p-Index From 2021 - 2026
12.131
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SEL Jurnal Penelitian Kesehatan JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Jurnal Surya Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Medika Malahayati Jambura Health and Sport Journal Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Jurnal Sains Riset PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Surya Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan Jurnal Promotif Preventif Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kebidanan Muhammadiyah GEULIMA Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Journal of Public Health Innovation (JPHI) Narra J GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat SEHATI: Jurnal Kesehatan Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Journal of Health and Medical Science Journal of Public Health Concerns International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) Journal of Public Health and Pharmacy Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan muniru (api-apian) dengan tingkat keparahan pasien tuberkulosis paru Kartini, Kartini; Fahdhienie, Farrah; Hermansyah, Hermansyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1389

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) remains a public health problem in Indonesia, particularly in areas with specific cultural practices that can worsen patient conditions. One common cultural practice in highland areas such as Bener Meriah Regency is Muniru (burning fire), which involves burning wood indoors to warm the body, resulting in continuous exposure to household smoke. This practice is thought to contribute to the severity of TB in patients. Purpose: To determine the relationship between the habit of muniru (burning fire) and the severity of pulmonary TB in patients. Method: This study used a mixed methods approach combining quantitative and qualitative data. Quantitative data were obtained from 96 patients with smear-positive pulmonary TB selected through purposive sampling and analyzed using chi-square tests and logistic regression. Qualitative data were collected through in-depth interviews with three patients and three healthcare workers. Results: The habit of muniru was significantly associated with TB severity (p=0.000; OR=1.40) and was the most dominant factor in the multivariate model. Respondents who frequently experienced muniru were more likely to develop severe TB. Meanwhile, education level also had a significant influence; Low education increases the risk of TB severity. Conclusion: Exposure to smoke from muniru significantly increases the severity of pulmonary tuberculosis. Culturally based educational interventions and improvements to the household environment are needed as preventative strategies.   Keywords: Fire; Muniru Habits; Severity; Pulmonary Tuberculosis.   Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di daerah dengan kebiasaan budaya tertentu yang dapat memperburuk kondisi pasien. Salah satu praktik budaya yang masih umum dilakukan di dataran tinggi seperti Kabupaten Bener Meriah adalah Muniru (api-apian), yaitu kegiatan membakar kayu di dalam ruangan untuk menghangatkan tubuh, sehingga menghasilkan paparan asap rumah tangga secara terus-menerus. Kebiasaan ini diduga berkontribusi terhadap tingkat keparahan TB pada penderita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan muniru (api-apian) dengan tingkat keparahan pasien tuberkulosis paru. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mix method yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari 96 pasien TB paru BTA (+) yang dipilih secara purposive sampling dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 3 pasien dan 3 tenaga kesehatan. Hasil: Kebiasaan muniru memiliki hubungan signifikan dengan keparahan TB (p=0.000; OR=1.40), dan menjadi faktor paling dominan dalam model multivariat. Responden yang sering muniru cenderung mengalami TB berat. Sementara itu, tingkat pendidikan juga memiliki pengaruh signifikan, pendidikan rendah meningkatkan risiko keparahan TB. Simpulan: Paparan asap dari kebiasaan muniru secara signifikan meningkatkan tingkat keparahan tuberkulosis paru. Diperlukan intervensi edukatif berbasis budaya lokal dan perbaikan lingkungan rumah tangga sebagai strategi pencegahan.   Kata Kunci: Api-Apian; Kebiasaan Muniru; Tingkat Keparahan; Tuberkulosis Paru.
Edukasi KAP untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Gampong Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya Sari, Putri Ardila; Baharuddin, Dharina; Fahdhienie, Farrah
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tinggi. Rendahnya pemahaman masyarakat meningkatkan risiko komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran melalui interaksi dua arah. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Meunasah Raya tentang hipertensi. Metode: Desain yang ditetapkan adalah one group  pre-test post-test. Kegiatan diikuti oleh 26 partisipan. Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan setelah edukasi, dilakukan analisis dengan uji t dari hasil pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi, yaitu sesi interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan lagu. Hasil: Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 7,12 menjadi 11,27 (p = 0,000). Kesimpulan: KAP efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi. Pendekatan komunikasi dua arah yang interaktif memudahkan peserta memahami dan mengingat informasi, serta memiliki potensi diterapkan lebih luas dalam program pencegahan penyakit kronis lainnya. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pengetahuan masyarakat _____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a chronic condition that is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of mortality. Low public awareness increases the risk of complications. Interpersonal Communication (ICC) is considered effective in raising awareness through two-way interaction. Objective: To evaluate the effectiveness of ICC in increasing public awareness of hypertension in Meunasah Raya. Method: The design used was a one-group pre-test-post-test. Twenty-six participants attended the activity. To determine changes in knowledge after education, a t-test analysis was conducted on the pre-test and post-test results. The activity was conducted in several sessions: interactive sessions, discussions, educational games, and songs. Result: Knowledge scores increased significantly from an average of 7.12 to 11.27 (p = 0.000). Conclusion: ICC is effective in increasing public awareness and understanding of hypertension. The interactive two-way communication approach makes it easier for participants to understand and remember information and has the potential to be applied more widely in other chronic disease prevention programs. Keywords: health education, hypertension, ICC, public knowledge
Faktor risiko kejadian hepatitis B Andrean, Heppy Maulizar; Fahdhienie, Farrah; Zahara, Meutia; Ichwamsyah, Fahmi; Aramico, Basri
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1633

Abstract

Background: Hepatitis B is an infectious disease that has a significant impact on public health, especially in areas with low vaccination coverage and limited knowledge. Transmission can occur through blood, body fluids, and vertically from mother to child. Purpose: To analyze risk factors associated with hepatitis B incidence. Method: A case-control study design with a sample size of 170 respondents (85 cases and 85 controls) using purposive sampling technique was conducted in North Aceh Regency. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression. Results: There was no significant association between knowledge and hepatitis B incidence (p=0.071). However, there were significant associations between transmission through blood and body fluids (p=0.000), transmission through childbirth (p=0.000), community behavior and habits (p=0.001), hepatitis B vaccination (p=0.005), and the social environment (p=0.000). The most dominant factor was transmission through childbirth (OR=4.61). Conclusion: Transmission through childbirth, blood and body fluids, and community behavior are the main risk factors for hepatitis B. Preventive interventions should focus on education and increasing vaccination coverage.   Keywords: Community Behavior; Hepatitis B; Risk Factors;  Transmission; Vaccination.   Pendahuluan: Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan cakupan vaksinasi rendah dan pengetahuan yang terbatas. Penularan dapat terjadi melalui darah, cairan tubuh, serta secara vertikal dari ibu ke anak. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hepatitis B. Metode: Desain penelitian case-control dengan jumlah sampel sebanyak 170 responden (85 kasus dan 85 kontrol) menggunakan teknik purposive sampling dilakukan di Kabupaten Aceh Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kejadian hepatitis B (p=0.071). Namun, terdapat hubungan signifikan antara transmisi darah dan cairan tubuh (p=0.000), penularan dari persalinan (p=0.000), perilaku dan kebiasaan masyarakat (p=0.001), vaksinasi hepatitis B (p=0.005), dan lingkungan sosial (p=0.000). Faktor paling dominan adalah penularan dari persalinan (OR=4.61). Simpulan: Penularan dari persalinan, transmisi darah dan cairan tubuh, serta perilaku masyarakat merupakan faktor risiko utama kejadian hepatitis B. Intervensi pencegahan perlu difokuskan pada edukasi dan peningkatan cakupan vaksinasi.   Kata Kunci: Faktor Risiko; Hepatitis B; Perilaku Masyarakat; Transmisi; Vaksinasi.
Evaluasi Program Hipertensi di Pelayanan Kesehatan Puskesmas Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Nana Wildana; Muhammad Ghifari Karsa; Marhamah Marhamah; Farrah Fahdhienie; Faisal Abdurahman
SEHATI: Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Pelantar Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52364/sehati.v5i2.100

Abstract

Hypertension is one of the global health problems that contributes to high morbidity and mortality. A hypertension evaluation program in health services is needed to assess the effectiveness of interventions that have been carried out and to improve the quality of health services. The purpose of this study was to evaluate the implementation of the Chronic Disease Management Program (Prolanis), especially for hypertension patients at the Blang Bintang Community Health Center, Aceh Besar Regency, during the period 2022–2024. Evaluation of the hypertension control program at the Blang Bintang Community Health Center through observation of annual report data and direct interviews with the person in charge of PTM at the Blang Bintang Community Health Center regarding aspects of planning, implementation, involvement of health workers and program achievement results, data collection techniques using secondary data, namely the performance report of the Blang Bintang Community Health Center for the period 2022–2024. The Hypertension Prolanis Program at the Blang Bintang Community Health Center for the period 2022–2024 has shown progress in the implementation of community-based services. The increase in the number of human resources, budget, and logistics has provided a strong foundation in carrying out educational and preventive activities for hypertension patients. Routine exercise, regular medication distribution, and group education are key pillars of this program's success. The study concluded that the program has been effective in the short term, but its long-term success depends heavily on the system's ability to measure, monitor, and continuously improve its implementation
Co-Authors Abdi, Naufal Abidin, Taufik F. Achmad, Asmawati Afriliansyah, Afriliansyah Agustin, Rahmanda Amelia Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Akbar, Azrial Akbar, Fahrisal Akhmalnihar, Ulfa Amalia, Anasya Amara Rizal, Audia Amin, Fauzi Ali Andrean, Heppy Maulizar Andria, Dedi Anggun Paramita Djati Arafani, Vilda Arbi, Anwar ARBIE, ANWAR Arifin, Vera Nazhira Arifin, Vera Nazira Arifin, Vera Nazirah Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asnawi Abdullah Atira, Dhia Azwar, Eddy Baharuddin , Dharina Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Bella, Natha Damayanti, Elok Darmawan, Aldi Darwis, Aryandi Dede Dessy Listyana Depa Raihan Desi Ari Apsari Devi Zulfika Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Diana, Mutia Eddy Azwar Elvira Nova Riany Erma Wina Erwiyanti, Sherly Nurfajri Fadhlullah Fadhlullah Fadhlullah, Fadhlullah Fahmi Ichwansyah Faisal Abdurahman fajri, izzarul fahmi Fathiariani, Liza febrianti, heni Febriyanti, Heni Fitri, Raihanil Hafnidar, Hafnidar Hamisah, Irma Haris Ferdinal Setiawan Hasnaini, Cika Hayatunnufus Hayatunnufus Hermansyah Hermansyah Humaira, Adintya Ibrahim, Aisha Humaira Ichwamsyah, Fahmi Ihsan, Ahadun Ipah Riani Irma Hamisah Irma Linda Jabari, Jabari Julamnur, Ratifa Kamalurrijal, Kamalurrijal Kartini Kartini Kausar, Muhammad Anis AL Khairunnisa LB, ROSMAINI Lheena, Cut Putri Zaila M. Marthoenis Maidar, Maidar Mainimar Mainimar Mairani, Tiara MAQFIRAH, MONA HILOKA Maqfirah, Rauzatul Marhamah Marhamah Marzuki Marzuki Maudi, Viranika Maulana, Aiga Maulinasari, Maulinasari Melania Hidayat Meutia Zahara Mhd. Nauval Ridha Mudatsir Mudatsir Muhammad Ghifari Karsa Muhammad Iqbal Muharani, Muharani Mulia, Syarifah Sulfira Mushaddiq, Muhammad Mutia, Sunnia Nahrisah, Putri Naila Sabila Nana Wildana Nauval, M. Dharma Nazri Fajrianda Nengsi, Poppy Sri Ningsih, Rima Wirayudha Nisak, Khairun Nisrina Nisrina Nova Septiana Puteri Nurjannah Nurjannah Nurmaili Nurmaili Phossy Vionica Ramadhana Phossy Vionica Ramadhana Phossy Vionica Ramadhana Pratiwi, Agil Putri Balqis, Putri Putri Riza Yana Radhiah Zakaria Rahayu, Rauza Lestari Rahma Wati Rahmadhani, Syahri Rahmadhaniah Rahmadhaniah Raiyan, Deka Ramadhana, Phossy Vionica Ramadhani, Putri Nur Ramadhani, Tiara Rasmawati, Rasmawati Rawanita, Misdar Regina, Farin Rezeki, Tamara Riany, Elvira Nova Ricinta, Putroe Aliya Rihadah, Sofaa Risa Hajjatul Ula Riska Riska Rosaria Indah Saiful Kamal sainah, Nur Santika, Deva saputra, T. Yudha Sari, Herdinda Mutiara Sari, Putri Ardila Savitri, Hidayati Septiani, Riza Siska Riani Sonia Bella Sanjaya Sugisni, Susi Syahriazi Tahara Dilla Santi Tapa, Rd Baresi Sananda ULUL AZMI Utari, Nadia Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arivin Waliyyuddin, Rajwa Wardiati, Wardiati Wartini, Sari Wiwit Aditama Yesi Yuliana Yesika Amananda Yusafrita, Yusafrita Zahara, Meutia Zakaria , Radhiah Zakaria, Radhiah Zuhriyyah, Azqia