p-Index From 2021 - 2026
9.512
P-Index
This Author published in this journals
All Journal HAYATI Journal of Biosciences JURNAL ILMIAH PLATAX ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Jurnal Natur Indonesia Jurnal Sosial Ekonomi Pesisir Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Aquacoastmarine Jurnal Harpodon Borneo Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan Jurnal Akuatika Indonesia Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan International Journal of Agricultural Sciences JOURNAL OF INDONESIAN TROPICAL FISHERIES (JOINT-FISH) : Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu Kelautan PENA AKUATIKA : JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN Science and Environmental Journals for Postgraduate Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik) Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Jurnal Sains dan Teknologi Maritime Park: Journal Of Maritime Technology and Socienty Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan (JKPL) Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Journal of Climate Change Society Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic & Fisheries Sciences Journal of Innovative and Creativity Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius Jurnal Perikanan
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Dampak Penggunaan Bagan Apungterhadap Kelestarian Ikan Bilih (Mystacoleucus padangensis) Nuzirwan, Faisal; Damanhuri, Harfiandri; Yusra, Yusra; Kamal, Eni; Junaidi, Junaidi
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.69733

Abstract

Keberadaan alat tangkap bagan apung yang pada awalnya untuk meningkatkan hasil tangkap nelayan di selingkar Danau Singkarak, saat ini mengakibatkan ikan bilih yang berukuran kecil sebesar rinuak (2-3 cm) tertangkap karena banyaknya penggunaan bagan apung dengan bahan jaring ukuran < 5/8 inci. Penambahan bagan apung yang terus meningkat setiap tahunnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap populasi kelestarian ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) di Danau Singkarak. Penelitian ini dilakukan di Danau Singkarak Provinsi Sumatera Barat pada bulan Juli hingga September 2022 meliputi Nagari Simawang, Nagari Batu Taba, Nagari Sumpu, Nagari Padang Laweh Malalo di Kabupaten Tanah Tadar dan Nagari Kacang dan Nagari Singkarak di Kabupaten Solok. Penelitian ini bertujuan untuk : menganalisa dan dampak penggunaan bagan apung terhadap kelestarian ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) di perairan Danau Singkarak. Metode pengumpulan data yaitu observasi, analisis visual, studi pustaka, dan interview (individual atau grup). Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah (1) penggunaan alat tangkap bagan apung ini perlu di batasi dan diatur sebaik mungkin untuk mencegah terjadinya ekploitasi penangkapan ikan bilih dan tekanan terhadap populasi ikan bilih secara berlebihan sehingga dapat mengancam kelestariannya; (2) Sebaiknya bagan apung yang digunakan mempunyai ukuran mata jaring minimal 1,0 inci; (3) Diperlukan aturan yang mencegah penempatan bagan apung di daerah kawasan muara sungai, dimana daerah tersebut merupakan jalur ikan bilih buat memijah; (4) Sebaiknya pemerintah provinsi menetapkan kawasan konservasi ikan bilih di perairan Danau Singkarak, karena selama ini belum ada kawasan yang dicadangkan khusus untuk perlindungan ikan bilih sebagai ikan endemik di perairan Danau Singkarak.
The correlation between environmental parameters and the abundance of crabs in the mangrove ecosystem of Gemuruh River, Koto XI Tarusan District, West Sumatera Dwieke Putri Wulandari; Eni Kamal; Suparno Suparno
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.1.27000

Abstract

Crabs are a member of the mangrove ecosystem fauna and get their food source from litter. They turn the litter into detritus and maintain ecological balance. In addition, environmental conditions in the mangrove ecosystem also play an essential role in the abundance of brachyuran crabs. Influential environmental factors include temperature, salinity, water pH, and substrate type. This study aims to determine the effect of environment types on the presence of brachyuran crabs from families Ocypodidae and Sesarmidae in the mangrove ecosystem in Gemuruh River, Koto XI Tarusan District. The method used is a descriptive method, which is a direct observation approach to crabs and environmental conditions in the mangrove ecosystem area. Collection of crab samples and environmental condition data used a purposive sampling technique. The result shows six species distributed in the area, namely Uca bellator, U. rosea, Perisesarma eumolpe, Sarmatium germaini, P. plicatum, and Sesarma curoense. The distribution of species crabs in vegetation mangroves is Rhizophora stylosa, R. apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, and Nypa fruticans. The environmental parameters (temperature, salinity, water pH) at each station were within the relatively good category for the growth of the Ocypodidae and Sesarmidae crab families. Based on the analysis results of the relationship between the abundance of brachyuran crabs and environmental parameters (temperature, salinity, water pH), it can be seen that there is no significant correlation between temperature, salinity, and water pH with the abundance of Ocypodidae and Sesarmidae brachyuran crabs families in the mangrove ecosystem of Gemuruh River. The factor with a dominant influence on the abundance of these crabs is the substrate type.Keywords:AbundanceKoto XI TarusanMangroveOcypodidaeSesarmidae
Komposisi Vegetasi Mangrove di Desa Apar, Pariaman: Komposisi Vegetasi Mangrove di Desa Apar, Pariaman Heria nanda putra; Eni Kamal; Harfiandri Damanhuri
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i2.13403

Abstract

Jenis vegetasi mangrove yang ditemukan di kawasan Desa Apar ada empat jenis vegetasi yaitu R. apiculata, R. mucronata, S. alba, dan N. frutican. Hasil analisi menunjukan bahwa yang mendominansi adalah R. mucronata dengan nilai INP yang tinggi pada tingkat pohon. Sedangkan pada anakan jenis vegetasi yang tinggi adalah Sonneratia alba
Komposisi Vegetasi Mangrove di Desa Apar, Pariaman: Komposisi Vegetasi Mangrove di Desa Apar, Pariaman Heria nanda putra; Eni Kamal; Harfiandri Damanhuri
AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): AQUACOSTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jafs.v2i2.13403

Abstract

Jenis vegetasi mangrove yang ditemukan di kawasan Desa Apar ada empat jenis vegetasi yaitu R. apiculata, R. mucronata, S. alba, dan N. frutican. Hasil analisi menunjukan bahwa yang mendominansi adalah R. mucronata dengan nilai INP yang tinggi pada tingkat pohon. Sedangkan pada anakan jenis vegetasi yang tinggi adalah Sonneratia alba
Analisis Persepsi Nelayan terhadap Penangkapan Ikan Terukur di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Bayu Eko Wibowo; Eni kamal; Suparno Suparno
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5818

Abstract

Upaya menyeimbangkan eksploitasi ikan dengan kesehatan laut dilakukan pemerintah Indonesia melalui kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT) yang berbasis pada pembagian zona dan jatah tangkapan. Selain mengawasi pemanfaatan ikan agar tidak berlebihan, kebijakan ini juga menargetkan pemerataan ekonomi lokal. Penelitian ini mengevaluasi sejauh mana nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus memahami dan menerima kebijakan PIT tersebut. Data dikumpulkan dari 74 nelayan di PPS Bungus menggunakan instrumen wawancara dan kuesioner dalam kerangka metode deskriptif. Untuk mengevaluasi persepsi mereka, digunakan skala Likert, sementara penentuan arah strategi manajemen perikanan dilakukan lewat analisis SWOT.  Berdasarkan hasil studi, mayoritas nelayan menilai kesiapan mereka melalui indikator ketersediaan alat tangkap, jumlah ikan di laut, penggunaan BBM, dan pemahaman regulasi. Walaupun mekanisme kuota dan pengawasan pemerintah disambut baik, kebijakan mengenai kewajiban transmitter dan perombakan sistem perizinan masih menghadapi hambatan berupa resistensi dari nelayan. Pentingnya keterlibatan nelayan secara partisipatif dalam implementasi PIT menjadi poin utama temuan ini, di mana pertimbangan terhadap situasi sosial-ekonomi serta peningkatan dukungan teknis dan sosialisasi sangat diperlukan. Pilihan strategi pengelolaan jatuh pada kategori agresif di Kuadran I, di mana fokus utamanya adalah penegakan regulasi untuk memaksimalkan sistem pengawasan berbasis teknologi dan perluasan sosialisasi. Pendekatan ini bertujuan agar kebijakan PIT di PPS Bungus berjalan efektif demi menjamin keberlanjutan sumber daya laut.
Restoration of the Intertidal Zone and Mitigation of Coastal Erosion Disasters in Sayung Rifki Syafri; Irawati Meuraksa; Rindang Kembar Sari; Eni Kamal; Widya Prarikeslan
Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education Vol. 10 No. 1 (2026): Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education (June Edition)
Publisher : Sumatra Journal of Disaster, Geography and Geography Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sjdgge.v10i1.722

Abstract

Sayung District, Demak, is a muddy alluvial coastal ecosystem that has experienced severe ecological pressure due to the massive conversion of mangrove land into ponds, which has damaged the natural function of the intertidal zone as a wave buffer and biota habitat. This study aims to: (1) Analyse changes in the coastline and loss of intertidal habitat during the period 1994–2025 using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS); (2) Simulate land area dynamics until 2050 using System Dynamics; and (3) Assess the potential for ecosystem restoration for community economic sustainability. The simulation results show that the Hybrid Scenario (integration of mangrove greenbelts and permeable structures) provides the highest effectiveness, drastically reducing the rate of abrasion to 9.65 Ha/year by 2025. This intervention is projected to save 595.71 Ha of land from the threat of permanent submersion compared to the Business as Usual scenario. In addition to stabilising the coastline after 2030, this ecosystem restoration restores environmental services that are crucial for supporting sustainable aquaculture (silvofishery), carbon sequestration potential (Blue Carbon), and ecotourism, offering a holistic adaptation solution for coastal community resilience. Keywords: Intertidal Zone, Erosion, System Dynamics, Silvofishery, Sayung.
The correlation between environmental parameters and the abundance of crabs in the mangrove ecosystem of Gemuruh River, Koto XI Tarusan District, West Sumatera Dwieke Putri Wulandari; Eni Kamal; Suparno Suparno
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.1.27000

Abstract

Crabs are a member of the mangrove ecosystem fauna and get their food source from litter. They turn the litter into detritus and maintain ecological balance. In addition, environmental conditions in the mangrove ecosystem also play an essential role in the abundance of brachyuran crabs. Influential environmental factors include temperature, salinity, water pH, and substrate type. This study aims to determine the effect of environment types on the presence of brachyuran crabs from families Ocypodidae and Sesarmidae in the mangrove ecosystem in Gemuruh River, Koto XI Tarusan District. The method used is a descriptive method, which is a direct observation approach to crabs and environmental conditions in the mangrove ecosystem area. Collection of crab samples and environmental condition data used a purposive sampling technique. The result shows six species distributed in the area, namely Uca bellator, U. rosea, Perisesarma eumolpe, Sarmatium germaini, P. plicatum, and Sesarma curoense. The distribution of species crabs in vegetation mangroves is Rhizophora stylosa, R. apiculata, R. mucronata, Sonneratia alba, and Nypa fruticans. The environmental parameters (temperature, salinity, water pH) at each station were within the relatively good category for the growth of the Ocypodidae and Sesarmidae crab families. Based on the analysis results of the relationship between the abundance of brachyuran crabs and environmental parameters (temperature, salinity, water pH), it can be seen that there is no significant correlation between temperature, salinity, and water pH with the abundance of Ocypodidae and Sesarmidae brachyuran crabs families in the mangrove ecosystem of Gemuruh River. The factor with a dominant influence on the abundance of these crabs is the substrate type.Keywords:AbundanceKoto XI TarusanMangroveOcypodidaeSesarmidae
PENINGKATAN DAYA TARIK WISATAWAN DAN MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN MELALUI INOVASI DIVERSIFIKASI PRODUK BERBAHAN DASAR IKAN BILIH KHAS DANAU SINGKARAK Ira Desmiati; Siti Aisyah; Indira Karina; Abdullah Munzir; Eni Kamal
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2257

Abstract

Abstract: Processed products made from Bilih fish typical of Lake Singkarak produced by POKLAHSAR Jaso Danau until now sales only rely on buyers from tourists from Lake Singkarak, while the number of tourists cannot be predicted. It often happens when the accumulation of unsold production stock due to the lack of tourists causes the product to smell rancid because it has been produced for too long. This is because the bilih fish processors have not been able to process bilih fish into other products that are more durable. The solution efforts offered in this community service activity are providing skills training on the technical aspects of food security, good bilih fish processing and food sanitation hygiene, providing skills training in diversifying products in the form of making bilih fish floss and bilih fish crackers, assistance in compiling business management starting from planning, organizing, directing to supervising the products produced and assistance in marketing products through improving marketing strategies by utilizing the internet network or website (e-commerce). This activity produces new products from diversification, namely bilih fish floss and bilih fish crackers. Establishment of business management starting from planning, organizing, directing to supervision of the products produced. Keyword: Bilih Fish, Tourists, Food Security Abstrak: Produk olahan berbahan dasar Ikan bilih khas Danau Singkarak yang dihasilkan oleh POKLAHSAR Jaso Danau hingga saat ini penjualan hanya mengandalkan pembeli dari wisatawan danau Singkarak, sedangkan banyak sedikitnya wisatawan tidak dapat diprediksi kedatangannya. Sering kali terjadi ketika penumpukan stok produksi yang tidak terjual karena sepinya wisatawan yang berkunjung mengakibatkan produk menjadi bau tengik karena sudah terlalu lama diproduksi. Hal tersebut disebabkan karena para pengolah ikan bilih belum mampu mengolah ikan bilih menjadi produk lain yang lebih tahan lama. Upaya solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemberian pelatihan keterampilan pada aspek teknis ketahanan pangan pengolahan ikan bilih yang baik dan hygiene sanitasi makanan, pemberian pelatihan keterampilan dalam melakukan diversifikasi produk berupa pembuatan abon ikan bilih dan kerupuk ikan bilih, pendampingan dalam penyusunan manajemen usaha mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasan terhadap produk yang dihasilkan dan pendampingan dalam pemasaran produk melalui peningkatan stategi pemasaran dengan memanfaatkan jaringan internet atau website (e-commerce). Kegiatan ini mengahsilkan produk baru hasil diversifikasi yaitu abon ikan bilih dan kerupuk ikan bilih. Terbentuknya manajemen usaha mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasan terhadap produk yang dihasilkan.Kata kunci: Ikan Bilih, Wisatawan, Ketahanan Pangan
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Pada Recirculating Aquaculture System (RAS) Zavira Mayzuri; Amelia Sriwahyuni Lubis; Eni Kamal
Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i3.1474

Abstract

Recirculating Aquaculture System (RAS) was chosen as an alternative for sustainable and low-impact mangrove crab cultivation. One of the main challenges in using RAS is determining the optimal feeding frequency. Inappropriate feeding can cause slow growth, increased mortality, and decreased water quality. This study aimed to analyze the effect of trash fish feeding frequency on the growth of mangrove crab (Scylla serrata) reared in RAS. The method used is an experimental method with a completely randomized design of 3 treatments and 4 replications. The research treatments tested were the frequency of feeding with FPP 01 once a day at 10 pm; FPP 02 twice a day at 10 pm and 5 pm; FPP 03 three times a day at 10 pm, 8 am and 5 pm. The parameters observed were survival, weight growth, carapace length growth, carapace width growth, specific growth rate and molting rate. The research data were analyzed using analysis of variance at a 95% significance level. The results showed that the frequency of feeding did not significantly affect the growth and survival of mud crabs in RAS. The frequency of feeding once is optimal to achieve maximum growth in mud crab cultivation using the RAS system with a survival rate of 100±0.00%, weight growth of 52.00±21.17 g, carapace length growth of 1.90±0.87 cm, carapace width growth of 1.60±0.70 cm, specific growth rate of 5.04±0.14%/day and molting rate of 67.00±0.58%.
Co-Authors ., Harminto ., Tashwir Abdul Razak Abdul Razak Abdul Razak Abdullah Munzir Adnal Yeka Adnan Yelka Agustian, CH. Akbarullah Akbarullah Akbarullah Aldri Frinaldi Almiza, Yovid Alya, Alya Fariani Amini, Aisyah Ananda Pratama andi, febriandi Angreini Oktarina, Angreini Aprizon Putra Arif Rahman Hakim Arif Setiawan Arif Setiawan Arman A Arungla’bi, Yora Aswin, Zeus Marullah Athosra Athosra Atika Zaryaningsih Azwar Rasyidin Azzahra, Nabila Barlin, Eri Bayu Eko Wibowo Bismihayati Bismihayati Bukhari Bukhari Bukhari Bukhari Catri, Indra Dafikri, Muhammad Damanhuri, Harfiandri Darwin, Hilda David Ramadi Dedi Agustanto Deni Sarianto Dewi Fortuna Khairil Dharma, Selvi Setia DIMAS ANDRIANTO Dinda Tri Pangesti Dwi Marsiska Driptufany Dwieke Putri Wulandari Edwin Edwin Elfandra Fadhli Rabbi Elsa Yuniarti Eri Barlian Fadel Ikrar Jamika Fadhilah, Lamis Tharra Fadila Fadila Fadila Fajrin Fajrin Fardilla, Midratul Fatmawati Fatmawati Febryanti Febryanti Fevria, Resti Firmansyah, Raja Muhammad Fitriyani Fitrya Monica Frinsis Warmansyah Gunansyah Gunansyah Gunansyah, Gunansyah Handayuni, Linda Harfiandri Damanhuri Hari Asri, Hazqan Harmedi Yulian Saputra Haryeni Haryeni Hasmi Raharini Hasnil Haris Heldi heldi heldi Heldi Heldi, Heldi Henny Yulius Heria nanda putra Hidayat S, Syaiful Indang Dewata Indira Karina Ira Desmiati Irawati Meuraksa Irda Irda Isril Berd Isril Berd Iswandi U Japar Sidik Bujang Jefri Kurniawan, Jefri Jelibseda Jelibseda Jelibseda, Jelibseda Jihad Waffiqa Rahmah Junaidi Junaidi Lismomon Nata Lubis, Amelia Sriwahyuni Marten, Threo Wanda Mayzuri, Zavira Mery Delvina Meuraksa, Irawati Mhd. Ridha Mira Hasti Hasmira Mona Gusfira Muhammad Fajri Muhammad Hidayat Muhayatul, Muhayatul Munadia Insani Mustapha, Muzzneena Ahmad Muta Hara Zakaria Novitri, Awinda Nurhasan Syah Nurlaeli Rachmawati Koerniawan, Rina Nuzirwan, Faisal Oktavia, Elfitri Petrizal Petrizal Pratama, Ananda Putra, Cenigo Putra, Rahmat Wahyudi Rahayu, Lisa Rahayu, Youngky Gerre Rahmadani Siregar, Dewi Rahmat Wahyudi Putra Rahmi Putri Wirman Raja Muhammad Firmansyah Rembrandt Rifki Syafri Rindang Kembar Sari Rizki Amelia Sasqia Putri Rusdi Dasril Salsabila, Ilham Sandi Perdani, Agung Sari, Indri Gus Permata Sarianto, Deni Serly Mutia Sari Siska Wardeni Siswahyudianto Siti Aisyah Siti Fatimah Skunda Diliarosta Suhendrinal Suparno . Suparno Suparno Sy, Asmalinda Syafarman Syamsuardi Syamsuardi Tebay, Selvi Triyatno, . Ujang Sudiartono Umar, Iswandi Wagianto Wagianto Wagianto Wagianto Widya Prarikeslan Wulandari, Dwieke Putri Yeka, Adnal Yuli Susanti Yuliarti Yuliarti Yulkar Pramilus Yuspardianto, Yuspardianto Yusra, Yusra Zaryaningsih, Atika Zavira Mayzuri Zuldani, Irwan ZURIANA SIREGAR Zuriana Siregar