Claim Missing Document
Check
Articles

Modernisasi Pertanian Padi Pulu Mandoti di Desa Pepandungan Salukanan Kabupaten Eanrekang 2012-2021 Nurul Dwiayu S; Asmunandar Asmunandar; Amirullah Amirullah
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses peralihan sistem pertanian padi Pulu Mandoti dari tradisional ke modern di Desa Pepandungan, Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya modernisasi pertanian padi Pulu Mandoti, dan Dampak perubahan proses pembudidayaan padi Pulu Mandoti. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Proses Pertanian Padi Pulu Mandoti sudah ada sejak tahun 1945. Penduduk disana melaksanakan aktivitas-aktivitas dengan gotong royong dengan sistem diupah. faktor yang mempengaruhi modernisasi yaitu perubahan pola pikir dan pola hidup masyarakat dengan adanya inovasi teknologi penggunaan mesin-mesin pertanian yang tentunya memajukan kesejahteraan masyarakat disana khususnya para petani. Modernisasi membawa dampak positif dan negatif pada pertanian, pada dampak positif petani pekerjaannya lebih mudah dan mengifisienkan waktu dengan menggunakan teknologi-teknologi modern. Sedangkan pada dampak negatif yang dihasilkan seperti mengurangnya rasa gotong royong yang telah mengakar pada kehidupan masyarakat disana.  Modernisasi Pertanian masyarakat dapat merubah pola hidup  masyarakat di Desa Pepandungan dengan lebih modern sekaligus mengalami peningkatan kesejahteran hidup petani Padi Pulu Mandoti.
Pedagang Kaki Lima di Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak Kabupaten Maros, 2011-2020 Fadliah Mubakkira; Amirullah Amirullah; Bahri Bahri
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang munculnya pedagang kaki lima di Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak Kabupaten Maros, aktivitas perdagangan serta kehidupan ekonomi pedagang kaki lima di Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak Kabupaten Maros 2011-2020, serta dampak sosial, dampak ekonomi dan dampak lingkungan dan keamanan terhadap keberadaan pedagang kaki lima di Kawasan tersebut. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan metode sejarah  yang terdiri atas empat tahapan yaitu: heuristik (pengumpulan data/sumber), kritik sumber, interpretasi atau penafsiran sumber, dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pedagang kaki lima di Kabupaten Maros sudah ada sejak dulu yang banyak berjualan dipinggir jalan dan hal ini kadang kala menyebabkan kemacetan pada arus lalu lintas. Sehingga pada tahun 2011 pemerintah daerah menemukan ide untuk merelokasi pedagang kaki lima masuk ke Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak yang pada tahun 2020 berjumlah 101 pedagang kaki lima dengan alasan tata ruang kota Maros agar lebih tertib, indah dan asri. Selain itu, pendapatan yang didapatkan oleh pedagang kaki lima selama berjualan disini cukup meningkat meskipun pada masa covid-19 menurun karena tempat ini sempat ditutup. Adapun dampak yang ditimbulkan terhadap keberadaan pedagang kaki lima di Kawasan Kuliner Pantai Tak Berombak yaitu dampak sosial yang cukup kuat interaksinya sesama pedagang, serta masyarakat. Dampak ekonomi tentunya memiliki dampak bagi pedagang kaki lima itu sendiri, dimana dengan berjualan di Kawasan Kuliner PTB pendapatan yang diperoleh cukup meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sedangkan dampak bagi perekonomian maros yaitu dengan mengurangi pengangguran serta adanya PTB dapat memudahkan masyarakat untuk menjangkau kawasan tersebut.
Dinamika Perkembangan Politeknik Pangkep Sulawesi Selatan 1987-2020 Muhammad Takwa; Jumadi Sahabuddin; Amirullah Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.23344

Abstract

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang didirikannya Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (PPNP) karena dua faktor yaitu adanya instruksi atau keputusan Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud menunjuk Unhas untuk membentuk Politeknik Pertanian dan medan Kab. Pangkep yang cocok dengan bidang keilmuan yang dikaji oleh Politeknik Pertanian. Sehingga PPNP berdiri pada tahun 1987 dengan nama Politeknik Pertanian Universitas Hasanuddin. Perubahan yang terjadi yaitu pada tahun 1990 perguruan tinggi  ini berdiri sendiri dengan nama “Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan”. Perubahan sehingga berdiri sendiri karena adanya instruksi lanjutan terkait Politeknik di seluruh Indonesia tidak lagi berada di bawah naungan Universitas melainkan perguruan yang berdiri sendiri. Dampak yang ditimbulkan dari kehadiran PPNP ini menyasar dalam berbagai bidang selain pendidikan juga berdampak dalam bidang sosial dan ekonomi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu latar belakang didirikannya Politeknik Pertanian di Kab. Pangkep yaitu karena instruksi Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikbud serta kecocokan medan antara objek kajian dengan Kab. Pangkep, perubahan Politeknik Pertanian Pangkep dari bagian Unhas menjadi perguruan tinggi yang berdiri sendiri pada tahun 1990 terakhir dampak yang ditimbulkan dari PPNP ini yaitu dampak dibidang pendidikan, ekonomi dan social AbstractThe results of this study indicate that the background to the establishment of the Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic (PPNP) was due to two factors, namely an instruction or decision by the Central Government through the Ministry of Education and Culture to appoint Unhas to form the Agricultural Polytechnic and Medan Kab. Pangkep that matches the scientific field studied by the Agricultural Polytechnic. So PPNP was established in 1987 under the name Hasanuddin University Agricultural Polytechnic. The change that occurred was that in 1990 this college stood alone under the name "Pangkajene Islands State Agricultural Polytechnic". Changes so that it stands alone because there is further instruction related to Polytechnics throughout Indonesia are no longer under the auspices of the University but rather stand-alone colleges. The impact arising from the presence of PPNP is targeted in various fields besides education, it also has an impact in the social and economic fields. The conclusion of this study is the background to the establishment of the Agricultural Polytechnic in Kab. Pangkep is due to instructions from the Central Government, in this case the Ministry of Education and Culture and the suitability of the terrain between the object of study and Kab. Pangkep, the change of the Pangkep Agricultural Polytechnic from the Unhas division to an independent tertiary institution in 1990, the last impact arising from this PPNP was the impact in the fields of education, economy and social.Keywords: Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Change dan Devolopment, Impact
Dinamika Pembelajaran Sejarah di Masa Pandemi COVID-19 Pada SMAN 1 Makassar tahun 2020-2021 Amirullah Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol. 10, No. 1, April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v10i1.23343

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (quality research) yang bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru, metode pembelajaran sejarah, dan dampak pembelajaran sejarah secara online pada SMAN 1 Makassar masa pandemi Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021. Subjek dalam penelitian ini antara lain 2 orang guru sejarah dan 6 orang peserta didik pada SMAN 1 Makassar, dimana pada tahun ajaran 2020/2021, serta 2 orang tua peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyusunan satuan dan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Semua aspek kesiapan guru telah dilaksanakan selama pembelajaran online. Beberapa persiapan yang berbeda dengan pembelajaran offline antara lain pengorganisasian materi oleh guru sejarah yang lebih sederhana, pengalokasian waktu pembelajaran yang lebih singkat dari 2-3 kali 45 menit menjadi hanya 30-45 menit dalam satu kali pertemuan, dan teknik penilaian kepada peserta didik yang dirasa lebih sulit karena tidak dapat memantau keseharian peserta didik secara langsung, 2) Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran sejarah secara online antara lain model pembelajaran ekspositori, saintifik, dan kooperatif  dengan metode ceramah dan diskusi. Media atau alat peraga pembelajaran seperti buku, peta, globe, dan lainnya telah berubah dengan memanfaatkan media yang dapat dijangkau secara online antara lain buku elektronik, powerpoint, bahan ajar di internet dan memanfaatkan video pembelajaran pada youtube. (3) Pembelajaran sejarah secara online memiliki dampak positif pada kemudahan pengerjaan dan pengumpulan tugas bagi peserta didik, dan berdampak negatif pada rasa jenuh dan sulit menerima atau memahami materi yang dianggap padat dan membutuhkan penjelasan berulang. Terlebih, peserta didik tidak dapat serta merta bertanya apabila tidak mengerti. Bagi guru, pembelajaran sejarah secara online memiliki dampak positif pada metode mengajar yang dirasakan lebih fleksibel dan dapat menjalankan aktivitas lain sembari mengajar. Adapun dampak negatifnya adalah sulitnya guru sejarah untuk memantau dan menilai peserta didiknya. Disisi lain, dampak pembelajaran sejarah secara online bagi orang tua peserta didik yakni dapat lebih dekat dengan keluarga, walaupun sulit mengontrol dan mengatur kedisiplinan anak di rumah.Kata Kunci : Pembelajaran Sejarah, Pandemi Covid-19, Kota Makassar. AbtractThis research is a qualitative research (quality research) which aims to determine teacher readiness, history learning methods, and the impact of online history learning at SMA 1 Makassar during the Covid-19 pandemic for the 2020/2021 Academic Year. The subjects in this study included 2 history teachers and 6 students at SMAN 1 Makassar, which is in the 2020/2021 school year, as well as 2 parents of students. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, unit arrangement and categorization. The results of the study show that: (1) All aspects of teacher readiness have been carried out during online learning. Several preparations are different from offline learning, including organizing material by a history teacher which is simpler, allocating shorter learning time from 2-3 times 45 minutes to only 30-45 minutes in one meeting, and assessment techniques to students who feel more difficult because they cannot monitor students' daily lives directly, 2) The learning models used in online history learning include expository, scientific, and cooperative learning models with lecture and discussion methods. Learning media or aids such as books, maps, globes, and others have changed by utilizing media that can be accessed online, including electronic books, PowerPoint, teaching materials on the internet and utilizing learning videos on YouTube. (3) Online history learning has a positive impact on the ease of workmanship and collection of assignments for students, and a negative impact on feelings of boredom and difficulty accepting or understanding material that is considered solid and requires repeated explanations. Moreover, students cannot immediately ask if they do not understand. For teachers, online history learning has a positive impact on teaching methods that are felt to be more flexible and able to carry out other activities while teaching. The negative impact is that it is difficult for history teachers to monitor and assess their students. On the other hand, the impact of online history learning for parents of students is that they can be closer to their families, even though it is difficult to control and regulate children's discipline at home.Keywords : History Learning, Covid-19 Pandemic, Makassar City.
Pelatihan Penguasaan Kompetensi Dasar tentang Keterkaitan Antara Konsep Berpikir Diakronik dan Sinkronik Bagi Guru Sejarah SMA Se-Kabupaten Polewali Mandar Muh. Rasyid Ridha; Jumadi Sahabuddin; Supriadi Torro; Bustan Bustan; Amirullah Amirullah
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.46102

Abstract

. Kegiatan pelatihan ini bersifat kegiatan pendahuluan. Artinya peserta lebih dahulu diberikan pemahaman materi terus dilanjutkan dengan tanya jawab disertai dengan kegiatan diskusi mengenai kompetensi dasar yang akan di ajarkan kepada peserta didik. Setelah kegiatan ini berakhir diperoleh hasil berupa 20 orang guru SMA di-Kabupaten Polewali Mandar mengikuti pelaksanaan kegiatan peningkatan penguasaan kompetensi professional khususnya pada kompetensi dasar menganalisis dampak politik, budaya, sosial, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa (Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris) dalam kehidupan bangsa Indonesia. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatan penguasaan kompetensi dasar menganalisis Konsep berpikir diakronik dan sinkronik bagi guru mata pelajaran Sejarah SMA se-Kabupaten Polmas, diharapkan kepada pihak AGSI (Asosiasi Guru Sejarah Indonesia) dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat untuk tingkat SMA sederajat untuk lebih memperhatikan mengenai penguasaan kompetensi bagi para guru khususnya kompetensi profesional maupun kompetensi lainnya.Abstract. This training activity is an introductory activity. This means that participants are first given an understanding of the material, followed by questions and answers accompanied by discussion activities regarding the basic competencies that will be taught to students. After this activity ended, the results were obtained in the form of 20 high school teachers in Polewali Mandar Regency participating in the implementation of activities to increase mastery of professional competence, especially in basic competencies to analyze political, cultural, social and educational impacts during the European colonial period (Portuguese, Spanish, Dutch, English ) in the life of the Indonesian nation. It is hoped that this training will improve the mastery of basic competencies in analyzing the concept of diachronic and synchronic thinking for History teachers at SMAs throughout Polmas District. Thus, it is hoped that the AGSI (Association of Indonesian History Teachers) and the South Sulawesi Province Education and Culture Office for high school and equivalent levels will pay more attention to the mastery of competencies for teachers, especially professional competencies and other competencies
Pelatihan Pendidikan dan Pembentukkan Karakter Anak Sekolah Dasar, No.202 Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto Herman H; Amirullah Amirullah; Nurhasya Khaer Hanafi; Nengsi Nengsi
Humanis Vol. 22, No. 1 Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i1.47434

Abstract

Pendidikan Karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada anak sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, dan tindakan untuk melaksanakan nilai- nilai tersebut. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak menjadi manusia, dan warga negara yang baik. Permasalahan sekarang pada masa pandemic covid-19 anak-anak SD lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan bermain sepanjang hari sehingga pendidikan karakter yang di dapatkan tidak terpenuhi dengan baik. Solusi yang ditawarkan melakukan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada anak sekolah dasar untuk membangun karakter anak menjadi lebih baik dengan cara memberikan penjelasan tentang keagamaan, tanggungjawab, disiplin, kejujuran, dan kreativitas. Kegiatan pendidikan karakter anak ini lebih berfokus di SD No.202 Ka’ne Desa Sapanang. Setelah melakukan observasi lapangan, mahasiswa KKN merumuskan beberapa program kerja salah satunya yaitu, pendidikan dan pembentukan karakter anak sekolah dasar di salah satu sekolah dasar yaitu SD No.202 Ka’nea Desa sapanang,. Pendidikan dan pembentukan karakter anak ini sebagai cara untuk memperbaiki karakter anak dan membentuk kembali karakter anak di tengah kondisi Pandemic Covid-19. Hasil dari kegiatan Pendidikan dan Pembentukan Anak Sekolah Dasar oleh mahasiswa KKN Reguler dan PPL-Terpadu Universitas Negeri Makassar ini membuat sebagian besar anak-anak antusias untuk kembali ke sekolah dan menunjukkan karakter dalam hal kedisiplinan, akhak serta sopan santun. Abstract. . Character education is a system of instilling character values in school children which includes components of knowledge, awareness and action to implement these values. The goal is to shape the child's personality to become a human being and a good citizen. The problem now is during the Covid-19 pandemic, elementary school children spend more time at home and play all day long so that the character education they get is not properly fulfilled. The solution offered is socialization and direct assistance to elementary school children to build better children's character by providing explanations about religion, responsibility, discipline, honesty, and creativity. This character education activity for children is more focused on SD No.202 Ka'ne Sapanang Village. After conducting field observations, KKN students formulated several work programs, one of which was education and character building for elementary school children in one of the elementary schools, namely SD No.202 Ka'nea, Sapanang Village. Education and character building for children is a way to improve children's character and reshape children's character amidst the conditions of the Covid-19 Pandemic. The results of the Education and Formation of Elementary School Children by students of the Regular and PPL-Integrated Community Service at Makassar State University have made most of the children enthusiastic about returning to school and showing character in terms of discipline, character and courtesy
PKM Kelompok Ibu-Ibu Nelayan Mengolah Ikan Jadi Bakso dan Abon di Lappa Kabupaten Sinjai Amirullah Amirullah; Jumadi Jumadi; Muh Rasyid Ridha; Fitrah Widyawati; Dalilul Falihin
Panrita Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 June 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56680/pijpm.v3i1.63034

Abstract

This service problem is carried out on a group of traditional fisherwomen in Lappa, Sinjai Regency. do not have skills in processing marine natural resources, the level of education level of traditional fisherwomen education level in Lappa, Sinjai Regency is very low.The solution offered is training conducted to women's groups related to with processed products which include; processing processing of sea fish into shredded meat, naget, meatballs, and other types of processed products such as making decorations with shellfish as the basic ingredients of natural potential in the region, as well as entrepreneurship training for mothers, especially in terms of entrepreneurship management. lauaran achieved by the ability of the target group to increase 90% related to the management of small businesses. ability of the target group increased by 90% related to the production of fish processing into shredded fish, naget, meatballs, and making ornaments from sea shells. Managerial skills of mothers of of traditional fishermen increased by 85%. 
Pelatihan Peningkatan Keterampilan Berbahasa Inggris Melalui Kegiatan Pertemuan Bahasa Inggris Amin, Fatimah Hidayahni; Luhriyani, Seny; Asfah, Indrawaty; Hanafie, Nurharsyah Khaer; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol 23, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v23i1.62554

Abstract

Abstrak. This training aims to equip and train practical, active and interactive English language skills through English meetings for students at UPT SPF SMPN 40 Makassar, especially those who have an interest and desire to improve their English language skills. The activities carried out in this training were English Meeting and English Fun Day. The methods used are socialization, discussion, consultation, briefing, and group games. This training lasted for approximately four months. The results of this training show that students feel more interested in learning English which is packaged in English meetings with active, interactive, educational, and fun activities, and the material is appropriate to their daily lives. Through these two activities, students can explore and hone their English language skills, especially listening and speaking skills, and can add a lot of knowledge related to the material discussed Abstract. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali dan melatih kemampuan berbahasa Inggris secara praktis, aktif dan interaktif melalui pertemuan bahasa Inggris bagi siswa di UPT SPF SMPN 40 Makassar, khususnya yang mempunyai minat dan keinginan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pelatihan ini adalah English Meeting dan English Fun Day. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, diskusi, konsultasi, pembekalan, dan permainan kelompok. Pelatihan ini berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa siswa merasa lebih tertarik untuk belajar bahasa Inggris yang dikemas dalam pertemuan bahasa Inggris dengan kegiatan yang aktif, interaktif, mendidik, menyenangkan, dan materinya sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kedua kegiatan tersebut, siswa dapat mengeksplorasi dan mengasah kemampuan berbahasa Inggris khususnya kemampuan mendengar dan berbicara, serta dapat menambah banyak pengetahuan terkait materi yang dibahas.
PKM Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor II Tahun 2022 tentang Keolahragaan di KONI Kabupaten Pinrang Herman, Herman; Sahabuddin, Sahabuddin; Ishak, Muh.; Amirullah, Amirullah; Halim, Didin
Humanis Vol. 22, No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i2.54506

Abstract

Mitra Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah KONI Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan Masalahnya adalah: Para pelaku olahraga Kabupaten Pinrang belum memahami secara komprehensip arah kebijakan tentang Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan. Adapun Sasaran Internal dan eksternal pada pengabdian ini adalah Pengurus KONI Kabupaten Pinrang dan para pelaku olahraga seperti pengurus cabang olahraga, stakeholder olahraga serta tokoh Masyarakat, tokoh pemuda yang terlibat dalam kepengurusan KONI Kabupaten pinrang harus mengambil peran yang strategis dalam mewujudkan tujuan dari Undang Undang keolahragaan. Metode yang digunakan adalah: ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah (1) mitra memiliki pengetahuan tentang UU RI No. II Tahun 2022, (2) Mitra memiliki pengetahuan terkait dengan Kebijakan olahraga prestasi 3). Mitra memiliki kemampuan meningkatkan manajemen tata Kelola olahraga Prestasi, olahraga Pendidikan. Olahraga Masyarakat  (3) Mitra memiliki pengetahuan dalam menentukan skala prioritas madya dan skala prioritas utama pada cabang olahraga prestasi (4) Mitra dapat membina cabang olahraga berdasarkan potensi sumber daya yang dimiliki (5) Mitra dapat mendorongan aktivitas berolahraga di semua tingkatan Abstract. The partner of this Community Partnership Program (PKM) is KONI, Pinrang Regency, South Sulawesi Province, The problem is: Pinrang Regency sports players have not understood comprehensively the policy direction regarding Law of the Republic of Indonesia Number Il Year 2022 concerning Sports. Internal and external targets are the Pinrang Regency KONI Management and sports players such as sports branch administrators and stakeholders as well as community leaders, youth leaders involved in the management of Pinrang Regency KONI must take a strategic role in realizing the objectives of this Law. The methods used are: socialization, discussion, and question and answer. The results achieved are (1) partners have knowledge of RI Law No. II of 2022, (2) partners have knowledge related to sports achievement policies 3). Partners have the ability to improve sports governance management Achievement, sports Education. Community Sports (3) Partners have knowledge in determining intermediate priority scales and top priority scales in achievement sports (4) Partners can foster sports based on the potential of their resources (5) Partners can encourage sports activities at all levels.
Single Parents School : Sekolah Perempuan Untuk Pemberdayaan Single Parents Di Desa Belapunranga Kabupaten Gowa Subair, Ahmad; Sahabuddin, Jumadi; Ridha, Muh. Rasyid; Patahuddin, Patahuddin; Amirullah, Amirullah
Humanis Vol. 22, No. 2 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v22i2.54169

Abstract

Abstrak. Desa Belapunranga terletak di Kec. Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Berdasarkan observasi awal ditemukan 70 perempuan Desa Belanpunranga yang berstatus single parent . Para orang tua tunggal ini berusia belasan sampai puluhan tahun dan berpendidikan rendah. Sama dengan perempuan lainnya, penyebab para perempuan ini menjadi single parent adalah usia belum matang, emosi belum stabil, ekonomi, tidak ingin dimadu bahkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Setiap single parent di Belapunranga membesarkan 3 sampai 6 orang anak. Secara ekonomi, para orang tua tunggal hanya mengandalkan tenaga mereka dengan menjadi buruh, baik buruh tani, kebun maupun buruh harian bersifat domestik, besaran penghasilannya berkisar Rp.25.000,00–Rp.50.000,00 perhari, dengan upah tersebutlah mereka menafkahi anak-anaknya.Menyikapi permasalahan tersebut, kami menghadirkan solusi dengan mempertimbangkan berbagai potensi yang ada sebagai solusi dan usaha menuntaskan berbagai permasalahan yang ada di Desa Belapunranga. solusi yang kami tawarkan yaitu Single Parents School : Sekolah Perempuan Untuk Pemberdayaan Single Parents Di Desa Belapunranga, menghadirkan Sekolah Perempuan untuk meningkatkan pendapatan perekonomian para single parent . Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan Pengabdian ini, yaitu: 1) untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan Single Parent, 2) membentuk komunitas perempuan yang menghimpun para alumni Sekolah Perempuan yang memiliki rencana kerja produktif, 3) sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pengembangan diri dari peserta Sekolah Perempuan, 4) meminimalisir segala bentuk tindakan bullying terhadap anak-anak yang memiliki latar belakang keluarga Broken Home, 5) mengubah pola pikir masyarakat secara umum dan para Single Parent secara khusus terkait kesetaraan gender guna membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi para Single Parent, 6) memberikan pemahaman kepada Single Parent tentang pentingnya pendidikan keluarga bagi para anak, utamanya yang berlatar belakang keluarga Broken Home , agar pendidikan lebih intensif kepada anak karena Single Parent berperan ganda sebagai seorang Ibu dan Ayah.
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu Abdul Wahid Afdinal, Muhammad Noor Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Amin, Fatimah Hidayahni Amiruddin Amiruddin Andi Aco Agus Aprilian, Nur Alam Asfah, Indrawaty Asmaul Husnah Amiruddin Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Astuti Astuti Azrianti Azrianti Babra Kamal Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bakhtiar Bakhtiar Bosra, Mustari Bustan Bustan Bustan Bustan Dalilul Falihin Darman Manda Darman Manda Manda Dewi Liesnoor Setyowati Fachry Abda El Rahman Fadli Fadil Fadliah Mubakkira Fatimah Hidayahni Amin Fatimah Hidayahni Amin Fatmawati M Fatmawati Fitra Widya Wati Fitrah Widyahwati Haerianty Rezky Sani Halim, Didin Hanafie, Nurharsya Khaer Hanafie, Nurharsyah Khaer Hariyati Arifin Hasni Hasni Herman H Herman H, Herman Ibrahim Arifin Ilham Samudra Sanur Ishak, Muh. Ishaq Ishaq Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaedy Junaedy Kabubu, Rusmala Dewi Kamaruddin, Syamsu A. Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaerunisa Khaerunisa, Khaerunisa M. Ridwan Said M. Yunasri Ridhoh Madjid, Muh Saleh Madjid, Saleh Malihu, La MARIA BINTANG Mario Mario Mario Mario Mega Fatimah Rosana Muazzinul Hair Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh. Said Ramadhan Muh. Summung Awar Muhammad Aksha Wahda Muhammad Ikbal Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Takwa Muhammad Zulfadli Muis, Nurhasni Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nengsi Nengsi Nirwana Nirwana Nisa, Fadhilah Ainun Nugra - Widarni Nurhaedah Nurhaedah Nurharsya Khaer Hanafie Nurhasni Muis Nurhasya Khaer Hanafi Nurlinda Nurlinda Nurul Dwiayu S Padli, Feri Palayukan, Kurniati Mana' Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin patahuddin Patahuddin Patahuuddin Qaidah, Nur Rahmat Azhari Haeruddin Randiawan Randiawan Reski ayu Lestari Rifal, Rifal Riri Amandaria Ririn N RISKA WAHYUNI SAHABUDDIN SAHABUDDIN Saifuddin Saifuddin Saifuddin Sakmawati Sakmawati Saleh Madjid Salma Salma Sanur, Ilham Samudra Sari, Suci Indah Seny Luhriyani Sunusi Siti Nurjannah Ashari Sri Indarwati Mansur Subair, Ahmad Sumardin, Oschar Supriadi Torro Tengku Riza Zarzani N Torro, Supriadi Ugo Chuks Okolie Ulul Azmi Mustari Usman, Alwi Usra Wahyu Wardana Yulia, Irma Denada