Kampung Mulya Sari, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, merupakan sentra budidaya jeruk dengan kepemilikan 300–500 pohon per kepala keluarga (KK). Setiap panen, petani mengalami kerugian sekitar 50% akibat sifat buah yang mudah rusak dan keterbatasan keterampilan pengolahan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengolah buah dan limbah kulit jeruk menjadi produk bernilai tambah seperti sirup, permen jelly, dan pengawet alami, sekaligus memperkenalkan aspek gizi dan kesehatan produk tersebut. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi/praktik langsung, dengan evaluasi awal dan akhir menggunakan kuesioner. Sebanyak minimal 20 warga mengikuti pelatihan. Hasil evaluasi awal menunjukkan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan terbatas terkait manfaat gizi, pemanfaatan kulit jeruk, dan teknik pengolahan. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 56,25%. Aspek afektif menunjukkan 100% peserta menganggap pelatihan bermanfaat dan 95% berminat mempraktikkannya. Kegiatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif, tetapi implementasi jangka panjang memerlukan pendampingan lanjutan, penyediaan sarana produksi, pelatihan kemasan dan pemasaran, agar potensi jeruk di Kampung Mulya Sari dapat dioptimalkan dan mengurangi kehilangan hasil panen hingga 50 ton per musim.