Claim Missing Document
Check
Articles

Kegiatan Neurokinestetik Sebagai Bentuk Persiapan Motoric dan Literacy Anak Usia 4-5 Tahun Ismatul Khasanah; Singgih Adhi Prasetyo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2341

Abstract

Perkembangan motorik sering dijadikan tolak ukur untuk membuktikan bahwa anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Neurokinestetik merupakan bagian dari ilmu saraf terapan yang merupakan bentuk stimulasi yang dapat merangsang sel-sel otak anak untuk berkembang dengan baik dan membentuk kecerdasan kinestetik sehingga dapat mendukung perkembangan kecerdasan ganda. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pembelajaran neurokinestetik sebagai dasar pengembangan motorik dan literasi pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.  Sumber data penelitian ini adalah guru RA yang terdiri dari 5 orang, orang tua murid, dan Perangkat pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis dalam bentuk deskriptif kualitatif secara mendalam, berkelanjutan dan terus menerus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinestetik adalah kemampuan kematangan saraf yang mematangkan gerakan refleks menjadi gerakan yang terkontrol dan terkoordinasi.  Hal ini dapat berdampak pada integrasi yang baik antara proses berpikir dan keseimbangan tubuh.  Selain itu, mereka memiliki keseimbangan tubuh yang baik, fleksibilitas yang baik dan tentu saja hal itu dapat berdampak pada kesiapan literasi yang lebih baik di masa depan.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN RUMPIN DI RW 11 TAMBAKAJI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG Mudzanatun; M Arief Budiman; Heri Saptadi; Ismatul Khasanah; Fine Reffiane
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.946 KB) | DOI: 10.31949/jb.v1i4.307

Abstract

RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah berada di Rumpin, dan tanpa sadar, selain pengetahuan bertambah, anak juga terhindar dari kegiatan negative. Di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang belum terdapat RUMPIN. Tim Pengabdi ingin memberikan solusi untuk masalah ini dengan membantu mendirikan RUMPIN di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pendampingan, pelatihan, dan workshop. Metode sosialisasi digunakan untuk mengenalkan RUMPIN kepada seluruh warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode pendampingan digunakan untuk membantu warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang membentuk pengurus dan program RUMPIN. Metode pelatihan dan workshop digunakan untuk membantu warga menciptakan tentor yang akan bekerja di RUMPIN. Dari program pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menemukan bahwa warga antuasias dengan keberadaan RUMPIN, dan mereka juga menyatakan ketersediaannya dalam rangka ikut membantu pembentukan RUMPIN, ikut aktif menjadi pengurus, ikut aktif menciptakan program-program kerja, dan ikut aktif menjadi tentor. Kesimpulan dari kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang sadar tentang pentingnya keberadaan RUMPIN di lingkungan mereka karena hal tersebut bisa membantu anak-anak mereka untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan selain pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku pendidikan formal.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI KEGIATAN MELUKIS MENGGUNAKAN MEDIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI KECAMATAN SEMARANG BARAT Ismatul - Khasanah
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v5i2.5247

Abstract

Art education in kindergarten is part of the process of forming a whole individual in accordance with the goals of national education. Art education includes dance, music, visuals and drama. This activity aims to provide assistance to kindergarten / early childhood teachers in artistic creativity and creativity, especially painting activities using local wisdom-based media so that they can be applied in teaching and learning activities in kindergarten / early childhood education. As for art and reativity, what is meant is not only to form skilled students at imagination through fine arts, but also to form appreciative and creative personalities through the experience of art processing. This activity can contribute not only to the development of teaching materials, but also to the ability of kindergarten / early childhood teachers to create art, especially art and creativity which can have a positive effect on the development of teacher skills by packaging teaching materials based on art and creativity according to the needs of garden children childhood and early childhood education. This PKM activity was attended by Kindergarten / Early Childhood Teachers who are members of the entire West Semarang District, Semarang City.
Kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Berbasis Qur’an Iin Purnamasari; Sri Wahyuni; Ismatul Khasanah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v5i1.36532

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan kurikulum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat/PKBM berbasis qur’an pada Qur’anic School Kota Surakarta. Metode peneitian menggunakan Reasearch and Development/RnD, dengan desain Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Qur’anic School mengembangkan model kurikulum yang memadukan antara kurikulum nasional, nilai-nilai qur’an, dan keterampilan sebagai life skill atau Program Kecakapan Hidup. Pada struktur kurikulum tersebut terdiri dari kompetensi nasional, berbasis Qur’an dan keterampilan. Dapat disimpulkan, Kurikulum Qur’anic School of Dewan Da’wah terbagi menjadi 4 bagian besar, yaitu (1) Tahfizhul qur’an, (2) Bahasa Arab, (3) Adab Islami, dan (4) Mata Pelajaran Umum. Dari beberapa krikulum yang ada, Qur’anic School of Dewan Da’wah Surakarta menekankan pada tahfizhul qur’an dan Bahasa, dengan alokasi waktu tahfizh Alqur’an sebanyak 70% dari keseluruhan KBM, sedangkan 30% tersisa untuk kurikulum mata pelajaran umum dan pengenalan adab islami. CURRICULUM OF COMMUNITY LEARNING ACTIVITIES CENTER BASED ON QUR'AN                                               AbstractThe research aims to develop a quran-based curriculum for Community Learning Activities Center at the Qur'anic School in Surakarta. The research method uses Reasearch and Development / RnD, with the ADDIE Model design (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The results showed that PKBM Qur'anic School developed a curriculum model that combines the national curriculum, quran values, and skills as life skills or Life Skills Program. The curriculum structure consists of national competences, based on the Qur'an and skills. It can be concluded that the Qur'anic School of Da'wah Council curriculum is divided into 4 major sections, namely (1) Tahfizhul quran, (2) Arabic, (3) Islamic Adab, and (4) General Subjects. Tthe several existing quirks, the Qur'anic School of the Surakarta Da'wah Council emphasizes on tahfizhul qur'an and language, with a time allocation for tahfizh Alqur'an as much as 70% of the total teaching and learning activities, while the remaining 30% is for general subject curriculum and introduction islamic manners.
Analisis Perkembangan Kognitif Down Syndrome Melalui Media Puzzle Anak Usia 5-6 Tahun Inayati Inayati; Ismatul Khasanah; Ellya Rakhmawati
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 16, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v16i1.12010

Abstract

The background of this study is that children with Down syndrome aged 5-6 years have an obstacle in cognitive development, especially the thought process seen when children use media, namely puzzle media.  The purpose of this study is to explain the extent of cognitive development in children with Down syndrome.  This study uses descriptive qualitative to find out data on cognitive development of children with Down syndrome in TK PGRI 64 Semarang. The data of this study were obtained through observation, interviews. The results of the research at PGRI 64 Kindergarten in Semarang showed that children with Down syndrome had the ability in learning process activities related to cognitive development, namely puzzle media, but it took a long time.
ANALISIS KEMAMPUAN GERAKAN LOKOMOTOR ANAK MELALUI PERMAINAN ENGGRANG BATHOK USIA 3-4 TAHUN Jesiska Destiyani; Ismatul Khasanah; Purwadi Purwadi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v11i1.11503

Abstract

AbstractThe ability of locomotor movement is a movement to move the body in different ways, so it is indicated by the movement of the body from one place to another. Bathok hornbill is a traditional game passed down from the ancestors with natural products made of coconut shells that are easy to play together or individually and can be contested. The purpose of this study was to analyze the locomotor movement abilities of children through the bathok enggrang game. This type of research is qualitative research. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection methods used were observation, interview and documentation. The validity of the data in this study by increasing the persistence in research, triangulation, discussion. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the locomotor movement ability of children through the bathok enggrang game at TPA Pena Prima Semarang resulted in different locomotor movement abilities of children from one another. This is because each child shows development according to their respective abilities. The suggestion that can be conveyed is that the teacher can support the development of the child's locomotor movement ability to develop optimally through learning bathok enggrang. Keywords: locomotor motion, bathok enggrang game AbstrakKemampuan gerakan lokomotor adalah gerakan untuk memindahkan tubuh dengan cara yang berbeda sehingga ditunjukkan dengan adanya perpindahan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Enggrang bathok adalah permainan tradisional yang turun temurun dari nenek moyang dengan buatan alami dari tempurung kelapa yang mudah dimainkan dalam bersama-sama atau individu dan dapat dilombakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan gerak lokomotor anak  melalui permainan enggrang bathok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini dengan cara peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi. Tehnik analisis data berupa koleksi data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan gerakan lokomotor anak melalui permainan enggrang bathok di TPA Pena Prima Semarang mendapatkan hasil kemampuan gerakan lokomotor anak berbeda-beda satu sama lain. Hal tersebut dikarenakan, setiap anak menunjukkan perkembangan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Saran yang dapat disampaikan adalah supaya guru dapat mendukung perkembangan kemampuan gerakan lokomotor anak agar berkembang secara optimal melalui pembelajaran enggrang bathok. Kata kunci: gerak lokomotor, permainan enggrang bathok 
Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Moda Daring Kombinasi untuk Guru PAUD Widia Winata; Ahmad Suryadi; Mas Roro Diah Wahyu Lestari; Ismatul Khasanah; Indra Munawar
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2367

Abstract

Pandemi covid-19 mengakibatkan guru tidak dapat mengikuti pelatihan karena akses pertemuan tatap muka ditutup. Kondisi ini mengharuskan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi membuat Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Berjenjang Tingkat Dasar untuk Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan Moda Daring Kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana proses pembuatan Learning Management System (LMS) moda daring kombinasi untuk diklat tersebut. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Teknik keabsahan menggunakan triangulasi, perpanjangan keikutsertaan dan diskusi pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan LMS mengikuti langkah; penyusunan pedoman diklat, pemetaan strategi pembelajaran diklat, digitalisasi modul diklat, uji keterbacaan konten diklat, tindak lanjut uji keterbacaan konten diklat, finalisasi keterbacaan konten diklat, dan peluncuran LMS dalam Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Pendidikan Anak Usia Dini
PENGENALAN KONSEP BILANGAN MELALUI ALAT PERMAINAN TRADISIONAL DAKON PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Mega Fitri Lisjayanti; Ismatul Khasanah; Ellya Rakhmawati
Wawasan Pendidikan Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v2i2.10048

Abstract

ABSTRACTThe introduction of the concept of numbers is very important to do in early childhood because the concept of numbers is included in cognitive development which is very important needed to support further education. To stimulate cognitive development, especially in the introduction of the concept of numbers, one way is to use traditional dakon game tools. Dakon game tools are one of the traditional tools that can stimulate the development of the concept of numbers in early childhood. The dakon game tool can only be played with two people, the introduction of the concept of numbers in the dakon is by using the dakon seeds, namely counting the dakon seeds and entering the dakon seeds in the dakon barn. The purpose of this paper is to explain the importance of recognizing the concept of numbers using traditional dakon game tools. This writing method uses a literature review method from several relevant article references. The results of this analysis indicate that traditional dakon game tools can stimulate several aspects of development, namely aspects of cognitive, physical, motor and social emotional development.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TKIT HARAPAN BUNDA SEMARANG Anis Azizah; Muniroh Munawar; Ismatul Khasanah
Wawasan Pendidikan Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v2i2.10059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Pembelajaran Berbasis STEAM dalam Menumbuhkan Ketrampilan Berpikir Anak Usia 5-6 Tahun. Ketrampilan berpikir kritis memiliki peran penting bagi anak di era modern. Pembelajaran berbasis STEAM merupakan wadah yang tepat dalam membantu guru menumbuhkan ketrampilan berpikir kritis anak. Peneliti ingin mengetahui apakah implementasi pembelajaran STEAM di TKIT Harapan Bunda Semarang mampu menumbuhkan ketrampilan berpikir kritis anak dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi pembelajaran berbasis STEAM mampu mendorong anak untuk mampu berpikir kritis, analitis, kreatif dan berpikir tingkat tinggi (HOTS: Higher, Order Thinking, Skill). Hal ini tidak terlepas dari kemampuan guru untuk memfasilitasi anak, memberikan invitasi kepada anak dan mendorong anak untuk terlibat  bereksplorasi semaksimal mungkin. .
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN LINTANG ALIH DI PONDOK PESANTREN ANAK IBROHIMIYYAH Mawaddati Mawaddati; Ismatul Khasanah; Ellya Rahmawati
Wawasan Pendidikan Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/wp.v2i2.10001

Abstract

Analisi Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia dini sangat penting dilakukan terutama pada anak usia 5-6 tahun di lingkungan Pondok Pesantren. Sehingga ketika anak masuk kejenjang berikutnya sudah mempunyai bekal dan terbiasa mandiri, kemudian cepat berbaur dengan teman sebayanya. Melalui permainan lintang alih ananda di didik untuk mempunyai sifat sosial yang tinggi. Pada usia prasekolah anak-anak belajar menguasai dan mengekspresikan emosi. Pada usia enam tahun anak-anak memahami konsep emosi yang lebih kompleks, seperti kecemburuan, kebanggaan, kesedihan dan kehilangan, tetapi anak-anak masih memiliki kesulitan di dalam menafsirkan emosi orang lain.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adhi Pertiwi, Asih Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Prasetyo Ahmad Suryadi Al Fatah, Muhammad Yusuf Anis Azizah Anita Chandra Anita Chandra Dewi Sagala, Anita Chandra Dewi Annisa Dio Ismi Arhami, Feza Aries Tika Damayani Ary Budiyanto Aryo Andri Nugroho Auliya', Muhammad Zainul Azzahroh, Mutiara Bambang Budi Raharjo Chojimah, Nurul Devina, Nadia Irma Della Dewi. S, Anita Chandra Dias Andris Susanto Didik Hartono Dini Rakhmawati Djariyo Djariyo Dwi Prasetiyawati D.H Dwi Prasetiyawati Diyah Hariyanti Efrizal Efrizal Ellya Rahmawati Ellya Rakhmawati Esti Junining Fine Reffiane Firdausah, Sintana Nirwani Firmahandari, Nabila Fuadatul Fitriyah Gasa, Robi Pati Hadi Soeroso Heri Saptadi Heri Saptadi Ismanto Hidayati, Agustin Dwi Nur Himatul Khoirunnisa Hipolitus Kristoforus Kewuel Ida Dwijayanti Iin Purnamasari Iin Purnamasari Ika Nurhayani Inayati Inayati Indra Munawar Isti Purwaningtyas, Isti Jayawarsa, A.A. Ketut Jesiska Destiyani Joko Sulianto . . Khalawati, Finahari Nur Komalasari, Elis Kristanto Kristanto Kristanto Kristanto M Arief Budiman Maria Yosefin Mas Roro Diah Wahyu Lestari Mauliddian, Khilmi Mawaddati Mawaddati Mega Fitri Lisjayanti Mila Karmila Mila Karmila Mila Karmila Mila Karmila Mochamad Andhy Nurmansyah Mudzanatun Mudzanatun Mudzanatun Mudzanatun Muniroh Munawar Nabila Pramesthi Salma Reghita Nasikhatul, Lia Ngaeniyah, Nahwiyatul Nila Kusumaningtyas Nila Kusumaningtyas, Nila Nina Mardiana (F01108057) Nurul Khairunnisa' Oktavia, Luluk Kholidatul Purwadi Purwadi Purwadi Purwadi Putriyanti, Lina Qoriati Mushafanah Rahmah, Fahra Auliani Reghita, Nabila Pramesthi Salma Rizky Esti Utami, Rizky Esti Rofian, Rofian Roosi Rusmawati Rosmiwati, Roosi Sahiruddin Sahiruddin Sapran, Aditya Rizky Wibisono Sary, Oktavia Indah Permata Sela Mardhiya Nida Singgih Adhi Prasetyo, Singgih Siti Fatonah Sony Sukmawan, Sony Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sudargo Sugiharyanti, Eni Suwarno Widodo Syamsul Arifin Syariful Muttaqin TH. Cicik Sophia Utomo, Kireina Fernanda Venty Venty Wicaksono, Nur Hanifa Widyastuti, Listya WINATA, WIDIA Wulandari, Tiara Aulia Yohana Sue Yuni Wijayanti Zulfina Arifansyah, Andy Nuzululsani