Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS GLIAL FIBRILLARY ACIDIC PROTEIN PADA OTAK MARMUT (Cavia porcellus) SEBAGAI MODEL PENYAKIT ALZHEIMER DENGAN DEPLESI HORMON TESTOSTERON Yuli Purwandari K.; Ekowati Handharyani; Dondin Sajuthi; Erni Sulistiawati
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.568 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengarakterisasi marmut sebagai hewan model untuk penyakit Alzheimer dengan mengamati histopatologis otak dan aktivitas seluler glial fibrillary acidic protein (GFAP) pada otak yang diakibatkan oleh deplesi hormon testosteron. Dua belas marmut dibagi dua kelompok berdasarkan umur, yaitu enam marmut umur 16-32 bulan dan enam marmut umur 32-48 bulan. Deplesi testosteron dilakukan dengan cara kastrasi. Dua marmut dari setiap kelompok dinekropsi untuk koleksi sampel otak pada waktu satu, tiga, dan lima bulan setelah kastrasi. Bagian otak yang diambil adalah korteks, lobus parietalis, temporalis, dan hipokampus. Sampel otak dilakukan evaluasi patologis dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin dan immunohistokimia dengan antibodi GFAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deplesi testosteron dapat menyebabkan kerusakan otak yang ditandai oleh kematian sel neuron, peningkatan aktivitas sel-sel glia dan ekspresi GFAP pada jaringan otak.Kesimpulan penelitian adalah penurunan kadar testosteron dalam plasma darah menyebabkan terjadinya kematian sel neuron dan peningkatan aktivitas sel-sel glia pada otak.
DETEKSI IMUNOHISTOKIMIA ANTIGEN Coxiella burnetii SEBAGAI PENYEBAB Q FEVER PADA SAPI Sangko Sayuti Nasution; Agus Setiyono; Ekowati Handharyani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 2 (2015): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.745 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i2.2835

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeteksi keberadaan antigen Coxiella burnetii sebagai penyebab Q fever pada organ sapi yang dikumpulkan di rumah potong hewan (RPH) Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Pada penelitian ini telah dikumpulkan organ limpa, paru-paru, dan hati dari 162 ekor sapi. Sampel organ tersebut kemudian diperiksa secara imunohistokimia dengan metode streptavidin peroksidase untuk melihat keberadaan antigen Coxiella burnetii menggunakan antibodi poliklonal terhadap Coxiella burnetii. Hasil pemeriksaan imunohistokimia menunjukkan 62/162 (38,3%) sampel sapi imunoreaktif terhadap Coxiella burnetii. Berdasarkan asal pengambilan sampelnya, sebanyak 40/101 (39,6%) sampel sapi yang berasal dari RPH Kota Medan dan 22/61 (36,1%) sampel sapi yang berasal dari RPH di Kabupaten Deli Serdang menunjukkan hasil imunoreaktif. Dilihat dari jenis organnya, dari 162 sampel sapi, antigen Coxiella burnetii dapat dideteksi pada 61 (37,7%) organ limpa, 12 (7,4%) organ paru-paru dan 2 (1,2%) organ hati. Hasil ini menunjukkan telah adanya infeksi Coxiella burnetii pada sapi di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
Analisis Kapasitas Antioksidan dan Sensori Minuman Serbuk Anggur Laut sebagai Terapeutik Obesitas: The Analysis of Antioxidant Capacities and Sensory in Sea Grapes (Caulerpa racemosa) Powdered Drink as a Therapeutic Obesity Dwi Santy Damayati; Evy Damayanthi; Hadi Riyadi; I Wayan Teguh Wibawan; Ekowati Handharyani
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.175-184

Abstract

Background: Obesity is a global problem which increasing simultaneously. The high-fat accumulation in the body will result from mild chronic inflammation. Developing a local drink based on seagrapes (Caulerpa racemose) is thought to have a high antioxidant capacity and the potential to become an alternative therapeutic drink for obese people. Seagrapes are easily damaged, so proper drying is needed to maintain antioxidant potential and assisted by adding gum arabic to increase the acceptability. Objectives: To analyze the antioxidant capacity and sensory of sea grapes powder drink (Caulerpa racemose). Methods: The design experiment research was utterly randomized and only used one gum Arabic treatment with a 2.5, 5, and 10% concentration and three replication as sea grapes powder drink samples. The samples were analyzed to seek the antioxidant capacity of DPPH (2,2-diphenyi-1-picrylhydrazyl), CUPRAC (Cupric Ion Reducing Antioxidant Capacity), and FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Then research data were analyzed by employing ANOVA  and Duncan's follow-up test. Results: The higher concentration of gum Arabic has significantly increased the antioxidant capacity. DPPH, CUPRAC, and FRAP values in 10% gum Arabic concentration were 13.21±0.1 mg/100 g, 25.26±0.5 mg, and 2.89±0.3mg/g. Based on the sensory test results, the panelists preferred the 10% gum Arabic concentration because the color is lighter, can minimize odor and viscosity, and taste better. Conclusions: Seagrapes powder drink with a concentration of 10% gum Arabic has the potential as a therapeutic obesity with the highest antioxidant capacity and is sensory acceptable.
Wound Healing Using White Turmeric (Curcuma zedoaria) Extract Nanoparticles: Macroscopic and Microscopic ObservationWound Healing Using White Turmeric (Curcuma zedoaria) Extract Nanoparticles: Macroscopic and Mi Fitri Ariyani; Lina Noviyanti Sutardi; Ekowati Handharyani
Jurnal Veteriner Vol 23 No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2022.23.4.441

Abstract

A wound is damaged of skin tissue caused by physical or mechanical trauma. Naturally, the wound healing process begins almost immediately after the injury occurred and is categorized by four main stage, these are hemostasis, inflammation, proliferation, and maturation. The aim of this research is to observe wound healing process using white turmeric (Curcuma zedoaria) nanoparticles extract gel based on macroscopic and microscopic observations. The skin of 24 Sprague dawley rats were cut 3 cm in the dorsal area and sutured with simple suture technique. The treatments were divided into four groups, positive control (C1), negative control (C2), gel nanoparticles white turmeric extract 0.75% (K1) and 1.5% (K2). Treatment was given every day for a week. Macroscopically observation were made descriptively on the 1st, 3rd, 5th, and 7th days. Histopatologically, the specimens were stained with hematoxylin eosin (HE) to observe the skin structure with parameters scab, epithelial formation, and neovascularization. The observations were evaluated on the 8th days post-injury. Data were presented descriptively through light microscope. The macroscopic results showed the nanoparticles extract gel treatment wound had a faster healing process and lower pain responses than the control groups. The microscopic showed the nanoparticles gel treatment extract had a better repairing process of skin structure and decreased inflammation cells than the control groups. In conclusion, the nanoparticles of white turmeric extract treatment gel group has a better results than the control groups.
Pengaruh aplikasi bovine amniotic membrane pada soket tulang alveolar terhadap ekspresi BMP-2: studi eksperimental in vitro Geneva Ariesta; Octarina Octarina; Elly Munadziroh; Ekowati Handharyani
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 35, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v35i2.46718

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pencabutan gigi dapat menyebabkan resorpsi tulang alveolar. Bovine Amniotic Membrane (BAM) diharapkan menjadi material pengisi soket tulang alveolar sehingga dapat mengurangi terjadinya resorpsi tulang alveolar setelah dilakukan pencabutan. BMP-2 merupakan indikator terjadinya pembentukan tulang alveolar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ekspresi BMP-2 dengan aplikasi BAM pada soket tulang alveolar tikus Sprague dawley (SD). Metode: …….. …….. Jenis penelitan ini adalah eksperemintal laboratorik. Teknik pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus Federer. Sebanyak 16 tikus Sprague dawley jantan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok BAM. Pencabutan dilakukan pada gigi insisivus sentral kanan mandibula. Setelah dilakukan pencabutan, pada kelompok bam soket alveolar diaplikasikan material BAM dengan ukuran 1,5x10 mm. Hari ke-14 dan ke-28, euthanasia dilakukan, kemudian dilakukan pemotongan pada bagian soket tulang alveolar yang akan dipreparasi menjadi preparat imunohistokimia (IHK). Pembuatan preparat IHK menggunakan pewarnaan antigen-antibodi BMP-2 (1:200, Affinity Biosciences, Inc. USA). Analisis preparat IHK menggunakan mikroskop ZEISS seri AXIO SCOPE A.1 dan software ZEN 3.4 perbesaran 40x. Perhitungan ekspresi BMP-2 menggunakan software imageJ. Analisis data statistik penelitian menggunakan one-way ANOVA dengan uji post hoc Tukey. Hasil:  Nilai rerata ekspresi BMP-2 pada kelompok kontrol hari ke-14 dan ke 28 secara berurutan (5,93 ± 0,70) dan (6,60 ± 1,11). Kelompok BAM menunjukkan adanya peningkatan nilai rerata ekspresi BMP-2 pada hari ke-14 dan ke-28 secara berurutan (9,46 ± 0,50) dan (11,73 ± 3,60) secara statistik dengan one way annova pos hoc tukey berbeda bermakna (p<0,05). Simpulan: Aplikasi material BAM pada soket tulang alveolar dapat meningkatkan ekspresi BMP-2 pada hari ke-14 dan 28. Hal tersebut akan menyebabkan penyembuhan tulang alveolar dan berkurangnya resorpsi tulang alveolar.The effect of bovine amniotic membrane application at the alveolar bone socket on the expression of BMP-2: in vitro experimental studyABSTRACTIntroduction: Tooth extraction can cause alveolar bone resorption. Bovine Amniotic Membrane (BAM) is expected to be a filling material for the alveolar bone socket so that it can reduce the occurrence of alveolar bone resorption after extraction. BMP-2 is an indicator of alveolar bone formation. The application of BAM is expected to reduce of alveolar bone resorption after extraction. Aim: The aim of this study was to analyze the expression of BMP-2 by application of BAM in the alveolar bone socket of Sprague Dawley rats (SD). Methods: This type of research is laboratory experimental. The sampling technique used the Federer formula. A total of 16 male SD rats were divided into two groups, which are the control group and the BAM group. Extraction was performed on the mandibular right central incisor. In the BAM group, after removal of the alveolar socket BAM material with a size of 1.5 x 10 mm was applied. On the 14th and 28th day, mice were euthanized and then cut into the alveolar bone socket which will be prepped into an immunohistochemical specimen (IHK). Preparation of IHK will be prepped using BMP-2 antigen-antibody staining (1:200, Affinity Biosciences, Inc. USA). Analysis of CPI preparate using the ZEISS AXIO SCOPE A.1 series microscope and ZEN 3.4 software with 40x magnification. BMP-2 expression calculation using imageJ software. Statistical data analysis of the research used one-way ANOVA with Tukey's post hoc test. Results: The mean value of BMP-2 expression in the control group on day 14 and 28 respectively (5.93 ± 0.70) and (6.60 ± 1.11). The BAM group showed an increase in the mean value of BMP-2 expression on the 14th and 28th days respectively (9.46 ± 0.50) and (11.73 ± 3.60) which were statistically significantly different (p<0, 05). Conclusion: Application of BAM to the alveolar bone socket can increase BMP-2 expression on days 14 and 28. This will lead to alveolar bone healing and reduced alveolar bone resorption.Key wordsbovine amnion membrane, bone morphogenetic protein 2, alveolar socket preservation
Parasit Gastrointestinal pada Kadal Naga Berjanggut (Pogona vitticeps) di Cijeruk, Bogor Nisrina Rosyida Noor Rifai; Arifin Budiman Nugraha; Ekowati Handharyani; Fajar Kawitan; Umi Cahyaningsih
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.80391

Abstract

Bearded dragons are reptiles that are quite popular as pets. There are many factors of disease that can infect bearded dragons. The environment and feed affect the level of disease threat, such as parasitic infection in the gastrointestinal tract. Data information related to parasitic gastrointestinal infections in bearded dragons in Indonesia is still limited, so supporting examinations are necessary to help diagnose. A total of 38 fecal samples were collected from the bearded dragon in Cijeruk Bogor. Samples were examined by simple flotation method, Ziehl Neelsen staining, and counting the number of parasitic eggs. All samples were positive for gastrointestinal parasite infections such as Choleoeimeria sp., Isospora amphiboluri, Cryptosporidium spp., ascarid egg, and oxyurid egg. The average number of Choleoeimeria sp. and Isospora amphiboluri oocysts were 8730 and 51.281 oocysts per gram of feces. The average number of helminth eggs per gram was 290 and 2325 for ascarid and oxyurid, respectively. Most of the infected bearded dragons do not show significant clinical symptoms. The number of oocysts and worm eggs per gram of feces showed mild and high results.
Rumput Laut Sango-sango (Gracilaria sp.) Berpotensi Memperbaiki Kondisi Hiperglikemik dan Ekspresi Insulin Pankreas Tikus Diabetik Olga Purnama Bakti; Ekowati Handharyani; Sri Purwaningsih
Jurnal Veteriner Vol 24 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.2.179

Abstract

Indonesia menempati urutan kelima dengan penderita diabetes melitus terbanyak di dunia. Manajemen makan harus dilakukan terutama pada penderita diabetes melitus yang menggunakan obat penurun glukosa darah atau insulin. Rumput laut sango-sango atau Gracilaria sp., memiliki potensi sebagai agen antidiabetes. Pengujian aktivitas antihiperglikemik pada model hewan diperlukan sebelum implementasi pada manusia. Penelitian dilakukan dengan pemberian pakan dengan penambahan Gracilaria sp. pada tikus dengan periode yang berbeda. Tikus diberi streptozotocin (50 mg/kg bb) untuk menginduksi diabetes. Hewan dibagi dalam enam kelompok perlakuan: kontrol, kontrol diabetes, tikus diabetes diberi pakan standar dan obat metformin, tikus diabetes diberi Gracilaria sp., selama tiga minggu dan dua minggu, dan tikus normal diberi Gracilaria sp., selama empat minggu. Parameter yang digunakan adalah glukosa darah dan luas area positif ekspresi insulin. Hasil yang didapatkan adalah pemberian streptozotocin mengakibatkan keadaan diabetes pada tikus. Pakan dengan penambahan Gracilaria sp., menunjukkan potensi untuk membantu manajemen hiperglikemik. Hasil yang signifikan ditemukan pada area positif ekspresi insulin. Pemberian pakan dengan penambahan Gracilaria sp., dengan hasil terbaik diperoleh pada pakan dengan pemberian selama tiga minggu.
Laporan Kasus: Studi Morfopatologi Demam Babi Afrika pada Babi di Bogor, Jawa Barat Rahayu Woro Wiranti; Dwi Utari Rahmiati; Aldo Yanuar Wuriyantara; Okti Nadia Poetri; Ekowati Handharyani
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.564

Abstract

Demam Babi Afrika atau African swine fever (ASF) adalah penyakit menular yang dapat terjadi pada ternak babi dan babi liar. Penyakit tersebut disebabkan oleh virus ASF. Gejala klinis sangat bervariasi dari kasus yang terjadi perakut, akut, subakut dan kronis tergantung pada virulensi virus. Kejadian ASF dapat menyebabkan angka kematian tinggi pada babi, penurunan kondisi sosial, dan ekonomi termasuk kontaminasi lingkungan. Berdasar beberapa pertimbangan masalah tersebut, maka akan sangat bermakna bila dilakukan studi morfopatologi dan klarifikasi terhadap kejadian ASF pada babi (Sus scrofa domesticus). Kajian saat ini dilaksanakan dengan melakukan prosedur nekropsi terhadap dua ekor babi umur empat bulan, yaitu dengan melakukan pemeriksaan kondisi tubuh dan organ-organ interna. Sampel organ diambil untuk pemeriksaan histopatologi yang selanjutnya diwarnai dengan hematoksilin-eosin (HE). Pemeriksaan lanjut dilakukan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) menggunakan primer universal (p72 dan p54). Hasil pemeriksaan makroskopik menunjukkan bahwa beberapa bagian kulit mengalami erythema, terjadi splenitis hemoragi, enteritis hemoragi disertai dengan lymphadenopathy pada limfonodus mesenterika dan terjadi hemoragi pada meningen dan pembuluh darah di otak. Hasil pemeriksaan histopatologimenunjukkan lesi pada organ limforetikuler seperti limpa dan limfonodus mesenterika, yaitu radang limfositik disertai hemoragi. Pemeriksaan pada otak menunjukkan lesi radang limfositik disertai hemoragi pada selaput meningen. Hasil pemeriksaan molekuler dengan metode PCR memberikan konfirmasi bahwa penyakit disebabkan oleh virus ASF. Berdasarkan hasil pemeriksaan komprehensif secara makroskopik, mikroskopik dan evaluasi PCR dapat disimpulkan bahwa kedua ekor babi tersebut menderita infeksi ASF tipe akut.
Resistansi Escherichia coli patogen asal ayam petelur terhadap beberapa antibiotik Suhendi, Adnan Rizal; Afiff, Usamah; Handharyani, Ekowati
Current Biomedicine Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/currbiomed.2.1.45-54

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada ternak menyebabkan munculnya resistansi bakteri terhadap antibiotik. Salah satu bakteri yang telah dilaporkan resistan adalah Escherichia coli sehingga pengobatan untuk infeksi bakteri ini menjadi kurang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resistansi E. coli patogen yang berasal dari usap kloaka ayam petelur terhadap antibiotik. Metode: Sebanyak 20 sampel usap kloaka diidentifikasi keberadaan E. coli melalui pengamatan makroskopis, mikroskopis, uji biokimia, dan fermentasi karbohidrat uji patogenisitas dilakukan dengan menggunakan media Congo red. Isolat yang patogen selanjutnya diuji kepekaannya terhadap 6 jenis antibiotik dengan uji kepekaan difusi cakram Kirby-Bauer. Hasil: Penelitian memperoleh 15 isolat E. coli dan uji Congo red mendapatkan 4 isolat E. coli patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% isolat resistan terhadap azitromisin, 100% isolat resistan intermediet terhadap doksisiklin dan siprofloksasin. Sementara itu, 75% isolat masih sensitif terhadap gentamisin dan 100% isolat sensitif terhadap kloramfenikol dan amoksisilin. Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi E. coli yang bersifat patogen dari ayam petelur yang telah resistan terhadap beberapa antibiotik yang diujikan.
Aktivitas Gastroprotektif Infusa Serai Wangi terhadap Gastritis Akut pada Tikus Sprague dawley Nabilah, Avida Shahnaz; Handharyani, Ekowati; Sutardi, Lina Noviyanti; Mustika, Aulia Andi
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.1.17-24

Abstract

Gastritis is an inflammation of the stomach mucosal lining. Citronella grass (Cymbopogon nardus) is a plant that has been used in traditional medicine to treat diseases, including digestive problems. This study aimed to analyze the gastroprotective activity of citronella grass infusion on acidified ethanol-induced gastritis in Sprague Dawley rats. The study was conducted on four groups of rats that were previously fasted for 18 hours. All rats were given treatments: water (HCl/ethanol group), omeprazole (omeprazole group), 20% citronella grass infusion (P1), and 40% citronella grass infusion (P2). After 90 minutes, all groups were administered HCl and ethanol mixture orally and then sacrificed 90 minutes later. The stomachs were collected for gastric fluid pH measurement and macroscopic and microscopic analysis. The results of phytochemical screenings showed that the citronella grass infusion contains alkaloids, flavonoids, saponins, and tannins. The pH values and the gastric lesion scores of P1 and P2 were significantly different (P<0.05) with higher and lower values respectively than the HCl/ethanol group. Macroscopic and microscopic examinations also showed a decrease in gastric lesions in the P1 and P2 groups. These findings confirm the gastroprotective activity of citronella plant infusion. There was no significant difference (P>0.05) between the P1 and P2.
Co-Authors ., Chairul A Winarto Adi Winanto Adi Winarto Afiff , Usamah Agus Buono Agus Setiyono Ahmad Biharidin Ahmad Sulaeman Akhmad Endang Zainal Hasan Aldo Yanuar Wuriyantara Armenia Eka Putriana Arni Diana Fitri Aulia Andi Mustika Aziz Kustiyo Bambang Kiranadi Bambang Sumiarto Bambang Widyo Prastowo BIBIANA W LAY Bohari Bohari Budiono, Novericko Ginger Chairul - Chairul Chairul Clara Meliyanti Kusharto Deni Noviana Denny Widaya Lukman Dewa, Wisnu Jaka DEWI APRI ASTUTI Dewi Ratih Agungpriyono Dewi Ulfa Trisdiani Dhany Nugraha Ramdhany Dondin Sajuthi Dwi Santy Damayati Dwi Utari Rahmiati Eflisa Endah Putri Elly Munadziroh Eny Palupi Erni Sulistiawati Erwin Erwin Etriwati E Evy Damayanthi Fadjar Satrija Fajar Kawitan Firmansyah, Hardi Fitri Ariyani Fitri, Arni Diana Franciscus Dhyana Giri Suyatna Geneva Ariesta Giriwono, Puspo E. Gunanti . Hadi Riyadi Handayu Untari Hapsari Mahatmi Hardi Firmansyah HERA MAHESHWARI Hernomoadi . Hernomoadi Hernomoadi Herwin Pisestyani Hidayah Dwiyanti Huda Shalahudin Darusman I wayan Teguh Wibawan Ikeu Ekayanti Irma Herawati Suparto K Ochiai Karsi Ambarwati Katrin Roosita KHOIRIYAH, ROMYUN ALVY Kiranadi Bambang Komariah Komariah Komariah Lili Andriani Lina Noviyanti Sutardi M.B. Malole . MARIA BINTANG Masdiana C. Padaga Masriani . Nabilah, Avida Shahnaz Nasution, Zuraidah Ni Luh Putu Ika Mayasari Nisrina Rosyida Noor Rifai Novera Nirmalasanti Nugraha, Arifin Budiman Nugroho, Setyo Widi Octarina Okti Nadia Poetri Olga Purnama Bakti Opyn Mananta Perdhana, Ika Satya Putra Wijaya, Erlangga Putri Puncak Anjani R. Susanti Rahayu WoroWiranti Retno Damajanti Soejoedono Retno Damayanti Soejoedono Retno Setyaningsih Retno Setyaningsih Rimbawan , Rimbawan Rimbawan Risti Rosmiati Riyadh Firdaus Rizal M Damanik, Rizal M Ruqiah Ganda Putri Panjaitan safrina dyah hardiningtyas Sangko Sayuti Nasution Sangko Sayuti Nasution, Sangko SEDARNAWATI YASNI SILMI MARIYA Sophia Setyawati Sri Anna Marliyati sri murtini . Sri Purwaningsih Sri Rahmatul Laila Sri Wahyuni Suhendi, Adnan Rizal Surachmi Setiyaningsih Tanjung Penataseputro Tantri, Aida Rosita Trini Suryowati, Trini Umi Cahyaningsih Wasmen Manalu Wibowo, Artdhea Regita Wiwin Winarsih Yetty Ramli Yuli Purwandari Kristiangingrum Yuni Andriani Yusuf Ridwan Zulfa Zakiah