p-Index From 2021 - 2026
13.446
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SEL Jurnal Penelitian Kesehatan JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Medika Malahayati Jambura Health and Sport Journal Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Jurnal Sains Riset PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Surya Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan Jurnal Promotif Preventif Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kebidanan Muhammadiyah GEULIMA Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Journal of Public Health Innovation (JPHI) Narra J GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Health Research Science Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat SEHATI: Jurnal Kesehatan Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Journal of Health and Medical Science Journal of Public Health Concerns SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Jurnal Berkawan Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

KEJADIAN KUSTA DI ACEH BARAT, INDONESIA: STUDI TENTANG FAKTOR RISIKO Rawanita, Misdar; Indah, Rosaria; Fahdhienie, Farrah; Diana, Mutia
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.13.2.2025.123-133

Abstract

Leprosy is an infectious disease caused by Mycobacterium leprae that primarily affects the peripheral nerves, skin, and other body tissues. This study aimed to examine the association between various risk factors and the incidence of leprosy. A case-control design was employed, comprising a case group of 15 multibacillary leprosy patients and a control group of 45 household members without leprosy. Data analysis included univariate and bivariate analyses, with the latter performed using the chi-square test. The findings revealed significant associations between leprosy incidence and several risk factors: age (P = 0.004, OR = 13.391; CI = 1.621–110.596), lack of knowledge (P = 0.042, OR = 4.75; CI = 0.957–23.572), duration of contact (P = 0.007, OR = 0.182; CI = 0.049–0.668), close contact (P = 0.007, OR = 0.182; CI = 0.049–0.668), and socioeconomic status (P = 0.021, OR = 5.688; CI = 1.149–28.163). These results highlight the necessity of enhancing educational and counseling initiatives for at-risk populations, particularly those residing near leprosy patients, while also encouraging individuals affected by leprosy to complete their treatment regimen.
EVALUASI DAN INTERVENSI PROGRAM PENYAKIT HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATOH KOTA BANDA ACEH Nauval, M. Dharma; Sugisni, Susi; Mulia, Syarifah Sulfira; Fahdhienie, Farrah; Maidar, Maidar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.47969

Abstract

Tujuan evaluasi ini adalah menilai efektivitas Program PTM Hipertensi di Puskesmas Batoh, Kota Banda Aceh, melalui analisis peningkatan cakupan pemeriksaan, kesadaran masyarakat, dan kepatuhan terapi pasien. Penelitian evaluasi formatif deskriptif ini dilakukan di Puskesmas Batoh, Kota Banda Aceh, pada bulan mei 2025. Subjek evaluasi adalah 4 tenaga kesehatan kunci (Kepala Puskesmas, petugas PTM, pelaksana program, dan bendahara). Data kuantitatif program hipertensi dikumpulkan dari dokumen rekapan, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan subjek. Data dianalisis secara deskriptif (kuantitatif) dan tematik (kualitatif), kemudian diinterpretasikan untuk menilai aspek input, proses, output, outcome, dan impact program. Evaluasi menunjukkan program pengendalian hipertensi di Puskesmas Batoh memiliki input yang memadai (SDM, sarana, obat) dan proses pelaksanaan yang efektif, tercermin dari peningkatan cakupan layanan, frekuensi edukasi, dan kepatuhan petugas. Program ini menghasilkan luaran signifikan seperti volume pasien yang dilayani dan teredukasi, serta outcome positif teramati seperti perbaikan kontrol tekanan darah dan kepuasan pasien. Meskipun demikian, keterbatasan data kuantitatif untuk pengukuran luaran dan dampak jangka panjang menjadi tantangan. Secara keseluruhan, program berjalan baik dengan fondasi kuat dan proses efektif, namun perlu penguatan sistem pencatatan data dan peningkatan kepatuhan pasien berkelanjutan. Secara umum, program pengendalian hipertensi di Puskesmas Batoh telah berjalan dengan baik dan menunjukkan potensi besar dalam upaya penanggulangan hipertensi di tingkat komunitas.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STROKE ISKEMIK PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH Zuhriyyah, Azqia; Fahdhienie, Farrah; Arifin, Vera Nazira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48315

Abstract

Stroke menyebabkan kerusakan pada otak yang muncul mendadak dan progresif akibat gangguan peredaran darah otak non traumatic, serta menimbulkan gejala seperti kelumpuhan sesisi wajah atau anggota badan, bicara tidak lancar, bicara tidak jelas (pelo), perubahan kesadaran, dan gangguan penglihatan. Faktor utama penyebab stroke adalah hipertensi. Selain itu adalah merokok dan diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kejadian Stroke Iskemik pada pasien di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh dengan analisis kuantitatif desain Case Control Retrospective dengan 25 sampel kasus dan 25 sampel kontrol karakteristik jenis kelamin dan usia. Analisis Univariat, Bivariat, dan Multivariat dilakukan pada program SPSS 24.0. Hasil analisis univariat menunjukkan responden tidak merokok: 48% kasus dan 64% kontrol, riwayat hipertensi: 88% kasus memiliki riwayat dan 76% kontrol tidak, aktivitas fisik: 80% kasus beraktivitas fisik ringan dan 40% kontrol beraktivitas fisik sedang, responden kadar gula darah: normal: 64% kasus dan 92% kontrol, responden berpengetahuan cukup 68% kasus, dan responden berpengetahuan baik 40% kontrol. Analisis Bivariat menunjukkan ada hubungan riwayat hipertensi (p-Value 0.000), aktivitas fisik (p-Value 0.000), kadar gula darah (p-Value 0.041), dan pengetahuan responden (p-Value 0.005) dengan kejadian stroke iskemik. Tidak ada hubungan antara status merokok (p-Value 0.393) dengan kejadian stroke iskemik. Analisis multivariat menunjukkan riwayat hipertensi (OR 83.002) memiliki faktor resiko paling besar terjadinya stroke iskemik.
HUBUNGAN SANITASI RUMAH MAKAN DENGAN TINGKAT KEPADATAN LALAT DI PASAR LAMBARO KECAMATAN INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Rahayu, Rauza Lestari; Aditama, Wiwit; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48803

Abstract

Rumah makan merupakan setiap tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi rumah makan dengan tingkat kepadatan lalat di pasar Lambaro Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan di pasar Lambaro Kabupaten Aceh Besar berjumlah 35 rumah makan. Sampel dari penelitian ini seluruh dari populasi yang diambil menggunakan teknik total population. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Agustus - 03 September tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan fly grill, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan menggunakan SPSS. Hasil uji univariat menunjukkan bahwa tingkat kepadatan lalat padat (65,7%), tempat pencucian peralatan tidak memenuhi syarat (60,0%), tempat penyimpanan makanan saji tidak memenuhi syarat (57,1%), sarana pencegahan lalat tidak tersedia (57,1%), kondisi tempat sampah tidak memenuhi syarat (62,9%), waktu pembuangan sampah tidak memenuhi syarat (62,9%). Hasil uji bivariat diketahui bahwa ada hubungan antara tempat pencucian peralatan (p-value 0,000), sarana pencegahan lalat (p-value 0,040), kondisi tempat sampah (p-value 0,000), waktu pembuangan sampah (p-value 0,009), tidak ada hubungan antara tempat penyimpanan makanan saji (0,411) dengan kepadatan lalat di rumah makan Pasar Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Untuk menjaga sanitasi, pemilik rumah makan/warung nasi di Pasar Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, diharapkan menyediakan tempat cuci makanan yang higienis, memperbanyak pencegah lalat, memperbarui tempat sampah, dan rutin membuang sampah setiap hari. Kata kunci: kepadatan lalat, sanitasi dasar, rumah makan
EDUKASI GIZI UNTUK MENURUNKAN RISIKO OBESITAS PADA KELOMPOK LANSIA DI DESA COT PREH, KABUPATEN ACEH BESAR Achmad, Asmawati; Yuliana, Yesi; Iqbal, Muhammad; Fahdhienie, Farrah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49140

Abstract

Obesitas pada lansia merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan penurunan kualitas hidup. Edukasi gizi menjadi salah satu strategi penting dalam menurunkan risiko obesitas di kalangan lansia. Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia tentang pentingnya gizi seimbang serta pencegahan obesitas melalui penyuluhan gizi secara langsung di Desa Cot Preh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 30 lansia diikutsertakan dalam program edukasi yang mencakup informasi tentang gizi seimbang, pengelolaan porsi makan, dan pentingnya aktivitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan Dari tabel diatas, diketahui hasil pre-test yang dilakukan sebelum pemberian penyuluhan kepada peserta menunjukkan bahwa dominasi capaiannya masih masuk kategori rendah sebesar 19 orang (63,3%) dan kategori sedang sebanyak 12 orang (40%), sedangkan setelah diberikan penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan lansia. Jumlah lansia dengan pengetahuan tinggi yang pada awalnya nol menjadi 17 orang (56,7%), dan yang berpengetahuan sedang menjadi tetap 12 orang (40%).
PENGARUH EDUKASI BATAS KONSUMSI HARIAN TERHADAP PENGETAHUAN PEKERJA MENGENAI HIPERTENSI DI PT. RAJA MATRIAL GEDUNG PUTIH TAHUN 2025 Lheena, Cut Putri Zaila; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin, Dharina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49241

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling umum terjadi dan menjadi faktor risiko utama Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Konsumsi natrium berlebih, khususnya garam, menjadi faktor risiko penting terjadinya hipertensi. Edukasi batas konsumsi harian natrium dan skrining tekanan darah di lingkungan kerja merupakan upaya promotif-preventif yang efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi batas konsumsi harian terhadap pengetahuan pekerja serta mendeskripsikan kejadian hipertensi pada pekerja PT. Raja Matrial Gedung Putih Kabupaten Aceh Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain intervensi. Sebanyak 42 pekerja mengikuti skrining tekanan darah, pre-test, penyuluhan, dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji paired samples t-test. Hasil menunjukkan mayoritas responden berusia dewasa awal (61,9%), berjenis kelamin laki-laki (88,1%), berpendidikan SMA (66,6%), dan memiliki kebiasaan merokok (88,1%). Skrining tekanan darah menemukan 59,5% responden berada pada kategori hipertensi tahap 2, 9,52% prehipertensi, dan 30,9% normal. Tingkat pengetahuan tinggi meningkat dari 9,5% sebelum edukasi menjadi 59,9% setelah edukasi. Uji paired samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pre-test dan post-test (p = 0,000), menandakan adanya pengaruh positif edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi berbasis tempat kerja efektif meningkatkan literasi kesehatan dan dapat menjadi strategi penting pencegahan hipertensi pada kelompok pekerja.
Komunikasi Antar Personal (KAP) dalam Edukasi dan Pencegahan Hipertensi di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh: Rahmadhani, Syahri; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin, Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.682

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta penyebab utama kematian. Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta pencegahan hipertensi berdampak pada komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) merupakan strategi edukasi kesehatan berbasis interaksi langsung yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat melalui komunikasi dua arah yang lebih efektif dan partisipatif. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh terkait hipertensi. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain uji paired t-test (pre-test dan post-test). Responden terdiri dari 11 orang masyarakat di Gampong Cot Mesjid, yang diberikan edukasi menggunakan metode KAP melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan nyanyian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan responden terkait hipertensi setelah diberikan edukasi melalui metode KAP. Rata-rata skor pre-test sebelum intervensi adalah 55,91 meningkat menjadi 77,00 (p = 0,000), yang artinya bahwa penyuluhan dengan menggunakan metode KAP efektif dilakukan dan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Kesimpulan: Komunikasi Antar Personal (KAP) terbukti efektif sebagai strategi edukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait hipertensi. Dengan komunikasi dua arah yang interaktif, peserta lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang diberikan. Pendekatan ini dapat diterapkan lebih luas dalam program edukasi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit kronis. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan penyakit ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is one of the most common chronic diseases in the world and is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of death. The low level of public understanding of risk factors, symptoms, and prevention of hypertension has an impact on complications. Interpersonal Communication (KAP) is a health education strategy based on direct interaction that aims to increase public awareness and understanding through more effective and participatory two-way communication. Objective: To analyze the effectiveness of KAP in increasing public knowledge regarding hypertension in Gampong Cot Mesjid, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: using a descriptive approach with a paired t-test design (pre-test and post-test). Respondents consisted of 11 people in Gampong Cot Mesjid, who were given education using the KAP method through interactive sessions, group discussions, educational games, and songs. Data were collected through a questionnaire that measured the level of knowledge before and after the intervention. Result: there was a significant increase in respondents' knowledge regarding hypertension after being given education through the KAP method. The average pre-test score before the intervention was 55.91% increasing to 77.00% (p = 0.000), which means that counseling using the KAP method is effective and there is a significant difference between the pre-test and post-test results. Conclusion: Interpersonal Communication (KAP) has proven to be effective as an educational strategy in increasing public awareness and understanding of hypertension. With interactive two-way communication, participants find it easier to understand and remember the information provided. This approach can be applied more widely in other health education programs to increase public awareness of various chronic diseases. Keywords: health education, hypertension, interpersonal communication, disease prevention
Komunikasi Antar Personal (KAP) Pada Hipertensi di Gampong Suka Damai Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Khairunnisa; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin , Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.683

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahun, dengan dampak serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi mencakup usia, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres. Pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat dan program edukasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pemahaman dan keterbatasan waktu tenaga kesehatan. Tujuan: menganalisis peran komunikasi antar personal dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Gampong Suka Damai, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Metode: Analisa  data  pelaksanaan  pengabdian  kepada masyarakat  ini  dilakukan  secara  deskriptif  dikarenakan  tidak  ada  data kuantitatif  yang  dikumpulkan  selama  kegiatan  berlangsung.  Keberhasilan kegiatan ini diukur pada kehadiran dan keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini akan dilakukan di gampong Suka Damai kecamatan Lueng Bata kota Banda Aceh pada Januari 2025. Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik, rata-rata skor KAP pada Hipertensi mengalami peningkatan dari 7.1429 pada pre-test menjadi 12.5714 pada post-test. Nilai simpang baku menunjukkan dengan nilai 2.105 pada pre-test dan 1.982 pada post-test. Selain itu, nilai p-value sebesar 0.000 mengindikasikan bahwa perbedaan antara pre-test dan post-test sangat signifikan secara statistik (p< 0.05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman responden setelah dilakukan intervensi atau edukasi. Hasil ini menegaskan pentingnya edukasi dan komunikasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap hipertensi. Dengan meningkatnya pengetahuan, masyarakat dapat lebih baik dalam mencegah dan mengelola hipertensi, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi di masa depan. Kata kunci: hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan hipertensi _________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is a global health problem that is increasing every year, with serious consequences such as stroke, heart failure, and kidney failure. Risk factors for hypertension include age, unhealthy diet, physical inactivity, and stress. Prevention can be done through healthy lifestyle changes and educational programs. Interpersonal communication (IEC) plays an important role in increasing public awareness about hypertension, but still faces various challenges such as lack of understanding and limited time of health workers. Objective: to analyze the role of interpersonal communication in the prevention and management of hypertension in Gampong Suka Damai, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: Data analysis of the implementation of this community service was carried out descriptively because there was no quantitative data collected during the activity.  The success of this activity is measured by the attendance and activeness of the participants during the activity. This activity will be carried out in Suka Damai village, Lueng Bata sub-district, Banda Aceh city in January 2025. The target of this activity is the entire community regardless of age. Result: Based on the results of statistical analysis, the average score of IEC in Hypertension has increased from 7.1429 in the pre-test to 12.5714 in the post-test. Standard deviation shows a value of 2.105 in the pre-test and 1.982 in the post-test. In addition, the p-value of 0.000 indicates that the difference between pre-test and post-test is highly statistically significant (p < 0.05). Conclusion: This shows an increase in respondents' understanding after intervention or education. This result confirms the importance of education and communication in improving people's understanding and awareness of hypertension. With increased knowledge, people can better prevent and manage hypertension, thereby reducing the risk of complications in the future. Keywords: hypertension, interpersonal communication, hypertension prevention
Edukasi Kesehatan Persiapan Puasa Bagi Penderita Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Aceh Besar Fahdhienie, Farrah; Hamisah, Irma
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.692

Abstract

Latar belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus dan hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Besar. Penderita PTM menghadapi tantangan khusus dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan karena adanya risiko komplikasi seperti hipoglikemia, hipertensi tidak terkontrol, dan dehidrasi. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai manajemen kesehatan selama puasa dapat meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan puasa dengan aman. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan ibadah puasa melalui edukasi kesehatan yang berfokus pada pola makan, manajemen obat, serta pemantauan kondisi kesehatan. Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dengan paparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari penderita PTM, kepala keluarga, ibu rumah tangga, dan remaja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait manajemen kesehatan selama puasa. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan skor pemahaman setelah mengikuti edukasi. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran mengenai pentingnya pola makan sehat, pengaturan obat, serta pemantauan kesehatan selama Ramadan. Selain itu, keterlibatan keluarga dalam edukasi ini turut mendukung implementasi pola hidup sehat bagi penderita PTM. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan ibadah puasa dengan aman. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas serta melibatkan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pengelolaan PTM selama Ramadan. Kata kunci: edukasi kesehatan, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit tidak menular, persiapan puasa _____________________________________________________________________ Abstract Background: Non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes mellitus and hypertension are a growing health problem in Indonesia, including in Aceh Besar Regency. NCD sufferers face special challenges in observing the Ramadan fast due to the risk of complications such as hypoglycemia, uncontrolled hypertension, and dehydration. Lack of public knowledge regarding health management during fasting can increase these risks. Therefore, health education is needed to improve the readiness of NCD sufferers to fast safely. Objective: This activity aims to improve the understanding and readiness of NCD sufferers in observing the fast through health education that focuses on diet, medication management, and health monitoring. Method: The method used is interactive education with material presentation, discussion, and question and answer session. This activity involved 30 participants consisting of NCD sufferers, heads of families, housewives, and adolescents. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' understanding. Result: The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge regarding health management during fasting. As many as 85% of participants experienced an increase in their understanding scores after participating in the education. Participants also showed changes in attitudes and awareness regarding the importance of a healthy diet, medication management, and health monitoring during Ramadan. Furthermore, family involvement in this education program supports the implementation of healthy lifestyles for NCD sufferers. Conclusion: Community-based health education has proven effective in increasing the readiness of NCD sufferers to safely fast. It is recommended that this activity be implemented sustainably with a broader scope and involve health workers and other stakeholders to support NCD management during Ramadan. Keywords: health education, diabetes mellitus, hypertension, non-communicable diseases, fasting preparation
Intervention Model for Pulmonary Tuberculosis (TB) with A Positive Acid-Fast Bacilli (AFB+) in Peukan Bada Sub-district, Aceh Besar Regency Farrah Fahdhienie; Wardiati, Wardiati
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i2.62967

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) with positive Acid-Fast Bacilli (AFB+) remains one of the most transmissible infectious diseases worldwide. This disease poses a significant public health challenge in many countries. This study aimed to develop a risk-factor-based intervention model to reduce the incidence of Pulmonary TB (AFB+). A case-control approach was employed, with the case group comprising people diagnosed with Pulmonary TB (AFB+), and the control group consisting of non-TB individuals from the same neighborhoods. Binary logistic regression was used for bivariate analysis, and multivariate analysis utilized logistic regression. This study found that the social determinants model accounted for 34.9% of the variance in the incidence of Pulmonary TB (AFB+) (R² = 0.349). The biological determinants model showed an R² of 0.127, indicating that this model explains 12.7% of the variance in the disease. The third model, which focused on behavioral determinants, had an R² of 0.312, meaning that behavioral factors accounted for 31.2% of the variance. The fourth model, examining the physical condition of housing, showed an R² of 0.425, indicating that 42.5% of the variance in Pulmonary TB (AFB+) is explained by variables related to housing conditions. In conclusion, the physical condition of housing emerged as the strongest predictor of Pulmonary TB (AFB+). These findings suggest that improving housing conditions should be a key component of public health strategies to reduce the incidence of Pulmonary TB (AFB+). Targeted interventions to improve the household environment are crucial for reducing the risk and transmission of Pulmonary TB (AFB+).
Co-Authors Abdi, Naufal Abdullah, Asnawi Abidin, Taufik F. Achmad, Asmawati Afriliansyah Sihotang Afriliansyah, Afriliansyah Agustin, Rahmanda Amelia Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Ainul Fadla Akbar, Azrial Akbar, Fahrisal Akhmalnihar, Ulfa Amalia, Anasya Amara Rizal, Audia Amin, Fauzi Ali Andrean, Heppy Maulizar Andria, Dedi Anggun Paramita Djati ANIS MISKA MZ Anis Miska. MZ Arafani, Vilda Arbi, Anwar ARBIE, ANWAR Arifin, Vera Nazhira Arifin, Vera Nazira Arifin, Vera Nazirah Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asnawi Abdullah Atira, Dhia Ayu Vinezia Situmeang Azwar, Eddy Baharuddin , Dharina Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Bella, Natha Damayanti, Elok Darmawan, Aldi Darwis, Aryandi Dede Dessy Listyana Depa Raihan Desi Ari Apsari Devi Zulfika Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Diana, Mutia Eddy Azwar Elvira Nova Riany Erma Wina Erwiyanti, Sherly Nurfajri Fadhlullah Fadhlullah Fadhlullah, Fadhlullah Fahmi Ichwansyah Fahrisal Akbar Faisal Abdurahman fajri, izzarul fahmi Fathiariani, Liza febrianti, heni Febriyanti, Heni Fitri, Raihanil Hafnidar, Hafnidar Hamisah, Irma Handayani, Yusra Hanifah Hasnur Haris Ferdinal Setiawan Hasnaini, Cika Hayatunnufus Hayatunnufus Hermansyah Hermansyah Humaira, Adintya Ibrahim, Aisha Humaira Ichwamsyah, Fahmi Ihsan, Ahadun Ipah Riani Iqhrammullah, Muhammad Irma Hamisah Irma Hamisah Irma Linda Jabari, Jabari Julamnur, Ratifa Kamalurrijal, Kamalurrijal Kartini Kartini Kausar, Muhammad Anis AL Khairunnisa LB, ROSMAINI Lheena, Cut Putri Zaila M. Marthoenis Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Mainimar Mainimar Mairani, Tiara MAQFIRAH, MONA HILOKA Maqfirah, Rauzatul Marhamah Marhamah Marzuki Marzuki Maudi, Viranika Maulana, Aiga Maulinasari, Maulinasari Melania Hidayat Meutia Zahara Mhd. Nauval Ridha Mudatsir Mudatsir Muhammad Ghifari Karsa Muhammad Iqbal Muharani, Muharani Mulia, Syarifah Sulfira Mushaddiq, Muhammad Mutia, Sunnia Nahrisah, Putri Naila Sabila Nana Wildana Natha Bella Nauval, M. Dharma Nazri Fajrianda Nengsi, Poppy Sri Ningsih, Rima Wirayudha Nisak, Khairun Nisrina Nisrina Nova Septiana Puteri Nurjannah, Nurjannah Nurmaili Nurmaili Nurwijayanti Phossy Vionica Ramadhana Pratiwi, Agil Putri Ardila Sari Putri Balqis, Putri Putri Nur Ramadhani Putri Riza Yana Radhiah Zakaria Rahayu, Rauza Lestari Rahma Wati Rahmadhani, Syahri Rahmadhaniah Rahmadhaniah Rahmah, Fitri Mauliza Raiyan, Deka Ramadhana, Phossy Vionica Ramadhani, Putri Nur Ramadhani, Tiara Rasmawati, Rasmawati Rawanita, Misdar Regina, Farin Rezeki, Tamara Riany, Elvira Nova Ricinta, Putroe Aliya Rihadah, Sofaa Risa Hajjatul Ula Riska Riska Rosaria Indah Saiful Kamal sainah, Nur Santika, Deva saputra, T. Yudha Sari Wartini Sari, Herdinda Mutiara Septiani, Riza Siska Riani Soleha, Rifa Sonia Bella Sanjaya Sugisni, Susi Syafratul Muna Syahriazi Tahara Dilla Santi Tahara Dilla Santi Tapa, Rd Baresi Sananda Tiara Mairani ULUL AZMI Utari, Nadia VERA NAZHIRA Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arivin Verra Nazhira Waliyyuddin, Rajwa Wardiati, Wardiati Wartini, Sari Wiwit Aditama Yesi Yuliana Yesika Amananda Yusafrita, Yusafrita Zahara, Meutia Zakaria , Radhiah Zakaria, Radhiah Zuhriyyah, Azqia