Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECT OF EPIDURAL AND GENERAL ANESTHESIA ON PERIOPERATIVE NEUTROPHIL LYMPHOCYTE RATIO CHANGES IN MASTECTOMY PATIENTS Damayanti, Fina; Harahap, Muhammad Wirawan; Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin; Sommeng, Faisal; Swarga, Tirta
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 1 (2026): February 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i1.36603

Abstract

Mastectomy induces a systemic inflammatory response that may be influenced by the anesthetic technique, as reflected by changes in the neutrophil–lymphocyte ratio (NLR). Unlike previous studies that assessed mixed breast surgeries, broadly evaluated regional anesthesia, or focused on combined general–epidural techniques and cytokine markers, this study uniquely compares perioperative pre–post changes in NLR (ΔNLR) between epidural anesthesia alone and general anesthesia alone in mastectomy patients using a routinely available biomarker. This quantitative experimental study was conducted at Ibnu Sina YW-UMI Hospital, Makassar, from August 2025, involving 30 mastectomy patients recruited consecutively and allocated into two independent groups (15 epidural, 15 general anesthesia). Venous blood samples were collected preoperatively and 24 hours postoperatively to calculate NLR, with ΔNLR as the primary outcome. Within-group analysis using the Wilcoxon test showed significant postoperative increases in NLR in both the epidural group (5.13 ± 5.42 to 7.65 ± 5.99; p0.001) and the general anesthesia group (4.12 ± 4.59 to 14.72 ± 8.43; p0.001). Between-group comparison using the Mann–Whitney test demonstrated that ΔNLR was significantly higher in the general anesthesia group (10.60 ± 7.23) than in the epidural group (2.52 ± 2.36; p0.001). These findings indicate that epidural anesthesia is associated with a smaller postoperative increase in NLR, suggesting better attenuation of the systemic inflammatory response after mastectomy. Further randomized studies with larger samples, additional inflammatory biomarkers, and clinical outcomes are recommended to enhance evidence strength and generalisability.
NURSES KNOWLEDGE OF THE CODE BLUE SYSTEM IN EMERGENCY RESPONSE AT IBNU SINA HOSPITAL, MAKASSAR Sahrul, Ralf Radithya; Tanra, A. Husni; Handayani, Kartika; Sommeng, Faisal; harahap, Muh. Wirawan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54120

Abstract

Keberhasilan penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit, khususnya henti jantung, sangat bergantung pada pengetahuan perawat tentang sistem Code Blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat mengenai Code Blue System di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar YW Umi. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan November–Desember 2025. Sampel penelitian sebanyak 130 perawat dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup kriteria aktivasi, cara aktivasi, fungsi, dan sistem peringatan dini Code Blue, kemudian dianalisis secara univariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang kriteria aktivasi Code Blue (56,92%), cara aktivasi (94,62%), fungsi Code Blue (91,54%), sistem peringatan dini (84,62%), dan keseluruhan sistem Code Blue (82,30%). Nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,804 menunjukkan instrumen penelitian memiliki reliabilitas yang baik. Kesimpulannya, perawat di RS Ibnu Sina Makassar secara umum memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai sistem Code Blue, yang mendukung respons cepat dan tepat dalam situasi kegawatdaruratan.
Gambaran Penggunaan Antibiotik pada Kasus Sepsis di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar Butang, Dwiputri Djaya; Irwan, Andi Alamanda; Pramono, Sigit Dwi; Sommeng, Faisal; Harahap, Muhammad Wirawan
Health and Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): HEME January 2026
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v8i1.1838

Abstract

Latar Belakang: Sepsis adalah masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di unit perawatan intensif (ICU), dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Pengobatan sepsis yang tepat waktu sangat penting, tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar, dengan fokus pada karakteristik pasien, organ yang bermasalah, penyakit penyerta, hasil kultur, dan jenis yang resisten dan resisten terhadap antibiotik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis pasien sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar selama periode Januari-Mei 2024. Subjek penelitian adalah pasien sepsis yang telah diberikan terapi antibiotik dan memiliki hasil kultur. Data dikumpulkan kemudian diolah untuk menarik kesimpulan tentang pola penggunaan antibiotik. Hasil: Dari 32 rekam medis, 13 pasien memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien adalah laki-laki (77%) dan berusia di atas 55 tahun (38%). Disfungsi organ gastrointestinal ditemukan pada 46% pasien, dan diabetes melitus adalah kondisi komorbiditas yang paling umum (31%). Hasil kultur menunjukkan Salmonella typhii (38%) sebagai patogen utama. Antibiotik yang paling resisten adalah amikasin, levofloksasin, ofloksasin, dan tetrasiklin (masing-masing 10%), sedangkan sefiksim (24%) dan ampisilin (16%) menunjukkan resistensi yang tinggi. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sepsis di ICU Rumah Sakit Ibnu Sina YW-UMI Makassar didominasi oleh pasien laki-laki dengan gangguan fungsi organ pencernaan. Resistensi antibiotik merupakan masalah yang serius, terutama untuk sefiksim dan ampisilin. Peningkatan praktik pengumpulan kultur bakteri dan pemantauan resistensi diperlukan untuk memastikan terapi yang lebih efektif dan mengurangi mortalitas sepsis.
Co-Authors A. Husni Tanra Abdul Muthalib Abdul Raqib Rahman Abdullah, Rezky Putri Indarwati Abidin, Nuraini Agung Kurniawan Aisyah, Windy Nurul Alamanda Irwan, A. Alya Nabila, Andi Amkar, Musvirah Safitri Andi Irwansyah Ahmad Anggita, Dwi Angriani, Novita Annisa Nurmayanti S Arina Fathiyyah Arifin Arliana Arlin Avrilya, Reghita Bangsawan, Israfil Raya Butang, Dwiputri Djaya Dahlia Dahliah Dahliah Dahliah, Dahliah Damayanti, Fina Darariani Iskandar Darussalam, A. Muh Nurdiansyah Dewanty, Ashita Mary DK, Indah Lestari Ema Magfirah Faisal Syamsu, Rachmat Fathiyyah Arifin, Arina Fendy Dwimartyono Fendy Dwimartyono Gunawan, Muh Irwan Haizah Nurdin Hamza, Pratiwi Nasir Harahap, Muh. Wirawan Harahap, Muhammad Wirawan Harahap, Wirawan Hasbi, Berry Erida Hasir, Julia Hidayat, Lujna Adharani Hisbullah Hisbullah Husni Tanra, A. Ichsan, Muh. Nur Ikram, Dzul Imran Safei Imran Safei, Imran Irna Diyana Kartika Irsandy Syahrudin, Febie Irwan, Andi Alamanda Ismail, Muhammad Wirasto Juhamran, Reeny Purnamasari K, Irna Diyana Kartika Karim, Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim, Marzelina Kartika Handayani Kharisma Saeraya Lestari Daeng Kanang, Indah Liaury, Kristian M. Iswan Wahab Magfirah, Ema Maharani, Ratih Natasha Makmun, Armanto Maulidya, Dhinda Lunizar Muh. Nur Abadi Muhajir, Agung Muhammad Asrul Apris Muhammad Ikhsan Muhammad Rum Mulyadi, Farah Ekawati N, Hermiaty Nevi sulvita karsa Novriansyah, Zulfikri Khalil Nur, Muh. Jabal Nurhikmawati, Nurhikmawati Nurmadilla, Nesyana Pramono, Sigit Dwi Pranomo, Sigit Dwi Purnamasari, Reeny Putri, Andi Iin T.C Rachmat Faisal Syamsu Radithya Sahrul, Ralf Rahil Annisyah Putri D Rahmi Utami Ramadhani, Karlinda Novira Reeny Purnamasari Reghita Avrilya Rifa'at, Syahrul Romy Hefta Mulya Rusdam, Sulfikar Sahrul, Ralf Radithya Sam, A. Dhedie Prasatia Sigit Dwi Pramono Siregar, Lenni Sari Swarga, Tirta Syafi, Talita Syadia Syafri K. Arif Syafri Kamsul Arif Tanra, A. Husni Triananda, Dhini Cesaria Wahab, Iswan Wardana, Riqah Nefiyanti Putri Wiriansya, Edward Pandu Yanti, Andi Kartini Eka Zulfa, Atria Putri