p-Index From 2021 - 2026
13.446
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SEL Jurnal Penelitian Kesehatan JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Medika Malahayati Jambura Health and Sport Journal Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Jurnal Sains Riset PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Surya Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan Jurnal Promotif Preventif Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kebidanan Muhammadiyah GEULIMA Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Journal of Public Health Innovation (JPHI) Narra J GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Health Research Science Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat SEHATI: Jurnal Kesehatan Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Journal of Health and Medical Science Journal of Public Health Concerns SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Jurnal Berkawan Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perilaku Pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah: Analysis of COVID-19 Prevention Behavior in Kebet Village, Bebesen District, Central Aceh Regency Devi Zulfika; Farrah Fahdhienie; Nopa Arlianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i9.2607

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah virus SARS-CoV-2 yang menyerang sistem imun tubuh manusia. Upaya untuk mencegah penularan COVID-19 dengan menerapkan perilaku mematuhi protokol 6M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, dan menghindari aktivitas makan bersama) plus melakukan vaksin untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Desa Kebet Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptik analitik dengan desain cross-sectional melalui wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian dilakukan pada tanggal 10-15 Februari 2022 pada 82 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa data menggunakan uji chi square dan penyajian data dalam bentuk univariat dan bivariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukan responden yang memiliki perilaku kurang melakukan pencegahan 52.4%, pengetahuan kurang baik 50%, sikap negatif 53.7%, stigma negatif 52.4 %, tingkat pendidikan dasar 17,1%, dan status pekerjaan bekerja 92.7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan dengan nilai (P Value = 0.001), dan pekerjaan dengan nilai (P Value = 0.027) dengan perilaku pencegahan COVID-19 berdasarkan perilaku 6M plus vaksin. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, stigma, tingkat pendidikan, dan pekerjaan dengan perilaku pencegahan COVID-19.
Analisis Spasial Kejadian Tuberkulosis di Kota Banda Aceh: Spatial Analysis of Tuberculosis Event in the City of Banda Aceh Farrah Fahdhienie; Tiara Mairani; Phossy Vionica Ramadhana; Saiful Kamal
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i8.3536

Abstract

Latar belakang: Gejala klinis TBC dan Covid-19 yang hampir sama memunculkan stigma di masyarakat untuk menahan diri tidak mendatangi pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan penemuan kasus dan terhambatnya penanganan TB. Maka perlu, mengidentifikasi faktor risiko untuk memutuskan mata rantai penularan dan melaksanakan program pencegahan serta penanggulangan TBC Paru BTA dilakukan analisis kewilayahan sebaran kasus secara deskriptif analitik dengan pendekatan Geographic Information System (GIS). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengelompokan kasus TBC serta populasi kasus TBC Paru BTA (+) dengan pendekatan Geographic Information System (GIS). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Geographic Information System (GIS) untuk mengidentifikasi pengelompokan kasus TBC serta populasi kasus TBC Paru BTA (+) berjumlah 455 kasus menggunakan data sekunder dari Laporan TB 03 SO (Sensitif Obat) Program Tuberkulosis Dinkes Aceh. Teknik analisis data menggunakan QGIS 2.6.1, SatScan dan GeoDa. Hasil: Kasus TB di Kota Banda Aceh paling tinggi terjadi pada laki-laki, pada tahun 2019 sebanyak 73% dan tahun 2020 kasus sebanyak 65.1% pada kelompok umur terbanyak menderita TB pada kategori usia produktif. Hasil uji bivariat BiLISA tahun 2019 menunjukkan bahwa 14 desa (15,5%) dan 13 desa (14,4%) pada tahun 2020 memiliki hubungan signifikan antara kepadatan penduduk dengan jumlah kasus TB serta uji Moran’s Scatterplot menunjukkan nilai Moran’s I = 0,096 pada tahun 2019 dan nilai Moran’s I = 0,032 pada tahun 2020 artinya terdapat autokorelasi spasial positif antara kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru di Kota Banda Aceh dan terdapat pengelompokan kasus di Kecamatan Meuraxa pada tahun 2019. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa laki-laki lebih rentang untuk terinfeksi TB Paru. Terdapat hubungan yang signifikan antara kepadatan penduduk dengan kejadian TB Paru.
Case Control Study Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Pegawai Kantor Gubernur Aceh Kota Banda Aceh Tahun 2022: Case Control Study Risk Factors of Hypertension in Aceh Governor Office Employees in Banda Aceh City in 2022 Putri Riza Yana; Tahara Dilla Santi; Farrah Fahdhienie; Dharina Baharuddin
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3605

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang paling serius yang dapat memicu berbagai penyakit mematikan seperti jantung dan stroke. Hipertensi dapat terjadi akibat beberapa faktor risiko seperti kebiasan hidup yang kurang baik, pola diet yang kurang baik atau kualitas tidur yang kurang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, merokok, lingkar perut dan BMI (Body Mass Indeks) dengan kejadian hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan desain Case Control, populasi adalah 200 pegawai dengan pengambilan sampel menggunakan non random sampling yang berupa purposive sampling yaitu dari data survei milik peneliti sebanyak 90 pegawai diantaranya 30 kasus dan 60 kontrol. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil univariat aktivitas fisik sedang (46,67%), lingkar perut normal (100%), tidak merokok (86,67%), memiliki BMI normal (100%). Hasil bivariat hubungan antara aktivitas fisik (p value 0,001 dan OR 0,01-0,04), lingkar perut (p value 0,001 dan OR 0,07-0,30), merokok (p value 0,001 dan OR 8,5), BMI (p value 0.001 dan OR 1) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Sebaiknya Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh untuk melakukan promosi kesehatan pada pegawai di kantor seperti penyuluhan, selain itu kepala bidang isra dapat mencanangkan program baru seperti senam sehat dan memberikan edukasi terkait pola makan.
Faktor Risiko Hipertensi pada Wanita Pralansia (45-59 Tahun) Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar: Risk Factors of Hypertension in Preelderly Women (45-59 Years Old) Lhoknga District, Aceh Besar District Melania Hidayat; Erma Wina; Farrah Fahdhienie; Nopa Arlianti; Phossy Vionica Ramadhana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i10.3779

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting diseluruh indonesia karena prevalansinya yang tinggi sebesar 22% pada kelompok usia >18 tahun. Jumlah kasus hipertensi terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2018 prevalansi hipertensi di Aceh menduduki tingkat ke-10 tertinggi yaitu 9.32%, dan di Puskesmas Lhoknga sebesar 9.71%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggetahui hubungan antara obesitas, tingkat stress dan Riwayat dengan kejadian hipertensi pada wanita pralansia (45-59 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Tahun 2020. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan design cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 orang diambil dengan metode proporsional random sampling. Sampel diambil berdasarkan laporan puskesmas dengan wilayah hipertensi tertinggi di Puskesmas Lhoknga. Analisis data menggunakan uji chi square dan melihat nilai Odds Rasio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara obesitas dengan (p value=0.014; OR=3.77 ), tingkat stress (p value=0.009; OR=4.44 ), dan riwayat keluarga (p value=0.001; OR=8.25) dengan kejadian hipertensi pada wanita pralansia (45-59 tahun) di 5 Desa Wilayah Kerja Puskesmas Lhoknga Kabupaten Aceh Besar tahun 2020. Kesimpulan: Bagi petugas Puskesmas bagian PTM, untuk dapat meningkatkan penyuluhan tentang bahayanya hipertensi dan pentingnya hidup sehat dengan cek kesehatan secara rutin
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2025 Ayu Vinezia Situmeang; Tahara Dilla Santi; Farrah Fahdhienie
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6837

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease with the highest prevalence in Indonesia, so it is necessary to conduct research on its risk factors. This study aims to determine the risk factors associated with the incidence of hypertension in the community in the working area of ​​the Krueng Barona Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency in 2025. The type of research is descriptive analytic with a case-control design. The sample consisted of 176 respondents, namely 88 cases and 88 controls, who were selected by random sampling. The study was conducted on August 7–12, 2025 through interviews with a structured questionnaire, and data were analyzed using the chi-square test in SPSS. The results showed that 50.0% of respondents were hypertension cases. A total of 58.0% had consumed caffeine, 55.7% were obese, 33.5% had high physical activity, 58.5% had poor diet, and 47.2% had comorbidities. Bivariate analysis showed a significant relationship between caffeine consumption, BMI, physical activity, diet, and comorbidities with the incidence of hypertension. It is recommended that Community Health Centers strengthen health promotion, cadres increase early screening, and the Health Service support community examination and sports facilities.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKOLAH MELALUI SOSIALISASI MANFAAT MENGKONSUMSI BUAH DAN SAYUR DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA AL ISTIQAMAH, KUEH LHOKNGA, ACEH BESAR Farrah Fahdhienie; Tahara Dilla Santi
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i1.3141

Abstract

Elementary school children are in a critical period of growth and development. Proper nutritional intake, especially from vegetables and fruit, is very important to support their health, strengthen the immune system, and prevent disease. Increasing knowledge about the benefits of consuming fruit and vegetables needs to be done in order to prevent various diseases related to nutrition and optimize growth and development. The method used was health education for 31 Mis students. This activity begins with distributing pre-test questionnaires, counseling and ends with distributing post-test questionnaires. The results of this activity show that the outreach activities related to the benefits of consuming fruit and vegetables were carried out well and almost 70% experienced an increase in knowledge. In conclusion, there was an increase in knowledge after counseling was carried out through presentations and screening of educational videos.
Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh Ainul Fadla; Farrah Fahdhienie; Vera Nazhira Arifin
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i1.7576

Abstract

DHF is a health problem in tropical climates. This disease can disrupt the function of capillary blood vessels and the blood clotting system, thus increasing the risk of bleeding in sufferers. This study design was a case-control study with 31 cases and 31 controls, totaling 62 respondents. The sampling technique was total sampling, with data collected through questionnaires over 27 days. The results of the univariate analysis showed that most respondents sometimes empty landfills (43.5%), do not cover them properly (58.1%), and do not recycle used items (91.9%). In addition, 79% hang clothes indoors, 69.4% use mosquito repellent, and 79% consider the role of mosquito larvae control teams to be inadequate. Bivariate analysis showed that the behavior of draining (p = 0.001; OR = 13.3) and covering water reservoirs (p = 0.033; OR = 2.6) were significantly associated with the incidence of dengue fever, while recycling used goods (p = 0.162; OR = 0.225), hanging clothes (p = 0.755; OR = 1.215), the use of mosquito repellent (p = 0.409; OR = 1.581), and the role of jumantik (p = 0.119; OR = 2.761) did not show a statistical relationship. Community behavior in implementing 3M Plus plays a role in the incidence of DMF, especially the habit of not draining landfills regularly. Therefore, cross-sectoral cooperation and continuous education are needed between the government, health workers, and the community through mosquito nest eradication activities and routine counseling, so that compliance can be increased and the incidence of DMF can be suppressed.
Evaluasi Program Penyakit Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh Putri Nur Ramadhani; Natha Bella; Sari Wartini; Farrah Fahdhienie; Maidar Maidar
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1042

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memiliki peran penting dalam pengendalian hipertensi melalui deteksi dini, pengobatan, dan edukasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan hipertensi di Puskesmas Lampaseh, Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan penanggung jawab program, observasi fasilitas, serta analisis data sekunder tahun 2022–2024. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program hipertensi di Puskesmas Lampaseh telah berjalan cukup baik. Pemeriksaan tekanan darah dilakukan secara rutin, dan distribusi obat antihipertensi seperti Amlodipin dan Captopril sebagian besar berjalan lancar, meskipun terdapat kendala keterlambatan distribusi pada tahun 2023. Jumlah pasien hipertensi mengalami fluktuasi dari 442 pasien pada tahun 2022 menjadi 406 pasien pada 2023, dan menurun menjadi 404 pada tahun 2024. Edukasi kepada pasien mengenai kepatuhan minum obat dan perubahan gaya hidup terus ditingkatkan. Namun, masih diperlukan penguatan kapasitas layanan dan komunikasi dengan pasien untuk meningkatkan efektivitas program. Pelaksanaan program hipertensi di Puskesmas Lampaseh cukup efektif, namun masih memerlukan perbaikan dalam hal distribusi obat dan edukasi berkelanjutan. Peningkatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencapai pengendalian hipertensi yang optimal.
Edukasi KAP untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi di Gampong Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya Putri Ardila Sari; Dharina Baharuddin; Farrah Fahdhienie
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i4.796

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi kronis yang menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan penyebab kematian tinggi. Rendahnya pemahaman masyarakat meningkatkan risiko komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran melalui interaksi dua arah. Tujuan: Mengevaluasi efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Meunasah Raya tentang hipertensi. Metode: Desain yang ditetapkan adalah one group  pre-test post-test. Kegiatan diikuti oleh 26 partisipan. Untuk melihat adanya perubahan pengetahuan setelah edukasi, dilakukan analisis dengan uji t dari hasil pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa sesi, yaitu sesi interaktif, diskusi, permainan edukatif, dan lagu. Hasil: Skor pengetahuan meningkat signifikan dari rata-rata 7,12 menjadi 11,27 (p = 0,000). Kesimpulan: KAP efektif meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi. Pendekatan komunikasi dua arah yang interaktif memudahkan peserta memahami dan mengingat informasi, serta memiliki potensi diterapkan lebih luas dalam program pencegahan penyakit kronis lainnya. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pengetahuan masyarakat _____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a chronic condition that is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of mortality. Low public awareness increases the risk of complications. Interpersonal Communication (ICC) is considered effective in raising awareness through two-way interaction. Objective: To evaluate the effectiveness of ICC in increasing public awareness of hypertension in Meunasah Raya. Method: The design used was a one-group pre-test-post-test. Twenty-six participants attended the activity. To determine changes in knowledge after education, a t-test analysis was conducted on the pre-test and post-test results. The activity was conducted in several sessions: interactive sessions, discussions, educational games, and songs. Result: Knowledge scores increased significantly from an average of 7.12 to 11.27 (p = 0.000). Conclusion: ICC is effective in increasing public awareness and understanding of hypertension. The interactive two-way communication approach makes it easier for participants to understand and remember information and has the potential to be applied more widely in other chronic disease prevention programs. Keywords: health education, hypertension, ICC, public knowledge
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DM TIPE 2 DIPUSKESMAS BAITURRAHMAN BANDA ACEH TAHUN 2025 Syafratul Muna; Farrah Fahdhienie; Hanifah Hasnur
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i2.58409

Abstract

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius. Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh mencatat peningkatan kasus DM tipe 2 dari 841 kasus pada tahun 2023 menjadi 1.209 kasus pada tahun 2024. Self management menjadi kunci utama dalam pengendalian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi self management pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Baiturrahman Banda Aceh tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien DM tipe 2 sebanyak 1.209 orang dengan sampel 92 responden yang diambil menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self management kurang (65,2%). Responden juga didominasi oleh pengetahuan kurang (63,0%), kemampuan beraktivitas kurang (62,0%), dukungan keluarga kurang (63,0%), dan self efficacy rendah (64,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), kemampuan beraktivitas (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), dan self efficacy (p=0,001) dengan self management. Disimpulkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan yang signifikan dengan self management. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, dukungan keluarga, serta penguatan aspek psikososial guna meningkatkan kemampuan self management pasien DM tipe 2.
Co-Authors Abdi, Naufal Abdullah, Asnawi Abidin, Taufik F. Achmad, Asmawati Afriliansyah Sihotang Afriliansyah, Afriliansyah Agustin, Rahmanda Amelia Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Ainul Fadla Akbar, Azrial Akbar, Fahrisal Akhmalnihar, Ulfa Amalia, Anasya Amara Rizal, Audia Amin, Fauzi Ali Andrean, Heppy Maulizar Andria, Dedi Anggun Paramita Djati ANIS MISKA MZ Anis Miska. MZ Arafani, Vilda Arbi, Anwar ARBIE, ANWAR Arifin, Vera Nazhira Arifin, Vera Nazira Arifin, Vera Nazirah Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asnawi Abdullah Atira, Dhia Ayu Vinezia Situmeang Azwar, Eddy Baharuddin , Dharina Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Bella, Natha Damayanti, Elok Darmawan, Aldi Darwis, Aryandi Dede Dessy Listyana Depa Raihan Desi Ari Apsari Devi Zulfika Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Diana, Mutia Eddy Azwar Elvira Nova Riany Erma Wina Erwiyanti, Sherly Nurfajri Fadhlullah Fadhlullah Fadhlullah, Fadhlullah Fahmi Ichwansyah Fahrisal Akbar Faisal Abdurahman fajri, izzarul fahmi Fathiariani, Liza febrianti, heni Febriyanti, Heni Fitri, Raihanil Hafnidar, Hafnidar Hamisah, Irma Handayani, Yusra Hanifah Hasnur Haris Ferdinal Setiawan Hasnaini, Cika Hayatunnufus Hayatunnufus Hermansyah Hermansyah Humaira, Adintya Ibrahim, Aisha Humaira Ichwamsyah, Fahmi Ihsan, Ahadun Ipah Riani Iqhrammullah, Muhammad Irma Hamisah Irma Hamisah Irma Linda Jabari, Jabari Julamnur, Ratifa Kamalurrijal, Kamalurrijal Kartini Kartini Kausar, Muhammad Anis AL Khairunnisa LB, ROSMAINI Lheena, Cut Putri Zaila M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Mainimar Mainimar Mairani, Tiara MAQFIRAH, MONA HILOKA Maqfirah, Rauzatul Marhamah Marhamah Marzuki Marzuki Maudi, Viranika Maulana, Aiga Maulinasari, Maulinasari Melania Hidayat Meutia Zahara Mhd. Nauval Ridha Mudatsir Mudatsir Muhammad Ghifari Karsa Muhammad Iqbal Muharani, Muharani Mulia, Syarifah Sulfira Mushaddiq, Muhammad Mutia, Sunnia Nahrisah, Putri Naila Sabila Nana Wildana Natha Bella Nauval, M. Dharma Nazri Fajrianda Nengsi, Poppy Sri Ningsih, Rima Wirayudha Nisak, Khairun Nisrina Nisrina Nova Septiana Puteri Nurjannah, Nurjannah Nurmaili Nurmaili Nurwijayanti Phossy Vionica Ramadhana Pratiwi, Agil Putri Ardila Sari Putri Balqis, Putri Putri Nur Ramadhani Putri Riza Yana Radhiah Zakaria Rahayu, Rauza Lestari Rahma Wati Rahmadhani, Syahri Rahmadhaniah Rahmadhaniah Rahmah, Fitri Mauliza Raiyan, Deka Ramadhana, Phossy Vionica Ramadhani, Putri Nur Ramadhani, Tiara Rasmawati, Rasmawati Rawanita, Misdar Regina, Farin Rezeki, Tamara Riany, Elvira Nova Ricinta, Putroe Aliya Rihadah, Sofaa Risa Hajjatul Ula Riska Riska Rosaria Indah Saiful Kamal sainah, Nur Santika, Deva saputra, T. Yudha Sari Wartini Sari, Herdinda Mutiara Septiani, Riza Siska Riani Soleha, Rifa Sonia Bella Sanjaya Sugisni, Susi Syafratul Muna Syahriazi Tahara Dilla Santi Tahara Dilla Santi Tapa, Rd Baresi Sananda Tiara Mairani ULUL AZMI Utari, Nadia VERA NAZHIRA Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arivin Verra Nazhira Waliyyuddin, Rajwa Wardiati, Wardiati Wartini, Sari Wiwit Aditama Yesi Yuliana Yesika Amananda Yusafrita, Yusafrita Zahara, Meutia Zakaria , Radhiah Zakaria, Radhiah Zuhriyyah, Azqia