Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Turunan Fluorouinolon Baru sebagai Zat Antibakteri terhadap S. typhimurium melalui Komputasi Kimia Ananto, Agus Dwi; Erwinayanti, Gusti Ayu Putu Sri; Muliasari, Handa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v7i2.172

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kimia komputasi mengalami kemajuan yang sangat cepat beberapa tahun terakhir ini. Hal ini sinergis dengan perkembangan penemuan obat baru yang semakin lama diharapkan semakin efektif dan efisien. Fluorokuinolon memiliki sifat-sifat seperti spektrum antibakteri yang lebar, terserap baik pada saluran cerna, dan masa kerja yang panjang. Penelitian yang mengarah kepada penemuan zat antibakteri baru turunan fluorokuinolon perlu dilakukan. Metode: Pada penelitian ini digunakan senyawa induk dari fluorokuinolon yang kemudian dilakukan optimasi menggunakan metode yang telah divalidasi sebelumnya, yaitu metode semiempirik PM3. Optimasi geometri dari senyawa induk fluorokuinolon dilakukan dengan menggunakan model balls and cylinders yang tersedia pada paket program Hyperchem. Evaluasi persamaan QSAR dilakukan berdasarkan analisis regresi multilinear dan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows dengan metode Backward. Hasil: Desain senyawa baru didasarkan pada muatan atom dan menggunakan parameter-parameter hidrofobik, elektronik dan sterik. Perhitungan deskriptor dilakukan dengan metode PM3, sedangkan aktivitas senyawa diperoleh dari literatur. Berdasarkan persamaan terbaik, dirancang senyawa baru turunan fluorokuinolon yaitu senyawa dengan substitusi pada atom C no. 7 dengan propil, siklopropil, butyl dan sikloheksil dengan masing-masing harga MIC sebesar 0,331; 0,181; 0,201 dan 0,811. Senyawa turunan fluorokuinolon baru tersebut dianjurkan untuk disintesis di laboratorium guna pembuktian lebih lanjut. Kesimpulan: Desain senyawa baru turunan fluorokuinolon berdasarkan persamaan terbaik yaitu senyawa dengan substitusi pada atom C no. 7 dengan propil, siklopropil, butyl dan sikloheksil dengan masing-masing harga MIC sebesar 0,331; 0,181; 0,201 dan 0,811.
Aktivitas Antibakteri Ashitaba (Angelica keiskei) terhadap Streptococcus mutans Wirasisya, Dyke Gita; Hajrin, Wahida; Muliasari, Handa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Streptococcus mutan merupakan bakteri penyebab awal terbentuknya karies gigi. Salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri adalah Ashitaba (Angelica keiskei) yang banyak ditemui di daerah Sembalun (Lombok Timur). Warga setempat memanfaatkan ashitaba untuk pelengkap makan dan getahnya untuk mempercepat penyembuhan luka.Metode: Penentuan aktivitas antibakteri menggunakan metode makrodilusi dengan parameter akhir berupa Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Fraksinasi ekstrak menggunakan metode partisi cair-cari dan skrining fitokimia menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan folin-ciocalteu sebagai reagen visualisasi.Hasil: Penelitian yang dilakukan menggunakan ekstrak etanolik ashitaba mendapatkan bahwa KBM ekstrak berada pada 0,5 mg/mL. Ekstrak tersebut kemudian difraksinasi dengan menggunakan pelarut, n-Heksan, etil asetat dan etanol. Hasil uji antibakteri dari 3 fraksi didapatkan bahwa KHM tidak dapat teramati dikarenakan gangguan/bias dari warna fraksi namun KBM dapat teramati pada fraksi N-Hexan (0,125 mg/mL) dan etil asetat (0,5 mg/mL) sedangkan pada hasil fraksi menggunakan etanol 96% tidak teramati adanya KBM.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ashitaba merupakan bahan alam potensial sebagai antibakteri.
Formulasi Dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Masker Peel Off Ekstrak Daun Jambu Biji ( Psidium guajava L.) Sosalia, Risa Dwi; Subaidah, Windah Anugrah; Muliasari, Handa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5068

Abstract

ABSTRAKRadikal bebas merupakan substansi yang bersifat karsinogenik, dapat menghilangkan elastisitas kulit serta menyebabkan penuaan dini. Keadaan ini dapat dicegah dengan senyawa antioksidan salah satunya yaitu daun jambu biji (Psidium guajava L.) yang mengandung senyawa metabolit sekunder sehingga memiliki potensi sebagai penangkal radikal bebas. Penggunaan daun jambu biji akan lebih mudah dalam bentuk sediaan seperti masker peel off. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak daun jambu biji dan formulasinya sebagai sediaan masker peel off. Penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi daun jambu biji dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, lalu dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan pada ekstrak dengan metode DPPH. Kemudian ekstrak diformulasi menjadi sediaan masker peel off  dan diuji sifat fisiknya yang meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan waktu sediaan kering serta diuji  aktivitas antioksidan sediaan dengan metode DPPH. Hasil diperoleh menunjukan bahwa ekstrak daun jambu biji  positif mengandung flavonoid, tanin dan fenolik serta  memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 23,29 μg/mL. Uji sifat  fisik sediaan masker peel off ekstrak daun jambu biji F0 dan F1 telah memenuhi syarat pH, homogenitas, viskositas, daya sebar,waktu sediaan kering dan daya lekat yang baik. Aktivitas antioksidan sediaan masker peel off ekstrak dan jambu biji F0 dan F1 dalam bentuk nilai IC50 diperoleh hasil berturut-turut yaitu 2692,92 μg/mL dan 157,53 μg/mL. Kata kunci: Radikal bebas; Antioksidan; DPPH; Daun Jambu Biji; Masker Peel OffABSTRACTFree radicals are carcinogenic substances, can reduce skin elasticity and cause premature aging. This situation can be prevented with antioxidant compounds, one of which is guava leaf (Psidium guajava L.) which contains secondary metabolites so that it has the potential as an antidote to free radicals. The use of guava leaves will be easier in dosage forms such as peel off masks. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of guava leaf extract and its formulation as a peel off mask preparation. The research carried out included the extraction of guava leaves by maceration method using 70% ethanol solvent, then carried out phytochemical screen and antioxidant activity tests on the extract using the DPPH method. Then the extract was formulated into a peel off mask preparation and tested for its physical properties which included organoleptic tests, pH, homogeneity, viscosity, dispersion, adhesion, and dry preparation time as well as the antioxidant activity of the preparation using the DPPH method. The results showed that guava leaf extract was positive for flavonoids, tannins and phenolics and had very strong antioxidant activity with an IC50 value of 23.29 g/mL. Physical properties test of guava leaf extract peel off mask preparations F0 and F1 met the requirements for pH, homogeneity, viscosity, dispersion, dry preparation time and good adhesion. The antioxidant activity of peel-off mask preparations and guava extract F0 and F1 in the form of IC50 values preserved results, respectively, namely 2692.92 g/mL and 157.53 g/mL.Keywords: Free radicals; Antioxidants; DPPH; Guava leaves; Peel Off Mask 
Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea canephora L.) Di Pulau Lombok Febriyanto, Febriyanto; Hanifa, Nisa Isneni; Muliasari, Handa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 2, No 2 (2021): JULI
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v2i2.5036

Abstract

ABSTRAKProduksi kopi robusta (Coffea canephora L.) menghasilkan limbah berupa kulit buah kopi dengan proporsi sebesar 40-45%. Kulit buah kopi dilaporkan mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Kadar senyawa fenolik dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. pulau Lombok memiliki perkebunan kopi yang tersebar hampir diseluruh penjuru pulau. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar fenolik total kulit buah kopi robusta yang dikoleksi dari tiga lokasi berbeda di pulau Lombok. Sampel kulit buah kopi diekstraksi menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 70% selama 30 menit pada suhu ruang. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat. Kadar fenolik total dinyatakan dalam mg equivalent asam galat (GAE) per gram simplisia. Hasil analisis menunjukkan ekstrak kulit buah kopi dari lokasi desa Lamper memiliki kadar fenolik total sebesar 56.2524 ± 0.6580 mg GAE/g, kadar fenolik total ekstrak kulit buah kopi dari desa Keru sebesar 26.6262 ± 0.8921 mg GAE/g, dan kadar fenolik total kulit buah kopi dari desa Sajang sebesar 46.7573 ± 0.5280 mg GAE/g. Ekstrak dari ketiga lokasi berpotensi sebagai antioksidan dilihat dari kadar fenolik total yang berbeda. Berdasarkan hasil penelititan dapat diketahui bahwa kadar fenolik total ekstrak kulit buah kopi dari lokasi lamper lebih tinggi daripada lokasi Sajang dan Keru.Kata kunci : Kulit buah kopi; Kopi robusta (Coffea canephora L.); Kadar fenolik total.ABSTRACT Production of robusta coffee (Coffea canephora L.) produces coffee pulp waste  with proportion of 40-45%. Coffee pulp reported contain phenolic compounds that have antioxidants activity. Content of phenolic compounds can be influenced by environmental factors. Lombok Island has coffee plantations that scattered throughout the island. This study aims to determine the total phenolic content of robusta coffee pulp collected from three different locations on the island of Lombok. The coffee pulp samples extracted using the sonication method with 70% ethanol solvent for 30 minutes at room temperature. Determination of the total phenolic content of the extract using the Folin-Ciocalteu method with gallic acid standard. Total phenolic content  is expressed in mg equivalent gallic acid (GAE) per gram of simplicia. The results of the analysis showed total phenolic content coffee pulp from Lamper village was56.2524 ± 0.6580 mg GAE/g, the total phenolic content coffee pulp from Keru village was 26.6262 ± 0.8921 mg GAE/g, and the total phenolic content coffee pulp from Sajang village was 46.7573 ± 0.5280 mg GAE/g. Extract from three different location have the potential as antioxidants. Based on the results of the study, it can be seen thatcoffee pulp extract from Lamper has highest total phenolic content than coffee pulp from Sajang and Keru.Keywords : Coffee pulp; Robusta coffee (Coffea canephora L.); Total phenolic content.
WORKSHOP KETRAMPILAN DASAR LABORATORIUM SAINS DAN TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING Ananto, Agus Dwi; Muliasari, Handa; Deccati, Rizqa Fersiyana
Jurnal Ilmiah Abdi Mas TPB Unram Vol 3, No 2 (2021): Edisi Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/amtpb.v3i2.73

Abstract

Rendahnya kemampuan dasar laboratorium menyebabkan seringya pengguna laboratorium melakuakn kesalahan dalam kegiatan di laboratorium. Hal ini diperparah dengan sedikitnya menu pemahaman ketrampilan laboratorium pada matakuliah dibidang sains dan teknologi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dasar laboratorium adalah dengan upaya melakukan pemahaman penggunaan bahan dan alat laboratorium. Pemahaman sasaran kegiatan tentang skill atau kemampuan dalam teknik laboratorium diharapkan menjadi lebih meningkat setelah mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini dilaksanakan melalui platform zoom dan live streaming youtube. Pada kegiatan ini dipaparkan teknik penggunaan, pencucian dan penyimpanan alat-alat gelas, penanganan bahan, dan penyimpanan bahan, aspek MSDS bahan dan penanganan limbah bahan kimia di laboratorium. Selain itu, pada kegiatan ini juga di demonstrasikan salah satu teknik laboratorium dalam hubungannya dengan konsep kromatografi. Hasil dari kegiatan ini diperoleh peningkatan pemahaman peserta terkait dengan kegiatan di laboratorium. Hal ini tercermin dari meningkatnya nilai peserta dalam mengerjakan soal sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ini. Rata-rata nilai sebelum kegiatan sebesar 89,67 meningkat menjadi 96,5 pada saat mengerjakan soal sesudah mengikuti kegiatan ini
Analisis kandungan bahan kimia obat natrium diklofenak dalam jamu pegal linu yang dijual di Kota Mataram Elliya Rosyada; Handa Muliasari; Emmy Yuanita
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 15 No. 1 (2019): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol15.iss1.art2

Abstract

IntisariLatar Belakang: Dioscorea alata L. sebagai salah satu sumber pati perlu dipelajari untuk pengembangan potensial sebagai tablet disintegran.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan potensi pati Dioscorea alata L. sebagai bahan disintegran tablet.Metode: Analisis karakteristik meliputi proksimat, kandungan amilosa, morfologi granular, kristalinitas, kekuatan pengembangan, dan pengikatan kapasitas air. Studi potensial sebagai disintegran dilakukan dengan merumuskan tablet piroksikam menggunakan pati Dioscorea alata L.. Evaluasi sifat-sifat disintegran dilakukan dengan uji disintegrasi, uji kerapuhan, uji kekerasan, dan uji disolusi tablet.Hasil: Berdasarkan studi karakteristik pati Dioscorea alata L., kadar air, abu, protein, dan lemak masing-masing adalah 13,08%, 0,23%, 1,43%, dan 0,81%. Kemudian, Amilosa adalah 18,08%. Daya bengkak dan pengikatan kapasitas air menunjukkan 1,21 dan 3,31. Analisis morfologi granular menunjukkan bentuk ellipsoid dan bola. Kristal pati menunjukkan bentuk semikristal dengan pola kristal ortorombik. Uji disintegrasi tablet menunjukkan bahwa formula I dan II, memiliki waktu hancur 3,50 dan 4,25. Uji kelayakan formula I dan formula II adalah 0,011% dan 0,008%. Uji kekerasan Formula I dan Formula II menunjukkan 5kg dan 6kg. Uji disolusi Formula I dan Formula II menunjukkan 88,85% dan 85,58%.Kesimpulan: Dari hasil tersebut, pati Dioscorea alata L. berpotensi sebagai bahan penghancur tabletKata kunci: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, pati, bahan bakuAnalysis of Diclofenac as drug chemical in jamu for rheumatism sold in Mataram cityAbstract  Background: Dioscorea alata L is one of the starch sources needs to be studied for potential development as a tablet disintegrant.Objective: The aims of the research are to determine  the characteristic of Dioscorea alata L.starch and to find out the potential astablet disintegrant material.Method: Characteristic analysis include are proximate, amylose content, granular morphology, crystallinity, swelling power, and water capacity binding. The potential study as disintegrant  was performed by formulating a piroxicam tablet using  Dioscorea alata L.starch. Evaluation of thedisintegrant properties was performed by disintegration test,friability test, hardness test, and dissolution test of the tablets.Results: Based on the characteristic study of Dioscorea alata L.starch, water, ash, protein, and fat contents are 13.08%, 0.23%, 1.43%, and 0.81%, respectively. Then, Amylose is 18.08%. Swelling power and water capacity binding  shows 1.21 and 3.31.Glanular morphology analysis showsellipsoid and spherical form. Thecrystallinity of the starch shows assemicrystal form withorthorhombic crystal pattern. Tablet disintegration test shows that formula I and II, has disintegration time 3.50 and 4.25. Friability test of formula I and formula II is 0.011% and 0.008%. Hardness test of Formula I and Formula II shows 5kg and 6kg.  Dissolution test of Formula I and formula II shows 88.85% and 85.58%.Conclusion: Over the results, the Dioscorea alata L. starch has the potential as the tablet disintegrant materialKeywords: Dioscorea alata L., tablet, disintegrant, starch, raw material  
Pembinaan FARMACIL (Farmasis Cilik) di SDN 2 Cakranegara Candra D. Hamdin; Handa Muliasari
Jurnal Gema Ngabdi Vol. 1 No. 3 (2019): JURNAL GEMA NGABDI
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jgn.v1i3.23

Abstract

The drug is known as a preparation used by humans as a healing medium. The origin of the drug is a toxic compound that can be dangerous when using it. The usage of drugs can be obtained if it is used correctly. Basic knowledge about drugs is very important to know so that the benefits of drugs can be obtained. The Indonesian Pharmacists Association (IAI) has made a simple method to facilitate drug use, by carrying out the national program "DAGUSIBU" which is to Get, Use, Save, Disposed of medicines correctly. Some knowledge about drugs such as preparations (form), dosage, side effects, drug hazards must be known as early as possible. This FARMACIL coaching and cadre program will provide guidance to Primary School Students about basic knowledge of medicine. Coaching is carried out with interesting class mentoring. The basic knowledge curriculum for medicine will be delivered in 8 events for 2 months. After the basic material is delivered, then it is evaluated and then carried out cadre. The formation of Farmacil and farmacil Extracurricular became the main objective of this program. Monitoring of the program will be carried out continuously. The results obtained after the FARMACIL cadre class activities took place were elementary school students had basic knowledge about medicine, the birth of FARMACIL cadres at Cakranegara 2 Elementary School and planning of FARMACIL extracurricular formation
Anticoagulant Activity of Mangrove (Avicennia alba) Leaves Extract in Vitro Riza Rusyiana; Ima Arum Lestarini; Candra Dwipayana Hamdin; Handa Muliasari
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 26, No 2 (2021): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ik.ijms.26.2.110-116

Abstract

Anti-coagulants are substances used to prevent the formation of thromboembolism, one of the causes of cardiovascular disease. Since cardiovascular is a disease as the leading cause of death in the world, exploration of novel and more effective anticoagulant is very needed. Mangroves contain flavonoid and sulphated polysaccharide compounds that potential as anti-coagulants. This study aimed to determine the anti-coagulant activity of ethanol extract and fractions of mangrove leaves (Avicennia alba) in human blood cells in vitro. A. alba leaves were collected at Teluk Ekas, East Lombok, Indonesia. The leaves were macerated with 96% ethanol (3x24h) and then evaporated. The extract was then fractionated to obtain the n-hexane, chloroform, and residual fractions. Anti-coagulant activity of ethanol extract and the three fractions were tested in vitro to five human blood samples by the method of Lee-White and Eustrek, compared to heparin as a positive control. Phytochemical screening of the ethanol extract indicated that A. alba leaves extract contains alkaloids, tannin, saponin, flavonoids, sulphated polysaccharide, and terpenoid. The results of Lee-White method were the ethanol extract (1 mg.mL-1), and three fractions (0.5 mg.mL-1) have anti-coagulant activity. Statistical analysis showed that the anti-coagulant activity of the ethanol extract was significantly different (P<0.05) compared to the normal group and fractions and were not significantly different (P>0.05) compared to heparin. Ethanol extract and the three fractions of A. alba leaves have anti-coagulant activity in vitro. The anti-coagulant activity of ethanol extract (1 mg.mL-1) was comparable to heparin (25 IU) and was better than the three extract fractions (0.5 mg.mL-1). Further research is needed to test the anticoagulant activities of isolated sulphated polysaccharides and flavonoid that can be developed as anticoagulant agents. 
“PERAK” (PERANTI PEMURNI AIR KERUH) UNTUK MENGATASI KEKURANGAN AIR BERSIH DI DESA SENGGIGI Candra Dwipayana Hamdin; Handa Muliasari; Retno Zahara; Mujiburrohman Mujiburrohman; Devy Shandra Purwati; Romi Juniawan; Baiq Ressa Puspita Rizma
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 25, No 4 (2019): OKTOBER - DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v25i4.15094

Abstract

Desa Senggigi merupakan salah satu daerah yang kekurangan pasokan air bersih, khususnya di Dusun Senggigi RT 04.Kondisi ini sangat memprihatinkan, sebab ketika musim kemarau tiba sangat sulit untuk memperoleh air bersih.Adapun air PDAM maupun air sungai sangatlah keruh sehingga tidak layak untuk digunakan.Oleh karena itu,dibutuhkan sebuah solusi terkait pengelolaan air keruh menjadi air bersih, yaitu PERAK (Peranti Pemurni Air Keruh).Tujuan dibuatkan program ini adalah terciptanya suatu alat pemurni air keruh (PERAK),terbentuk masyarakat yang terampil dalam mengelola air keruh menjadi air bersih, dan terbentuknya KelompokSwadaya Masyarakat di Dusun Senggigi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan PERAK. Adapun hasil yang didapatkan pada pelaksanaan program ini adalah PERAK telah dapat menghasilkan air bersih yang dapat digunakan untuk keperluan kehidupan sehari-hari.Selain itu warga Dusun Seggigi juga telah mampu membuat PERAK dan telah dibentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat yang bertugas memonitoring pelaksanaan program sehingga tercipta kemandirian dalam pelaksanaan program tersebut.Dengan demikian PERAK telah berhasil menjadi solusi bagi permasalahan kekurangan air bersih bagi Dusun Senggigi.Kata kunci: Air Bersih; Air Keruh; Pemurni Air; PERAK; Senggigi.AbstractSenggigi Village is one of the areas that lack of clean water supply, especially in Dusun Senggigi RT 04. This condition is very concerning, because when the dry season comes, it is very difficult to obtain clean water. The PDAM water or river water is very muddy so it is not feasible to use. Therefore, it takes a solution related to the management of turbid water into clean water, which is PERAK (Refrigerant Water Purifier). The purpose of this PERAK program is to create a turbid water purification tool (PERAK), to form a skilled community in managing turbid water into clean water, and forming Self-Help Groups in Senggigi Village. The methods used in this program are socialization and training on making PERAK. As for the results obtained in the implementation of this program is PERAK has been able to produce clean water that can be used for the purposes of everyday life. In addition, residents of Dusun Senggigi has also been able to make PERAK and has formed a Self-Help Group which is tasked to monitor the implementation of the program so as to create independence in the implementation of the program. Thus PERAK has successfully become the solution for the problem of water shortage for Dusun Senggigi.Keywords: Clean Wate; Cloudy Water; Water Purifier; PERAK; Senggigi.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI AIR PERASAN DAN REBUSAN DAUN CALINCING (Oxalis corniculata L.) TERHADAP Streptococcus mutans Ni Luh Arisa Prahastuti Winastri; Handa Muliasari; Ernin Hidayati
BERITA BIOLOGI Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/beritabiologi.v19i2.3786

Abstract

Inappropriate use of antibiotics can cause bacteria to become resistant and have side effects, therefore an alternative source of antibacterial is needed. One species of plant that has antibacterial properties is calincing (Oxalis corniculata L.). Antibacterial activities of the juice and decoction of calincing leaves against Streptococcus mutans have not reported yet. This study aims to determine the antibacterial activity of the juice and decoction of calincing leaves against Streptococcus mutans. This study uses a well diffusion method with eight treatment groups, namely juice and decoction at the concentrations of 20%, 40%, 60%; listerin 100% as a positive control, and distilled water as a negative control. The diameter of the inhibitory zone of the juice and decoction of calincing leaf at a concentration of 20% are 19 mm and 24.33 mm respectively, and classified as strong growth inhibition, while the concentrations of 40% and 60% are classified as very strong growth inhibition. Growth inhibition of the juice and decoction of calincing leaf at concentration of 20% was significantly higher than the positive control. The best antibacterial activity against Streptococcus mutans is produced by the juice and decoction of calincing leaf at concentration of 60%. Increasing in the concentration of the juice or decoction of calincing leaf also increases the diameter of the inhibitory zone.   
Co-Authors Afriza Faishal, Imam Agriana Rosmalina Hidayati Agus D. Ananto Agus Dwi Ananto, Agus Agus saputra Ahmad Wirahadi Ali Harris Aliefman Hakim Almira Amini Alwi, Andi Siti Fatimah Alya, Ainun Amalia, Marshanda Fitri Amini, Almira Anandia Intan Maulidya, Selvira Ananta, Muhammad Naufal Farras Anggit Listyacahyani Sunarwidhi Annas, Zulfiana Fitrianingrum Annisa Rizka Nirmala Azariani, Wiwin Baiq Handayani Rinuastuti Baiq Ressa Puspita Rizma Baiq Ridho Amalia Baiq Ridho Amalia Baiq Sofianti Annisa Baiq Sopiah Bayu Priyambodo Bela Azkiana Candra D Hamdin Candra D. Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Eka Puspitasari Dani Syaiful Akbar Deccati, Rizqa Fersiyana Dedianto Hidajat Devy Shandra Purwati Dhony Hermanto Diba, Asmara Yauma Putri Farah Diva Almira Dzulqaidah, Intan Edi M Jayadi Elliya Rosyada Emmy Yuanita Emmy Yuanita Ernin Hidayati Erwinayanti, Gusti Ayu Putu Sri Fahrurazi Fahrurazi Fania Rahman Farobbi, Muhammad Iqbal Febriyanto Febriyanto Fersiyana Deccati, Rizqa Guban Juniarza, A'yuni Hafizah, Qori'atul Hajrin, Wahida Hamdin, Candra Dwipayana Hasanah, Nunung Uswatun Hayyatun Nufus, Fadirah Hesti Wulandari Hidayati, Agriana Rosmalina Hilkatul Ilmi I MADE SUDARMA I Made Sudarma Ihsan, Muhsinul Ima Arum Lestarini Indah Permata Sari Jones, Clive Junaida, Alfini Jurnal Pepadu Kabir, Mila Mayanti Laksono Trisnantoro Lalu Ardian Hadi Lalu Husnul Hidayat Lina Permatasari Lina Permatasari Lina Permatasari Luh Putu Intan Paramitha Sari M. Elyadi M. Rifqi Azami S, Lalu Magfira Nurmalasanti, Nadia Mahacita Andanalusia Megawati Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Mujiburrohman Mujiburrohman Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Mukminah Mursidi, Siswandi Nankervis, Leo Ni Kadek Intan Wulan Sinta Dewi Ni Luh Arisa Prahastuti Winastri Ni Made Amelia Ratnata Dewi Ningsih, Baiq Nila Sari Nining Purwati Nirmala, Annisa Rizka Nisa Isneni Hanifa Novita Eliya Wardani Novita Eliya Wardani Nur Nadhifah Zahra Nur Nadhifah Zahra Nurul Hidayah Patya Putri, Hudaynu Permatasari, Lina Permatasari, Ni Made Ayu Dinda Priyambodo, Bayu Qori'atul Hafizah Qurnia Aini Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng Raehanul Maziya Rahmayanti, Wulan Desi Rahula Vijja Sammanta Regita Pramesti Retno Zahara Reza Sagista Riadi, Putri Oktaviati Risa Dwi Sosalia Riza Rusyiana Rizkika, Adila Rizqa F. Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Romi Juniawan Sahila, Dinda Salsabila, Arista Rizkika Putri Sammanta, Rahula Vijja Saprizal Hadisaputra Saprizal Handisaputra Saputra, Yoga Dwi Setiawan, Wahyu Aldi Sopiah, Baiq Sosalia, Risa Dwi Suhirman suhirman Tasya Kamila, Afifah Tunggal Arya Rezky, Noval Ulul Khairi Zuryati Ulul Khairi Zuryati Virnia Wanda Utami Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahyu Bintang Ilahi Windah Anugrah Subaidah Wirasisya, Dyke Gita Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yohanes Juliantoni Yuli Eka Hardianti Zahra, Nur Nadhifah Zanuba, Regina Brigita Zulfiana Fatianingrum Annas