p-Index From 2021 - 2026
14.812
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease SEL Jurnal Penelitian Kesehatan JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Jurnal Surya Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Journal of Midwifery and Nursing Jurnal Medika Malahayati Jambura Health and Sport Journal Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Jurnal Sains Riset PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) Journal of Nursing and Public Health (JNPH) Indonesian Journal of Global Health research Jurnal Surya Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan Jurnal Promotif Preventif Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kebidanan Muhammadiyah GEULIMA Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Kesmas Jambi Journal of Public Health Innovation (JPHI) Narra J GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Health Research Science Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat SEHATI: Jurnal Kesehatan Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Jurnal Sains dan Teknologi Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Journal of Health and Medical Science Journal of Public Health Concerns SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Narra X International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS) Holistik Jurnal Kesehatan Joong-Ki Jurnal Berkawan Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Komunikasi Antar Personal (KAP) dalam Edukasi dan Pencegahan Hipertensi di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh: Rahmadhani, Syahri; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin, Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.682

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit kronis yang paling umum di dunia dan menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular serta penyebab utama kematian. Rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, serta pencegahan hipertensi berdampak pada komplikasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) merupakan strategi edukasi kesehatan berbasis interaksi langsung yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat melalui komunikasi dua arah yang lebih efektif dan partisipatif. Tujuan: untuk menganalisis efektivitas KAP dalam meningkatkan pemahaman masyarakat di Gampong Cot Mesjid, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh terkait hipertensi. Metode: menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain uji paired t-test (pre-test dan post-test). Responden terdiri dari 11 orang masyarakat di Gampong Cot Mesjid, yang diberikan edukasi menggunakan metode KAP melalui sesi interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, dan nyanyian. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: adanya peningkatan yang signifikan pengetahuan responden terkait hipertensi setelah diberikan edukasi melalui metode KAP. Rata-rata skor pre-test sebelum intervensi adalah 55,91 meningkat menjadi 77,00 (p = 0,000), yang artinya bahwa penyuluhan dengan menggunakan metode KAP efektif dilakukan dan ada perbedaan yang signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Kesimpulan: Komunikasi Antar Personal (KAP) terbukti efektif sebagai strategi edukasi dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait hipertensi. Dengan komunikasi dua arah yang interaktif, peserta lebih mudah memahami dan mengingat informasi yang diberikan. Pendekatan ini dapat diterapkan lebih luas dalam program edukasi kesehatan lainnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit kronis. Kata kunci: edukasi kesehatan, hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan penyakit ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is one of the most common chronic diseases in the world and is a major risk factor for cardiovascular disease and a leading cause of death. The low level of public understanding of risk factors, symptoms, and prevention of hypertension has an impact on complications. Interpersonal Communication (KAP) is a health education strategy based on direct interaction that aims to increase public awareness and understanding through more effective and participatory two-way communication. Objective: To analyze the effectiveness of KAP in increasing public knowledge regarding hypertension in Gampong Cot Mesjid, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: using a descriptive approach with a paired t-test design (pre-test and post-test). Respondents consisted of 11 people in Gampong Cot Mesjid, who were given education using the KAP method through interactive sessions, group discussions, educational games, and songs. Data were collected through a questionnaire that measured the level of knowledge before and after the intervention. Result: there was a significant increase in respondents' knowledge regarding hypertension after being given education through the KAP method. The average pre-test score before the intervention was 55.91% increasing to 77.00% (p = 0.000), which means that counseling using the KAP method is effective and there is a significant difference between the pre-test and post-test results. Conclusion: Interpersonal Communication (KAP) has proven to be effective as an educational strategy in increasing public awareness and understanding of hypertension. With interactive two-way communication, participants find it easier to understand and remember the information provided. This approach can be applied more widely in other health education programs to increase public awareness of various chronic diseases. Keywords: health education, hypertension, interpersonal communication, disease prevention
Komunikasi Antar Personal (KAP) Pada Hipertensi di Gampong Suka Damai Kecamatan Lueng Bata Kota Banda Aceh Khairunnisa; Fahdhienie, Farrah; Baharuddin , Dharina
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 3 (2025): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i3.683

Abstract

Latar belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat setiap tahun, dengan dampak serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi mencakup usia, pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan stres. Pencegahan dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup sehat dan program edukasi. Komunikasi Antar Personal (KAP) berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hipertensi, namun masih menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pemahaman dan keterbatasan waktu tenaga kesehatan. Tujuan: menganalisis peran komunikasi antar personal dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Gampong Suka Damai, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh. Metode: Analisa  data  pelaksanaan  pengabdian  kepada masyarakat  ini  dilakukan  secara  deskriptif  dikarenakan  tidak  ada  data kuantitatif  yang  dikumpulkan  selama  kegiatan  berlangsung.  Keberhasilan kegiatan ini diukur pada kehadiran dan keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini akan dilakukan di gampong Suka Damai kecamatan Lueng Bata kota Banda Aceh pada Januari 2025. Sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh masyarakat tanpa memandang usia. Hasil: Berdasarkan hasil analisis statistik, rata-rata skor KAP pada Hipertensi mengalami peningkatan dari 7.1429 pada pre-test menjadi 12.5714 pada post-test. Nilai simpang baku menunjukkan dengan nilai 2.105 pada pre-test dan 1.982 pada post-test. Selain itu, nilai p-value sebesar 0.000 mengindikasikan bahwa perbedaan antara pre-test dan post-test sangat signifikan secara statistik (p< 0.05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman responden setelah dilakukan intervensi atau edukasi. Hasil ini menegaskan pentingnya edukasi dan komunikasi dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran masyarakat terhadap hipertensi. Dengan meningkatnya pengetahuan, masyarakat dapat lebih baik dalam mencegah dan mengelola hipertensi, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi di masa depan. Kata kunci: hipertensi, komunikasi antar personal, pencegahan hipertensi _________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension or high blood pressure is a global health problem that is increasing every year, with serious consequences such as stroke, heart failure, and kidney failure. Risk factors for hypertension include age, unhealthy diet, physical inactivity, and stress. Prevention can be done through healthy lifestyle changes and educational programs. Interpersonal communication (IEC) plays an important role in increasing public awareness about hypertension, but still faces various challenges such as lack of understanding and limited time of health workers. Objective: to analyze the role of interpersonal communication in the prevention and management of hypertension in Gampong Suka Damai, Lueng Bata District, Banda Aceh City. Method: Data analysis of the implementation of this community service was carried out descriptively because there was no quantitative data collected during the activity.  The success of this activity is measured by the attendance and activeness of the participants during the activity. This activity will be carried out in Suka Damai village, Lueng Bata sub-district, Banda Aceh city in January 2025. The target of this activity is the entire community regardless of age. Result: Based on the results of statistical analysis, the average score of IEC in Hypertension has increased from 7.1429 in the pre-test to 12.5714 in the post-test. Standard deviation shows a value of 2.105 in the pre-test and 1.982 in the post-test. In addition, the p-value of 0.000 indicates that the difference between pre-test and post-test is highly statistically significant (p < 0.05). Conclusion: This shows an increase in respondents' understanding after intervention or education. This result confirms the importance of education and communication in improving people's understanding and awareness of hypertension. With increased knowledge, people can better prevent and manage hypertension, thereby reducing the risk of complications in the future. Keywords: hypertension, interpersonal communication, hypertension prevention
Edukasi Kesehatan Persiapan Puasa Bagi Penderita Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Aceh Besar Fahdhienie, Farrah; Hamisah, Irma
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i2.692

Abstract

Latar belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes mellitus dan hipertensi merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Besar. Penderita PTM menghadapi tantangan khusus dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan karena adanya risiko komplikasi seperti hipoglikemia, hipertensi tidak terkontrol, dan dehidrasi. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai manajemen kesehatan selama puasa dapat meningkatkan risiko tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan puasa dengan aman. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan ibadah puasa melalui edukasi kesehatan yang berfokus pada pola makan, manajemen obat, serta pemantauan kondisi kesehatan. Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi interaktif dengan paparan materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari penderita PTM, kepala keluarga, ibu rumah tangga, dan remaja. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta terkait manajemen kesehatan selama puasa. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan skor pemahaman setelah mengikuti edukasi. Peserta juga menunjukkan perubahan sikap dan kesadaran mengenai pentingnya pola makan sehat, pengaturan obat, serta pemantauan kesehatan selama Ramadan. Selain itu, keterlibatan keluarga dalam edukasi ini turut mendukung implementasi pola hidup sehat bagi penderita PTM. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan penderita PTM dalam menjalankan ibadah puasa dengan aman. Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas serta melibatkan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pengelolaan PTM selama Ramadan. Kata kunci: edukasi kesehatan, diabetes mellitus, hipertensi, penyakit tidak menular, persiapan puasa _____________________________________________________________________ Abstract Background: Non-communicable diseases (NCDs) such as diabetes mellitus and hypertension are a growing health problem in Indonesia, including in Aceh Besar Regency. NCD sufferers face special challenges in observing the Ramadan fast due to the risk of complications such as hypoglycemia, uncontrolled hypertension, and dehydration. Lack of public knowledge regarding health management during fasting can increase these risks. Therefore, health education is needed to improve the readiness of NCD sufferers to fast safely. Objective: This activity aims to improve the understanding and readiness of NCD sufferers in observing the fast through health education that focuses on diet, medication management, and health monitoring. Method: The method used is interactive education with material presentation, discussion, and question and answer session. This activity involved 30 participants consisting of NCD sufferers, heads of families, housewives, and adolescents. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to measure the increase in participants' understanding. Result: The evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge regarding health management during fasting. As many as 85% of participants experienced an increase in their understanding scores after participating in the education. Participants also showed changes in attitudes and awareness regarding the importance of a healthy diet, medication management, and health monitoring during Ramadan. Furthermore, family involvement in this education program supports the implementation of healthy lifestyles for NCD sufferers. Conclusion: Community-based health education has proven effective in increasing the readiness of NCD sufferers to safely fast. It is recommended that this activity be implemented sustainably with a broader scope and involve health workers and other stakeholders to support NCD management during Ramadan. Keywords: health education, diabetes mellitus, hypertension, non-communicable diseases, fasting preparation
Intervention Model for Pulmonary Tuberculosis (TB) with A Positive Acid-Fast Bacilli (AFB+) in Peukan Bada Sub-district, Aceh Besar Regency Farrah Fahdhienie; Wardiati, Wardiati
Indonesian Journal of Tropical and Infectious Disease Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Institute of Topical Disease Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijtid.v13i2.62967

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) with positive Acid-Fast Bacilli (AFB+) remains one of the most transmissible infectious diseases worldwide. This disease poses a significant public health challenge in many countries. This study aimed to develop a risk-factor-based intervention model to reduce the incidence of Pulmonary TB (AFB+). A case-control approach was employed, with the case group comprising people diagnosed with Pulmonary TB (AFB+), and the control group consisting of non-TB individuals from the same neighborhoods. Binary logistic regression was used for bivariate analysis, and multivariate analysis utilized logistic regression. This study found that the social determinants model accounted for 34.9% of the variance in the incidence of Pulmonary TB (AFB+) (R² = 0.349). The biological determinants model showed an R² of 0.127, indicating that this model explains 12.7% of the variance in the disease. The third model, which focused on behavioral determinants, had an R² of 0.312, meaning that behavioral factors accounted for 31.2% of the variance. The fourth model, examining the physical condition of housing, showed an R² of 0.425, indicating that 42.5% of the variance in Pulmonary TB (AFB+) is explained by variables related to housing conditions. In conclusion, the physical condition of housing emerged as the strongest predictor of Pulmonary TB (AFB+). These findings suggest that improving housing conditions should be a key component of public health strategies to reduce the incidence of Pulmonary TB (AFB+). Targeted interventions to improve the household environment are crucial for reducing the risk and transmission of Pulmonary TB (AFB+).
Edukasi Menggambar Isi Piring Seimbang Pada Remaja Maulinasari, Maulinasari; Abdi, Naufal; Erwiyanti, Sherly Nurfajri; Fahdhienie, Farrah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.10866

Abstract

Permasalahan konsumsi gizi seimbang masih menjadi tantangan besar di kalangan remaja Indonesia. Kebiasaan makan yang tidak sesuai dengan pedoman “Isi Piringku” dapat memengaruhi status gizi dan berdampak negatif terhadap kesehatan jangka panjang, termasuk meningkatkan risiko anemia dan kekurangan gizi. Merespons hal tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan literasi gizi remaja melalui pendekatan edukatif yang bersifat partisipatif, yaitu metode “Menggambar Isi Piring Seimbang.” Program dilaksanakan di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, dengan melibatkan 16 remaja berusia 12 hingga 21 tahun. Rangkaian kegiatan terdiri atas tiga tahap utama: pengisian pre-test, pemberian materi edukasi melalui leaflet dan video, serta post-test yang dilengkapi dengan aktivitas menggambar komposisi isi piring berdasarkan pedoman gizi seimbang. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tiga aspek utama. Persentase peserta dengan tingkat pengetahuan tinggi meningkat dari 18,75% menjadi 68,75%. Sikap positif terhadap makanan bergizi bertambah dari 25% menjadi 62,5%, sedangkan praktik makan bergizi yang tergolong baik naik dari 25% menjadi 75%. Hasil ini memperlihatkan bahwa pendekatan visual dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman serta membentuk perilaku makan sehat di kalangan remaja. Oleh karena itu, pendekatan serupa disarankan untuk diimplementasikan secara lebih luas dalam program promosi gizi, baik di sekolah maupun di tingkat komunitas, khususnya di daerah pedesaan.
Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Nisak, Khairun; Fahdhienie, Farrah; Ichwansyah, Fahmi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1161

Abstract

Penyakit TB paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Aceh, disebabkan oleh kuman micobacterium tuberculosis yang dapat tertular dari percikan batuk berdahak yang mengandung banteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya. Jenis Penelitian ini bersifat analitik dengan desain Case Control Study. Populasinya 30 penderita TB paru di wilayah kerja puskesmas Ingin Jaya dengan perbandingan 1:1, jumlah sampel diambil menggunakan total sampling yaitu 30 kasus dan 30 kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan chi square, menunjukkan bahwa faktor yang berisiko terjadinya TB paru yaitu kontak erat (p =0.006), pengetahuan (p= 0.045), komorbid (p= 0.020), dan merokok (p =0.004) berhubungan dengan risiko kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya. Disarankan kepada petugas penanggung jawab TB untuk memberikan perhatian yang lebih kepada penderita TB paru seperti membuat program yang mengarahkan pada peningkatkan pencegahan penularan penyakit TB paru seperti penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat.
Perilaku Pencegahan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Sari, Herdinda Mutiara; Fahdhienie, Farrah; Ariscasari, Putri
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1331

Abstract

Tuberkulosis adalah infeksi penyakit menular yang menjadi penyebab utama dari terjadinya jutaan kematian yang terjadi di dunia setiap tahunnya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan terhadap kejadian penularan penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini 96 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis univariat dan bivariar menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden yang ada melakukan perilaku pencegahan sebesar 47,9%, responden yang memiliki pengetahuan baik 46,9% dan yang ada terpapar media infromasi sebanyak 66,7%, Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku pencegahan TB dengan pengetahuan (p=0,023), tingkat pendidikan (p=0,001), media informasi (p =0,001). Hasil penelitian ini juga tidak ada hubungan antara stigma masya rakat (p=0,790), dengan perilaku pencegahan TB. Diharapkan kepada petugas TB Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar untuk lebih dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan perilaku pencegahan TB di kehidupan sehari-hari.
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Julamnur, Ratifa; Fahdhienie, Farrah; Andria, Dedi
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1432

Abstract

Diare merupakan penyakit endemis yang berpotensi menimbulkan KLB dan masih menjadi penyumbang angka kematian di Indonesia terutama pada balita. Tujuan penelitian yaitu faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pencegahan diare pada balita. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, populasinya yaitu Ibu balita dengan sampel sebanyak 70 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, analisis dengan uji chi square menggunakan aplikasi STATA. Hasil univariat menunjukkan pencegahan diare baik (51,43%), pencegahan diare kurang baik 48,57%, pengetahuan kurang baik 52,8%, peran petugas kesehatan tidak berperan 62,86%, sikap negatif 55,71% dan sumber informasi media 64,29%. Dan hasil analisis bivariat menunjukkan pengetahuan dengan p-value=0,001, peran petugas kesehatan p-value=0,002, sikap p-value=0,001, dan sumber informasi p-value=0,003. Kesimpulan terdapat hubungan antara pengetahuan, peran petugas kesehatan, sikap dan sumber informasi dengan perilaku Ibu dalam pencegahan diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar 2023.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Pratiwi, Agil; Fahdhienie, Farrah; Septiani, Riza
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 4 (2024): Agustus 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i4.1440

Abstract

Imunisasi adalah usaha untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit infeksi pada bayi, anak dan juga orang dewasa. bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam melaksanakan imunisasi dasar pada anak.di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini yaitu 83 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square melalui STATA. Hasil univariat imunisasi lengkap pada anak 34,94% dan tidak lengkap 65,0%. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan antara variabel pengetahuan p-value=0,001, peran petugas kesehatan dengan p-value 0,000, dukungan keluarga p-value=0,000 dan pekerjaan p-value=0,000 pada imunisasi dasar lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Disarankan kepada pihak puskesmas agar lebih banyak memberikan penyuluhan pentingnya imunisasi pada anak agar anak terhindari dari penyakit yang dapat dicegah dan juga pihak puskesmas harus lebih memantau desa mana saja yang belum menerima imunisasi secara lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Hiperkolesterolemia Pada Masyarakat Desa Pulau Baguk Kecamatan Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil Agustin, Rahmanda Amelia; Fahdhienie, Farrah; Septiani, Riza
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 5 (2024): Oktober 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i5.1474

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan konsentrasi kolesterol dalam darah melebihi nilai batas. Tujuan penelitian mengetahui faktor risiko kejadian hiperkolesterolemia. Penelitian analitik dengan jenis cross sectional. Populasi dan sampel penelitian yaitu seluruh masyarakat Desa Pulau Baguk usia 30-75 tahun yang melakukan skrining kolesterol di Posbindu sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data menggunakan uji logitic regresi. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan pengetahuan (p-value 0,003); jenis kelamin (p-value 0,035); riwayat hipertensi (p-value=0,015); aktivitas fisik tidak aktif (p-value=0,015); pola konsumsi (p-value=0,009) dan skrining kolesterol (p-value=0,015) dengan hiperkolesterolemia. Kesimpulan penelitian pengetahuan paling berhubungan dengan hiperkolesterolemia (p-value= 0,026; OR=46,836). Disarankan kepada tenaga kesehatan perlu melakukan edukasi di tempat umum untuk menjangkau lebih banyak orang dengan memberikan informasi tentang pencegahan dan pengendalian hiperkolesterolemia, serta mendorong masyarakat untuk melakukan skrining kolesterol secara teratur di puskesmas atau posbindu.
Co-Authors Abdi, Naufal Abdullah, Asnawi Abidin, Taufik F. Achmad, Asmawati Afriliansyah Sihotang Afriliansyah, Afriliansyah Agustin, Rahmanda Amelia Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Ainul Fadla Akbar, Azrial Amalia, Anasya Amara Rizal, Audia Amin, Fauzi Ali Andrean, Heppy Maulizar Andria, Dedi Anggi Susilawati Anggun Paramita Djati ANIS MISKA MZ Anis Miska. MZ ANWAR ARBIE Arafani, Vilda Arbi, Anwar Arifin, Vera Nazhira Arifin, Vera Nazira Arifin, Vera Nazirah Ariscasari, Putri Arlianti, Nopa Asnawi Abdullah Atira, Dhia Ayu Vinezia Situmeang Azwar, Eddy Baharuddin , Dharina Baharuddin, Dharina Basri Aramico, Basri Bella, Natha Damayanti, Elok Darmawan, Aldi Darwis, Aryandi Dede Dessy Listyana Dedi Andria Depa Raihan Derren DCH. Rampengan Desi Ari Apsari Devi Zulfika Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Dharina Baharuddin Diana, Mutia Eddy Azwar Eddy Azwar Elvira Nova Riany Erma Wina Erwiyanti, Sherly Nurfajri Fadhlullah Fadhlullah Fadhlullah, Fadhlullah Fahmi Ichwansyah Fahmi Ichwansyah Fahrisal Akbar Fahrisal Akbar Fahrisal Akbar Fahrisal Akbar Faisal Abdurahman fajri, izzarul fahmi Fathiariani, Liza febrianti, heni Febriyanti, Heni Fitri Mauliza Rahmah Fitri, Raihanil Hafnidar, Hafnidar Hamisah, Irma Handayani, Yusra Hanifah Hasnur Haris Ferdinal Setiawan Hasnaini, Cika Hayatul Akmalia Hayatunnufus Hayatunnufus Hermansyah Hermansyah Humaira, Adintya Ibrahim, Aisha Humaira Ichwamsyah, Fahmi Ihsan, Ahadun Ipah Riani Ipah Riani Irma Hamisah Irma Hamisah Irma Hamisah Irma Linda Jabari, Jabari Julamnur, Ratifa Kamalurrijal, Kamalurrijal Kartini Kartini Kausar, Muhammad Anis AL Khairunnisa Lheena, Cut Putri Zaila M. Marthoenis Mahmudi Mahmudi Maidar Maidar Maidar, Maidar Maidar, Maidar Mainimar Mainimar Mairani, Tiara Maqfirah, Rauzatul Marhamah Marhamah Marzuki Marzuki Maudi, Viranika Maulana, Aiga Maulinasari, Maulinasari Melania Hidayat Meutia Zahara Mhd. Nauval Ridha MONA HILOKA MAQFIRAH Mudatsir Mudatsir Muhammad Ghifari Karsa Muhammad Habiburrahman Muhammad Iqbal Muhammad Iqhrammullah Muhammad Iqhrammullah Muhammad Iqhrammullah Muhammad Mushaddiq Muharani, Muharani Mulia, Syarifah Sulfira Mutia, Sunnia Nahrisah, Putri Naila Sabila Nana Wildana Natha Bella Nauval, M. Dharma Nazri Fajrianda Nengsi, Poppy Sri Ningsih, Rima Wirayudha Nisak, Khairun Nisrina Nisrina Nizam Albar Nova Septiana Puteri Nurasmi Fuji Nurjannah, Nurjannah Nurmaili Nurmaili Nurwijayanti Phossy Vionica Ramadhana Phossy Vionica Ramadhana Phossy Vionica Ramadhana Pratiwi, Agil Putri Ardila Sari Putri Balqis Putri Nur Ramadhani Putri Riza Yana Putroe Aliya Ricinta Radhiah Zakaria Rahayu, Rauza Lestari Rahma Wati Rahmadhani, Syahri Rahmadhaniah Rahmadhaniah Raiyan, Deka Rajwa Waliyyuddin Ramadhana, Phossy Vionica Ramadhani, Putri Nur Ramadhani, Tiara Rasmawati, Rasmawati Rawanita, Misdar Regina, Farin Rezeki, Tamara Riany, Elvira Nova Rifqa Alfina Risa Hajjatul Ula Riska Riska Riza Septiani Rosaria Indah ROSMAINI LB Saiful Azhari Saiful Kamal sainah, Nur Santika, Deva saputra, T. Yudha Sari Wartini Sari, Herdinda Mutiara Septiani, Riza Siska Riani Siti Musdalifah Sofaa Rihadah Soleha, Rifa Sonia Bella Sanjaya Sugisni, Susi Surna Lastri Syafratul Muna Syahriazi Tahara Dilla Santi Tapa, Rd Baresi Sananda Ulfa Akhmalnihar ULUL AZMI Utari, Nadia VERA NAZHIRA Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arifin Vera Nazhira Arivin Verra Nazhira Wardiati, Wardiati Wartini, Sari Wilia Aprilisa Utami Wiwit Aditama Yesi Yuliana Yesika Amananda Yusafrita, Yusafrita Zahara, Meutia Zakaria , Radhiah Zambruda Al Mabrura Zuhriyyah, Azqia