Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Masyarakat dalam Meningkatkan Ekowisata Mangrove di Desa Denai Kuala, Kabupaten Deli Serdang Meilinda Suriani Harefa; Restu Restu; Theresia Margaretha Gulo; Irfan Ruhaimi; Jenni Novita Sianturi
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2024): Mei: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v2i2.2958

Abstract

Mangrove ecotourism offers a variety of interesting tourist activities for visitors, such as nature tourism, environmental education, and cultural tourism. The purpose of this study was to determine the role and efforts of the community in participating in improving mangrove ecotourism management in Denai Kuala Village, Pantai Labu District, Deli Serdang Regency. The method used in this research is Qualitative with Descriptive Approach. The results of this study show that there are various types of mangroves in Denai Kuala village such as Rhizopora Apicullata, Rhizophora Mucronata and Avicennia. Beach management with an approach that harmonizes environmental protection, animal welfare, education, and economic sustainability. Mangrove ecotourism management on Putra Deli beach is managed by one party where the management of the beach revenue is used properly and partly goes into the treasury as a further beach management fund. Mangrove management of Muara Indah Beach is carried out by groups of people who live around the beach. Not all people are only some who belong to the Muara Indah Beach management group
PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN DARI LIMBAH BATANG PISANG Meilinda Suriani Harefa; Ave Marianta Sitanggang; Silsilia Iryanda
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah batang pisang memiliki kandungan air dan serat yang cukup tinggi, sehingga berpotensi diolah menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. Bahan utama yang digunakan adalah potongan batang pisang berukuran 2–3 cm, tanah halus, air cucian beras, dan larutan EM4 sebagai aktivator biologis. Proses pengomposan dilakukan selama tujuh minggu dengan tahap fermentasi dan pematangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna bahan dari coklat muda menjadi coklat tua kehitaman, berbau alami, dan memiliki tekstur padat seperti tanah. Meskipun kompos yang dihasilkan belum sepenuhnya matang karena teksturnya masih padat dan sebagian bahan belum terurai sempurna, hasil ini menunjukkan bahwa limbah batang pisang dapat diolah menjadi kompos organik yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menurangi limbah rumah tangga yang ada dilingkungan sekitar dan menjadikan produk kompos sebagai pengganti pupuk kimia dengan pengelolahan yang tepat, sampah organik tidak lagi dianggap sebagai limbah yang menggangu, melainkan sumber yang bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan
PEMANFAATAN CACAHAN PLASTIK DAN BAN BEKAS SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT DALAM PEMBUATAN PAVING BLOCK: STUDI PROSES PRODUKSI DAN KUALITAS PRODUK Meilinda Suriani Harefa; Dinda Elizabeth; Gilang Rayhan; Juleha Sitio; M. Padli Siregar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving block merupakan salah satu material beton pracetak yang populer digunakan dalam bidang konstruksi modern karena fleksibilitas, daya tahan, serta nilai estetikanya. Dalam literatur lain, Huang, Bird, dan Heidrich (2020) menegaskan bahwa “paving blocks are widely used in road surfaces, pedestrian walkways, and parking areas because of their durability and modular characteristics”, Hal ini memperlihatkan bahwa paving block tidak hanya sekadar material penutup, melainkan juga memiliki peran struktural penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam proses pembuatan paving block dengan menggantikan agregat menggunakan cacahan plastik dan ban bekas serta mengevaluasi kualitas paving block dan untuk mengetahui kendala dan faktor endukung dalm pembuatan paving block dengan bahan substitusi ban bekas dan plastic sebagai agrerat selama produksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskripsi  dan studi literatur demi mendukung atau sebagai referensi dengan tujuan untuk memahami  dan mendeskripsikan secara mendalam proses pembuatan paving block menggunakan substitusi cacahan plastik dan ban bekas, serta mengevaluasi kualitas dan kendala selama proses produksi yang dilakukan oleh tim peneliti sendiri. Proses produksi dilakukan dengan melelehkan campuran bahan tersebut menggunakan oli bekas sebagai media peleleh, kemudian dicetak menjadi paving block. Hasil produksi menunjukkan bahwa paving block yang dihasilkan memiliki kuat tekan yang memadai, daya serap air yang sesuai, serta kepadatan yang baik untuk digunakan pada area pedestrian dan taman kota. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan teknologi daur ulang limbah menjadi material pembangunan yang berguna dan ramah lingkungan
Analisis Perbandingan Kuat Tekan dan Daya Serap Air Paving Block dengan Variasi Bahan Limbah (Plastik Bekas dan Ban Bekas) Meilinda Suriani Harefa; Noffranto Irwansyah Hutasoit; Luqman Alkahfi; Gerhard Estomihi P.Silangit
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karet ban merupakan salah satu limbah terbesar yang ada di Indonesia, untuk mengurangi limbah karet ban tersebut dapat dengan mengolah limbah karet ban menjadi serbuk karet ban. Pada penelitian ini peneliti menggunakan limbah serbuk karet ban yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh serbuk karet ban pada paving block dan mengetahui nilai kuat tekan yang diperoleh dengan menambahkan serbuk karet ban.Masalah lingkungan menjadi hal yang banyak diperhatikan belakangan ini. Pemanfaatan material limbah akan berdampak baik bagi lingkungan. Metode penelitian meliputi pembuatan sampel paving block dengan variasi persentase cacahan ban bekas sebagai pengganti agregat halus, kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air setelah perawatan 28 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan cacahan ban bekas mempengaruhi karakteristik fisik paving block, dimana terdapat peningkatan daya serap air dan penurunan kuat tekan secara proporsional terhadap peningkatan kadar ban bekas. Apalagi dalam penelitian ini penggunaan limbah digunakan untuk mereduksi sumber daya yang yang sulit diperoleh kembali jika telah habis yaitu pasir. Material limbah yang digunakan adalah ban karet. Pembuatan paving block yang digunakan pada penelitian ini dengan bahan subtitusi serbuk ban karet sebagai subtitusi agregat halus.Variasi ban karet yang digunakan yaitu 0%, 5%, dan 10% untuk tiap perbandingan plastik dan pasir. Pada umur beton 28 hari, hasil uji tekan terbesar diperoleh 2,29 MPa pada variasi 1. Sedangkan nilai terkecil sebesar  2,27 MPa diperoleh pada Variasi 2. Persentase substitusi optimal ditemukan mampu memenuhi standar teknis untuk paving block, sekaligus memberikan nilai tambah dalam pengelolaan limbah ban bekas. Penelitian ini memberikan alternatif solusi ramah lingkungan dalam produksi paving block dengan pemanfaatan limbah ban secara efektif dan ekonomis.
Mengubah Limbah Plastik menjadi Anyaman Bernilai: Strategi Kreatif Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Kesadaran Lingkungan Selfianus Hulu; Meilinda Suriani Harefa; Shania Maria Franciska Pinem; Salman Zuhdi Hutasuhut
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sampah plastik melalui proses daur ulang menjadi anyaman tikar sebagai solusi dalam mengurangi limbah plastik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian dilaksanakan di Jl. Selamat Ketaren, Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 30 Agustus–21 Oktober 2025 dengan metode eksperimental deskriptif aplikatif melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 kg sampah plastik jenis PET dan HDPE berhasil diolah menjadi satu lembar tikar berukuran 1x2 meter dengan efisiensi mencapai 90%. Proses daur ulang dilakukan secara manual dengan teknik sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat setempat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis kreativitas mampu mengubah limbah plastik menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi. Selain itu, inovasi ini berkontribusi terhadap pengurangan pencemaran lingkungan, mendukung penerapan ekonomi sirkular, serta menjadi langkah nyata menuju pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH PEDAGANG JUS MENJADI ECO-ENZYME UNTUK MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Rina Panggabean; Beta Ria Sihaloho; Sri Sulastri Sitohang
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/k1g57d22

Abstract

Permasalahan lingkungan, khususnya pencemaran akibat limbah organik dari sektor informal seperti pedagang jus, merupakan tantangan kompleks terhadap keseimbangan ekosistem. Limbah kulit buah, jika tidak dikelola dengan baik, akan membusuk dan melepaskan gas metana (CH4) yang merupakan gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan limbah kulit buah dari pedagang jus menjadi eco-enzyme dan menganalisis potensi manfaatnya dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berfokus pada observasi langsung, dokumentasi, dan studi literatur. Objek penelitian adalah limbah kulit buah dan produk eco-enzyme yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-enzyme berhasil diproduksi melalui proses fermentasi anaerobik sederhana selama tiga bulan, dengan menggunakan rasio baku 1:3:10 (gula merah/molase: limbah kulit buah: air). Keberhasilan fermentasi ditandai dengan tercapainya pH yang sangat asam (pH 3), aroma asam segar, dan warna kecoklatan yang stabil. Selain itu, pengujian komparatif pada air sungai menunjukkan bahwa aplikasi eco-enzyme memberikan perbaikan indikator kualitas air secara signifikan, yaitu penurunan pH dari 6.0 menjadi 5.0 dan netralisasi bau lumpur yang digantikan oleh aroma jeruk yang kuat dalam waktu tiga hari. Temuan ini mengukuhkan bahwa pengolahan limbah kulit buah menjadi eco-enzyme menyediakan solusi yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan, yang menerapkan prinsip ekonomi sirkular serta efektif sebagai bioaktivator alami untuk perbaikan kualitas perairan secara bertahap.
STRATEGI DAUR ULANG LIMBAH AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI ALTERNATIF PUPUK CAIR ORGANIK RAMAH LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Samuel Natanael; Tiara Renata; Indah Wahyuni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/69kc2d84

Abstract

Masalah kerusakan lingkungan dan kecanduan pada pupuk sintetis telah mendorong kebutuhan akan inovasi dalam penanganan sampah domestik untuk mendukung pertanian yang lestari. Kajian ini dilakukan untuk menyelidiki pendekatan pengolahan ulang air sisa cucian beras melalui fermentasi sebagai pilihan pupuk organik cair yang eco-friendly. Pendekatan penelitian bersifat eksperimental, dengan fokus pada air sisa cucian beras yang difermentasi secara anaerobik menggunakan bioaktivator EM4 dan gula aren selama 7 hingga 15 hari. Evaluasi dilakukan pada produk fermentasi serta manfaatnya terhadap perkembangan tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair organik hasil fermentasi air cucian beras mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, seperti tinggi dan jumlah daun, dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Penerapan strategi daur ulang ini terbukti sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan pada skala rumah tangga. Kesimpulan ini mengonfirmasi bahwa pengolahan ulang air sisa cucian beras adalah metode sederhana namun efisien untuk mengurangi sampah rumah tangga, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mempromosikan praktik pertanian lestari di kalangan masyarakat.
PEMANFAATAN BATOK KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET RAMAH LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Afifah Khairyah; Angelina Dasmauli Pasaribu; Geovan Cristofel Sihombing; Shadai Vrentina Sitio
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan batok kelapa sebagai bahan baku pembuatan briket ramah lingkungan merupakan inovasi penting dalam pengelolaan limbah biomassa dan alternatif sumber energi. Batok kelapa yang melimpah di daerah tropis memiliki kandungan karbon tinggi sehingga berpotensi menghasilkan energi dengan nilai kalor baik dan emisi rendah dibanding bahan bakar fosil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan eksperimen sederhana untuk mengamati proses pembuatan briket batok kelapa, serta didukung studi literatur dari berbagai sumber relevan guna memperkuat dasar teori. Hasil menunjukkan bahwa briket batok kelapa memiliki kepadatan tinggi, pembakaran stabil dan lama, serta produksi asap rendah, sehingga ramah lingkungan. Proses pembuatannya melibatkan karbonisasi, penggunaan perekat alami, dan pemadatan hingga menghasilkan produk ekonomis dan aman. Pemanfaatan limbah ini dapat mengurangi deforestasi, polusi, dan memberikan dampak ekonomi positif melalui pengembangan industri lokal. Kesimpulannya, briket batok kelapa adalah solusi energi terbarukan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat
PEMBUATAN BATOK KELAPA SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF DALAM BRIKET RAMAH LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Cristyan Adma Jaya; Damai Yanti Gultom; Pradita Amelia Putri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan kebutuhan energi nasional yang meningkat dan ketergantungan pada sumber energi fosil menyebabkan perlunya pengembangan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. Batok kelapa, sebagai limbah agroindustri yang melimpah di Indonesia, memiliki potensi besar sebagai bahan baku briket arang dengan kandungan karbon tinggi dan nilai kalor yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembuatan briket dari batok kelapa dan mengevaluasi kualitas briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode eksperimen sederhana digunakan dalam penelitian yang berlangsung di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket batok kelapa memiliki bentuk yang padat dan keras, mudah menyala dengan api stabil dan emisi asap rendah. Waktu nyala briket mencapai 3 jam dengan abu pembakaran yang sedikit dan halus, menunjang efisiensi pembakaran. Proses karbonisasi, penghalusan, pencampuran perekat alami, pencetakan, dan pengeringan berjalan optimal, menghasilkan produk yang layak guna untuk skala rumah tangga maupun industri kecil. Briket ini dapat menekan penggunaan kayu bakar, mengurangi limbah, dan memiliki nilai ekonomi yang potensial. Kendala teknis seperti proses pengeringan dan cetakan masih dapat diatasi dengan teknologi sederhana dan pelatihan masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan batok kelapa sebagai briket ramah lingkungan memberikan solusi efektif untuk ketahanan energi, pengelolaan limbah, dan pembangunan berkelanjutan
PEMANFAATAN LIMBAH BUAH DAN SAYUR SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN EKOENZYME RAMA LINGKUNGAN Meilinda Suriani Harefa; Andre Marcelino Simamora; Trinita Aulia Putri; Nadiya Safira Pulungan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik seperti buah dan sayuran telah menjadi masalah lingkungan yang signifikan akibat penumpukan limbah yang tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana pemanfaatan limbah organik buah dan sayuran untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan eco-enzyme dengan melakukan eksperimen pembuatan eco-enzyme e, serta untuk mengetahui apa saja manfaat eco-enzyme dalam kehidupan manusia. Hasil dari eksperimen menghasilkan eco-enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih dan pupuk cair. Eco-enzyme juga bermanfaat dalam mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung keberlangsungan ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme dapat meningkatkan partisispasi masyarakat didalam pemeliharaan lingkungan, mengurangi tumpukan limbah, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia yang berdampak buruk pada lingkungan.
Co-Authors Afifah Khairyah Afitzka Al Zahwa Agustina Rahayu Sianturi Alan Mustaqim Nst Ali Nurman Alvian Maranalom Siregar Andre Marcelino Simamora Angel Lena Simanjuntak Angelina Dasmauli Pasaribu Angelina Setia Simamora Anggi Violin Sinabutar Anisa Niwanda Aprilia Zaeni Rapiah Arma Fauziah Asima Tiara Agnesia Pasaribu Asnimar Duha Ave Marianta Sitanggang Benny Eligius Sinaga Beta Ria Sihaloho Cahya Putri Ramadhani Cindy Claudia Sihombing Cindy Patherecia Br. Purba Citra Aulia Clarissa Oktoferin Sinaga Cristyan Adma Jaya Damai Yanti Gultom Darwin Parlaungan Lubis Debora Saragih Derita Ramai Durubanua Desi Murni AR Dhio Febriansyah Lubis Dhio Lubis Difa Aprilia Marpaung Dinda Elizabeth Dinda Lufita Hutabarat Dwidya Nuari Edoy Nainggolan Elfayetty Elfayetty Eling Tuhono Elsa Kardiana Elsa Kardina Elsy Nila Sari Situmeang Ema Serika Br. Ginting Engli Faulina Simanjuntak Erwati Yosefa Saragih Esra silaban Febbry Vebilola Manalu Florensia Manik Friska Salsabilla Geby Pauliana Geovan Cristofel Sihombing Gerhard Estomihi P.Silangit Gilang Rayhan Grace Holyvia J.Dachi Grace Mercy Epsilon Hia Gunmas Gunmas Habibatul Qolbi Sumardi Habibatul Qolbi Sumardi Hardi Putra Wijaya Zebua Immanuel Sinabang Indah Wahyuni Irfan Ruhaimi Ivan Rivaldo Sihombing Jenni Novita Sianturi Juleha Sitio Kerin Sisca Octaviani Luahambowo Khairun Nisa Klarita Dwijayanti Waruwu Kurnia Simbolon Lilis Siagian Lisna Anggia Fortunata Luqman Alkahfi Lusia Oktaviani Br Tamba M. Padli Siregar M. Rizky Pratama Ginting Maria Dwi Sianipar Maria Sianipar May Hafizah Melda Sihotang Mhd Asa Arzaki Muis Mira Susila Warni Mita Nalsalisa Br Barus Muhammad Najmul Fahmi Muhammad Ridha Damanik Mutiara Cristeofani Hutauruk Nadiya Safira pulungan Nadratul Aini Lubis Natasya Kaila Putri Nazwa Aulia Azhari Noffranto Irwansyah Hutasoit Nova Suci Alisa Nasution Novita Annisah Hasibuan Nur Indah Lestari Nurjannah Nurjannah Nurmala Berutu Nurul Mutia Azzahara Ofa Adrina Uli Harefa Poppy Ardian Ningsih Zega Pradita Amelia Putri Putri Anatasya Simanjuntak Putri Rahmadani Qamara Ananda Aulia Queen Helen Br. Bukit Rahmadi, M Taufik Ramadhan Fitriani Restu Restu Rijalul Halimi Harishun Rina Panggabean Risbue Siregar Risdo Hotray Sinaga Romauli Situmorang Rosa Delima Lumbantungkup Rosma Purba Rosni Rosni Ruth Sahana Manalu Ryan Pramana Sabda Yanti Pasaribu Sakira Putri Manurung Salman Zuhdi Hutasuhut Samuel Natanael Sanas Tasia Sihaloho Selfianus Hulu Sendi Permana Serli Sabela Shadai Vrentina Sitio Shania Maria Franciska Pinem Shika Andari Silsilia Iryanda Sogya Solin Sri Muthia Hasan Sri Sulastri Sitohang Syukri Hidayat Syukrie Hidayat Tamim Hasyimi Tasya Nasution Theresia Margaretha Gulo Tiara Renata Tirza Grace Simamora Tondang Raja Pangihutan Raja Tria Maulia Trinita Aulia Putri Tumiar Sidauruk Viviana Marpaung Wafiq Ariska Widya Asmara Widya Khairunisa Wiji Syahfitri Winda Rahayu Yogi Turnip Yordan Sihotang