Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah dengan Menggunakan Metode Problem Solving pada Siswa Kelas VII. 1 SMP Negeri 33 Makassar Amirullah Amirullah; Muh Rasyid Ridha; Patahuddin Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 8, No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v8i2.21123

Abstract

Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh pengajar, sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Disini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran berbasis masalah yang mampu menggali pola pikir siswa sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dalam mengikuti kegiatan belajar.Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar   sejarah   dengan menggunakan metode problem solving di SMP Negeri 33 Makassar? (b) Bagaimana peningkatan hasil belajar   Sejarah   yang terjadi pada siswa setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode problem solving?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan hasil belajar   Sejarah   setelah diterapkannya metode problem solving. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalh siswa kelas VII.1 SMP Negeri 33 Makassar. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (59,00), siklus II (81,42%), siklus III (85,40%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode Problem Solving dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar   Sejarah   Siswa SMP Negeri 33 Makassar, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran   Sejarah  .Kata Kunci:   Sejarah  , Metode Problem Solving  AbstractConventional methods such as abstractly describing materials, memorizing materials and lectures with one-way communication, are actively still dominated by teachers, whereas students usually focus only on vision and hearing. It is these learning conditions that result in students being less active and learning less effective. Here teachers are required to be good at creating a problem-based learning atmosphere that is able to explore the mindset of students so that students can be actively involved in participating in learning activities. The problems to be examined in this study are: (a) How to improve the results of   sejarah   learning by using problem solving method in SMP SMP Negeri 33 MakassarRegency? (b) How does the improvement of   sejarah   learning outcomes occur in students after learning is implemented by problem solving method?. The purpose of this study is: (a) Want to know the improvement of sejarah   learning results after the implementation of problem solving method. This study uses action research as many as three rounds. Setian round consists of four stages, namely: design, activities and observations, reflections, and reflections. The target of this study was a grade VII.1 student at SMP Negeri 33 Makassar. The data obtained in the form of formative test results, observation sheets of teaching and learning activities.From the results of the analysts obtained that students' learning outcomes improved from cycle I to cycle III, namely, cycle I (59.00), cycle II (81.42%), cycle III (85.40%). The conclusion of this study is that problem solving method can have a positive effect on the learning outcomes of   sejarah   Students of SMP Negeri 33 Makassar, and this learning method can be used as an alternative to  sejarah   learning.Keywords:   sejarah  , Problem Solving Method
Pappalimbang di Muara Sungai Tangka Tahun 1998-2016 Muazzinul Hair; Saleh Madjid; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10684

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai pappalimbang di Muara Sungai Tangka tahun 1998-2016 yang akan terurai dalam beberapa submateri yaitu latar belakang adanya Pappalimbang di Muara Sungai Tangka, perkembangan Pappalimbang di Muara Sungai Tangka, dan kehidupan sosial ekonomi Pappalimbang di Muara Sungai Tangka. Masalah yang dikaji dalam tulisan ini adalah pappalimbang di Muara Sungai Tangka yang ke Laggoppo Desa Massangkae yang digunakan  oleh masyarakat Laggoppo Desa Massangkae untuk ke Kabupaten Sinjai. Penelitian ini bersifat deskfiptif analisis dengan menggunakan metode historis. Melalui tahapan-tahapan, Heuristik dengan menemukan sumber-sumber yang berkaitan dengan penelitian, baik itu berupa buku, jurnal, dan mengunjungi lokasi penelitian dan melakukan wawancara yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Melalui kritik, baik itu kritik internal maupun kritik ekstern untuk didapatkan fakta sejarah mengenai pappalimbang di Muara Sungai Tangka. dari fakta tersebut kemudian diinterpretasikan secara kronologis dan kemudian di sajikan dalam suatu tulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pappalimbang di Muara Sungai Tangka tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat Desa Massangkae khususnya di Dusun Laggoppo I dan Laggoppo II, tempat tinggal mereka yang masih tertinggal sehingga mereka mencari tempat yang lebih maju untuk beraktivitas. Adapun perkembangan  pappalimbang dapat dilihat dari penggunaan transportasinya, dimana yang sebelumnya menggunakan sampang dengan tenaga manusia sekarang sudah menggunakan perahu motor. Sementara kehidupan Sosial-ekonomi pappalimbang selalu berinteaksi  dengan masyarakat dan tolong menolong antar pappalimbang, serta membantu penumpangnya. penghasilan mereka tidak menentu tergantung pada banyaknya penumpang yang mereka dapatkan.Kata Kunci: Pappalimbang, Sungai Tangka
KOMUNITAS NELAYAN LAGGOPPO DI KABUPATEN BONE (1972-2010) Amirullah amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 1, April 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.905 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v4i2.3855

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dinamika perkembangan komunitas nelayan Laggoppo Desa Massangkae Kec. Kajuara Kab. Bone tahun (1970-2010), bagaimana kondisi awal dan perkembangan serta dampak masuknya Modernisasi terhadap dinamika komunitas nelayan di Laggoppo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi awal kehidupan komunitas nelayan di Laggoppo menjelang masuknya Modernisasi. (2) Menjelaskan perkembangan komunitas nelayan di Laggoppo setelah masuknya modernisasi. Penelitian ini bersifat deskriptif historis dengan menggunakan metode sejarah yakni heuristik dengan cara mengumpulkan sumber sebanyak-banyaknya, kritik yakni bertujuan untuk pengujian terhadap sumber-sumber, interpretasi yaitu penentuan kedudukan yang berdasarkan pada penganalisian sumber-sumber kemudian selanjutnya penulisan dan pengungkapan sejarah secara tertulis yakni  historiografi .Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa penggunaan tehnologi modern dalam usaha penangkapan ikan di Laggoppo di mulai sejak tahun 1972 dan terus mengalami perkembangan sampai sekarang yang telah membawa perubahan terhadap kehidupan komunitas nelayan baik dari segi pola kegiatan, hubungan kerja serta sistem bagi hasil dan membawa dampak yang sangat positif terhadap kehidupan komunitas nelayan di Laggoppo Desa Massangkae dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan. Kesemuanya ini tidak terlepas dari kemajuan dan penerapan tehnologi modern, dalam rangka meningkatkan produksi nelayan, yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahtraan komunitas nelayan. Namun ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian yakni ketidak pekaan pemerintah dalam memberikan bantuan penyuluhan pada komunitas nelayan, baik dalam sistem pembagian hasil kerja dan kesadaran masyarakat nelayan akan arti penting pendidikan yang lebih tinggi bagi peningkatan kualitas pekerjaan sebagai nelayan.
KONSEP KEBUDAYAAN DAN PEMBANGUNAN INDONESIA DITENGAH PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 2 No. 1 Januari - Maret 2015
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.905 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v2i1.8421

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK) berjalan dengan cepat. Kondisi itu menciptakan pandangan awam bahwa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terpisah jauh dari kebudayaan, yang pada gilirannya diikuti suatu pandangan bahwa sikap manusia bergantung pada teknologi yang dibuat oleh manusia sendiri padahal dibalik kemajuan ilmu dan teknologi terdapat budaya yang perlu di perhatikan sebagai bentuk manifestasi nilai luhur budaya bangsa yang senantiasa hadir untuk kemajuan pembangunan bangsa Indonesia. Pembangunan Kebudayaan Indonesia memerlukan sosial kontrol dan adaptasi, untuk pembangunan mentalitas, sikap hidup dan cara berfikir sebagai perimbangan dari kemajuan yang dicapai ilmu dan teknologi, agar pembangunan nasional tidak menemui stagnasi bahkan memperbudak manusia karna mentalitas, sikap hidup dan cara berfikir merupakan bagian dari kebudayaan untuk di lestarikan sebagai warisan sejarah yang senantiasa menjadi pondasi awal demi pembangunan Indonesia mendatang. Karena itu pembangunan kebudayaan mempunyai arti penting ditengah-tengah kemajuan ilmu dan teknologi.Kata Kunci: Pembangunan Kebudayaan Indonesia, Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 
Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru di Kabupaten Bone, 1970-2018 Nirwana Nirwana; Amirullah Amirullah; Bahri Bahri
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 3, Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i3.12164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan latar belakang berdirinya Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru, perkembangan Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru, dan dampak keberadaan Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru bagi Alumni dan masyarakat dalam bidang agama, pendidikan, dan sosial budaya. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dengan menggunakan metode historis. Melalui tahapan-tahapan, Heuristik (pengumpulan data), kritik (verifikasi),  interpretasi (penafsiran) dan historiografi (tulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru dilatarbelakangi oleh KH. Junaid Sulaiman sebagai pendiri pesantren awalnya membuka pengajian kitab kuning yang berlokasi di masjid raya Watampone. Daya tampung masjid raya yang kecil dan minat masyarakat untuk belajar semakin meningkat kemudian menjadi alasan bagi KH. Junaid Sulaiman untuk membangun pusat pendidikan Islam yang lebih besar dan bisa lebih fokus membina generasi muda. Berkat komunikasi yang baik dengan bapak Bupati Kabupaten Bone Andi Muhammad Amir dan Dewan Perwakilan Rakyat maka diperolehlah lokasi yang strategis di JL. Biru dan dengan bantuan berbagai pihak, berdirilah pesantren tersebut yang awalnya diramaikan oleh santri pindahan dari masjid raya mereka kurang lebih 20 orang. Pesantren modern Al-Junaidiyah Biru mengalami perkembangan yang dapat terlihat dengan jelas seperti perkembangan sarana dan prasarana, tenaga pengajar, dan para santrinya yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah. Keberadaan Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru ditengah-tengah masyarakat Kabupaten Bone membawa dampak positif baik dalam bidang agama, pendidikan, dan sosial budaya. Dampak yang dirasakan secara langsung bagi masyarakat tentunya menambah pengetahuan baru tentang agama Islam dan mengetahui lebih dalam lagi tentang agama Islam. Keberadaan Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru juga dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana pendidikan bagi anak-anak mereka yang menginginkan anaknya mendalami ilmu keagamaan, dimana Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru sebagai salah satu sarana pendidikan yang menjadi pusat pengembangan ilmu keagamaan dan pendidikan keagamaan melalui sekolah berbasis formal dan nonformal.Kata kunci : Pesantren, Modern dan Biru AbstractThis study aims to reveal the background of the establishment of the Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru the development of the Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru, and the impact of the existence of Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru for alumni and the community in the fields of religion, education, and social culture. This research is a descriptive analysis using the historical method. Through the stages of heuristics (data collection), criticism (verification), interpretation (interpretation) and historiography (historical writing).Tempe and several relevant government parties. then (2) criticism, (3) interpretation and (4) historiography. The results showed that the background of the establishment of the Modern Al-Junaidiyah Biru Pesantren was motivated by KH. Junaid Sulaiman as the founder of the pesantren initially opened the study of the yellow book located in the Watampone great mosque. Small mosque capacity and interest the community to learn to improve has become an excuse for KH. Junaid Sulaiman to build a bigger Islamic education center and can be more focused on fostering the younger generation. Thanks to good communication with the Bupati regent Bone Andi Muhammad Amir and the house of representatives, a strategic location was obtained on JL. Biru and with the help of various parties, the pesantren stood which was initially enlivened by the transfer students from their grand mosque of approximately 20 people. Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru has experienced developments that can be seen clearly such as the development of facilities and infrastructure, teaching staff, and students, which are increasing every year. The existence of the Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru in the middle of the Bone district community has a positive impact both in the fields of religion, education, and social culture. The impact that is felt directly for the community certainly adds new knowledge about the religion of islamic and knows more about the religion of islamic. The existence of the Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru is also used by the surrounding community as a means of education for their children who want their children to study religious knowledge, where the Modern boarding school Al-Junaidiyah Biru as one of the educational facilities which is the center of the development of religious knowledge and religious education through schools formal and informal basis.Keywords: Boarding School, Modern, Biru
Radio Suara Bersatu Sinjai 2003-2018 Fatmawati M Fatmawati; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Radio Suara Bersatu Sinjai dengan menguraikan latar belakang berdirinya Radio Suara Bersatu Sinjai, Perkembangan, dan Peranannya bagi masyarakat dan pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radio Suara Bersatu Sinjai hadir untuk menjawab keluhan masyarakat Kabupaten Sinjai karena keterbatasan informasi yang diperoleh terlebih ketika Departemen Penerangan RI dihapuskan, dalam perjalanannya Radio Suara Bersatu Sinjai mengalami banyak perkembangan terutama dari aspek sarana dan prasarana seperti pembaharuan alat pemancar yang digunakan untuk memaksimalkan siaran yang dilakukan juga pada program acara yang selalu mengikuti kebutuhan masyarakatat. Kehadiran Radio Suara Bersatu Sinjai memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan pemerintah. Bagi masyarakat stasiun radio ini menjadi alat memperoleh informasi, penyampaian aspirasi dan juga sebagai sarana hiburan. Sedangkan bagi pemerintah, stasiun radio ini menjadi alat untuk menyampaikan atau memaksimalkan segala kebijakan yang dibuat. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, dalam tahapan ini sumber diperoleh dari hasil wawancara kepada pihak terkait kemudian diperkuat oleh arsip dan juga buku-buku yang diperoleh dari perpustakaan wilayah provinsi Sulawesi Selatan, Perpustakaan Jurusan Pendidikan Sejarah UNM, Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai.(2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. 
Penetrasi Nelayan Tradisional Panaikang 1955-1970 Haerianty Rezky Sani; Ahmadin Ahmadin; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 4, No. 3, Desember 2017
Publisher : Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.363 KB) | DOI: 10.26858/pattingalloang.v5i1.6705

Abstract

This paper discusses about the traditional fishermans penetration in the village of Panaikang subdistrict of Sinjai Timur the regency of  Sinjai (1955-1970). The result of research indicates that in 1955 the people began to looking for fish in the sea. They live in groups according to the area where they make a living. The traditional fisherman in the Panaikang village were referred to as the pa’panja because of the used of the payang (panja). Originally, traditional fishing grounds were not far from the shoreline. As it progresses to the operational terrority far enough to the Tanjung Pandang and Bangka. A single months journey with compass instructions, the position of the sun and the moon. A boat that used a Biruang boat, pagatang boat, and soppe’ bajo with oars and sails. Fishermen of 8-12 people on each boat. There are also components of a fishermans work and as well as the class of the fishermen, had payang (panja), and the sawi, who were founded on the basis of family activities. The fishing orientation is still subsisten. The economic conditions of the fishermen in the village of Panaikang were the prosperous, and this was felt by punggawa. This can be seen from the existence of a system of 50% for punggawa, the have panja and sawi gets a 25%. There were a traditional of survival by making sulo fesse when going to sea, it was a matter of catch. This study used the method historical research, namely: heuristic, criticism of the source, interpretation and historiography. Data collection methods are done by how a field research is made up of interviews (punggawa, sawi and the fishermens wife) and collect the source of the archives (Sinjai archives, documents from the village and fishing offices) and the literature related.
PKM Penguatan dan Peningkatan Kesadaran Hukum bagi Tiga Desa Mitra di Kabupaten Takalar Nurharsya Khaer Hanafie; Ririn N; Amirullah Amirullah; M. Ridwan Said
Humanis Vol. 21, No. 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v21i1.33331

Abstract

Hukum merupapakan tatanan Nilai yang mengatur kehidupan bermasyarakat sehingga bisa saling menghargai dan menjaga dari perbutaan yang dilarang berdasarkan undang-undang. Masyarakat pada umumnya memiliki pemahaman dasar oengenai kesadaran hukum dan nilai-nilai yang berlaku dimasyarakat. Namun beberapa masyarakat umum kurang memahami batasan-batasan terkait pemberlakuan hukum, Jenis Jenis tindak pidana yang umum terjadi dimasyarakat serta kategori-kategori Mengenai hukum yang berlaku dimasyarakat.. Berdasarkan hal tersebut, maka kami melakukan penyuluhan hukum, dengan tujuan Penguatan dan peningkatan kesadaran hukum di Kabupaten Takalar Khususnya di wilayah tiga Desa Mitra.. Penyuluhan Hukum ini dilaksanakan dengan tiga metode, yakni pemberian materi, diskusi, dan evaluasi dalam bentuk tanya jawab seputar materi hukum dan nilai nilai yang hidup dimasyarakat.Abstract. Law is an order of values that regulates social life so that they can respect each other and guard against blindness which is prohibited by law. Society in general has a basic understanding of legal awareness and values prevailing in society. However, some of the general public do not understand the limitations related to the application of the law, the types of criminal acts that commonly occur in the community and the categories regarding the law that applies in the community. Based on this, we plan to conduct legal counseling, with the aim of strengthening and increasing legal awareness in Takalar Regency, especially in the three Mitra Villages. This legal counseling was carried out with three methods, namely the provision of material, discussion, and evaluation in the form of questions and answers about legal material and values that live in the community
PKM Peran Komite Sekolah dalam Rangka Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan Dasar di Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone Muhammad Syukur; Supriadi Torro; Bahri Bahri; Amirullah Amirullah
Humanis Vol. 21, No. 1 Juni 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v21i1.34089

Abstract

Permasalahan mendasar yang dialami sekolah dalam penyusunan RKA/RKAS yang terintegrasi dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan dasar. Meskipun setiap sekolah memiliki  Rencana Anggaran Pendidikan dan Belanja Sekolah (RAPBS/RKAS), namun dalam kebijakannya belum terintegrasi dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pelatihan ini di laksanakan di Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan fokus Group Discussion (FGD). Oleh karena itu melalui kegiatan pelatihan ini maka diharapkan dapat memperkuat kapasitas komite sekolah untuk terlibat dalam membuat perencanaan, penganggaran serta pengelolaan layanan-layanan pendidikan, sesuai dengan standar pelayanan minimal pendidikan dasar. Hasil evaluasi tahap pertama menunjukkan rendahnya pemahaman para komite sekolah kurang memahami peran dan fungsi yang harus mereka jalankan dalam membantu sekolah untuk pemenuhan SPM. Setelah komite sekolah mendapatkan materi pelatihan dan dilakukan evaluasi nampak bahwa anggota komite sekolah sudah bisa memahami peran dan fungsi yang bisa mereka jalan dalam membantu sekolah dalam pemenuhan SPM.Abstract. The basic problems experienced by schools in the preparation of the RKA/RKAS that are integrated with the fulfillment of the Minimum Service Standards (SPM) for basic education. Even though each school has a School Education and Expenditure Budget Plan (RAPBS/RKAS), its policies have not been integrated into the fulfillment of Minimum Service Standards (SPM). This training was carried out in Sibulue, Bone District. The method used is lecture, discussion, question and answer, and focus group discussion (FGD). Therefore, through this training activity, it is hoped that it will strengthen the capacity of school committees to be involved in planning, budgeting and managing education services, in accordance with the minimum service standards of basic education. The results of the first stage of the evaluation showed that the school committees lacked understanding of the roles and functions they had to carry out in helping schools to fulfill SPM
Perjuangan Hasan Al-Banna Mengembalikan Kejayaan Khilafah (1924-1949) Wahyu Wardana; Najamuddin Najamuddin; Amirullah Amirullah; Patahuddin Patahuddin
PATTINGALLOANG Vol. 9, No 2, Agustus 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i2.25165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang perjuangan Hasan Al-Banna, bentuk perjuangan Hasan Al-Bannna mengembalikan kejayaan khilafah hingga dampak dari perjuangan Hasan Al-Banna mengembalikan kejayaan Khilafah. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian pustaka melalui buku-buku atau literatur terkait dengan obyek yang diteliti atau dokumen pendukung seperti jurnal dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasan Al-Banna adalah tokoh Islam kontemporer yang mempunyai visi besar terhadap umat Islam khususnya di Mesir. Dimana, saat runtuhnya Khilafah Turki Usmani tanggal 3 Maret 1924 yang menyebabkan munculnya persoalan kaum  muslimin mulai dari kolonialisme, konflik di Negara Dunia Ketiga, persoalan ekonomi, politik dan sosial budaya. Dalam kondisi Mesir inilah Hasan Al-Banna memulai pembaharuannya, melalui dakwah-dakwah yang dilakukakannya bersama organisasi yang didirikannya yaitu Ikhwanul Muslimin, organisasi yang didirikan sebagai wadah perjuangan Hasan al-Banna bersama sahabat-sahabatnya dalam melancarkan risalah dakwah. Dampak dari adanya kegigihan dan perjuangannya yang kemudian membuat organisasi ini menjelma sebagai kekuatan politik yang dikagumi di Mesir dan dunia Arab. Akhir dari penelitian, disimpulan bahwa Hasan Al-Banna melalui organisasi dakwah yang didirikannya dengan segala kegigihannya telah berjuang untuk menegakkan agama Islam. Hasan Al-Banna menghabiskan hidupnya hanya untuk berdakwah untuk memperjuangkan syariat Islam agar dapat Jaya kembali.Kata Kunci : Perjuangan, Hasan Al-Banna, Ikhwanul MusliminAbtract This study aims to determine the background of Hasan Al-Banna's struggle, the form of Hasan Al-Bannna's struggle to restore the glory of the Caliphate to the impact of Hasan Al-Banna's struggle to restore the glory of the Caliphate. This research is descriptive analytic using historical research methods, namely heuristics, source criticism, interpretation and historiography. The method of data collection is done by conducting library research through books or literature related to the object under study or supporting documents such as journals and articles. The results show that Hasan Al-Banna is a contemporary Islamic figure who has a great vision for Muslims, especially in Egypt. Where, when the collapse of the Ottoman Caliphate on March 3, 1924 which led to the emergence of problems for Muslims ranging from colonialism, conflicts in Third World Countries, economic, political and socio-cultural issues. It was in this Egyptian condition that Hasan Al-Banna began his renewal, through the da'wah he carried out with the organization he founded, namely the Muslim Brotherhood, an organization founded as a forum for Hasan al-Banna's struggle with his friends in launching a message of da'wah. It was the impact of his persistence and struggle that later made this organization transformed into a political force admired in Egypt and the Arab world. At the end of the study, it was concluded that Hasan Al-Banna through the da'wah organization he founded with all his tenacity had struggled to uphold the religion of Islam. Hasan Al-Banna spent his life just preaching to fight for Islamic law in order to get Jaya back.Keywords: Struggle, Hasan Al-Banna, Ikhwanul Muslimim
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu Abdul Wahid Afdinal, Muhammad Noor Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Amin, Fatimah Hidayahni Amiruddin Amiruddin Andi Aco Agus Aprilian, Nur Alam Asfah, Indrawaty Asmaul Husnah Amiruddin Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Astuti Astuti Azrianti Azrianti Babra Kamal Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bakhtiar Bakhtiar Bosra, Mustari Bustan Bustan Bustan Bustan Dalilul Falihin Darman Manda Darman Manda Manda Dewi Liesnoor Setyowati Fachry Abda El Rahman Fadli Fadil Fadliah Mubakkira Fatimah Hidayahni Amin Fatimah Hidayahni Amin Fatmawati M Fatmawati Fitra Widya Wati Fitrah Widyahwati Haerianty Rezky Sani Halim, Didin Hanafie, Nurharsya Khaer Hanafie, Nurharsyah Khaer Hariyati Arifin Hasni Hasni Herman H Herman H, Herman Ibrahim Arifin Ilham Samudra Sanur Ishak, Muh. Ishaq Ishaq Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaedy Junaedy Kabubu, Rusmala Dewi Kamaruddin, Syamsu A. Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaerunisa Khaerunisa, Khaerunisa M. Ridwan Said M. Yunasri Ridhoh Madjid, Muh Saleh Madjid, Saleh Malihu, La MARIA BINTANG Mario Mario Mario Mario Mega Fatimah Rosana Muazzinul Hair Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh. Said Ramadhan Muh. Summung Awar Muhammad Aksha Wahda Muhammad Ikbal Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Takwa Muhammad Zulfadli Muis, Nurhasni Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nengsi Nengsi Nirwana Nirwana Nisa, Fadhilah Ainun Nugra - Widarni Nurhaedah Nurhaedah Nurharsya Khaer Hanafie Nurhasni Muis Nurhasya Khaer Hanafi Nurlinda Nurlinda Nurul Dwiayu S Padli, Feri Palayukan, Kurniati Mana' Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuuddin Qaidah, Nur Rahmat Azhari Haeruddin Randiawan Randiawan Reski ayu Lestari Rifal, Rifal Riri Amandaria Ririn N RISKA WAHYUNI SAHABUDDIN SAHABUDDIN Saifuddin Saifuddin Saifuddin Sakmawati Sakmawati Saleh Madjid Salma Salma Sanur, Ilham Samudra Sari, Suci Indah Seny Luhriyani Sunusi Siti Nurjannah Ashari Sri Indarwati Mansur Subair, Ahmad Sumardin, Oschar Supriadi Torro Tengku Riza Zarzani N Torro, Supriadi Ugo Chuks Okolie Ulul Azmi Mustari Usman, Alwi Usra Wahyu Wardana Yulia, Irma Denada