian ini menggunakan diagram sebab akibat dan prinsip 5S untuk menganalisis aktivitas perbaikan tersebut. Penyebab kurang efektinya aktivitas perbaikan tersebut dikarenakan beberapa faktor seperti mesin, manusia, material, lingkungan, dan metode. Pemetaan selanjutnya dibuat dengan future state map, dan efisiensi bertambah dari 23.81% menjadi 30%. Kata kunci : risk priority number, reliability centred spares, poisson process, maintenance value stream map
Usulan Pengelolaan Spare Part Dan Kebijakan Maintenance Pada Subsistem Kritis Reelstand Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Dan Reliability Centered Maintenance (rcm) Di Pt Pikiran Rakyat Yuko Tsukada; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  PT Pikiran Rakyat merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang media cetak yaitu memproduksi surat kabar. Proses percetakan surat kabar menggunakan mesin cetak web Goss Universal yang mempunyai beberapa subsistem. Reelstand merupakan salah satu subsistem yang sering mengalami kerusakan dan memiliki permintaan maintenance terbesar. Dalam menentukan komponen kritis dari Reelstand, digunakan Risk Matrix dan terpilih komponen Dancing Roller dan Infeed sebagai komponen kritis yang perlu ditentukan pengelolaan spare part yang optimal dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) dan kebijakan maintenance yang tepat dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance (RCM).  Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode Reliability Centered Spares (RCS) didapatkan bahwa komponen Dancing Roller dan Infeed termasuk kedalam komponen repairable dan didapatkan kebutuhan spare part masing-masing komponen sebanyak 4 buah untuk 1 tahun. Dan hasil pengukuran dari metode Reliability Centered Maintenance (RCM) didapatkan kebijakan maintenance untuk komponen Dancing Roller adalah 3 Scheduled On-Condition Task dan untuk komponen Infeed adalah 3 Scheduled On-Condition Task.  Kata kunci: Maintenance, Reliability Centered Spares, Reliability Centered Maintenance, Risk Matrix, Spare Part      Abstract PT Pikiran Rakyat is a company that focuses in printed media that produces daily newspaper. The process of newspaper printing is using Goss Universal printing machine that has several subsystems. Reelstand is one of the subsystems that often-suffered damage and has the biggest maintenance demand. Risk Matrix is used to determine the critical component of Reelstand and there are two components that selected as critical component which are Dancing Roller and Infeed, those subsystems need to be determined the optimal spare part management policy using Reliability Centered Spares (RCS) method and the right maintenance policy using Reliability Centered Maintenance (RCM) method. Based on the result of measurement using Reliability Centered Spares (RCS) method obtained that Dancing Roller and Infeed components are included into repairable component and got spare part requirement of each subsystem of 4 pieces for 1 year. And the result of measurement using Reliability Centered Maintenance (RCM) method obtained maintenance policy for Dancing Roller component is 3 Scheduled OnCondition Task and fot Infeed component is 3 Scheduled On-Condition Task. Key words: Maintenance, Reliability Centered Spares, Reliability Centered Maintenance, Risk Matrix, Spare Part
Penilaian Kinerja Mesin Caulking Line 6 Dengan Menggunakan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus: Pt Dns) Annisa Azmi; Endang Budiasih; Judi Alhilman Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spark plug adalah sebuah media yang digunakan untuk proses pembakaran bahan bakar pada mesin bermotor. Spark plug memiliki fungsi yang vital, tanpanya kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa menyala. Karena persaingan yang ketat untuk memproduksi spark plug setiap harinya, PT DNS harus meningkatkan kelancaran kegiatan produksinya dengan kesiapan mesin. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan RAM dari mesin tersebut. Dengan menggunakan data berupa MTBF dan MTTR, berguna untuk menilai kinerja sistem. Berdasarkan pengolahan data RAM Analysis menggunakan pemodelan Reliability Block Diagram, subsistem kritis memiliki nilai reliability sebesar 68,99% pada waktu 112 jam berdasarkan pada analytical approach. Ratarata nilai maintainability subsistem pada t=25 jam adalah 97,42%. Nilai Inherent Availability sebesar 98,14% dan nilai Operational Availability sebesar 96,24%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan world class maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target yang diberikan. Jika berdasarkan perhitungan metode OEE, nilai OEE mesin Caulking Line 6 sebesar 71,32%. Hasil tersebut masih di bawah standar yang ditetapkan oleh Japan Institute of Plant Maintenance, yaitu sebesar 85%. Dari six big losses diketahui bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin Caulking Line 6 adalah faktor reduce speed sebesar 40,9%. Kata kunci : OEE, RAM, Six Big Losses, Key Performance Indicator, Spark Plug, Reliability Block Diagram
Analisis Biaya Perawatan Dengan Metode Cost Of Unreliability (cour) Mesin Tower 4 Untuk Satu Sistem Pasca Perbaikan Di Pt. Xyz Rizki Suryo Wibowo; Endang Budiasih; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi surat kabar terbesar di Jawa Barat. Setiap harinya perusahaan mampu memproduksi hampir 100000 eksemplar setiap harinya. Untuk memenuhi pesanan koran setiap hari dengan tepat waktu. Salah satu cara untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability dari sistem produksi itu sendiri dan Cost of Unreliability untuk mengetahui seberapa besar biaya yang dihasilkan oleh masalah keandalan mesin. Data berupa Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure dan Mean Downtime berguna untuk menilai kinerja sistem yang bekerja. Kemudian akan didapatkan hasil dari Reliability Analysis dari sistem mesin yang diteliti dengan dilakukan permodelan untuk menentukan sistem kritis menggunakan Reliability Block Diagram pada Analytical Approach, pada waktu 78 jam, masingmasing sistem memiliki nilai Reliability 22%, 23% dan 40%. Rata-rata nilai Maintainability masing-masing sistem pada t = 9, t = 6 dan t = 1 adalah 98%, 96% dan 85%. Nilai Inherent Availability setiap sistem adalah 98,530%, 98,135% dan 99,592% dan nilai Operational Availability setiap sistem adalah 99,690%, 99,845 dan 100%. Berdasarkan pada evaluasi yang telah dilakukan dengan menggunakan World Class Maintenance Key Performance Indicator, indikator dari leading dan lagging availability sudah mencapai target indikator yang diberikan. Hasil perhitungan Cost of Unreliability didapatkan biaya dari setiap sistem yang disebabkan oleh ketidakhandalan adalah Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 dan Rp3.693.237.580 dan berdasarkan active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 dan Rp6.017.568.031 berdasarkan pada downtime. Kata kunci: Reliability, Availability, Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram. Abstract PT.XYZ is one of the largest newspaper producing companies in West Java. Every day the company is able to produce nearly 100,000 copies every day. To fulfill daily newspaper orders on time. One way to minimize the losses that might have to be borne by the company is to increase the reliability of the production system itself and the Cost of Unreliability to find out how much the costs generated by machine reliability problems. The data in the form of Mean Time to Repair, Mean Time to System Failure and Mean Downtime are useful to assess the performance of the system that works.Then the results of the Reliability Analysis of the engine system examined by modeling are performed to determine the critical system using the Analytical Approach Reliability Block Diagram, at 78 hours each system has a Reliability value of 22%, 23% and 40%. The average value of Maintainability of each system at t = 9, t = 6 and t = 1 is 98%, 96% and 85%. The Inherent Availability value of each system is 98,530%, 98,135% and 99.592% and the Operational Availability value of each system is 99,690%, 99,845 and 100%. Based on the evaluation that has been done by using the world class maintenance Key Performance Indicator, indicators from the leading and lagging availability have reached the given indicator target. The result of the Cost of Unreliability calculation shows that the cost of each system caused by unreliability is Rp5.045.527.928, Rp5.128.013.994 and Rp3.693.237.580 and based on active repair time Rp8.364.232.761, Rp10.404.655.551 and Rp6.017.568.031 based on downtime. Keywords: Reliability, Availability & Maintainability, Cost of Unreliability, World Class Key Performance Indicator, Reliability Block Diagram.
Co-Authors Addini, Haya Anuaryska Adi Riyanto Agung Firman Yusra Ahmad Suhaili Ahmad Suhaili Aji Pamoso Albertus Thio Kurnianto Aldila Candra Kusumaningrum Amalina, Yenny Nurul Aman Santoso Annisa Azmi Anugrah Ricky Wijaya Ariqa Radhwa Arvindha Ramaditya Ati, Laras Auliawati Auliawati, Auliawati Aviv, Muhammad Ayudita Oktafiani Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Baiq Asma Nufida Benny Satria Wahyudi Benny Satria Wahyudi Bina Wiraty Hasibuan Bonny Timutiasari, Bonny Brian Anggriawan Cahyono, Randi Wujud Dava Rizki Prayoga Dedek Sukarianingsih Dena Aprima Diputra Dhofar Shafarrizqullah Separman Dian Hayyu Rana Muna Dida Diah Damayanti Din Syamsuddin hasibuan Dio Taqiy Asyrof Donni Arisugewo Donny Verryrianto Sidabutar Dzakir, Daffa Mukhtar E. Effendy Effendy Effendy Erma Yulianingtyas Fadhilawardani, Ilma Fajar Asyiraq Tilammura Fakhrul Razi Frima Fariza Anizarini Fauziatul Fajaroh Fididio Agoeng Pamboedi Fitrachman, Naufal Aqiel Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Giofaldi, Derri Azhar Grahesa Adri Putra Hafiz Radyastuti Hamim Thohari Mahfudhillah Hario Ardi Nugroho Harits Dzulyaddain Harwinvania Fauzia I Wayan Dasna Ida Purwami Ihsan Mahdi Wiragunanto Ilma Ade Restantri Intan Adzani Yunus Intifadhah, Arianne Deapati Irawati , Mimien Henie Iriawati, Mimien Henie Irsyad, Farrel Asyrofil Jayawarsa, A.A. Ketut Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman Judi Alhilman, Judi Judy Alhilman Jusniar . Kensya Fadli Agustiant Putra Lalu Galeh Inggil Fatristya Latief Setiawan Luqman Arrezha Faiz Dirgantara Madya, Gelar Aditya Marina Yustiana Lubis Marzuq, Achmad Barik Mawadatur Rohmah Mawadur Rohmah Mentari Arie Dian Safitri Mimien H. I Al-Muhdhar Mimien Henie Irawati Mohammad Badar Mohammad Tajudin Mohammad Tajudin Muhammad Bangkit Hidayanto Muhammad Hamdan Muhammad Ilham Maulana Muhammad Ilham Z Muhammad Irfan Syahputra Hadiyat Muhammad Kamal Fikri Muhammad Rayhan Islamy Muhammad Rifki Fadil Muhammad Su’aidy Muntholib Murman Dwi Prasetio Murni Dwi Astuti Naufal Muhammad Iqbal Navi`a, Isna Jihan Noni Asmarisa Nopendri Nopendri Nopia, Popy Nur Hikmah Nurdinintya Athari Supratman Oktri Anggo Prayoga, Dava Rizki Prima Hutama Putra Abdi Purwami, Ida Putra Fajar Alam Putri Rahma Muliawati Putri Wahyuning Tyas Putty Aisya Rachmatul Baety Redi Ahmad Putra Nuranto Rena Amelia Revy Desfriansyah Riyadhi, Yovandi Rizal, Khoirul Rizki Suryo Wibowo Riztan Anggitya Sihombing Rofinda Gita Aini Rumengan, Riko Febrian RUSLY HIDAYAH S Susilowati Safi’isrofiyah Safi’isrofiyah Salsabilla, Annisa Maulidina Santy Agrasari Sari, Nilam Putri Siddiq, Abdullah Hasbi Silmi Nur Inayah Siti Khusnaini Puji Astuti Siti Marfuah, Siti Sri Rahayu SRI RAHAYU Srini M Iskandar Srini Murtinah Iskandar, Srini Murtinah Subandi Subandi Sueb Sueb, S Sugani, Sandika Lafaldi Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi Ibnu Suhadi, S Suharti Sumari Sumari Surjani Wonorahardjo Suryati Suryati Suryati Suryati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Sutari, Wiyono Sutrisno Sutrisno Syarif, Muhamad Iqbal Syavira Ramadianti Taryana, Galih Purnama Tatang Mulyana Terrin Eliska Triana Suryani Try Hartiningsih Umarella, Rafif Fadhlurrahman Wiyono Wiyono wiyono Wulan Ratia Ratulangi Yahmin Yahmin Yeyek Ihdal Umam Yuko Tsukada Yulisya Zuriatni Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran Yustiana, Marina Zul Arffan