Claim Missing Document
Check
Articles

Hukum Adat Pemali Appa' Handanna Masyarakat Buntu Malangka' : 1815 - 1921 Nugra - Widarni; Asmunandar Asmunandar; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 9, No 2, Agustus 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v9i2.24847

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses munculnya hukum adat pemali appa’ handanna, dinamika perkembangan pemali appa’ handanna, serta peranan  pemali appa’ handanna terhadap kehidupan masyarakat di Buntu Malangka’. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemali appa’ handanna merupakan suatu adat yang di bawah oleh Pongkapadang dari  Ulu Sa’dang pada abad ke-15. Latar belakang munculnya pemali appa’ handanna di Buntu Malangka’ adalah adanya proses penyelamatan adat dari keserakahan manusia di daerah Bambang. Perkembangan pemali appa’ handanna di Buntu Malangka’ di awali pada tahun 1816 – 1906, dimana pemali appa’ handanna mengatur segala kehidupan masyarakat baik jasmani maupun rohani. Masuknya Belanda dan Agama Kristen di Buntu Malangka’ pada tahun 1907, membawa beberapa dampak terhadap pemali appa’ handanna di Buntu Malangka’. Seperti larangan Belanda dalam melakukan ritual tertentu yang dianggap akan berdampak negatif bagi etika masyarakat. Contohnya ritual kesuburan ma’dondi dan ritual pangae. Selain itu, Belanda juga mengadakan perubahan dalam budidaya padi. Pemali appa’ handanna memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat, seperti sebagai pedoman hidup bersosial, mengajarkan keteraturan dalam bertani, dan mengajarkan untuk lebih menaati hukum atau aturan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan, yakni : heuristik (pengumpulan data dan sumber), kritik sumber, interpretasi atau penafsiran, dan historiografi atau penulisan sejarah.Kata Kunci : Pemali appa’ handanna, Masyarakat, Buntu Malangka’Abstract  This study aims to determine the background of the emergence of the customary law of pemali appa' handanna, the dynamics of the development of pemali appa' handanna, and the role of pemali appa' handanna on people's lives in Buntu Malangka'. The results showed that pemali appa' handanna is a custom that was brought under by Pongkapadang from Ulu Sa'dang in the 15th century. . The development of pemali appa' handanna in Buntu Malangka' began in 1816 – 1906, where pemali appa' handanna governed all people's lives, both physically and spiritually. The entry of the Netherlands and  Christianity in Buntu Malangka’ 'in 1907, bringing some impact on pemali appa' handanna in Buntu Malangka’. Such as the Dutch prohibition in performing certain rituals which are considered to have a negative impact on the ethics of society. Examples arefertility ma'dondi rituals and rituals pangae. In addition, the Netherlands also made changes in rice cultivation. Pemali appa' handanna has a role in people's lives, such as as a guide for social life, teaching regularity in farming, and teaching to obey existing laws or regulations more. This study uses historical research methods which consist of four stages, namely: heuristics (collection of data and sources), source criticism, interpretation , and historiography or historical writing. Keywords: Pemali appa' handanna, Society, Buntu Malangka' 
Museum Kota Makassar Sebagai Sumber Belajar Sejarah, 2000-2020 Junaedy Junaedy; Muh Rasyid Ridha; Amirullah Amirullah
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) Didirikannya Museum Kota Makassar, (2) koleksi yang ada di museum, (3) kegiatan edukasi yang ada di Museum Kota Makassar, (4) pemanfaatan museum sebagai sumber belajar sejarah. Jenis penilitian yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Informan dalam penelitian ini yaitu pengelola museum, guru , dan pengunjung Museum Kota Makassar yang terpilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, wawancara. Teknik analisi data dilakukan secara deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukan : (1) Museum Kota Makassar hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas Kota Makassar. (2) Koleksi yang ada di museum beraneka ragam sehingga dapat memberikan pengalaman visual bagi pengunjung dan pembelajaran. (3) Kegiatan edukasi yang ada di Museum Kota Makassar sangat banyak contohnya: pameran koleksi, kegiatan belajar bersama dengan berbagai tema, seminar – seminar yang diadakan dan juga pendampingan pengunjung museum. (4) Museum Kota Makassar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pembelajaran di luar kelas dengan mengunjungi museum sebagai sumber belajar terkhusus sejarah.
Partai Persatuan Pembangunan dalam Kontestasi Pemilu Legislatif di Kabupaten Sinjai 2009-2014 Muh. Said Ramadhan; Amirullah Amirullah; Bustan Bustan
Attoriolong Vol 20, No 2 (2022): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan tentang: Bagaimana Partai Persatuan Pembangunan dalam kontestasi pemilu legislatif tahun 2009-2014 di Kabupaten Sinjai, dan bagaimana respon masyarakat Sinjai terhadap Partai Persatuan Pembangunan pada tahun 2009-2014. Dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari tahapan: heuristik, kritik, interpretasi, serta historiografi. Pengumpulan data dilakukan dengan berupa wawancara narasumber, studi pustaka dan studi arsip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konstestasi pemilu legislatif dari tahun 2009-2014 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menunjukkan peningkatan perolehan kursi legislatif DPRD di Kabupaten Sinjai, yang pada mulanya hanya mampu meraih satu kursi di pemilu legislatif tahun 2009, berhasil memperoleh empat kursi dari  empat Dapil di Kabupaten Sinjai. Secara umum strategi yang digunakan oleh pengurus maupun caleg  Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari tahun 2009-2014 adalah sama. kunci peningkatan jumlah kursi DPRD di Kabupaten Sinjai yaitu mengubah strategi rekrutmen bakal calon caleg yang sebelumnya rekrutmen tertutup menjadi rekrutmen terbuka. Hasil yang diraih ini menuai respon yang beragam dari masyarakat yakni Pada Pemilu legislatif 2009 masyarakat beranggapan bahwa dalam pemilu legislatif 2009 di Kabupaten Sinjai PPP kurang maksimal dalam meyakinkan masyarakat pemilih untuk memilih mereka padahal PPP adalah Partai yang berasaskan Islam di daerah yang mayoritas beragama Islam. Sementara di Pemilu legislatif 201, masyarakat Sinjai menilai bahwa menunjukkan bahwa PPP berhasil menunjukkan eksistensinya di Bumi Panrita Kitta’. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa Partai Persatuan Pembangunan dalam Kontestasi Pemilu Legislatif di Kabupaten Sinjai  2009-2014 menunjukkan peningkatan raihan kursi legislatif berkat strategi yang diterapkan terutama strategi rekrutmen yang bersifat terbuka.
PKM Penyuluhan Peningkatan Sikap Penerimaan Mata Pelajaran Sejarah Melalui Film Sejarah Bagi Siswa SMP Negeri 2 Majene Sulawesi Barat Amirullah Amirullah; Patahuddin Patahuddin; Khaeruddin Khaeruddin; Dalilul Falihin; Muhammad Zulfadli
Humanis Vol. 21, No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v21i2.40721

Abstract

PKM terhadap siswa Sejarah SMP Negeri 2 Majene melalui Penyuluhan Peningkatan Sikap Pemahaman Penerimaan Mata Pelajaran Sejarah melalui Media Drama dan Film Sejarah bagi siswa SMP Negeri 2 Majene, mampu bernilai kontributif terhadap proses belajar mengajar dan tumbuhnya sikap dan kesadaran serta minat siswa-siswa tentang pentingnya pembelajaran Sejarah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu penting dukungan sekolah secara internal dan usaha pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan peningkatan proses pembelajaran yang menarik dengan penggunaan media yang berkesinambungan sesuai tuntutan zaman. Pada sisi lain, hasil pelatihan di Sekolah SMPN 2 Majene siswa mampu belajar dengan baik dan meningkatkan pemahaman sejarahnya melalui film sejarah dan mampu meningkatkan daya ingat dan kreatifitas siswa dalam mencerna pengetahuan sejarah dengan menonton film sejarah. Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat tentunya ditunjang dengan kelayakan Perguruan Tinggi.Abstract. PKM towards History students of SMP Negeri 2 Majene through Counseling on Increasing Attitudes of Understanding of Acceptance of History Subjects through the Media Drama and Historical Films for students of SMP Negeri 2 Majene, able to have a contributive value to the teaching and learning process and the growth of attitudes and awareness and interest of students about the importance of learning History to improve the quality of education. In addition, it is important to support the school internally and the government's efforts to issue policies to improve the learning process that is interesting with the use of media that is sustainable according to the demands of the times. On the other hand, as a result of the training at SMPN 2 Majene, students are able to study well and increase their understanding of history through historical films and are able to improve students' memory and creativity in digesting historical knowledge by watching historical films. The method of implementing the community partnership program is of course supported by the feasibility of higher education institutions.
Kesadaran Hukum Masyarakat Terhadap Kepemilikan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Di Desa Kadingeh Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Nurharsya Khaer Hanafie; Bakhtiar Bakhtiar; Fatimah Hidayahni Amin; Salma Salma; Amirullah Amirullah
Humanis Vol. 21, No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v21i2.40498

Abstract

PKM ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah kesadaran hukum masyarakat terhadap kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah di Desa Kadingeh Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Faktor-faktor yang menghambat masyarakat tidak mensertifikatkan tanahnya di Desa Kadingeh Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang. PKM ini merupakan Pengabdian dengan metode penyuluhan dan pelatihan, jenis dan sumber data yang digunakan dalam PKM ini yaitu sumber data primer dan sekunder PKM menyimpulkan tingkat kesadaran hukum masyarakat Desa Kadingeh Kabupaten Enrekang rendah. Kesadaran hukum masyarakat Desa Kadingeh diukur berdasarkan empat indikator, yakni pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, perilaku hukum. Pertama pengetahuan hukum, masyarakat Desa Kadingeh mengetahui ada produk hukum yang mengatur sertifkat tanah. Kedua pemahaman hukum, masyarakat Desa Kadingeh telah memahami manfaat pensertifikatan tanah, namun tidak mengetahui prosedur dan syarat pengurusan sertifikat tanah. Ketiga sikap hukum, masyarakat Desa Kadingeh setuju perlunya adanya sertifikat tanah. Empat perilaku hukum, masyarakat Desa Kadingeh memiliki perilaku hukum yang kurang taat yaitu tidak mengurus sertifikat tanah. Faktor-faktor yang menghambat masyarakat tidak mensertifikatkan tanahnya di Desa Kadingeh Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yaitu Faktor kesibukan masyarakat, Faktor pemahaman hukum yang rendah Faktor biaya.kata kunci: Kesadaran hukum, sertifikat tanah, desa Kadingeh Abstract This PKM aims to find out how the community's legal awareness of ownership of land ownership certificates in Kadingeh Village, Baraka District, Enrekang Regency. Factors that hinder the community from not certifying their land in Kadingeh Village, Baraka District, Enrekang Regency. This PKM is a service with counseling and training methods, the types and sources of data used in this PKM are primary and secondary data sources. PKM concludes that the level of legal awareness of the people of Kadingeh Village, Enrekang Regency is low. The legal awareness of the Kadingeh Village community is measured based on four indicators, namely legal knowledge, legal understanding, legal attitude, and legal behavior. First, legal knowledge, the people of Kadingeh Village know that there is a legal product that regulates land certificates. The second is legal understanding, the people of Kadingeh Village have understood the benefits of land certificates, but do not know the procedures and requirements for obtaining land certificates. Thirdly, the legal attitude, the people of Kadingeh Village agree that there is a need for land certificates. Four legal behaviors, the people of Kadingeh Village have less obedient legal behavior, namely not taking care of land certificates. The factors that hinder the community from not certifying their land in Kadingeh Village, Baraka District, Enrekang Regency, namely the community's busyness factor, the low legal understanding factor, the cost factor.keywords: Legal awareness, land title, Kadingeh village
Pelatihan Ice Breakers Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPS di Kabupaten Barru Supriadi Torro; Bustan Bustan; Amirullah Amirullah; Ibrahim Arifin; Muh. Rasyid Ridha
Humanis Vol. 21, No. 2 Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/humanis.v21i2.32905

Abstract

bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan serta kompetensi  bagi guru mata pelajaran IPS. Pelatihan dilakukan di sekolah selama 5 kali pertemuan. Pelatihan melibatkan guru yang tersertifikasi dan non sertifikasi.Metodologi pelatihan adalah pemberian materi secara langsung, kemudian disajikan contoh-contoh icebreaking, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan icebreaking oleh guru secara berkelompok dan perorng.Hasil pelatihan icebreaking menunjukan bahwa ada pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh guru baik secara inddivvidu maupun secara kelompok. Baik model tunggal maupun model majemuk.
Petani Cengkeh di Kelurahan Mannanti Sinjai, 1977-2018 Muh. Summung Awar; Amirullah Amirullah; Ahmadin Ahmadin
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.12140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Petani Cengkeh Di Kelurahan Mannanti (1977-2018) dengan memaparkan latar belakang petani cengkeh, perkembangan cengkeh, serta dampak pada kehidupan sosial ekonomi petani cengkeh di Kelurahan Mannanti tahun 1977-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berkembangnya pertanian cengkeh di Kelurahan Mannanti adanya inisiatif sendiri yaitu seorang tokoh masyarakat bernama Gunawang Makkarateng selaku ketua APCI (Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia) cabang Kabupaten Sinjai sekaligus petani pertama yang membudidayakan tanaman cengkeh. Adapun perkembangan petani cengkeh tidak terlepas dari tingkat pendapatan cengkeh baik sebelum, saat, dan sesudah diberlakukannya kebijakan pemerintah. Sementara dampak yang ditimbulkan yakni mampu mengubah kehidupan petani sebelum dan sesudah diberlakukan kebijakan pemerintah, yaitu munculnya kalangan haji baru, memiliki prabot rumah tangga seperti Televisi, Kulkas, DVD meja dan kursi tamu, meja makan  dan sebagainya. Tidak ketinggalan pula kendaraan roda empat, dan sepeda motor, dan memiliki lahan pertanian yang luas serta menyekolahkan anaknya sampai di perguruan tinggi. Namun, pada saat diberlakukan kebijakan justru mengecewakan petani akibat harga cengkeh yang rendah. Munculnya juga kalangan elit baru dan kesempatan kerja bagi masyarakat lain dengan adanya sistem upah. Maka dapat di simpulkan bahwa petani cengkeh di Kelurahan Mannanti Kabupaten Sinjai (1977-2018) sebelum dan susudah diberlakukan kebijakan mengalami peningkatan. Namun pada saat diberlakukan kebijakan mengalami penurunan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu tahapan pengumpulan data, kritik sumber bertujuan menilai dan menentukan sumber, interpretasi yaitu menafsirkan data dan tahap historiografi atau penyajian atau penulisan sejarah. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara dengan petani cengkeh dan mengumpulkan sumber arsip (arsip kantor kelurahan) serta literatur-literatur  yang berhubungan dengan penelitian ini. Kata kunci: Petani Cengkeh, Mannanti  AbstractThis study aims to find out about Clove Farmers in Mannanti Village (1977-2018) by describing the background of clove farmers, clove development, and the impact on the socio-economic life of clove farmers in Mannanti Village in 1977-2018. The results of the study showed that the background of the development of clove farming in the Mannanti village was that there was an initiative of its own namely a community leader named Gunawang Makkarateng as chairman of the Sinjai District branch of the Indonesian Clove Farmers Association and the first farmer to cultivate clove plants. The development of clove farmers is inseparable from the level of clove income both before, during, and after the implementation of government policy. While the impact that is caused is able to change the lives of farmers before and after the enactment of government policies, namely the emergence of new hajj groups, having household furniture such as television, refrigerators, DVD tables and guest chairs, dining tables and so on. Do not miss the four-wheeled vehicles, and motorbikes, and have extensive agricultural land and send their children to college. However, when the policy came into effect, it disappointed farmers due to low clove prices. There is also the emergence of new elites and job opportunities for other communities with a wage system. So it can be concluded that the clove farmers in the Mannanti Kelurahan of Sinjai Regency (1977-2018), before and after the policy was enacted, had increased. However, at the time of its enactment the policy has decreased. This study uses a historical research methodology which includes heuristics, namely the stages of data collection, source criticism aimed at assessing and determining the source, interpretation of interpreting the data and historiographic stage or presenting or writing history. The method of data collection is carried out by means of field research consisting of interviews with clove farmers and collecting archival sources (village office archives) as well as literature relating to this research.Keywords: Clove Farmers, Mannanti 
Penetrasi Ajaran Islam dalam Tradisi Pernikahan di Sinjai, 1999-2003 Astuti Astuti; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 2, Agustus 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i2.10783

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui latar belakang, dinamika serta dampak dari adanya penetrasi ajaran Islam dalam tradisi pernikahan di Desa Biroro Kabupaten Sinjai. Prosedur dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan: Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penetrasian ajaran Islam terhadap budaya lokal dalam pernikahan adat bugis di Desa Biroro disebut sebagai penetrasi kultural spiritual karena ditemukannya perembesan dan perpaduan antara budaya lokal dengan ajaran Islam sehingga budaya yang berkembang sekarang, di dalamnya mengandung nilai-nilai agama yang sakral. Kekentalan penerapan tradisi nenek moyang dalam suatu  kegiatan atau upacara, misalnya upacara pernikahan yang setiap rangkaian-rangkaian acara yang berlangsung baik pra-pernikahan hingga pelaksanaan dan pasca-pernikahan semuanya penuh dengan aturan adat menjadi sebab utama gerakan penetrasian. Selanjutnya dibentuklah Korps Mubaligh sebagai perkumpulan yang akan bertugas menyampaikan serta meratakan ajaran agama Islam secara kaffah dalam masyarakat dengan metode dakwah yang lembut dan damai. Beragam respon yang dituai, pujian bahkan penolakan keras terjadi namun tidak melemahkan pergerakan mubaligh hingga terjadinya penyerangan markas Korps Mubaligh yang menjadi pelemah pergerakan. Walaupun mengalami kemunduran, ternyata ada dampak yang dirasakan atau hasil yang membekas di masyarakat yakni penyelenggaraan kegiatan sosial kemasyarakatan serta penyelenggaraan upacara atau tradisi tertentu di Desa Biroro secara berangsur-angsur dilaksanakan dengan berlandaskan pada syariat Islam.Kata kunci : Pernikahan, Mubaligh dan Biroro
Konflik Kawasan Hutan Barambang Katute Kabupaten Sinjai (1994-2012) Nurlinda Nurlinda; Rasyid Ridha; Amirullah Amirullah
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10685

Abstract

Penelitian ini berupaya menjelaskan tentang latar belakang terjadinya konflik kawasan hutan di Barambang dan Bonto Katute mulai dari sejak pengukuran dan penetapan tapal batas tahun 1994-1995, pelaksanaan program GN-RHL tahun 2005, hingga eksplorasi tambang tahun 2010 yang berdampak pada kehidupan masyarakat setempat. Terjadinya konflik tersebut dilatar belakangi oleh adanya penetapan Kawasan Hutan Lindung Apparang pada tahun 1982 yang menjadi dasar dilakukannya pengukuran dan penetapan tapal batas wilayah kelola masyarakat dengan kawasan hutan pada tahun 1994-1995 yang memicu aksi protes dari masyarakat, pelaksanaan program GN-RHL Disbunhut Kabupaten Sinjai tahun 2005-2008 yang menyebabkan terjadinya sengketa tanah, dan pada tahun 2010 dikeluarkan perpanjangan IUP kepada PT Galena Sumber Energi dan menuai aksi penolakan yang menjadi puncak perlawanan dari masyarakat setempat, hal ini menimbulkan dampak terhadap perekonomian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan penelitian historis (Historical Research), yang terdiri atas beberapa tahapan yakni: (1) Heuristik, dengan mengumpulkan data mengenai Konflik Kawasan Hutan Barambang Katute Kabupaten Sinjai dengan cara wawancara dengan Ismail, Ali Hasan, Hasibe, Rudi, dan Muh. Masri selaku pelaku dan saksi serta mengumpulkan arsip Putusan Pengadilan Negeri Sinjai, arsip Kantor Desa Bonto Katute dan dokumen lainnya. (2) Kritik atau proses verifikasi keaslian sumber sejarah. (3) Interpretasi atau penafsiran sumber sejarah, dan (4) Historiografi, yakni tahap penulisan sejarah.Kata Kunci : Konflik, Hutan, Bonto Katute
Sejarah Hutan Mangrove Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai Reski ayu Lestari; Amirullah Amirullah; Ahmadin Ahmadin
PATTINGALLOANG Vol. 6, No. 1, April 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v6i1.10687

Abstract

Penelitian dan penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang keberadaan hutan mangrove, perkembangan hutan mangrove, menguraikan dampak keberadaan hutan mangrove terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan pariwisata di Desa Tongke – Tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 tahap, yakni: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penelitian lapangan terdiri dari wawancara dan studi pustaka. Penulisan skripsi ini digolongkan sebagai sejarah ekowisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang keberadaan hutan mangrove di Desa Tongke – Tongke karena terjadinya abrasi yang melanda wilayah pesisir Tongke – Tongke. Pada tahun 1985 masyarakat mulai menanam mangrove untuk mencegah terjadinya abrasi. Hutan mangrove ini merupakan hasil rehabilitasi masyarakat secara swadaya. Perkembangan hutan mangrove Tongke – Tongke terjadi tahun 1995 setelah mendapat piagam penghargaan Kalpataru sebagai penyelamat lingkungan hingga menjadi sebuah obyek wisata. Obyek wisata hutan mangrove Tongke – Tongke ramai dikunjungi oleh wisatawan serta menjadi laboratorium pengembangan mangrove di Sulawesi Selatan. Keberadaan hutan mangrove ini memberi dampak sosial, ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan hutan mangrove hingga mengalami perkembangan pesat terutama setelah menjadi obyek wisata alam yang menyebabkan banyak wisatawan yang datang berkunjung ataupun melakukan penelitian dan ini berdampak pada pelaku ekonomi yang turut berpartisipasi serta memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kehidupan ekonomi yang lebih baik.Kata kunci: Mangrove, Wisata, Tongke-tongke
Co-Authors A Kamaruddin, Syamsu Abdul Wahid Afdinal, Muhammad Noor Ahmad, M. Ridwan Said Ahmadin Ahmadin Ahmadin Ahmadin Amin, Fatimah Hidayahni Amiruddin Amiruddin Andi Aco Agus Aprilian, Nur Alam Asfah, Indrawaty Asmaul Husnah Amiruddin Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar Asmunandar, Asmunandar Astuti Astuti Azrianti Azrianti Babra Kamal Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bahri Bakhtiar Bakhtiar Bosra, Mustari Bustan Bustan Bustan Bustan Dalilul Falihin Darman Manda Darman Manda Manda Dewi Liesnoor Setyowati Fachry Abda El Rahman Fadli Fadil Fadliah Mubakkira Fatimah Hidayahni Amin Fatimah Hidayahni Amin Fatmawati M Fatmawati Fitra Widya Wati Fitrah Widyahwati Haerianty Rezky Sani Halim, Didin Hanafie, Nurharsya Khaer Hanafie, Nurharsyah Khaer Hariyati Arifin Hasni Hasni Herman H Herman H, Herman Ibrahim Arifin Ilham Samudra Sanur Ishak, Muh. Ishaq Ishaq Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin Jumadi Sahabuddin, Jumadi Junaedy Junaedy Kabubu, Rusmala Dewi Kamaruddin, Syamsu A. Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin Khaerunisa Khaerunisa, Khaerunisa M. Ridwan Said M. Yunasri Ridhoh Madjid, Muh Saleh Madjid, Saleh Malihu, La MARIA BINTANG Mario Mario Mario Mario Mega Fatimah Rosana Muazzinul Hair Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh Rasyid Ridha Muh. Said Ramadhan Muh. Summung Awar Muhammad Aksha Wahda Muhammad Ikbal Muhammad Syukur Muhammad Syukur Muhammad Takwa Muhammad Zulfadli Muis, Nurhasni Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Nengsi Nengsi Nirwana Nirwana Nisa, Fadhilah Ainun Nugra - Widarni Nurhaedah Nurhaedah Nurharsya Khaer Hanafie Nurhasni Muis Nurhasya Khaer Hanafi Nurlinda Nurlinda Nurul Dwiayu S Padli, Feri Palayukan, Kurniati Mana' Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin Patahuddin patahuddin Patahuddin Patahuuddin Qaidah, Nur Rahmat Azhari Haeruddin Randiawan Randiawan Reski ayu Lestari Rifal, Rifal Riri Amandaria Ririn N RISKA WAHYUNI SAHABUDDIN SAHABUDDIN Saifuddin Saifuddin Saifuddin Sakmawati Sakmawati Saleh Madjid Salma Salma Sanur, Ilham Samudra Sari, Suci Indah Seny Luhriyani Sunusi Siti Nurjannah Ashari Sri Indarwati Mansur Subair, Ahmad Sumardin, Oschar Supriadi Torro Tengku Riza Zarzani N Torro, Supriadi Ugo Chuks Okolie Ulul Azmi Mustari Usman, Alwi Usra Wahyu Wardana Yulia, Irma Denada