Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Persepsi Pemangku Kepentingan Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di RSUD Hendrik Fintay Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Heriq Rony Paulus Twenti; Arius Togodly; Agus Zainuri; Sarce Makaba
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1069

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator penting dalam pencapaian derajat kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil seperti Kabupaten Sarmi. RSUD Hendrik Fintay sebagai rumah sakit rujukan daerah memiliki peran strategis dalam menyediakan pelayanan yang efektif, efisien, aman, terjangkau, dan memuaskan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay berdasarkan persepsi pemangku kepentingan dari lima dimensi utama, yaitu efektivitas, efisiensi, keamanan, keterjangkauan, dan kepuasan pasien. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (pasien, keluarga pasien, dan tenaga kesehatan), observasi lapangan, serta telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan model mutu Donabedian dan pendekatan teori SERVQUAL. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di RSUD Hendrik Fintay cukup efektif dari sisi tenaga medis, namun terhambat oleh keterbatasan alat diagnostik dan spesialis. Efisiensi belum optimal karena sistem rujukan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan keterlambatan pelayanan laboratorium. Aspek keamanan masih lemah pada kontrol infeksi, pencahayaan, dan keamanan lingkungan. Keterjangkauan layanan tinggi di wilayah kota, namun sangat terbatas di daerah pedalaman karena kendala transportasi dan biaya. Kepuasan pasien bersifat beragam; sikap tenaga medis dinilai positif, namun waktu tunggu, kebersihan, dan ketersediaan obat menjadi sumber keluhan. Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan di RSUD Hendrik Fintay mencerminkan adanya upaya perbaikan, namun masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan sistemik. Diperlukan intervensi kebijakan yang menyeluruh untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat sistem rujukan dan transportasi, serta menjamin keselamatan dan kepuasan pasien secara berkelanjutan.
Pengaruh Mutu Layanan Terhadap Waktu Tunggu Pasien Di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura Romeicky Jenli Abram Korwa; Agus Zainuri; Novita Medyati; Semuel Piter Irab; Sarce Makaba; Anneke Yacob
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.2861

Abstract

Lama waktu tunggu pelayanan merupakan salah satu masalah utama dalam praktik pelayanan kesehatan yang dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Waktu tunggu mengacu pada durasi yang digunakan pasien untuk memperoleh pelayanan, mulai dari registrasi hingga penerimaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat, Kota Jayapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh pasien rawat jalan di Puskesmas Koya Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji chi-square dan rasio prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara mutu layanan dan waktu tunggu pasien. Daya tanggap memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,000; RP = 2,614; CI 95% = 1,597 – 4,279). Perhatian juga berpengaruh signifikan (p-value = 0,045; RP = 1,642; CI 95% = 1,065 – 2,532). Sementara itu, bukti langsung menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap waktu tunggu (p-value = 0,0299; RP = 1,735; CI 95% = 1,149 – 2,2622). Di sisi lain, mutu layanan yang tidak menunjukkan pengaruh signifikan adalah jaminan (p-value = 0,736; RP = 0,878; CI 95% = 0,548 – 1,406) dan bukti langsung yang hampir signifikan (p-value = 0,051; RP = 1,647; CI 95% = 1,084 – 2,502). Pengaruh mutu layanan terhadap waktu tunggu pasien di Puskesmas Koya Barat cukup signifikan, dengan daya tanggap dan perhatian menjadi faktor yang paling memengaruhi. Peningkatan kualitas pelayanan pada aspek ini diharapkan dapat mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kepuasan pasien.
The Effect of Accreditation on Patient Satisfaction and Performance at a Community Health Center in Jayapura Zainuri, Agus; Medyati, Novita
Jurnal Kesmas Prima Indonesia Vol. 9 No. 2 (2025): July Edition
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jkpi.v9i2.6579

Abstract

The implementation of accreditation in a community health center can have a positive impact with the existence of legal security related to the quality of services provided by the community health center. Therefore, it is important to measure several indicators for assessing the implementation of accreditation such as measuring satisfaction and performance in the community health center. The purpose of this study was to analyze the level of satisfaction and performance of the community health center at Community Health Center X, Jayapura City. This type of research is descriptive quantitative conducted in August 2024 with the research location at Community Health Center X in Jayapura City. The research subjects were patients visiting Community Health Center X. The sampling technique used accident sampling with a sample size of 72 respondents. Data analysis was descriptive and presented in the form of a frequency distribution. The results of the study found that the highest level of satisfaction of respondents was in the Satisfied category with an average value of 37.6 (52.2%), while the performance of health services at the Community Health Center was in the Good category. Based on the results of the study, it shows good quality services at Community Health Center X based on indicators of the level of satisfaction of service users and performance. To determine the extent of the contribution of accreditation to service quality, further research is needed.   Kata kunci: Akreditasi, Kepuasan, Kinerja, Puskesmas.
EKO-EDUKASI GIZI ATLET MUDA: PENDIRIAN KEBUN SEKOLAH BERBASIS TANAMAN LOKAL DAN KEBUN CERDAS BERSENSOR DI SEKOLAH KHUSUS OLAHRAGA PAPUA Guntoro, Tri Setyo; Sembiring, Desy Anita Karolina; Zainuri, Agus; Ngaderman, Renata Anastasya Engelique; Jelita, Skolastika; CS, Ansar; Larung, Ermelinda Yersin Putri; Putra, Miftah Fariz Prima; Sinaga, Evi
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3169

Abstract

Special Sports Schools (SKO) face numerous challenges in achieving human resource development objectives through sports education, particularly regarding infrastructure, nutrition management, and professional workforce availability, with the root of nutritional issues at Papua SKO lying in athlete nutrition management during young athlete development. Conversely, SKO possesses substantial land suitable for conversion into school gardens that can subsequently serve as sustainable nutritional and energy sources for students. This Community Service (PkM) program therefore aimed to: provide education and training on sports nutrition management, deliver school garden establishment training, and conduct athlete nutrition education, implemented through sequential stages of socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability planning during June-October 2025 with 45 students and 5 teachers/coaches participating. Implementation involved socializing the school garden concept, training on simple irrigation systems and smart gardens utilizing moisture sensors and plant growth monitoring, followed by comprehensive mentoring and evaluation, resulting in 80% of students understanding sports nutrition and school garden concepts while 83% could establish gardens using simple irrigation techniques, with understanding demonstrated through significant knowledge improvement from pre-test scores (49.96±6.55) to post-test (90.14±6.16), a mean difference of 40.18±7.21, and N-Gain of 0.80. The integrative approach successfully addressed fundamental nutritional understanding and availability issues for young athletes, creating a sustainable solution through combined nutrition education and school gardening that concurrently alleviated infrastructure limitations.
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua Septevanus Rantetoding; Novita Medyati; Theodora Simandjuntak; Rosmin M. Tingginehe; Agus Zainuri; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57087

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan gigi merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura tahun 2026. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (rasio prevalensi/PR dengan CI 95%), serta multivariat menggunakan regresi Poisson robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability (PR=2,91; p=0,007), assurance (PR=1,46; p=0,002), empathy (PR=1,21; p<0,001), dan responsiveness (PR=1,29; p=0,002) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan tangibles tidak signifikan (PR=1,20; p=0,089). Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura dipengaruhi terutama oleh keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati tenaga kesehatan, dengan reliability sebagai faktor paling dominan. Upaya peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal serta mempertahankan keandalan pelayanan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pasien.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Orpa Mayung Allo; Novita Medyati; Agus Zainuri; Arius Togodly; Muhammad Akbar Nurdin; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57260

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuni Papua Barat Riani Parende; Sarce Makaba; Novita Medyati; Muhammad Akbar Nurdin; Arius Togodly; Agus Zainuri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57430

Abstract

Diare merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi penyebab utama morbiditas balita di Indonesia. Tingginya angka kejadian diare dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, baik individu maupun lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bintuni tahun 2026 serta mengidentifikasi faktor dominan. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder dari register pasien Februari 2026. Populasi penelitian berjumlah 184 balita, seluruhnya dijadikan sampel melalui metode total sampling. Variabel dependen adalah kejadian diare, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, riwayat imunisasi, pemberian ASI eksklusif, dan status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur (p = 0,042) dan status gizi (p = 0,004) berhubungan signifikan dengan kejadian diare, sedangkan jenis kelamin, riwayat imunisasi, dan ASI eksklusif tidak signifikan. Analisis multivariat menegaskan bahwa status gizi dan usia merupakan faktor dominan, dengan status gizi sebagai faktor paling berpengaruh
Manajemen Laktasi antara Ibu Pekerja dan Ibu Rumah Tangga pada Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya Yuliana Reniban; Agus Zainuri; Novita Medyati; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Hasmi Hasmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58096

Abstract

Manajemen laktasi merupakan faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif, terutama pada enam bulan pertama kehidupan bayi. Namun, praktik menyusui seringkali dipengaruhi oleh status pekerjaan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan manajemen laktasi antara ibu pekerja dan ibu rumah tangga dalam pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja BLUD Puskesmas Timika Jaya. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan bersifat komparatif. Populasi penelitian adalah 97 ibu dengan bayi berusia lebih dari 6 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki manajemen laktasi yang baik, dengan persentase lebih tinggi pada ibu rumah tangga dibandingkan ibu pekerja. Tidak ditemukan hubungan bermakna antara manajemen laktasi dan pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja, sedangkan pada ibu rumah tangga terdapat hubungan signifikan. Kesimpulannya, manajemen laktasi pada ibu rumah tangga cenderung lebih baik dibandingkan ibu pekerja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik.
Co-Authors Afdal Kasimur Ami Cristina Pigome Anneke Yacob Ansar CS Antonius Satrio Wicaksono Dosinaeng Arius Togodly Asmawati Asmawati Baharuddin Hasan Bouway, Dolfinus Bouway, Dolfinus Y. Carles Mulait CS, Ansar Desy Anita Karolina Sembiring Dolfinus Y. Bouway Dolfinus Yufu Bouway Ermelinda Yersin Putri Larung Ermelinda Yersin Putri Larung Ervina Indrayani Evi Sinaga Gandinni, Nanda Aprilia Gerdha Kristina Ivoni Numberi Gerdha Kristina Ivony Numberi Grace Janice Martha Mantiri Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hasmi Hebe Marlen Tiblola Heriq Rony Paulus Twenti I Putu Eka Wijaya Putra Ibrahim Ibrahim Ikhsan Ikhsan Ikhsan Ikhsan Imelda Bowaire Ipa Sari Kardi Irap, S. Piter Irap, Samuel Piter Irfan Deny Oktavian Jelita, Skolastika Jems R. Awantano Jemy Landa Junalia Muhammad Kurdi Kurdi Larung, Ermelinda Yersin Putri Lily Bauw Mantiri, Grace Janice Martha Markus Wahyu Moat Natin Lewar Marsuki Marsuki Matturungan, Minhas Medyati, Novita Meilani Paulina Lewier Miftah Fariz Prima Putra Muh Syaiful Syam Mulait, Carles Sari Murib, Elman Nanda Aprilia Gandinni Nasruddin Nasruddin Ngaderman, Renata Anastasya Engelique Nita Novita Medyati Nurdin, Muhammad Akbar Orpa Mayung Allo Petrus Yohanes Ismail Arwimbar Pigome, Ami Cristina Putra, Mifta Fariz Prima Raihan Ramadhan Abdullah Rantetoding, Septevanus Ria Romantir Riani Parende Rita Watiningsih Rodhi Rusdianto Hidayat Romeicky Jenli Abram Korwa Rosmin M. Tingginehe Rosmin M. Tingginehe Rosmin Mariati Tingginehe Rumbiak, Darwin Kristian Rumboirusi, Ricky Lazarus Ruru, Yacob Saharuddin Ita Sarce Makaba Sarce Makaba Selli Reni Andeina Semuel Pitar Irab Semuel Piter Irab Septevanus Rantetoding Skolastika Jelita Sukmawati Sulistiyana Sulistiyana Sutoro . Sutoro Sutoro Syahruddin Syahruddin Theodora Simandjuntak Tingginehe, Rosmin M. Tingginehe, Rosmin Mariati Togodly, Arius Tri Setyo Guntoro Watiningsih, Rita Wonda, Frengky Lani Wonda, Yumin Yacob Ruru Yimerni Margarith Mudumi Yogodly, Arius Yohan Rumar Yohanis Manfred Mandosir Yos Wandik Yuli Karapa Yuliana Reniban Yulius Mataputun Zakharias Giay