p-Index From 2021 - 2026
10.186
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TEMATIK DIKDAS Jurnal Bindo Sastra Al Ishlah Jurnal Pendidikan Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Diglosia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Dikdaya Ensiklopedia of Journal SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Kansasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal DinamikA Jurnal Sinestesia Continuous Education : Journal of Science and Research Idea Pengabdian Masyarakat Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Basicedu Jurnal Karya Abdi Masyarakat Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Journal of Innovative and Creativity Jurnalistrendi: Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan TRANSFORMATIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Aksara Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Developing Pragmatic Learning on Hybrid Learning Model for Indonesian Language and Literature Education Students Andiopenta Andiopenta; Akhyaruddin Akhyaruddin; Yusra D; Eddy Pahar Harahap
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 4 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i4.3514

Abstract

Hybrid learning integrates online technological advancements with traditional interactive learning methods, aiming to enhance educational outcomes. This study focuses on developing a hybrid learning model tailored for pragmatic education using the Borg Gall development model.The research employed the Borg Gall 10-step RD model involving 30 participants from an Indonesian language education program. Data collection methods included observations, questionnaires, and tests, analyzed using statistical tools. Key steps in the development process were: needs analysis, design, initial and subsequent field testing, iterative revisions, and final implementation.Field testing revealed marked improvements in learning outcomes. The initial test phase showed an increase in average scores from 5.50 (pre-test) to 6.71 (post-test). Subsequent testing showed scores improving from 6.15 (pre-test) to 7.41 (post-test). Statistical analyses confirmed significant enhancements in learning motivation (t = 9.554), creativity (t = 9.897), and learning outcomes (t = 9.996), with t-count values surpassing the critical t-table value of 2.136.The findings highlight the efficacy of the hybrid learning model in improving pragmatic education outcomes. Significant gains in motivation and creativity suggest that the model effectively integrates online and traditional teaching methodologies to address diverse educational needs.This study underscores the potential of hybrid learning models, developed using a systematic approach, in fostering improved learning outcomes for pragmatic education. The significant pre- and post-test differences validate its application and effectiveness.
Bentuk dan Makna Pilihan Kata Marah Bahasa Toba di Desa Kampung Baru Tanjung Jabung Barat: Kajian Sosiolinguistik Panjatan, Vera Sari; Purba, Andiopenta; Yusra, Hilman; Akhyaruddin, Akhyaruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5881

Abstract

Bahasa Batak Toba merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia yang masih aktif digunakan oleh masyarakatnya, baik di daerah asal maupun di wilayah perantauan. Bahasa ini merepresentasikan identitas sosial, sistem nilai, dan cara berpikir masyarakat Batak Toba yang dikenal tegas, terbuka, serta lugas dalam bertutur. Bahasa Batak Toba memiliki kekhasan dalam mengekspresikan emosi, khususnya melalui pilihan kata saat marah yang sarat nilai sosial dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna konotatif, serta faktor sosial yang memengaruhi pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba yang digunakan oleh masyarakat batak di Desa Kampung Baru, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap, pencatatan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan kata marah dalam bahasa Batak Toba terbagi ke dalam tiga bentuk, yaitu kata, frasa, dan ungkapan. Berdasarkan referensinya, pilihan kata tersebut mengacu pada keadaan, binatang, makhluk halus, benda-benda, bagian tubuh, kekerabatan, aktivitas, dan profesi. Makna yang terkandung dalam pilihan kata marah bersifat konotatif dan berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi, penegasan sikap, serta penguatan relasi sosial, baik dalam bentuk kecaman, sindiran, maupun candaan bernuansa marah. Selain itu, faktor sosial seperti gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan terbukti berpengaruh terhadap variasi bentuk dan makna pilihan kata marah. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa makian dalam bahasa Batak Toba tidak semata-mata bersifat kasar, melainkan merupakan fenomena sosiolinguistik yang mencerminkan adaptasi budaya penutur di lingkungan perantauan.
Interactive Media Training for Teaching Explanatory Text Writing in Tanjung Jabung Timur Junior High School Rahmawati, Sophia; Khalid, Kartini Aboo Talib @; Bambang, Siti Enik Mukhoiyaroh; D, Yusra; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Pratama, Deri Rachmad; Ramalia, Aminah; Adiyadmo, Dimas Anugrah
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian language teachers at junior high schools in Tanjung Jabung Timur Regency face challenges in teaching explanatory text writing due to limited use of interactive digital learning media and inadequate integration of technology into pedagogy. This community engagement program aimed to enhance teachers’ competence through training based on the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) framework, with a focus on the Canva platform. The program involved 30 Indonesian language teachers from several junior high schools and was implemented through structured activities, including needs assessment, material delivery, collaborative discussions, hands-on media development, and evaluation using pretest and posttest instruments. The results showed a significant improvement in teacher competence, indicated by a mean score difference of −15.433, a significance value of 0.000 (p < 0.05), and a very large effect size (Cohen’s d = 2.648). These findings confirm that the training effectively improved teachers’ ability to design creative, interactive, and curriculum-aligned digital learning media for teaching explanatory texts. The novelty of this program lies in the contextual integration of the TPACK framework with digital media training oriented toward explanatory writing and local content, supporting the technology-enhanced implementation of the Merdeka Curriculum and providing a replicable model for similar teacher training initiatives.
Perbandingan Kosakata Bahasa Melayu Dialek Patani Thailand dengan Bahasa Melayu Dialek Jambi Kota Seberang Indonesia Rusnanee samaeng; Akhyaruddin Akhyaruddin; Lusia Oktri wini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1144

Abstract

Penelitian ini yang berjudul “Perbandingan kosakata bahasa Melayu Dialek Patani Thailand dengan bahasa Melayu Dialek Jambi Kota Seberang Indonesia” penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis persamaan, kemiripan, dan perbedaan kosakata bahasa Melayu dialek patani dengan bahasa Melayu dialek Jambi Kota Seberang. Kajian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pelestarian bahasa daerah serta keunikan variasi dialek Melayu yang tersebar di berbagai wilayah Asia Tenggara. Teori yang digunakan adalah teori Keraf (1991). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptf kualitatif. Teknik yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik rekaman. Hasil penelitian diperoleh persamaan, kemiripan dan perbedaan antara bahasa Melayu dialek Patani Thailand dengan bahasa Melayu dialek Jabi Kota Seberang indonesia. Persamaan kosakata dasar bahasa Melayu dialek Patani Thailand dengan Bahasa Melayu dialek Jambi Kota Seberang Indonesia berjumlah 63 kata, kemiripan kosakata dasar bahasa Melayu Dialek Patani Thailand dengan bahasa Melayu Dialek Jambi Kota seberang Indonesia berjumlah 98 kata dan perbedaan kosakata dasar bahasa Melayu Dialek Patani Thailand dengan bahasa Melayu Dialek Jambi Kota Seberang Indonesia berjumlah 39. Penelitian ini dapat memberikan pahaman hubungan historis dan linguistik antara komunitas melayu di kedua wilayah tersebut.
KESANTUNAN BERBAHASA PENUTUR JAWA DI SUNGAI RAMBAI TANJUNG JABUNG BARAT Setiti, Diyah; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 11, No 1 (2026): LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v11i1.130-140

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran maksim kesantunan berbahasa oleh penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Latar belakang penelitian ini adalah masih kuatnya penggunaan bahasa Jawa, khususnya ragam ngoko, dalam interaksi sosial masyarakat serta pentingnya memahami penerapan prinsip kesantunan di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori kesantunan Geoffrey Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap, rekam, dan catat terhadap tuturan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari. Analisis data dilakukan dengan metode padan ekstralingual melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutur bahasa Jawa di Desa Sungai Rambai, menerapkan prinsip kesantunan berbahasa dalam interaksi sehari-hari, tercermin melalui bentuk pematuhan dan pelanggaran terhadap maksim kesantunan yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Pematuhan maksim tampak pada tuturan yang santun, menghargai mitra tutur, dan menumbuhkan empati, sedangkan pelanggaran ditandai tuturan yang kasar, mementingkan diri sendiri, serta kurang menunjukkan empati.
MAKNA SIMBOLIK TRADISI LISAN DALAM ADAT ISTIADAT PERKAWINAN MASYARAKAT MELAYU Agustina, Amelia; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Saputra, Ade Bayu; Purba, Andiopenta
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 1 February 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v0i0.82610

Abstract

customs in Tanjung Jabung Timur Regency, Indonesia. This study used a qualitative method with a literature review. The main source of data is the book Adat Istiadat Perkawinan dan Hukum Adat Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Marriage Customs and Local Customary Law in Tanjung Jabung Timur Regency) by Effendi (2018), which contains documentation of traditional marriage Seloko. Data analysis was conducted using Roland Barthes' semiotic theory through the stages of signifier, signified, denotative meaning, and connotative meaning. The validity of the data was strengthened through source and technique triangulation by confirming with local customary institutions. The results of the study show that seloko in the traditional marriage procession contains various symbolic meanings related to responsibility, family honor, deliberation, ethics in household management, wisdom, solidarity, and respect for parents. Each stage of the tradition, from merisik to hari labuh, contains seloko that reinforces cultural messages and strengthens the identity of the Malay community. This study confirms that seloko is not merely an oral tradition but also a representation of local wisdom that is still relevant to the community’s social life.
Kesantunan Berbahasa Masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan Kabupaten Samosir Simarmata, Feronika; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Ningsih, Arum Gati; Andiopenta, Andiopenta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7001

Abstract

Kesantunan merupakan salah satu kajian penting dalam bidang pragmatik karena pada dasarnya persoalan kesantunan berbahasa berkaitan erat dengan cara bahasa digunakan sebagai alat komunikasi yang selalu terikat oleh konteks sosial, budaya, dan situasional. Dalam praktiknya, kesantunan tidak hanya mencerminkan pilihan kata, tetapi juga menunjukkan nilai, norma, serta sistem budaya yang dianut oleh suatu masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi kesantunan berbahasa masyarakat Batak Toba di Desa Pardomuan Nauli Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan menggunakan teori kesantunan Leech (1983) serta fungsi kesantunan menurut Chaer (2010) sebagai landasan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif pragmatik dengan data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui teknik simak, catat, dan rekam dalam interaksi kehidupan sehari-hari masyarakat Batak Toba. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menerapkan triangulasi teori sehingga hasil analisis memiliki validitas yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesantunan berbahasa yang dominan ditemukan dalam beberapa maksim, yaitu: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kedermawanan, (3) maksim penghargaan, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim pemufakatan, dan (6) maksim kesimpatian. Sementara itu, fungsi kesantunan berbahasa yang teridentifikasi meliputi: (1) fungsi menyatakan, (2) fungsi menanyakan, (3) fungsi menyuruh, (4) fungsi meminta maaf, dan (5) fungsi mengkritik. Temuan ini memperkaya kajian sosiopragmatik bahasa daerah sekaligus mendukung pelestarian kearifan lokal Batak Toba di tengah dinamika dan pengaruh perkembangan bahasa yang semakin pesat.
Tindak Tutur Memerintah dalam Bahasa Bugis di Desa Sungai Tawar Tanjung Jabung Timur: Imperative Speech Acts in the Bugis Language in the Village of Sungai Tawar, East Tanjung Jabun Hedrianti, Kasmi; Akhyaruddin, Akhyaruddin; Priyanto, Priyanto
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 1 (2026): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v10i1.3581

Abstract

This study aims to determine the forms of commanding speech acts in the Bugis language in Sungai Tawar Village, East Tanjung Jabung Regency. This study uses a pragmatic approach with a descriptive qualitative approach. The data for this study consist of Bugis speech acts of the Sungai Tawar Village community, which are still actively used in everyday communication. In the data collection process, the researcher used several techniques, namely listening, note-taking, recording, and engaging in conversation, in the daily conversations of the Sungai Tawar Village community. The results indicate two forms of commanding speech acts in the Bugis language: direct speech acts (11 utterances) and indirect speech acts (5 utterances). The use of direct (explicit) commanding speech acts includes two utterances of requesting, one utterance of requesting, one utterance of prohibiting, one utterance of permitting, one utterance of suggesting, one utterance of recommending, one utterance of expecting, one utterance of proposing a choice, one utterance of inviting, one utterance of inviting, and two utterances of urging. Furthermore, the use of indirect (implicit) strategies was found in five utterances: 1 prohibition, 1 command, 1 request for assistance, 1 appeal/urgency, and 1 request/excuse me. These findings confirm that the use of commanding speech acts in Bugis not only reflects the linguistic function of commands but also reflects the social values, politeness, and cultural norms of the community. This research is expected to contribute to the preservation of regional languages ​​while enriching the study of pragmatics in the local realm.
Co-Authors Abdul Mujib Ade Bayu Saputra Adinda Larasati Adiopenta Puba Adiyadmo, Dimas Anugrah Ageza Agusti Ageza Agusti Agus Setyonegoro Agus Setyonegoro Agustina, Amelia Akbar, Oky Albertus Sinaga Aminah Ramalia Andiopenta Andiopenta Andiopenta P Andiopenta Purba Andiopenta Purba Andiopenta, Andiopenta Apriadi, Roni Aprilia Rizky Maharani Ardiawan, Deni Ardiyani, Melda Deri Rachmad Pratama, Deri Rachmad Devi Crisnawati Simamora Dudu Mawarida Sembiring Eddy P Harahap Eddy Pahar Harahap Eddy Pahar Harahap Farah Ayuni Farah Ridhyalira Febrianti, Sena Fitria, Aulia Gani Ismail Aqso Gilang Ramadhan Gusbella, Phara Handayani Eka Widiyarti Harap, Eddy Pahar Hary Soedarto Harjono Hedrianti, Kasmi Herman Budiyono Herman Budiyono Hilman Yusra Hutabarat, Cristina Juniarti Imam Suwardi Wibowo Isti Wahyuningsih Kamaruddin Kamaruddin Kamarudin Kamarudin Kamarudin Kamarudin Kamila, Nurina Kapidin, Erika Nurmalia Khalid, Kartini Aboo Talib @ Kiki Oktaviana Larlen LARLEN LARLEN Larlen Larlen Legianingsih, Legianingsih Lini, Saplini Lusia Oktri Wini Maharani, Faiga Aulia Malvin Ardiansyah Arbi Mila Martina Muda, Janitra Sastra Mufidah Umaroh Mujiyono Wiryotinoyo Muntaha, Afif Ningsih, Arum Gati Ningsih, Arum Gati Nisa, Afrillia Nur Hidayat Nuraini Oktavia Nurfadilah Nurfadilah Nurita Hasmalani Oktri Wini, Lusia Oky Akbar P, Andiopenta Panjatan, Vera Sari Penta Purba, Andio Permana, Putia R Priyanto Priyanto Priyanto Purba, Andiopenta Purba Putri Maharani Putri, Pijariani Mutiara R. Imam Suwardi Wibobo Rachmahtika, Rachmahtika Rahmadani, Laila Despi Rahmawati, Rahmawati Ramadanti, Sintia Rasdawita Rusnanee samaeng Rustam Rustam Salsabilla, Junifa Saputra Saputra Saputra, Ade Bayu Sefryna, Eka Setiti, Diyah Simanjuntak, Yerlina Simarmata, Dicky Anthony Yohannes Simarmata, Feronika Siti Enik Mukhoiyaroh Bambang Soedarto, Harry Sophia Rahmawati Wahyu Kurniawan Wahyuni, Suci Sri Wanti Wanti Wibowo, R. Imam Suwardi Wilyanti, Liza Septa Wini, Lusia Oktri Yuliyanti, Eva Yusra D Yusra D Yusra D. Yusra Dewi Zalfa Shallya Faudry Zulfatul Maula Zusandra, Chitra Mislina