Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Digital Performance Assessment (DPA) dalam pembelajaran IPAS berbasis Kurikulum Merdeka, menilai dampaknya terhadap capaian hasil belajar siswa dan penguatan dimensi Profil Pelajar Pancasila, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses penerapannya. Penelitian ini menggunakan desain PTK model spiral Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan pendekatan campuran (mixed methods) untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif yang saling melengkapi. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas IV SD Negeri 6 Penatih. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi e-portfolio, wawancara semi-terstruktur, tes kinerja berbasis inkuiri, dan kuesioner persepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DPA melalui e-rubric, e-portfolio, dan umpan balik formatif digital secara konsisten meningkatkan rata-rata skor hasil belajar IPAS dari 71,3 pada siklus I menjadi 84,7 pada siklus III. Selain itu, ketercapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila khususnya bernalar kritis, kreativitas, gotong royong, dan kemandirian menunjukkan tren peningkatan positif pada setiap siklus. Guru dan siswa menilai DPA lebih transparan, autentik, partisipatif, dan mendorong pembelajaran yang bermakna. Secara keseluruhan, DPA terbukti relevan sebagai strategi asesmen inovatif yang mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus memperkuat profesionalisme guru di era digital.