Claim Missing Document
Check
Articles

Profil Pengetahuan Komunikasi Terapeutik Siswa SMK Program Keahlian Layanan Kesehatan SMK Muhammadiyah Lumajang Agustin, Amarlian Bilqisthi; Mochamad Bruri Triyono; Wagiran
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i1.69312

Abstract

Therapeutic communication is used by health professionals, such as doctors, nurses, or counselors, to help individuals overcome emotional, psychological, or physical problems. Therapeutic communication is an essential competency that vocational school students must have before doing practical fieldwork. This research aimed to determine the therapeutic communication knowledge profile of vocational high school students in health service expertise programs. This type of research is quantitative. The sampling technique used was a proportionate stratified random sampling of 71 people from all 238 vocational school students in health service expertise programs. Data collection was carried out quantitatively using questionnaires filled out directly by respondents. The research results show the average score based on class level, which shows that the three class levels have the same average score and are classified as not yet competent or below 70. The difference in the average score of class X to class XI and class XI to class III is insignificant. The level of therapeutic communication knowledge of 18% of students is competent, while 82% are classified as yet competent. Considering the importance of therapeutic competence for prospective health workers, it is hoped that the research results can become a reference and illustration for health vocational schools to increase competence in therapeutic communication for students.
DESA WISATA SEGAJIH SMART MARKETING TOURISM Septiono Eko Bawono; Yoga Sahria; Widodo; Tinesa Fara; Putu Sudira; Pardjono; Moch. Bruri Triyono
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 7 No. 1 (2023): Prosiding SeNTIK 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Pascasarjana UNY 2022 merekomendasikan integrasi teknologi pada pengembangan desa wisata dengan mengaplikasikan teknologi digital. Penelitian ini dilakukan pada Desa Wisata Segajih dan Desa Wisata Tinalah di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan mix method, yaitu menggabungkan antara pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Tahap awal, wawancara mendalam dilaksanakan terhadap informan desa wisata untuk mengetahui tingkat literasi teknologi digital sebagai data emik. Data yang terkumpul secara kualitatif didalami kemudian diinterpretasi sebagai data etik. Wawancara ini dilaksanakan pada orang kunci yang merupakan informan desa wisata.Berdasarkan data yang diperoleh dikembangkan prototype Web. Penelitian ini bertujuan menginvestigasi aplikasi teknologi digital yang sesuai bagi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata memiliki tingkat literasi yang baik mengenai teknologi digital tetapi perlu fasilitasi dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ini untuk mengembangkan desa wisata dengan strategi Smart Marketing Tourism.
PELUANG DAN TANTANGAN PENDIDIKAN VOKASIONAL MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Jaya, Daniel Jesayanto; Ernawati, Enik; Triyono, Mochamad Bruri; Sudira, Putu; Raharjo, Nuryadin Eko
Journal of Vocational and Technical Education (JVTE) Vol. 7 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jvte.v7n1.p39-48

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 merupakan globalisasi dimana sistem manufaktur virtual dan fisik secara global saling berintegrasi dengan cara yang fleksibel yang memungkinkan kostumisasi produk dan penciptaan model operasi baru, dengan adanya cyber physical systems dan Internet of Things yang merupakan sistem cerdas dan komunikatif temasuk komunikasi mesin-ke-mesin dan interaksi manusia-mesin. Dengan berbagai kemudahan teknologi yang ditawarkan saat ini, disadari atau tidak akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan, terutama dalam era disrupsi. Sektor pendidikan pun terkena imbas dari era Revolusi Industri 4.0 khususnya pendidikan vokasi. Tak dapat dipungkiri, pendidikan merupakan investasi penting bagi manusia dan aset berharga bagi kemajuan negara. Peluang pendidikan vokasi dalam era Revolusi Industri 4.0 utamanya adalah kesempatan bagi semua pihak untuk mencetak generasi unggul yang mampu menghadapi segala perubahan yang terjadi di masa mendatang. Tantangan pendidikan vokasi menghadapi era Revolusi Industri meliputi perubahan dari cara belajar, pola pikir, serta pola bertindak para peserta didik dalam mengembangkan inovasi kreatif berbagai bidang, kemampuan berpikir orde tinggi (High order thinking skills / HOTS), soft skills dan adanya tuntutan kualifikasi dan skill yang diperlukan pada era Revolusi Industri 4.0 yaitu knowledge about ICT, kemampuan bekerja dengan data, technical know-how, dan personal skills.
Effectiveness of Field Work Practices in Increasing Therapeutic Communication Knowledge Agustin, Amarlian Bilqisthi; Triyono, Mochamad Bruri; Wagiran, Wagiran; Santosa, Budi
Journal of Vocational Education Studies Vol. 8 No. 1 (2025): Vol 8 No 1
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/joves.v8i1.10781

Abstract

Therapeutic communication is basic communication that a nursing assistant must have. The aim of this research is to determine the effectiveness of field work practice in increasing vocational high school students' knowledge of therapeutic communication. The population of this study were students in class The sampling technique was purposive sampling technique, as many as 27 students. This type of research uses a quasi-experimental design with a pretest and posttest group design. The results of the Paired Samples Test obtained a Sig (2-tailed) value of 0.015 < 0.050, indicating that there is an average difference between the pretest and posttest variables. This means that there is an influence of field work practice on students' therapeutic communication knowledge. Meanwhile, based on the One Sample Test, a Sig (2-tailed) value of 0.000 <0.050 was obtained, indicating that the average value of therapeutic communication knowledge after field work practice was not the same as 75. The conclusion is that the implementation of field work practices is not effective in increasing the therapeutic communication knowledge of students at SMK Muhammadiyah Lumajang for the 2023/2024 academic year.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DAN STRATEGI MARKETING UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMASARAN: STUDI KASUS PADA DESA WISATA TINALAH Rizki, Galuh Alif Fahmi; Prihandini, Tinesa Fara; Triyono, Moch Bruri; Priyanto, Priyanto
PETA - Jurnal Pesona Pariwisata Vol. 2 No. 1 (2023): Pesona Pariwisata
Publisher : Program Studi Pariwisata, UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/peta.v2i1.8

Abstract

Pada era disrupsi teknologi, pemanfaatan teknologi digital dan strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci penting dalam memasarkan destinasi wisata. Desa Wisata Tinalah merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki potensi dan keunikan yang menarik bagi para wisatawan. Oleh karenaitu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan pada Desa Wisata Tinalah dan sejauh mana pemanfaatan teknologidigital dapat berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan mengumpulkan datamelalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen terkait. Responden terdiri dari individu yang terlibat dalam pengelolaan dan pemasaran DesaWisata Tinalah serta wisatawan yang telah mengunjungi destinasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran Desa WisataTinalah melibatkan penggunaan media sosial, situs web, lead magnet, meet online dengan tour travel, webinar, iklan online, user generated content (UCG)dan Google Bisnis sebagai saluran untuk mempromosikan dan mengkomunikasikan daya tarik serta kegiatan di desa wisata tersebut. Konten kreatifseperti foto, video, dan cerita menarik digunakan untuk memikat minat wisatawan. Interaksi langsung dengan wisatawan melalui media sosial danresponsif terhadap pertanyaan dan tanggapan juga menjadi bagian penting dari strategi pemasaran. Pemanfaatan teknologi digital dalam memasarkanDesa Wisata Tinalah telah memberikan dampak positif yang signifikan, seperti (1) Kunjungan wisatawan mengalami peningkatan; (2) Penggunaanmedia sosial, situs web, iklan online, user generated content (UCG) dan lead magnet telah memperluas jangkauan promosi dan (3) meningkatkankesadaran wisatawan tentang keunikan dan potensi Desa Wisata Tinalah. Dengan demikian, perpaduan antara pemanfaatan teknologi digital dan strategipemasaran telah menjadi kunci sukses dalam memasarkan Desa Wisata Tinalah, mengundang minat wisatawan, serta meningkatkan jumlah kunjunganwisatawan. Kata kunci: Teknologi Digital, Strategi Pemasaran, Desa Wisata Tinalah
The implementation of total quality management at vocational high schools in Indonesia Felestin, Felestin; Triyono, Mochamad Bruri
REID (Research and Evaluation in Education) Vol. 1 No. 1 (2015): June
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta & Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/reid.v1i1.4895

Abstract

This study aims to determine the implementation of Total Quality Management (TQM) in public and private vocational high schools in the city of Yogyakarta, as well as to compare the level of implementation between public and private vocational high schools. The TQM aspects observed include infrastructures and facilities, quality of improvement, quality of teachers, quality of examination system and academic background of teachers graduated from vocational high schools. This exploratory study is descriptive in which the result can be used as an input as well as improvements in reflection of the future. These subjects were teachers and students. The primary data were collected through a questionnaire while other data were collected through observation and interviews. The data were analyzed by means of descriptive and statistics t-test. The analysis finds that TQM has been implemented by vocational schools, public and private, in the city of Yogyakarta. The Application levels differed significantly (t-value = 9.204, p-value = <0.0001), where the public schools are able to implement at a very good level, while private schools are at a good level. The differences in the application of TQM occur in all measurable aspects, namely infrastructures and facilities access, quality of improvement, quality of teachers, quality of examination system and academic background of teachers graduated from vocational high schools. Specifically, on aspects of infrastructures and facilities of the access, although on average they significantly differ, categorically they are in the same level.  The differences are not too large. The result of observation in the field during the study shows that the state vocational already maximally implement TQM, while in the private vocational schools, it is lower due to the limited resources in private schools.
Recognition of Indonesian sign language using deep learning: convolutional neural network-based approach Kembuan, Olivia; Haryanto, Haryanto; Triyono, Mochamad Bruri
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 14, No 6: December 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v14.i6.pp5008-5016

Abstract

This study focuses on developing an automatic Indonesian sign language (SIBI) recognition system using a convolutional neural network (CNN). Sign language is essential for communication among deaf and hard-of hearing individuals, and automatic recognition helps improve accessibility and inclusivity. CNNs are chosen for their ability to learn image features automatically, eliminating manual extraction and improving classification accuracy. The SIBI dataset used contains 5,280 images of 26 letters, divided into training and validation sets. In early training, the model achieved low accuracy (3.63% training, 3.33% validation), but after five epochs, it significantly improved to 97.58% for training and 100% for validation.
Pengaruh pembelajaran berbantuan media berbasis komputer terhadap kompetensi siswa membuat pola di SMKN 6 Yogyakarta Laila Nurul Himmah; Moch. Bruri Triyono
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 4 No. 2 (2014)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.776 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v4i2.2549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pencapaian kompetensi siswa membuat pola menggunakan pembelajaran berbantuan media adobe flash dan media power point berdasarkan kemampuan belajarnya pada mata diklat membuat pola. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan variabel terikat kompetensi siswa, variabel bebas media berbasis komputer, dan variabel moderator kemampuan siswa. Dua kelas sebagai subyek penelitian dengan 22 siswa pada masing-masing kelas, sehingga jumlah keseluruhan 44 siswa. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian unjuk kerja dan soal post test. Data dianalisis dengan menggunakan uji Anova jalur ganda dan uji lanjut Tukeys. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi siswa membuat pola yang menggunakan pembelajaran berbantuan media adobe flash dan media power point, (2) terdapat perbedaan pencapaian kompetensi siswa pada kelompok tinggi, (3) tidak terdapat perbedaan pencapaian kompetensi siswa pada kelompok rendah, dan (4) terjadi interaksi antara penggunaan media berbasis komputer dan kelompok kemampuan siswa terhadap kompetensi siswa membuat pola. THE EFFECT OF LEARNING THROUGH COMPUTER-BASED MEDIA ON THE COMPETENCY IN PATTERN MAKING STUDENTS OF SMKN 6 YOGYAKARTAAbstractThis study aimed to investigate difference in the attainment of the student competency in pattern making that using learning strategies Adobe Flash media and Power Point media based on the learning capability of the pattern making. This was a quasi-experimental study involving student's competency as the dependent variable, computer-based media as a independent variable, and student's capability as the moderator variable. Two class as research subjects with 22 students in each class, so that the total was 44 students. The instruments were a performance assessment sheet and a post-test. The data were analyzed by means two-way ANOVA and Tukey's post-hoc test. The results of study show that (1) there was a difference in the attainment of the students competency in pattern making that using learning strategies Adobe Flash media and Power Point media, (2) there was a difference in the attainment of the students competency in the upper group learning, (3) there was no difference in the attainment of the students competency in the lower group learning, and (4) there was an interaction of the use of computer-based media and the student learning capability group on the students competency in pattern making.
Keefektifan pembelajaran berbantuan internet di SMK se-Kota Yogyakarta kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan Ganggang Canggi Arnanto; Mochamad Bruri Triyono
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 4 No. 3 (2014)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.998 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v4i3.2557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan pembelajaran berbantuan internet di sekolah menengah kejuruan (SMK) Se-Kota Yogyakarta. Sekolah-sekolah tersebut dipilih yang memiliki kompetensi keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan sudah melaksanakan pembelajaran berbantuan internet sebagai persiapan untuk menyambut Asian Community 2015 pada kerjasama Promoting Information and Comunication Technology (ICT), sehingga perlu diketahui sejauh mana keefektifannya. Penelitian ini merupakan penelitian expost facto. Variabel penelitiannya adalah penguasaan strategi pembelajaran guru, sikap siswa, kualifikasi guru, dan kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium komputer. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 2 dan seluruh guru yang mengajar kelas 2 kompetensi keahlian teknik komputer dan jaringan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket untuk guru dan siswa, dan lembar observasi untuk kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium komputer. Hasil analisis deskriptif mengungkapkan bahwa penguasaan strategi pembelajaran guru berada pada kategori baik (rerata 150,52) dengan tingkat kecendrungan sebesar 53,29% belum memenuhi standar yang telah ditetapkan pada kategori pembelajaran yang efektif, dan sikap siswa berada pada kategori baik (rerata 62,95) dengan tingkat kecendrungan sebesar 54,31%. Secara keseluruhan pembelajaran berbantuan internet di SMK Se-Kota Yogyakarta sudah efektif, meskipun penguasaan strategi pembelajaran guru perlu ditingkatkan dengan mengikutsertakan mereka pada pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan pembelajaran berbantuan internet.  THE EFFECTIVENESS OF THE INTERNET-ASSISTED TEACHING OF THE EXPERTISE COMPETENCY OF COMPUTER AND NETWORK ENGINEERING IN VOCATIONAL HIGH SCHOOLS IN YOGYAKARTA CITYAbstractThis study aims to investigate the effectiveness of the internet-assisted teaching in vocational high schools (VHSs) in Yogyakarta City. The selected schools are those running the expertise competency of Computer and Network Engineering (CNE) and implementing the internet-assisted teaching as a preparation to welcome Asian Community 2015 in the cooperation in Promoting Information and Communication Technology so that the effectiveness needs investigating. This was an ex post facto study. The research variables were teachers' mastery of teaching strategies, students' attitudes, teachers' qualifications, and adequacy of infrastructure facilities in the computer laboratory. The research population comprised Grade 2 students and all teachers of Grade 2 teaching the expertise competency of CNE. The research instruments included questionnaires for teachers and students and an observation sheet for the adequacy of infrastructure facilities in the computer laboratory. The results of the descriptive analysis reveal that teachers' mastery of teaching strategies is in the good category (with a mean of 150,52) at a tendency level of 53,29%, which has not satisfied the standard set for the effective teaching category; students' attitude is in the moderate category (with a mean of 62,95) at a tendency level of 54,31%. On the whole, the internet-assisted teaching in VHSs in Yogyakarta City is already effective, although for the mastery of teaching strategies teachers need to improve themselves by attending trainings related to the internet-assisted teaching.
Pengelolaan labkom di sekolah menengah kejuruan Agus Riyadi Tri Susilo Putro; Moch Bruri Triyono
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.903 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v6i2.9643

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan keefektifan pengelolaan lab komputer di sekolah menengah kejuruan negeri se Kota Banjarbaru, menggunakan pendekatan deskritif kualitatif, bertempat di SMK negeri se Kota Banjarbaru. Populasi sekaligus menjadi sampel penelitian adalah tiga orang kepala sekolah, 15 orang guru, tiga orang laboran, 30 orang siswa kelas XII. Objek penelitian adalah lab komputer. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi di lapangan. Instrumen penelitian berupa angket dan lembar observasi. Data dianalisis dengan cara membandingkan antara rerata skor observasi dan norma yang telah ditentukan. Pengelolaan lab komputer secara umum kurang efektif, perencanaan yang tidak terstruktur dan kurang melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan, pengorganisasian yang tidak maksimal, pelaksanaan yang masih kurang sesuai dengan perencanaan, dan pengawasan yang dilakukan secara tidak terencana dan tidak ada tindak lanjut yang jelas. Untuk itu pengelolaan lab komputer memerlukan strategi dalam melaksanakan fungsinya sebagai salah satu sarana dan prasarana kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan kekuatan sumber daya yang ada, memperbaiki kelemahan, dan tanggap terhadap peluang serta mencari solusi untuk setiap hambatan yang ditemukan. Untuk meningkatkan keefektifan pengelolaan lab komputer dilakukan dengan konsultasi dan komunikasi dua arah dengan pihak yang terkait dalam upaya memberdayakan dan mengembangkan sumber daya serta memberi solusi dan arahan penyelesaian masalah yang tepat. Kata kunci: keefektifan, pengelolaan, lab komputer THE MANAGEMENT OF COMPUTER LABORATORIES IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL Abstract This study aimed to reveal the effectiveness of the management of computer labs in state vocational high schools in Banjarbaru. This study used the qualitative descriptive approach, held at all vocational high schools in Banjarbaru. The sample of the study which was also the population consisted of three principals, 15 teachers, three laboratorians, and 30 students of class XII. The objects were computer laboratories. The techniques of collecting the data were structured interviews and field observations. The research instruments were in the form of questionnaire and observation sheet. The data were analyzed by comparing the mean of observation score with the predetermined norm. The research results were as follows. The management of computer labs was generally not effective. This could be seen from the unstructured planning and a lack of involvement of the related parties, the organization which was not maximum, the implementation which was still not in accordance with the planning, and the unplanned supervision without any clear follow-up. Therefore, computer lab management needed strategies to carry out its function as one of the learning activity infrastructures by making use of existing resources, improving weaknesses, being responsive to the opportunities, and finding solutions to any obstacles found. Improving the effectiveness of the computer lab management should be done by conducting two-way communication and consultation with relevant parties in an effort to empower and develop resources and provide solutions and guidance to solve problems accurately. Keywords: effectiveness, management, computer laboratory
Co-Authors Abdurahman Abdurrahman Acu Sutisna Afririo Enanda Agus Riyadi Tri Susilo Putro Agustin, Amarlian Bilqisthi Ainur Kaliaskarova Al Fatahillah Apri Nuryanto Arif Ainur Rafiq Arif Ainur Rafiq AS, Jusrianto Asnul Dahar Minghat Azhar Fauzan Bonita Destiana Budi Santosa Budi Santosa Candra Dinata Daryono, Rihab Wit Dedi Setiawan Dedi Setiawan Desmira Desmira Dian Novian Dina Adinda Dwi Rahdiyanta Dwi Sudarno Putra Ernawati, Enik Faqih Ma'arif Felestin Felestin, Felestin Galeh Nur Indriatno Putra Pratama Ganggang Canggi Arnanto Govindarajan Kulanthaivel Gulzhaina K. Kassymova Hakiki, Muhammad Haryanto Haryanto Hendra Hidayat Ida Nugroho Saputro Ima Luciany Milansari Irwanto Irwanto Isnantyo FD Istanto Wahyu Djatmiko Jaya, Daniel Jesayanto Jusrianto AS Kadek Arief Jayadie Putra Laila Nurul Himmah Lise Asnur M. Sukarno Martias Martias Masduki Zakarijah Megawati Kumalasari Moningkey, Efraim Ronald Stefanus Moningkey,, Efraim R S Muhamad A. Ramadhan Muhamad Aqil Rizqillah Muhammad Anwar Muhammad Fauzan Nuri Misbahhuddin Muhammad Indra Muhammad Nurtanto Mustofa Abi Hamid Mustofa Abi Hamid Ninik Septyani Novita Wulandari Novita Wulandari Nur Hasanah Nuryadin Eko Raharjo Nuur Wachid Abdul Majid Olivia Kembuan Pardjono, P. Prihandini, Tinesa Fara Prihandini, Tinesa Fara Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto, Priyanto Priyo Nugroho Adi Putu Sudira Putu Sudira Putu Sudira Rendra Ananta Prima Hardiyanta Rizki, Galuh Alif Fahmi Romy Saputra S. Sudarti Septiono Eko Bawono Septiono Eko Bawono Septiono Eko Bawono Septyani, Ninik Shilmi Arifah Sigit Purnomo Sudji Munadi Sugiri Syauqi, Khusni Syifa Fauziyah Syifa Fauziyah, Syifa Tamil Selvan Subramaniam Tamrin, Agusti G. Taufiq Lilo Adi Sucipto Tika Widari Tinesa Fara Tinesa Fara Prihandini Turakhan Zhundybaeva Veva Nellone Syahputeri Wagiran Wagiran Wagiran Widodo Widodo Widodo Widodo, Widodo Yoga Sahria Yogi herdianto Zainal Arifin