Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Persepsi Pemangku Kepentingan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Hendrik Fintay Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Heriq Rony Paulus Twenti; Arius Togodly; Agus Zainuri; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1069

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam pencapaian derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Kabupaten Sarmi. RSUD Hendrik Fintay sebagai rumah sakit rujukan daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan pelayanan yang efektif, efisien, aman, terjangkau, dan memuaskan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay berdasarkan persepsi pemangku kepentingan dari lima dimensi utama, yaitu efektivitas, efisiensi, keamanan, keterjangkauan, dan kepuasan pasien. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan), observasi lapangan, serta telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model mutu Donabedian dan pendekatan teori SERVQUAL. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di RSUD Hendrik Fintay cukup efektif dari sisi tenaga medis, namun terhambat oleh keterbatasan alat diagnostik dan spesialis. Efisiensi belum optimal karena sistem rujukan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan keterlambatan pelayanan laboratorium. Aspek keamanan masih lemah pada kontrol infeksi, pencahayaan, dan keamanan lingkungan. Keterjangkauan layanan tinggi di wilayah kota, namun sangat terbatas di daerah pedalaman karena kendala transportasi dan biaya. Kepuasan pasien bersifat beragam; sikap tenaga medis dinilai positif, namun waktu tunggu, kebersihan, dan ketersediaan obat menjadi sumber keluhan. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay mencerminkan adanya upaya perbaikan, namun masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sistemik. Diperlukan intervensi kebijakan yang menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat sistem rujukan dan transportasi, serta menjamin keselamatan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan.
Pengaruh Mutu Layanan Terhadap Waktu Tunggu Pasien Di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura Romeicky Jenli Abram Korwa; Agus Zainuri; Novita Medyati; Semuel Piter Irab; Sarce Makaba; Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.2861

Abstract

Lama waktu tunggu pelayanan merupakan salah satu masalah utama dalam praktik pelayanan kesehatan yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Waktu tunggu mengacu pada durasi yang digunakan pasien untuk memperoleh pelayanan, mulai dari registrasi hingga penerimaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Koya Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square dan rasio prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara mutu layanan dan waktu tunggu pasien. Daya tanggap memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,000; RP = 2,614; CI 95% = 1,597 – 4,279). Perhatian juga berpengaruh signifikan (p-value = 0,045; RP = 1,642; CI 95% = 1,065 – 2,532). Sementara itu, bukti langsung menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,0299; RP = 1,735; CI 95% = 1,149 – 2,2622). Di sisi lain, mutu layanan yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan adalah jaminan (p-value = 0,736; RP = 0,878; CI 95% = 0,548 – 1,406) dan bukti langsung yang hampir signifikan (p-value = 0,051; RP = 1,647; CI 95% = 1,084 – 2,502). Pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat cukup signifikan, dengan daya tanggap dan perhatian menjadi faktor yang paling memengaruhi. Peningkatan kualitas pelayanan pada aspek ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien.
The Effect of Accreditation on Patient Satisfaction and Performance at a Community Health Center in Jayapura Zainuri, Agus; Medyati, Novita
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.6579

Abstract

The implementation of accreditation in a community health center can have a positive impact with the existence of legal security related to the quality of services provided by the community health center. Therefore, it is important to measure several indicators for assessing the implementation of accreditation such as measuring satisfaction and performance in the community health center. The purpose of this study was to analyze the level of satisfaction and performance of the community health center at Community Health Center X, Jayapura City. This type of research is descriptive quantitative conducted in August 2024 with the research location at Community Health Center X in Jayapura City. The research subjects were patients visiting Community Health Center X. The sampling technique used accident sampling with a sample size of 72 respondents. Data analysis was descriptive and presented in the form of a frequency distribution. The results of the study found that the highest level of satisfaction of respondents was in the Satisfied category with an average value of 37.6 (52.2%), while the performance of health services at the Community Health Center was in the Good category. Based on the results of the study, it shows good quality services at Community Health Center X based on indicators of the level of satisfaction of service users and performance. To determine the extent of the contribution of accreditation to service quality, further research is needed.   Kata kunci: Akreditasi, Kepuasan, Kinerja, Puskesmas.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua Septevanus Rantetoding; Novita Medyati; Theodora Simandjuntak; Rosmin M. Tingginehe; Agus Zainuri; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57087

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan gigi merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura tahun 2026. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (rasio prevalensi/PR dengan CI 95%), serta multivariat menggunakan regresi Poisson robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability (PR=2,91; p=0,007), assurance (PR=1,46; p=0,002), empathy (PR=1,21; p<0,001), dan responsiveness (PR=1,29; p=0,002) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan tangibles tidak signifikan (PR=1,20; p=0,089). Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura dipengaruhi terutama oleh keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati tenaga kesehatan, dengan reliability sebagai faktor paling dominan. Upaya peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal serta mempertahankan keandalan pelayanan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pasien.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Orpa Mayung Allo; Novita Medyati; Agus Zainuri; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuni Papua Barat Riani Parende; Sarce Makaba; Novita Medyati; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57430

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
Manajemen Laktasi antara Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya Yuliana Reniban; Agus Zainuri; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58096

Abstract

Manajemen laktasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, praktik menyusui seringkali dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan manajemen laktasi antara ibu pekerja dan ibu rumah tangga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat komparatif. Populasi penelitian adalah 97 ibu dengan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki manajemen laktasi yang baik, dengan persentase lebih tinggi pada ibu rumah tangga dibandingkan ibu pekerja. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja, sedangkan pada ibu rumah tangga terdapat hubungan signifikan. Kesimpulannya, manajemen laktasi pada ibu rumah tangga cenderung lebih baik dibandingkan ibu pekerja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.
Evaluasi Pelayanan Kegawatdaruratan Yaswar Au PSC 119 Di Kabupaten Biak Numfor Antonioes Andrianto; Novita Medyati; Sarce Makaba; Agus Zainuri; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58097

Abstract

Layanan Yaswar Au PSC 119 merupakan inovasi pelayanan kegawatdaruratan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Biak Numfor yang menghadapi tantangan geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan layanan berdasarkan aspek input, proses, dan output. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek input masih terdapat keterbatasan sumber daya manusia, anggaran operasional, serta sarana prasarana yang belum sesuai standar. Selain itu, belum tersedia kebijakan teknis terkait response time. Pada aspek proses, penerimaan laporan melalui call center 119 dan koordinasi dengan fasilitas kesehatan telah berjalan, namun terkendala jaringan yang tidak stabil. Pada aspek output, akses masyarakat meningkat dan kepuasan masyarakat tergolong tinggi. Kesimpulannya, layanan Yaswar Au PSC 119 telah berjalan tetapi belum optimal sehingga diperlukan peningkatan SDM, sarana prasarana, kebijakan response time, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Evaluasi Implementasi Penggunaan Dana Desa dalam Rangka Peningkatan Gizi Balita terhadap Pencegahan Stunting di Kampung Nusei, Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni Tahun 2025 Mohamad Emin Refideso; Agus Zainuri; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Sarce Makaba; Novita Medyati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58098

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Pemanfaatan Dana Desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mendukung program peningkatan gizi balita dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi penggunaan Dana Desa dalam peningkatan gizi balita di Kampung Nusei Distrik Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain evaluatif berdasarkan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas aparat kampung, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan ibu balita. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program peningkatan gizi balita telah menjadi prioritas pembangunan kampung dan didukung oleh alokasi Dana Desa, tenaga kesehatan, serta kader posyandu. Program dilaksanakan melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, edukasi gizi, dan pemantauan pertumbuhan balita. Program memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan ibu dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan stunting. Namun, penguatan kapasitas kader, peningkatan partisipasi masyarakat, serta optimalisasi monitoring dan evaluasi masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program
Evaluasi Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) Berdasarkan Model Input–Process–Output (IPO) di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor Evan Kusmiati; Agus Zainuri; Yacob Ruru; Martapina Anggai; Rosmin M. Tingginehe; Sarce Makaba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58947

Abstract

Transformasi digital melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi RME di Puskesmas Andey Kabupaten Biak Numfor berdasarkan model Input–Process–Output (IPO). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap kepala puskesmas, penanggung jawab RME, dokter, perawat, bidan, analis kesehatan, tenaga farmasi, petugas administrasi, dan tenaga kesehatan masyarakat. Data dianalisis secara tematik berdasarkan aspek input, proses, dan output. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek input belum optimal karena keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, sarana prasarana, serta belum tersedianya kebijakan dan SOP yang memadai. Pada aspek proses, implementasi RME hanya berlangsung selama empat bulan pada tahun 2025 dan kemudian dihentikan sehingga pelayanan kembali menggunakan sistem manual. Pada aspek output, RME mampu meningkatkan kecepatan akses data, mengurangi kesalahan pencatatan, dan meningkatkan efisiensi administrasi, meskipun manfaatnya belum optimal akibat kendala pada aspek input dan proses.
Co-Authors Afdal Kasimur Ami Cristina Pigome Anneke Yacob Ansar CS Antonius Satrio Wicaksono Dosinaeng Arius Togodly Asmawati Asmawati Baharuddin Hasan Bouway, Dolfinus Carles Mulait Dolfinus Yufu Bouway Ermelinda Yersin Putri Larung Ermelinda Yersin Putri Larung Ervina Indrayani Evan Kusmiati Evi Sinaga Gandinni, Nanda Aprilia Gerdha Kristina Ivoni Numberi Gerdha Kristina Ivony Numberi Grace Janice Martha Mantiri Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hebe Marlen Tiblola Heriq Rony Paulus Twenti I Putu Eka Wijaya Putra Ibrahim Ibrahim Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Imelda Bowaire Inra Sari Mariyani Nainggolan Ipa Sari Kardi Irap, S. Piter Irap, Samuel Piter Irfan Deny Oktavian Jems R. Awantano Jemy Landa Junalia Muhammad Kurdi Kurdi Lily Bauw Mantiri, Grace Janice Martha Markus Wahyu Moat Natin Lewar Marsuki Marsuki Martapina Anggai Matturungan, Minhas Medyati, Novita Meilani Paulina Lewier Miftah Fariz Prima Putra Mohamad Emin Refideso Muh Syaiful Syam Mulait, Carles Sari Murib, Elman Nanda Aprilia Gandinni Nasruddin Nasruddin Nita Novita Medyati Nurdin, Muhammad Akbar Odi Haluk Orpa Mayung Allo Otniel Mote Petrus Yohanes Ismail Arwimbar Pigome, Ami Cristina Putra, Mifta Fariz Prima Raihan Ramadhan Abdullah Rantetoding, Septevanus Rasmawati Rasmawati Ria Romantir Riani Parende Rita Watiningsih Robby Kayame Roby Kayame Rodhi Rusdianto Hidayat Romeicky Jenli Abram Korwa Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rumbiak, Darwin Kristian Rumboirusi, Ricky Lazarus Ruru, Yacob Saharuddin Ita Sarce Makaba Sarce Makaba Selli Reni Andeina Semuel Pitar Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Skolastika Jelita Sukmawati Sulistiyana Sulistiyana Sutoro . Sutoro Sutoro Syahruddin Syahruddin Theodora Simandjuntak Tingginehe, Rosmin M. Tingginehe, Rosmin Mariati Togodly, Arius Tri Setyo Guntoro Watiningsih, Rita Wonda, Frengky Lani Wonda, Yumin Yacob Ruru Yimerni Margarith Mudumi Yogodly, Arius Yohan Rumar Yohanis Manfred Mandosir Yos Wandik Yuli Karapa Yuliana Reniban Yulius Mataputun Zakharias Giay