Claim Missing Document
Check
Articles

EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
Determination of Total Flavonoid Content from Extract and Fractions of Mangrove Leaves (Rhizopora mucronata) Sammanta, Rahula Vijja; Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa
Acta Chimica Asiana Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : The Indonesian Chemical Society, Chapter Nusa Tenggara and The University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/aca.v7i2.199

Abstract

Indonesia, an archipelagic country, includes Lombok Island, known for its extensive mangrove forests, where Rhizopora mucronata is the dominant species. Rhizopora mucronata, from the Rhizoporaceae family, is known for its antibacterial, antifungal, and antioxidant properties due to its secondary metabolites, including flavonoids. However, research on the flavonoid content of its leaves remains unexplored. This study aimed to determine the total flavonoid content in extracts and fractions of R. mucronata leaves using the UV-Vis spectrophotometric method. Leaves were extracted with 96% ethanol using sonication and fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and water. The extract and fractions yielded 42.33%, 43.15%, 40.49%, 9.74%, and 32.49%, respectively. TLC tests indicated the presence of flavonoids marked by blue spots. The flavonoid contents in the extract and fractions were 12,980; 14,160; 23,880; and 25,350 mg Quercetin equivalent/gram sample (mg QE/g). The total flavonoid content was analyzed using One-way ANOVA, showing higher levels in the n-hexane and ethyl acetate fractions than in the ethanol extract and water fraction. The high flavonoid content contributes to the biological activities of R. mucronata leaves.
Anti-Radical Activity Test of Fractions from Ashitaba Herbs (Angelica keiskei) Permatasari, Ni Made Ayu Dinda; Muliasari, Handa; Hanifa, Nisa Isneni; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hidajat, Dedianto; Hajrin, Wahida; Rizkika, Adila
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7638

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammation of the skin’s pilosebaceous unit, caused by oxidative stress due to reactive oxygen species (ROS) release. Oxidative stress conditions can be treated using natural antioxidants, namely ashitaba (Angelica keiskei). In contrast to previous studies that tested column chromatography fraction of the macerated ethanol extract, this study examined the liquid-liquid partition fraction of 80% methanol sonicated extract of Ashitaba herb. This study aims to determine the antiradical activity of various fractions of Ashitaba herb extract against 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH) free radicals. 80% methanol extract of the Ashitaba herb was fractionated using chloroform, ethyl acetate, and water solvents. Each ashitaba herb fraction was identified for the content of flavonoids and phenolic compounds and the antiradical DPPH activity was tested with ascorbic acid standard using a UV-Vis spectrophotometer. The IC50 value of each fraction was statistically analyzed using One-Way ANOVA and Posthoc Tukey. The results of phytochemical identification showed that ashitaba herb fractions positively contain flavonoids and phenolics. Antiradical activity of the chloroform, ethyl acetate, and water fractions against DPPH was indicated by IC50 values of 164.22±5.68 ppm (moderate); 8.70±0.12 ppm (very strong); and 243.60±8.14 ppm (weak). Statistically, each ashitaba herb fraction differed significantly from ascorbic acid (IC50 2.37±0.05 ppm). The ethyl acetate fraction has the strongest antioxidant activity and is in the same category of antioxidant strength as the ascorbic acid standard.
Solusi sehat di lahan sempit: edukasi penanaman TOGA mandiri di perkotaan Ananto, Agus Dwi; Muliasari, Handa; Deccati, Rizqa Fersiyana
INDRA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/indra.v6i2.622

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) are a valuable local resource that can be cultivated as an alternative approach to maintaining family health independently. However, public knowledge and practical skills related to the types of TOGA and proper cultivation techniques remain limited. This community service program aimed to improve community awareness and skills in cultivating TOGA within household environments. The program was implemented through socialization activities using educational pamphlets, instructional videos, and interactive door-to-door discussions across three target areas: urban settlements, rural villages, and residential complexes. The results demonstrated a significant improvement in participants' knowledge of TOGA varieties. Before the program, only about 40% of participants were familiar with more than five types of TOGA, which increased to 85% after the socialization activities. Furthermore, over 75% of participants could correctly describe the basic steps of TOGA cultivation, and approximately 60% of households had already begun planting TOGA in their yards or using simple containers such as pots and polybags. Evaluation also revealed strong enthusiasm and active involvement, as evidenced by participants' engagement in discussions and their initiative to form small groups for continuous TOGA development. In conclusion, this community service activity successfully enhanced participants' knowledge, skills, and motivation to cultivate TOGA. The program is expected to contribute to long-term community self-reliance in herbal-based health maintenance and foster the establishment of sustainable TOGA communities within local neighborhoods.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN NUTRASETIKAL WEDANG RONDE PADA MASYARAKAT DESA GEGERUNG LOMBOK BARAT Deccati, Rizqa Fersiyana; Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Saputra, Yoga Dwi
Jurnal Pepadu Vol 4 No 4 (2023): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v4i4.3803

Abstract

Nutrasetikal merupakan pangan atau bagian dari pangan yang memberikan manfaat medis atau kesehatan, meliputi pencegahan dan terapi suatu penyakit. Jahe (Zingiber officinale Roscoe) merupakan salah satu tumbuhan perenial yang banyak dijumpai di Indonesia dan dapat diolah menjadi nutrasetikal yang bermanfaat bagi kesehatan seperti wedang ronde. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ibu-ibu PKK Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diberikan edukasi dan pelatihan pembuatan nutrasetikal wedang ronde. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi, pelatihan pembuatan nutrasetikal dengan metode partisipatif dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Melalui kegiatan ini, pengetahuan terhadap nutrasetikal meningkat dan peserta mendapatkan kemampuan di dalam pembuatan wedang ronde. Berdasarkan hasil kuesioner juga diketahui bahwa 94% peserta merasa kegiatan ini dirasa sangat baik dan sangat bermanfaat. Peserta juga merasa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah pelatihan ini. Nutraceuticals are foods or parts of food that provide medical or health benefits, including prevention and therapy of disease. Ginger (Zingiber officinale Roscoe) is a perennial plant that is often found in Indonesia and can be processed into nutraceuticals that are beneficial for health such as wedang ronde. Through this community service activity, PKK women in Gegerung Village, Lingsar District, West Lombok, West Nusa Tenggara were given education and training in making the nutraceutical wedang ronde. The stages in this activity include activity preparation, implementation of socialization, training in making nutraceuticals using participatory methods and evaluation of activities through providing feedback by participants. Through this activity, participant’s knowledge of nutraceuticals increased and participants gained skills in making wedang ronde. Based on the results of the questionnaire, it was also known that 94% of participants felt that this activity was very good and very useful. Participants also felt they could apply the knowledge gained after this training
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN MINUMAN NUTRASEUTIKAL SERTA PEMERIKSAAN KESEHATAN DI DESA MENINTING, KABUPATEN LOMBOK BARAT Muliasari, Handa; Permatasari, Lina; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata; Saputra, Yoga Dwi; Nirmala, Annisa Rizka; Hafizah, Qori'atul; Ananta, Muhammad Naufal Farras; Farobbi, Muhammad Iqbal; Kabir, Mila Mayanti; Alya, Ainun; Amalia, Marshanda Fitri; Rahmayanti, Wulan Desi
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4062

Abstract

Consuming healthy foods such as nutraceuticals or functional foods is very important to prevent and reduce the risk of degenerative and chronic diseases. Efforts to improve community knowledge and skills related to nutraceuticals are very important, so community service activities are carried out with the aim of providing socialization and training on the production of nutraceutical drinks from local natural ingredients, as well as health checks including blood pressure, blood sugar, cholesterol and uric acid. The partners of this community service activity are PKK women and the community in Kongok Hamlet, Meninting Village, Batulayar District, West Lombok Regency, NTB. The community service activities consist of several stages, namely activity preparation, location survey and coordination with partners, socialization of nutraceutical drinks using PowerPoint slides and leaflets, training on the production of nutraceutical drinks, health checks, and ending with post-tests and activity evaluations using questionnaires. The 56 residents who attended were very enthusiastic in participating in the activities. The results of the questionnaire showed that 35.7% of the participants who attended were able to answer questions related to the socialization material with an average score of 74.3. The results of the activity evaluation questionnaire stated that activities like this are very important to do and the selection and provision of material are very good and clear. Thus, it can be concluded that this community service activity is very beneficial for the community and the socialization and training materials can be understood well by the participants of the community service activity.
EDUKASI STUNTING DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MAKANAN BERBAHAN DASAR IKAN DI DESA MENINTING Permatasari, Lina; Muliasari, Handa; Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng; Fersiyana Deccati, Rizqa; Anandia Intan Maulidya, Selvira; Junaida, Alfini; Guban Juniarza, A'yuni; Tasya Kamila, Afifah; Hayyatun Nufus, Fadirah; Patya Putri, Hudaynu; Magfira Nurmalasanti, Nadia; Azariani, Wiwin; M. Rifqi Azami S, Lalu; Tunggal Arya Rezky, Noval; Afriza Faishal, Imam
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5940

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat rendahnya asupan gizi pada 1000 hari pertama kehidupan. Stunting juga didefinisikan dengan kondisi tinggi badan seseorang yang kurang dari normal berdasarkan usia dan jenis kelamin akibat dari malnutrisi kronis yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Pola makan merupakan salah satu faktor yang menjadi faktor kejadian stunting. Makanan yang tinggi protein hewani, misalnya ikan, merupakan bahan makanan yang mampu mencegah dan mengobati terjadinya stunting. Desa Meninting merupakan salah satu desa di Daerah Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat yang mata pencaharian utamanya yaitu nelayan. Banyak jenis ikan laut yang dihasilkan, namun anak-anak tidak menyukai mengkonsumsi ikan. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait stunting pada Ibu-Ibu di Desa Meninting dan memberikan pelatihan cara pengolahan ikan laut menjadi nugget yang lebih disukai oleh anak. Tahapan pada kegiatan ini meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan sosialisasi berupa edukasi terkait stunting dan pelatihan pengolahan ikan laut (ikan tongkol dan ikan guling-guling) dan evaluasi kegiatan melalui pemberian umpan balik oleh peserta. Berdasarkan hasil pendataan, peserta pengabdian 61% merupakan usia produtif (20-40 tahun) dan 79,5% merupakan Ibu Rumah Tangga. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait stunting setelah dilakukan edukasi stunting. Sementara itu, pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar ikan ini 88% responden menyatakan bahwa acara ini sangat penting. Selain itu, 79% responden meyatakan bahwa pengabdian ini sangat bermanfaat bagi mereka. Hasil pengabdian ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan terkait pengolahan nugget ikan berskala besar, pengemasan dan pendaftaran produk sehingga selain dapat meningkatkan kesehatan, namun dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
The Characteristics of Chitosan Derived from Lobster Shells and its Effect on Fungi Activity and Water Stability of Lobster Pellets Ihsan, Muhsinul; Harris, Ali; Mukminah; Megawati; Purwati, Nining; Muliasari, Handa; Priyambodo, Bayu; Jones, Clive; Nankervis, Leo
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i2.57474

Abstract

Graphical Abstract   Highlights of Research The chitosan was successfully produced from lobster shells Panulirus homarus. The characteristics and quality of chitosan from lobster shells Panulirus homarus were observed. The anti-fungal activity of chitosan was assessed. Chitosan enhances the water stability of lobster pellets.       Abstract Tropical rock lobster aquaculture is a lucrative industry that is currently limited by the lack of appropriate formulated feed. Its nocturnal, benthic feeding behavior necessitates a water-stable feed that maintains integrity under tropical marine conditions without degrading. Chitosan, a biopolymer derived from lobster (Panulirus homarus) shells, has potential applications in aquaculture as an antifungal agent and feed binder. We report on the characteristics of chitosan extracted from the exoskeleton of spiny lobsters (Panulirus homarus), including its effect on fungal activity and water stability of pellets. Chitosan was produced through three main steps: deproteination, demineralization, and deacetylation. The resulting chitosan was characterized through crude composition (AOAC methods), FTIR spectra, and scanning electron microscope (SEM), while antifungal activity was assessed through in vitro assays. Chitosan was used to coat lobster feed pellets by immersion method at different concentrations (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, and 2%), and its impact on pellet water stability was assessed. There were three replications in fungal activity and water stability test. The yield of chitosan was 5.9 ± 0.01% of the total shell mass, with 96.99% ± 0.01 degree of deacetylation (DD). The resulting product contained 5.94 ± 0.07% moisture, 36.72 ± 0.05% ash and 2.73 ± 0.08% nitrogen. Chitosan morphology was characterized as an irregular shape with dimensions ranging from 157 to 391 µm, with a combination of striated surface textures. Increasing concentration of chitosan increased water stability of pellets up to 1.5% inclusion, while 0.5% optimized Fusarium sp. inhibition. These findings suggest that chitosan from lobster shells can be sustainably utilized to enhance feed quality, reducing fungal contamination and nutrient leaching in aquaculture systems.
LITERATUR REVIEW: AKTIVITAS FARMAKOLOGIS, METABOLIT SEKUNDER, POTENSI 4-HIDROKSIDERISIN DAN XANTOANGELOL ASHITABA SEBAGAI ANTIBIOTIK, ANTIINFLAMASI, ANTIOKSIDAN UNTUK PENYEMBUHAN JERAWAT Riadi, Putri Oktaviati; Hidayati, Agriana Rosmalina; Muliasari, Handa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25921

Abstract

Akne vulgaris (AV) atau jerawat merupakan kondisi peradangan menahun unit pilosebasea dengan gambaran klinis biasanya polimorfik yang terdiri atas berbagai kelainan kulit berupa: komedo, papul, pustul, nodul, dan jaringan parut. AV dapat sembuh sendiri (Self limited disease). AV memiliki banyak penyebab, yaitu faktor genetik, ras, makanan, iklim, kebersihan kulit, penggunaan dan pemilihan kosmetik, serta faktor kejiwaan atau kelelahan. Tata laksana pengobatan jerawat umumnya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi, membunuh bakteri dan antioksidan mampu membantu jerawat lebih cepat sembuh serta mencegah kerusakan kulit lebih lanjut. Ashitaba (Angelica keiskei) merupakan tanaman tradisional dari Jepang, mengandung kalkon yang melimpah. Kandungan kalkon dari ashitaba yaitu 4-hidroksiderisin (4-HD) dan xantoangelol (XAG) menunjukkan bioaktivitas seperti antibakteri, antikanker, antiinflamasi, antioksidan dan antidiabetes. Metabolit sekunder lain yang terkandung dalam ashitaba antara lain alkaloid, triterpenoid, saponin, steroid dan glikosida. Literatur Review ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan aktivitas farmakologis sebagai antibiotik, antiinflamasi, serta antijerawat untuk Penyembuhan jerawat ashitaba terutama pada senyawa 4-hidroksiderisin dan Xantoangelol. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu dengan mengumpulkan berbagai sumber berupa pustaka primer, sekunder, dan tersier.. Database yang digunakan yaitu Google Scholar, dan PubMed. Literatur yang digunakan terdiri dari dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil data literatur, dapat disimpulkan bahwa kandungan kalkon yaitu 4-hidroksiderisin dan Xantoangelol tanaman ashitaba (Angelica keiskei) memiliki aktivitas farmakologis sebagai agen antibakteri, antiinflamasi dan antioksidan, sehingga dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan jerawat.
Determination of total flavonoid content of extract and fractions of mangrove leaves (Avicennia marina) Annas, Zulfiana Fitrianingrum; Muliasari, Handa; Deccati, Rizqa Fersiyana; Permatasari, Lina; Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 3 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i3.16596

Abstract

Mangrove plants (Avicennia marina) come from the Avicenniaceae family. The leaves have antioxidant, antiviral and antibacterial activity caused by the content of secondary metabolites in mangrove leaves in the form of flavonoid compounds. Research on the total flavonoid content of 96% ethanol extract and the water, ethyl acetate, and n-hexane fractions of A. marina leaves has never been carried out. The aim of this study was to determine the total flavonoid content in extracts and fractions of A. marina mangrove leaves by UV-Vis spectrophotometry method. Extraction was carried out using 96% ethanol solvent by sonication method, then fractionation was carried out using the liquid-liquid fractionation method. The extracts and fractions obtained for their secondary metabolites were identified by test tube and thin layer chromatography and then the total flavonoid content was determined by the colorimetric method. Mangrove leaf extracts and fractions contain secondary metabolites of flavonoids, phenolics, saponins, steroids, triterpenoids, and alkaloids. The results of thin layer chromatography confirmed the results of the tube test that mangrove leaf extracts and fractions contained flavonoid compounds. Total flavonoid content in 96% ethanol extract, water fraction, ethyl acetate fraction, and n-hexane fraction of A. marina mangrove leaves were 19.37; 3.07; 11.30; and 56.62 mg quercetin equivalent/gram sample. In conclusion, the total flavonoid content of A. marina leaves was high, thus supporting its activity as an antioxidant.
Co-Authors Afriza Faishal, Imam Agriana Rosmalina Hidayati Agus D. Ananto Agus Dwi Ananto, Agus Agus saputra Ahmad Wirahadi Ali Harris Aliefman Hakim Almira Amini Alwi, Andi Siti Fatimah Alya, Ainun Amalia, Marshanda Fitri Amini, Almira Anandia Intan Maulidya, Selvira Ananta, Muhammad Naufal Farras Anggit Listyacahyani Sunarwidhi Annas, Zulfiana Fitrianingrum Annisa Rizka Nirmala Azariani, Wiwin Baiq Handayani Rinuastuti Baiq Ressa Puspita Rizma Baiq Ridho Amalia Baiq Ridho Amalia Baiq Sofianti Annisa Baiq Sopiah Bayu Priyambodo Bela Azkiana Candra D Hamdin Candra D. Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Dwipayana Hamdin Candra Eka Puspitasari Dani Syaiful Akbar Deccati, Rizqa Fersiyana Dedianto Hidajat Devy Shandra Purwati Dhony Hermanto Diba, Asmara Yauma Putri Farah Diva Almira Dzulqaidah, Intan Edi M Jayadi Elliya Rosyada Emmy Yuanita Emmy Yuanita Ernin Hidayati Erwinayanti, Gusti Ayu Putu Sri Fahrurazi Fahrurazi Fania Rahman Farobbi, Muhammad Iqbal Febriyanto Febriyanto Fersiyana Deccati, Rizqa Guban Juniarza, A'yuni Hafizah, Qori'atul Hajrin, Wahida Hamdin, Candra Dwipayana Hasanah, Nunung Uswatun Hayyatun Nufus, Fadirah Hesti Wulandari Hidayati, Agriana Rosmalina Hilkatul Ilmi I MADE SUDARMA I Made Sudarma Ihsan, Muhsinul Ima Arum Lestarini Indah Permata Sari Jones, Clive Junaida, Alfini Jurnal Pepadu Kabir, Mila Mayanti Laksono Trisnantoro Lalu Ardian Hadi Lalu Husnul Hidayat Lina Permatasari Lina Permatasari Lina Permatasari Luh Putu Intan Paramitha Sari M. Elyadi M. Rifqi Azami S, Lalu Magfira Nurmalasanti, Nadia Mahacita Andanalusia Megawati Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Muhsinul Ihsan Mujiburrohman Mujiburrohman Mukhlishah, Neneng Rachmalia Izzatul Mukminah Mursidi, Siswandi Nankervis, Leo Ni Kadek Intan Wulan Sinta Dewi Ni Luh Arisa Prahastuti Winastri Ni Made Amelia Ratnata Dewi Ningsih, Baiq Nila Sari Nining Purwati Nirmala, Annisa Rizka Nisa Isneni Hanifa Novita Eliya Wardani Novita Eliya Wardani Nur Nadhifah Zahra Nur Nadhifah Zahra Nurul Hidayah Patya Putri, Hudaynu Permatasari, Lina Permatasari, Ni Made Ayu Dinda Priyambodo, Bayu Qori'atul Hafizah Qurnia Aini Rachmalia Izzatul Mukhlishah, Neneng Raehanul Maziya Rahmayanti, Wulan Desi Rahula Vijja Sammanta Regita Pramesti Retno Zahara Reza Sagista Riadi, Putri Oktaviati Risa Dwi Sosalia Riza Rusyiana Rizkika, Adila Rizqa F. Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Rizqa Fersiyana Deccati Romi Juniawan Sahila, Dinda Salsabila, Arista Rizkika Putri Sammanta, Rahula Vijja Saprizal Hadisaputra Saprizal Handisaputra Saputra, Yoga Dwi Setiawan, Wahyu Aldi Sopiah, Baiq Sosalia, Risa Dwi Suhirman suhirman Tasya Kamila, Afifah Tunggal Arya Rezky, Noval Ulul Khairi Zuryati Ulul Khairi Zuryati Virnia Wanda Utami Wahida Hajrin Wahida Hajrin Wahyu Bintang Ilahi Windah Anugrah Subaidah Wirasisya, Dyke Gita Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yayuk Andayani Yohanes Juliantoni Yuli Eka Hardianti Zahra, Nur Nadhifah Zanuba, Regina Brigita Zulfiana Fatianingrum Annas