Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Model Mentari Berbantuan Website Kotak Pintar dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Matematika Murid Sekolah Dasar Mardhiyyah Mardhiyyah; Herti Prastitasari
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 9 No. 2 (2026): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v9i2.11438

Abstract

Keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki murid pada abad 21. Belum optimalnya perkembangan keterampilan ini karena tidak terfasilitasinya murid untuk bertanya dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemberian soal yang tidak kontekstual, dan belum maksimalnya pelaksanaan pembelajaran berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan ketiga keterampilan tersebut menggunakan model MENTARI berbantuan Website Kotak Pintar pada pembelajaran matematika materi bangun ruang. Penelitian ini menggunakan jenis PTK untuk melakukan tindakan perbaikan agar dapat mengatasi permasalahan yang ditemukan di dalam kelas. Data diambil dari hasil observasi dan tes pada murid kelas VA SDN Kelayan Timur 3 Banjarmasin yang berjumlah 17 orang, pada semester 2 tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menyajikan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diambil dari hasil observasi keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid. Data kuantitatif diambil dari persentase keberhasilan murid pada ketiga keterampilan tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid mengalami peningkatan yang signifikan pada setiap pertemuan dan mencapai 100% pada pertemuan 4. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa model MENTARI berbantuan Website Kotak Pintar dapat meningkatkan ketiga keterampilan tersebut pada murid. Penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi penelitian berikutnya dengan variabel yang sama.
Meningkatkan Motivasi Belajar, Berpikir Kritis, dan Kolaborasi Muatan Matematika Menggunakan Model PRATAMA di Sekolah Dasar Annisa Aulia Rahmah; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.913

Abstract

Rendahnya motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi pada murid kelas V di SDN Sungai Miai 2 terutama pada muatan matematika menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Kajian hasil penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi pada pembelajaran matematika menggunakan model PRATAMA yang merupakan inovasi model pembelajaran dengan integrasi Problem Based Learning (PBL), Student Team Achievement Divisions (STAD), dan Snowball Throwing. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini adalah kualitatif, adapun penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pengumpulan data awal dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi dokumen. Hasil kajian pada penelitianyang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pada ketiga variabel selama pelaksanaan pembelajaran menggunakan model PRATAMA dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan keempat. Motivasi belajar meningkat secara klasikal dari 32% menjadi 89% mencapai kriteria “Hampir Seluruh Murid Sangat Termotivasi”, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 21% menjadi 84%, serta keterampilan kolaborasi meningkat dari 42% menjadi 84% “Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model PRATAMA berhasil meningkatkan motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, dan keterampilan kolaborasi murid di SDN Sungai Miai 2.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kreatif dan Kolaborasi Siswa Menggunakan Model PRESISI di Sekolah Dasar Elsa Risnawati; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.921

Abstract

Pembelajaran matematika diharapkan berlangsung lebih bermakna dan mampu mendukung perkembangan keterampilan abad ke-21 murid. Solusi dari permasalahan tersebut adalah melakukan perbaikan melalui model PRESISI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapakan model dalam menganalisis dan memecahkan masalah secara logis. Studi ini menggunakan penelitian tindakan kelas dengan sasaran penelitian murid SDN Rantau Keminting yang berjumlah 13 orang. Penelitian menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan observasi aktivitas guru dan murid, sedangkan kuantitatif berupa presentase klasikal aktivitas dari murid dan hasil belajar dari murid diperoleh dari tes kelompok dan individu. Hasil studi ini membuktikan aktivitas guru pada pertemuan IV memenuhi kriteria Sangat Baik”. Aktivitas Murid pada pertemuan IV mencapai 92% dengan kriteria Seluruhnya Aktif”. Dan hasil belajar pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik pada pertemuan IV mencapai 92%. Kesimpulannya adalah model PRESISI dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja guru, keaktifan murid, dan hasil belajar peserta murid
Model Perkasa untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Problem Solving, dan Kolaborasi dalam Pembelajaran Matematika SD Nurtinah Zuliana; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.922

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar Indonesia masih menunjukkan capaian rendah pada keterampilan berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi, sebagaimana tercermin dari hasil PISA dan TKA nasional maupun observasi di kelas IV SDN Pangeran 2 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan keterampilan berpikir kritis, problem solving, dan kolaborasi murid kelas IV menggunakan model PERKASA. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas berdasarkan model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam empat pertemuan, melibatkan 12 murid kelas IV (5 laki-laki dan 7 perempuan). Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes hasil belajar yang telah divalidasi, lalu dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pada ketiga keterampilan dari pertemuan pertama hingga keempat, berpikir kritis meningkat dari 0% menjadi 83%, problem solving dari 0% menjadi 92%, dan kolaborasi dari 8% menjadi 83%, dengan masing-masing keterampilan saling memperkuat perkembangan keterampilan lainnya melalui rangkaian masalah kontekstual, kerja kelompok terstruktur, dan permainan mencocokkan kartu. Temuan ini menunjukkan bahwa model PERKASA dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang aktif bagi guru sekolah dasar, khususnya materi yang menuntut pemahaman konsep sekaligus penalaran bertahap.
Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Minat Belajar, dan Kolaborasi Murid Menggunakan Model PESTA di Sekolah Dasar Mahdalina Mahdalina; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.923

Abstract

Penelitian ini berangkat dari permasalahan rendahnya keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi murid kelas lima SDN Berangas 1 dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi bentuk datar, yang disebabkan oleh pengajaran yang belum selaras dengan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS), minimnya kesempatan pemecahan masalah kontekstual, serta terbatasnya partisipasi murid dalam diskusi kelompok. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi peningkatan keterampilan berpikir kritis, minat belajar, dan kemampuan kolaborasi melalui penerapan model PESTA yang mengintegrasikan Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Make a Match. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif, dilaksanakan dalam empat siklus pada semester kedua tahun ajaran 2025/2026 dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada setiap variabel, di mana pada siklus keempat keterampilan berpikir kritis mencapai 100% dengan kategori “Semua Murid Sangat Kritis,” minat belajar mencapai 88% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Berminat,” dan kemampuan kolaborasi mencapai 94% dengan kategori “Hampir Semua Murid Sangat Kolaboratif.” Dengan demikian, penerapan model PESTA terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan strategi pembelajaran di sekolah dasar.
Peningkatan Keterampilan Berpikir Kreatif, Pemecahan Masalah, Kolaborasi Peserta Didik Melalui Model Bastari Pada Pembelajaran Matematika Jannatul Radhaina; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.925

Abstract

Peserta didik kelas IV SDN Kuin Utara 1 Banjarmasin menunjukkan kemampuan lemah dalam berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan kolaborasi, akibat pembelajaran berpusat pada pendidik, soal belum berbasis HOTS, dan interaksi kelompok yang belum produktif. Penelitian ini mengkaji peningkatan aktivitas peserta didik serta ketiga keterampilan tersebut melalui model BASTARI, yang memadukan Problem Based Learning, Student Teams Achievement Division, dan Picture & Picture, pada materi perkalian bilangan cacah. Penelitian Tindakan Kelas berpendekatan kualitatif dilaksanakan dalam empat pertemuan terhadap 25 peserta didik kelas IV semester genap tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif terhadap indikator keberhasilan yang ditetapkan. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten pada seluruh variabel yang diukur. Keterampilan berpikir kreatif meningkat dari 8% menjadi 92%, pemecahan masalah dari 12% menjadi 84%, dan kolaborasi dari 24% menjadi 92%. Seluruh capaian tersebut melampaui ambang keberhasilan 76%. Model BASTARI terbukti efektif meningkatkan ketiga keterampilan peserta didik sekolah dasar tersebut, sekaligus menjadi rujukan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran matematika berorientasi abad ke-21.
Penggunaaan Model BINTANG Dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, Kerja Sama di Sekolah Dasar Gina Alpadhila; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.927

Abstract

Rendahnya keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada pembelajaran matematika materi luas bangun datar di kelas IV SDN Antasan Besar 7 disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, kurangnya latihan soal kontekstual berbasis HOTS, serta belum diterapkannya pembelajaran kolaboratif. Kondisi tersebut menyebabkan murid kurang aktif dalam berdiskusi dan menyelesaikan masalah secara bersama. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid melalui penerapan model BINTANG yang memadukan Problem Based Learning (PBL), Group Investigation (GI), dan Talking Stick (TS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat pertemuan pada murid kelas IV SDN Antasan Besar 7 Tahun Ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap variabel. Pada pertemuan IV, keterampilan berpikir kritis mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Kritis", pemecahan masalah mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil", dan kerja sama mencapai 83% dengan kriteria "Hampir Seluruh Murid Sangat Terampil". Dengan demikian, model BINTANG efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja sama murid pada pembelajaran matematika materi luas bangun datar.
Model PANTING dalam Meningkatkan Motivasi Belajar, Kemampuan Pemecahan Masalah, dan Kerja Sama Siswa Sekolah Dasar Nida Helnisa; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.928

Abstract

Rendahnya motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama, pada mata pelajaran matematika disebabkan oleh kegiatan pembelajaran yang diaplikasikan tidak beragam, permasalahan atau tugas yang diberikan belum berbasis HOTS, dan minimnya kegiatan diskusi kelompok saat pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama melalui model pembelajaran PANTING. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam empat pertemuan di kelas IV SDN 2 Nusa Indah, berjumlah 20 orang (11 laki-laki, 9 perempuan) pada semester II tahun pelajaran 2025/2026. Data diperoleh dari observasi serta tes tertulis kelompok dan idividu. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif serta kecendrungan analisis yang disajikan dalam tabel, grafik, dan persentase. Hasilnya, motivasi belajar dari 50% meningkat menjadi 90%, kemampuan pemecahan dari 40% menjadi 85%, dan kerja sama dari 45% menjadi 90%. Penggunaan model PANTING dapat terlaksana dan bisa membawa motivasi belajar, kemampuan pemecahan masalah, dan kerja sama dalam mata pelajaran matematika mengalami peningkatan, sehingga bisa dijadikan jalan alternatif kegiatan pembelajaran yang inovatif, interaktif, serta kooperatif untuk siswa sekolah dasar.
Penerapan Model PANOPI untuk Meningkatkan Berpikir Kritis, Pemecahan Masalah, dan Kolaborasi Siswa pada Pembelajaran Matematika Metta Caroline Setiadi; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.936

Abstract

Kemampuan penalaran analitis, pemecahan masalah, dan kerja tim anak-anak kelas empat dalam matematika tentang pecahan di sebuah sekolah dasar negeri di Banjarmasin masih relatif kurang memadai. Penulisan ini bertujuan untuk meningkatkan ketiga kompetensi tersebut dengan menggunakan paradigma PANOPI yang menggabungkan Problem-Based Learning, Numbered Heads Together, dan Picture-in-Picture. Penulisan ini menggunakan metodologi kualitatif dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan selama empat sesi dengan 29 siswa kelas empat. Data dikumpulkan dengan mengamati tindakan pengajar, perilaku siswa, kemampuan berpikir kritis, kompetensi pemecahan masalah, keterampilan kolaboratif, dan hasil pendidikan. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif deskriptif dan kuantitatif, menggunakan persentase penyelesaian klasik. Temuan memperlihatkan bahwa keterlibatan pengajar meningkat ke tingkat yang sangat baik, sementara partisipasi siswa mencapai kategori aktif. Sepanjang empat siklus tindakan, kemampuan berpikir kritis meningkat dari 21% menjadi 83%, kemampuan pemecahan masalah meningkat dari 21% menjadi 83%, dan keterampilan kolaboratif meningkat dari 33% menjadi 83% penyelesaian klasik. Penggunaan model PANOPI telah memperlihatkan kemampuannya untuk mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa, sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kerja tim dalam pendidikan matematika dasar. 
Penggunaan Model Pembelajaran BERSAMA dalam Meningkatkan Motivasi, Keterampilan Berpikir Kritis, dan Kolaborasi Siswa Deta Safitri; Herti Prastitasari
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 3 (2026): Walada : Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i3.938

Abstract

Motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi merupakan kompetensi abad ke-21 yang perlu dimiliki siswa, namun belum berkembang secara optimal. Rendahnya ketiga kompetensi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan kurang inovatif, soal yang diberikan belum sepenuhnya berbasis HOTS, kemampuan penyelesaian masalah secara sistematis yang masih rendah, serta penerapan metode pembelajaran yang masih kurang kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa melalui penerapan model BERSAMA. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 21 siswa kelas IV SDN Mawar 7 pada semester II tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi meningkat dari 33% menjadi 90%, keterampilan berpikir kritis meningkat dari 29% menjadi 86%, dan kolaborasi meningkat dari 43% menjadi 90%. Berdasarkan temuan tersebut, model BERSAMA dapat meningkatkan motivasi, keterampilan berpikir kritis, dan kolaborasi siswa serta menjadi alternatif pembelajaran inovatif bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Co-Authors a, Asrani Abdan, Sarwani Afrida Risa Aliya Ahmad Sauqi Ahmad Suriansyah Akhmad Riandy Agusta Aldy Ferdiyansyah Aliya, Afrida Risa Amsika Ausyra Annisa Aulia Rahmah Apriliani, Rosa Fitra Arif Rahman Prasetyo Arta Mulya Budi Harsono Asrani Asrani Asrani Asrani, Asrani Astuti, Wahyuni Eka Atsna Azizah Aulia, Wanda Bagoes Pribadi , Muhammad Cholis Sa’dijah Dea Natasya Putri Dessy Dwitalia Sari Desyandri Desyandri Deta Safitri Dina Afriani Eka Cahya Sari Putra Eka Cahya Sari Putra Eka Cahya Sari Putra Elsa Risnawati Erma Marhamah Erny Wahdini Fadhlan Muchlas Abrori Faizah Helwaniah Fathul Jannah Fathul Jannah, Fathul Fatihah, Dea Amani Fendrik, Muhamad Gina Alpadhila Habibi Habibi Habibie, Muhammad Fathan Noor Huljannah, Miftha Husnul Hatimah Intan Susetyo Kusumo Wardhani Isnani, Nor Mairin Istianah, Tia Nur Jannatul Radhaina Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Jumadi Khairati Olfah M. Miftah Asshadiqy Mahdalina Mahdalina Mahmuddin Mardhiyyah Mardhiyyah Melinda Fitria Melly Wati Metta Caroline Setiadi Miftha Huljannah Mubarok Muhamad Yusri Muhammad Fathan Noor Habibi Muhammad Fendrik Muhammad Salehudin Muhsinah Annisa Nida Helnisa Noor Habibi, Muhammad Fathan Noor Mairin Isnani Nora Vitriati Norhidayah Novitawati Novitawati Nurhidayah Nurtinah Zuliana Nurul Julaifah Purwanti, Ratna Qohar, Abd. Rahmah Hayati Rahmanika Amalia Rahmawati raihanah sari Raihanah Sari RATNA PURWANTI Ratna Purwanti Raudatun Inayah Rianty Yulandra Rini Wardani Risa Aliya, Afrida Rumansyah Rumansyah Rusmansyah Sakerani Sakerani Styo Mahendra Wasita Aji Styo Mahendra Wasita Aji Sukma Ayu Pratiwi Sulaiman Sulaiman Sunarno Sunarno Sunarno Sunarno Syaira, Alya Tarisa Nur Taufik Kurahmah Taufik Kurahman, Taufik Teguh Prasetio Teguh Prasetio Teguh Prasetio Tia Nur Istianah Umu Khulsum Widiyawati Yogi Prihandoko