Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

PARALELISME TOKOH RASUS DAN PAMBUDI DALAM DUA KARYA AHMAD TOHARI RONGGENG DUKUH PARUK DAN DI KAKI BUKIT CIBALAK Nirmalawati, Widya; Fauzan, Akhmad; Khristianto, NFN
Widyaparwa Vol 51, No 2 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i2.1135

Abstract

 This study aims to describe the parallelism of the male characters Rasus in the novel Ronggeng Dukuh Paruk and Pambudi in the novel Di Kaki Bukit Cibalak by Ahmad Tohari. The method used in this research is textual research, which uses text in the novel to understand and interpret the text to connect the text to a broader social, political, and cultural. The results of the study, both male characters, Rasus and Pambudi, moved from a traditional environment to a more modern one, namely the city. Mobility became the driving force for transformation into a new individual. However, each of the stories' male protagonists' indecisiveness turns out to be a weakness. Rasus struggles with his "love" for Srinthil and his "longing" for Biyung. Pambudi was hesitant to alter Sanis and Mulyani. Indecisiveness serves as a framework for the two protagonists as well as an implicit call to action for readers (males) to dare to make choices and dare to leave their community in order to forge themselves into tough individuals.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paralelisme tokoh Rasus dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Pambudi dalam novel Di Kaki Bukit Cibalak karya Ahmad Tohari. Untuk mengungkap pola paralelisme  dalam kedua novel penelitian ini digunakan teori strukturalisme dari Levi Strauss. Metode yang digunakan adalah penelitian tekstual yaitu menggunakan data teks dalam novel untuk memahami dan memaknai teks dengan konteks sosial dan budaya yang melingkupinya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kedua tokoh, Rasus dan Pambudi, melakukan mobilitas dari lingkungan tradisional desa ke kancah yang lebih modern yaitu kota. Mobilitas menjadi motor penggerak untuk bertransformasi menjadi pribadi yang baru. Meskipun demikian, “kegamangan” menjadi tema dari dua tokoh laki-laki dalam kedua cerita tersebut. Rasus memiliki kegamangan dalam menghadapi “cinta” pada Srintil dan “kerinduan” pada Biyung. Sementara Pambudi gamang untuk menyunting Sanis dan Mulyani. Kegamangan menjadi bingkai bagi kedua tokoh sekaligus menjadi pesan tersirat bagi pembaca (laki-laki) supaya berani mengambil keputusan dan berani keluar meninggalkan komunitasnya dalam rangka menempa diri menjadi tangguh.
Co-Authors Abdul Kadir Achmad Rizal Aji, Hori Purnomo Anang Sudigdo, Anang Andrianti, Irma Anggraeni, Septi Anintias, Refdwika Firanti Anis Shofiyani Apriani, Ria Ariyanto, Edy Asrinawaty Asrinawaty, Asrinawaty Astrit, Jeni Dwi Aulia Rahman Ayuningtyas, Brenda Dara Sekar Azannabilla, Dwi Bramantyo, Andreas Chandra Chandra Dhewi, Siska Eddy Rahman, Eddy Eka Handayani Eko Suroso Elly Hasan Sadeli Erna Yulida Euis Tintin Yuningsih Hadi Pramono Hadi, Zuhrupal Haryanto, H Haryanto, Totok Hasanah, Mahmudah Hastangka Hastangka, Hastangka Hermin Endratno Hidayanti, Nurul Ijabah, Nizzatul Inayah, Husnul Khatimatun Jalpi, Agus Khanifah, Salsabyla Nurul Khasanah, Sefiani Uswatun Khristianto, NFN Kurniasih, Risqi Laily Nurlina Leksani, Novrin Anggit Lembu, Yulia Krismael Lies Putriana Lorianti, Lorianti Mahfira, Hannifia Dalia Azza Mahmudah Mahmudah Malika, Malika Marisa Hidayat, Ana Mega Fatimah Rosana Meilya Farika Indah, Meilya Farika Meiriyanto, Fernandy Miftahul Janah, Miftahul Miranda , Agustinus Monde, Junety Muhammad Ridha Ilhami Mulasih, Mulasih Mulyadi P, Agus Mutiani Mutiani Natalina Asi, Natalina Noplara, Intan Norfai Norfai, Norfai Norhidayah, Anisa Norsita Agustina, Norsita Nurcahyo, Fajar Pamungkas, Onok Yayang Prameswari, Irma Galuh Puri Swastika Gusti Krisna Dewi Rahayu, Runtika Yuliana Rakhmadhani, Irzal Rakhmawati, Fitri Richard Ferry Nugraha Risma Rahmawati Rizki, Nafamah Rizky, Akhmad Aufa Rusmaniah, Rusmaniah Saputra, Debi Imam Saputra, Dwie H. Saputri, Frieska Rahma Ardi Sari, Anggraeni Kartika Sari, Evita Septrian, Doni Silaban, Yohana Deo Utami Siti Fathonah Siti Hadijah Srilestari, Utari Sunardi Sunardi Surya, Adhi Suryanto, Deny Syaharuddin Teguh Pribadi Tehupuring , Ronald Widya Nirmalawati Wildan Nurul Fajar Wiwin Tyas Istikowati Zainal Abidin