Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Community structure of zooplankton in Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap Agusfiana, Ega Dwi; Siregar, Asrul Sahri; Hidayati, Nuning Vita; Rukayah, Siti
Genbinesia Journal of Biology Vol. 2 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Generasi Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55655/genbinesia.v2i1.21

Abstract

Plawangan Timur, located in the Segara Anakan Lagoon, Cilacap, is an estuary with many rivers flowing into it, and has a free connection with the open seas. Plawangan Timur waters suffer increased environmental pressures caused by anthropogenic activities, resulting in pollution, degradation of water bodies, and ecological changes. Ecological changes related to the physical and chemical estuary environment have been considered as major drivers of significant fluctuations in the zooplankton community structure. In order to manage and mitigate the effects of these changes, a prediction of their potential impacts on zooplankton communities is needed. This study aimed to determine the zooplankton community, which includes the abundance index, diversity index, evenness index and dominance index. The method used is a survey method with purposive random sampling at five stations. The F test and the Lackey Drop Microtransect Counting method were used to determine the abundance of zooplankton. The results showed that the abundance of zooplankton ranged from 113-598 ind/L (low); zooplankton diversity index ranged from 1.83-2.03 (medium); zooplankton evenness index ranged from 0.79-0.85 (high) and zooplankton dominance index ranged from 0.166-0.211 (low). Based on PP RI Number 22/2021, the physico-chemical factors of the Plawangan Timur waters are still at the safe concentration for zooplankton, except for the brightness, turbidity, Total Suspended Solid (TSS) and salinity.
Upaya Peningkatan Pemahaman Kelompok Tani Ikan Desa Legok, Bantarkawung, Kabupaten Brebes Riviani, Riviani; Kurnia, Adinda; Muslih, Muslih; Hidayati, Nuning Vita; Fikriyya, Nabela; Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi; Raharja, Ferry Cahya; Wiyarsih, Nani; Hermanto, Hermanto
Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : PT. Artha Genetikalab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/tz3pqd61

Abstract

Kelangkaan benih ikan di sekitar Desa Legok, Kecamatan Bantarkawung, Brebes merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok petani ikan Mina Kencana dan Tirta kencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kelompok pembudidaya ikan Mina Kencana dan Tirta Kencana dalam kegiatan pembenihan ikan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan ceramah dan diskusi. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman terkait pembenihan ikan serta strain ikan nila sakti sebelum dan sesudah penyuluhan sebesar 6% sehingga kegiatan penyuluhan dapat terus dilakukan agar dapat meningkatkan pemahaman lebih optimal.
Kontaminasi Mikroplastik pada Ikan Kiper (Scatophagus argus) dari Laguna Segara Anakan, Cilacap Hidayati, Nuning Vita; Hotijah, Siti; Hudawi, Mohammad Nuh; Andriyono, Sapto; Sanjayasari, Dyahruri; Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi; Hendrayana, Hendrayana
Rekayasa Vol 16, No 3: Desember 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v16i3.19543

Abstract

Microplastics are pollutants of emerging concern today. The presence of microplastics in fish from several marine environments has been reported worldwide. This study examined the presence of microplastics in the gastrointestinal tract (GIT) of the Kiper Fish (Scatophagus argus) from the Segara Anakan Lagoon, Cilacap, Central Java. Microplastics were found with an average abundance of 22.22 ± 6.8 items/ind. Fragment (45%) was the main type of microplastic found in the analyzed Kiper fish, followed by fiber (27%), film (21%), and pellets (7%). Eight types of colors were found in the analyzed fish, with black (43%) and transparent (33%) being the predominant plastic colors. There were 12 types of microplastic polymers found, namely Polystyrene (PS), Nylon, Polymethyl methacrylate (PMMA), Cellulose acetate (CA), Polycarbonate (PC), Polyvinyl chloride (PVC), Polypropylene (PP), Polyurethane (PU), Latex, Acrylonitrile butadiene stryrene (ABS), High-density polyethylene (HDPE), Polyethylene telephthalate (PETE). The results of this study indicate that more serious attention must be paid to the handling of plastic waste, given the accumulation of high amounts of microplastics in fish, which can be harmful to human health.
Introduction of fishi-based PMT (Supplementary Feeding) menu in an effort to socialize Gemarikan to the management of the Cucumber Posyandu Teluk Village, South Purwokerto Kurniawati, Any; Permatasari, Mahardhika Nur; Nurchamidah; Hidayati, Nuning Vita; Attaqi, Ahmad Naufal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.6114

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pengurus Posyandu Mentimun, Kelurahan Teluk, Kabupaten Banyumas yang merupakan wadah pelayanan kesehatan dan gizi balita. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tambahan bagi pengurus Posyandu dan juga untuk membantu memasyarakatkan program Gerakan Makan Ikan (Gemarikan), sehingga dalam memberikan makanan tambahan (PMT) lebih bervariatif dan mempunyai nilai gizi yang baik serta mengandung protein hewani. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan secara insidental secara luring mengikuti jadwal pertemuan rutin pengurus posyandu. Tahapan yang dilakukan diawali dengan melakukan pre test untuk mengetahui wawasan pengurus sebelum diberikan materi, selanjutnya dilakukan pemberian materi pentingnya inovasi PMT berbasis ikani dan tahapan terakhir dari kegiatan ini yaitu dilakukan post test untuk mengetahui daya serap terhadap materi yang telah diberikan. Antusiasme pengurus sangat terlihat dengan keaktifan saat diskusi. Berdasarkan hasil nilai rekapitulasi nilai, terjadi peningkatan sebesar 35% dengan nilai keseluruhan diatas 80, sehingga dapat dikatakan bahwa pengurus telah mampu mencerna dengan baik materi yang telah disampaikan.
MAKROZOOBENTOS SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS PERAIRAN DI SUNGAI TAJUM KABUPATEN BANYUMAS, JAWA TENGAH Kurniawati, Mutiara Ayu; Prayogo, Norman Arie; HIDAYATI, Nuning Vita
JURNAL LEMURU Vol 5 No 2 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i2.2791

Abstract

Sungai Tajum merupakan sebuah sungai di Kabupaten Banyumas yang digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan antropogenik seperti pertambangan, industri, maupun kegiatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan di Sungai Tajum berdasarkan makrozoobentos sebagai bioindiktornya. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di lima stasiun dengan empat kali pengulangan pada tiap stasiunnya. Analisis data menggunakan indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi, serta menggunakan analisis komponen utama dan analisis regresi linier. Hasil analisis menunjukan bahwa pada Sungai Tajum ditemukan 3 filum, 5 kelas dan 12 spesies. Indeks keanekaragaman berkisar antara 0,83-0,91 (rendah). Indeks keseragaman berkisar antara 0,46-0,83 (sedang-tinggi). Sedangkan indeks dominansi berkisar antara 0,46-0,55 (sedang). Hasil Principal Component Analysis (PCA) dan regresi linier menunjukkan adanya hubungan linier positif antara suhu dan kedalaman dengan keanekaragaman makrozoobentos. Kualitas perairan di Sungai Tajum dari hulu hingga ke hilir semakin tercemar.
Spatial Distribution Of Heavy Metals Cd And Cu In Water, Sediment And Fish (Mugil Sp) In Pelawangan East Segara Anakan Cilacap: Spatial Distribution Of Heavy Metals Cd And Cu In Water, Sediment And Fish Prayogo, Norman Arie; Hidayati, Nuning Vita; Siregar, Asrul Sahri; Sukardi, Purnama; Fitriadi, Ren
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 13 No. 2 (2024): JAFH Vol. 13 No. 2 June 2024
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v13i2.46862

Abstract

Heavy metals are widely known pollutants with bioaccumulative nature, so they can be transferred and accumulated in biota, such as mullet fish (Planiliza subviridis). The heavy metals Cd and Cu have different anthropogenic and natural sources. Heavy metals have the potential to absorb existing biota such mullet fish. Fish absorb metals from the water in the body through gills, skin surface and food. This study aims to identify Cd and Cu metals in distribute water, sediment and mullet fish in the Plawangan Timur, Segara Anakan lagoon, Cilacap, Central Java, and the relationship between aquatic media and sediment and mullet fish. The study used a research method with a targeted random sampling method at five stations with four replications. The survey was conducted from April to September 2020. Descriptive data analysis, F-test, regression and correlation. The results showed in water, sediment and mullet fish the heavy metal content of Cd and Cu varied between stations. The correlation between the Cd and Cu metals in water, sediment and mullet fish showed a positive correlation. The content of heavy metal Cd in mullet fish media in Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap has exceeded the specified quality standard, while for heavy metal Cu in mullet fish is still below the specified quality standard.
Water quality status of the Serayu Watershed (DAS) using the STORET method approach Hidayati, Nuning Vita; Condro, Abi; Jatmoko, Bambang Eko; Fikriyya, Nabela; Junaidi, Teuku; Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi; Firdaus, Abdul Malik; Raharja, Ferry Cahya
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.21258

Abstract

The Serayu River Basin (DAS) spans 180 km and traverses several districts in Central Java, including Wonosobo, Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, and Purbalingga. Significant pollution has been observed in the Serayu River Basin, with the primary sources of pollution being agriculture, industry, and community activities. The objective of this investigation is to evaluate the Serayu River Basin's condition in relation to the STORET method and Class I, II, III, and IV water quality standards, as well as physical and chemical parameters. Ex situ analysis of water samples was implemented through purposive random sampling in the survey methodology. Class I pollution levels in the Serayu River Basin are classified as Category D, which denotes substantial pollution, according to the STORET method. Class II is classified as Category C, which denotes moderate pollution, as indicated by a STORET index value of -26. Several research locations exhibit water parameters that exceed the quality standards, including pH, DO, COD, phosphate, and ammonia. In order to preserve the purity and condition of the Serayu River Basin, it is necessary for all stakeholders, including the community, to participate. Furthermore, the management of the Serayu Watershed necessitates the implementation of control strategies or efforts. Keywords: Basin; River pollution; Serayu; STORET; Water Quality
Aplikasi Metode Elisa dalam Deteksi Residu Antibiotik Kloramfenikol pada Produk Olahan Perikanan: Application of the Elisa Method for Chloramphenicol Antibiotic Residuals Analysis on Fisheries Processed Products Visakhadevi, Jelena Angel; Hidayati, Nuning Vita; Fitrani, Mirna; Andriyono, Sapto
Water and Marine Pollution Journal: PoluSea Vol. 1 No. 1 (2023): Water and Marine Pollution Journal: PoluSea May 2023
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.polusea.2023.001.01.1

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang berasal dari mikroorganisme dan digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Salah satu dari jenis antibiotik yaitu kloramfenikol. Kloramfenikol merupakan antibiotik berspektrum luas yang memiliki aktivitas melawan mikroorganisme patogen. Kloramfenikol banyak digunakan karena harganya yang relatif murah, saat ini penggunaan kloramfenikol telah dilarang sebagai antibiotik budidaya karena ketidaksadaran para pembudidaya dalam menggunakan antibiotik seperti kloramfenikol ternyata menimbulkan efek negatif. Berkaitan dengan hal tersebut, pemantauan residu antibiotik kloramfenikol dilakukan untuk menjamin keamanan pangan produk perikanan. Penelitian ini telah dilaksanakan di UPT. PMP2KP Surabaya, Jawa Timur yang dilaksanakan pada bulan Februari2022. Metode deteksi antibiotik pada sampel produk perikanan yang dugunakan adalah metode ELISA. Pengujian residu kloramfenikol menunjukkan semua sampel mengandung residu kloramfenikol dengan konsentrasi antara 0,005 - 0,020 ppb. Meskipun terdapat residu yang masih terdeteksi pada pengujiannya yang dilakukan, namun nilai tersebut masih di bawah batas maksimum yang ditetapkan pada SNI 01-6366-2000 tentang kandungan kloramfenikol pada produk perikanan sebesar 0,01 mg/kg. Nilai konsentrasi yang terdeteksi juga masih memungkinkan menjadi produk Eksport ke negara-negara Eropa dan Amreka. Di Negara seperti Uni Eropa (EU) dan Amerika Serikat (FDA) telah menetapkan batas maksimum residu kloramfenikol yang diijinkan tidak lebih dari sebesar 0,3 ppb. Sementara - Rusia menetapkan batas residu kloramfenikol sebesar 0,5 unit/g, dan China sebesar 0,5 g/kg. Mengacu pada standar tersebut, maka produk perikanan yang telah diuji pada penelitian ini masih memungkinkan menjadi komoditas ekspor.   Antibiotics are drugs derived from microorganisms used to treat bacterial infections. One of the antibiotics is chloramphenicol. Chloramphenicol is a broad-spectrum antibiotic that has activity against pathogenic microorganisms. Chloramphenicol is widely used because the price is relatively cheap. Currently, the use of chloramphenicol has been banned as a cultured antibiotic because the farmers' ignorance of using antibiotics such as chloramphenicol turns out to have negative effects. Misuse of these antibiotics can result in chemical residues being left behind in cultivated meat products which can have an impact on the health of consumers. Food safety has become a global issue with various cases of poisoning and diseases due to chemicals found in fishery products. Therefore, several analyses or tests are needed to observe the quality and content of fishery products with qualified facilities. This research has been carried out at UPT. PMP2KP Surabaya, East Java, was held on January 17-18 February 2022. Tests for chloramphenicol residues showed that all samples contained chloramphenicol residues with concentrations between 0.005-0.020 ppb which was still below the maximum limit according to SNI 01-6366-2000 chloramphenicol content of 0.01 mg/kg. Countries such as the European Union (EU) and the United States (FDA) set a maximum limit for chloramphenicol residues of 0.3 ppb. The Russian state sets the limit for chloramphenicol residues at 0.5 units/g and China at 0.5 g/kg.
Peran Bacillus amyloliquefaciens dalam Bioremediasi Limbah Industri Pulp dan Kertas Jery Prastiyo; Minoru Maeda; Nuning Vita Hidayati
MAIYAH Vol 5 No 1 (2026): Maiyah : Vol. 5 No. 1 Maret 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2026.5.1.16426

Abstract

Industri pulp dan kertas menghasilkan limbah cair dalam jumlah besar yang mengandung senyawa organik kompleks seperti lignin, zat pewarna, dan senyawa fenolik, yang sulit terurai secara alami dan berbahaya bagi lingkungan. Pendekatan biologis seperti bioremediasi menggunakan mikroorganisme ramah lingkungan kini menjadi alternatif yang menjanjikan. Bacillus amyloliquefaciens, bakteri Gram-positif yang mampu menghasilkan berbagai enzim seperti dye-decolorizing peroxidase (DyP), laccase, dan ligninase, terbukti efektif dalam mendegradasi senyawa-senyawa pencemar tersebut. Selain itu, bakteri ini juga memproduksi biosurfaktan yang meningkatkan kelarutan senyawa hidrofobik dan mempercepat proses degradasi. Berbagai studi in vitro menunjukkan efisiensi tinggi B. amyloliquefaciens dalam menurunkan nilai warna, COD, dan lignin dalam limbah pulp dan kertas. Aplikasi skala pilot menunjukkan potensi penggunaannya dalam sistem pengolahan limbah industri. Hasil ini menunjukkan bahwa B. amyloliquefaciens merupakan agen bioremediasi yang menjanjikan untuk pengelolaan limbah industri yang lebih berkelanjutan.
Co-Authors . HERNAYANTI Abdul Haris Ade Rusman Adinda Kurnia Putri Adzhari , Natasya Syafa Afida Nadzirotul Ummah Agung Dhamar Syakti Agusfiana, Ega Dwi Ainaya, Khansa Ghaida Alfi Hermawati Waskita Sari Ani Haryati, Ani Any Kurniawati, Any Arif Mahdiana, Arif Arviani, Ilma Azizah Asrul Sahri Siregar Asrul Sahri Siregar Astuti, Wahyu Widi Atika Amelia Putri Attaqi, Ahmad Naufal Boedi Setya Rahardja Cahyo, Tri Nur Cindi Koes Farizky Condro, Abi Dewi Nugrayani Dewi Wisudyanti Budi Hastuti Dhani, Putri Rizki Rahma Dimas Setiawan Dita Wisudyawati Dwi Yuli Pujiastuti Dyahruri Sanjayasari El Haq, Ferlynda El Mouchtari, El Mountassir Fajriyah, Istna Nurul Farizky, Cindi Koes Feri Susanto Fikrian Syauqi Santoso Fikriyya, Nabela Firdaus, Abdul Malik Firmansyah, Faisal Ari Fitriadi, Ren Fitriani, Mirna Gayuh Laksana Putra Handayani, Anik Maulia Tri Hasanah, Uswa Hastuti, Dewi Wisudyanti Budi Hastuti, Widya Tri Hendrayana Hendrayana, Hendrayana Hermanto Hermanto Heru Pramono Hery Irawan Hidayat, Rizqi Rizaldi Hudawi, Mohammad Nuh Husni, Iqbal Ali Ibrahim, Wahyu Satriarman Imlani, Ainulyakin Hasan Irwan Hidayatullah, Irwan Isdy Sulistyo Jatmoko, Bambang Eko Jery Prastiyo Junaidi, Teuku Kartikaputri, Ariani Dian Kurnia, Adinda Kurniawati, Mutiara Ayu Lestari, Sinda Dewi Lilik Kartika Sari Lukmanulhakim, Raden Cynan Mahardhika Nur Permatasari Meris Rahmawati Milasari, Sayidah Minoru Maeda Mirna Fitrani Mirna Fitriani Mohamad Rofiq Ulinuha Muhamad Baedowi Muhammad Syahrian Muslih Muslih Muslih Muslih Nabela Fikriyya Nafsha Atika Putri Najiah, Dorrotun Nina Nurmalia Dewi Norman Arie Prayogo, Norman Arie Nova Ambar Sukma Wardhono Nugrayani, Dewi Nurchamidah Nurshofia, Winarni Ocky Karna Radjasa Octoriani, Widyanti Parikesit, Prismadian Aji Pranata, Allaam Hadi Prihatiningsih, Isnaini pujihastuti, etin Purnama Sukardi Putri, Atika Amelia Putri, Desta Fatma Putri, Nafsha Atika R Siti Rukayah Raharja, Ferry Cahya Raharjo, Purwo Rahmaniyyah, Misyka Syahra Riviani Riviani, Riviani Riyanti Riyanti Rose Dewi Rusman, Ade Sabrina, Aulia Putri Santoso, Fikrian Syauqi Sapto Andriyono Sarasati, Wulandari SARI, CUT NANDA Sayidina, Aprilia Sesilia Rani Samudra Sinda Dewi Lestari SITI HOTIJAH Siti Hotijah Siti Rukayah Soedibya, Petrus Hary Tjahja Sri Mulyani Sultoni, Iman Susanti, Susan Tri Syahrian, Muhammad Syakuri, Hamdan Tohir Tohir, Tohir Tri Nur Cahyo Ulinuha, Mohamad Rofiq Ummah, Afida Nadzirotul Upit Ratna Puspita Veryl Hasan Visakhadevi, Jelena Angel Wardhono, Nova Ambar Sukma Wibowo, Mahbub Fuad Widhi, Raut Nugrahening Wiyarsih, Nani Yeti Darmayati Yogi Putranto Zaky Mubarok, Muhamad