Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Etika Kedokteran Penyelenggaraan Telekonsultasi pada Pandemi COVID-19 Dony Septriana Rosady; Lutfan Lazuardi; Siswanto Sastrowijoto; Buti Azfiani Azhali; Tita Bariah Siddiq
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v4i1.9323

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak serta mengubah berbagai tatanan kehidupan di Indonesia. Upaya adaptasi diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat pada berbagai sektor selama kondisi Pandemi COVID-19 berlangsung. Perubahan juga terjadi pada sektor pelayanan kesehatan. Praktik telekonsultasi dilakukan sebagai alternatif bentuk praktik kedokteran sebagai respon terhadap kebutuhan akses pelayanan kesehatan masyarakat yang aman dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode kualitatif. Penelitian mengambil studi kasus praktik telekonsultasi klinis di UPT Puskesmas Sukarasa pada periode September hingga Oktober 2021. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara terhadap 2 partisipan utama dan 10 partisipan pendukung, observasi dilakukan terhadap praktik telekonsultasi yang dijalankan, dan studi dokumen terhadap dokumentasi dan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik telekonsultasi klinis yang dilakukan oleh UPT Puskesmas Sukarasa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi berupa aplikasi Whatsapp dan diberlakukan selama pandemi COVID-19. Pemenuhan kaidah bioetika dan pelaksanaan fatwa etik organisasi profesi merupakan upaya untuk menjamin pemenuhan asas keselamatan pasien dalam praktik kedokteran. Pemenuhan terhadap kaidah dasar bioetika dan fatwa etik organisasi menjadi dasar penilaian bahwa praktik telekonsultasi klinis tersebut diperbolehkan secara etis selama pandemi COVID-19 berlangsung.
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Tuberkulosis Pada Wanita di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah Nana Sumarna; Ning Rintiswati; Lutfan Lazuardi
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 4 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Tuberculosis (TB) is disease a second major cause of deaths worldwide among infectious diseases, killing nearly 2 million people each year. The variety of problems will arise if the woman was suffering TB especially who are married, pregnant, and have children. Her role as a housewife who had to carry out physical or mental care of children while taking care of her husband will be disturbed. The prevalence of smear positive pulmonary Tuberculosis (TB) in 6 region health center in Cilacap District at 2012, women higher than men.Objective : To know probability of pregnancy, marital status, parity, physical activity, level of education, level of knowledge, the kitchen smoke pollution, history contact with TB patient, residential density, ventilation against TB incidence in women.Method : The type of research was observational analytical case-control design. Sample is 102 people consisting of as many as 51 cases and 51 control. Sampling is done with proportional random sampling techniques. Data were analyzed with the univariabel, bivariabel analysis, and multivariable. Results : Pregnancy (OR 1.2 95% CI 2.4-23.7 p0.04), parity (OR 3.5, 95% CI 1.3-9.7 p 0.01), history of contacts (OR 3.8 95% CI 1.4-10.4 p 0.01) ventilation (OR 2.4 95% CI 7,5-23.7 p 0.00) as a risk factor for the occurrence of TB in women. Conclusion : The incidence of TB in women in Cilacap District a more probable or risk greater in women who were pregnant, high parity, had a history of contacts, and stay at home with the bad ventilation.
ANALISIS NIAT KONSUMEN DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN APOTEK Muhammad Zaini; Satibi Satibi; Lutfan Lazuardi
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 4, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.252

Abstract

Apotek merupakan fasilitas kesehatan yang distribusinya tidak merata di Kota Banjarbaru. Konsekuesi dari keadaan tersebut dapat mempengaruhi perilaku konsumen apotek. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol keperilakuan terhadap niat konsumen dalam pemanfaatan pelayanan apotek pada daerah dengan padat apotek (daerah I) dan daerah dengan sedikit apotek (daerah II) menggunakan konsep Theory of Planned Behavior (TPB). Peneltian ini merupakan studi non eksperimental dengan deskriptif analitik menggunakan software SIG untuk pemetaan lokasi apotek dengan bantuan GPS. Rumus Hagget digunakan untuk mengetahui pola sebaran apotek di kota Banjarbaru. Survei keyakinan menonjol (salient beliefs) dilakukan dengan studi eksplorasi dan niat konsumen diukur menggunakan kuesioner TPB. Pengambilan sampel dengan cross sectional study. Jumlah sampel sebanyak 377 yang terbagi menjadi 247 kuesioner apotek daerah I dan 130 kuesioner apotek daerah II. Analisis yang dilakukan meliputi uji validitas dan reliabilitas kuesioner, uji asumsi klasik, uji regresi liner berganda, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan apotek terkonsentrasi di pusat kota Banjarbaru dengan pola sebaran mengelompok (T=0,15). Analisis regresi konsumen apotek daerah I menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan variabel sikap, norma subjektif dan kontrol keperilakuan terhadap niat konsumen apotek (p<0,05). Sedangkan untuk konsumen daerah II menunjukkan hubungan yang positif dan signifikan pada variabel norma subjektif dan kontrol keperilakuan (p<0,05) namun tidak signifikan terhadap variabel sikap (p>0,05). Kontrol keperilakuan berupa pelayanan petugas farmasi merupakan faktor yang dominan bagi konsumen daerah I agar berniat ke apotek dan variabel norma subjektif berupa keberadaan dokter merupakan faktor pendorong dominan konsumen apotek daerah II agar berniat ke apotek. Kata kunci: distribusi apotek, sistem informasi geografis, theory of planned behavior
RANCANGAN PEMBELAJARAN KASUS BERBASIS E-LEARNING UNTUK ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS DENGAN PENDEKATAN TAKSONOMI NANDA-I, NIC, NOC Hidayah .; Lutfan Lazuardi; Wiwin Lismidiati
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.718 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v1i3.28

Abstract

ABSTRAKTujuan Penelitian: Mendeskripsikan kebutuhan pengguna untuk merancang pembelajaran kasusberbasis e-learning dengan menggunakan pedoman NANDA-I, NIC, NOC dalam asuhan keperawatanmaternitas. Metode: Desain penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan pendekatanstudi deskriptif analitik. Proses pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Partisipanterdiri atas 2 orang dosen dan 5 orang mahasiswa. Penelitian dilakukan pada bulan November 2015selama 3 minggu. Analisis data dengan pendekatan kualitatif dan penyajian data dilakukan secaradeskriptif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian terdiri atas 4 tema utama, yaitu (1) permasalahan dalamproses pembelajaran asuhan keperawatan maternitas dengan menggunakan pedoman NANDA-I,NIC, NOC baik yang berasal dari mahasiswa, dosen, maupun sistem pembelajaran. Permasalahanmeliputi pengajaran asuhan keperawatan belum seluruhnya menggunakan NANDA-I, NIC, NOC,ketidakpahaman mahasiswa menggunakan NANDA-I, NIC, NOC jika diberikan kasus, fasilitas bukuperpustakaan terkait NANDA-I, NIC, NOC terbatas dan kurang lengkap; (2) tujuan pembelajaranasuhan keperawatan maternitas dengan menggunakan pedoman NANDA-I, NIC dan NOC; (3)tujuan pengembangan prototype e-learning, (4) spesifi kasi rancangan prototype E-learning yangdibutuhkan pengguna yang meliputi tampilan user friendly dan menarik; konten yang diinginkanberupa latihan penyelesaian kasus; kasus yang terdiri atas DM gestasional, preeklampsi, eklampsi,sindrom HELLP, solutio plasenta, perdarahan antepartum, dan masalah sistem reproduksi. Sistempengamanan berupa password dan account, serta dilengkapi proses download serta fl eksibeldan kompatibel. Diskusi: Faktor penyebab utama adanya masalah dalam pembelajaran asuhankeperawatan dengan menggunakan NANDA-I, NIC, NOC, karena fokus pembelajaran yang lebihditekankan pada pengumpulan pengetahuan tanpa mempertimbangkan keterampilan dalammelakukan asuhan keperawatan. Fokus rancangan prototype pembelajaran kasus berbasise-learning ini untuk selanjutnya bertumpu pada tampilan antarmuka serta pilihan skenario kasusyang dapat mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dalam pembelajaran kasus. Kesimpulan:Pengembangan rancangan prototype pembelajaran kasus berbasis e-learning ini ditujukan sebagaipelengkap pembelajaran konvensional yang berfokus pada aspek pengetahuan mahasiswa dalammenerapkan penggunaan NANDA-I, NIC, NOC melalui latihan-latihan kasus yang diberikan.Kata Kunci: E-learning, asuhan keperawatan maternitas, NANDA-I, NIC, NOCTHE DEVELOPMENT OF E-LEARNING-BASED CASE LEARNING FOR MATERNITY NURSINGCARE USING NANDA-I, NIC, NOC TAXONOMY APPROACHABSTRACTObjective: To describe the development of E-learning-based case learning using the guidelinestaken from NANDA-I, NIC, NOC for maternity nursing care. Methods: This study was conductedusing a qualitative method with decsriptive analytical approach. Samples were taken usingpurposive sampling technique. Participants consisted of two lectures and fi ve students. The studywas conducted in November 2015 for three weeks. Data were analyzed qualitatively and presenteddescriptively. Results: The results of the study consisted of four major themes: (1) problems inmaternity nursing care learning process by using the guidelines taken from NANDA-I, NIC, NOCfrom students, lecturers and learning systems. The problems were that not all teachings of nursingcare used NANDA-I, NIC, NOC, students did not understand using NANDA-I, NIC, NOC if case weregiven, books related to NANDA-I, NIC, NOC in the library were limited and incomplete, (2) Objectivesof maternity nursing care learning by using the guidelines taken from NANDA-I, NIC and NOC,(3) Objectives of the development of E-learning prototype, (4) Specifi cation of E-learning prototyperequired by users such as user-friendly and interesting interface, contents consisting of caseexercises, cases including gestational DM, pre-eclampsia, eclampsia, HELLP syndrome, placentasolution, antepartum hemorrhage and reproduction system problems. Security system appliedpassword and account accompanied with a fl exible and compatible download page. Discussion:Problems arose in nursing care learning which employed NANDA-I, NIC, NOC because thelearning process focused on collecting knowledge without taking skills in performing nursing careinto consideration. The development of E-learning-based case learning prototype was focused oninterface and the options of case scenario that can accommodate students’ requirements in the caselearning. Conclusion: E-learning-based case learning prototype was developed as a complementarymedia for the conventional learning which focused on the cognitive aspects of students in employingNANDA-I, NIC, NOC through case exercises provided.Keywords: E-learning, Maternity Nursing Care, NANDA-I, NIC, NOC
Kondisi geografis dan kepatuhan berobat diabetes mellitus di kokap, kulonprogo, yogyakarta Nastiti Anggraini Ni&#039;mah; Hartono Hartono; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.8683

Abstract

Latar Belakang : Kulonprogo sebagai kabupaten dengan pendapatan penduduk terendah di DI Yogyakarta memiliki jumlah kasus diabetes melitus pada peringkat keenam sebesar 13.438 orang. Diabetes melitus sebagai penyakit kronis yang memiliki dampak yang besar bagi kesehatan secara luas, sehingga usaha penjagaan kondisi kesehatan pasien diabetes melitus lewat kepatuhan berobat menjadi penting. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kokap yang sebagian daerahnya masuk dalam kawasan Perbukitan Menoreh. Penggunaan SIG dalam penelitian ini akan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kondisi alam di Kokap dalam hubungannya dengan kesehatan.Tujuan Penelitian : Menyusun gambaran aksesibilitas jarak pasien ke puskesmas dalam bentuk peta serta menyusun variasi kunjungan pasien berdasarkan jarak, jenis transportasi dan waktu tempuh ke masing-masing puskesmas di Kecamatan Kokap, menjelaskan perbedaan kepatuhan berobat pasien diabetes melitus dengan memperhitungkan aksesibilitas pasien diabetes melitus dilihat dari jarak, jenis transportasi dan waktu tempuh ke puskesmas.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Kuesioner pengambilan data mengacu pada Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk menilai kepatuhan berobat. Data diambil dari populasi jumlah total pasien diabetes melitus dengan metode cluster random sampling sebanyak 52 sampel. Penghitungan jarak dengan network analysis dalam ArcGIS 10 beserta pembuatan petanya. Hubungan antar variabel dianalisis dengan Geoda 1.6.Hasil : Gambaran aksesibilitas dilihat dengan buffering sejauh 3 km dari setiap puskesmas dengan rumah pasien, kunjungan pasien menggunakan 2 variasi yaitu kepatuhan dengan kategori variabel tinggi dan kepatuhan dengan kategori variabel rendah, hasil regresi menggunakan Geoda diperoleh nilai probalitas kepatuhan berobat DM dengan masing-masing variabel jarak tempuh, jenis transportasi dan waktu tempuh adalah 0,00542; 0,00779; 0,00033 sedangkan nilai probabilitas untuk ketiga variabel secara bersamaan berada diatas 0,05 begitu juga dengan karakteristik responden.Kesimpulan : Gambaran aksesibilitas jarak pasien pada Puskesmas Kokap 1 dilihat dari distribusi rumah pasien lebih menyebar, variasi kunjungan pasien dengan kategori variabel tinggi memiliki jumlah kepatuhan yang lebih banyak di setiap desa sehingga untuk pasien yang tidak patuh diperlukan perlakuan khusus dari puskesmas, terdapat perbedaan kepatuhan dengan masing-masing variabel jarak tempuh, jenis transportasi dan waktu tempuh namun tidak terdapat perbedaan kepatuhan dari ketiga variabel secara bersama-sama dan karakteristik responden. Kurangnya ketersediaan transportasi umum menjadi pertimbangan pasien dalam berobat ke puskesmas. Perbedaan kedekatan posisi rumah dengan jalan lokal menyebabkan perbedaan waktu tempuh.
Pengembangan Database Riset BPJS Kesehatan ARIEF KURNIAWAN NUR PRASETYO; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.9138

Abstract

Latar Belakang: BPJS Kesehatan dalam pencapaian Universal Health Coverage pada tahun 2019 akan memiliki salah satu basis data pelayanan kesehatan terbesar di dunia. Seiring dengan meningkatnya volume data yang tersimpan, semakin cepatnya proses mengumpulkan dan menghasilkan data, keragaman datanya serta kebutuhan terhadap kualitas data yang mencerminkan fakta, maka menjadi penting bagi BPJS Kesehatan untuk mengkaji kondisi manajemen data saat ini serta penyiapan database riset sebagai salah satu output.Metode Penelitian: Pendekatan kulitatif dilakukan untuk mengembangkan database riset BPJS Kesehatan. Literatur review, diskusi kelompok terarah dan identifikasi data di BPJS Kesehatan dilakukan untuk menggali konsep database riset untuk jaminan kesehatan nasional.Hasil: Database riset BPJS Kesehatan termasuk dalam konsep big data analytics karena volume, jumlah dan frekuensi yang tinggi serta tipe datanya yang beragam. Terdapat 5 dataset yang disepakati untuk dijadikan database riset BPJS Kesehatan. Jumlah peserta BPJS yang terus bertambah menuntut perlunya tatakelola data yang baik untuk memastikan representatif database riset terhadap pertumbuhan tersebut.Kesimpulan: Terdapat 3 aspek penting yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan database riset BPJS Kesehatan, yaitu konsep big data analytics, representasi database riset yang diambil dari transaksi data di BPJS Kesehatan dan manajemen data yang baik.
Analisis sentimen pada twitter mengenai program imunisasi measles rubella di Indonesia Katrina Feby Lestari; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Minat Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jisph.35199

Abstract

Latar belakang:  Measles dan Rubella adalah dua penyakit yang sangat menular yang sampai saat ini belum ada obatnya. Imunisasi Measles Rubella (MR) adalah satu-satunya cara mencegah penyakit ini. Sehubungan awal diadakannya pemberian imunisasi MR di Indonesia tahun 2017 menyebabkan banyak orang menyampaikan opininya tentang imunisasi MR di berbagai media sosial, salah satunya melalui twitter. Analisis sentimen twitter dapat digunakan untuk menarik sebuah kesimpulan apakah pandangan masyarakat terhadap program imunisasi MR cenderung positif atau negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat pada twitter mengenai program imunisasi MR di Indonesia.Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Subjek penelitian tweets yang menggunakan kata kunci “vaksin”, “imunisasi”, “vaksin mr”, “imunisasi mr”, dan tweets yang menggunakan #vaksinmr, #imunisasimr. Hanya tweets dalam Bahasa Indonesia diambil. Data Januari sampai September 2017 dikumpulkan, dipreprocessing, diklasifikasikan berdasarkan tahap pengetahuan persuasi dan tahap pengambilan keputusan menjadi sentimen positif, netral, dan negatif. Analisis menggunakan tool Rapidminer versi 8.1 dengan metode klasifikasi K-NN.Hasil: Pada tahap pengetahuan dan persuasi, sentimen netral lebih banyak muncul dengan pelabelan manual dan sentimen positif lebih banyak muncul dengan RapidMiner. Pada tahap pengambilan keputusan, sentimen netral lebih banyak muncul dengan pelabelan manual dan RapidMiner.Kesimpulan: Twitter dapat digunakan memprediksi opini masyarakat tentang imunisasi MR di Indonesia. Namun untuk prediksi manual diperlukan waktu banyak sehingga diperlukan tool yang dapat membantu mempercepat prediksi tetapi tool tersebut perlu memperhatikan keseimbangan data latih dan penggunaan dataset yang di dalamnya terdapat kata yang sama. Kata kunci: Analisis Sentimen, Imunisasi, Measles Rubella, Twitter
Akses Puskesmas dan Kejadian Drop out Pasien Tuberkulosis Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Ira Deseilla Pawa; Lutfan Lazuardi
Berita Kedokteran Masyarakat (BKM) Vol 36, No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.55345

Abstract

      Background: In social perspective everyone have their rights to access health facilities (1) yet it still challenging due to geographical or non-geographical barriers. Inadequate access to health facilities has made the controlling of communicable disease not overly solved, including Tuberculosis. Indonesia have been put as country with the highest burden for TB, MDR TB and also TB/HIV in 2016-2020 (2). One of challenging that faced is the incidence of drug resistant TB due to TB treatment drop out. Bantul regency is the second highest TB cases finding rate after Sleman however, the cure rate below national standard during 2016-2018.Method: This study is observational descriptive research by using primary and secondary data, sample of this study consist of 27 community health centers and 60 auxiliary health centers. ArcGIS were used to analysis the spatial data.Results: The locations of community health centers in Bantul regency is near the collector road, the farthest distance to reach community health center in Bantul is 15 Km and the maximum travel time to community health is 60 minutes, geographical berries in Bantul regency are water body such as rivers and lakes. Human resource in 12 community health centers have been exceed the amount standards and 15 others have not been exceed the amount standards. Number of TB drop out was 22 cases, and Banguntapan village has highest amount of drop out TB cases.Conclusions: Community health distribution in Bantul regency is almost cover all the administrative area in Bantul regency. TB drop out cases is need serious intention to increase cure rate.Key words: Access, community health center, drop out tuberculosis, spatial pattern
Overview of The Incidence and Risk Factors for Nosocomial Infections Using a Geographic Information System Maps Setianto, Rochady; Lazuardi, Lutfan; Dahesihdewi, Andaru
Sains Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2013): July-December 2013
Publisher : Fakultas Kedokteran; Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.366 KB) | DOI: 10.30659/sainsmed.v5i2.345

Abstract

Hospitalized patients have a high risk of getting nosocomial infections due to various reasons. They tend to be more susceptible to infection because oftheir underlying disease condition, and they have higher when patients undergo invasive procedures. If the patient’s immune system is impaired, thenon-pathogenic microorganism are capable of causing disease. Map is a method of illustrating an epidemiologic effectively . Maps can be used to showplace of incidence. Mapping the incidence of nosocomial infections in Sultan Agung Hospital is a method developed for the surveillance of nosocomialinfections. This type of research is a quantitative study with a cross sectional design. This study illustrates the risk factors of nosocomial infection withincidence of nosocomial infections that occur based on time point. Risk factors are extrinsic and intrinsic factors. Based on the spatial image on the map,in extrinsic incidence of nosocomial infections is Plebitis. Genesis Plebitis incidence correlates with the placement of hand washing points handrub. Whilethe intrinsic factor in the Plebitis image and ILO most inpatient distribution in patients aged 50 years with impaired skin integrity due to infusion andphysically due to decreased immunity associated with a variety of underlying diseases. Incidence of nosocomial infections in the inpatient unit is theprimary predisposing factors such as age and clinical issues related predisposing underlying disease can weaken the immune system of the patient, so thatthe procedures and even the most basic medical treatment could potentially cause nosocomial infection.
Acceptance Analysis of the Electronic Kohort Information System for Maternal and Child Health Using the Technology Acceptance Model at the Bima City Health Center Hizriansyah; Shinta Prawitasari; Lutfan Lazuardi
Jurnal Sistem Informasi Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information System)
Publisher : Faculty of Computer Science Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.04 KB) | DOI: 10.21609/jsi.v19i1.1207

Abstract

The Maternal and Child Health (MCH) Program in Indonesia is faced with a diversity of achievements between regions caused by disparities in the capacity of the health system and exacerbated by the Covid-19 pandemic which has caused a decrease in service activities and reporting quality so that digitalization of services is needed. This type of research is qualitative research with the design of phenomenological studies using thematic analysis with the help of the Nvivo 12 application. Primary data collection was carried out by means of observation and in-depth interviews with research informants by purposive sampling. To increase the credibility of the data use source triangulation. The research informants consisted of the head of the family health services section, the head of the health centers and the midwife as the user of the e-cohort. Thirteen informants (11 women and 2 men) participated in the study. Most informants can use the core functions of the e-cohort app navigation menu. The study proposes that the perceived perception of ease of use may not be in line with the perceived expediency of explaining variations in the successful acceptance of MCH e-cohort applications. The study also found that there were differences in outcomes between user perceptions at the operational level and policy makers at the managerial level. In general, the analysis collects several types of obstacles and potentially problems that negatively affect the usefulness of the e-cohort application : not being able to make the work of midwives easier and faster, ineffective and not so much to increase the productivity of performance. With regard to ease of use, users feel that the e-cohort can be easily learned and used. The e-cohort is considered to have value as a system that makes the work of midwives more difficult and hinders the work, however, the appearance, elements, features and design are perceived to be quite easy to use. In addition, users also highlight the need to consider how the system can be implemented in order to minimize the impact and optimize usability
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Wahab Adi Wibowo Agus Kharmayana Rubaya Agustina, Luthfi Ahmad Zacky Anwary Ahmed, Ashir Amalia, Ichlasul Anai, Akane Andaru Dahesihdewi Andri Gustiadi Anindya Wirasatriya Anis Fuad Anna Wahyuni Widayanti Apriyanto, R. Hendri ARIEF KURNIAWAN NUR PRASETYO Aris Setyawan Arjuna, Tony Astutiany, Denny Auliyah, Fitratun Bagian PKMK, Fakultas Kedokteran UGM Bagian Prodi Kesehatan Masyarakat, FKM UNISKA Bagian Prodi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM Bekti Sukoco Buti Azfiani Azhali Chairun Wiedyaningsih Chatarina Setya Widyastuti Chin, Wei Hong Citra Indriani Doko, Karmelia Intany Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Edy Purwanto Eni Susanti Faisal Mansur Faizah, Noor Faradiba Faradiba Fathur Rahman Filirida, Meidina Fitri Haryanti GRACE SHALMONT, GRACE Guardian Y. Sanjaya Guardian Yoki Sanjaya Hanifah, Nimah Happy Indah Kusumawati Hari Kusnanto Hari Kusnanto Harry, Sunandar Hartono Hartono Heri Priyatmoko Heryawan, Lukman Hidayah . Hidayati, Ani Hizriansyah I Ketut Agung Enriko Ignasius Luti Ikeda, Subaru Iswarno Iswarno Ivanawati, Anselma Katrina Feby Lestari Khudazi Aulawi Kikuchi, Kimiyo Kubota, Naoyuki Kurnianingsih Kurnianingsih, Kurnianingsih Kusnanto, Hari Kusnanto, Hari Latifa, Ken Inayati Lucia Kris Dinarti M. Yogi Riyantama Isjoni Maruf, Rafiqul Islam Mubasysyir Hasanbasri Muhammad Thesa Ghozali Muhammad Zaini Nakashima, Naoki Nastiti Anggraini Ni&#039;mah Ning Rintiswati Ning Rintiswati Nishikitani, Mariko Nugroho, Tri Adi Nurholis Majid, Nurholis Oktaviani, Zakiyah Pawa, Ira Deseilla PRADNYA SRI RAHAYU, PRADNYA SRI Prakosa, Hendri K. Prasetyawati, Dini Prastowo, Muhammad Yogie Pratama, Rio Aditya Purnama, Mia Raharjo, Untoro Dwi Rahmadewi, Pama Ratmasari, Dewi Resna, Riksa Wibawa Riris Andono Ahmad Rochady Setianto Rosady, Dony Septriana saeni, muhriati - Sari, Permata Satibi Satibi Satibi Satibi Sato, Yoko Satrisno, Hary Setiawan, Mohammad Yusuf Shinta Prawitasari Siswanto Sastrowijoto Sri Werdati, Sri Sudarta Yabesman Harefa Sugiyanto, Nida Alhusna Sumarni Sumarni Sumunar, Dimas Sunardi, Paul Supriati, Titi Suriadi, Widyastuti Susi Ari Kristina Sutaryana, Beni Mulyadi Sutriana, Vivi Ninda T. Satoto, Tri Baskoro T. Satoto, Tri Baskoro T. Satoto, Tri Baskoro Tita Bariah Siddiq Tjahjono Kuntjoro Tri Baskoro Tunggul Satoto Tyas, Reni Trianing Wasilah Rochmah Widyandana Widyandana Wiwin Lismidiati Wulandari, Hanifah Yodi Mahendradhata Yohanes Yohanes Yokota, Fumihiko Zhu, Ningxin