Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan patologis dan gambaran lekosit pada itik yang diinfeksi Pasteurella multocida Wiwin Winarsih; Ekowati Handharyani; Agus Setiyono
Hemera Zoa Vol. 77 No. 1 (1995): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.912 KB)

Abstract

Enam puluh ekor itik yang berumur lima minggu dipergunakan dalam penelitian ini. ltik dibagi secara acak menjadi dua kelompok yaitu kelompok infeksi dan kontrol.Kelompok pertama diinfeksi dengan Pasteurelhz multocida (Isolat lapangan) secara intramuskular. Itik diambil darahnya dan dinekropsi 1, 2, 4 dan 8 jam setelah infeksi untuk pemeriksaan diferensial lekosit dan perubahan makroskopik.Itik yang diinfeksi mulai menunjukkan lesio empat jam setelah infeksi. Itik yang diinfeksi dan mati menunjukkan gejala septikemi dengan hiperemi umum. Pemeriksaan gambaran lekosit menunjukkan peningkatan jumlah heterofil dan penurunan jumlah limfosit dan monosit 2,4 dan 8 jam setelah infeksi.
Perbandingan pengaruh Escherichia coli dan vaksinasi ND La Sota terhadap bursa fabricus anak ayam pedaging Ekowati Handharyani; Hernomoadi .; Bibiana W. Lay; M.B. Malole .
Hemera Zoa Vol. 77 No. 2 (1995): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.911 KB)

Abstract

Infeksi E. coli pada anak ayam pedaging secara mandiri dapat menimbulkan penurunan jumlah sel limfosit (24.657%). radang interstisial (15.330%), hiperemi (24.811%). serta penurunan berat relatif bursa Fabricius (0.152 gram persen). Vaksinasi ND La Sota (tetes mata). dilanjutkan dengan infeksi E. coli menyebabkan penurunan jumlah sel limfosit (7.314%), edema radang (3.826%). hiperemi (9.569%) dan penurunan berat relatif bursa (0.150 gram persen). Pemberian vaksin ND La Sota (tetes mata) menyebabkan perubahan yang minimal pada bursa Fabricius berupa penurunan jumlah sel limfosit (2.03 1 %), edema (2.348%). hiperemi (2.03 1 %).
Studi Beberapa Penyakit yang ditemukan bersama dengan gumboro/infectious bursal disease Ekowati Handharyani; Hernomoadi Hernomoadi
Hemera Zoa Vol. 75 No. 3 (1992): Jurnal Hemera Zoa
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4572.761 KB)

Abstract

Pengamatan terhadap 43 kasus Gumboro di Laboratorium Patologi Unggas FKH IPB pada tahun 1991 menunjukkan bahwa penyakit Gumboro dapat terjadi pada ayam pedaging maupun ayam petelur dengan kisaran umur 7-60 hari. Kehadiran Gumboro daapt menyebabkan penurunan fungsi tanggap kebal sehingga ayam lebih peka terhadap infeksi penyakit lain. Hasil kajian yang diperoleh adalah: Gumboro dapat berdiri sendiri (30.23%) atau disertai penyakit lain; seperti  ND (30.23%), CRD (9.30%), Coccidiosis (6.98%), Colibacillosis (4.67%), ND dan CRD (13.95%), ND dan Coccidiosis (2.32%), CRD dan Coccidiosis (2.32%).
MP-8 Lack of Antibody Formation Against Inactivated Avian Influenza Virus in Ducks and Chickens After Intranasally Immunization Okti Nadia Poetri; Retno Damayanti Soejoedodo; Ni Luh Putu Ika Mayasari; Ekowati Handharyani; Novera Nirmalasanti
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.484 KB)

Abstract

Vaccination is one of control strategies implemented in endemic countries such as Egypt and Indonesia [1,2]. Most commercial AI vaccines available in Indonesia are adjuvanted inactivated AI vaccines applied through intramuscular routes. Vaccine application by subcutaneous or intramuscular injection can cause pain and stress in poultry, the route of vaccine through the nasal drip (intranasal) is a more convenient and painless.                However, respiratory applied inactivated influenza is poorly immunogenic. Therefore prior to developing inactivated intranasal vaccine, it is necessary to study  antibody response to inactivated AI virus which exposed through intranasal route. The aim of our research was to determined antibody response of ducks and chickens against avian influenza virus (AIV) subtype H5N1 after intranasally immunization.
PAT-7 A Natural Case Like Diabetes Rat as A New Approach on Understanding Alert of Glucose Methabolism Adi Winarto; Komariah Komariah; Kiranadi Bambang; Manalu Wasmen; Ekowati Handharyani
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.437 KB)

Abstract

Currently, diabetic case as a degenerative disease has widely known that it can be cure by insulin.  A remain puzzle is proliferation do not found in rest Beta cells, so insulin injection has to be applied entire life of diabetic patient. So far, there is no diagnostic approach that expresses such of thing which may indicate an early anomaly on glucose metabolism process. The aim of this research to get case model of hyperglycemic rat that has long period in process.
DIAGNOSIS GANGGUAN SISTEM URINARI PADA ANJING DAN KUCING MENGGUNAKAN VFI 5 Agus Buono; Dhany Nugraha Ramdhany; Aziz Kustiyo; Ekowati Handharyani
Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi Vol 2, No 2 (2009): Jurnal Ilmu Komputer dan Informasi (Journal of Computer Science and Information)
Publisher : Faculty of Computer Science - Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.455 KB) | DOI: 10.21609/jiki.v2i2.131

Abstract

Sistem urinari hewan dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu sistem urinari bagian atas dan sistem urinari bagian bawah. Ginjal yang merupakan bagian dari sistem urinari memiliki 2 fungsi penting, yaitu filtrasi dan reabsorpsi. Dalam mendiagnosis penyakit yang diderita hewan pada sistem urinarinya terdapat beberapa kendala. Pada penelitian ini, dikembangkan model untuk mendiagnosis gangguan sistem urinari pada anjing dan kucing dengan menggunakan algoritma VFI 5 berdasarkan gejala klinis (terdapat 37 feature) dan pemeriksaan laboratorium (39 feature). Percobaan dilakukan baik pada feature gejala klinis dan juga pada feature pemeriksaan laboratorium. Hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa akurasi rata-rata sebesar 77,38% untuk percobaan dengan feature gejala klinis, dan 86,31% untuk percobaan dengan feature pemeriksaan laboratorium. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa dalam mendiagnosis penyakit dalam sistem urinari, pemeriksaan laboratorium masih sangat dibutuhkan dalam menentukan hasil diagnosis suatu penyakit.
Seroprevalence of Q fever in sheep and goat in West Java area Agus Setiyono; Ekowati Handharyani; Hapsari Mahatmi
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 13, No 1 (2008): MARCH 2008
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.895 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v13i1.596

Abstract

Q fever is a zoonotic disease caused by Coxiella burnetii, a species of bacteria that is distributed globally. Ruminant especially sheep and goats may play an important role in the transmission of the disease to human. The research of seroprevalence of Q fever in sheep and goats was carried out from August 2006 to March 2007 in West Java area. A total of 138 sera were collected; 69 sera from sheep and 69 sera from goats. The indirect immunoflourescent antibody test was used to determine the seroprevalence of Q fever. The seropositive based on the dilution of serum starting from 1 : 16. Seropositive were observed in 22 samples (31.88%) of sheep and 14 samples (20.28%) of goats. The highest titer of 1 : 128 was observed in 3 pregnant sheep. The results of the present study suggested that Q fever was endemic in West Java area. Key Words: Q Fever, Prevalence, Indirect Immunoflourescent Antibody Test
Extrahepatic bile duct ligation in broiler chickens: ultrastructural study of Ito cell Ekowati Handharyani; K Ochiai; A Winarto
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 9, No 4 (2004): DECEMBER 2004
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.657 KB) | DOI: 10.14334/jitv.v9i4.435

Abstract

The Ito cell (fat-storing cell) is a cell lying in perisinusoidal space of liver. The function of Ito cell is expanding from a site of fat-storing site to a center of extracellular matrix metabolism and mediator production in the liver. This study was performed in order to evaluate the Ito cells in cholestatic condition. The artificial cholestatic was conducted by ligation of extrahepatic bile ducts (bile duct ligation = BDL) in broilers. The results showed that BDL induced bile congestion, fibrosis, proliferation of Ito cells and intrahepatic bile ductules. Immunohistochemistry demonstrated that Ito cells were scattered throughout the fibrotic areas, and larger in size with more extensive immunoreactivity than those in normal livers. Ultrastructural study demonstrated that Ito cells were closely associated with the production of extracellular collagen fibers. Ito cells actively react against hepatocytic injuries, especially in fibrogenesis of cholestatic livers.   Key words: Bile duct, ito cell, broiler
Efek Durasi Waktu Ekstraksi dan Fraksinasi terhadap Aktivitas Antioksidan Daun Bakau Api-Api Putih (Avicennia marina) Safrina Dyah Hardiningtyas; Sri Purwaningsih; Ekowati Handharyani
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v15i2.604

Abstract

Api-api putih (Avicennia marina) merupakan salah satu jenis bakau yang melimpah di Indonesia dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu ekstraksi dan fraksinasi daun A. marina terhadap aktivitas antioksidannya. Serbuk daun A. marina dimaserasi dengan pelarut etil asetat pada durasi waktu ekstraksi selama 1, 2, 3, dan 4 hari. Sementara itu, fraksinasi ekstrak etil asetat dilakukan dengan kolom kromatografi secara isokratik. Aktivitas antioksidan dari ekstrak kasar dan fraksi-fraksi dianalisis dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Hasil analisis menunjukkan perlakuan selama satu hari merupakan durasi waktu ekstraksi terbaik untuk mendapatkan rendemen ekstrak (1,65±0,01 %) dengan aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 186,67±2,82 ppm). Eluen pengembang terbaik untuk fraksinasi ekstrak etil asetat adalah campuran eluen etil asetat: n-heksana (3:7), yang menghasilkan delapan fraksi. Namun, fraksinasi menurunkan aktivitas antioksidan pada fraksi-fraksi, dibandingkan dengan ekstraknya. Hal ini diduga disebabkan oleh efek sinergis antar senyawa dalam ekstrak. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk isolasi senyawa aktif yang terdapat ekstrak etil asetat daun bakau A. marina. ABSTRACTGrey mangrove (Avicenia marina) is one of the abundant types of mangrove in Indonesia, which can be used as a natural antioxidant source. This study aimed to determine the effect of extraction duration and fractionation on the antioxidant activity of A. Marina leaves. A. marina leaves powder was macerated by ethyl acetate solvent for 1, 2, 3, and 4 days. Meanwhile, fractionation was carried out using column chromatography with an isocratic method. The antioxidant activity of crude extracts and fractions was analyzed by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. The result showed that one-day treatment was the optimum extraction duration to obtain the extract’s yield (1.65±0.01%) with the highest antioxidant activity (IC50 186.67±2.82 ppm). The best eluent in fractionation was a mixture of ethyl acetate: n-hexane (3:7) eluents, which produced eight fractions. However, fractionation reduced the antioxidant activity of fractions, compared to the crude extract. This might have happened because of the synergistic effect among compounds in the extract. Further research can be carried out to isolate the active compounds in the A. marina leaves extract.
STUDI GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTAK MENCIT PASCA PEMBERIAN FRAKSI DAUN BINAHONG (Basella alba) SEBAGAI NEUROPROTEKTAN Eflisa Endah Putri; Yuni Andriani; Lili Andriani; Ekowati Handharyani
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v5i2.94

Abstract

Demensia merupakan penyakit degenerative yang disebabkan proses degenerasi otak dengan gejala hilang ingatan, kesulitan bahasa dan kurangnya kemampuan dalam pemecahan masalah. Sel otak yang mengalami degenarasi otak akan mengalami kerusakan sel saraf yang diinduksi oleh diazepam dengan dosis tinggi. Kerusakan tersebut dapat dicegah oleh daun binahong (Basella alba) yang mengandung neuroprotektan yang dapat berperan sebagai perlindungan otak dari neurotoksik.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek neuroprotektan yang terdapat pada fraksi daun binahong (Basella alba) yang dapat dilihat berdasarkan gambaran histopatologi otak mencit jantan yang diinduksi diazepam pada bagian hipokampus otak. Metode ini bersifat preventif dan pada Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan yaitu K(-) diberi diazepam injeksi 0,15 ml secara intraperitoneal, K(+) diberi piracetam 800 mg/kgBB secara oral, P1 diberi fraksi n-heksana 500 mg/KgBB secara oral, P2 diberi fraksi etil asetat 500 mg/KgBB secara oral dan P3 diberi fraksi n-butanol 500 mg/KgBB secara oral. Hasil penelitian ini didapatkan rerata jumlah nekrosis neuron yang didapatkan dari hasil gambaran histopatologi otak mencit antara lain K(-) 0.061; K(+) 0.028; P1 0.044; P2 0.025; dan P3 0.044.kemudian setelah data terkumpul dari masing-masing kelompok perlakuan dilanjutkan dengan dilakukan uji statistik dengan uji One-Way ANOVA. Kesimpulan dari penelitian ini ialah terdapat pengaruh pemberian fraksi daun binahong (Basella alba) terhadap gambaran histopatologi otak mencit jantan yang diinduksi diazepam. Berdasarkan fraksi daun binahong yang digunakan didapatkan hasil bahwa fraksi etil asetat yang berpotensi sebagai neuroprotektan, Jadi fraksi daun binahong berpotensi sebagai neuroprotektan.
Co-Authors ., Chairul A Winarto Adi Winanto Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Buono Agus Setiyono Ahmad Biharidin Ahmad Sulaeman Akhmad Endang Zainal Hasan Aldo Yanuar Wuriyantara Armenia Eka Putriana Arni Diana Fitri Aulia Andi Mustika Aziz Kustiyo Bambang Kiranadi Bambang Sumiarto Bambang Widyo Prastowo BIBIANA W LAY Bohari Bohari Budiono, Novericko Ginger Chairul - Chairul Chairul Clara Meliyanti Kusharto Deni Noviana Denny Widaya Lukman Dewa, Wisnu Jaka DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ulfa Trisdiani Dhany Nugraha Ramdhany Dondin Sajuthi Dwi Santy Damayati, Dwi Santy Dwi Utari Rahmiati Eflisa Endah Putri Elly Munadziroh Eny Palupi Erni Sulistiawati Erwin Erwin Etriwati E Evy Damayanthi Fadjar Satrija Fajar Kawitan Firmansyah, Hardi Fitri Ariyani Fitri, Arni Diana Franciscus Dhyana Giri Suyatna Geneva Ariesta Giriwono, Puspo E. Gunanti . Hadi Riyadi Handayu Untari Hapsari Mahatmi Hardi Firmansyah HERA MAHESHWARI Hernomoadi . Hernomoadi Hernomoadi Herwin Pisestyani Hidayah Dwiyanti Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Ikeu Ekayanti Irma Herawati Suparto K Ochiai Karsi Ambarwati Katrin Roosita Kiranadi Bambang Komariah Komariah Komariah Lili Andriani Lina Noviyanti Sutardi M.B. Malole . MARIA BINTANG Masdiana C. Padaga Masriani . Nabilah, Avida Shahnaz Nasution, Zuraidah Ni Luh Putu Ika Mayasari Nisrina Rosyida Noor Rifai Novera Nirmalasanti Nugraha, Arifin Budiman Nugroho, Setyo Widi Octarina Okti Nadia Poetri Olga Purnama Bakti Opyn Mananta Perdhana, Ika Satya Putra Wijaya, Erlangga Putri Puncak Anjani R. Susanti Rahayu WoroWiranti Retno Damajanti Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Retno Setyaningsih Retno Setyaningsih Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Risti Rosmiati Riyadh Firdaus Rizal M Damanik, Rizal M Romyun Alvi Khhoiriyah Ruqiah Ganda Putri Panjaitan safrina dyah hardiningtyas Sangko Sayuti Nasution Sangko Sayuti Nasution, Sangko SEDARNAWATI YASNI SILMI MARIYA Sophia Setyawati Sri Anna Marliyati sri murtini . Sri Purwaningsih Sri Rahmatul Laila Sri Wahyuni Suhendi, Adnan Rizal Surachmi Setiyaningsih Tanjung Penataseputro Tantri, Aida Rosita Trini Suryowati, Trini Umi Cahyaningsih Wasmen Manalu Wibowo, Artdhea Regita Wiwin Winarsih Yetty Ramli Yuli Purwandari Kristiangingrum Yuni Andriani Yusuf Ridwan Zulfa Zakiah